LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi UMKM Desa Karanganom Bangun Branding melalui Program "Karanganom Creative Branding"

Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi UMKM Desa Karanganom Bangun Branding melalui Program "Karanganom Creative Branding"

Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi UMKM Desa Karanganom Bangun Branding melalui Program Karanganom Creative Branding

Foto Bersama dengan Ibu-Ibu PKK (Sumber: Sie PDD)

Sukodono — Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, mendapat pendampingan untuk meningkatkan identitas usaha, pemanfaatan media digital, dan profesionalisme melalui program kerja individu bertajuk Karanganom Creative Branding.

Program Karanganom Creative Branding merupakan program kerja individu yang berfokus pada penguatan identitas usaha, pemanfaatan media digital, serta peningkatan profesionalisme pelaku UMKM di Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono. Program yang digagas oleh Afif Vian Prasetya tersebut berangkat dari kondisi sejumlah UMKM di Karanganom yang memiliki produk dengan kualitas baik, tetapi belum didukung tampilan produk dan strategi pemasaran digital yang optimal. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi daya tarik produk di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin mengarah ke platform digital.

“Banyak produk UMKM di sini sebenarnya enak dan berkualitas, tapi belum tampil menarik dan belum masuk ke ranah digital. Padahal itu dua hal yang sangat menentukan apakah konsumen mau melirik atau tidak,” ujar Afif.

Pemaparan Materi mengenai Karanganom Creative Branding (Sumber: Sie PDD)

Tiga Fokus Pendampingan

Program Karanganom Creative Branding mencakup tiga fokus utama, yakni identitas usaha, pemanfaatan media digital, dan profesionalisme usaha.

Pada aspek identitas usaha, pendampingan diarahkan pada pengembangan kemasan dan penggunaan warna yang konsisten agar produk lebih mudah dikenali. Produk seperti keripik, misalnya, didorong menggunakan kemasan standing pouch yang dilengkapi logo dan identitas visual. Sementara itu, produk olahan seperti sambal diarahkan menggunakan label dengan warna yang konsisten.

Selanjutnya, pada aspek digital, pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan berbagai platform penjualan daring, seperti TikTok Shop dan Shopee, serta layanan pesan-antar seperti GoFood dan GrabFood. Pemanfaatan platform tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi produk UMKM untuk menjangkau konsumen di luar wilayah Karanganom.

Selain tampilan dan pemasaran, program ini juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk. Prinsip “ada harga, ada kualitas” menjadi salah satu gagasan yang ditekankan dalam pendampingan. Pelaku usaha diharapkan mampu menjaga konsistensi mutu sekaligus membangun citra produk secara profesional.

Memperluas Jangkauan Pasar

Pendampingan tersebut diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat bagi pelaku UMKM, mulai dari meningkatkan daya tarik produk, mempermudah proses jual beli secara daring, hingga memperluas jangkauan pemasaran.

Pemanfaatan media digital juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha melakukan promosi melalui konten sederhana tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pemasaran secara konvensional. Dengan demikian, UMKM tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan keberlanjutan usaha.

Afif berharap program tersebut dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM di Karanganom dan Sukodono. Karanganom Creative Branding ini bukan sekadar mempercantik tampilan produk, tapi lebih ke membangun fondasi agar UMKM di sini berkualitas, melek digital, dan bisa dikenal lebih luas. Harapannya, semangat ‘ada harga, ada kualitas’ ini terus dipegang meskipun program pendampingan sudah selesai,” pungkasnya.


Penulis: Afif Vian Prasetya

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

Mengenal Warisan Dunia melalui Kegiatan Berkarya bagi Anak PAUD/TK Desa Krikilan

Mengenal Warisan Dunia melalui Kegiatan Berkarya bagi Anak PAUD/TK Desa Krikilan

 

Sumber foto: Arum Fitri Istiqomah 

Kegiatan “Mengenal Warisan Dunia melalui Kegiatan Berkarya bagi Anak PAUD/TK Desa Krikilan” merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) yang dilaksanakan di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen pada tanggal 18 Agustus 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya mengenalkan konsep warisan dunia kepada anak usia dini melalui kegiatan pembelajaran yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak serta mengenalkan anak pada warisan dunia dengan cara yang dekat dengan dunia mereka, yaitu melalui cerita, gambar, percakapan sederhana, dan kegiatan berkarya. 

Anak diajak mengenal bahwa terdapat berbagai peninggalan budaya dan alam yang memiliki nilai penting serta perlu dijaga dan dilestarikan. Pengenalan dilakukan secara sederhana agar anak dapat memahami pentingnya menghargai budaya, sejarah, lingkungan, dan peninggalan yang ada di sekitar mereka tanpa memberikan materi yang terlalu kompleks.

Setelah memperoleh pengenalan mengenai warisan dunia, anak diberikan kesempatan untuk menuangkan pemahaman dan imajinasinya melalui kegiatan berkarya. Anak dapat membuat karya seni dengan menggunakan berbagai media dan bahan yang mudah ditemukan, kemudian menghias atau membentuk karya sesuai dengan kreativitas masing-masing. Kegiatan berkarya tidak menekankan keseragaman maupun kesempurnaan hasil, melainkan memberikan kebebasan kepada anak untuk bereksplorasi, memilih, mencoba, dan mengekspresikan gagasannya.

Sumber foto: Arum Fitri Istiqomah 


Melalui kegiatan ini, anak diharapkan dapat memperoleh pengalaman awal dalam mengenal warisan budaya dan alam sekaligus mengembangkan kreativitas, imajinasi, kemampuan motorik halus, konsentrasi, serta rasa percaya diri. Anak juga dikenalkan pada sikap menghargai dan menjaga warisan yang dimiliki sebagai bagian dari lingkungan dan budaya. Dengan menggabungkan kegiatan pengenalan dan praktik berkarya, pembelajaran menjadi lebih konkret dan menyenangkan bagi anak usia dini.

Sumber foto: Arum Fitri Istiqomah 


Bagi mahasiswa KKN dari Prodi PG PAUD, inisiatif ini merupakan wujud nyata penerapan kompetensi mereka dalam menciptakan metode pembelajaran yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Dengan mengusung tema “Mengenal Warisan Dunia melalui Kegiatan Berkarya”, program ini dirancang agar anak-anak PAUD dan TK di Desa Krikilan dapat belajar dengan cara yang menyenangkan.

Harapannya, pendekatan kreatif ini mampu memantik memori yang berkesan, menumbuhkan kecintaan pada kekayaan budaya, serta membangun kepedulian sederhana untuk menjaga warisan di lingkungan sekitar mereka.

Penulis: Arum Fitri Istiqomah 

Mahasiswa KKN Gelar Edukasi Kreasi Snack Lokal “Banana Bomb” sebagai Inovasi Olahan Hasil Bumi Desa Kalimacan

Mahasiswa KKN Gelar Edukasi Kreasi Snack Lokal “Banana Bomb” sebagai Inovasi Olahan Hasil Bumi Desa Kalimacan

 

Sumber foto: Bernadetta Vania Niken L.


Kalimacan, Sragen – (31/07/26) 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja bertajuk Edukasi Kreasi Snack Lokal: Inovasi Olahan Hasil Bumi Desa melalui kegiatan pembuatan kreasi snack Banana Bomb berbahan dasar pisang, yang merupakan salah satu hasil bumi Desa Kalimacan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 31 Juli 2026 di Posko KKN Dusun Plosorejo, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe dengan sasaran peserta anak-anak Sekolah Dasar (SD) dari dusun setempat.

 Program kerja ini bertujuan memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai pemanfaatan potensi lokal desa menjadi produk makanan ringan yang menarik, kreatif, dan bernilai tambah. Pisang dipilih sebagai bahan utama karena mudah ditemukan di lingkungan Desa Kalimacan serta dapat diolah menjadi berbagai inovasi makanan yang disukai oleh anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pengenalan mengenai bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan Banana Bomb, dilanjutkan dengan demonstrasi proses pembuatan secara bertahap. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap tahapan mulai dari menyiapkan pisang, membungkus bahan dengan kulit lumpia, hingga menghias hasil olahan sebelum disajikan. 

Kegiatan dikemas secara interaktif sehingga peserta dapat belajar sambil mempraktikkan langsung proses pembuatan snack bersama mahasiswa KKN. Selain memberikan pengalaman memasak sederhana, kegiatan edukasi ini juga menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa hasil bumi yang tersedia di desa dapat dimanfaatkan menjadi produk pangan kreatif. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diharapkan mampu mengenal potensi sumber daya lokal sekaligus meningkatkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan yang ada di lingkungan sekitar. 

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Anak-anak Dusun Plosorejo aktif berpartisipasi selama proses pembuatan Banana Bomb serta menunjukkan rasa senang ketika hasil kreasi mereka berhasil disajikan. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa KKN dan peserta juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan edukatif. 

Sumber foto: Bernadetta Vania Niken L.


Melalui program Edukasi Kreasi Snack Lokal: Inovasi Olahan Hasil Bumi Desa ini, diharapkan generasi muda Desa Kalimacan dapat semakin mengenal dan menghargai potensi hasil bumi desanya, khususnya pisang, serta tumbuh minat untuk mengembangkan kreativitas dalam menciptakan olahan pangan lokal yang inovatif. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pemanfaatan potensi desa melalui edukasi yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat. 


Penulis : Bernadetta Vania Niken L.

Edukasi Seni Kreatif bagi Anak Usia Dini di Desa Krikilan

Edukasi Seni Kreatif bagi Anak Usia Dini di Desa Krikilan

 Edukasi Seni Kreatif bagi Anak Usia Dini di Desa Krikilan

Sumber foto: Alyuan Cahya Kamila 



Kegiatan “Edukasi Seni Kreatif bagi Anak Usia Dini” merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) yang dilaksanakan di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen pada tanggal 18 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus penerapan ilmu pendidikan anak usia dini dalam memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak.

Edukasi seni kreatif dirancang untuk memberikan ruang kepada anak usia dini dalam berekspresi, berimajinasi, bereksplorasi, dan menghasilkan karya sesuai dengan kemampuan serta kreativitas masing-masing. Melalui kegiatan seni yang dikemas dalam suasana bermain dan menyenangkan, anak diajak untuk mengenal berbagai aktivitas kreatif seperti menggambar, mewarnai, membuat karya, serta mengeksplorasi berbagai media dan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kegiatan tidak berorientasi pada kesempurnaan hasil karya, tetapi lebih menekankan pada proses anak dalam mencoba, menciptakan, dan mengekspresikan ide serta perasaannya.

Sumber foto: Alyuan Cahya Kamila 

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menstimulasi kreativitas dan imajinasi anak, meningkatkan kemampuan motorik halus dan koordinasi mata-tangan, melatih konsentrasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian dalam berekspresi. Selain itu, kegiatan seni juga menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan sosial-emosional anak melalui interaksi, berbagi, bekerja sama, dan menghargai karya teman. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan berpusat pada anak, edukasi seni kreatif diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak di Desa Krikilan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Prodi PG PAUD berperan sebagai fasilitator yang memberikan pendampingan dan stimulasi kepada anak selama proses berkarya. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi perkembangan kreativitas anak, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pelaksanaan pendidikan anak usia dini di lingkungan masyarakat Desa Krikilan.

Sumber foto: Alyuan Cahya Kamila 

 Luaran kegiatan berupa pengalaman edukatif seni kreatif yang dapat menjadi inspirasi bagi pendidik, orang tua, maupun masyarakat untuk terus memberikan kesempatan kepada anak dalam mengembangkan kreativitas melalui kegiatan seni yang sederhana, menyenangkan, dan mudah diterapkan.

Penulis: Alyuan Cahya Kamila 

Mahasiswa KKN PPM Unisri Hadirkan Website dan Banner Informasi Pelayanan Publik di Desa Dari

Mahasiswa KKN PPM Unisri Hadirkan Website dan Banner Informasi Pelayanan Publik di Desa Dari

 

Sumber foto : Ekklesia Ivana Prasetiya

Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Ekklesia Ivana Prasetiya, menghadirkan inovasi pelayanan publik bagi warga Desa Dari, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, melalui program kerja individu bertajuk "Optimalisasi Pelayanan Publik Desa melalui Website Profil Desa dan Banner Informasi Pelayanan". Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKN PPM bertema "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen" Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung sejak 14 Juli hingga 31 Agustus 2026.

Program ini lahir dari kondisi di lapangan, di mana Desa Dari sebelumnya belum memiliki kanal informasi resmi yang memuat jenis layanan, persyaratan, dan alur pengurusan administrasi desa. Padahal, tingkat penggunaan telepon pintar dan akses internet warga sudah cukup baik, sehingga terbuka peluang besar untuk menghadirkan media informasi berbasis digital.

Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini membangun sebuah website resmi Desa Dari dengan alamat www.desadari.my.id. Website tersebut secara khusus memuat informasi seputar pelayanan publik, mulai dari jenis-jenis layanan administrasi, persyaratan, hingga alur pengurusannya, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi tersebut secara mandiri kapan saja tanpa harus datang langsung ke kantor desa.

Sebagai pelengkap, program ini juga menghadirkan banner informasi website pelayanan publik Desa Dari yang dipasang di Kantor Desa Dari. Banner tersebut memuat ajakan untuk mengenal informasi desa lebih dekat, mulai dari informasi terkini seputar Desa Dari, layanan dan kebutuhan masyarakat, hingga kemudahan akses website kapan saja dan di mana saja, lengkap dengan kode QR yang dapat dipindai warga untuk langsung mengunjungi website Desa Dari.

Pelaksanaan program ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Dari beserta perangkat desa, yang turut memberikan data dan masukan selama proses pembuatan website dan banner berlangsung. Setelah program ini berjalan, warga kini dapat mengakses informasi pelayanan publik desa secara lebih mudah, sementara perangkat desa juga merasakan manfaat berupa berkurangnya beban dalam menjelaskan informasi yang sama secara berulang kepada warga.

Ke depan, diharapkan Pemerintah Desa Dari dapat terus memperbarui informasi pada website secara berkala, serta menunjuk perangkat desa yang secara khusus mengelola keberlanjutan website tersebut, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan warga dalam jangka panjang.

Penulis : Ekklesia Ivana Prasetiya

Mahasiswa KKN Kelompok 46 Kembangkan Website Profil Desa Dari sebagai Media Informasi Digital

Mahasiswa KKN Kelompok 46 Kembangkan Website Profil Desa Dari sebagai Media Informasi Digital

Sumber foto : Titik Lestari

Desa Dari, Plupuh – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 46 mengembangkan website profil Desa Dari, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, sebagai salah satu upaya meningkatkan penyebaran informasi desa melalui media digital.

Program kerja yang dilaksanakan pada Juli hingga Agustus 2026 ini digagas oleh mahasiwa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan alamat resmi www.desadari.my.id dan nama program "Pengembangan Media Komunikasi Digital Desa melalui Website Profil Desa". Website tersebut dirancang sebagai sarana untuk memperkenalkan identitas, potensi, budaya, kegiatan, serta berbagai informasi mengenai Desa Dari kepada masyarakat luas.

Dalam pengembangannya, website dilengkapi dengan dokumentasi visual berupa foto sehingga informasi yang disampaikan dapat lebih menarik dan mudah dipahami. Selain menjadi media informasi, website juga diharapkan dapat menjadi sarana promosi bagi potensi desa, UMKM, budaya, serta berbagai kegiatan masyarakat Desa Dari.

Sumber foto : Titik Lestari

Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai Desa Dari dengan lebih mudah dan cepat. Di sisi lain, keberadaan website juga dapat membantu meningkatkan identitas serta citra positif Desa Dari di media digital.

Pengembangan website dilakukan melalui kerja sama antara mahasiswa KKN Kelompok 46 dengan Pemerintah Desa Dari. Website yang telah dikembangkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikelola oleh pemerintah desa sebagai media publikasi digital secara berkelanjutan.

Dengan hadirnya website profil Desa Dari, diharapkan potensi dan berbagai kegiatan desa dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas serta menjadi langkah awal dalam mewujudkan penyebaran informasi desa yang lebih modern, terbuka, dan mudah diakses.

Penulis : Titik Lestari

Turnamen Bola Voli PORDES Meriahkan Desa Girimulyo, Dukung Peningkatan Kesehatan Masyarakat (SDGs 3)

Turnamen Bola Voli PORDES Meriahkan Desa Girimulyo, Dukung Peningkatan Kesehatan Masyarakat (SDGs 3)

 



Pembukaan Turnamen Bola Voli PORDES Desa Girimulyo Tahun 2026 di Lapangan Bola Voli Dusun Plawan.
 ( Sumber foto: Desa Girimulyo)


KARANGANYAR, 20 Agustus 2026 — Sebanyak 12 tim bola voli dari tujuh dusun di Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, unjuk kebolehan dalam Turnamen Bola Voli PORDES (Pekan Olahraga Rakyat Desa) 2026. Ajang olahraga ini digelar di Lapangan Bola Voli Dusun Plawan selama enam hari, mulai 22 hingga 27 Juli 2026, dengan babak final sekaligus penyerahan piala dilaksanakan pada hari terakhir.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Desa Girimulyo dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS). Turnamen ini diinisiasi dari program kerja mahasiswa KKN, Arif Abu Annaba, sebagai langkah konkret mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Program ini berjalan di bawah bimbingan Dosen Pelaksana Kegiatan LPPM UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S.

Peserta dan Antusiasme Warga

Turnamen yang mengusung sistem grup dan babak gugur ini menghadirkan delegasi dari berbagai dusun dengan rincian:

  •  Dusun Plawan: 3 tim
  • Dusun Ngejring, Munggur, dan Selourik: Masing-masing 2 tim
  • Dusun Puton, Gadungan, dan Potrojalu: Masing-masing 1 tim

Setiap tim tampil dengan identitas klub kebanggaan mereka, seperti Balawa Volleyball Club, Mensicosa, Putra Pandawa, Gala Tawa, Vocus Volleyball, Gemilang Volleyball, Carell Volleyball Club, Munggur Volleyball Club, dan Putra Cahaya Volleyball. Tingginya antusiasme warga terlihat dari kehadiran sekitar 300–350 penonton yang memadati lapangan setiap harinya.

 Pertandingan berlangsung ketat hingga babak semifinal dan final, disaksikan ratusan penonton dari berbagai dusun
 (Sumber foto: Desa Girimulyo) 


Hasil Akhir dan Dukungan Desa

Setelah melalui persaingan ketat hingga partai puncak pada Senin, 27 Juli 2026, kejuaraan ini resmi dimenangkan oleh:

  •   Juara 1: Tim Plawan 1 (Balawa)
  •  Juara 2: Tim Ngejring 1 (Mensicosa)
  •  Juara 3: Tim Plawan 2

Kepala Desa Girimulyo, Ponco Adi Prasetyo, bertindak sebagai pelindung kegiatan dan memberikan dukungan penuh terhadap agenda olahraga kemasyarakatan ini.

 Penyerahan piala kejuaraan Turnamen Bola Voli PORDES Desa Girimulyo 2026 kepada tim juara, 27 Juli 2026.
(Sumber foto: Desa Girimulyo)

Selain berorientasi pada prestasi, kolaborasi panitia gabungan perangkat desa dan mahasiswa KKN UNS ini bertujuan menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, kedisiplinan, dan sikap saling menghargai. Kehadiran program KKN ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas warga sekaligus menjadi sarana hiburan yang sehat bagi masyarakat Desa Girimulyo.


Penulis: Kelompok KKN Literasi UNS 296

Mahasiswa KKN Edukasi Karakter Lewat Pelatihan "4 Kata Ajaib" dan Eksperimen Sains di SD Negeri Majenang 3

Mahasiswa KKN Edukasi Karakter Lewat Pelatihan "4 Kata Ajaib" dan Eksperimen Sains di SD Negeri Majenang 3

 

Sumber foto: Nadea Ayu Tri Handayani

SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sukses menyelenggarakan program edukatif inovatif bertajuk “Pelatihan 4 Kata Ajaib melalui Eksperimen Menulis Menggunakan Baking Soda dan Kunyit” bagi peserta didik kelas II SD Negeri Majenang 3, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan karakter, penguatan literasi, dan pengenalan sains dasar dalam satu konsep pembelajaran yang interaktif.

Fokus utama dari program ini adalah menanamkan fondasi sopan santun dengan memperkenalkan "4 Kata Ajaib" yang sangat penting dalam komunikasi sehari-hari, yaitu:

  •  Tolong
  •   Maaf
  •  Terima kasih
  •   Permisi

Peserta didik tidak hanya mendengarkan penjelasan lisan, tetapi juga diajak langsung menuliskan keempat kata tersebut beserta contoh penerapannya saat berinteraksi dengan guru, teman, keluarga, maupun masyarakat. Praktik menulis ini berfungsi ganda sebagai sarana melatih literasi dasar sekaligus memperkuat daya ingat anak.

Sumber foto: Nadea Ayu  Tri Handayani


Eksperimen Sains yang Membangkitkan Antusiasme

Daya tarik utama dalam kegiatan ini adalah pemanfaatan eksperimen sederhana menggunakan baking soda dan kunyit. Saat sesi menulis dikombinasikan dengan bahan-bahan tersebut, peserta didik diajak mengamati langsung perubahan yang terjadi. Pengalaman visual dan motorik ini terbukti ampuh memancing rasa ingin tahu, sehingga seluruh siswa kelas II mengikuti jalannya kegiatan dengan sangat antusias.

Sumber foto: Nadea Ayu  Tri Handayani


Pendampingan dan Dinamika Kelas

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan manajemen kelas secara proaktif untuk merespons beberapa dinamika lapangan:

Perbedaan Kemampuan Menulis: Mahasiswa memberikan contoh penulisan secara langsung dan melakukan pendampingan personal bagi siswa yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas.

Tingginya Rasa Ingin Tahu: Karena tingginya semangat siswa untuk segera mencoba bahan eksperimen, mahasiswa memastikan instruksi dan langkah-langkah percobaan dijelaskan secara bertahap sebelum praktik dimulai agar kelas tetap tertib dan aman.

Melalui integrasi pendidikan karakter, literasi, dan kreativitas sains ini, peserta didik diharapkan tidak sekadar menghafal, tetapi sungguh-sungguh membiasakan penggunaan kata tolong, maaf, terima kasih, dan permisi dalam kehidupan nyata. Keberhasilan program ini tak lepas dari dukungan penuh pihak sekolah, guru, dan kolaborasi solid antar-rekan mahasiswa KKN.

Penulis: Nadea Ayu  Tri Handayani

TABUNG AIR, KELOLA SAMPAH: BIOPORI RUMAH TANGGA UNTUK KEMANDIRIAN LINGKUNGAN

TABUNG AIR, KELOLA SAMPAH: BIOPORI RUMAH TANGGA UNTUK KEMANDIRIAN LINGKUNGAN


Sumber foto: PDD KKN 72 PPM UNISRI 


Sragen(7/8/26) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 72 melaksanakan program kerja bertema “Tabung Air, Kelola Sampah: Biopori Rumah Tangga untuk Kemandirian Lingkungan” di Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan secara sederhana, mandiri, dan berkelanjutan. Program kerja pembuatan biopori dilaksanakan di Dukuh Ploso dan Dukuh Brontok, Desa Jati.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada masing-masing dua titik di setiap dukuh, sehingga terdapat total empat titik lokasi pembuatan biopori. Pada setiap titik, mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 72 membuat dua lubang biopori, sehingga keseluruhan program menghasilkan delapan lubang biopori yang tersebar di Dukuh Ploso dan Dukuh Brontok.

Pembuatan lubang biopori tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan daya resap air ke dalam tanah sekaligus membantu pengelolaan sampah organik rumah tangga. Biopori menjadi solusi sederhana dan ramah lingkungan yang dapat diterapkan oleh masyarakat secara mandiri di lingkungan sekitar rumah.

Selain melakukan pembuatan lubang biopori, mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 72 juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat dan cara pemanfaatan biopori. Lubang biopori dapat membantu air hujan meresap lebih cepat ke dalam tanah sehingga berpotensi mengurangi terjadinya genangan air serta membantu menjaga ketersediaan air tanah.

Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan sampah organik, seperti daun kering, rumput, dan sisa bahan organik rumah tangga, yang dapat dimasukkan ke dalam lubang biopori. Sampah organik tersebut akan mengalami proses penguraian secara alami dan memberikan manfaat bagi kesuburan tanah.

Melalui program “Tabung Air, Kelola Sampah: Biopori Rumah Tangga untuk Kemandirian Lingkungan”, mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 72 berharap masyarakat Desa Jati, khususnya warga Dukuh Ploso dan Dukuh Brontok, dapat memahami serta menerapkan pembuatan biopori secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana seperti biopori, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah organik, meningkatkan resapan air, serta mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Melalui kerja sama antara mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 72 dan masyarakat Desa Jati, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang serta mendorong terwujudnya kemandirian lingkungan yang dimulai dari rumah tangga.


Penulis: KKN PPM UNISRI Kelompok 72 

Mahasiswa KKN ajak siswa di Krikilan berlatih Storytelling, asah keberanian dan percaya diri

Mahasiswa KKN ajak siswa di Krikilan berlatih Storytelling, asah keberanian dan percaya diri

 

Sumber foto: Fadia Nugraha Ningsih Yuliastutri

Krikilan, Sragen (8 Agustus 2026)– Sejumlah siswa sekolah dasar di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, mengikuti pelatihan storytelling yang digelar sebagai bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini digagas oleh Fadia, mahasiswa dari bidang Ilmu Komunikasi, dengan sasaran utama siswa kelas VI.

Pelatihan ini lahir dari pengamatan bahwa masih banyak anak usia sekolah dasar yang merasa canggung dan kurang percaya diri ketika harus tampil atau berbicara di depan teman-temannya. Lewat storytelling, Fadia ingin membuka ruang bagi anak-anak untuk berlatih bicara dengan cara yang menyenangkan, bukan lewat metode yang kaku atau menegangkan.

“Anak-anak sebenarnya senang bercerita, hanya saja mereka butuh wadah dan sedikit dorongan supaya berani tampil,” ujar Fadia menjelaskan latar belakang program ini.

Sumber foto:Fadia Nugraha Ningsih Yuliastutri


Dalam pelaksanaannya, siswa diajak menyusun cerita sederhana lalu menyampaikannya di depan kelas. Selain melatih kemampuan bicara, kegiatan ini juga menyasar aspek komunikasi nonverbal seperti ekspresi wajah, gestur tangan, dan intonasi suara. Siswa juga dilatih berpikir runtut saat merangkai alur cerita, sekaligus didorong untuk berkreasi dengan gaya bercerita masing-masing.

Program ini berjalan atas kerja sama antara pihak sekolah, kelompok KKN, dan guru pendamping yang turut mengawal jalannya setiap sesi. Kegiatan digelar dalam rentang 8 Agustus 2026, dengan pendampingan bertahap agar siswa tidak merasa terbebani dan tetap menikmati prosesnya.

Salah satu guru pendamping menyambut baik kehadiran program ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini jarang didapat siswa dalam keseharian belajar mengajar di kelas, padahal kemampuan berbicara di depan umum menjadi bekal penting yang akan terus mereka butuhkan.

Sumber foto:Fadia Nugraha Ningsih Yuliastutri

Sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan, tim KKN mendokumentasikan seluruh rangkaian pelatihan mulai dari sesi pembukaan, latihan bercerita, hingga penampilan akhir siswa. Dokumentasi ini nantinya menjadi luaran program sekaligus bahan evaluasi untuk kegiatan serupa di kemudian hari.

Program pelatihan storytelling ini menjadi salah satu upaya nyata mahasiswa KKN dalam mendekatkan ilmu komunikasi dengan kebutuhan riil di masyarakat, khususnya dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak di Desa Krikilan.

 

Penulis: Fadia Nugraha Ningsih Yuliastutri


Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi UMKM Desa Sunggingan dalam Penerapan QRIS dan Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat

Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi UMKM Desa Sunggingan dalam Penerapan QRIS dan Tingkatkan Literasi Digital Masyarakat

 

Sumber foto: Ainaya Salsabila

Sragen, Jawa Tengah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kegiatan pendampingan penggunaan (QRIS) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sunggingan, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam mendorong digitalisasi transaksi sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai penggunaan pembayaran non-tunai.

Kegiatan pendampingan dilakukan dengan melihat kondisi masyarakat Desa Sunggingan yang sebagian pelaku UMKM dan masyarakatnya masih belum banyak mengetahui manfaat serta cara penggunaan QRIS dalam kegiatan transaksi sehari-hari. Sebagian pelaku usaha masih mengandalkan pembayaran secara tunai sehingga pemanfaatan teknologi pembayaran digital belum dilakukan secara maksimal.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai QRIS, mulai dari pengenalan fungsi QRIS, manfaat penggunaan pembayaran digital, hingga cara penggunaannya dalam transaksi. Mahasiswa juga memberikan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM yang memiliki ketertarikan untuk menyediakan metode pembayaran QRIS bagi konsumennya.

Sumber foto: Ainaya Salsabila


Selain menyasar pelaku UMKM, kegiatan juga diarahkan untuk meningkatkan literasi masyarakat Desa Sunggingan mengenai pembayaran digital. Masyarakat diberikan edukasi mengenai cara melakukan pembayaran menggunakan QRIS melalui aplikasi perbankan maupun dompet digital yang mendukung pembayaran QRIS.

Pendampingan dilakukan secara sederhana dan menyesuaikan dengan tingkat pemahaman masyarakat. Mahasiswa tidak hanya menjelaskan secara teori, tetapi juga memberikan contoh praktik agar masyarakat dapat memahami tahapan pembayaran menggunakan QRIS secara langsung.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menemukan beberapa kendala. Tidak semua pelaku UMKM langsung tertarik menggunakan QRIS karena sebagian masyarakat masih terbiasa melakukan transaksi secara tunai. Selain itu, terdapat pelaku usaha yang beranggapan bahwa penggunaan QRIS belum terlalu diperlukan karena sebagian besar pembelinya merupakan anak-anak dengan nominal transaksi yang relatif kecil.

Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa KKN untuk tidak hanya berfokus pada pembuatan QRIS, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai manfaat pembayaran digital sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Mahasiswa menjelaskan bahwa QRIS dapat menjadi salah satu pilihan metode pembayaran sehingga pelaku UMKM tetap dapat menerima pembayaran tunai maupun digital.

Literasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Edukasi dilakukan untuk memperkenalkan bahwa QRIS tidak hanya digunakan oleh usaha dengan skala besar, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dan usaha kecil sebagai alternatif pembayaran yang praktis.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan pelaku UMKM Desa Sunggingan semakin mengenal perkembangan teknologi dalam kegiatan usaha dan memiliki pilihan pembayaran yang lebih beragam. Sementara itu, masyarakat diharapkan menjadi lebih memahami cara menggunakan QRIS secara aman dan tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber foto: Ainaya Salsabila


Kegiatan pendampingan QRIS ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung perkembangan UMKM dan meningkatkan literasi digital masyarakat Desa Sunggingan. Meskipun penerapan pembayaran digital masih menghadapi berbagai keterbatasan, edukasi dan pendampingan secara bertahap diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat terhadap perkembangan sistem pembayaran di era digital.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNISRI berharap pendampingan yang telah diberikan dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM maupun masyarakat Desa Sunggingan serta menjadi langkah awal dalam memperkenalkan dan mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat desa.


Penulis: Ainaya Salsabila

kelompok 35

Bentengi Diri Sejak Dini, Siswa Kelas 4 SDN Jetiskarangpung 1 Antusias Ikuti Edukasi Pergaulan Sehat

Bentengi Diri Sejak Dini, Siswa Kelas 4 SDN Jetiskarangpung 1 Antusias Ikuti Edukasi Pergaulan Sehat

 

Sumber foto:DITYA DWI SANTOSA

JETISKARANGPUNG — Suasana kelas 4 SD Negeri Jetiskarangpung 1 tampak hidup dan penuh antusias pada Rabu, 5 Agustus 2026. Para siswa mengikuti kegiatan edukasi khusus yang mengusung tema pergaulan sehat dan cara menghindari pergaulan bebas sejak dini.

Program edukasi ini dirancang untuk membekali anak-anak dengan pemahaman mendalam mengenai pentingnya membangun hubungan pertemanan yang positif. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan sangat dekat dengan dunia keseharian siswa sehingga lebih mudah dicerna.

Dalam sesi pemaparan, para siswa diperkenalkan dengan berbagai contoh interaksi yang sehat, seperti:

  • Saling menghargai dan menghormati antar-teman.
  • Menjaga sopan santun di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.
  • Membiasakan diri membantu sesama.
  • Selektif dalam memilih lingkungan pertemanan yang memberikan pengaruh baik.

Selain menanamkan nilai-nilai positif, pemateri juga memberikan wawasan mengenai bentuk-bentuk pergaulan yang wajib dihindari. Siswa diajak untuk memahami bahwa tidak semua ajakan dari teman harus diterima, khususnya jika berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Penyampaian yang dikemas secara interaktif membuat siswa lebih mudah membedakan perilaku konstruktif dan destruktif. Hal ini sekaligus melatih keberanian anak untuk bersikap tegas dan mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi situasi atau ajakan yang kurang baik.

Sumber foto:DITYA DWI SANTOSA


"Kami ingin anak-anak memahami bahwa memiliki teman dan bergaul merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi tetap harus mengetahui batasan dan mampu memilih pergaulan yang memberikan pengaruh positif," ungkap salah satu pelaksana kegiatan.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa kelas 4 SD Negeri Jetiskarangpung 1 dapat mengimplementasikan perilaku positif dalam pergaulan sehari-hari. Keberhasilan pembentukan karakter ini tentu memerlukan sinergi dan dukungan berkelanjutan dari para guru serta orang tua di rumah agar tercipta ekosistem pertemanan yang aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.


Penulis: DITYA DWI SANTOSA

LEBIH DARI SEKEDAR PANGGUNG : BAGAIMANA FESTIVAL MUSIK MENJADI MESIN EKONOMI KREATIF

LEBIH DARI SEKEDAR PANGGUNG : BAGAIMANA FESTIVAL MUSIK MENJADI MESIN EKONOMI KREATIF

 

(Sumber Foto: Adyuta Rafi Warabrata)

Akhir-akhir ini tampaknya banyak festival musik  yang diselenggarakan di Indonesia, seperti PESTA PORA , WE THE FEST, CHERRYPOP FEST dan mungkin masih banyak lagi. Dan untuk yang paling dekat dengan waktu artikel ini di tulis akan ada festival musik yang di selenggarakan di De Tjolomadoe yaitu PROJEK- D vol 5, festival musik PROJEK-D ini sudah di selenggarakan sejak 29 Oktober 2022 dan di festival ini banyak mengundang beragam musisi dari berbagai lintas generasi dan genre musik. Di balik hiruk pikuk lampu sorot panggung dan ribuan masa yang bernyanyi bersama, pertunjukan musik secara langsung telah mengalami perubahan paradigma. Musik tidak lagi berdiri sebagai hiburan yang hanya bisa di dengar, melainkan sebagai fondasi ekosistem yang baru bagi para seniman untuk berkolaborasi bersama. Kini festival musik telah menjadi sebuah laboratorium kreatif terbuka bagi para seniman musik untuk memunculkan sebuah ide yang jarang terjadi di panggung konser tunggal, seperti ide untuk mempertemukan lintas genre dan generasi yang membuka jalan untuk eksplorasi musik baru, memicu lahirnya proyek kolaborasi antar genre serta memperluas basis pendengar secara drastis.

 

Di panggung festival musik sekarang kita juga dapat melihat perpaduan antara seni audio dengan elemen visual yang menarik, tata panggung yang dirancang secara khusus dengan menggabungkan tata cahaya yang mutakhir, penerapan teknologi projection mapping dan grafis layar LED yang menyatu dengan detak tempo musik dengan tujuan untuk menciptakan narasi visual yang dinamis dan memperkuat cerita di balik layar dari sang musisi. Hal ini tentunya tidak luput dari terlibatnya seniman rupa, desainer grafis dan teknisi teknologi kreatif, mereka ada untuk membangun instalasi seni di sekitar acara yang nantinya akan menambah daya tarik dan menjadikan acara sebagai wadah pameran karya seni berskala besar.

 

Dengan maraknya festival musik sekarang sektor industri dan ekonomi mengalami peningkatan yang cukup pesat, hal ini dapat di buktikan dengan adanya tren festival Fashion yang di mana para pengunjung menjadikan festival musik sebagai tempat untuk menunjukkan gaya berbusana yang unik. Bukan hanya itu saja ada juga pengunjung yang menggunakan setelan busana kaos band sebagai bentuk penggambaran bahwa orang tersebut menyukai band tersebut. Tren tersebut secara tidak langsung mendongkrak penjualan busana lokal dan memacu peningkatan ekonomi lokal. Dan di dalam sebuah festival musik biasanya kita juga dapat melihat adanya para pedagang-pedagang lokal yang ikut serta untuk meramaikan festival tersebut. Para pedagang ini bisa saja berasal dari sebuah usaha mandiri atau sebuah Brand dagang ternama yang memang di undang untuk menarik minat pengunjung festival, Hal ini secara tidak langsung juga mendongkrak kenaikan ekonomi masyarakat dengan pesat dan menguatkan ekonomi masyarakat sekitar.

 

Tanpa kita sadari, pertunjukan musik langsung telah melampaui batas fungsinya dari sekadar panggung hiburan menjadi kawah candradimuka bagi perkembangan ekosistem kreatif. Festival musik berhasil membuktikan bahwa kolaborasi lintas genre dan intergenerasi mampu melahirkan terobosan karya yang segar, sekaligus memberi ruang eksplorasi yang lebih luas bagi para seniman. Di saat yang sama, dampak positif ini meluas ke luar panggung memicu kreativitas para tenaga kreatif di balik layar, menggerakkan tren Fashion dan industri merchandise lokal, hingga memberdayakan para pelaku UMKM di sekitar lokasi acara. Pada akhirnya, festival musik bukan hanya tempat merayakan melodi, melainkan juga wadah kolaborasi multisektor yang secara nyata menguatkan perekonomian masyarakat lokal dan membuka arah baru bagi masa depan industri kreatif Indonesia.

 

Penulis : Adyuta Rafi Warabrata

Penyunting : Ghulamy Tathmainul Qalby



PENGEMBANGAN KREATIVITAS MEWARNAI YANG MENYENANGKAN BAGI ANAK DI TK AISYIYAH BIRRUL WALIDAIN, PAGERJO, DESA KRIKILAN MELALUI MEDIA COTTON BUD DAN PEWARNA MAKANAN

PENGEMBANGAN KREATIVITAS MEWARNAI YANG MENYENANGKAN BAGI ANAK DI TK AISYIYAH BIRRUL WALIDAIN, PAGERJO, DESA KRIKILAN MELALUI MEDIA COTTON BUD DAN PEWARNA MAKANAN


Sumber foto: Oppie Elisia Agustin

SRAGEN — TK Aisyiyah Birrul Walidain yang terletak di Pagerjo, Desa Krikilan, belum lama ini sukses menggelar kegiatan “Pengembangan Kreativitas Mewarnai yang Menyenangkan bagi Anak” pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar yang kreatif, menarik, dan menstimulasi imajinasi anak usia dini.

Berbeda dari kebiasaan umum yang menggunakan krayon atau pensil warna, kegiatan ini menghadirkan inovasi segar dengan memanfaatkan cotton bud dan pewarna makanan sebagai media utama. Pemilihan bahan tersebut didasari oleh sifatnya yang sederhana, mudah diperoleh, aman, serta mampu memberikan pengalaman sensorik yang baru bagi anak-anak.

Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Agustus 2026 di TK Aisyiyah Birrul Walidain, Pagerjo, Desa Krikilan. Saat pelaksanaannya, kami menghadirkan inovasi dalam kegiatan mewarnai. Jika biasanya anak menggunakan krayon atau pensil warna, pada kegiatan ini anak diperkenalkan dengan cotton bud dan pewarna makanan sebagai media mewarnai. Penggunaan media tersebut dipilih karena sederhana, mudah digunakan, mudah diperoleh, dan dapat memberikan pengalaman baru kepada anak.

Pelaksanaan kegiatan dipusatkan pada tema gambar Dinosaurus. Sebelum praktik dimulai, anak-anak terlebih dahulu diperkenalkan dengan alat, bahan, serta berbagai pilihan warna pewarna makanan yang tersedia. Selanjutnya, pendamping memberikan contoh teknik dot to dot, yakni mencelupkan ujung cotton bud ke dalam pewarna makanan lalu menempelkannya secara perlahan pada bidang gambar hingga membentuk titik-titik warna yang indah.

Sumber foto: Oppie Elisia Agustin


Suasana ceria dan antusias tampak jelas di wajah para siswa. Mereka terlihat sangat tertarik mencoba teknik melukis yang tidak biasa ini. Melalui penggunaan cotton bud, anak-anak secara tidak langsung dilatih untuk mengontrol gerakan tangan secara teliti sekaligus memahami bahwa aktivitas seni dapat dieksplorasi melalui beragam media sederhana.

Inovasi pembelajaran ini terbukti efektif menstimulasi berbagai aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini:

  • Fisik-Motorik: Melatih kekuatan motorik halus serta koordinasi mata dan tangan saat anak menggenggam dan menggerakkan cotton bud.
  • Kognitif: Mengajak anak mengenal, membedakan, memilih, serta mengombinasikan ragam warna.
  • Sosial-Emosional: Memupuk rasa percaya diri, kesabaran, serta sikap saling menghargai karya seni milik sendiri maupun teman.
  • Seni: Memberikan ruang bagi anak untuk menuangkan ide dan imajinasi kreatif mereka ke dalam bentuk visual.

Pada aspek sosial-emosional, anak belajar percaya diri, sabar, dan menghargai hasil karya sendiri maupun teman. Sementara itu, pada aspek seni, anak dapat menuangkan ide dan imajinasinya melalui kombinasi warna dan hasil karya yang dibuat.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap dapat memberikan inspirasi dalam merancang metode pembelajaran yang kreatif, murah, namun tetap menyenangkan bagi anak usia dini. Penggunaan media non-konvensional seperti cotton bud dan pewarna makanan membuktikan bahwa kreativitas tanpa batas dapat dihadirkan melalui hal-hal sederhana di sekitar kita.

Penulis : Oppie Elisia Agustin

Dukung Ketahanan Keluarga, Mahasiswa Fakultas Hukum KKN UNISRI Gaungkan "Wellness Economy" dengan Kampanye Kesehatan Mental Ibu Balita di Desa Banaran.

Dukung Ketahanan Keluarga, Mahasiswa Fakultas Hukum KKN UNISRI Gaungkan "Wellness Economy" dengan Kampanye Kesehatan Mental Ibu Balita di Desa Banaran.


Sumber foto: Sofiatun Maemunatun

 SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menginisiasi program inovatif bertajuk "Wellness Economy" dengan kampanye kesehatan mental bagi ibu balita di Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini digelar untuk mendukung ketahanan keluarga dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

Program kerja individu yang dihelat pada Selasa (11/8/2026) di Gedung Posyandu Wargo Lestari XI, Dukuh Kranggan RW XV, ini digagas oleh Sofiatun Maemunatun (NPM: 23100225), mahasiswa Fakultas Hukum UNISRI. Melalui disiplin ilmu hukum yang ditekuninya, program ini dihadirkan sebagai bentuk pengawalan hak atas jaminan pelayanan kesehatan mental (maternal mental health) guna mendukung tumbuh kembang anak serta kesejahteraan ekonomi rumah tangga.

Dalam pemaparannya, Sofiatun menegaskan bahwa layanan kesehatan jiwa memiliki landasan hukum yang kuat dan tegas di Indonesia, mulai dari Pasal 28H ayat (1) UUD NRI 1945, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, hingga Peraturan Menteri Kesehatan No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

Sumber foto: Sofiatun Maemunatun

"Mendapatkan layanan kesehatan jiwa bukan sekadar opsi, melainkan hak hukum (legal right) setiap warga negara, termasuk para ibu. Pemenuhan hak kesehatan mental ibu adalah bentuk perlindungan hukum bagi generasi penerus agar terhindar dari dampak buruk pengasuhan yang tertekan," tegas Sofiatun di hadapan para peserta.

Selain edukasi hukum, program ini mentransformasi fungsi Posyandu yang biasanya berfokus pada pemantauan fisik anak menjadi ruang aman (safe space) dan sistem pendukung (support system) yang inklusif bagi ibu balita. Melalui mekanisme co-regulation, kondisi emosional ibu ditekankan sangat memengaruhi masa keemasan (golden age) anak usia 0 hingga 5 tahun, di mana parental burnout atau depresi pascamelahirkan bukanlah sebuah aib.

Sumber foto: Sofiatun Maemunatun


Konsep Wellness Economy yang diusung turut menekankan paradigma preventif, di mana ibu yang sejahtera secara emosional dapat bekerja lebih produktif, menjaga keharmonisan rumah tangga, serta menekan risiko penyakit psikosomatis akibat stres. Kegiatan ini juga dikemas dengan efisiensi anggaran yang tinggi, di mana alokasi dana konsumsi penyuluhan dialihkan untuk mendukung kesiapan Lomba Posyandu Lestari XI, sementara konsumsi peserta dioptimalkan melalui menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) rutin Posyandu.

Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas 32 ibu balita, 8 kader posyandu, bidan desa, petugas puskesmas, serta pengunjung posyandu tampak antusias mengikuti pelatihan keterampilan manajemen stres mandiri (self-help skills). Beberapa teknik yang diajarkan meliputi pernapasan dalam (deep breathing atau box breathing), teknik membumi (grounding technique 5-4-3-2-1), pembingkaian ulang kognitif (cognitive reframing), hingga pembongkaran mental (mental unloading).

Inisiatif kolaboratif ini mendapat sambutan hangat serta apresiasi penuh dari Bidan Desa, jajaran kader posyandu, serta Kepala Desa Banaran, Joko Rahayu, S.E., M.M. Kehadiran program ini dinilai sejalan dengan visi penguatan potensi lokal dan pembangunan desa mandiri yang berkelanjutan di Kabupaten Sragen, sekaligus membuktikan komitmen UNISRI dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi di tingkat akar rumput (grassroots).


Penulis: Sofiatun Maemunatun

JALAN SEHAT HINGGA AFTER MOVIE, KKN 43 UNISRI GELAR PAMITAN DENGAN WARGA KEBAYANAN 2

JALAN SEHAT HINGGA AFTER MOVIE, KKN 43 UNISRI GELAR PAMITAN DENGAN WARGA KEBAYANAN 2

 

Sumber foto: KKN Kelompok 43 di Desa Tempelrejo


Sragen, 29 Agustus 2026 — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Kebayanan 2 Desa Tempelrejo berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 43 Universitas Slamet Riyadi Surakarta menggelar kegiatan kebersamaan yang dirangkaikan dengan acara pamitan mahasiswa KKN kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut diawali dengan jalan sehat bersama yang diikuti oleh masyarakat Kebayanan 2 dan mahasiswa KKN 43. Suasana kebersamaan dan antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Setelah jalan sehat, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi sekaligus hiburan bagi masyarakat dalam memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi momen bagi mahasiswa KKN Kelompok 43 untuk berpamitan kepada masyarakat Desa Tempelrejo, khususnya masyarakat Kebayanan 2 yang menjadi wilayah utama pelaksanaan berbagai kegiatan KKN.

Sumber foto: KKN Kelompok 43 di Desa Tempelrejo


Momen pamitan dikemas secara sederhana namun penuh makna. Mahasiswa KKN 43 menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat melalui penampilan dengan menyanyikan lagu “Laskar Pelangi”. Lagu tersebut menjadi simbol semangat, kebersamaan, serta perjalanan mahasiswa selama melaksanakan pengabdian di Desa Tempelrejo.

Suasana semakin hangat ketika video after movie ditayangkan. Video tersebut menampilkan rangkaian dokumentasi kegiatan KKN 43 selama berada di Desa Tempelrejo, mulai dari pelaksanaan program kerja hingga berbagai momen kebersamaan bersama masyarakat. Penayangan video menjadi salah satu bentuk kenang-kenangan yang menggambarkan perjalanan mahasiswa selama menjalankan pengabdian di desa.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan hiburan sederhana yang berlangsung secara santai dan penuh keakraban. Masyarakat dan mahasiswa KKN berbaur dalam suasana kekeluargaan sebagai penutup rangkaian kegiatan.

Sumber foto:KKN Kelompok 43 di Desa Tempelrejo

Kegiatan kolaborasi antara Kebayanan 2 dan KKN Kelompok 43 tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Selain memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81, kegiatan ini juga menjadi bentuk ungkapan terima kasih mahasiswa KKN 43 atas sambutan, dukungan, dan kebersamaan masyarakat selama pelaksanaan KKN di Desa Tempelrejo.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, masa pengabdian KKN Kelompok 43 di Desa Tempelrejo turut mendekati penghujung. Meski demikian, berbagai pengalaman dan kebersamaan yang telah terjalin diharapkan menjadi kenangan yang baik serta meninggalkan kesan positif bagi mahasiswa maupun masyarakat Desa Tempelrejo.


Penulis: KKN Kelompok 43 di Desa Tempelrejo

Pengenalan Batas Wilayah Darat Indonesia sebagai Upaya Mendukung Pendidikan Berkelanjutan pada Peserta Didik Sekolah Dasar

Pengenalan Batas Wilayah Darat Indonesia sebagai Upaya Mendukung Pendidikan Berkelanjutan pada Peserta Didik Sekolah Dasar

 Pengenalan Batas Wilayah Darat Indonesia sebagai Upaya Mendukung Pendidikan Berkelanjutan pada Peserta Didik Sekolah Dasar


Sumber foto:  Aditya Rahmadani


Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Aditya Rahmadani, melaksanakan program kerja edukasi mengenai batas wilayah darat Indonesia di SD Katelan 1, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Selasa (28/7/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini ditujukan bagi peserta didik kelas V sekolah dasar untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta negara-negara yang berbatasan darat secara langsung.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengenalan wilayah Indonesia menggunakan media presentasi dan peta, di mana siswa diberikan penjelasan sederhana mengenai arti penting batas wilayah negara. Melalui pendekatan visual dan gambar peta yang interaktif, siswa diperkenalkan dengan tiga negara tetangga yang memiliki batas darat dengan Indonesia, yaitu Malaysia di Pulau Kalimantan, Papua Nugini di Pulau Papua, serta Timor-Leste di Pulau Timor.

Sumber foto: Aditya Rahmadani,

Guna mencairkan suasana dan menguji antusiasme peserta, kegiatan diisi dengan permainan tebak bendera negara serta kuis sederhana. Melalui kuis ini, pemahaman siswa diukur kembali terkait jumlah negara tetangga, nama negara, hingga lokasi perbatasannya.

Melalui program kerja ini, para peserta didik diharapkan tidak sekadar memahami wawasan geografi perbatasan negara, melainkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air, kesadaran menjaga persatuan, keamanan wilayah, serta membina hubungan baik dengan negara tetangga sejak usia dini.


Penulis: Aditya Rahmadani

Strategi Digitalisasi UMKM Desa Banaran

Strategi Digitalisasi UMKM Desa Banaran

 Strategi Digitalisasi UMKM Desa Banaran

Sumber foto: HERDIAN ALFIANSYAH

Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan program kerja bertajuk “Strategi Digitalisasi UMKM Desa Banaran” di Balai Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Selasa (19/8/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, warga masyarakat, serta para pelaku UMKM setempat.

Pelaksanaan program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha mengenai pemanfaatan media digital guna mengembangkan lini usaha dan memperluas jangkauan pangsa pasar. Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa KKN memperkenalkan strategi digitalisasi sederhana melalui tiga tahapan utama, yakni dikenal, dipercaya, hingga akhirnya dibeli oleh konsumen.

Para peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai cara memperkenalkan produk lewat konten digital, membangun kredibilitas serta kepercayaan konsumen melalui informasi usaha dan testimoni yang jelas, serta mempermudah proses transaksi lewat kemudahan akses kontak serta katalog produk.

Sumber foto:HERDIAN ALFIANSYAH

Selain itu, mahasiswa KKN turut mengenalkan ragam platform digital penunjang bisnis, seperti Instagram, Facebook, TikTok, berbagai layanan marketplace, hingga WhatsApp Business. Melalui pemaparan tersebut, para pelaku UMKM diajak memahami bahwa proses digitalisasi dapat dimulai dari langkah-langkah kecil dengan memilih platform yang paling sesuai serta dikelola secara konsisten.

Sumber foto: HERDIAN ALFIANSYAH


Melalui kegiatan ini, para pelaku UMKM di Desa Banaran diharapkan mampu mengadopsi teknologi digital secara bertahap, sehingga produk lokal setempat semakin dikenal luas dan memiliki daya saing pasar yang lebih tinggi.


Penulis: HERDIAN ALFIANSYAH

Strategi Digitalisasi dan Jurnalisme Konten untuk Pelaku UMKM Desa Banaran

Strategi Digitalisasi dan Jurnalisme Konten untuk Pelaku UMKM Desa Banaran

 Strategi Digitalisasi dan Jurnalisme Konten untuk Pelaku UMKM Desa Banaran


Sumber foto: Depo Denata


Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Depo Denata dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Program Studi Ilmu Komunikasi, menggelar program kerja bertajuk “Strategi Digitalisasi dan Jurnalisme Konten untuk UMKM Desa Banaran” di Balai Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Selasa (19/8/2026). Kegiatan ini menyasar para pelaku UMKM lokal, mulai dari perajin mebel, pelaku usaha konveksi, hingga pedagang skala rumah tangga.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan media sosial dan situs web oleh para pelaku usaha di Desa Banaran dalam memperluas jangkauan pasar digital. 

Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pembekalan komprehensif mengenai pentingnya digitalisasi usaha serta keterampilan jurnalisme sederhana dalam mengemas narasi di balik produk yang mereka jual.

Sumber foto: Depo Denata 

Materi yang dipaparkan mencakup fungsi media sosial sebagai etalase usaha dan situs web sebagai katalog resmi, pemetaan karakter audiens B2B dan B2C, serta teknik menggali cerita produk menggunakan pendekatan 5W+1H agar konten yang disajikan lebih faktual dan bermakna. Selain itu, peserta juga mempelajari struktur pembuatan konten yang efektif mulai dari hook, informasi, nilai tambah, hingga call to action (ajakan bertindak).

Tidak hanya aspek teknis, Depo Denata turut menekankan pentingnya konsistensi promosi melalui lima pilar konten UMKM, yaitu produk, proses, orang, bukti, dan cerita (storytelling). Peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga etika promosi yang faktual, transparan, akurat, dan humanis guna menghadapi ketatnya persaingan bisnis di era digital.

Sumber foto: Depo Denata


Sesi sosialisasi yang diisi dengan diskusi interaktif dan praktik penyusunan konten ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para pelaku UMKM. Melalui kegiatan ini, mahasiswa FISIP UNISRI tersebut berharap para pelaku usaha di Desa Banaran mampu memasarkan produk secara lebih luas, menarik, dan beretika lewat kanal digital, sekaligus mengaplikasikan ilmu komunikasi secara langsung di tengah masyarakat

Penulis: Depo Denata 

Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done