LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasikan Strategi Pesan untuk Tingkatkan Pelayanan UMKM melalui WhatsApp dan Media Sosial

Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasikan Strategi Pesan untuk Tingkatkan Pelayanan UMKM melalui WhatsApp dan Media Sosial

 

Sumber foto: Melly Angelina Saputri

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan mengenai strategi pesan untuk meningkatkan kualitas pelayanan produk UMKM melalui WhatsApp dan media sosial. Kegiatan ini ditujukan kepada ibu-ibu PKK di salah satu desa di Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja individu mahasiswa KKN UNISRI yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM, mengenai pentingnya komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Pemilihan topik ini didasarkan pada penggunaan WhatsApp dan media sosial yang semakin banyak dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk menawarkan produk dan berkomunikasi dengan konsumen.

Dalam kegiatan sosialisasi, peserta diberikan pemahaman mengenai cara menyampaikan pesan kepada pelanggan dengan bahasa yang jelas, sopan, ramah, dan mudah dipahami. Peserta juga diperkenalkan dengan pentingnya memberikan respons yang cepat serta memberikan informasi produk secara lengkap agar pelanggan merasa lebih nyaman ketika melakukan komunikasi melalui media digital.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga disertai dengan pendampingan dan contoh sederhana mengenai cara membuat pesan promosi dan pelayanan melalui WhatsApp. Peserta diberikan gambaran mengenai perbedaan antara pesan yang kurang efektif dengan pesan yang lebih menarik dan informatif.

Sebagai contoh, ketika pelanggan menanyakan harga suatu produk, pelaku UMKM tidak hanya perlu menjawab nominal harga, tetapi juga dapat memberikan informasi tambahan seperti jenis produk, ukuran, pilihan rasa atau varian, ketersediaan barang, serta cara pemesanan. Penyampaian informasi yang lengkap dapat membantu pelanggan mendapatkan jawaban tanpa harus bertanya berulang kali.

Materi juga membahas penggunaan media sosial sebagai sarana untuk membangun hubungan dengan pelanggan. Peserta diarahkan agar tidak hanya menggunakan media sosial untuk mengunggah foto produk, tetapi juga memperhatikan cara menulis caption, menyampaikan informasi produk, serta membangun komunikasi yang baik dengan calon pelanggan.

 

Dalam praktiknya, bahasa yang digunakan dalam komunikasi bisnis tidak harus selalu menggunakan kata-kata yang sulit atau terlalu formal. Pesan yang sederhana, ramah, dan sesuai dengan karakter pelanggan justru dapat membuat komunikasi terasa lebih dekat. Hal tersebut menjadi salah satu hal penting yang ditekankan dalam kegiatan sosialisasi.

Peserta juga diberikan pemahaman bahwa pelayanan yang baik melalui media digital dapat memberikan kesan positif terhadap suatu usaha. Respons yang sopan, informasi yang jelas, serta cara berkomunikasi yang baik dapat membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap produk yang ditawarkan.

Sumber foto: Melly Angelina Saputri

Kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini mendapat respons positif dari ibu-ibu PKK yang mengikuti kegiatan. Peserta dapat berdiskusi mengenai pengalaman mereka dalam menggunakan WhatsApp dan media sosial untuk menawarkan produk. Beberapa peserta juga dapat menyampaikan kendala yang selama ini dihadapi ketika berkomunikasi dengan pelanggan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Strategi pesan yang tepat diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memberikan pelayanan yang lebih baik, membangun hubungan yang positif dengan pelanggan, serta mendukung perkembangan pemasaran produk melalui media digital.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNISRI dalam berbagi pengetahuan dan keterampilan komunikasi yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat. Dengan pemanfaatan WhatsApp dan media sosial yang lebih baik, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas komunikasi sekaligus memberikan pelayanan yang semakin baik kepada pelanggan.


PenulisMelly Angelina Saputri



Generasi Cerdas Digital: Mahasiswa KKN Gelar Sosialisasi Edukasi Anti Boros Digital dan Bahaya Top-Up Game Online di SD Negeri 1 Ngargotirto

Generasi Cerdas Digital: Mahasiswa KKN Gelar Sosialisasi Edukasi Anti Boros Digital dan Bahaya Top-Up Game Online di SD Negeri 1 Ngargotirto

Sumber foto: Fitria Nur Apriani

SRAGEN-- Tantangan sosial yang dihadapi oleh generasi muda, khususnya Gen Alpha di tingkat sekolah dasar, kini kian bergeser ke ruang siber. Fenomena maraknya kecanduan interaksi komersial digital seperti aksi top-up atau pembelian item visual dalam game online di antaranya Roblox, Free Fire,PUBG, dan Mobile Legends menjadi perhatian serius. Guna merespon permasalahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta melangsungkan program kerja edukasi dan sosialisasi bagi siswa-siswi SD Negeri 1 Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

  

Program "Generasi Cerdas Digital: Membentengi Anak dari Boros Digital dan Bahaya Kecanduan Top-Up Game Online" (Gamer Cermat) ini dirancang sebagai langkah intervensi komunikasi strategis berbasis komunitas. Program ini bertujuan membentengi Gen Alpha dari perilaku konsumtif digital, mengedukasi esensi nilai mata uang riil, serta memutus rantai perilaku impulsif anak demi mewujudkan tumbuh kembang siswa yang sehat dan produktif.  


Dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang berlangsung secara interaktif dan menyenangkan, para siswa diajak untuk memahami esensi nilai finansial dunia nyata serta bahaya eksploitasi komersial di dalam ekosistem game digital. Mahasiswa KKN menekankan bahwa kebiasaan transaksi mandiri anak di minimarket maupun via dompet digital tanpa pengawasan dapat berkembang menjadi adiksi yang merugikan.  


Dorongan impulsif anak untuk terus membeli item digital demi gengsi antarteman sering kali berujung pada tindakan nekat seperti menyalahgunakan uang jajan, uang SPP, hingga menggunakan dana orang tua tanpa izin. Hal ini tidak hanya mengancam ketahanan finansial keluarga, tetapi juga berpotensi merusak karakter moral serta mengikis konsentrasi dan fokus belajar siswa di sekolah.

Sumber foto: Fitria Nur Apriani

Program sosialisasi ini berfokus pada empat pilar perubahan utama. Pertama, membentengi anak-anak usia sekolah dasar agar mampu memahami esensi nilai mata uang riil dan membentengi diri dari eksploitasi komersial game online sejak dini. Kedua, mencegah kerugian finansial keluarga dengan memutus rantai perilaku impulsif yang berpotensi memicu penyalahgunaan dana sekolah maupun milik orang tua.  


Ketiga, membangun kebiasaan finansial yang sehat melalui pelatihan regulasi diri (self-regulation). Siswa didorong untuk mampu menahan diri dari godaan konsumtif digital dan mengalihkan orientasi mereka pada perilaku produktif seperti menabung untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat di dunia nyata. Keempat, menjaga mentalitas dan fokus belajar anak dengan mereduksi persaingan gengsi tidak sehat berbasis kepemilikan item virtual antarteman. 

 

Antusiasme siswa SD Negeri 1 Ngargotirto terlihat sangat tinggi sepanjang jalannya sosialisasi interaktif. Pihak sekolah, termasuk Kepala Sekolah, para guru, dan sesama peserta KKN memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Pihak sekolah menilai bahwa penyuluhan preventif berbasis edukasi komunikasi ini sangat relevan dan krusial dalam membentengi karakter anak sejak dini. 

 

Melalui sinergi yang harmonis antara mahasiswa KKN PPM UNISRI, pihak sekolah, serta pengawasan berkelanjutan dari orang tua di rumah, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi masa depan Desa Ngargotirto yang cerdas memanfaatkan teknologi, bijak secara finansial, berkarakter kuat, dan fokus mengukir prestasi gemilang.


 Penulis : Fitria Nur Apriani


Mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Dorong Digitalisasi dan Penguatan Branding UMKM di Kedai Ibuk’e Lingga

Mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Dorong Digitalisasi dan Penguatan Branding UMKM di Kedai Ibuk’e Lingga

 

Sumber foto: Rosa Ananda Devi

Desa Jetis Karangpung — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) melaksanakan program kerja “Digitalisasi Menu atau Pembuatan Label Kemasan untuk Warung/UMKM Lokal” sebagai bentuk pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jetis Karangpung. Kegiatan ini dilaksanakan di Kedai Ibuk’e Lingga, dengan tujuan membantu meningkatkan daya tarik visual, identitas merek, serta pemasaran produk UMKM agar lebih mampu mengikuti perkembangan era digital.

Program kerja yang dilaksanakan pada periode Juli hingga Agustus ini, berfokus pada pembaruan aspek visual usaha yang sebelumnya masih menggunakan cara pemasaran konvensional. Melalui kegiatan pendampingan, mahasiswa KKN UNISRI membantu pelaku usaha dalam mengembangkan tampilan menu dan label kemasan yang lebih informatif, menarik, sehingga memiliki identitas usaha yang jelas.

Kedai Ibuk’e Lingga menjadi salah satu sasaran kegiatan karena memiliki potensi untuk dikembangkan, khususnya dari sisi tampilan dan strategi pemasaran. Dengan adanya identitas visual yang lebih baik, produk yang ditawarkan diharapkan dapat lebih mudah dikenali oleh konsumen sekaligus memberikan kesan usaha yang lebih profesional.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNISRI melakukan pendampingan secara langsung bersama pemilik usaha. Kegiatan diawali dengan diskusi mengenai kebutuhan dan karakteristik usaha, dilanjutkan dengan penentuan konsep visual, penyusunan informasi produk, hingga pembuatan desain menu dan/atau label kemasan. Seluruh proses dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dari pelaku usaha agar hasil yang diberikan dapat sesuai dengan kebutuhan Kedai Ibuk’e Lingga.


Sumber foto: Rosa Ananda Devi

Program pendampingan ini diharapkan tidak hanya memberikan perubahan pada tampilan usaha, tetapi juga dapat meningkatkan nilai jual produk serta memperluas jangkauan promosi secara digital. Identitas visual yang konsisten dapat menjadi salah satu langkah awal bagi UMKM untuk membangun branding yang lebih kuat dan meningkatkan daya saing di tengah perkembangan pemasaran digital.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) dalam membantu masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Desa Jetis Karangpung. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan pelaku usaha diharapkan dapat menciptakan hasil yang bermanfaat dan dapat terus digunakan oleh pelaku UMKM setelah kegiatan KKN selesai.

Melalui program Digitalisasi Menu dan Pembuatan Label Kemasan untuk UMKM Lokal, mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi berharap Kedai Ibuk’e Lingga dan pelaku UMKM lainnya di Desa Jetis Karangpung dapat semakin siap memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi, memiliki identitas usaha yang lebih menarik dan mudah dikenali, serta mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Penulis: Rosa Ananda Devi

Yuk Gemar Menabung: Mahasiswa KKN Edukasi Pentingnya Menabung Sejak Dini kepada Siswa SDN 1 dan SDN 3 Galeh

Yuk Gemar Menabung: Mahasiswa KKN Edukasi Pentingnya Menabung Sejak Dini kepada Siswa SDN 1 dan SDN 3 Galeh

 

Sumber foto:  Nathasya Niluh Asila Wulandari 

GALEH – Kebiasaan menabung merupakan salah satu bentuk pembelajaran sederhana yang penting dikenalkan kepada anak sejak usia dini. Melalui kebiasaan menabung, anak tidak hanya belajar menyimpan uang, tetapi juga belajar untuk disiplin, konsisten, mandiri, serta memahami bagaimana menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan. Hal tersebut menjadi dasar pelaksanaan program kerja individu mahasiswa KKN Nathasya Niluh Asila Wulandari melalui kegiatan edukasi bertajuk “Yuk Gemar Menabung”.

Kegiatan edukasi ini dilaksanakan di SDN 1 Galeh kepada siswa kelas 3 dan SDN 3 Galeh kepada siswa kelas 4. Program tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada siswa mengenai pengertian menabung, alasan pentingnya menabung, perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta cara menabung yang baik. Materi disampaikan dengan pendekatan sederhana agar dapat dipahami dan diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Pada awal kegiatan, siswa dikenalkan dengan pengertian menabung. Menabung merupakan kebiasaan menyisihkan sebagian uang secara rutin untuk disimpan dan digunakan di kemudian hari. Uang yang ditabung dapat berasal dari uang saku harian. Siswa diberikan pemahaman bahwa menabung tidak harus dilakukan dengan jumlah yang besar, melainkan dapat dimulai sedikit demi sedikit dengan dilakukan secara rutin.

Pemahaman tersebut penting karena anak pada usia sekolah mulai mengenal penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari. Uang saku yang diterima dapat digunakan untuk berbagai keperluan, tetapi siswa juga perlu memahami bahwa tidak seluruh uang yang dimiliki harus langsung dihabiskan. Sebagian uang dapat disisihkan untuk ditabung sehingga dapat digunakan kembali ketika diperlukan atau untuk mencapai suatu tujuan di kemudian hari.

Selanjutnya, siswa diberikan pemahaman mengenai manfaat menabung. Dalam materi, menabung dijelaskan sebagai salah satu cara untuk melatih kedisiplinan karena siswa dibiasakan menyisihkan uang secara rutin. Selain itu, menabung juga dapat melatih kemandirian karena siswa belajar mengambil keputusan mengenai penggunaan uang yang dimiliki. Tabungan juga dapat membantu siswa mencapai sesuatu yang diinginkan melalui usaha sendiri serta mengajarkan bahwa sebagian uang yang dimiliki dapat digunakan untuk membantu orang lain.

Materi kemudian diarahkan pada pembahasan mengenai kebutuhan dan keinginan. Siswa diajak memahami bahwa kebutuhan merupakan sesuatu yang diperlukan, seperti alat tulis untuk sekolah, buku pelajaran, dan bekal makan sehat. Sementara itu, keinginan merupakan sesuatu yang ingin dimiliki atau dinikmati, seperti mainan, jajanan, es krim, aksesori, maupun stiker.

Pembahasan mengenai kebutuhan dan keinginan menjadi salah satu bagian penting dalam edukasi, karena siswa perlu belajar menentukan prioritas ketika menggunakan uang. Dengan memahami perbedaannya, siswa diharapkan dapat lebih mempertimbangkan sebelum membeli sesuatu dan tidak terbiasa menggunakan seluruh uang yang dimiliki hanya untuk memenuhi keinginan.

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, kegiatan dilengkapi dengan kuis sederhana. Siswa diberikan beberapa contoh benda, kemudian diminta menentukan apakah benda tersebut termasuk kebutuhan atau keinginan. Contoh yang diberikan antara lain pensil dan buku tulis, es krim, buku pelajaran, serta mainan. Melalui kuis tersebut, siswa dapat menguji pemahaman mereka sekaligus belajar melalui situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Selain memahami alasan menabung, siswa juga diberikan materi mengenai cara menabung yang baik. Terdapat beberapa langkah yang diperkenalkan, yaitu menentukan tujuan menabung, melakukan kegiatan menabung secara rutin, mencatat uang yang telah ditabung, serta menyisihkan uang tabungan di awal sebelum digunakan untuk jajan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa menabung membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, bukan hanya dilakukan sesekali.

Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diajak untuk memahami bahwa memiliki tujuan dapat membantu seseorang lebih konsisten dalam menabung. Tujuan tersebut dapat berupa sesuatu yang ingin dicapai melalui uang yang dikumpulkan. Dengan adanya tujuan, siswa dapat memahami alasan mengapa sebagian uang perlu disimpan dan tidak langsung digunakan.

Untuk melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan, kegiatan dilanjutkan dengan pertanyaan “Benar atau Salah”. Siswa diberikan beberapa pernyataan mengenai kebiasaan menabung, seperti apakah menabung cukup dilakukan sesekali, pentingnya mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan sebelum membeli sesuatu, serta manfaat tabungan dalam membantu mencapai tujuan atau impian.

Selain penyampaian materi dan kuis, siswa juga diberikan cerita sederhana mengenai seorang siswa yang membiasakan diri menyisihkan sebagian uang sakunya setiap hari. Meskipun jumlah yang ditabung pada awalnya sedikit, kebiasaan tersebut dilakukan secara rutin hingga tabungannya terkumpul. Cerita tersebut memberikan gambaran kepada siswa bahwa hasil dari menabung tidak selalu terlihat secara langsung, tetapi dapat menjadi lebih berarti apabila dilakukan secara konsisten.

Sumber foto:  Nathasya Niluh Asila Wulandari 

Melalui kegiatan “Yuk Gemar Menabung”, siswa tidak hanya diajak mengetahui bahwa menabung merupakan kebiasaan yang baik, tetapi juga memahami alasan dan cara menerapkannya. Edukasi tersebut menekankan bahwa membangun kebiasaan menabung membutuhkan kedisiplinan untuk menyisihkan uang secara rutin serta kemampuan dalam membedakan kebutuhan dan keinginan.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pengenalan literasi keuangan dasar kepada siswa melalui materi yang sederhana dan sesuai dengan kehidupan mereka. Pemahaman mengenai penggunaan uang sejak usia dini diharapkan dapat membantu siswa membangun kebiasaan yang lebih bijak dalam mengelola uang saku.

Program edukasi yang dilaksanakan oleh Nathasya Niluh Asila Wulandari di SDN 1 Galeh dan SDN 3 Galeh diharapkan tidak berhenti pada pemahaman selama kegiatan berlangsung. Siswa diharapkan dapat menerapkan kebiasaan menabung secara rutin dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menyisihkan sebagian uang saku hingga mempertimbangkan kembali kebutuhan sebelum melakukan pembelian.

Pada akhirnya, kegiatan “Yuk Gemar Menabung” mengajarkan bahwa kebiasaan baik dapat dimulai dari langkah sederhana. Menabung tidak harus dimulai dengan jumlah yang besar, tetapi dapat dilakukan sedikit demi sedikit dengan konsisten. Dengan membangun kebiasaan tersebut sejak dini, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin, mandiri, dan bijak dalam menggunakan uang.

Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam materi, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin dapat memberikan hasil yang lebih besar di kemudian hari.


Penulis: Nathasya Niluh Asila Wulandari 

 



Permudah Akses Layanan Desa, Mahasiswa KKN UNISRI Luncurkan Buku  Saku Digital Layanan Administrasi bagi Warga Desa Karanganom

Permudah Akses Layanan Desa, Mahasiswa KKN UNISRI Luncurkan Buku Saku Digital Layanan Administrasi bagi Warga Desa Karanganom

 

Penyerahan scan barcode buku saku digital kepada bapak sekretaris desa
Sumber Foto: PDD KKN Kelompok 66

Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dengan tema besar “Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen” Tahun Akademik 2026/2027, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan berbagai program kerja individu maupun kelompok sesuai kebutuhan desa.

Salah satunya adalah program kerja individu berjudul “Buku Saku Digital Layanan Administrasi Desa” yang dilaksanakan oleh Elsa Anita di Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, pada 31 Juli 2026.

Mempermudah Warga Mengakses Informasi Layanan Desa

Program ini, bertujuan untuk mempermudah warga Desa Karanganom dalam memperoleh informasi mengenai jenis-jenis layanan administrasi desa, seperti persyaratan pengurusan surat keterangan, prosedur pelayanan, serta alur pengajuan dokumen kependudukan, tanpa harus berulang kali bertanya langsung kepada perangkat desa. Sasaran utama kegiatan ini adalah perangkat Desa Karanganom dan masyarakat umum yang menggunakan layanan administrasi desa sehari-hari.

Buku saku digital ini disusun dalam format yang ringkas, mudah diakses melalui perangkat gawai (smartphone), dan memuat informasi seputar jenis-jenis surat, persyaratan administrasi, alur pengurusan, hingga kontak pelayanan desa. Dengan format digital, informasi dapat diperbarui sewaktu-waktu dan dibagikan secara luas melalui grup komunikasi warga maupun media sosial desa.

Buku saku ini tersedia dalam dua bentuk, yaitu versi digital yang dapat diakses melalui pemindaian kode QR, serta versi fisik berupa buku saku kecil yang diletakkan di kantor desa. Penyediaan dua bentuk ini bertujuan agar informasi layanan administrasi dapat dijangkau oleh seluruh lapisan warga, baik yang terbiasa menggunakan gawai maupun yang lebih nyaman membaca buku cetak, khususnya bagi warga lanjut usia.

Sosialisasi manfaat dan cara penggunaan buku saku digital di balai desa Karanganom

Sumber Foto: PDD KKN Kelompok 66 


Pelaksanaan dan Sosialisasi Program

Kegiatan diawali dengan pengumpulan data mengenai jenis-jenis layanan administrasi yang tersedia di Desa Karanganom, dilanjutkan dengan penyusunan konten buku saku digital bersama perangkat desa agar informasi yang disajikan akurat dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Buku saku digital yang telah rampung kemudian diserahkan secara simbolis kepada perangkat Desa Karanganom dalam bentuk media berisi tautan dan kode QR yang dapat dipindai untuk mengakses informasi layanan administrasi desa.

Sosialisasi program dilaksanakan pada 31 Juli 2026 dan diikuti oleh sekitar 40 orang ibu-ibu PKK Desa Karanganom. Dalam kegiatan tersebut, Elsa Anita menjelaskan cara mengakses buku saku digital melalui pemindaian kode QR, jenis-jenis layanan administrasi yang tercakup di dalamnya, serta manfaat penggunaannya dalam mempercepat pengurusan dokumen di kantor desa.

Ibu-ibu PKK yang mengikuti sosialisasi menyambut baik program ini karena dinilai memudahkan proses pencarian informasi layanan administrasi, khususnya bagi warga yang belum familiar dengan alur pengurusan surat-menyurat di kantor desa.

Percobaan penggunaan barcode setelah sosialisasi kepada Ibu PKK Desa Karanganom 
Sumber Foto: PDD KKN Kelompok 66

Hasil dan Capaian

Melalui program ini, tersedia sebuah buku saku digital layanan administrasi desa yang dapat diakses secara mudah oleh perangkat desa maupun masyarakat Desa Karanganom. Keberadaan buku saku ini diharapkan dapat mengurangi kebingungan warga terkait persyaratan dan prosedur administrasi, sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan di kantor desa.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNISRI berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi Desa Karanganom, sekaligus mendukung tercapainya tujuan besar KKN-PPM, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan melalui sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat di Kabupaten Sragen.


Penulis: Elsa Anita

Sulap Kawat Bulu Jadi Cuan: Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Ibu-Ibu PKK Karangpelem Berkarya Cerdas dan Berwirausaha

Sulap Kawat Bulu Jadi Cuan: Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Ibu-Ibu PKK Karangpelem Berkarya Cerdas dan Berwirausaha


Pemaparan materi berwirausaha melalui tayangan PPT kepada ibu-ibu PKK

Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dengan tema besar "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen" Tahun Akademik 2025/2026, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan berbagai program kerja individu maupun kelompok sesuai kebutuhan desa.

Salah satunya adalah program kerja individu berjudul "Pelatihan Pembuatan Bros Bunga dan Pita dari Kawat Bulu sebagai Peluang Usaha Kreatif" yang dilaksanakan oleh Nisa Nur Adila bersama ibu-ibu PKK RT 05 Dukuh Karangpelem, Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, pada akhir Juli 2026.

Mengasah Kreativitas, Membuka Peluang Usaha

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah bahan sederhana menjadi produk kerajinan tangan yang bernilai jual, sekaligus menumbuhkan jiwa berwirausaha di tengah masyarakat Dukuh Karangpelem.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK RT 05 Dukuh Karangpelem, Nisa mengawali sosialisasi dengan memaparkan materi melalui tayangan PowerPoint (PPT) mengenai konsep dasar berwirausaha, peluang usaha kerajinan tangan, serta langkah-langkah pembuatan bros bunga dan pita dari kawat bulu (chenille wire).

Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktek secara langsung. Ibu-ibu PKK diajak membentuk kawat bulu menjadi bros bunga dan pita yang kemudian dirangkai dan dihias menjadi aksesori siap pakai. Nisa turut mendampingi setiap peserta agar hasil karya yang dibuat rapi dan menarik.

Ibu-ibu PKK RT 05 Dukuh Karangpelem terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, bahkan sebagian besar dari mereka aktif bertanya seputar teknik merangkai kawat bulu maupun peluang pemasaran produk yang telah dibuat.

Hasil dan Capaian

Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK RT 05 Dukuh Karangpelem berhasil menciptakan berbagai bros bunga dan pita dari kawat bulu dengan bentuk dan warna yang beragam. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga membuka wawasan baru mengenai potensi usaha rumahan yang dapat dikembangkan dari kerajinan sederhana.

Nisa Nur Adila memaparkan program "Kreatif Berkarya, Cerdas Berwirausaha" di hadapan ibu-ibu PKK Dukuh Karangpelem

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Pelatihan semacam ini diharapkan dapat mendorong ibu-ibu PKK untuk terus berkarya secara kreatif dan mandiri, sehingga mampu menciptakan peluang usaha baru yang dapat menunjang perekonomian keluarga.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNISRI berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi Desa Karanganom, sekaligus mendukung tercapainya tujuan besar KKN-PPM, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan melalui sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat di Kabupaten Sragen.

Ibu-ibu PKK RT 05 Dukuh Karangpelem menunggu dimulainya kegiatan sosialisasi


Penulis: Nisa Nur Adila

Tumbuhkan Jiwa Usaha Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Pengenalan Kewirausahaan Cilik di PAUD Kartini Jetiskarangpun

Tumbuhkan Jiwa Usaha Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Pengenalan Kewirausahaan Cilik di PAUD Kartini Jetiskarangpun

Tumbuhkan Jiwa Usaha Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Pengenalan Kewirausahaan Cilik di PAUD Kartini Jetiskarangpun

Dok.Anjas Pramudyo Irawan


SRAGEN — Dalam upaya membentuk karakter mandiri dan mengedukasi anak-anak mengenai dasar-dasar ekonomi sejak usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Anjas Pramudyo Irawan, menyelenggarakan program "Pengenalan Kewirausahaan Cilik untuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini".

Kegiatan interaktif ini dilaksanakan pada Kamis (23/7/2026) pukul 08.00 WIB bertempat di PAUD Kartini Jetiskarangpun, Kelurahan Jetiskarangpun, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Program diawali dengan koordinasi bersama pihak pengelola PAUD untuk merancang skenario pembelajaran berbasis bermain yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini.
Dokumentasi media pembelajaran
 ( uang mainan)


Materi kewirausahaan disampaikan secara sederhana menggunakan pendekatan komunikatif. Anak-anak diajak mengenal konsep dasar transaksi seperti peran penjual dan pembeli, pertukaran barang, serta fungsi uang melalui simulasi jual beli langsung. Dalam simulasi tersebut, media uang mainan nominal Rp20.000,00 dan aneka jajanan anak senilai total Rp100.000,00 digunakan sebagai alat peraga transaksi.

Anak-anak tampak antusias bergantian memerankan penjual dan pembeli. Selain mempraktikkan cara melakukan pembayaran dan menerima barang, aktivitas ini dilatih untuk mengasah keberanian, rasa percaya diri, kejujuran, serta keterampilan berinteraksi dan mengantre secara tertib.

Dok.Anjas Pramudyo Irawan



Rangkaian acara ditutup dengan sesi tanya jawab santai untuk mengukur pemahaman anak, dilanjutkan dengan dokumentasi kegiatan. Melalui program ini, diharapkan benih karakter kewirausahaan seperti kemandirian, tanggung jawab, dan keberanian mencoba dapat tertanam kuat dalam diri anak-anak sejak dini.

Penulis : Anjas Pramudyo Irawan



Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga Desa Bendo, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Pengawasan Gadget Anak

Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga Desa Bendo, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Pengawasan Gadget Anak

Sumber foto: Arya Rizky Putranto

Bendo – (8/8)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Arya Rizky Putranto, sukses menggelar kegiatan sosialisasi edukatif bertajuk “Ibu Cerdas, Keluarga Bahagia” di Balai Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, pada Sabtu (8/8). Program kerja individu ini dirancang khusus untuk memperkuat pemahaman warga, khususnya ibu-ibu, dalam mengelola keuangan rumah tangga agar terhindar dari maraknya bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal, sekaligus memberikan pendampingan teknis pengawasan pemakaian gadget pada anak menggunakan aplikasi Google Family Link.

 

Sebanyak 65 ibu-ibu Desa Bendo tampak memenuhi ruangan sejak pukul 13.00 WIB dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias. Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan ice breaking interaktif berupa permainan “tebak alur judul”. Sesi awal yang santai ini terbukti efektif mencairkan suasana, membangun fokus peserta, serta memantik pola pikir kritis ibu-ibu mengenai respons terhadap situasi dan perilaku di era digitalisasi sebelum melangkah ke pemaparan materi utama.

 

Masuk pada sesi materi inti, mahasiswa KKN memaparkan pentingnya manajemen keuangan keluarga yang terencana demi menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Penjelasan difokuskan pada pemahaman risiko besar di balik jebakan pinjaman online ilegal serta tips selektif dalam mengambil keputusan finansial. Penyampaian materi dikemas secara komunikatif menggunakan contoh-contoh praktis sehari-hari sehingga memudahkan para peserta dalam menyerap nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kehati-hatian dalam mengelola dana keluarga.

 

Selain edukasi finansial, sosialisasi ini juga membekali para ibu dengan kemampuan teknis pengawasan digital. Mahasiswa mendampingi dan mengedukasi peserta mengenai pentingnya membatasi serta memantau durasi penggunaan gadget anak demi mencegah kecanduan media sosial atau dampak negatif internet. Melalui pengenalan fungsi aplikasi Google Family Link, ibu-ibu diajarkan cara menerapkan pendampingan digital yang sehat di lingkungan keluarga masing-masing.

 

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan sangat komunikatif dan diakhiri dengan sesi penyimpulan materi serta diskusi tanya jawab. Para peserta aktif membagikan pengalaman pribadi mereka seputar pengawasan anak dan pengelolaan uang belanja sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu di Desa Bendo dapat menjadi benteng utama keluarga yang makin cerdas secara finansial dan bijak dalam mengawal perkembangan anak di era digital.

 

Penulis : Arya Rizky Putranto

Mahasiswa KKN Dampingi UMKM Desa Pilangsari Tingkatkan Visibilitas Usaha melalui Google Maps dan Branding

Mahasiswa KKN Dampingi UMKM Desa Pilangsari Tingkatkan Visibilitas Usaha melalui Google Maps dan Branding

Sumber foto:  Ardhana Reswari Parahita Milandra

PILANGSARI – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan pendampingan digitalisasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pilangsari, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, pada Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja individu yang berfokus pada pendampingan pendaftaran usaha melalui Google Maps serta pembuatan logo sebagai upaya meningkatkan identitas dan visibilitas UMKM di lingkungan digital.


Pendampingan dilakukan secara langsung kepada pelaku UMKM dengan memberikan penjelasan mengenai pentingnya keberadaan usaha di Google Maps. Melalui pendaftaran tersebut, lokasi usaha dapat lebih mudah ditemukan oleh masyarakat, khususnya calon pelanggan yang mencari produk atau tempat usaha melalui layanan peta digital.


Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga membantu proses pendaftaran secara langsung. Hal ini dilakukan karena sebagian pelaku UMKM masih mengalami kesulitan dalam menggunakan teknologi digital dan belum mengetahui tahapan untuk mendaftarkan usahanya agar dapat muncul di Google Maps.


Salah satu pelaku UMKM mengaku senang dan terbantu dengan adanya pendampingan tersebut. Ia mengatakan bahwa sebelumnya dirinya belum mengetahui bagaimana cara mendaftarkan usahanya di Google Maps.


"Saya senang bisa dibantu didaftarkan di Google Maps, karena sebelumnya saya tidak tahu caranya," ungkap salah satu pelaku UMKM.

Sumber foto: Ardhana Reswari Parahita Milandra

Selain membantu pendaftaran Google Maps, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan dalam pembuatan logo usaha. Logo tersebut diharapkan dapat menjadi identitas visual yang lebih mudah dikenali oleh konsumen serta dapat digunakan pada media promosi dan kemasan produk.


Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendorong pelaku UMKM Desa Pilangsari agar mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Dengan adanya identitas usaha yang lebih jelas dan lokasi yang mudah ditemukan secara daring, UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan daya saing usaha.


Melalui kegiatan pendampingan ini, mahasiswa KKN berharap pelaku UMKM dapat memanfaatkan Google Maps sebagai sarana untuk memperkenalkan lokasi usaha sekaligus mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung keberlangsungan dan perkembangan usahanya.


Penulis: Ardhana Reswari Parahita Milandra

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Warnai Celengan, Warnai Masa Depan: Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Literasi Keuangan lewat Gerakan Gemar Menabung bagi Siswa SD Negeri Ngargotirto 1

Warnai Celengan, Warnai Masa Depan: Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Literasi Keuangan lewat Gerakan Gemar Menabung bagi Siswa SD Negeri Ngargotirto 1

 

Sumber foto: Chatryna Lindu Irvanti, Naufal Athiya Primananda, S.M., M.M.

SUMBERLAWANG — Literasi keuangan merupakan salah satu bekal penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini agar generasi muda mampu mengelola keuangan secara bijak di kemudian hari. Untuk mendukung hal tersebut, Chatryna Lindu Irvanti selaku mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Studi Manajemen Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan program kerja berupa edukasi literasi keuangan melalui Gerakan Gemar Menabung bagi siswa SD Negeri Ngargotirto 1, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

 

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (05/08/2026) ini menyasar siswa kelas 5 dan berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Naufal Athiya Primananda, S.M., M.M. Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya menabung sejak dini sekaligus membentuk kebiasaan hemat dan bertanggung jawab dalam mengelola uang. Kegiatan berlangsung dengan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

 

Memahami Pentingnya Menabung Sejak Dini

Materi yang disampaikan mengacu pada bahan ajar bertajuk "Pentingnya Menabung dalam Kehidupan" yang disusun mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi. Dalam materi tersebut, menabung dijelaskan sebagai kegiatan menyisihkan sebagian uang yang dimiliki untuk disimpan dan digunakan pada waktu yang akan datang. Siswa juga diajak memahami alasan mengapa harus menabung, yaitu untuk mempersiapkan kebutuhan di masa depan, menghadapi keadaan darurat, dan mencapai tujuan keuangan.

 

Selain itu, materi turut menguraikan sejumlah manfaat menabung, di antaranya menyiapkan kebutuhan masa depan, melatih hidup hemat, menghindari pemborosan, dan menyediakan dana darurat. Siswa juga diperkenalkan dengan berbagai tempat untuk menabung, seperti celengan, koperasi sekolah, maupun bank yang menyediakan layanan tabungan, serta diingatkan mengenai dampak apabila tidak membiasakan diri menabung, yakni kesulitan memenuhi kebutuhan mendadak dan kurang siap menghadapi kebutuhan di masa depan.

"Menabung sejak dini dapat membentuk kebiasaan mengelola uang dengan baik dan meningkatkan kedisiplinan dalam menggunakan uang," demikian salah satu poin yang ditekankan dalam materi kepada siswa kelas 5.

 

Rangkaian Kegiatan: Ice Breaking, Pemaparan Materi, Kuis, dan Praktik Menabung

Kegiatan ini berlangsung dalam beberapa tahapan utama. Pertama, sesi ice breaking digelar melalui "Tepuk Gemar Menabung" untuk mencairkan suasana dan membangun antusiasme siswa kelas 5 sebelum memasuki sesi inti. Kedua, mahasiswa KKN memaparkan materi tentang pentingnya menabung sejak dini secara sederhana dan mudah dipahami, mulai dari pengertian menabung, alasan pentingnya menabung, manfaat menabung, hingga tempat-tempat yang bisa digunakan untuk menabung. Ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuis pilihan ganda yang bertujuan mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan, dengan pertanyaan seputar pengertian menabung, tempat menabung, dampak tidak menabung, hingga manfaat dan alasan pentingnya menabung sejak dini.

 

Sebagai penutup, mahasiswa KKN turut menyediakan media menabung berupa celengan yang dibagikan kepada seluruh 20 siswa yang hadir. Setiap siswa diberi kesempatan untuk mewarnai celengannya sesuai kreativitas dan selera masing-masing, dengan tujuan menumbuhkan rasa memiliki serta semangat menabung setelah mengikuti kegiatan. Melalui celengan hasil karya sendiri tersebut, siswa diharapkan lebih termotivasi untuk mempraktikkan langsung kebiasaan menabung di rumah.

 

Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka mengikuti ice breaking, semangat dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kuis, hingga kegembiraan saat mewarnai celengan masing-masing di akhir sesi. Beberapa siswa bahkan bercerita tentang kebiasaan menabung yang sudah mereka lakukan di rumah, sementara yang lain berkomitmen untuk mulai menabung secara rutin menggunakan celengan yang telah mereka warnai sendiri.

 

Dukungan Sekolah dan Harapan Perubahan

Pihak SDN Ngargotirto 1 memberikan sambutan positif terhadap program ini. Sekolah menilai bahwa inisiatif mahasiswa KKN sangat relevan untuk menumbuhkan kesadaran finansial siswa sejak usia dini sebagai bagian dari pendidikan karakter.

 

"Program seperti ini sangat membantu kami menanamkan kebiasaan baik kepada siswa, khususnya soal menabung yang memang perlu dibiasakan sejak kecil," ujar pihak sekolah.

 

Melalui program Gerakan Gemar Menabung ini, mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Surakarta berharap dapat berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran literasi keuangan sejak dini, sekaligus membekali siswa SDN Ngargotirto 1 dengan kebiasaan menabung yang akan bermanfaat bagi kemandirian dan tanggung jawab finansial mereka di masa mendatang.


Penulis: Chatryna Lindu Irvanti¹, Naufal Athiya Primananda, S.M., M.M.² 

Lawan Penipuan Keuangan, Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Ibu-Ibu Arisan di Desa Sigit

Lawan Penipuan Keuangan, Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Ibu-Ibu Arisan di Desa Sigit

 

Lawan Penipuan Keuangan, Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Ibu-Ibu Arisan di Desa Sigit

Dok.Stanislaus Chrisiva Rosianto


SRAGEN — Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap maraknya kejahatan finansial, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Stanislaus Chrisiva Rosianto, menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk "Stop Jadi Korban! Edukasi Warga Lawan Penipuan Keuangan".

Rangkaian kegiatan utama yang dilaksanakan pada Selasa (18/8/2026) ini bertempat di kediaman Kepala Dusun Kebayanan Singget, Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen. Program kerja ini secara khusus menyasar kelompok ibu-ibu arisan Kebayanan Singget sebagai figur sentral pengelola keuangan keluarga.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat serta dukungan penuh dari Ketua Arisan Kebayanan Singget. Beliau secara aktif mengimbau dan menggerakkan anggotanya untuk hadir menyimak materi yang disampaikan. Sebanyak kurang lebih 30 peserta berpartisipasi aktif selama jalannya acara.



Dok.Stanislaus Chrisiva Rosianto

Dalam pemaparannya, materi difokuskan pada pengenalan berbagai modus penipuan keuangan terkini mulai dari penipuan berbasis pesan singkat, investasi bodong, hingga jeratan pinjaman online ilegalserta langkah-langkah praktis untuk mengantisipasinya. Ibu-ibu arisan tampak sangat antusias mengikuti sesi pemaparan dan diskusi interaktif hingga acara selesai dengan lancar pada Rabu (19/8/2026).

Melalui pelaksanaan program ini, warga Kebayanan Singget diharapkan dapat lebih cermat dan bijak dalam mengelola serta melindungi keuangan keluarga dari berbagai ancaman penipuan di kehidupan sehari-hari.


Penulis : Stanislaus Chrisiva Rosianto
PUBLIC SPEAKING: BERANI BERBICARA DI DEPAN UMUM

PUBLIC SPEAKING: BERANI BERBICARA DI DEPAN UMUM

Sumber foto: Benediktus Evan Budi
SRAGEN, 13 Agustus 2026Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI), Benediktus Evan Budi dari Program Studi Ilmu Komunikasi yang tergabung dalam kegiatan KKN-PPM Kelompok 94 di Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen melaksanakan program kerja individu bertajuk Sosialisasi Public Speaking Berani Berbicara Di Depan Umum. Kemampuan berbicara di depan umum merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda. Kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keberanian menyampaikan pendapat, tetapi juga mencakup kemampuan berkomunikasi dengan baik, menyampaikan gagasan secara terstruktur, membangun rasa percaya diri, serta mampu menyampaikan pesan kepada orang lain secara efektif.

Sebagai upaya untuk meningkatkan keberanian dan kemampuan komunikasi siswa, telah dilaksanakan program kerja individu bertema “Public Speaking: Berani Berbicara di Depan Umum” di SMP Negeri 1 Tanon, Kabupaten Sragen, pada Kamis (13/08//2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini ditujukan kepada anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sebagai salah satu wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama.

Kegiatan public speaking ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya kemampuan berbicara di depan umum dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjalankan peran sebagai anggota OSIS. Sebagai seorang pengurus organisasi, siswa dituntut untuk mampu menyampaikan informasi, memimpin kegiatan, memberikan sambutan, berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta berkomunikasi dengan siswa maupun guru.

Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan materi mengenai dasar-dasar public speaking, mulai dari pengertian public speaking, manfaat kemampuan berbicara di depan umum, cara meningkatkan rasa percaya diri, teknik membuka dan menutup pembicaraan, penggunaan bahasa tubuh, intonasi suara, hingga cara mengatasi rasa gugup ketika tampil di hadapan banyak orang.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah rasa takut dan gugup yang sering muncul ketika seseorang harus berbicara di depan umum. Rasa gugup merupakan hal yang wajar dan dapat dialami oleh siapa saja. Oleh karena itu, peserta diarahkan untuk tidak menganggap rasa gugup sebagai hambatan, melainkan sebagai sesuatu yang dapat dikendalikan melalui latihan dan persiapan yang baik.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilakukan secara interaktif melalui praktik berbicara di depan peserta lainnya. Peserta diberikan kesempatan untuk mencoba menyampaikan pendapat atau berbicara secara singkat di depan umum. Melalui praktik tersebut, peserta dapat belajar untuk mengatur suara, kontak mata, ekspresi, bahasa tubuh, serta menyampaikan gagasan dengan lebih terstruktur.

Kegiatan ini juga menekankan bahwa kemampuan public speaking tidak dapat diperoleh secara instan. Keberanian berbicara membutuhkan proses, latihan, dan pengalaman. Semakin sering seseorang berlatih berbicara di depan orang lain, maka semakin besar pula peluang untuk meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan komunikasinya.

Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan menunjukkan bahwa keterampilan public speaking merupakan kemampuan yang relevan dan dibutuhkan oleh siswa. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori mengenai public speaking, tetapi juga memiliki keberanian untuk mulai mempraktikkannya dalam berbagai situasi, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber foto: Benediktus Evan Budi

Bagi anggota OSIS, kemampuan public speaking diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalankan berbagai tugas dan tanggung jawab organisasi. Keberanian menyampaikan ide, kemampuan memimpin diskusi, menyampaikan informasi kepada siswa, hingga berbicara dalam kegiatan sekolah merupakan contoh penerapan public speaking yang dapat dilakukan oleh anggota OSIS.

Pada akhirnya, kegiatan “Public Speaking: Berani Berbicara di Depan Umum” menjadi salah satu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk mendorong siswa agar lebih percaya diri dalam berkomunikasi. Melalui keberanian untuk berbicara, siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya, menyampaikan gagasan dengan baik, serta menjadi pribadi yang aktif dan komunikatif.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi peserta, khususnya dalam meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi. Dengan berani berbicara, siswa tidak hanya belajar menyampaikan kata-kata, tetapi juga belajar menyampaikan ide, membangun hubungan dengan orang lain, dan menjadi pemimpin yang mampu berkomunikasi secara efektif

 

Penulis: Benediktus Evan Budi


Mahasiswa KKN UNISRI Bantu Perluas Pemasaran Keset Perca Pak Joko melalui Media Sosial dan MMT

Mahasiswa KKN UNISRI Bantu Perluas Pemasaran Keset Perca Pak Joko melalui Media Sosial dan MMT

Mahasiswa KKN UNISRI Bantu Perluas Pemasaran Keset Perca Pak Joko melalui Media Sosial dan MMT

Foto Bersama dengan Pemilik. (Sumber: Ananda Nafta Fitriana)

Karanganom, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta tahun 2026 melaksanakan program kerja individu berupa strategi pemasaran kreatif bagi Keset Perca Pak Joko di Dusun Mojorejo, Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, pada (Jum'at, 14/8/2026). Program ini dilaksanakan oleh Laurensia Westraniya Valayra Nareswara, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, sebagai upaya membantu memperluas pemasaran produk kerajinan lokal.

Keset Perca Pak Joko merupakan usaha kerajinan rumahan yang memanfaatkan kain perca sebagai bahan utama pembuatan keset. Produk tersebut tersedia dalam berbagai pilihan warna dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, seperti di depan pintu, dapur, maupun kamar mandi. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN mengembangkan strategi pemasaran kreatif agar produk dapat lebih dikenal oleh masyarakat.

Program kerja ini diwujudkan melalui dua bentuk media pemasaran yang saling melengkapi. Pertama, mahasiswa membuat konten promosi berupa video untuk media sosial TikTok. Konten tersebut dirancang secara informatif dan menarik dengan memperkenalkan produk, menjelaskan keunggulannya, serta memperluas jangkauan informasi kepada calon konsumen, baik di Sragen maupun di luar daerah.

Hasil Promosi melalui Media Sosial TikTok. (Sumber: Sie PDD)

Kedua, mahasiswa merancang dan memasang MMT sebagai penanda rumah produksi Keset Perca Pak Joko. MMT tersebut memuat informasi mengenai nama produk, pilihan warna keset, lokasi produksi, serta nomor kontak yang dapat dihubungi oleh calon pembeli.

Penggunaan kedua media tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Media sosial digunakan untuk memperluas jangkauan promosi dan memperkenalkan produk kepada masyarakat, sedangkan MMT membantu konsumen menemukan lokasi rumah produksi secara langsung setelah memperoleh informasi mengenai produk melalui media sosial maupun masyarakat sekitar.

“Saya berharap dengan adanya promosi di media sosial dan MMT ini, Keset Perca Pak Joko bisa semakin dikenal banyak orang dan bisa menjangkau pembeli sampai ke luar Sragen,” ujar Pak Joko, pengrajin sekaligus pemilik usaha Keset Perca.

Melalui program tersebut, Keset Perca Pak Joko diharapkan semakin dikenal masyarakat dan memiliki peluang untuk memperluas jangkauan konsumen hingga ke luar Kabupaten Sragen. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu komunikasi, khususnya komunikasi pemasaran, dalam mendukung pengembangan usaha lokal melalui pemanfaatan media promosi. Program kerja ini menjadi salah satu kontribusi mahasiswa KKN UNISRI 2026 dalam mendukung pengembangan potensi usaha masyarakat Desa Karanganom.


Penulis: Laurensia Westraniya Valayra Nareswara

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

Langkah Cerdas Mengelola Uang, Mahasiswa KKN UNISRI Berikan Edukasi Literasi Keuangan kepada Siswa SD Negeri 1 Dari

Langkah Cerdas Mengelola Uang, Mahasiswa KKN UNISRI Berikan Edukasi Literasi Keuangan kepada Siswa SD Negeri 1 Dari

 Langkah Cerdas Mengelola Uang, Mahasiswa KKN UNISRI Berikan Edukasi Literasi Keuangan kepada Siswa SD Negeri 1 Dari

Edukasi Literasi Keuangan: Mahasiswa KKN UNISRI, Rahayu Putri Febrianti, berfoto bersama siswa kelas IV SD Negeri 1 Dari yang memperlihatkan lembar pencatatan keuangan dan celengan hias di Desa Dari, Plupuh, Sragen, Rabu (29/7/2026)



SRAGEN — Membiasakan anak untuk mengenal dan mengelola uang sejak dini menjadi salah satu langkah sederhana dalam membentuk kebiasaan hidup hemat, mandiri, dan bertanggung jawab. Melalui pemahaman yang tepat, anak-anak dapat belajar menggunakan uang saku secara bijak sesuai kebutuhan serta mulai mengenal pencatatan keuangan sederhana.

Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta yang ditempatkan di Desa Dari, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen. Melalui program kerja individu bertema “Edukasi Literasi Keuangan tentang Pentingnya Mengelola Uang Saku dan Pencatatan Keuangan Sederhana”, mahasiswa memberikan edukasi kepada siswa kelas IV SD Negeri 1 Dari, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja individu bidang Akuntansi yang dilaksanakan oleh Rahayu Putri Febrianti sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sejak usia sekolah.

Mengenalkan Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan

Kegiatan edukasi ini bertujuan mengenalkan kepada siswa pentingnya menggunakan uang secara bijak dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa kelas IV, meliputi pengertian literasi keuangan, fungsi uang, perbedaan kebutuhan dan keinginan, tata cara mengatur uang saku, hingga pengenalan pencatatan keuangan sederhana yang dihubungkan dengan kebiasaan menabung.
Dok.Rahayu Putri Febrianti



Siswa diajak memahami bahwa uang saku tidak hanya digunakan untuk membeli jajan atau barang hiburan, tetapi juga perlu dikelola untuk memenuhi kebutuhan harian serta disisihkan sebagian untuk ditabung. Rahayu memberikan contoh praktis pembagian uang saku, seperti menentukan porsi uang untuk kebutuhan, alokasi tabungan, serta menekan pembelian barang yang kurang diperlukan.


Pengenalan Pembukuan Kas Sederhana

Selain pengelolaan uang saku, siswa diperkenalkan dengan simulasi pencatatan keuangan sederhana. Rahayu memberikan peragaan cara mencatat nominal uang yang diterima, pengeluaran untuk membeli barang, hingga perhitungan sisa uang yang dimiliki. Formulasi pencatatan ini dibuat sederhana agar mudah dipraktikkan secara mandiri oleh siswa.

Melalui kegiatan ini, siswa kelas IV SD Negeri 1 Dari diharapkan dapat mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini. Kebiasaan membedakan kebutuhan dan keinginan, menggunakan uang sesuai prioritas, menyisihkan tabungan, serta mencatat pengeluaran secara tertib diharapkan mampu menumbuhkan karakter disiplin dan mandiri.

Dok. Rahayu Putri Febrianti




Mahasiswa KKN UNISRI berharap pemahaman literasi keuangan yang telah diberikan dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi bekal pembentukan karakter keuangan yang sehat dan bijak di masa depan.

Penulis : Rahayu Putri Febrianti




Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done