LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Mahasiswa KKN UNISRI Tanamkan Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini kepada Siswa SDN 01 Banyuurip

Mahasiswa KKN UNISRI Tanamkan Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini kepada Siswa SDN 01 Banyuurip

Sumber foto: Sweety

Banyuurip, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Manajemen Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Nawang Ayu Romadoni, mengajak siswa kelas V SD Negeri 01 Banyuurip, Desa Banyuurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, mengenal kewirausahaan sejak dini melalui kegiatan kreatif dan praktik pembuatan gelang, (Jum'at, 24/7/2026).


Kegiatan bertajuk “Menanam Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini” tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan KKN PPM UNISRI Surakarta Tahun Akademik 2025/2026. Program ini bertujuan mengenalkan konsep dasar kewirausahaan sekaligus mendorong kreativitas, kemandirian, keberanian mencoba, dan tanggung jawab siswa melalui pengalaman praktik secara langsung.


Kegiatan diawali dengan perkenalan secara santai. Siswa diajak menyebutkan nama dan cita-cita masing-masing sebelum memasuki materi kewirausahaan. Melalui diskusi sederhana, siswa kemudian dikenalkan pada pengertian kewirausahaan dan berbagai contoh usaha yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti penjual makanan dan minuman, toko kelontong, usaha kerajinan, hingga usaha makanan rumahan.

Dalam penyampaian materi, siswa juga diperkenalkan pada konsep dasar modal, harga jual, dan keuntungan. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami siswa. Mereka diberikan gambaran bahwa pembuatan sebuah produk membutuhkan bahan dan biaya yang dapat disebut sebagai modal. Produk yang telah dibuat selanjutnya dapat ditentukan harga jualnya berdasarkan biaya yang dikeluarkan serta nilai dari produk tersebut.


Setelah mendapatkan materi, siswa diajak mempraktikkan langsung pembuatan gelang sederhana menggunakan manik-manik dan tali Korea. Setiap siswa diberikan kebebasan menentukan kombinasi warna dan bentuk gelang sesuai dengan ide serta kreativitas masing-masing.


Praktik tersebut menjadi simulasi sederhana proses menghasilkan sebuah produk. Siswa belajar mulai dari menemukan ide, menyiapkan bahan, membuat produk, hingga memahami bahwa hasil kreativitas dapat memiliki nilai guna maupun potensi nilai jual. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa memulai sebuah usaha tidak selalu membutuhkan modal yang besar. Bahan sederhana dapat dikembangkan menjadi produk menarik apabila diolah dengan kreativitas dan keterampilan.


Selain menghasilkan produk, kegiatan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan sejumlah karakter kewirausahaan pada siswa. Karakter tersebut meliputi kreativitas, kemandirian, keberanian mencoba, tanggung jawab, ketekunan, kemampuan bekerja sama, dan sikap pantang menyerah.


Antusiasme dan keaktifan siswa selama kegiatan menjadi salah satu indikator keberhasilan program. Siswa diharapkan tidak hanya memahami pengertian dasar kewirausahaan, tetapi juga mampu mengenali contoh usaha di lingkungan sekitar serta memahami konsep sederhana mengenai modal dan harga jual.


Pada pelaksanaannya, terdapat beberapa kendala, di antaranya perbedaan tingkat pemahaman siswa, kondisi siswa yang cukup aktif, serta kesulitan beberapa siswa saat membuat gelang. Keterbatasan waktu dan dana juga menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan. Kendala tersebut diatasi melalui pendampingan langsung, penggunaan bahasa yang sederhana, pengaturan waktu, serta pemanfaatan bahan secara efektif.


Melalui kegiatan ini, pengenalan kewirausahaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan siswa membuat sebuah produk, tetapi juga pada proses membangun pola pikir dan karakter yang dapat bermanfaat bagi perkembangan mereka. Kreativitas, keberanian mencoba, kemandirian, dan ketekunan diharapkan dapat terus berkembang melalui dukungan sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan sekitar.


Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan bahwa kreativitas dapat memiliki nilai dan bahwa ide sederhana dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dari sebuah praktik membuat gelang, siswa belajar bahwa keberanian untuk mencoba dapat menjadi awal untuk mengenal dan mengembangkan jiwa kewirausahaan sejak dini.


Penulis: Nawang Ayu Romadoni

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

Mahasiswa KKN Unisri Dorong UMKM Griya Eko Sangkar Burung Go Digital melalui TikTok

Mahasiswa KKN Unisri Dorong UMKM Griya Eko Sangkar Burung Go Digital melalui TikTok

 Mahasiswa KKN Unisri Dorong UMKM Griya Eko Sangkar Burung Go Digital melalui TikTok

Mahasiswi KKN UNISRI Surakarta, Retno Wulan Pawestri , memandu pemilik usaha Griya Eko Sangkar Burung membuat akun bisnis TikTok dan mengelola konten promosi digital di Desa Slogo, Tanon, Sragen.Dok. Retno Wulan P


SRAGEN — Isu digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi perhatian utama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta. Mahasiswa KKN Kelompok 100 melakukan pendampingan intensif kepada pelaku usaha Griya Eko Sangkar Burung di Desa Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, agar mampu memasarkan produknya melalui platform digital.

Program tersebut digagas oleh Retno Wulan Pawestri sebagai salah satu program kerja individu. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menjembatani kesenjangan antara pelaku usaha rumahan dengan kemajuan teknologi informasi, khususnya dalam pemanfaatan media sosial untuk keperluan promosi.

Bagi Retno, media sosial saat ini bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan instrumen strategis dalam dunia bisnis. Melalui platform digital, usaha skala rumahan dapat memperluas jangkauan pasar, membentuk branding yang kuat, sekaligus mendongkrak volume penjualan tanpa harus bergantung pada metode pemasaran konvensional.


Produk Berkualitas, Promosi Masih Tradisional

Griya Eko Sangkar Burung dikenal sebagai produsen sangkar burung yang dikerjakan secara manual dengan mengedepankan kualitas bahan baku, kerapian pengerjaan, hingga nilai seni pada setiap produknya. Kerajinan ini diminati oleh para penghobi maupun pedagang sangkar di wilayah sekitar.

Namun, dari sisi pemasaran, usaha ini masih mengandalkan cara tradisional seperti promosi dari mulut ke mulut dan transaksi langsung di lokasi. Akibatnya, potensi besar yang ditawarkan oleh platform digital belum tergarap secara optimal, padahal jangkauan pasar dapat lebih luas jika dikelola dengan strategi yang tepat.

Mahasiswa KKN UNISRI melihat langsung ragam produk sangkar burung buatan tangan yang siap dipasarkan ke platform digital dan komunitas pencinta burung.





Pendampingan dari Nol hingga Memiliki Akun Bisnis

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-PPM Unisri memberikan edukasi bertahap kepada pemilik usaha, mulai dari pengenalan pentingnya digital marketing hingga praktik langsung membangun identitas bisnis di TikTok. Rangkaian pendampingan yang diberikan meliputi:

1. Pembuatan akun bisnis TikTok.
2. Penyusunan profil usaha yang informatif.
3. Pelatihan teknik pengambilan foto dan video produk yang estetik.
4.Penyusunan konsep konten promosi.
5.Pengenalan strategi publikasi konten agar 
tampil menarik dan konsisten.

Selain aspek teknis, mahasiswa juga membekali pemilik usaha dengan pemahaman mengenai branding digital, sehingga konsumen lebih percaya pada produk yang ditawarkan dan daya saing usaha meningkat di tengah ketatnya pasar daring.
Dok.Retno Wulan P




Akun TikTok Resmi Menjadi Aset Baru UMKM

Program pendampingan ini membuahkan hasil konkret berupa akun bisnis TikTok resmi milik Griya Eko Sangkar Burung. Akun ini kini menjadi aset pemasaran digital yang dapat dikembangkan secara mandiri. Kehadiran akun tersebut diharapkan mampu membuka akses pasar hingga ke luar daerah, menyasar komunitas pencinta burung (kicau mania), sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pola pemasaran konvensional.

Wujud Nyata Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Program kerja ini menegaskan semangat KKN-PPM yang menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan bagi masyarakat. Lewat sinergi antara dunia kampus dan pelaku UMKM, diharapkan kapasitas usaha semakin menguat dan siap menghadapi tantangan zaman. Pendampingan ini membuktikan bahwa pengabdian mahasiswa hadir dalam bentuk pemberdayaan yang berkelanjutan, sehingga UMKM lokal di Desa Slogo dapat terus tumbuh, berdaya saing, dan memperkuat perekonomian desa.

Penulis: Retno Wulan Pawestri

Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Anti-Bullying di SD 2 Jekani

Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Anti-Bullying di SD 2 Jekani

 Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Anti-Bullying di SD 2 Jekani

Siswa-siswi SD 2 Jekani menyimak dengan antusias pemaparan materi mengenai pencegahan perundungan (bullying) dan pentingnya menjaga persahabatan yang harmonis oleh mahasiswa KKN UNISRI, Ega Sintia Maharani, Rabu (29/7/2026).




MONDOKAN, SRAGEN — Dalam rangka pelaksanaan program kerja individu Kuliah Kerja Nyata (KKN), Ega Sintia Maharani, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Anti-Bullying dan Sahabat Baik: Stop Perundungan Sejak Dini” di SD 2 Jekani, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SD 2 Jekani, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Program tersebut bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada siswa mengenai perundungan (bullying), bentuk-bentuk perundungan, dampak yang dapat ditimbulkan, serta cara efektif untuk mencegah dan menyikapi perilaku tersebut, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami bahwa perundungan bukanlah sebuah candaan yang bisa dilakukan secara bebas. Perilaku seperti mengejek, memanggil teman dengan julukan yang tidak pantas, melakukan kekerasan fisik, hingga mengucilkan teman dari pergaulan merupakan bentuk perundungan yang dapat melukai perasaan serta merusak kesehatan mental orang lain.


Mahasiswi KKN UNISRI, Ega Sintia Maharani, memaparkan materi edukasi bertajuk "Anti-Bullying dan Sahabat Baik" kepada siswa SD 2 Jekani, Mondokan, Sragen, Rabu (29/7/2026).Dok. Ega Sintia Maharani


Ega menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai empati dan kasih sayang antar sesama teman di sekolah. Ia berharap siswa dapat saling merangkul dan menjadi "sahabat baik" agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan harmonis tanpa rasa takut.


Siswa-siswi SD 2 Jekani berpartisipasi aktif menempelkan pesan-pesan positif dan harapan tentang persahabatan di media "Pohon Harapan" sebagai bagian dari kampanye antikekerasan di sekolah, Rabu (29/7/2026).




Kegiatan edukasi ini mendapat sambutan hangat dari para siswa dan pihak sekolah. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya perundungan serta komitmen yang dituangkan dalam "Pohon Harapan", diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, menghargai perbedaan, dan berani menghentikan tindakan bullying di lingkungan mereka.

Penulis: Ega Sintia Maharani

Saring Sebelum Sharing: Mahasiswi KKN UNISRI Berikan Literasi Digital untuk Lindungi Siswa SDN Jeruk 1 dari Hoaks dan Konten Negatif

Saring Sebelum Sharing: Mahasiswi KKN UNISRI Berikan Literasi Digital untuk Lindungi Siswa SDN Jeruk 1 dari Hoaks dan Konten Negatif

Saring Sebelum Sharing: Mahasiswi KKN UNISRI Berikan Literasi Digital untuk Lindungi Siswa SDN Jeruk 1 dari Hoaks dan Konten Negatif 


Mahasiswi KKN PPM UNISRI memandu siswa SD Negeri Jeruk 1 dalam kegiatan edukasi Penguatan Literasi Digital.
Dok. Aisyah Anggi Astuti




SRAGEN — Mahasiswi Program Studi Ilmu Administrasi Negara dari Kelompok 34 KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Aisyah Anggi Astuti, melaksanakan program kerja individu bertajuk "Penguatan Literasi Digital" di SD Negeri Jeruk 1, Desa Jeruk, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dini guna mencegah paparan hoaks, pornografi, dan konten negatif lainnya pada anak.

Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko yang mengintai anak saat mengakses internet tanpa pendampingan memadai. Ancaman tersebut meliputi berita bohong, konten kekerasan, pornografi, penipuan online, hingga perundungan siber (cyberbullying).

Melalui slide presentasi interaktif, siswa diperkenalkan pada konsep literasi digital serta cara mengenali dan menyikapi tiga ancaman utama di dunia maya. Terkait hoaks, siswa diajak untuk membaca informasi sampai tuntas, memeriksa sumber berita, dan segera bertanya kepada guru atau orang tua apabila merasa ragu.

Siswa SD Negeri Jeruk 1 menyimak materi mengenai cara mengenali hoaks dan langkah menghadapi konten negatif di internet.
Dok.Aisyah Anggi Astuti




Untuk konten negatif, siswa diajarkan agar tidak panik, segera menutup halaman, tidak menyebarkannya kepada orang lain, dan segera melapor. Sementara terkait pornografi, siswa diminta untuk segera menutup halaman, tidak melihatnya kembali, serta melaporkannya kepada orang tua atau guru.

Aisyah Anggi Astuti menekankan bahwa melapor kepada orang dewasa bukanlah tanda ketakutan, melainkan bentuk tanggung jawab. Selain itu, siswa juga dikenalkan pada konsep jejak digital agar mereka terbiasa berkomentar sopan dan tidak menyebarkan foto orang lain tanpa izin.

Sebagai penutup, siswa diajak menghafal empat langkah cerdas berinternet: menyaring informasi, berpikir sebelum membagikan, melindungi data pribadi, serta bercerita kepada orang tua atau guru. Kegiatan diakhiri dengan kuis interaktif dan slogan semangat: "Saring Sebelum Sharing, Aman Saat Berselancar!"


Mahasiswi KKN PPM UNISRI bersama siswa SD Negeri Jeruk 1 foto bersama usai kegiatan edukasi Penguatan Literasi Digital.
Dok. Aisyah Anggi Astuti





Melalui program ini, Aisyah berharap siswa SD Negeri Jeruk 1 semakin waspada terhadap hoaks dan konten negatif, serta tumbuh menjadi generasi yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan internet di masa depan.

Penulis: Aisyah Anggi Astuti

Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Warga Desa Ngrombo Waspada Bahaya Narkoba

Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Warga Desa Ngrombo Waspada Bahaya Narkoba

 Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Warga Desa Ngrombo Waspada Bahaya Narkoba

Sumber Foto : KKN PPM 55 UNISRI 2026




NGROMBO, SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi kelompok pemuda dan bapak-bapak di Desa Ngrombo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Ngrombo ini menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surakarta.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa KKN-PPM Kelompok 55 UNISRI 2026.

Sosialisasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran kritis masyarakat desa terhadap ancaman narkotika, meskipun wilayah tempat tinggal mereka berada jauh dari pusat perkotaan.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu sasaran utama peredaran gelap narkoba. Hal ini dipicu oleh jumlah penduduk usia produktif yang besar serta kondisi geografis kepulauan yang membuka banyak celah jalur penyelundupan, baik melalui darat, laut, maupun udara. Data menunjukkan prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia mencapai 1,77% atau sekitar 3,33 juta jiwa pada penduduk usia 15-64 tahun, dengan kelompok usia 15-49 tahun sebagai mayoritas pengguna.
Warga dan perwakilan pemuda Desa Ngrombo menghadiri sosialisasi "Pencegahan dan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Masyarakat" yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN-PPM UNISRI 2026 bekerja sama dengan BNN Kota Surakarta di Balai Desa Ngrombo, Plupuh, Sragen.



Terdapat empat pokok materi yang disampaikan: penggolongan narkotika, ciri-ciri penyalahguna, dampak penyalahgunaan, serta tingkatan pemakaian. Secara efek, narkotika dibagi menjadi tiga golongan: depresan (memberikan efek menenangkan), stimulan (meningkatkan aktivitas sistem saraf), dan halusinogen (mengganggu persepsi panca indra).

Ciri-ciri fisik dan perilaku penyalahguna juga dipaparkan secara rinci, seperti kecenderungan menjadi pemalas, mudah marah, hidup tidak teratur, kondisi fisik yang menurun (seperti mata cekung dan merah, muka pucat, bibir kehitaman), gangguan tidur, hingga paranoia atau curiga tanpa alasan yang jelas.

Peserta juga diingatkan mengenai dampak sosial yang merusak, mulai dari penolakan keluarga, masalah ekonomi, stigma sosial, hingga risiko hukum yang berat. Saat ini, tercatat hanya sekitar 7% pengguna yang bersedia menjalani rehabilitasi. Selain itu, masyarakat diajak memahami tingkatan pemakaian narkoba mulai dari tahap coba-coba, situasional, pemakaian teratur, hingga ketergantungan agar lebih peka dalam mendeteksi tanda-tanda dini di lingkungan sekitar.
Sumber foto: KKN PPM 55 UNISRI 2026


Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan interaktif. Perwakilan warga dari 19 RT di Desa Ngrombo menyimak dengan saksama, terutama saat narasumber mengaitkan materi dengan kondisi nyata di lingkungan pedesaan. Acara kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab serta penyerahan vandel sebagai bentuk apresiasi kepada pihak BNN Kota Surakarta.

Mahasiswa KKN berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Ngrombo
khususnya kelompok usia produktifsemakin memahami bahaya laten narkoba dan berperan aktif menjaga lingkungan desa yang bersih, aman, dan tangguh dari ancaman narkotika.

Penulis:  KKN-PPM 55 Desa Ngrombo
Tingkatkan Literasi Digital, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Pembelajaran Interaktif di SDN Slogo 1

Tingkatkan Literasi Digital, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Pembelajaran Interaktif di SDN Slogo 1

 Tingkatkan Literasi Digital, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Pembelajaran Interaktif di SDN Slogo 1

Mahasiswi KKN Unisri, Graciella Restidita Kristsada, memberikan apresiasi berupa bingkisan kepada siswa-siswi SDN Slogo 1 setelah sukses mengikuti sesi kuis interaktif seputar literasi digital di Desa Slogo, Tanon, Sragen, Selasa (28/7/2026).





SRAGEN — Perkembangan teknologi digital yang kian pesat membawa kemudahan di berbagai sektor, termasuk bidang pendidikan. Namun, pemanfaatan teknologi perlu diimbangi dengan literasi digital yang mumpuni agar siswa mampu menggunakannya secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Sebagai bentuk pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Graciella Restidita Kristsada, melaksanakan program kerja individu berupa peningkatan literasi digital melalui metode pembelajaran interaktif di SDN Slogo 1, Desa Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi kepada siswa melalui metode pembelajaran yang menarik, interaktif, dan disesuaikan dengan usia mereka.Diikuti oleh 25 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 SD. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyampaikan materi literasi digital menggunakan metode pembelajaran interaktif. Materi yang disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan dasar teknologi digital, etika penggunaan teknologi, cara menjaga keamanan diri saat berselancar di internet, serta pentingnya bersikap bertanggung jawab dalam menggunakan perangkat dan media digital. Untuk meningkatkan antusiasme siswa, penyampaian materi juga diselingi dengan permainan dan kuis interaktif.


Suasana interaktif saat mahasiswi KKN Unisri, Graciella Restidita Kristsada, memberikan edukasi mengenai etika dan keamanan berinternet bagi siswa-siswi SDN Slogo 1, Desa Slogo, Tanon, Sragen, Selasa (28/7/2026).Dok. Graciella








Program kerja peningkatan literasi digital melalui pembelajaran interaktif telah terlaksana dengan baik dan mendapatkan respons antusias dari siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pengenalan literasi digital sejak dini sangat penting agar siswa memiliki pemahaman yang baik dalam memanfaatkan teknologi.

Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Desa Slogo. Pengetahuan yang diperoleh siswa diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bekal berharga dalam menghadapi perkembangan teknologi di masa mendatang.

Penulis: Graciella Restidita Kristsada

Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi Pelaku UMKM Desa Pare Gunakan QRIS

Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi Pelaku UMKM Desa Pare Gunakan QRIS

 Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi Pelaku UMKM Desa Pare Gunakan QRIS

Mahasiswa KKN UNISRI membantu perluasan literasi keuangan digital dan integrasi QRIS bagi pengrajin anyaman tas lokal di Desa Pare, Sragen, Rabu (22/7/2026).





SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar sosialisasi sekaligus pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku UMKM di Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan ini merupakan program kerja individu Marietta Selma Mega Astuti, mahasiswi yang tergabung dalam Kelompok 40 KKN-PPM UNISRI yang mengabdi di Desa Pare. Sasaran kegiatan adalah dua pelaku UMKM lokal, yaitu usaha kerajinan Anyaman Tas Bu Nur dan usaha kuliner rumahan Berkah Pohung yang memproduksi keripik singkong.

Berbeda dari sosialisasi biasa yang hanya menyampaikan materi, kegiatan ini langsung disertai pendampingan praktik. Merietta membantu kedua pelaku UMKM membuat kode QRIS untuk usaha mereka, sekaligus mendampingi cara memasang, menampilkan, dan mengecek transaksi masuk lewat kode tersebut. Pendampingan langsung dipilih karena kedua pelaku usaha belum pernah menggunakan sistem pembayaran digital semacam ini sebelumnya.


Mahasiswi KKN UNISRI, Marietta Selma Mega Astuti (kiri), berfoto bersama Bu Nur, pemilik usaha Anyaman Tas Bu Nur, usai mendampingi proses pendaftaran hingga tata cara pengecekan transaksi QRIS di lokasi usaha, Sragen, Rabu (22/7/2026). Dok. Merietta Selma




Selama proses pendampingan, ditemukan kendala utama berupa rendahnya pemahaman pelaku UMKM terhadap dunia internet. Kondisi ini membuat mereka rentan menjadi sasaran penipuan daring, mulai dari pesan atau tautan mencurigakan hingga modus pembayaran palsu yang kerap menyasar pelaku usaha kecil yang baru mengenal transaksi digital.

Marietta menekankan pentingnya kehati-hatian saat menerima notifikasi pembayaran, termasuk membiasakan diri memeriksa langsung riwayat transaksi lewat aplikasi resmi dan tidak mudah percaya pada bukti transfer yang dikirim lewat pesan singkat.

Meski sempat mengalami kesulitan di tahap awal, kedua pelaku UMKM mengaku terbantu setelah memahami cara kerja QRIS. Pembayaran dari pembeli, terutama yang datang dari luar desa, menjadi lebih mudah dan praktis karena tidak lagi bergantung pada uang tunai. Pelanggan cukup memindai kode yang sudah tersedia di lapak, tanpa perlu menyiapkan uang pas atau kembalian.
    
Pelaksana program KKN UNISRI, Marietta Selma Mega Astuti, mendampingi pelaku usaha keripik singkong Berkah Pohung mengadopsi pembayaran nontunai QRIS di Sragen, Rabu (22/7/2026).


Program ini menjadi bagian dari upaya Kelompok 40 KKN-PPM UNISRI mendorong literasi keuangan digital sekaligus mendukung kemandirian ekonomi UMKM di Desa Pare. Ke depan, Merietta berharap kedua UMKM binaan bisa terus menggunakan QRIS secara mandiri dan mengajak pelaku usaha lain di sekitar mereka untuk turut beralih ke sistem pembayaran digital.


Penulis: Marietta Selma Mega Astuti 


Meningkatkan Nilai Karakter pada Siswa melalui Menonton Film Edukatif

Meningkatkan Nilai Karakter pada Siswa melalui Menonton Film Edukatif

 Meningkatkan Nilai Karakter pada Siswa melalui Menonton Film Edukatif

Mahasiswa KKN Unisri Surakarta, Olindo Oshiano (jongkok berrompi KKN), berfoto bersama siswa-siswi SD Negeri Trombol 1 usai kegiatan edukasi pembentukan karakter dan pemutaran film edukatif di Desa Trombol, Sragen, Rabu (29/7/2026). Dok. Olindo Oshiano




TROMBOL — Olindo Oshiano melaksanakan kegiatan edukasi untuk meningkatkan nilai karakter pada siswa melalui kegiatan menonton film edukatif di SD Negeri Trombol 1 pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKN yang bertujuan memberikan edukasi mengenai nilai-nilai karakter kepada siswa dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

​Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya memiliki karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Olindo Oshiano memberikan pemahaman sederhana mengenai sikap jujur, bertanggung jawab, saling menghargai, peduli terhadap teman, serta menghindari perilaku perundungan (bullying).

​Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film edukatif berjudul “Murid Terbaik – Musikal”. Melalui film tersebut, siswa diajak untuk memperhatikan berbagai sikap dan perilaku yang ditampilkan oleh para tokoh. Film digunakan sebagai media pembelajaran agar pesan moral dapat disampaikan melalui cerita yang menarik dan lebih mudah dipahami oleh siswa.

​Setelah menonton film, Olindo Oshiano mengajak siswa berdiskusi mengenai isi dan pesan yang terdapat dalam film. Siswa diberikan beberapa pertanyaan sederhana mengenai tokoh, permasalahan yang terjadi, serta sikap baik dan kurang baik yang ditampilkan dalam cerita. Para siswa terlihat antusias dalam menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat mereka.

​Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat memahami bahwa menjadi siswa yang baik tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh karakter dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Sikap jujur, bertanggung jawab, rendah hati, menghargai orang lain, dan mampu bekerja sama merupakan nilai-nilai penting yang perlu diterapkan sejak dini.

​Kegiatan menonton film edukatif ini menjadi salah satu upaya Olindo Oshiano dalam menanamkan nilai karakter kepada siswa SD melalui metode pembelajaran yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan. Diharapkan pesan positif yang diperoleh dari film dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Penulis: Olindo Oshiano


MAHASISWA KKN UNISRI GELAR SOSIALISASI “ANAK HEBAT BERAWAL DARI RUMAH” UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN MENTAL ANAK

MAHASISWA KKN UNISRI GELAR SOSIALISASI “ANAK HEBAT BERAWAL DARI RUMAH” UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN MENTAL ANAK

 MAHASISWA KKN UNISRI GELAR SOSIALISASI “ANAK HEBAT BERAWAL DARI RUMAH” UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN MENTAL ANAK


Mahasiswi KKN UNISRI Surakarta, Zulaihah Umu Habibah, memaparkan materi sosialisasi bertajuk "Anak Hebat Berawal dari Rumah: Parenting Positif untuk Kesehatan Mental Anak" di hadapan ibu-ibu PKK di Balai Desa Kedawung, Mondokan, Sragen, Sabtu (18/7/2026).






SRAGEN — Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Zulaihah Umu Habibah, melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Anak Hebat Berawal dari Rumah: Parenting Positif untuk Kesehatan Mental Anak” pada Sabtu, 18 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja individu KKN yang ditujukan kepada ibu-ibu PKK tingkat Desa Kedawung dalam rangkaian pertemuan rutin PKK. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang dan kesehatan mental anak.

Dalam kegiatan tersebut, Zulaihah menyampaikan materi mengenai parenting positif, yaitu pola pengasuhan yang mengedepankan kasih sayang, komunikasi yang baik, penghargaan terhadap perasaan anak, serta pemberian batasan yang sehat. Para peserta diajak untuk memahami bahwa rumah merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak dalam membentuk karakter, rasa aman, kepercayaan diri, serta kemampuan mengelola emosi.

Selain itu, peserta juga diajak untuk menerapkan komunikasi positif dalam kehidupan sehari-hari, seperti mendengarkan cerita anak, memberikan apresiasi, menghindari kebiasaan membandingkan anak, serta memberikan kesempatan kepada anak untuk mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.

Pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya peran orang tua dalam membangun lingkungan keluarga yang aman dan nyaman bagi anak. Pola pengasuhan yang diterapkan di rumah dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan emosi, karakter, kepercayaan diri, serta kemampuan anak dalam menghadapi berbagai situasi dalam kehidupannya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu PKK Desa Kedawung dapat memperoleh wawasan dan pemahaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun disampaikan dalam lingkup sederhana, sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah kecil dalam membangun pola pengasuhan yang lebih positif dan mendukung kesehatan mental anak.

"Anak hebat berawal dari rumah. Bukan dari rumah yang sempurna, melainkan dari rumah yang mau mendengarkan, memahami, dan mendampingi setiap proses tumbuh kembang anak," ujar Zulaihah.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan baik dan mendapat respons positif dari para peserta. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap edukasi mengenai parenting positif dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

Penulis: Zulaihah Umu Habibah

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta Gelar Pendampingan Digitalisasi Lokasi dan Optimasi Google Maps untuk Peningkatan Pemasaran UMKM Desa Karangwaru

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta Gelar Pendampingan Digitalisasi Lokasi dan Optimasi Google Maps untuk Peningkatan Pemasaran UMKM Desa Karangwaru

 Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta Gelar Pendampingan Digitalisasi Lokasi dan Optimasi Google Maps untuk Peningkatan Pemasaran UMKM Desa Karangwaru

Mahasiswi KKN UNISRI Surakarta, Sindy Dwi Kurnia (kanan), menunjukkan hasil penandaan lokasi Google Maps dan Google Business Profile bersama pelaku UMKM lokal di Desa Karangwaru, Sragen, Senin (27/7/2026)



SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kegiatan pendampingan digitalisasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Karangwaru, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya.

Kegiatan yang dilakukan yaitu pendampingan pembuatan Google Maps. Program ini bertujuan agar UMKM di Desa Karangwaru lebih mudah dikenal oleh masyarakat serta dapat mengikuti perkembangan teknologi dalam kegiatan usahanya. Pelaku UMKM dibantu untuk memasukkan informasi usaha seperti nama usaha, alamat, nomor telepon, jam buka, kategori usaha, hingga foto produk. Dengan adanya informasi tersebut, masyarakat dapat lebih mudah menemukan lokasi UMKM ketika mencari melalui Google atau Google Maps.

Saat ini, teknologi digital memiliki peran yang cukup penting dalam membantu perkembangan UMKM. Namun, masih ada beberapa pelaku UMKM yang belum mengetahui cara memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan usaha mereka. Oleh karena itu, mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara langsung agar pelaku UMKM dapat memahami dan menggunakan layanan digital tersebut.

Pendampingan Google Maps dan Google Business Profile

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN membantu pelaku UMKM membuat dan mengatur lokasi usaha melalui Google Maps serta membuat Google Business Profile.

Pelaku UMKM dibantu untuk memasukkan informasi usaha seperti nama usaha, alamat, nomor telepon, jam buka, kategori usaha, dan foto produk. Dengan adanya informasi tersebut, masyarakat dapat lebih mudah menemukan lokasi UMKM ketika mencari melalui Google atau Google Maps. Selain membantu masyarakat menemukan lokasi usaha, Google Business Profile juga dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan produk dan memberikan informasi mengenai usaha kepada calon konsumen.


Dok. Sindy Dwi Kurnia




Praktik Secara Langsung

Pendampingan dilakukan tidak hanya secara teori, tetapi melalui praktik langsung bersama pemilik usaha. Pelaku UMKM dipandu mengisi data hingga dapat mengoperasikan fitur-fitur digital tersebut secara mandiri.

Pendekatan ini mendapat respons hangat dari masyarakat dan para pelaku usaha setempat. Mereka mengaku sangat terbantu karena kini usahanya makin mudah ditemukan konsumen dan memiliki metode pembayaran yang modern.

Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan UMKM di Desa Karangwaru dapat terus berkembang, naik kelas, dan berdaya saing tinggi di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

Harapan Kegiatan

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pelaku UMKM di Desa Karangwaru dapat mengelola titik lokasi Google Maps dan QRIS mereka secara mandiri. Dengan informasi usaha yang makin mudah diakses publik, UMKM lokal diharapkan sanggup bersaing di era digital, naik kelas, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian warga desa.

Penulis: Sindy Dwi Kurnia


Bangun Keluarga Harmonis, Mahasiswi Hukum KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pencegahan KDRT di Desa Jetiskarangpung

Bangun Keluarga Harmonis, Mahasiswi Hukum KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pencegahan KDRT di Desa Jetiskarangpung

 Bangun Keluarga Harmonis, Mahasiswi Hukum KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pencegahan KDRT di Desa Jetiskarangpung
Mahasiswi Program Studi Ilmu Hukum Unisri Surakarta, Saputri Wulandari (duduk tengah memegang brosur), berfoto bersama warga usai menyampaikan sosialisasi kesadaran hukum terkait pencegahan KDRT di Desa Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen, Sabtu (1/8/2026).




SRAGEN — Guna meningkatkan pemahaman serta kesadaran hukum masyarakat mengenai pentingnya perlindungan hak-hak dalam rumah tangga, mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan sosialisasi pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) di Desa Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan edukasi hukum ini merupakan program kerja individu yang diprakarsai oleh Saputri Wulandari, mahasiswi Program Studi Ilmu Hukum Unisri. Pelaksanaan program ini dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Prof. Dr. Dra. Hera Heru Sri Suryani, M.Pd., sebagai bentuk kontribusi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat.

Dalam pemaparannya, Saputri secara mendalam mengupas ketentuan hukum yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. 

Ia membedakan empat bentuk utama KDRT yang kerap terjadi di masyarakat, yakni kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, hingga penelantaran rumah tangga.

"Masyarakat sering kali menganggap permasalahan dalam rumah tangga sebagai urusan domestik semata. Padahal, tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun memiliki konsekuensi hukum yang tegas. Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali warga mengenai pemahaman hak-hak korban, mekanisme perlindungan, serta pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan harmonis," ujar Saputri Wulandari.



Warga Desa Jetiskarangpung menyimak secara saksama pemaparan materi hukum KDRT yang disampaikan mahasiswi KKN Unisri, Sabtu (1/8/2026).


Selain penyampaian materi, kegiatan diisi dengan sesi diskusi interaktif dan konsultasi hukum sederhana. Peserta yang hadir diajak memahami langkah awal pencegahan sejak dini, cara mengenali potensi konflik, hingga prosedur pelaporan dan penanganan hukum yang tepat apabila menemukan atau mengalami tindak KDRT di lingkungan sekitar.

Inisiatif sosialisasi ini disambut antusias oleh warga Desa Jetiskarangpung. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait perlindungan hukum bagi perempuan dan anak serta peran masyarakat dalam menjaga keharmonisan lingkungan RT/RW.

Melalui program kerja individu ini, Saputri berharap kesadaran hukum masyarakat Desa Jetiskarangpung makin meningkat, sehingga mampu menekan angka kekerasan dan mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih sadar hukum, aman, dan sejahtera.


Penulis: Saputri Wulandari 






Mahasiswa PG PAUD Kenalkan Leaf Printing Berbasis Bahan Alam di RA GUPPI 1 Kalijambe

Mahasiswa PG PAUD Kenalkan Leaf Printing Berbasis Bahan Alam di RA GUPPI 1 Kalijambe

 Mahasiswa PG PAUD Kenalkan Leaf Printing Berbasis Bahan Alam di RA GUPPI 1 Kalijambe

Mahasiswi PG PAUD Unisri Surakarta, Bekti Setyawati (depan tengah memakai vest ), bersama guru dan siswa-siswi Kelompok B RA GUPPI 1 Kalijambe memamerkan hasil karya leaf printing di Desa Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen, Selasa (28/7/2026).



DESA JETISKARANGPUNG — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Bekti Setyawati, melaksanakan program kerja individu KKN berupa kegiatan leaf printing berbasis bahan alam bersama 26 anak Kelompok B RA GUPPI 1 Kalijambe, Desa Jetiskarangpung, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan ini memanfaatkan daun yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran seni. Anak-anak diajak mengenal bentuk dan tekstur daun sekaligus mengembangkan keterampilan melalui proses mencetak daun dengan menggunakan cat air.


Mengenal Alam melalui Kegiatan Seni

Kegiatan diawali dengan mengajak anak-anak mengamati berbagai jenis daun yang terdapat di lingkungan sekitar sekolah. Anak-anak kemudian memilih daun yang akan digunakan dalam kegiatan leaf printing.

Setelah daun terkumpul, anak-anak mengoleskan cat air pada permukaan daun menggunakan jari tangan. Daun yang telah diberi warna kemudian ditempelkan pada kertas putih dan ditekan secara perlahan hingga menghasilkan pola dan bentuk yang beragam.

Proses tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi secara langsung dengan bahan alam. Aktivitas memegang daun, mengoleskan cat, menekan daun, hingga melihat hasil cetakan juga melibatkan koordinasi mata dan tangan serta keterampilan motorik halus anak.


Siswa RA GUPPI 1 Kalijambe mempraktikkan teknik cetak langsung menggunakan media daun dan cat warna-warni pada program KKN Unisri di Sragen, Selasa (28/7/2026).




Antusiasme Anak dalam Mengeksplorasi Bahan Alam

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang aktif dan menyenangkan. Anak-anak diberi kesempatan untuk memilih daun dan warna sesuai dengan keinginan mereka, kemudian mengamati hasil cetakan yang terbentuk pada kertas.

Dok.Bekti Setyawati 

Guru RA GUPPI 1 Kalijambe turut mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Pendampingan tersebut membantu anak mengikuti setiap tahapan kegiatan sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk bereksplorasi secara mandiri.


Mahasiswi PG PAUD Unisri, Bekti Setyawati, memperagakan cara mengoleskan cat air pada permukaan daun di hadapan siswa Kelompok B RA GUPPI 1 Kalijambe, Sragen, Selasa (28/7/2026).




Selain menghasilkan karya seni, kegiatan ini juga mengenalkan kepada anak bahwa lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Daun yang biasanya hanya ditemukan di halaman sekolah dapat digunakan sebagai media untuk menciptakan karya dengan bentuk dan pola yang beragam.


Memanfaatkan Potensi Lingkungan sebagai Media Pembelajaran

Pemanfaatan bahan alam dalam kegiatan pembelajaran menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam pendidikan anak usia dini. Bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi media kegiatan seni yang sederhana dan mudah diterapkan.

Melalui program kerja individu KKN ini, Bekti turut mengenalkan kegiatan leaf printing sebagai salah satu aktivitas pembelajaran yang memadukan eksplorasi alam, seni, dan keterampilan motorik halus anak.

“Melalui kegiatan ini, saya ingin mengenalkan kepada anak bahwa lingkungan sekitar juga dapat menjadi sumber belajar. Daun yang sederhana dapat dimanfaatkan menjadi media untuk berkarya dan bereksplorasi,” ujar Bekti.

Kegiatan leaf printing tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program kerja individu KKN mahasiswa PG PAUD FKIP Universitas Slamet Riyadi Surakarta di Desa Jetiskarangpung, sekaligus menjadi salah satu bentuk pemanfaatan potensi lingkungan sekitar sebagai sumber belajar bagi anak usia dini.

Penulis: Bekti Setyawati

Penyunting: Oliviana 



SOSIALISASI BAHAYA JUDI ONLINE DAN PINJAMAN ONLINE, MAHASISWA KKN UNISRI SURAKARTA SASAR IBU-IBU PKK DUSUN DEPOK

SOSIALISASI BAHAYA JUDI ONLINE DAN PINJAMAN ONLINE, MAHASISWA KKN UNISRI SURAKARTA SASAR IBU-IBU PKK DUSUN DEPOK

Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Pinjaman Online, Mahasiswa KKN UNISRI Surakarta sasar ibu-ibu PKK Dusun Depok 
Suasana diskusi interaktif antara mahasiswa KKN UNISRI Surakarta bersama ibu-ibu PKK Dusun Depok mengenai modus penipuan dan bahaya pinjaman online ilegal di kediaman warga Desa Kedawung, Sragen, Kamis (6/8/2026). 




Kedawung, Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Nissa Gesang Cipta Khasanah, mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai "Bahaya Judi Online dan Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal" sebagai program kerja individu di Dusun Depok, Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di rumah salah satu warga Dusun Depok yang menjadi lokasi pertemuan rutin ibu-ibu PKK setempat. 

Sosialisasi ini menyasar ibu-ibu anggota PKK dusun karena dinilai menjadi salah satu kelompok masyarakat yang rentan terpapar tawaran judi online maupun pinjaman online ilegal melalui media sosial dan pesan singkat.

Dalam paparannya, Nissa menjelaskan berbagai modus judi online yang kerap menyasar masyarakat awam, mulai dari iklan menggiurkan di media sosial hingga aplikasi yang menjanjikan keuntungan instan. Ia juga memaparkan ciri-ciri pinjaman online ilegal, seperti tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bunga yang tidak wajar, serta praktik penagihan yang meresahkan.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan literasi keuangan digital masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, agar lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan tawaran judi online maupun pinjol ilegal yang dapat merugikan keuangan keluarga," ujar Nissa saat menyampaikan materi.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif antara mahasiswa KKN dan para peserta. Beberapa ibu PKK turut membagikan pengalaman maupun kekhawatiran mereka terkait maraknya tawaran pinjaman online yang masuk melalui pesan singkat maupun media sosial.

Dok. PDD KKN kelompok 39

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja individu mahasiswa KKN UNISRI Surakarta yang berfokus pada pemberdayaan dan literasi digital masyarakat di Desa Kedawung. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga Dusun Depok dapat lebih bijak dalam menggunakan layanan keuangan digital serta terhindar dari kerugian akibat judi online dan pinjaman online ilegal.

Penulis : Nissa Gesang Cipta Khasanah 



Sederhanakan Akses Layanan Publik, Mahasiswa KKN Unisri Buat Media Informasi Digital Berbasis Carrd di Desa Jetiskarangpung

Sederhanakan Akses Layanan Publik, Mahasiswa KKN Unisri Buat Media Informasi Digital Berbasis Carrd di Desa Jetiskarangpung

 Sederhanakan Akses Layanan Publik, Mahasiswa KKN Unisri Buat Media Informasi Digital Berbasis Carrd di Desa Jetiskarangpung

Dok.Salsabila Marsa Aanisah



SRAGEN — Guna mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi pelayanan publik secara cepat dan praktis, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan inovasi media informasi digital berbasis platform Card di Desa Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Inisiatif ini lahir dari permasalahan efisiensi pelayanan administrasi desa. Selama ini, sebagian warga masih harus datang langsung ke kantor desa hanya untuk menanyakan persyaratan atau alur pengurusan dokumen kependudukan dan surat keterangan. Tak jarang warga terpaksa bolak-balik karena berkas yang dibawa belum lengkap.

Melalui platform Carrd, mahasiswa KKN Unisri menyusun halaman situs web sederhana dan ringkas yang memuat seluruh katalog layanan, daftar persyaratan berkas, hingga alur pengurusan administrasi Desa Jetiskarangpung. Laman ini dirancang ramah pengguna (user-friendly) sehingga dapat diakses secara fleksibel melalui smartphone, laptop, maupun komputer tanpa memerlukan aplikasi tambahan.

"Media digital ini difungsikan sebagai panduan awal atau pintu masuk informasi bagi masyarakat sebelum datang ke kantor desa. Warga bisa melakukan self-checking berkas dari rumah, sehingga saat tiba di lokasi, proses pelayanan bisa langsung diproses tanpa tertunda," ujar mahasiswi pelaksana program KKN Unisri di Desa Jetiskarangpung.

 

Gambar 1 Preview Media Informasi Digital Berbasis Carrd


Selain membantu warga mempersiapkan dokumen sejak awal, keberadaan media informasi digital ini turut meringankan beban kerja perangkat desa dalam menjawab pertanyaan berulang terkait prosedur administrasi. Pendekatan digitalisasi sederhana ini menjadi wujud transparansi tata kelola pelayanan publik di tingkat desa.

Pemerintah Desa Jetiskarangpung menyambut positif dan mengapresiasi terobosan digitalisasi pelayanan yang dihadirkan oleh mahasiswa KKN Unisri tersebut.

"Inovasi ini sangat membantu, terutama bagi warga yang memiliki mobilitas tinggi. Dengan adanya laman informasi digital ini, masyarakat jadi lebih paham prosedur, dan pelayanan administrasi di kantor desa menjadi jauh lebih teratur dan efisien," puji salah satu perangkat Desa Jetiskarangpung.

Pemanfaatan platform Carrd ini membuktikan bahwa digitalisasi desa tidak selalu membutuhkan sistem yang rumit dan mahal. Laman web yang dikelola dan diperbarui secara berkala diharapkan mampu mewujudkan pelayanan administrasi Desa Jetiskarangpung yang lebih informatif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Penulis: Salsabila Marsa Aanisah

Penyunting: Redaksi 
















Tingkatkan Transparansi Pelayanan Publik, Mahasiswa KKN Unisri Susun Alur dan Persyaratan Administrasi Desa Jetiskarangpung

Tingkatkan Transparansi Pelayanan Publik, Mahasiswa KKN Unisri Susun Alur dan Persyaratan Administrasi Desa Jetiskarangpung

 Tingkatkan Transparansi Pelayanan Publik, Mahasiswa KKN Unisri Susun Alur dan Persyaratan Administrasi Desa Jetiskarangpung


Dok.Ahmad Yoga Pratama


SRAGEN — Kejelasan informasi merupakan kunci utama dalam menciptakan pelayanan publik yang transparan, efektif, dan efisien. Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program penyusunan alur dan persyaratan administrasi desa di Kantor Desa Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Program kerja ini digagas guna mengatasi kendala pelayanan yang sering dihadapi warga. Sebelum program ini berjalan, masyarakat kerap kali datang ke kantor desa dengan dokumen kelengkapan yang kurang akibat minimnya informasi terbuka. Hal ini berdampak pada tertundanya proses pelayanan karena warga harus kembali ke rumah untuk melengkapi berkas.

Melalui program ini, seluruh jenis pelayanan administrasimulai dari pembuatan surat keterangan, surat pengantar, hingga dokumen kependudukan diinventarisasi dan disederhanakan. Informasi persyaratan yang mulanya harus ditanyakan secara langsung kini dirangkum ke dalam alur visual yang terstruktur dan mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat.

Guna memastikan keterjangkauan informasi, panduan administrasi tersebut dicetak dalam bentuk media MMT visual dan dipasang di sudut strategis Balai Desa Jetiskarangpung. Media cetak dipilih agar warga dari semua kelompok usia dapat mengakses informasi secara langsung tanpa perlu bantuan perangkat digital.

"Penyusunan alur ini kami buat dengan kalimat yang ringkas dan sistematis. Tujuannya agar warga bisa melakukan self-checking atau memeriksa kelengkapan dokumen mandiri dari rumah sebelum mengajukan permohonan ke kantor desa," ujar mahasiswa pelaksana program KKN Unisri.

Inisiatif ini tidak hanya memudahkan warga, tetapi juga membantu perangkat desa dalam menjaga konsistensi alur pelayanan serta mempercepat efisiensi waktu kerja di lapangan..

Dok. Media Informasi Alur dan Persyaratan Administrasi Desa Jetiskarangpung


Pemerintah Desa Jetiskarangpung memberikan apresiasi tinggi atas hadirnya media panduan administrasi tersebut.

"Adanya alur dan persyaratan yang terpampang jelas ini sangat membantu. Warga kini lebih paham prosedur dasar, sehingga proses pelayanan di loket administrasi berjalan jauh lebih lancar dan tertib," puji salah satu perangkat Desa Jetiskarangpung.

Optimalisasi informasi pelayanan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam mewujudkan tata kelola Pemerintahan Desa Jetiskarangpung yang akuntabel, transparan, dan berorientasi penuh pada kemudahan masyarakat.

Penulis: Ahmad Yoga Pratama 

Berani Bicara, Raih Cita-Cita: Pelatihan Public Speaking Sejak Dini Bangkitkan Kepercayaan Diri Siswa SD Negeri Jambangan 02

Berani Bicara, Raih Cita-Cita: Pelatihan Public Speaking Sejak Dini Bangkitkan Kepercayaan Diri Siswa SD Negeri Jambangan 02

 Berani Bicara, Raih Cita-Cita: Pelatihan Public Speaking Sejak Dini Bangkitkan Kepercayaan Diri Siswa SD Negeri Jambangan 02

Keceriaan siswa kelas VI SD N Jambangan 02 saat berfoto bersama mahasiswi Ilmu Komunikasi Unisri dalam kegiatan pelatihan keberanian berbicara di depan umum, Sragen, Rabu (19/8/2026).


SRAGEN — Keberanian untuk berbicara di depan orang lain menjadi salah satu bekal penting bagi anak dalam menempuh pendidikan maupun menggapai cita-cita. Hal tersebut mendorong Risma Dwi Hapsari, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang tergabung dalam KKN Kelompok 37 Desa Jambangan, untuk mengenalkan dasar-dasar public speaking kepada siswa kelas VI SD Negeri Jambangan 02, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Rabu (19/8/2026). 

Mengusung tema "Berani Bicara, Raih Cita-Cita: Belajar Public Speaking Sejak Dini", kegiatan ini menyasar siswa kelas VI yang sebentar lagi akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Peralihan dari jenjang SD ke SMP menuntut siswa beradaptasi dengan lingkungan belajar yang lebih luas, sehingga kemampuan berkomunikasi menjadi bekal penting yang perlu dibangun sejak awal.
Menurut Risma, public speaking bukan sekadar berbicara di depan umum, melainkan bentuk keberanian menyampaikan gagasan pemikiran seseorang.

"Kadang anak-anak sebenarnya punya banyak hal yang ingin disampaikan, tetapi masih malu atau takut salah ketika harus berbicara di depan orang lain. Lewat kegiatan ini, saya ingin mereka mencoba terlebih dahulu tanpa takut salah. Sebab untuk menggapai cita-cita, mereka juga perlu berani menyampaikan apa yang ada di pikiran mereka," ujar Risma.
Dok.Risma Dwi Hapsari


Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dan respons positif dari pihak sekolah.

"Kami sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini. Materi public speaking seperti ini belum pernah diberikan secara khusus kepada siswa. Kami berharap anak-anak, khususnya kelas VI, bisa lebih berani dan percaya diri ketika berbicara di depan orang lain," ungkap Rida, salah satu guru SD Negeri Jambangan 02.

Kegiatan sosialisasi dikemas secara interaktif agar siswa dapat langsung mempraktikkan materi yang diterima. Acara diawali dengan kuis ringan berhadiah untuk mencairkan suasana. Selanjutnya, Risma memaparkan materi seputar pengertian public speaking, manfaat kemampuan berkomunikasi, faktor penyebab rasa gugup, hingga kiat membangun rasa percaya diri dan teknik berbicara yang baik.

Antusiasme siswa memuncak saat memasuki sesi praktik langsung. Setiap siswa menerima lembar "Mari Berkenalan" yang berisi informasi diri dan cita-cita. Setelah diisi, siswa diminta maju satu per satu ke depan kelas untuk memperkenalkan diri secara lisan.
Dok. Risma Dwi Hapsari

Guna melatih kontak mata, ingatan, dan keberanian berbicara secara spontan, siswa tidak diperbolehkan membaca lembarisizian tersebut saat tampil di depan teman-temannya. Melalui metode ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan pengalaman langsung berbicara di depan audiens.

Melalui program kerja individu ini, Risma berharap kegiatan edukasi public speaking dapat menjadi langkah awal bagi siswa kelas VI SD Negeri Jambangan 02 untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan siap menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Penulis: Risma Dwi Hapsari 




Bantu Ibu Rumah Tangga Atur Arus Kas, Mahasiswa KKN Unisri Kenalkan Kalender Keuangan Keluarga Pintar di Desa Kedawung

Bantu Ibu Rumah Tangga Atur Arus Kas, Mahasiswa KKN Unisri Kenalkan Kalender Keuangan Keluarga Pintar di Desa Kedawung

 Bantu Ibu Rumah Tangga Atur Arus Kas, Mahasiswa KKN Unisri Kenalkan Kalender Keuangan Keluarga Pintar di Desa Kedawung

Mahasiswi KKN Unisri Surakarta, Nadea Harya Saputri (yang sedang menyampaikan materi) edukasi Kalender Keuangan Keluarga Pintar kepada ibu-ibu PKK Dusun Depok, Desa Kedawung, Mondokan, Sragen, Kamis (6/8/2026).



SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Nadea Harya Saputri, melaksanakan program kerja individu berupa edukasi pengelolaan keuangan keluarga melalui media "Kalender Keuangan Keluarga Pintar".

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026) dalam forum pertemuan rutin ibu-ibu PKK Dusun Depok, Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, yang bertempat di rumah salah satu warga setempat.

Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada ibu-ibu PKK mengenai pentingnya mengelola keuangan keluarga secara sederhana dan teratur. Materi yang diberikan mencakup cara mencatat pemasukan dan pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak berdiskusi mengenai berbagai permasalahan yang sering ditemui dalam mengatur keuangan rumah tangga. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti pengeluaran untuk kebutuhan dapur, pendidikan anak, kesehatan, hingga pengeluaran untuk keinginan.

Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Peserta diberikan contoh bahwa kebutuhan seperti bahan makanan, biaya pendidikan, listrik, dan kesehatan perlu menjadi prioritas utama. Sementara itu, pengeluaran untuk keinginan seperti belanja tanpa rencana atau membeli barang yang belum diperlukan dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga.


dok. PDD KKN kelompok 39

Sebagai media edukasi, Kalender Keuangan Keluarga Pintar diperkenalkan sebagai alat pencatatan yang sederhana dan mudah digunakan. Kalender tersebut menyediakan kolom untuk mencatat pemasukan, pengeluaran yang dapat diberi kode 'K' untuk kebutuhan dan 'I' untuk keinginan, serta kolom khusus tabungan. Peserta juga diberikan contoh praktis cara mengisi kalender berdasarkan transaksi keuangan sehari-hari.

Penggunaan kalender ini diharapkan dapat membantu keluarga mengetahui aliran keuangan secara lebih jelas. Dengan melakukan pencatatan secara rutin, pengeluaran yang kurang diperlukan dapat diketahui dan dievaluasi pada akhir bulan. Selain itu, keluarga juga dapat menentukan target tabungan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan pertemuan rutin PKK tersebut berlangsung dalam suasana santai dan interaktif. Ibu-ibu PKK tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan praktik sederhana mengenai cara mencatat keuangan keluarga.

Melalui program kerja individu tersebut, edukasi pengelolaan keuangan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK Dusun Depok, mengenai pentingnya perencanaan dan pencatatan keuangan keluarga. Kebiasaan sederhana dalam mencatat pemasukan, pengeluaran, dan tabungan ini diharapkan membantu keluarga mengelola keuangan secara lebih tertib dan terencana.

Penulis: Nadea Harya Saputri

Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done