Mahasiswa KKN Kelompok 25 Desa Banaran Edukasi Siswa SD Negeri 2 Banaran Melalui Program Waste to Saving
Mahasiswa KKN Kelompok 25 Desa Banaran Edukasi Siswa SD Negeri 2 Banaran Melalui Program Waste to Saving
![]() |
| Dok.Nensi Willy Lorenso |
SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 25 Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Nensi Willy Lorenso, melaksanakan program kerja individu bertajuk “Waste to Saving: Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Menjadi Celengan Kreatif sebagai Media Edukasi Nilai Ekonomis dan Kebiasaan Menabung Sejak Dini” di kelas IV SD Negeri 2 Banaran, Jumat (24/7/2026).
Program kerja ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan edukasi lingkungan dengan literasi keuangan sederhana melalui pemanfaatan limbah botol plastik menjadi media pembelajaran yang kreatif dan bermanfaat.
Edukasi Pengelolaan Sampah dan Prinsip 3R
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai permasalahan sampah plastik yang menjadi salah satu isu lingkungan utama di Indonesia. Siswa diberikan pemahaman mengenai dampak negatif sampah plastik apabila tidak dikelola dengan baik serta pentingnya menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui penyampaian materi secara interaktif, siswa diajak memahami bahwa limbah plastik masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis.
![]() |
| Dok. Nensi Willy Lorenso |
Literasi Keuangan dan Praktik Celengan Kreatif
Selain memberikan edukasi mengenai pengelolaan limbah plastik, kegiatan ini juga memberikan pemahaman tentang pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak usia dini. Siswa dikenalkan pada manfaat menabung sebagai salah satu bentuk pengelolaan keuangan sederhana yang melatih sikap disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan menghargai nilai uang. Dengan memanfaatkan celengan hasil karya sendiri, siswa diharapkan lebih termotivasi menyisihkan sebagian uang saku secara rutin.
Sebagai bentuk implementasi materi, siswa mengikuti praktik pembuatan celengan kreatif menggunakan botol plastik bekas yang telah dipersiapkan. Mahasiswa KKN mendampingi setiap tahapan pembuatan, mulai dari menyiapkan botol, menghias sesuai kreativitas masing-masing, hingga menghasilkan celengan yang siap digunakan. Sesi praktik berlangsung aktif, menyenangkan, dan penuh antusiasme.
Dampak dan Kontribusi Berkelanjutan
Program “Waste to Saving” bertujuan meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan, mengembangkan kreativitas mengolah barang bekas, serta menanamkan kebiasaan menabung sejak dini sebagai bagian dari pendidikan karakter. Bagi SD Negeri 2 Banaran, program ini menjadi dukungan terhadap pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dengan penguatan literasi keuangan.
Selama kegiatan berlangsung, siswa kelas IV SD Negeri 2 Banaran menunjukkan antusiasme yang tinggi, baik saat sesi diskusi, tanya jawab, maupun praktik menghias celengan.
![]() |
| Dok. Nensi Willy Lorenso |
Penulis: Nensi Willy Lorenso































