LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Smart Saving for Smart Investing: Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SD Negeri Tempelrejo 1 Menabung Uang Receh dan Bijak Finansial Sejak Dini

Smart Saving for Smart Investing: Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SD Negeri Tempelrejo 1 Menabung Uang Receh dan Bijak Finansial Sejak Dini

 Smart Saving for Smart Investing: Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SD Negeri Tempelrejo 1 Menabung Uang Receh dan Bijak Finansial Sejak Dini

Sumber foto: Fatihah Nur Rahmawati

SRAGEN — Dalam upaya menumbuhkan kesadaran finansial dan budaya berinvestasi sejak usia muda, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program edukasi literasi keuangan di tingkat sekolah dasar. Program bertajuk “Smart Saving for Smart Investing: Gerakan Menabung Uang Receh sebagai Upaya Menumbuhkan Kesadaran Investasi Sejak Dini pada Siswa Sekolah Dasar” ini sukses dilaksanakan di SD Negeri Tempelrejo 1, Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, pada Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Fatihah Nur Rahmawati, mahasiswa Program Studi Manajemen Unisri, ditujukan bagi siswa kelas IV SD Negeri Tempelrejo 1. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya pengelolaan keuangan melalui metode edukatif, interaktif, dan menyenangkan.

Acara diawali dengan perkenalan interaktif untuk membangun keakraban, dilanjutkan dengan sesi sosialisasi mengenai pengelolaan uang dasar. Dalam pemaparannya, mahasiswa memberikan pemahaman sederhana tentang perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menyisihkan uang receh yang kerap kali dianggap tidak bernilai.

Untuk menjaga suasana belajar tetap dinamis, para siswa diajak memperagakan “Tepuk Menabung”, sebuah metode edukasi berbasis gerak dan lagu yang memuat pesan moral tentang kedisiplinan menyisihkan uang

   
Sumber foto:Fatihah Nur Rahmawati

Tak hanya teori, siswa diajak langsung melakukan praktik menabung uang receh ke dalam celengan. Guna menumbuhkan rasa memiliki dan motivasi menabung, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kreativitas menghias celengan. Masing-masing siswa dibebaskan mewarnai celengan mereka menggunakan cat warna sesuai imajinasi masing-masing.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa kebiasaan mengelola uang tidak harus menunggu nominal besar. Uang receh yang disisihkan secara konsisten merupakan langkah awal pembentukan karakter disiplin dan bijak finansial untuk masa depan," ujar Fatihah Nur Rahmawati, pelaksana program.

Melalui sinergi antara teori, praktik langsung, dan kegiatan seni kreasi ini, program KKN Unisri diharapkan dapat membantu sekolah dalam menghadirkan metode pembelajaran literasi keuangan yang aplikatif. Diharapkan kebiasaan menabung yang terbentuk dapat menjadi fondasi awal kesadaran.

Penulis : Fatihah Nur Rahmawati (Program Studi Manajemen

Ayo Pintar Uang & Menabung Sejak Dini: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Literasi Keuangan di SDN Jetis Karangpung 01

Ayo Pintar Uang & Menabung Sejak Dini: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Literasi Keuangan di SDN Jetis Karangpung 01

 Ayo Pintar Uang & Menabung Sejak Dini: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Literasi Keuangan di SDN Jetis Karangpung 01

Sumber foto: Indri Nur Hapsari 


SRAGEN — Dalam rangka menanamkan pemahaman finansial sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program kerja sosialisasi dan pelatihan bertajuk “Ayo Pintar Uang & Menabung Sejak Dini: Modul Edukasi Mengenal Mata Uang dan Fungsinya bagi Anak SD Negeri Jetis Karangpung 01”.

Kegiatan yang diprakarsai oleh mahasiswa KKN Unisri, Indri Nur Hapsari, tersebut dilaksanakan pada Kamis (23/7/2026) dengan melibatkan siswa-siswi SD Negeri Jetis Karangpung 01, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Acara diawali dengan pembukaan interaktif melalui perkenalan diri serta penyampaian tujuan kegiatan secara sederhana. Guna mencairkan suasana dan meningkatkan antusiasme anak-anak, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking berupa permainan ringan dan tepuk semangat.

Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa mengenalkan mata uang Rupiah dengan bantuan media visual dan uang mainan agar mudah dipahami. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan nama mata uang Indonesia (Rupiah), simbol resmi (Rp), hingga perbedaan jenis uang kartal dan uang giral.

Senyum Gembira Siswa SD Usai Terima Edukasi Menabung dari Mahasiswa KKN Unisri (Dokumentasi:Indri Nur Hapsari)

Selain itu, para siswa dibekali pemahaman mendasar mengenai fungsi uang, yaitu sebagai alat pembayaran, alat ukur harga suatu barang, dan alat menyimpan nilai. Edukasi mengenai pentingnya menabung sejak dini juga disampaikan secara interaktif, di mana siswa diajak berdiskusi dan berbagi impian tentang barang yang ingin mereka beli dari hasil menabung.
Sumber foto: Indri Nur Hapsari

Guna menjaga fokus dan mengasah kreativitas anak-anak, kegiatan diselingi dengan sesi mewarnai celengan serta berfoto bersama menggunakan bingkai kreasi bertema "Ayo Pintar Uang".

Sebelum penutupan, digelar sesi kuis evaluasi untuk meninjau kembali pemahaman materi yang telah diberikan. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah apresiasi dari mahasiswa. Melalui program ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya mengelola keuangan dan kebiasaan menabung dapat tertanam kuat pada diri siswa sejak usia sekolah dasar.

Penulis: Indri Nur Hapsari


Muda Kreatif, Lokal Berdaya: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Literasi Digital dan Kewirausahaan Olahan Singkong di SMPN 1 Jenar

Muda Kreatif, Lokal Berdaya: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Literasi Digital dan Kewirausahaan Olahan Singkong di SMPN 1 Jenar

 Muda Kreatif, Lokal Berdaya: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Literasi Digital dan Kewirausahaan Olahan Singkong di SMPN 1 Jenar

Sumber foto: Mutiara dan Aziz

SRAGEN — Dalam upaya menumbuhkan jiwa wirausaha muda dan meningkatkan kecakapan digital generasi penerus, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta sukses menggelar program kerja sosialisasi kewirausahaan dan literasi digital. Kegiatan bertajuk "Muda Kreatif, Lokal Berdaya: Kolaborasi Literasi Digital dan Kewirausahaan Olahan Singkong" tersebut berlangsung di Kelas IX A SMP Negeri 1 Jenar, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Rangkaian acara diawali dengan perkenalan anggota kelompok KKN Unisri, dilanjutkan dengan sesi ice breaking unik tepuk "HUH YES SIU" untuk membakar semangat para siswa. Suasana kelas menjadi sangat interaktif dan cair sebelum memasuki pemaparan materi utama.

Dalam sesi pemaparan, mahasiswa KKN membagikan ilmu mendasar seputar potensi lokal dan dunia digital. Pembahasan mencakup dasar-dasar pemasaran digital, strategi pembuatan konten promosi yang menarik di media sosial, hingga rekomendasi platform digital yang efektif untuk pemasaran produk.

Tak hanya fokus pada aspek digital, siswa juga dibekali pemahaman mengenai esensi kewirausahaan serta potensi komoditas lokal. Materi menyoroti kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan dari singkong, hingga alasan mengapa olahan singkong memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika dikemas dan dipasarkan secara modern melalui media digital.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong siswa agar tidak hanya melihat singkong sebagai bahan pangan biasa, tetapi sebagai peluang usaha yang bernilai ekonomis tinggi jika dipadukan dengan strategi pemasaran digital yang tepat," ujar Mutiara Dwi Ananta Putri, salah satu penulis dan pelaksana program.

Siswa Kelas IX A tampak antusias mengikuti seluruh jalannya kegiatan. Hal ini terlihat pada sesi tanya jawab, di mana para siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar dunia usaha dan pembuatan konten. Mahasiswa KKN juga menyediakan hadiah menarik bagi siswa yang aktif berpartisipasi.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto dan pembuatan konten kreatif bersama antara mahasiswa KKN Unisri dan siswa SMPN 1 Jenar. Melalui program ini, diharapkan para siswa dapat terinspirasi untuk menjadi wirausahawan muda yang kreatif serta mampu memanfaatkan media sosial secara bijak dan produktif demi memberdayakan potensi daerahnya.  

Penulis: Mutiara Dwi Ananta Putri & Aziz Rizky Pratama
Tim KKN UNISRI Desa Dawung  

Gandeng Siswa Kelas 4 SDN Dawung 1 Jenar, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi "Stop Bullying" Interaktif

Gandeng Siswa Kelas 4 SDN Dawung 1 Jenar, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi "Stop Bullying" Interaktif

 Gandeng Siswa Kelas 4 SDN Dawung 1 Jenar, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi "Stop Bullying" Interaktif


Sumber foto: Birgita Kasih Prasetia

JENAR – Tindakan perundungan di lingkungan sekolah masih menjadi ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak. Merespons kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar sosialisasi "Stop Bullying" yang dikemas secara interaktif dan edukatif di kelas 4 SDN Dawung 1 Jenar.

Membuka kegiatan, tim KKN memperkenalkan diri sebelum mengajak seluruh siswa membakar semangat lewat ice breaking khusus bertema "Stop Bullying". Suasana kelas yang semula kaku seketika mencair saat anak-anak bersorak dan bergerak mengikuti instruksi.

Memasuki sesi inti, materi disajikan secara komprehensif. Siswa diajak memahami apa itu perundungan, ragam bentuk bullying di sekolah, identifikasi sosok pelaku, dampak buruknya bagi psikologis anak, hingga siapa saja yang bertanggung jawab melakukan pencegahan mulai dari diri sendiri, teman sebaya, hingga guru.

Tak sekadar mendengarkan, para siswa berpartisipasi aktif dalam sesi menempel sticky notes. Mereka menuliskan pemahaman tentang bahaya perundungan lalu menempelkannya di papan interaktif. Guna memberikan ruang aman, mahasiswa KKN juga membagikan kertas cerita. Melalui kertas ini, siswa bebas menuangkan pengalaman atau perasaan mereka untuk dimasukkan ke dalam "Toples Cerita" yang terjamin kerahasiaannya.

Atusiasme makin memuncak saat penayangan film pendek tentang bullying. Siswa menyimak alur cerita dengan tekun sebelum berebut menjawab pertanyaan pada sesi kuis berhadiah. Sebagai langkah penanganan nyata, tim KKN secara khusus memberikan buku cerita kepada siswa yang teridentifikasi sering mengalami perundungan guna membangkitkan rasa percaya diri mereka.

Seluruh Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN dan siswa kelas 4 SDN Dawung 1 Jenar sebagai simbol komitmen bersama menciptakan sekolah yang aman dan nyaman.

Penulis: Birgita Kasih Prasetia


Tingkatkan Kemandirian dan Etika Digital, Mahasiswa Unisri Gelar Sosialisasi di SMPN 1 Gemolong

Tingkatkan Kemandirian dan Etika Digital, Mahasiswa Unisri Gelar Sosialisasi di SMPN 1 Gemolong

 Tingkatkan Kemandirian dan Etika Digital, Mahasiswa Unisri Gelar Sosialisasi di SMPN 1 Gemolong

Sumber foto:Maysa dan Erliana

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi interaktif bagi siswa-siswi kelas 8 SMP Negeri 1 Gemolong, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Senin (27/7/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pembekalan nyata bagi generasi muda dalam menghadapi pesatnya perkembangan dunia digital sekaligus memupuk jiwa kewirausahaan sejak bangku sekolah.

Suasana ruang kelas tampak hidup saat para siswa berkumpul menyimak pemaparan materi dengan penuh antusias. Kegiatan yang digagas oleh Maysa Iliyin Sekar Savita dan Erliana Putri ini dirancang secara sistematis di dalam kelas dengan menggabungkan dua topik krusial: literasi digital dan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi remaja.

Mengawal Etika dan Keamanan di Ruang Siber

Sesi pertama dibuka oleh Maysa Iliyin Sekar Savita, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara Unisri, yang membawakan materi bertajuk “Etika Bermedia Sosial dalam Mewujudkan Tata Kelola Digital”. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif di hadapan para siswa di kelas, Maysa mengajak peserta menyelami realita dunia digital yang sering kali menjebak jika tidak disikapi secara bijak.
Maysa menekankan pentingnya menjaga etika komunikasi di media sosial serta membentengi diri dari paparan berita bohong (hoaks). 
Mahasiswa KKN Unisri, Maysa Iliyin Sekar Savita, menyampaikan materi etika bermedia sosial dan tata kelola digital di hadapan siswa kelas 8 SMPN 1 Gemolong, Sragen, Senin (27/7/2026).

Ia mengenalkan formula saring sebelum sharing sebagai langkah krusial sebelum membagikan informasi apa pun di platform digital. Tak hanya itu, siswa juga dibekali panduan praktis mengenai cara melindungi data pribadi dari ancaman kejahatan siber (cybercrime) serta imbauan untuk memanfaatkan ruang digital sebagai sarana belajar yang produktif dan positif.


Memupuk Mindset Wirausaha Sejak Bangku Sekolah

Memasuki sesi kedua, fokus kegiatan beralih pada pembentukan mentalitas mandiri melalui materi “Pengenalan Jiwa Kewirausahaan” yang disampaikan oleh Erliana Putri dari Program Studi Manajemen Unisri. Erliana membuka sudut pandang baru bagi para pelajar bahwa kewirausahaan bukanlah topik yang rumit atau hanya milik orang dewasa.
Pemaparan materi pengenalan kewirausahaan oleh Erliana Putri di hadapan siswa-siswi SMPN 1 Gemolong, Sragen. 

Dalam penjelasannya, Erliana menegaskan bahwa wirausaha di tingkat sekolah tidak sekadar berbicara tentang aktivitas jual-beli atau mencari keuntungan semata. Lebih dari itu, kewirausahaan adalah tentang mengasah pola pikir bagaimana seorang pelajar belajar peka terhadap permasalahan di sekitarnya, menemukan solusi yang inovatif, berani mengambil keputusan, serta menciptakan nilai tambah dari hal-hal sederhana yang ada di sekeliling mereka.

Diskusi Interaktif dan Antusiasme Siswa
Rangkaian acara di dalam ruang kelas tersebut berlangsung hangat dan dinamis. Antusiasme para peserta terpancar sepanjang kegiatan, terutama saat sesi simulasi dan tanya jawab dibuka. Senyum, tawa, serta acungan tangan dari para siswa yang berebut melontarkan pertanyaan mewarnai jalannya diskusi interaktif bersama para mahasiswa.

Melalui sinergi edukasi ini, Maysa dan Erliana berharap para siswa SMPN 1 Gemolong dapat tumbuh menjadi generasi muda yang tidak hanya cerdas dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki fondasi berpikir kreatif serta mandiri dalam merancang masa depan mereka.

Penulis: Maysa Iliyin Sekar Savita & Erliana Putri
Penyunting: Oliviana 
Ubah Sampah Plastik Jadi Seni Mozaik, Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SDN Tanggan 2 Soal Kelestarian Lingkungan

Ubah Sampah Plastik Jadi Seni Mozaik, Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SDN Tanggan 2 Soal Kelestarian Lingkungan

 Ubah Sampah Plastik Jadi Seni Mozaik, Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SDN Tanggan 2 Soal Kelestarian Lingkungan

Sumber foto: Ummul Miftahul Jannah

SRAGEN – Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan sampah plastik, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar pelatihan pembuatan karya seni mozaik dari sampah plastik bagi siswa kelas 2 dan 3 SD Negeri Tanggan 2, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.

Program kerja individu yang digagas oleh Ummul Miftahul Jannah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unisri ini, bertujuan menanamkan kesadaran dan kepedulian lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini melalui pendekatan edukatif dan kreatif.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mengusung konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dengan fokus utama pada tindakan Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (mendaur ulang). Sampah plastik yang awalnya dianggap tidak bernilai dibersihkan, dipotong, lalu disusun oleh para siswa hingga menjadi sebuah karya seni mozaik yang unik.
Pemaparan materi pemilahan sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal pemanfaatan limbah plastik menjadi karya seni mozaik di SDN Tanggan 2.(Foto: Dok. Ummul Miftahul Jannah)

Pelatihan ini memberikan dampak positif dan pengalaman belajar baru bagi para siswa SDN  Tanggan 2 , di antaranya:
1. Edukasi Lingkungan Praktis: Siswa memahami secara konkret bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan sampah plastik bisa dimanfaatkan kembali.
2. Wadah Kreativitas Anak: Mengasah motorik halus serta daya imajinasi siswa usia sekolah dasar melalui perangkaian pola mozaik yang menyenangkan.
3. Kebanggaan Hasil Karya: Para siswa diajak memamerkan karya mozaik buatan mereka sendiri, memupuk rasa percaya diri serta apresiasi terhadap barang hasil daur ulang.
 
Praktik pembuatan karya seni mozaik berbahan dasar sampah plastik oleh siswa SDN Tanggan 2, Sragen. [Dokumentasi: Ummul Miftahul Jannah]

Melalui kegiatan ini, diharapkan kebiasaan menjaga kebersihan serta mengolah sampah secara kreatif dapat terus diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari demi kelestarian lingkungan Desa Tanggan.

Penulis: Ummul Miftahul Jannah

Dorong Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan Pembuatan Buket Kain Flanel di SDN 2 Trombol

Dorong Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan Pembuatan Buket Kain Flanel di SDN 2 Trombol

 Dorong Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan Pembuatan Buket Kain Flanel di SDN 2 Trombol

Siswa SDN 2 Trombol antusias mengikuti praktik pembuatan buket kain flanel dalam kegiatan sosialisasi kewirausahaan sejak dini oleh mahasiswa KKN di Desa Trombol, Sragen, Senin (20/7/2026). (Foto: Lidya,Yulias, dan Saroh)

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar sosialisasi dan praktik kewirausahaan bagi siswa SD Negeri 2 Trombol, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini digagas oleh Lidya Imas Ayu, Yulias Kristianingsih, dan Saroh Mahmudah untuk menumbuhkan jiwa wirausaha sekaligus mengasah keterampilan kreatif siswa sejak dini.

Pelatihan dirancang secara komprehensif dan aplikatif melalui tiga tahapan utama:

1.Pengenalan Konsep Wirausaha: Lidya Imas Ayu menyampaikan materi dasar mengenai pentingnya memupuk sikap kreatif, inovatif, mandiri, dan berani berkarya untuk menghasilkan produk bernilai jual.
2.Praktik Produksi Kreatif: Dipandu oleh Yulias Kristianingsih, para siswa diajak mempraktikkan langsung pembuatan buket bunga dari kain flanel, mulai dari membentuk kelopak, merangkai, hingga mengemas buket agar tampak menarik.
3.Strategi Pemasaran Sederhana: Saroh Mahmudah membekali siswa pemahaman tentang cara menentukan harga jual, mengenali calon pembeli, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi produk.

Sumber foto: Lidya, Yulias,dan Saroh

Pemilihan kerajinan buket kain flanel dinilai tepat karena mengandalkan bahan yang mudah didapat namun memiliki potensi nilai ekonomi tinggi jika dikemas dengan baik. Para siswa tampil antusias mengikuti seluruh tahapan, mulai dari proses pembuatan hingga simulasi penjualan.

Sumber foto: Lidya, Yulias,dan Saroh

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap para siswa tidak hanya memperoleh keterampilan kerajinan tangan baru, tetapi juga memahami gambaran utuh proses berwirausaha secara sederhana—
mulai dari ide produk, proses produksi, hingga strategi pemasaran.


Penulis: Lidya Imas Ayu, Yulias Kristianingsih, dan Saroh Mahmudah

Tingkatkan Kreativitas dan Potensi Alam, Mahasiswa KKN Gelar Praktik Eco Print di Desa Trombol

Tingkatkan Kreativitas dan Potensi Alam, Mahasiswa KKN Gelar Praktik Eco Print di Desa Trombol

 Tingkatkan Kreativitas dan Potensi Alam, Mahasiswa KKN Gelar Praktik Eco Print di Desa Trombol

Foto bersama mahasiswa KKN dan ibu-ibu Desa Trombol usai praktik pembuatan totebag eco print ramah lingkungan. [Dokumentasi: Lidya Imas Ayu]

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar praktik pembuatan eco print bersama ibu-ibu warga Desa Trombol, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan-bahan alami di lingkungan sekitar.

Dipandu oleh mahasiswa KKN, Shafira dan Advenia, para peserta diajarkan teknik cetak motif kain berbasis pewarna dan serat alami tumbuhan. Edukasi diawali dengan pengenalan alat dan bahan, dilanjutkan peragaan secara bertahap sebelum para ibu mempraktikkannya secara mandiri pada media totebag. Ibu-ibu Desa Trombol terlihat antusias menyusun helai daun dan bahan alami di atas kain untuk menciptakan beragam motif yang estetis dan unik.

Selain memberikan keterampilan baru, program pelatihan eco print ini membawa manfaat multi-sektor bagi masyarakat:

1. Peluang Ekonomi Kreatif: Kerajinan eco print bernilai jual tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha mikro (UMKM) desa yang berkelanjutan.

2. Gaya Hidup Ramah Lingkungan: Penggunaan totebag hasil eco print mendorong masyarakat mengurangi pemakaian kantong plastik sekali pakai saat berbelanja.

3. Pemberdayaan Keterampilan: Menjadi wadah bagi kelompok perempuan desa untuk mengasah kreativitas dalam mengolah potensi alam lokal.

Sumber foto: Lidya Imas Ayu 

Melalui kegiatan pemberdayaan ini, mahasiswa KKN berharap kepedulian lingkungan dapat diwujudkan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga warga Desa Trombol.

Penulis: Lidya Imas Ayu


Mahasiswa KKN Edukasi Literasi Hukum Digital untuk Siswa SDN Tanggan 2 Sragen

Mahasiswa KKN Edukasi Literasi Hukum Digital untuk Siswa SDN Tanggan 2 Sragen

 Mahasiswa KKN Edukasi Literasi Hukum Digital untuk Siswa SDN Tanggan 2 Sragen

Sumber foto : Monika Dwi Putriana

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar sosialisasi literasi hukum digital bagi siswa SD Negeri Tanggan 2, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Senin (27/7/2026). Program kerja individu bertajuk “Bijak Menggunakan Gadget dan Internet bagi Siswa Sekolah Dasar” ini ditujukan khusus untuk siswa kelas 5 dan 6.

Kegiatan ini menyasar kelompok usia sekolah dasar guna menanamkan pemahaman mengenai penggunaan gadget dan internet secara aman, bijak, serta bertanggung jawab sejak dini. Materi disajikan secara interaktif menggunakan pendekatan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami siswa.
Pemaparan materi perlindungan data pribadi dalam kegiatan sosialisasi literasi digital KKN di SDN Tanggan 2, Gesi, Sragen. [Dokumentasi: Monika]


Sesi diawali dengan ice breaking untuk mencairkan suasana, dilanjutkan pemaparan materi yang mencakup:
1. Pengenalan Dasar: Pengertian gadget, internet, serta manfaat dan dampak penggunaannya.
2.Keamanan Digital: Tata cara menjaga data pribadi dan privasi saat berselancar di dunia maya.
3.Hak dan Kewajiban: Pemahaman dasar mengenai aturan dan batasan hukum dalam memanfaatkan teknologi.

Guna memperjelas pemahaman, mahasiswa KKN memberikan gambaran konkret mengenai berbagai tindakan yang wajib dihindari di ruang digital, antara lain:
A. Menyebarkan informasi atau berita yang belum jelas kebenarannya (hoaks).
Melakukan perundungan siber (cyberbullying) atau menghina orang lain di media sosial.
B.Mengunggah atau membagikan foto/video orang lain tanpa izin.
C.Memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
Sumber foto: Monika Dwi Putriana 

Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Mereka terlibat aktif dalam sesi tanya jawab serta simulasi diskusi kasus, seperti tindakan yang harus dilakukan ketika diminta memberikan nomor telepon atau foto oleh orang asing di internet.

Sosialisasi ini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang tanggap, berhati-hati, dan sadar hukum dalam memanfaatkan teknologi informasi di kehidupan sehari-hari.

Penulis: Monika Dwi Putriana 

KKN UNISRI Dorong UMKM Desa Dari Go Digital Lewat WhatsApp Business dan Media Sosial

KKN UNISRI Dorong UMKM Desa Dari Go Digital Lewat WhatsApp Business dan Media Sosial

 KKN UNISRI dorong UMKM Desa Dari Go Digital Lewat WhatsApp Business dan Media Sosial

Sumber foto: Ayuk Nofitasari

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) menggelar kegiatan sosialisasi dan pendampingan digital marketing bagi ibu-ibu PKK serta pelaku UMKM di Desa Dari, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, pada Kamis (6/8/2026).

Program kerja individu ini diusung untuk membantu pelaku UMKM lokal memanfaatkan teknologi digital secara praktis guna memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan peluang penjualan.

Mengangkat tema "Digital Marketing Berbasis WhatsApp dan Media Sosial untuk Meningkatkan Penjualan Produk UMKM Desa", edukasi difokuskan pada pemanfaatan smartphone yang sudah biasa digunakan warga sehari-hari.
Suasana sosialisasi dan pendampingan digital marketing UMKM oleh mahasiswa KKN UNISRI bersama pengurus dan anggota PKK Desa Dari, Kecamatan Plupuh, Sragen. (Foto: Dok.Ayuk Nofitasari)

"Pemasaran digital tidak selalu rumit atau mahal. Cukup konsisten memanfaatkan smartphone, fitur WhatsApp, dan media sosial, produk UMKM lokal sudah bisa menjangkau calon pelanggan yang jauh lebih luas," ujar perwakilan mahasiswa KKN UNISRI dalam pemaparannya.

Dalam sesi materi, para peserta mendapatkan wawasan mendasar mengenai optimalisasi platform digital seperti WhatsApp Business, Facebook, Instagram, hingga TikTok. Poin utama yang dilatihkan meliputi pembuatan profil usaha yang profesional, penyusunan katalog produk, strategi storytelling melalui status WhatsApp, hingga teknik pelayanan pesan cepat.

Tak hanya teori, para peserta juga langsung didampingi dalam mempraktikkan keterampilan teknis promosi. Pelatihan mencakup:
1. Penulisan Caption & CTA: Menyusun deskripsi produk yang menarik, memuat keunggulan dan harga, serta menyelipkan kalimat ajakan bertindak (Call to Action) seperti "Pesan Sekarang" atau "Stok Terbatas".
2. Strategi Foto Produk: Trik fotografi sederhana menggunakan kamera ponsel, mulai dari pencarian pencahayaan alami, penentuan titik fokus, hingga pemilihan sudut pengambilan gambar (angle) yang estetis.

Melalui kegiatan pendampingan ini, tim KKN UNISRI berharap para pelaku UMKM dan kelompok PKK Desa Dari dapat secara mandiri mengelola promosi digital mereka secara berkelanjutan.

Langkah ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa UNISRI dalam mendukung digitalisasi desa dan memperkuat ketahanan ekonomi berbasis potensi lokal.

Penulis: Ayuk Nofitasari
Penyunting: Oliviana 

Belajar Menentukan Prioritas Uang, Mahasiswa KKN Edukasi Siswa SDN 01 Jetiskarangpung Pemilahan Kebutuhan dan Keinginan

Belajar Menentukan Prioritas Uang, Mahasiswa KKN Edukasi Siswa SDN 01 Jetiskarangpung Pemilahan Kebutuhan dan Keinginan

 Belajar Menentukan Prioritas Uang, Mahasiswa KKN Edukasi Siswa SDN 01 Jetiskarangpung Pemilahan Kebutuhan dan Keinginan

Sumber foto : Yolanda Virga Ardani 

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar sosialisasi literasi keuangan mengenai pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan kepada siswa kelas 5 SDN 01 Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, pada Kamis (23/7/2026).

Program ini bertujuan untuk membekali anak-anak dengan pemahaman dasar mengenai skala prioritas dalam menggunakan uang sejak usia dini.

Suasana kegiatan dikemas secara interaktif. Acara diawali dengan sesi ice breaking untuk mengondisikan kelas agar lebih siap dan bersemangat menerima materi. Memasuki sesi utama, tim KKN memaparkan konsep dasar literasi keuangan dengan analogi sederhana yang dekat dengan keseharian siswa.

Siswa diajak memahami bahwa kebutuhan adalah hal utama yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan sehari-hari seperti makanan, pakaian, dan alat tulis sekolah. Sementara keinginan merupakan sesuatu yang hendak dimiliki tetapi pemenuhannya masih bisa ditunda, seperti mainan baru atau jajanan tambahan.

Melalui diskusi interaktif dan studi kasus sederhana, para siswa diajak mengidentifikasi berbagai barang untuk menentukan kategori prioritasnya.

"Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan adalah fondasi penting dalam mengelola keuangan secara bijak. Dengan mengenalnya sejak dini, anak-anak belajar melatih kendali diri agar tidak mudah menghabiskan uang saku untuk hal-hal yang bersifat impulsif," jelas perwakilan mahasiswa KKN.

Sumber foto : Yolanda Virga Ardani 

Sebagai bentuk penanaman pesan praktis, kegiatan dilanjutkan dengan mewarnai celengan bersama. Setiap siswa membebaskan imajinasi mereka dalam menghias celengan yang dibagikan oleh tim KKN, yang kemudian dibawa pulang untuk melatih kebiasaan menabung secara mandiri.

Dokumentasi hasil quiz bersama siswa SDN 01 Jetiskarangpung 

Rangkaian acara semakin meriah dengan sesi dokumentasi kreatif pembuatan konten foto dan video menggunakan bingkai khusus (photo frame). Sebelum ditutup, mahasiswa KKN menggelar kuis evaluasi singkat seputar materi yang telah diberikan. Seluruh siswa mendapatkan apresiasi berupa hadiah menarik guna membangun kesan belajar yang menyenangkan dan berkesan.

Melalui sosialisasi ini, tim mahasiswa KKN berharap para siswa SDN 01 Jetiskarangpung dapat menerapkan kebiasaan mendahulukan kebutuhan utama dan menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Yolanda Virga Ardani
Penyunting : Redaksi 

Mahasiswa KKN Edukasi Siswa SDN 01 Jetiskarangpung Literasi Keuangan Lewat Mewarnai Celengan

Mahasiswa KKN Edukasi Siswa SDN 01 Jetiskarangpung Literasi Keuangan Lewat Mewarnai Celengan

 Mahasiswa KKN Edukasi Siswa SDN 01 Jetiskarangpung Literasi Keuangan Lewat Mewarnai Celengan

Sumber foto: Muhammad Ichlasul Amal

SRAGEN – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar sosialisasi literasi keuangan dan pentingnya menabung sejak dini kepada siswa kelas 5 SDN 01 Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, pada Kamis (23/7/2026).

Program edukasi ini dirancang untuk menanamkan kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak usia sekolah. Guna menarik minat para siswa, kegiatan dikemas secara interaktif dan menyenangkan melalui kombinasi penyampaian materi, permainan, hingga aktivitas kreatif mewarnai celengan.

  
Sumber foto:Muhammad Ichlasul Amal

Rangkaian acara diawali dengan ice breaking untuk membangun suasana kelas yang santai dan kondusif. Memasuki sesi inti, mahasiswa KKN memaparkan materi dasar pengelolaan uang menggunakan bahasa yang sederhana dan relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.

"Menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar, tetapi kunci utamanya adalah konsistensi menyisihkan sebagian uang saku secara rutin. Melalui kebiasaan ini, anak-anak belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan sejak dini," ujar perwakilan mahasiswa KKN dalam pemaparannya.

Para siswa diajak berinteraksi aktif melalui diskusi dua arah. Beberapa siswa bahkan antusias membagikan pengalaman mereka dalam menyisihkan uang saku.

Tak hanya mendapat teori, para siswa juga diajak melakukan praktik langsung melalui kegiatan mewarnai celengan yang telah disediakan tim KKN. Bebas berkreasi dengan warna pilihan masing-masing, celengan tersebut dibawa pulang sebagai media fisik untuk memicu semangat menabung mereka di rumah.

Keseruan kegiatan berlanjut dengan sesi dokumentasi kreatif menggunakan bingkai foto (photo frame) khusus. Sebelum ditutup, mahasiswa KKN mengadakan kuis interaktif seputar materi yang telah disampaikan. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan mendapat hadiah apresiasi untuk memacu rasa percaya diri dan daya ingat mereka.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN berharap para siswa SDN 01 Jetiskarangpung tidak hanya memahami teori literasi keuangan, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Muhammad Ichlasul Amal
Penyunting: Oliviana 
Melatih Keberanian Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Edukasi "Aku Jago Jualan!" di Pos PAUD Kartini Sragen

Melatih Keberanian Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Edukasi "Aku Jago Jualan!" di Pos PAUD Kartini Sragen

 Melatih Keberanian Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Edukasi "Aku Jago Jualan!" di Pos PAUD Kartini Sragen

Dokumentasi Mahasiswa KKN PPM UNISRI melaksanakan foto bersama dengan peserta didik dan guru Pos paud Kartini  (Hendry Bayu Saputra)


SRAGEN – "Mobilku warnanya merah, rodanya ada empat, dan kalau didorong bisa lari kencang sekali!"

Suara nyaring seorang balita memecah keheningan di Pos PAUD Kartini, Desa Jetiskarangpung, Sragen, Kamis (23/7/2026) pukul 11.00 WIB. Tangannya mengacungkan mobil-mobilan plastik kesayangannya, sementara matanya berbinar menatap belasan pasang mata teman-teman dan para guru. Tepuk tangan dan seruan kagum seketika membahana di dalam ruangan.
Momen menggemaskan itu merupakan bagian dari program edukasi bertajuk "Panggung Promosi: Aku Jago Jualan!" yang digagas oleh Hendry Bayu Saputra, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Slamet Riyadi Surakarta dalam rangkaian Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM).


Menerjemahkan Teori Pemasaran ke Bahasa Anak
Lewat kegiatan ini, Hendry mengenalkan konsep dasar bauran pemasaran (marketing mix) khususnya teknik promosi (promotion) dan komunikasi publik (public speaking)—kepada anak-anak usia dini. Tanpa merasa dibebani teori yang berat, anak-anak diajak belajar secara interaktif melalui permainan Show and Tell menggunakan media yang paling dekat dengan dunia mereka: mainan favorit.
BELAJAR BERSAMA: Mahasiswa KKN Unisri  mendampingi anak-anak Pos PAUD Kartini dalam kegiatan interaktif Show and Tell untuk melatih keberanian dan literasi komunikasi sejak dini. (Foto: Hendry Bayu Saputra)

"Saya ingin mengenalkan konsep promosi sejak dini. Anak-anak diajak mengidentifikasi keunggulan atau nilai jual mainan mereka, lalu menceritakannya kepada orang lain. Kegiatan ini menstimulasi artikulasi, pemilihan kata, serta penyusunan kalimat persuasif agar mereka berani meyakinkan orang lain," ujar Hendry.

Mengasah Soft Skills dan Empati Audiens

Dampak positif dari program ini dirasakan langsung oleh para siswa. Selain mengikis rasa canggung saat berdiri di depan umum, anak-anak dilatih berpikir kritis untuk menemukan alasan mengapa mainan mereka menarik seperti "Mainan ini bisa terbang" atau "Warnanya bagus".

Uniknya, kegiatan ini tidak hanya membentuk si anak yang tampil di panggung. Anak-anak yang duduk di area audiens pun diajak belajar menjadi "konsumen" yang baik dengan menyimak teman yang sedang berbicara serta memberikan apresiasi hangat. Hal ini melatih sikap empati dan kemampuan mendengarkan sejak dini.


Wadah Praktik Mahasiswa dan Inovasi Sekolah

Bagi mahasiswa Program Studi Manajemen, program kerja ini menjadi ajang nyata penerapan social marketing dengan menerjemahkan ilmu perguruan tinggi ke dalam ruang pendidikan anak usia dini. Selain itu, kegiatan ini menguji kemampuan manajemen acara (event management) mahasiswa dalam mengondisikan dan memotivasi anak-anak yang membutuhkan pendekatan serta kesabaran khusus.

Sementara itu, pihak Pos PAUD Kartini menyambut positif kehadiran program ini sebagai bentuk variasi metode pembelajaran. Inovasi yang dihadirkan dinilai efektif dalam mendukung perkembangan aspek bahasa dan sosial-emosional anak didik secara alami dan menyenangkan.

Penulis: Hendry Bayu Saputra 

Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Program "Celengan Kreatif" di SD N 2 Karanganom

Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Program "Celengan Kreatif" di SD N 2 Karanganom

 Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Program "Celengan Kreatif" di SD N 2 Karanganom

Sumber foto: Laurensia Valayra Nareswara

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar edukasi literasi keuangan bertajuk "Celengan Kreatif: Menabung dan Berkarya Bersama Anak SD" di SD Negeri 2 Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Senin (27/7/2026).

Program yang diinisiasi oleh Lina Dwi Fatimah, mahasiswa Program Studi Manajemen Unisri, ini bertujuan menanamkan kebiasaan mengelola uang sejak usia dini sekaligus mengasah kreativitas siswa kelas I dan II melalui aktivitas menghias celengan.

Pentingnya pendidikan karakter dan literasi keuangan menjadi fokus utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, para siswa diajak memahami bahwa menabung adalah kebiasaan positif yang melatih kemandirian.

"Melalui kegiatan sederhana seperti menabung, anak-anak dapat belajar disiplin, bertanggung jawab, dan bijak mengelola keuangan. Harapannya, kebiasaan ini terus terbawa hingga mereka dewasa," ujar Lina Dwi Fatimah di sela-sela kegiatan.

Rangkaian acara diawali dengan penyampaian materi ringan mengenai manfaat menabung dan cara menyisihkan uang saku secara rutin. Materi dikemas menggunakan media visual yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak-anak, diselingi dengan sesi tanya jawab interaktif.

Antusiasme terlihat saat memasuki sesi praktik. Para siswa dibagikan celengan polos dan membebaskan imajinasi mereka untuk menghiasnya menggunakan alat lukis dan dekorasi yang disediakan. Sambil mendampingi, mahasiswa memberikan pemahaman bahwa celengan hasil karya mereka siap digunakan untuk menampung tabungan pertama di rumah.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah Ibu Riyana, S.Pd., menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN Unisri yang menghadirkan metode pembelajaran edukatif sekaligus menghibur.
"Kami sangat mendukung program ini karena memberikan nilai tambah bagi pendidikan karakter anak-anak. Metode belajar sambil berkreasi seperti ini membuat siswa sangat antusias," tuturnya.


Melalui program "Celengan Kreatif: Menabung dan Berkarya Bersama Anak SD", diharapkan siswa kelas I dan II SD Negeri 2 Karanganom mampu memahami pentingnya menabung sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain memperoleh pengetahuan baru, siswa juga membawa pulang hasil karya berupa celengan yang telah mereka hias sendiri sebagai pengingat untuk mulai membiasakan diri menabung di rumah. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus penutup rangkaian program kerja individu KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta.

Penulis: Lina Dwi Fatimah
Mahasiswa KKN UNISRI Laksanakan English Conversation Skill Class bagi Siswa SMP Negeri 2 Tangen, Sragen

Mahasiswa KKN UNISRI Laksanakan English Conversation Skill Class bagi Siswa SMP Negeri 2 Tangen, Sragen

Mahasiswa KKN UNISRI Laksanakan English Conversation Skill Class bagi Siswa SMP Negeri 2 Tangen, Sragen

 

(Sumber: Ester Saur Maulina Sinaga)

Ngrombo, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Kelompok 85 di Desa Ngrombo, Tangen, Bryna Dhieva Rahmadanienna melaksanakan program kerja individu berupa English Conversation Skill Class dengan tema “Kindness Begins with Me” di SMP Negeri 2 Tangen, (Jum'at, 31/07/2026). Kegiatan ini ditujukan kepada siswa kelas 8 terkhususnya siswa kelas 8C sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan Bahasa Inggris bagi siswa sebagai salah satu keterampilan yang dapat menunjang proses pembelajaran maupun komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Selain kemampuan berbahasa, pembelajaran juga diarahkan agar siswa dapat memahami penggunaan Bahasa Inggris melalui tema yang dekat dengan kehidupan mereka, yaitu tentang kebaikan dan pengalaman yang pernah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan dari kegiatan English Conversation Skill Class ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa mengenai Simple Past Tense serta melatih kemampuan mereka dalam menggunakan Bahasa Inggris dengan percaya diri. Melalui tema “Kindness Begins with Me”, siswa diajak untuk menceritakan pengalaman mereka dalam melakukan kebaikan menggunakan kalimat sederhana dalam bentuk lampau.

Kegiatan ini memberikan manfaat bagi siswa, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan Simple Past Tense, menambah kosakata Bahasa Inggris, serta meningkatkan keberanian siswa untuk berbicara menggunakan Bahasa Inggris. Selain itu, tema yang digunakan diharapkan dapat mendorong siswa untuk menyadari bahwa tindakan sederhana seperti membantu teman, mengucapkan terima kasih, atau memberikan pertolongan merupakan bentuk kebaikan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama pelaksanaan kegiatan, suasana pembelajaran berlangsung dengan cukup aktif dan interaktif. Siswa mengikuti materi yang diberikan dan terlibat dalam aktivitas menulis cerita tentang kebaikan yang pernah mereka lakukan menggunakan Simple Past Tense. Beberapa siswa juga berani mencoba menyampaikan cerita pengalaman mereka di depan teman-temannya. Meskipun terdapat beberapa siswa yang masih merasa ragu untuk berbicara dalam Bahasa Inggris, suasana pembelajaran tetap berlangsung dengan menyenangkan dan siswa secara bertahap mulai lebih percaya diri untuk berpartisipasi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap siswa tidak hanya memahami materi Simple Past Tense, tetapi juga dapat menggunakan Bahasa Inggris dengan lebih percaya diri dalam situasi sederhana. Nilai “Kindness Begins with Me” juga diharapkan dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran Bahasa Inggris tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memberikan nilai positif bagi pembentukan sikap dan karakter siswa.

Kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris diharapkan dapat menggunakan metode yang interaktif dan menggunakan tema yang dekat dengan kehidupan siswa agar dapat terus dikembangkan dan lebih bervariasi. Dengan demikian, siswa dapat belajar Bahasa Inggris dengan suasana yang menyenangkan sekaligus memperoleh pengalaman yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri mereka.


Penulis: Bryna Dhieva Rahmadanienna 

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

Cerdas dan Tertib di Jalan: Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Rambu-Rambu Lalu Lintas kepada Siswa SD Negeri 01 Karanganom

Cerdas dan Tertib di Jalan: Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Rambu-Rambu Lalu Lintas kepada Siswa SD Negeri 01 Karanganom


Cerdas dan Tertib di Jalan: Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Rambu-Rambu Lalu Lintas kepada Siswa SD Negeri 01 Karanganom
Sumber foto : Rizaldi Setyo Prabowo 

Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dengan tema besar "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen" Tahun Akademik 2025/2026, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan berbagai program kerja individu maupun kelompok sesuai kebutuhan desa.

Salah satunya adalah program kerja individu berjudul "Pengenalan Rambu-Rambu Lalu Lintas pada Anak Sekolah Dasar" yang dilaksanakan oleh Rizaldi Setyo Prabowo bersama siswa-siswi kelas 5 SD Negeri 01 Karanganom, Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, pada akhir Juli 2026.

Belajar Sejak Dini demi Keselamatan
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa sekolah dasar mengenai pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas, mengenali berbagai jenis rambu beserta artinya, serta menumbuhkan kebiasaan tertib berlalu lintas sejak usia dini demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di ruang kelas 5 SD Negeri 01 Karanganom, Rizaldi menyampaikan edukasi mengenai macam-macam rambu lalu lintas yang sering dijumpai di lingkungan sekitar, seperti rambu peringatan, rambu larangan, rambu perintah, dan rambu petunjuk.

Materi disampaikan dengan cara menampilkan gambar-gambar rambu lalu lintas melalui media pembelajaran sederhana, menjelaskan arti dan fungsi masing-masing rambu, serta mengajak siswa untuk berperan aktif melalui sesi tanya jawab dan permainan edukatif seputar keselamatan berlalu lintas. Selain itu, Rizaldi juga membagikan pengetahuan mengenai cara menyeberang jalan yang aman dan pentingnya berjalan di trotoar.

Siswa-siswi kelas 5 SD Negeri 01 Karanganom terlihat antusias mengikuti kegiatan, bahkan sebagian besar dari mereka aktif menjawab pertanyaan dan menceritakan pengalaman mereka saat berangkat maupun pulang sekolah.

Sumber foto: Rizaldi 

Hasil dan Capaian

Melalui kegiatan ini, pemahaman siswa kelas 5 SD Negeri 01 Karanganom mengenai rambu-rambu lalu lintas kini meningkat, dengan lebih mengenali berbagai jenis rambu beserta artinya. Diberikan pula pengetahuan mengenai cara berlalu lintas yang aman, seperti menyeberang di zebra cross, berjalan di trotoar, serta selalu memperhatikan rambu saat berada di jalan.
Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar dan bermanfaat. Edukasi semacam ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan tertib berlalu lintas sejak dini pada diri siswa, sehingga tercipta generasi yang lebih sadar dan disiplin dalam berlalu lintas di masa mendatang.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNISRI berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi Desa Karanganom, sekaligus mendukung tercapainya tujuan besar KKN-PPM, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan melalui sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat di Kabupaten Sragen.

Penulis: Rizaldi Setyo Prabowo 
Bijak Uang Saku Sejak Sekolah, Mahasiswa KKN UNISRI Beri Edukasi Efisiensi Keuangan bagi Siswa SMKN 1 Miri

Bijak Uang Saku Sejak Sekolah, Mahasiswa KKN UNISRI Beri Edukasi Efisiensi Keuangan bagi Siswa SMKN 1 Miri

SOSIALISASI EFISIENSI KEUANGAN : PENGELOLAAN UANG SAKU PADA SISWA MENENGAH ATAS/KEJURUAN

      Sumber foto : Ginolla Dwika Wijayadi 

MIRI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Kelompok 34 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Ginolla Dwika Wijayadi, menggelar sosialisasi literasi keuangan bertajuk "Efisiensi Keuangan: Pengelolaan Uang Saku Pada Siswa Menengah Atas/Kejuruan" di SMK Negeri 1 Miri, Kabupaten Sragen, Kamis (24/7/2026). Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran para siswa dalam mengelola keuangan secara bijak guna mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, perkuliahan, maupun wirausaha pasca-kelulusan.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–10.00 WIB ini diisi oleh mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISRI. Dalam pemaparannya, Ginolla menekankan bahwa efisiensi keuangan bukan berarti bersikap hemat secara berlebihan atau pelit, melainkan kemampuan memanfaatkan dana secara tepat sasaran sesuai skala prioritas tanpa perilaku konsumtif. Para siswa diajak membedakan secara cermat antara kebutuhan pokok dan keinginan yang bersifat pemenuhan gaya hidup.

Guna memberikan gambaran konkret, tim KKN menyajikan simulasi studi kasus pengalokasian uang saku harian sebesar Rp20.000. Dalam skenario tersebut, dicontohkan seorang siswa yang membelanjakan uangnya untuk membeli es kopi seharga Rp15.000 dan makanan ringan Rp10.000, sehingga mengalami defisit Rp5.000. Simulasi ini memberikan pemahaman faktual bahwa permasalahan finansial sering kali bukan disebabkan oleh minimnya pendapatan atau uang saku, melainkan akibat pengeluaran yang tidak terkontrol.

Dokumentasi mahasiswa KKN PPM UNISRI melakukan pemaparan materi di SMK Negeri 1 Miri ( Ginolla Dwika Wijayadi)


Sebagai langkah praktis, Ginolla membagikan lima strategi utama pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari:
1. Membedakan Kebutuhan dan Keinginan: Memprioritaskan alokasi dana untuk konsumsi, transportasi, dan alat tulis sebelum menuruti keinginan seperti membeli kosmetik, top-up gim, nongkrong, atau membeli minuman kekinian.
2. Menabung Secara Konsisten: Membiasakan alokasi tabungan harian; misalnya menyisihkan Rp5.000 per hari yang berpotensi terkumpul menjadi Rp150.000 dalam sebulan atau Rp1,8 juta dalam setahun.
3. Mencatat Pengeluaran: Memanfaatkan buku saku atau aplikasi smartphone untuk merekam alokasi uang saku, biaya makan, dan pulsa agar dapat dievaluasi secara berkala.
4. Menghindari Perilaku Konsumtif (FOMO): Menahan diri dari dorongan membeli barang hanya karena mengikuti tren atau ajakan teman demi menjaga stabilitas finansial.
5. Membangun Dana Darurat: Menyisihkan dana cadangan untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga, seperti perbaikan kendaraan atau kebutuhan mendadak sekolah, tanpa bergantung pada pinjaman.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa diajak merefleksikan manfaat pencatatan keuangan harian serta dampak kebiasaan menabung terhadap pencapaian target masa depan. Sebagai bentuk apresiasi, tim KKN memberikan bingkisan (gift) kepada para siswa yang berani tampil dan berpartisipasi aktif.

Rangkaian sosialisasi ditutup dengan penyerahan apresiasi kepada pihak sekolah dan komitmen bersama siswa untuk menerapkan pola hidup hemat serta terencana. Melalui edukasi ini, para siswa SMKN 1 Miri diharapkan mampu membangun kemandirian dan tanggung jawab finansial sejak dini demi menyongsong masa depan yang lebih sejahtera.

Penulis: Ginolla Dwika Wijayadi

Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done