Optimalisasi Media Digital UMKM Melalui Pembuatan Video Profil dan Pencantuman Lokasi Usaha pada Google Maps
Optimalisasi Media Digital UMKM Melalui Pembuatan Video Profil dan Pencantuman Lokasi Usaha pada Google Maps
![]() |
| Dok.Chintia Putri Arlinda |
Optimalisasi Media Digital UMKM Melalui Pembuatan Video Profil dan Pencantuman Lokasi Usaha pada Google Maps Dok.Chintia Putri Arlinda SRAG...
Optimalisasi Media Digital UMKM Melalui Pembuatan Video Profil dan Pencantuman Lokasi Usaha pada Google Maps
![]() |
| Dok.Chintia Putri Arlinda |
Mahasiswa KKN-PPM UNISRI Dampingi Branding dan Administrasi UMKM Tahu dan Tempe Gembus di Desa Slogo
![]() |
| Dok. Cahya dan Anisah |
Tingkatkan Kewaspadaan Digital, Mahasiswa KKN Gelar Sosialisasi Bijak Medsos dan Dampak AI Bagi Ibu PKK Desa Jekani
![]() |
| Dok.Nathaniela dan Nafisah |
![]() |
| Dok.Nathaniela dan Nafisah |
![]() |
| Dok.Nathaniela dan Nafisah |
Kenalkan Potensi Desa Bendo Lewat Bahasa Inggris, Mahasiswa KKN Gelar Pembelajaran Interaktif di SDN Bendo 3
![]() |
| Dok. Gandhi Putra Gangga |
Seluruh siswa mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dengan penuh antusiasme. Kegembiraan semakin memuncak saat memasuki penghujung acara yang diisi dengan pengumuman pemenang. Sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan perolehan skor kelompok, mahasiswa KKN membagikan beraneka ragam makanan ringan yang dirangkai unik menyerupai bentuk mahkota dan kalung.
Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap dapat menumbuhkan rasa bangga para siswa terhadap potensi Desa Bendo, sekaligus meningkatkan minat dan motivasi mereka untuk belajar Bahasa Inggris di masa depan.
Penulis : Gandhi Putra Gangga
Mahasiswa KKN UNISRI Laksanakan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Siswa Sekolah Dasar
![]() |
| Dok. Kanaya Riqky Aulia |
Penyampaian Interaktif dan Edukatif
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara edukatif dan interaktif. Selain penyampaian materi secara langsung, siswa juga disajikan tayangan video edukasi. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan kuis sederhana untuk mendorong siswa lebih aktif memahami materi yang diberikan.
Penulis: Kanaya Riqky Aulia
Kas Tertata, PKK Berdaya: Memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Membuat Pembukuan Kas Sederhana
![]() |
| Dok.Ervy Fajriana Nur'aini |
SRAGEN — Di tengah perkembangan teknologi digital, kemampuan mengelola keuangan secara rapi dan efisien menjadi kebutuhan penting, tidak terkecuali bagi organisasi kemasyarakatan seperti PKK. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta dari Program Studi Akuntansi, Ervy Fajriana Nur'aini, melaksanakan program kerja individu berupa Edukasi Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Pembukuan Kas Sederhana bagi ibu-ibu PKK di Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.
Kegiatan bertajuk "Kas Tertata, PKK Berdaya: Memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) Untuk Membuat Pembukuan Kas Sederhana" ini digelar di Kantor Desa Ngargotirto. Program ini bertujuan membantu ibu-ibu PKK dalam mencatat serta mengelola kas organisasi secara lebih tertib, akurat, dan efisien dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
Mengenalkan AI dengan Cara Sederhana
Dalam kegiatan tersebut, ibu-ibu PKK diajak memahami bagaimana teknologi AI dapat digunakan untuk membantu pekerjaan sehari-hari, khususnya dalam hal pencatatan kas. Materi disampaikan secara sederhana dan aplikatif, mulai dari pengenalan aplikasi atau platform berbasis AI, cara mencatat pemasukan dan pengeluaran, hingga cara membuat rekapitulasi kas secara otomatis.
Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa pembukuan kas yang rapi merupakan salah satu kunci penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas organisasi. Oleh karena itu, pemanfaatan AI diharapkan dapat mempermudah proses pencatatan yang selama ini dilakukan secara manual.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu ibu-ibu PKK agar lebih melek teknologi, khususnya dalam mengelola pembukuan kas secara sederhana namun tetap rapi dan akurat menggunakan bantuan AI,” ujarnya.
Meningkatkan Kapasitas dan Kemandirian PKK
Selain memberikan materi, mahasiswa KKN juga mengajak peserta untuk mempraktikkan langsung cara mencatat transaksi kas menggunakan perangkat yang tersedia. Pendekatan praktik langsung ini bertujuan agar ibu-ibu PKK tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat langsung menerapkannya dalam kegiatan pembukuan organisasi sehari-hari.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung, mulai dari cara penggunaan aplikasi, keamanan data, hingga cara mengatasi kendala teknis yang mungkin muncul saat pencatatan.
Mendukung Digitalisasi di Tingkat Desa
Program Edukasi Pemanfaatan AI untuk Pembukuan Kas Sederhana menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung digitalisasi di tingkat desa, khususnya bagi organisasi kemasyarakatan seperti PKK. Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK diharapkan mampu mengelola kas organisasi secara lebih tertata, transparan, dan efisien.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mendekatkan teknologi kepada masyarakat desa, sehingga mereka dapat memanfaatkan kemajuan digital untuk mendukung kegiatan organisasi dan pembangunan di lingkungan sekitar.
Melalui edukasi sederhana ini, mahasiswa KKN UNISRI Surakarta berharap pemanfaatan AI dalam pembukuan kas dapat menjadi bekal bagi ibu-ibu PKK Desa Ngargotirto untuk mengelola keuangan organisasi secara lebih mandiri, rapi, dan berdaya di masa mendatang.
Penulis : Ervy Fajriana Nur'aini
Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi “Sosialisasi Cegah Kekerasan Sejak Dini dan Stop Bullying” di SDN 01 Krikilan
![]() |
| Dok.Wahyu Putri Astuti |
SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan program kerja individu bertajuk “Sosialisasi Cegah Kekerasan Sejak Dini dan Stop Bullying” di SDN 01 Krikilan, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 5 dengan tujuan menanamkan pemahaman tentang kekerasan dan perundungan (bullying) sejak dini.
Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memberi edukasi kepada anak-anak usia sekolah dasar agar mampu mengenali bentuk-bentuk kekerasan, membedakan antara bercanda dan menyakiti, serta berani berkata “TIDAK” terhadap bullying. Anak-anak perlu memahami bahwa kekerasan tidak hanya berupa fisik, tetapi juga verbal, sosial, dan daring.
Kegiatan diawali dengan perkenalan mahasiswa KKN bersama peserta, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi sesuai tujuan pembelajaran, yaitu: mengenal apa itu kekerasan dan perundungan (bullying), mengetahui contoh perilaku yang menyakiti orang lain, belajar cara mencegah dan menghadapi kekerasan, serta berani berkata “TIDAK” pada kekerasan dan melapor kepada orang dewasa yang dipercaya.
Kenali Bentuk Kekerasan dan Perundungan
Pada sesi inti, mahasiswa menjelaskan pengertian kekerasan sebagai tindakan yang dapat menyakiti tubuh, perasaan, atau pikiran orang lain. Ditekankan bahwa kekerasan tidak hanya memukul atau menendang, tetapi juga kata-kata yang menghina, mengancam, atau mempermalukan.
Selanjutnya dipaparkan bentuk-bentuk kekerasan, meliputi:
1. Fisik: memukul, menendang, mendorong, mencubit.
2. Verbal: mengejek, menghina, mengancam, memanggil dengan julukan yang menyakitkan.
3. Sosial: mengucilkan, mengajak teman lain untuk menjauhi seseorang.
4. Daring: menyebarkan foto atau pesan yang mempermalukan orang lain.
Materi dilanjutkan dengan penjelasan tentang bullying sebagai perilaku menyakiti atau menekan orang lain secara berulang yang dapat membuat seseorang merasa takut, sedih, malu, atau tidak percaya diri. Peserta juga diajak memahami perbedaan antara bercanda dan menyakiti: bercanda membuat semua orang senang, sedangkan menyakiti membuat ada yang merasa takut, sedih, malu, atau tidak nyaman. Jika teman berkata “berhenti”, maka harus dihentikan.
![]() |
| dok.Wahyu Putri Astuti |
Langkah Penanganan dan "Janji Kelas 5"
Mahasiswa juga menyampaikan langkah yang harus diambil jika melihat teman mengalami kekerasan, yaitu: jangan ikut mengejek atau menertawakan, bantu teman mencari tempat yang aman, beritahu guru atau orang dewasa yang dipercaya, serta menekankan bahwa menolong teman adalah tindakan berani dan baik. Untuk mencegah kekerasan, siswa diajak saling menghormati, saling membantu, tidak mengejek teman, dan berteman dengan semua orang agar sekolah menjadi tempat yang aman dan bahagia.
Agar suasana lebih interaktif dan mengena, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan “Janji Kelas 5” bersama-sama. Siswa berjanji: tidak akan melakukan kekerasan, akan menghormati teman dan guru, tidak akan mengejek atau merundung teman, akan membantu teman yang membutuhkan, serta berani berkata dan melapor jika terjadi kekerasan. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam menyimak materi, menjawab pertanyaan, dan mengucapkan janji kelas.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan siswa SDN 01 Krikilan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kekerasan dan bullying, serta berani berkata “TIDAK” terhadap segala bentuk perundungan. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap edukasi sederhana ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang baik, sopan, saling menghargai, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Penulis : Wahyu Putri Astuti
Bantu Keterbukaan Informasi, Mahasiswa UNISRI Rancang Papan Struktur Organisasi Desa Slogo
![]() |
| Dok.Kezia Indi Kusuma Wardani |
Menurutnya, media visual memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, terutama ketika informasi tersebut berkaitan dengan struktur organisasi yang terdiri dari beberapa unsur dan jabatan. Penyajian dalam bentuk papan struktur diharapkan dapat membuat informasi lebih praktis untuk dipahami oleh masyarakat maupun pihak lain yang datang ke kantor desa.
Kepala Desa Slogo, Bintoro Adi Saputro, S.T., menyambut baik program yang dilakukan mahasiswa KKN tersebut. Pihak desa menilai hasil desain dapat membantu memenuhi kebutuhan informasi yang selama ini belum tersedia dalam bentuk papan struktur organisasi. Bintoro menyampaikan bahwa kerja sama dengan mahasiswa KKN memberikan manfaat bagi Desa Slogo karena mahasiswa dapat membantu mengerjakan kebutuhan desa sesuai dengan kemampuan dan bidang keilmuannya.
“Ini merupakan hal yang positif bagi desa. Sebelumnya kami memang belum mempunyai papan struktur organisasi yang bisa ditampilkan di kantor desa. Dengan adanya desain ini, informasi mengenai struktur Pemerintah Desa dan BPD dapat disajikan dengan lebih jelas,” ujar Bintoro.
Ia berharap hasil desain yang telah diserahkan dapat segera dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa Slogo. Selain menjadi media informasi bagi masyarakat, papan tersebut juga diharapkan dapat membuat penyajian informasi di lingkungan kantor desa menjadi lebih tertata.
Keberadaan papan struktur organisasi juga dinilai memiliki dampak dalam mendukung keterbukaan informasi di tingkat desa. Masyarakat yang datang ke kantor desa dapat mengetahui susunan perangkat Pemerintah Desa Slogo dan BPD tanpa harus terlebih dahulu mencari atau menanyakan informasi kepada perangkat desa.
Melalui pembuatan desain papan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa Slogo dan BPD Slogo, program KKN tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Papan struktur yang nantinya dipasang di lingkungan kantor desa diharapkan menjadi salah satu sarana informasi yang membantu masyarakat mengenali susunan pemerintahan Desa Slogo.
Dengan adanya desain papan struktur organisasi tersebut, Desa Slogo kini memiliki rancangan media informasi yang dapat digunakan untuk menampilkan susunan Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa secara lebih terstruktur, informatif, dan mudah diakses oleh masyarakat yang berkunjung ke kantor desa.
Penulis : Kezia Indi Kusuma Wardani
Tingkatkan Literasi Finansial, Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Pencatatan Keuangan Rumah Tangga Berbasis Aplikasi Money+
Kreatif! Cetuskan Paspor Mini, Mahasiswa UNISRI Ajak Siswa SDN Srawung 1 Belajar Dream Job Lewat Media Interaktif
![]() |
| Mahasiswa KKN-PPM UNISRI berfoto bersama siswa kelas 4 SDN Srawung 1, Gesi, Sragen, usai pelaksanaan program edukasi Bahasa Inggris interaktif, Kamis (30/7/2026). |
SRAGEN — Bahasa Inggris kerap dianggap rumit dan menakutkan bagi siswa sekolah dasar (SD) di kawasan pedesaan akibat minimnya pemaparan bahasa asing. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar pembelajaran interaktif di SD Negeri Srawung 1, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kosakata Profesi Dasar Bahasa Inggris dan Penguatan Motivasi Meraih Cita-Cita Melalui Fun Games dan Media Paspor Mini” ini diinisiasi oleh Farah Alya Salsabila, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP UNISRI dari Kelompok 16. Program yang diikuti 16 siswa kelas 4 SD ini bertujuan mematahkan stigma kaku dalam belajar bahasa asing, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri siswa saat mengungkapkan cita-cita.
Ubah Hambatan Kosakata Menjadi Permainan Seru
Dalam pelaksanaannya, tantangan utama yang dihadapi para siswa adalah terbatasnya perbendaharaan kata (vocabulary) serta kekakuan dalam melafalkan ejaan bahasa asing. Banyak siswa canggung dan takut salah saat menyebutkan jenis profesi (occupations) maupun lokasi tempat kerja (workplaces).
Guna mengatasi hambatan tersebut, pembelajaran diawali dengan pengenalan kosakata dasar menggunakan media kartu edukatif (flashcard). Metode dilanjutkan melalui pendekatan game-based learning berupa The Hot Potato Game. Diiringi musik ceria, bola kecil dioper dari tangan ke tangan. Saat musik dimatikan secara mendadak, siswa yang memegang bola terakhir wajib menyebutkan nama profesi yang ditunjukkan pada flashcard, seperti astronaut, firefighter, pilot, atau doctor.
Melalui permainan spontan ini, siswa diajak melatih kemampuan merespons pertanyaan lisan “What do you want to be?” dan “Where will you work?” menggunakan pola kalimat sederhana “I want to be a/an...” serta “I will work in a/an…” tanpa merasa dihakimi.
Visualisasikan Cita-Cita Lewat The Future Leader's Passport
Puncak dari kegiatan pengajaran ini terletak pada pembuatan proyek karya fisik berupa The Future Leader's Passport atau Paspor Masa Depan. Menggunakan media kertas yang dilipat menyerupai paspor sungguhan, siswa diajak mengisi biodata karier dalam Bahasa Inggris mencakup Name, Age, Future Job, dan Workplace, lalu menghiasnya menggunakan pensil warna.
Untuk melatih keberanian berbicara di depan umum, para siswa diminta maju ke depan kelas untuk membacakan hasil paspor milik mereka di hadapan teman-temannya.
Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan ketuntasan proyek, Farah memberikan stempel khusus berupa stiker good job (Visa Stamp) pada lembar belakang paspor. Penempelan stiker ini menjadi simbol bahwa "paspor masa depan" milik mereka telah resmi aktif untuk membawa mereka meraih cita-cita.
Cerdas Kelola Keuangan Rumah Tangga, Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasi Literasi Finansial ke Ibu PKK Desa Jeruk
![]() |
| Mahasiswa KKN-PPM UNISRI, Jessica Fredellina Putri, menyampaikan materi pengelolaan keuangan rumah tangga kepada ibu-ibu PKK RT 14 Desa Jeruk, Miri, Sragen, Kamis (13/8/2026). |
Melalui edukasi ini, para anggota PKK RT 14 Desa Jeruk diharapkan mampu menerapkan manajemen keuangan yang tertib dan disiplin, sehingga ketahanan ekonomi keluarga di tingkat desa dapat terus meningkat.
Penulis: Jessica Fredellina Putri
Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Mahasiswa KKN UNISRI Pemberdayaan Ibu PKK Desa Pagak
![]() |
| Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) sedang mempraktikkan proses pembuatan lilin aromaterapi di hadapan Ibu-ibu PKK di Desa Pagak, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. |
SRAGEN – Mahasiswa Kuliah
Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta Kelompok 78, Dhea Yana
Prasasti melaksanakan program kerja individu berupa “Pendampingan Penyusunan
Strategi Pemasaran Sederhana untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Kerupuk Rambak
Pak Paryo Desa Pagak” pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dengan
memberikan materi secara langsung kepada pelaku UMKM Kerupuk Rambak Pak Paryo
menggunakan poster sebagai media penyampaian materi. Pendampingan bertujuan
memberikan pemahaman mengenai strategi pemasaran sederhana yang dapat
diterapkan sesuai dengan kondisi usaha.
Materi yang disampaikan
melalui poster membahas beberapa langkah pemasaran yang dapat dilakukan oleh
pelaku UMKM. Materi pertama, yaitu menjaga kualitas produk, seperti menggunakan
bahan baku yang berkualitas, mempertahankan rasa gurih dan renyah, serta
menjaga kebersihan selama proses produksi. Selanjutnya, pelaku usaha diberikan
pemahaman mengenai pentingnya mempertahankan dan meningkatkan hubungan dengan
pelanggan melalui pelayanan yang ramah, menjaga hubungan baik, menerima
masukan, serta mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan.
Selain itu, mahasiswa
menjelaskan mengenai perluasan pemasaran yang dapat dilakukan secara bertahap.
Produk tidak hanya dipasarkan di pasar, tetapi juga dapat dititipkan di warung
atau toko sekitar apabila memungkinkan, memanfaatkan jaringan pelanggan untuk
memperkenalkan produk kepada orang lain, serta menerima pesanan untuk berbagai
kegiatan seperti arisan, hajatan, maupun kegiatan lainnya. Poster juga
memberikan materi mengenai peningkatan identitas produk, seperti mencantumkan
nama usaha, nomor WhatsApp, berat bersih, dan tanggal produksi apabila nantinya
memungkinkan untuk diterapkan pada produk.
Pada kegiatan tersebut,
pelaku UMKM juga diberikan pemahaman mengenai evaluasi penjualan. Evaluasi
dapat dilakukan dengan pencatatan sederhana untuk mengetahui hari penjualan
yang paling ramai, lokasi yang memiliki banyak pembeli, jenis produk yang paling
diminati, serta jumlah penjualan dan keuntungan. Dengan melakukan pencatatan
tersebut, pelaku usaha dapat mengetahui strategi pemasaran yang lebih efektif
dan menguntungkan. Mahasiswa melakukan diskusi agar pelaku UMKM dapat memahami
dan mempertimbangkan strategi yang sesuai dengan kondisi usahanya.
Melalui kegiatan
pendampingan dengan media poster ini, diharapkan pelaku UMKM Kerupuk Rambak Pak
Paryo memperoleh pengetahuan dan gambaran mengenai langkah-langkah pemasaran
yang dapat dilakukan secara sederhana tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Penerapan strategi secara bertahap, mulai dari menjaga kualitas produk,
mempertahankan pelanggan, memperluas pemasaran, meningkatkan identitas produk,
hingga melakukan evaluasi penjualan, diharapkan dapat membantu meningkatkan
daya saing dan perkembangan UMKM Kerupuk Ramlbak Pak Paryo di Desa Pagak.
Penulis: Dhea Yana
Prasasti
Penyunting: Adista
Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar "Save Smart Challenge" di SDN 02 Banaran
![]() |
| Dok.Maeva Noor Ayu |
![]() |
| Dok. Maeva Noor Ayu |
Tapak pertama yang patah,
terjadi di dalam rumah.
Sejak usia awal mengenal dunia,
sebuah pelindung membuat luka.
Awal cerita menjadi duri,
meninggalkan luka dan sepi di sudut
kiri.
Kini pintu hati menjadi terkunci,
menolak banyak rasa yang mendekati.
Ada takut yang sulit ditutupi,
di setiap malam mulai datang.
Khawatir jika nanti melangkah
kembali,
ujungnya kembali pecah menyerang.
Bukan menolak datangnya rasa yang
baru,
hanya takut mengulang sedih.
Ada ruang kosong yang terabaikan,
sebuah hilang yang belum sempat
dicari.
Penulis :
Adista Putri Revalina
Penyunting : Fahra Nautisya
Sumber foto : Bella Rachmadina Tyastuti
SRAGEN
– SDN 1 Jatitengah menjadi saksi pentingnya Edukasi Pencegahan Bullying dan
Perlindungan Hukum bagi Pelajar yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Kuliah
Kerja Nyata (KKN),
Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum dari Universitas Slamet Riyadi
Surakarta (UNISRI) pada
Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan ini dihadiri sekitar 16 siswa kelas VI dan
bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya rasa aman di lingkungan sekolah.
Bullying merupakan masalah serius yang dapat memberikan dampak jangka panjang
terhadap korban, baik secara fisik maupun psikologis. Dalam banyak kasus,
tindakan bullying terjadi
dalam berbagai bentuk, seperti kekerasan fisik, penghinaan, pengucilan, hingga
perundungan melalui media sosial. Oleh karena itu, diperlukan edukasi
kepada pelajar mengenai upaya pencegahan
bullying serta pemahaman tentang hak dan perlindungan hukum yang dapat
diberikan kepada korban.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan penyampaian materi oleh Bella Rachmadina
Tyastuti, mahasiswi Fakultas Hukum. Sesi tanya jawab dan pembagian doorprize
menambah interaksi dan antusiasme peserta. Anak-anak kelas VI SDN 1 Jatitengah
menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap kuis yang diberikan serta
menjawab berbagai pertanyaan dengan baik.
Sumber foto : Bella Rachmadina Tyastuti
Melalui
kegiatan ini, diharapkan para pelajar dapat mengimplementasikan pengetahuan
yang diperoleh untuk menangani dan melaporkan bullying. Kegiatan ini bukan
hanya memberikan pemahaman tentang hak-hak korban sebagai pelajar, tetapi juga
menekankan bahwa bullying adalah masalah sosial yang mempengaruhi pelajar di
lingkungan sekolah.
Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto payah, menandai payah
awal yang baik dalam paya pencegahan bullying di SDN 1 Jatitengah. Diharapkan,
edukasi ini dapat menjadi wadah pengetahuan bagi pelajar, khususnya siswa siswi
kelas VI dalam memenuhi hak-hak mereka sebagai pelajar serta meningkatkan
kesadaran hukum di Sekolah.
Sumber foto : Bella Rachmadina Tyastuti
Penulis:
Bella Rachmadina Tyastuti – Ilmu Hukum
Penyunting:
Adista
Tingkatkan Literasi Digital, PKK Desa Jatitengah Waspadai Modus Penipuan Online dan Manipulasi Psikologis
SRAGEN — Penipuan online di ruang digital tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga mengeksploitasi kondisi psikologis calon korban. Menanggapi fenomena tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 64 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar penyuluhan hukum dan literasi digital bagi puluhan kader PKK dan Posyandu di Balai Desa Jatitengah, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Jumat (24/7/2026).
Pelaksana program kerja individu sekaligus mahasiswa Fakultas Hukum Unisri, Febriant Tio Pratama, menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan siber sering kali memanfaatkan rasa panik, cemas, hingga motif keuntungan instan untuk mendesak korban mengambil keputusan tanpa verifikasi.
"Pesan yang sengaja dirancang untuk menakut-nakuti atau mendesak penerima harus diwaspadai secara kritis. Kebiasaan untuk berhenti sejenak sebelum bertindak menjadi kunci utama pencegahan," ujar Febriant dalam pemaparan materinya.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 30 peserta diajak membedakan berbagai bentuk modus penipuan modern, mulai dari pengumuman hadiah fiktif, modus kurir paket, tautan aplikasi bahaya (.APK), oknum yang mengatasnamakan lembaga perbankan, hingga permintaan kode One-Time Password (OTP) dan penyalahgunaan data pribadi.
Sebagai langkah praktis, peserta dibekali metode evaluasi sederhana melalui pengenalan pesan digital chat simulasi, seperti pesan bantuan finansial darurat yang mengatasnamakan anggota keluarga. Dari perspektif regulasi, materi disandarkan pada ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana penipuan, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).
Para peserta juga diajarkan prinsip penanganan komunikasi digital yang mencakup empat langkah utama: berhenti, berpikir, memeriksa, lalu bertindak. Apabila warga telanjur menjadi korban, mahasiswa memberikan petunjuk langkah taktis, seperti mengamankan bukti percakapan atau transaksi, mengunci akun keuangan, melapor ke pihak bank resmi, dan meneruskan laporan ke aparat penegak hukum.
Sesi penyuluhan diakhiri dengan diskusi interaktif bersama Kepala Desa Jatitengah mengenai penanganan warga yang terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal, di mana pihak mahasiswa memberikan rekomendasi langkah pendampingan hukum serta strategi preventif tingkat desa.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-PPM Unisri berharap kader PKK dan warga Desa Jatitengah dapat mengadopsi kebiasaan verifikasi secara konsisten guna menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih tangguh dan bijak di era digital.
Penulis: Febriant Tio Pratama
If you like articles on this blog, please subscribe for free via email.