LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Tingkatkan Kesadaran Gizi dan Peluang Usaha, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Program SOJATRI di Desa Pare

Tingkatkan Kesadaran Gizi dan Peluang Usaha, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Program SOJATRI di Desa Pare

Tingkatkan Kesadaran Gizi dan Peluang Usaha, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Program SOJATRI di Desa Pare 

Tim KKN Unisri Kelompok 40 berfoto bersama pengurus dan anggota Kader PKK Desa Pare setelah pelaksanaan edukasi pembuatan susu jagung nutrisi tinggi di Balai Desa Pare, Mondokan, Sragen, Selasa (4/8/2026). Sumber foto: Rahendra


SRAGEN — Guna meningkatkan kesadaran gizi masyarakat sekaligus mendorong potensi ekonomi kreatif berbasis bahan pangan lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan program edukasi pembuatan susu jagung nutrisi tinggi (SOJATRI) di Balai Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Selasa (4/8/2026).

Program kerja individu bertajuk "SOJATRI (Sosialisasi Susu Jagung Nutrisi Tinggi)" ini diprakarsai oleh Yusril Rahendra Nur Kuncoro dari Program Studi Teknologi Pangan, KKN Kelompok 40 Unisri. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua beserta anggota Kader PKK Desa Pare.

Melalui pemaparannya, Yusril memperkenalkan susu jagung (Zea mays saccharata) sebagai opsi minuman nabati (grain milk) sehat yang kaya vitamin A, vitamin B kompleks, antioksidan, serat, asam folat, hingga zat besi. Minuman ini aman dikonsumsi oleh penderita lactose intolerance, alergi protein susu sapi, maupun penderita diabetes karena mengandalkan rasa manis alami dari fruktosa dan sukrosa jagung.

Mahasiswa Teknologi Pangan Unisri, Yusril Rahendra Nur Kuncoro, memperlihatkan sampel produk susu jagung manis (SOJATRI) beserta leaflet panduan pembuatannya usai sosialisasi di Balai Desa Pare, Mondokan, Sragen, Selasa (4/8/2026).


"Susu jagung memiliki nutrisi yang lengkap dan berpotensi besar dikembangkan menjadi peluang wirausaha rumahan. Selain bebas laktosa, pengolahannya juga mengusung prinsip zero waste karena ampas pemerasannya masih bisa dimanfaatkan kembali menjadi perkedel, bakwan, puding, hingga pakan ternak," ujar Yusril Rahendra Nur Kuncoro selaku pelaksana program.

Sesi demonstrasi dilanjutkan dengan mempraktikkan teknik pengolahan dasar agar susu jagung tidak beraroma langu, menghasilkan tekstur creamy, serta bebas dari bahan pengawet sintetis.

Pelatihan ini mendapat sambutan antusias dari para pengurus dan anggota PKK Desa Pare karena memberikan ide olahan pangan baru yang menyehatkan keluarga sekaligus bernilai jual.

"Program ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK. Kami jadi tahu cara mengolah jagung manis menjadi minuman sehat yang disukai anak-anak, sekaligus membuka peluang usaha baru untuk menambah penghasilan keluarga," ungkap salah satu pengurus Kader PKK Desa Pare peserta kegiatan.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Pare diharapkan dapat lebih kreatif dan inovatif dalam mengolah hasil pangan lokal menjadi produk minuman nabati bernilai gizi tinggi guna mendukung perekonomian keluarga secara berkelanjutan.

Penulis: Yusril Rahendra Nur Kuncoro


Pengembangan Ekonomi Kreatif: Mahasiswa KKN Unisri Olah Limbah Bonggol Jagung Jadi Briket Bernilai Jual di Desa Pare

Pengembangan Ekonomi Kreatif: Mahasiswa KKN Unisri Olah Limbah Bonggol Jagung Jadi Briket Bernilai Jual di Desa Pare

 Pengembangan Ekonomi Kreatif: Mahasiswa KKN Unisri Olah Limbah Bonggol Jagung Jadi Briket Bernilai Jual di Desa Pare
Mahasiswa KKN Unisri Surakarta berfoto bersama warga dan jajaran pengurus Desa Pare usai pelatihan pembuatan briket bonggol jagung di Balai Desa Pare, Mondokan, Sragen, Selasa (4/8/2026). Sumber Foto: Muhammad Rayhan


SRAGEN — Guna mengoptimalkan potensi pertanian sekaligus mengurangi penumpukan limbah organik, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program edukasi pengolahan limbah bonggol jagung menjadi briket bahan bakar alternatif bernilai ekonomi di Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Selasa (4/8/2026).

Program kerja individu bertajuk "Pengembangan Produk Ekonomi Kreatif melalui Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung menjadi Briket Bernilai Jual" ini diprakarsai oleh Muhammad Rayhan Dwi Rizqi Rudyansyah dari Program Studi Manajemen, yang tergabung dalam KKN Kelompok 40 Unisri. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Pare tersebut bertujuan mengubah sudut pandang masyarakat terhadap limbah pertanian yang selama ini kerap dibiarkan menumpuk atau dibakar begitu saja.

Melalui sosialisasi dan demonstrasi pembuatan briket, warga diajak memanfaatkan bonggol jagung kering menjadi bahan bakar padat alternatif yang efektif untuk kebutuhan memasak harian maupun peluang usaha kuliner.   

Mahasiswa KKN Unisri, Muhammad Rayhan Dwi Rizqi Rudyansyah, menunjukkan sampel briket bonggol jagung beserta brosur panduan pembuatannya di Balai Desa Pare, Mondokan, Sragen, Selasa (4/8/2026)


"Limbah bonggol jagung yang melimpah memiliki potensi besar jika diolah dengan tepat. Melalui inovasi briket ini, kami ingin membantu warga menciptakan solusi energi yang ramah lingkungan sekaligus membuka peluang wirausaha baru berbasis ekonomi kreatif," ujar Muhammad Rayhan Dwi Rizqi Rudyansyah selaku pelaksana program.

Inovasi ini tidak hanya menekan potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah (added value) pada barang bekas dengan modal produksi yang efisien.

Kehadiran program pendampingan ini disambut positif oleh warga setempat karena menghadirkan keterampilan praktis yang mudah diterapkan menggunakan alat-alat rumah tangga.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga Desa Pare. Kami jadi tahu kalau bonggol jagung yang biasanya dianggap sampah ternyata bisa diolah jadi briket bernilai jual dan hemat untuk bahan bakar," ungkap salah satu perwakilan warga Balai Desa Pare peserta kegiatan.

Melalui demonstrasi langsung mulai dari proses pengarangan, pencampuran perekat tapioka, hingga pencetakan briket, masyarakat Desa Pare diharapkan dapat mengaplikasikan pembuatan briket bonggol jagung secara mandiri guna mendukung kemandirian ekonomi dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Penulis: Muhammad Rayhan Dwi Rizqi Rudyansyah




Edukasi Manajemen Waktu Sejak Dini, Mahasiswa Unisri Surakarta Gelar Program Kerja di SD N 2 Jekani

Edukasi Manajemen Waktu Sejak Dini, Mahasiswa Unisri Surakarta Gelar Program Kerja di SD N 2 Jekani

Edukasi Manajemen Waktu Sejak Dini, Mahasiswa Unisri Surakarta Gelar Program Kerja di SD N 2 Jekani

Mahasiswa KKN Unisri Surakarta berfoto bersama Kepala Sekolah dan jajaran guru di depan plang SD Negeri 2 Jekani, Mondokan, Sragen, Rabu (29/7/2026).
(Dok. Arieska Bella Amanda)


SRAGEN — Pengelolaan waktu merupakan salah satu keterampilan hidup (life skill) penting yang idealnya dibentuk sejak usia dini. Berangkat dari kesadaran tersebut, Arieska Bella Amanda, mahasiswi Program Studi S1 Manajemen Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, menggelar program kerja individu bertajuk "Manajemen Waktu pada Anak SD" di SD Negeri 2 Jekani, Desa Jekani, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Rabu (29/7/2026).

Program edukatif ini dirancang khusus dengan merangkul seluruh siswa SD N 2 Jekani dari kelas I hingga VI. Mengingat rentang usia peserta yang beragam, penyampaian materi dikemas secara interaktif, penuh warna, dan komunikatif agar konsep manajemen waktu yang abstrak dapat dipahami dengan mudah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan skala prioritas sederhana untuk membedakan kegiatan wajib dan hiburan, dilanjutkan dengan praktik menyusun "Papan Jadwal Harian Saya" menggunakan papan visual berwarna-warni, serta diakhiri sesi kuis interaktif dan game kelompok.

 "Kebiasaan mengatur waktu secara disiplin sejak dini akan berdampak langsung pada pembentukan karakter mandiri serta peningkatan prestasi belajar siswa di masa depan," ujar Arieska Bella Amanda selaku pelaksana program.

Sumber foto: Arieska Bella Amanda


Kehadiran program kerja ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi positif dari pihak sekolah karena dinilai membawa metode pembelajaran karakter yang menyegarkan bagi para murid.

"Kegiatan dari mahasiswa KKN Unisri ini sangat bermanfaat dan membantu anak-anak kami. Lewat papan jadwal yang berwarna-warni, siswa jadi lebih mudah paham cara membagi waktu antara belajar dan bermain di rumah," ungkap salah satu perwakilan guru SD N 2 Jekani.

Melalui edukasi manajemen waktu ini, diharapkan siswa-siswi SD N 2 Jekani dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, berdisiplin tinggi, serta mampu menghargai waktu dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Arieska Bella Amanda


Tingkatkan Kesadaran Hukum Generasi Muda, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Bahaya Pinjol Ilegal dan Judi Online di Desa Jekani

Tingkatkan Kesadaran Hukum Generasi Muda, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Bahaya Pinjol Ilegal dan Judi Online di Desa Jekani

 Tingkatkan Kesadaran Hukum Generasi Muda, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Bahaya Pinjol Ilegal dan Judi Online di Desa Jekani

Mahasiswa KKN Unisri Surakarta berfoto bersama anggota Karang Taruna Desa Jekani usai kegiatan sosialisasi bahaya pinjol ilegal dan judi online di Mondokan, Sragen, Senin (10/8/2026). Sumber foto: Kasih Fitria Hastuti

SRAGEN — Dalam rangka pelaksanaan Program Kerja (Proker) Individu Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan sosialisasi mengenai bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online bagi pemuda Karang Taruna Desa Jekani, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Senin (10/8/2026).

Kegiatan edukasi hukum yang diprakarsai oleh Kasih Fitria Hastuti ini bertempat di salah satu rumah warga Desa Jekani. Program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada generasi muda mengenai risiko finansial, sosial, hingga konsekuensi hukum dari praktik keuangan ilegal dan perjudian digital.
Mahasiswi Ilmu Hukum Unisri, Kasih Fitria Hastuti, memaparkan materi bahaya pinjaman online tidak resmi di hadapan pemuda-pemudi Karang Taruna Desa Jekani, Sragen, Senin (10/8/2026)

Dalam pemaparannya, Kasih membedah ciri-ciri layanan pinjol tidak resmi, risiko peminjaman tanpa legalitas OJK, serta bahaya judi online yang memicu kecanduan hingga kerugian finansial mendalam. Peserta diajak untuk lebih kritis dan tidak mudah tergiur oleh penawaran pinjaman instan maupun buaian keuntungan judi digital.

"Melalui sosialisasi ini, saya berharap teman-teman Karang Taruna dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan keuangan digital dan tidak mudah tergiur dengan judi online. Pemahaman hukum sejak dini sangat penting agar kita dapat terhindar dari kerugian di kemudian hari," ujar Kasih Fitria Hastuti selaku pelaksana program.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab santai secara lesehan. Para pemuda Karang Taruna tampak antusias merespons materi serta membagikan pengamatannya terkait maraknya promosi pinjol dan situs judi di ruang digital saat ini.

"Materi ini sangat bermanfaat untuk pemuda di desa. Kami jadi tahu mana pinjol yang resmi dan bahaya judi online, jadi bisa lebih waspada dan tidak gampang tergiur," ungkap salah satu perwakilan anggota Karang Taruna Desa Jekani usai kegiatan.

Anggota Karang Taruna Desa Jekani menyimak tayangan materi dan pemaparan risikonya praktik judi online serta pinjol ilegal yang disampaikan mahasiswa KKN Unisri, Senin (10/8/2026).


Melalui pelaksanaan program kerja individu ini, diharapkan kesadaran hukum pemuda Desa Jekani semakin meningkat serta mampu membentengi diri dan lingkungan sekitar dari ancaman praktik digital ilegal.

Penulis: Kasih Fitria Hastuti 

Kenali Hak dan Cegah Bullying: Mahasiswa KKN UNISRI Beri Penyuluhan Perlindungan Anak di MIM Karanganom

Kenali Hak dan Cegah Bullying: Mahasiswa KKN UNISRI Beri Penyuluhan Perlindungan Anak di MIM Karanganom

 Kenali Hak dan Cegah Bullying: Mahasiswa KKN UNISRI Beri Penyuluhan Perlindungan Anak di MIM Karanganom

Tim KKN UNISRI Surakarta foto bersama seluruh siswa Karanganom di Desa Karanganom, Sukodono, Sragen, sebagai penutup rangkaian kegiatan penyuluhan perlindungan anak. Sumber foto:Elma
 



SRAGEN — Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta TA 2025/2026 bertema "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen", mahasiswa UNISRI meluncurkan berbagai program kerja di lapangan.

Salah satu aksi nyata ditunjukkan oleh Elma Aulia Khoirunisa melalui program kerja individu berjudul "Penyuluhan Hukum Perlindungan Anak dan Pencegahan Bullying" bersama siswa MIM Karanganom, Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini bertujuan membantu siswa memahami perlindungan anak, mengenali bentuk dan dampak perundungan, membangun sikap saling menghargai, berani menolak bullying, serta melapor kepada guru atau orang tua ketika melihat maupun mengalami tindakan merugikan.
  
Mahasiswi KKN UNISRI Surakarta, Elma Aulia Khoirunisa, berfoto bersama siswa-siswi MIM Karanganom usai penyampaian materi hak anak dan edukasi pencegahan perundungan di sekolah.
Sumber foto : Elma 


Dalam penyuluhannya, Elma menyampaikan materi secara berurutan mulai dari hak anak untuk merasa aman, pengertian perundungan, hingga pentingnya keberanian meminta pertolongan. Konsep hukum diterjemahkan ke dalam contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sekolah. Materi mencakup empat bentuk perundungan (fisik, verbal, sosial, dan siber) seperti memukul, mengejek, memberi julukan buruk, mengucilkan, menyebarkan gosip, hingga pesan menyakiti. Penyampaian diperkuat menggunakan presentasi visual serta lagu anti-perundungan.

Materi juga menekankan dampak perundungan bagi korban, pelaku, dan lingkungan sekolah. Siswa diarahkan untuk tidak ikut mendukung, tidak diam saat melihat perundungan, serta berani melapor kepada guru atau orang tua sebagai langkah meminta perlindungan.
Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan perundungan dan pengenalan hak anak oleh mahasiswa KKN UNISRI di MIM Karanganom, Desa Karanganom, Sukodono, Sragen. Sumber foto: Elma


Secara keseluruhan, penyuluhan berjalan lancar dan menjadi langkah awal menumbuhkan kesadaran hukum dasar pada siswa. Keberlanjutan pesan anti-perundungan ini diharapkan dapat didukung melalui pembiasaan di kelas, saluran pelaporan yang aman, pendampingan guru, serta keterlibatan orang tua dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman di Desa Karanganom.

Penulis: Elma Aulia Khoirunisa

Pemanfaatan Media Sosial dan Ekonomi Digital: Mahasiswa KKN Unisri Dampingi Pemasaran UMKM Snack Rumah Kelor dan Kedai Ibuk’e Lingga

Pemanfaatan Media Sosial dan Ekonomi Digital: Mahasiswa KKN Unisri Dampingi Pemasaran UMKM Snack Rumah Kelor dan Kedai Ibuk’e Lingga

 Pemanfaatan Media Sosial dan Ekonomi Digital: Mahasiswa KKN Unisri Dampingi Pemasaran UMKM Snack Rumah Kelor dan Kedai Ibuk’e Lingga

Mahasiswa KKN Unisri berfoto bersama pemilik usaha Snack Rumah Kelor usai pembuatan akun media sosial di Desa Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen, Senin (3/8/2026). Sumber Foto: Jayasantang 

SRAGEN — Sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program pendampingan ekonomi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Program kerja individu bertajuk “Pendampingan UMKM di Desa Jetiskarangpung: Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Pemasaran UMKM Snack Rumah Kelor dan Kedai Ibuk’e Lingga” ini dilaksanakan oleh Jayasantang Yahya Madutama dari Program Studi Akuntansi. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian KKN-PPM Kelompok 26 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. Dra. Hera Heru Sri Suryani, M.Pd. tersebut secara resmi berlangsung pada Senin (3/8/2026).

Program ini dilatarbelakangi oleh hasil survei lapangan yang menunjukkan bahwa UMKM Snack Rumah Kelor dan Kedai Ibuk’e Lingga belum memanfaatkan media digital serta belum memiliki akun media sosial resmi untuk menunjang promosi produk mereka.

Mahasiswa KKN Unisri saat mendata dan menautkan titik Google Maps Kedai Ibuk’e Lingga di Desa Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen, Senin (3/8/2026).
 Sumber foto:Jayasantang

Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pendampingan intensif mulai dari pembuatan akun media sosial bisnis di platform Instagram dan TikTok hingga pembuatan konten promosi perdana yang menarik. Tak hanya itu, mahasiswa juga mendaftarkan serta menambahkan titik koordinat lokasi kedua tempat usaha tersebut di Google Maps guna memudahkan calon konsumen menemukan lokasi UMKM secara presisi.

"Sebelumnya usaha kami belum punya akun media sosial sama sekali dan lokasinya belum ada di pemetaan digital. Melalui pendampingan dari mahasiswa KKN Unisri ini, sekarang produk kami bisa dipromosikan ke pembeli yang lebih luas dan lokasi warung jadi sangat mudah dicari di Google Maps," ujar salah satu pelaku UMKM sasaran program.
 
Sumber foto: Jayasantang 



Program pendampingan ini menjadi bentuk kontribusi nyata KKN-PPM Unisri Kelompok 26 yang berlangsung sejak 13 Juli hingga 31 Agustus 2026. Melalui integrasi media sosial dan pemetaan digital ini, para pelaku UMKM di Desa Jetiskarangpung diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan.

Penulis: Jayasantang Yahya Madutama

Penyunting: Oliviana 
Sinergi Edukasi dan Aksi Nyata, Tim Mahasiswa KKN Unisri Gelar Berbagai Program Inovatif di SD N 1 Jekani

Sinergi Edukasi dan Aksi Nyata, Tim Mahasiswa KKN Unisri Gelar Berbagai Program Inovatif di SD N 1 Jekani

 Sinergi Edukasi dan Aksi Nyata, Tim Mahasiswa KKN Unisri Gelar Berbagai Program Inovatif di SD N 1 Jekani

Mahasiswi KKN Unisri, Diva Septyarani, berfoto bersama siswa kelas V SD N 1 Jekani yang memamerkan tempat pensil hasil olahan limbah botol plastik.
(Sumber Foto: Diva Septyarani)



SRAGEN — Dalam rangka mewujudkan pengabdian masyarakat yang berdampak nyata, empat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan rangkaian program kerja edukatif di SD Negeri 1 Jekani, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen. Kegiatan kolaboratif ini menyasar siswa kelas IV hingga VI dengan fokus pada penguatan keterampilan, karakter, dan pengetahuan umum.

Rangkaian kegiatan diawali di kelas IV melalui program Pemberdayaan Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris Sederhana menggunakan metode Total Physical Response (TPR). Metode ini mengajak siswa aktif berkomunikasi bahasa asing melalui instruksi gerakan tubuh dan permainan interaktif tanpa rasa takut salah.

Mahasiswa KKN Unisri Surakarta mendampingi siswi kelas IV memperagakan instruksi bahasa asing interaktif di SD N 1 Jekani, Mondokan, Sragen. 
(Sumber foto: Dafa Aji N)

Sementara di kelas V, pembelajaran berfokus pada pengembangan potensi ekonomi kreatif dan kepedulian lingkungan. Siswa menerima Sosialisasi Pentingnya Kewirausahaan Sejak Dini, yang dilanjutkan dengan praktik pemanfaatan limbah botol plastik menjadi tempat pensil kreatif berhiaskan kertas warna-warni dan origami.

Pelaksana program pemanfaatan limbah, Diva Septyarani, menjelaskan bahwa integrasi teori wirausaha dan praktik kerajinan tangan ini bertujuan melatih keterampilan motorik sekaligus kesadaran lingkungan.

"Kami ingin memberikan pemahaman langsung kepada anak-anak bahwa barang yang dianggap sampah, seperti botol plastik bekas, sebenarnya memiliki potensi ekonomis dan bernilai guna jika diolah dengan kreativitas. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kerja sama tim dan kerapian mereka," ungkap Diva.

Adapun di kelas VI, kegiatan ditutup dengan program Sekolah Cinta Desa: Mengenal Pemerintahan dan Pelayanan Publik Sejak Dini. Melalui edukasi struktur pemerintahan desa ini, siswa diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga dan peduli terhadap tanah kelahiran mereka.

Siswa-siswi kelas VI SD N 1 Jekani memperlihatkan poster edukasi tata kelola desa usai mengikuti program Sekolah Cinta Desa bersama tim KKN Unisri Surakarta.

Seluruh kegiatan berlangsung tertib dan kondusif dengan menerapkan metode pendampingan ramah anak, seperti kuis interaktif hingga sistem undian kelompok. Jajaran guru dan Kepala SD N 1 Jekani memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi tim mahasiswa KKN Unisri dalam membentuk karakter siswa yang kreatif, mandiri, serta berwawasan luas.

Penulis: 
1. Diva Septyarani - Pendidikan Guru Sekolah Dasar 
2. Dea Putri Maharani- Administrasi Negara 
3. Eliya Gina Althof - Manajemen
4. Dava Aji Nugraha - Pendidikan Bahasa Inggris

Mahasiswa KKN UNISRI Kolaborasikan Edukasi Stop Bullying dan “Pohon Cita-Cita” bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Jenar

Mahasiswa KKN UNISRI Kolaborasikan Edukasi Stop Bullying dan “Pohon Cita-Cita” bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Jenar

 

Mahasiswa KKN UNISRI Kolaborasikan Edukasi Stop Bullying dan
“Pohon Cita-Cita” bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Jenar

(Sumber: Apriliya)

Jenar, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISRI Kelompok 21 di Desa Jenar melaksanakan kegiatan kolaborasi program kerja individu berupa Sosialisasi Pencegahan Bullying dan Sosialisasi Bimbingan Kelompok Edukatif dan Motivasi: Petualangan "Pohon Cita-Cita". Kegiatan ini ditujukan kepada siswa-siswi kelas IV Sekolah Dasar di Desa Jenar sebagai upaya memberikan edukasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, saling menghargai, sekaligus menumbuhkan motivasi dan perencanaan cita-cita sejak dini.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan mengatasinya sejak dini. Di sisi lain, siswa juga perlu mendapatkan pendampingan untuk mengenali minat, potensi, dan cita-cita mereka. Oleh karena itu, kedua program kerja dikolaborasikan agar edukasi mengenai sikap positif terhadap teman dapat berjalan beriringan dengan motivasi siswa dalam merencanakan masa depan.

Pada sesi Stop Bullying, siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian bullying serta bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Siswa juga diajak untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan menghormati teman, serta dibiasakan untuk berani menolak tindakan bullying dan melaporkannya kepada guru atau orang tua apabila mengalami atau melihat kejadian bullying.

Selanjutnya, melalui kegiatan “Pohon Cita-Cita”, siswa diajak mengenali dan mengeksplorasi minat, potensi, serta cita-cita masa depan. Siswa menuliskan cita-cita mereka kemudian menempelkannya pada media “Pohon Cita-Cita”. Kegiatan ini menjadi media edukatif dan rekreatif yang membantu siswa memahami bahwa cita-cita dapat dicapai melalui sikap dan perilaku positif, seperti belajar dengan tekun, menabung, mematuhi aturan, serta berusaha secara konsisten.

Kolaborasi kedua kegiatan memberikan manfaat bagi siswa, yaitu menambah pengetahuan tentang bullying, meningkatkan kepedulian terhadap teman, serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman dan saling menghargai. Selain itu, siswa mendapatkan motivasi belajar, gambaran mengenai masa depan, kesempatan melatih kepercayaan diri, serta pemahaman mengenai hubungan antara usaha yang dilakukan saat ini dengan pencapaian cita-cita.

Selama kegiatan berlangsung, siswa dapat mengikuti materi secara aktif dan interaktif. Edukasi Stop Bullying diarahkan untuk membangun kesadaran siswa agar tidak melakukan maupun membiarkan tindakan bullying, sedangkan kegiatan “Pohon Cita-Cita” memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan impian mereka dan membangun keberanian dalam mengungkapkan cita-cita di depan teman-temannya.

Melalui kegiatan kolaborasi ini, mahasiswa KKN berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya mencegah bullying dan menghargai sesama, tetapi juga memiliki motivasi untuk belajar dan merencanakan masa depan. Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling mendukung diharapkan dapat membantu siswa berkembang secara positif serta lebih percaya diri dalam mengejar cita-cita mereka.

Ke depannya, kegiatan edukasi mengenai pencegahan bullying dan bimbingan karir diharapkan dapat terus dikembangkan dengan metode yang interaktif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian, siswa dapat tumbuh dalam lingkungan yang positif, memiliki kepedulian terhadap teman, serta memperoleh motivasi untuk terus belajar dan mewujudkan cita-cita.

Penulis: Rifa Titik Ambarwati dan Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M



Merdeka ?

Merdeka ?

 Merdeka?


Merah putih kembali memenuhi jalan,

tiang-tiang berdiri dengan gagahnya,

dan lagu kemerdekaan 

akan kembali dinyanyikan.


Tapi di tengah kibaran bendera,

rakyat terus kehilangan napas.


Di sekolah,

kotak makan datang membawa program,

namun sebagian pulang membawa sakit.


Juga program yang datang dari wangsit.


Sementara seragam

semakin banyak memasuki ruang-ruang

yang seharusnya milik sipil.


Dan dari atas podium,

kata-kata berhamburan:

“bajingan”

“ndasmu”

“londo ireng.”


Seolah negeri sebesar Indonesia

tak lagi punya cukup bahasa

untuk berbicara tanpa mencaci.


Lalu Agustus datang.

Kita diminta berdiri tegak

dan meneriakkan:


MERDEKA!


Tapi bagaimana kami percaya

pada kemerdekaan?


Penulis : Kinanthi

Penyunting : Fahra

Ciptakan Lingkungan Belajar Ramah Anak, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang

Ciptakan Lingkungan Belajar Ramah Anak, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang

 Ciptakan Lingkungan Belajar Ramah Anak, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang

Sumber foto: Nadia Fatma Yunieka


SRAGEN — Dalam upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan sosialisasi pencegahan perundungan (bullying). Kegiatan edukatif ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Rabu (29/7/2026).

Program kerja individu yang diprakarsai oleh Nadia Fatma Yunieka, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unisri ini, berfokus pada pemberian edukasi serta penanaman sikap saling menghargai antar sesama siswa.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan definisi bullying sebagai tindakan disengaja yang merugikan orang lain, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun cyberbullying (perundungan di dunia maya). Siswa juga dibekali pemahaman mendasar mengenai faktor pemicu perundungan, seperti krisis empati, pengaruh pergaulan, hingga dampak negatifnya terhadap kesehatan mental dan rasa percaya diri korban.

Mahasiswi KKN Unisri Surakarta, Nadia Fatma Yunieka, memberikan pemaparan materi pencegahan bullying kepada siswa SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang, Sragen, Rabu (29/7/2026) 

Berbeda dari sosialisasi pada umumnya, rangkaian kegiatan dirancang secara interaktif melalui sesi refleksi jujur. Para siswa diberi ruang khusus untuk menuliskan pengalaman pribadi mereka baik sebagai korban maupun pelaku tanpa rasa takut dihakimi.

Suasana haru mewarnai sesi berbagi cerita langsung, saat salah seorang siswi memberanikan diri menceritakan pengalamannya menjadi korban bullying akibat berstatus sebagai anak yatim. Momen tersebut menjadi pengingat emosional bagi seluruh peserta akan dampak nyata luka psikologis yang ditimbulkan oleh aksi perundungan.
Suasana interaktif sesi refleksi pencegahan bullying yang digelar mahasiswa KKN Unisri di SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang, Sragen, Rabu (29/7/2026). Sumber foto: Nadia

Sebagai langkah preventif, mahasiswa KKN mengajak seluruh siswa untuk membangun pola pertemanan yang positif, menghentikan ucapan serta tindakan menyakiti, dan berani melaporkan indikasi bullying kepada guru maupun orang tua. Through kegiatan ini, diharapkan SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang dapat terus menjaga iklim sekolah yang aman, kondusif, dan bebas dari perundungan.

Penulis: Nadia Fatma Yunieka 


Edukasi Media Promosi: Mahasiswa KKN UNISRI Dorong Daya Saing UMKM Desa Jeruk

Edukasi Media Promosi: Mahasiswa KKN UNISRI Dorong Daya Saing UMKM Desa Jeruk

 Edukasi Media Promosi: Mahasiswa KKN UNISRI Dorong Daya Saing UMKM Desa Jeruk

Sumber foto: Yesi Permatasari

SRAGEN — Dalam upaya meningkatkan daya saing serta memperluas jangkauan pemasaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 34 sukses melaksanakan program kerja individu berupa pendampingan pembuatan media promosi di Desa Jeruk, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Yesi Permatasari, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen UNISRI ini, diwujudkan melalui perancangan media promosi fisik berupa MMT/banner. Langkah ini diambil untuk membantu meningkatkan daya tarik visual sekaligus memperkenalkan produk dan usaha warga secara lebih luas kepada masyarakat.

Program pendampingan ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi mendalam terhadap kebutuhan pelaku usaha lokal di Desa Jeruk. Berdasarkan pemetaan awal, ditetapkan dua UMKM sasaran yang membutuhkan pembenahan sarana promosi, yaitu UMKM warung tempura dan es teh serta UMKM kerajinan berbahan dasar ban.

Sumber foto: Yesi Permatasari

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membantu pelaku usaha menentukan elemen informasi penting yang harus dicantumkan pada media promosi. Informasi tersebut meliputi nama usaha, daftar produk yang ditawarkan, serta informasi pendukung lainnya yang memudahkan calon konsumen dalam mengenali tempat usaha tersebut.

Secara teknis, penggunaan MMT/banner pada UMKM warung tempura dan es teh difungsikan untuk memperkenalkan aneka produk makanan dan minuman yang siap dibeli oleh masyarakat sekitar. Sementara pada UMKM kerajinan ban, media promosi dimanfaatkan untuk mengedukasi serta memperkenalkan ragam produk kreatif yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah bahan ban.

Pembuatan media promosi ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas usaha dan menarik perhatian calon konsumen secara efektif. Melalui tampilan media promosi yang informatif dan mudah terlihat dari jarak jauh, masyarakat dapat lebih cepat mengetahui keberadaan serta jenis produk yang dijual oleh para pelaku UMKM di Desa Jeruk.

Mahasiswa KKN UNISRI membantu proses pemasangan banner media promosi pada salah satu UMKM sasaran di Desa Jeruk, Miri, Sragen. Sumber foto: Yesi

Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk nyata penerapan ilmu manajemen dalam membantu pelaku usaha mengembangkan strategi pemasaran yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi lapangan.

Melalui program kerja pendampingan ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap media promosi banner yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara konsisten dan berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya membantu memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM di Desa Jeruk untuk terus berinovasi, mengembangkan usahanya, dan meningkatkan daya saing di lingkungan sekitar.

Penulis: Yesi Permatasari 
Time Smart Kids: Mahasiswi KKN PPM UNISRI Ajarkan Manajemen Waktu di SD Negeri Jeruk 1

Time Smart Kids: Mahasiswi KKN PPM UNISRI Ajarkan Manajemen Waktu di SD Negeri Jeruk 1

 Time Smart Kids: Mahasiswi KKN PPM UNISRI Ajarkan Manajemen Waktu di SD Negeri Jeruk 1

Mahasiswi KKN PPM UNISRI bersama siswa SD Negeri Jeruk 1 dalam kegiatan edukasi Time Smart Kids dengan menggunakan media pembelajaran tentang manajemen waktu. Dokumentasi: Syifau Nur Aisyah

SRAGEN — Guna membentuk karakter disiplin dan mandiri pada anak sejak usia dini, mahasiswi Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar program edukasi manajemen waktu di tingkat sekolah dasar. Kegiatan bertajuk “Time Smart Kids” tersebut dilaksanakan oleh mahasiswi Kelompok 034 KKN-PPM UNISRI di SD Negeri Jeruk 1, Desa Jeruk, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Rabu (29/7/2026).

Program kerja individu yang diprakarsai oleh Syifau Nur Aisyah, mahasiswi Program Studi Manajemen UNISRI ini, dilatarbelakangi oleh pentingnya membekali anak kemampuan membagi waktu harian secara teratur antara belajar, bermain, beribadah, beristirahat, dan membantu orang tua.

Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan secara interaktif menggunakan media presentasi serta poster edukasi visual. Penggunaan poster interaktif membantu para siswa memahami contoh pembagian prioritas aktivitas harian dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat.

Siswa SD Negeri Jeruk 1 menunjukkan poster edukasi manajemen waktu sebagai salah satu media pembelajaran dalam kegiatan Time Smart Kids (Dokumentasi: Syifau Nur Aisyah)

"Melalui program Time Smart Kids, kami ingin membangun kebiasaan positif pada siswa. Kebiasaan sederhana seperti bangun tepat waktu, belajar sesuai jadwal, menyelesaikan tugas, hingga istirahat cukup merupakan langkah awal dalam membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab," ujar Syifau Nur Aisyah.

Mahasiswi KKN PPM UNISRI bersama siswa SD Negeri Jeruk 1 melakukan foto bersama setelah mengikuti kegiatan edukasi Time Smart Kids. Dokumentasi : Syifau Nur Aisyah

Pihak sekolah dan para siswa menyambut kegiatan ini dengan antusias. Berbagai interaksi ringan dan peragaan jadwal harian mewarnai jalannya acara hingga sesi foto bersama. Melalui program ini, diharapkan para siswa SD Negeri Jeruk 1 mampu menerapkan kebiasaan mengelola waktu secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Syifau Nur Aisyah
Edukasi Hukum dan Perlindungan Anak: Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasi Pencegahan KDRT di Desa Slendro

Edukasi Hukum dan Perlindungan Anak: Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasi Pencegahan KDRT di Desa Slendro

 Edukasi Hukum dan Perlindungan Anak: Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasi Pencegahan KDRT di Desa Slendro

Sumber foto:Novita dan Krisna 

SRAGEN — Dalam upaya meningkatkan kesadaran hukum dan menciptakan lingkungan keluarga yang aman, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar sosialisasi pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan perlindungan anak. Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja individu Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) TA 2025/2026 ini dilaksanakan di Desa Slendro, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Sabtu (1/8/2026).

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN UNISRI memaparkan secara komprehensif mengenai pengertian KDRT berdasarkan UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Materi yang disampaikan mencakup empat bentuk KDRT : kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran ekonomi serta mengenali tanda-tanda korban yang mengalami kekerasan tersebut.

Selain mengenali faktor penyebab KDRT yang bersifat internal maupun eksternal, warga juga dibekali pemahaman terkait ancaman pidana bagi pelaku serta langkah penanganan mandiri. Langkah tersebut meliputi pengamanan bukti, koordinasi dengan pihak tepercaya, pembuatan rencana keamanan, hingga pelaporan ke kepolisian dan pendampingan pemulihan trauma.

Mahasiswa KKN-PPM UNISRI Surakarta memberikan materi sosialisasi mengenai pencegahan KDRT, perlindungan anak, dan peran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kepada warga Desa Slendro, Gesi, Sragen, Sabtu (1/8/2026).


Sesuai amanat Pasal 15 UU No. 23 Tahun 2004, masyarakat didorong untuk aktif melakukan pencegahan, memberikan pertolongan darurat, dan membantu proses perlindungan jika melihat atau mendengar indikasi KDRT di lingkungan sekitar. Sosialisasi ini turut menekankan pentingnya komunikasi sehat dalam keluarga, pola pengasuhan ramah anak (child-friendly parenting), serta kesetaraan gender.

Sebagai penutup, mahasiswa KKN UNISRI memperkenalkan peran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dalam memberikan akses keadilan secara gratis (pro bono) bagi masyarakat miskin dan rentan, baik melalui jalur litigasi di pengadilan maupun nonlitigasi seperti konsultasi dan mediasi.

Melalui program edukasi hukum ini, diharapkan warga Desa Slendro semakin memahami hak-hak hukumnya, berani mengambil tindakan tepat saat menghadapi kekerasan, serta mampu mewujudkan lingkungan desa yang harmonis dan ramah anak.

Penulis: Krisna Noval R dan Novita Kusuma Arini


Dukung Daya Saing Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Unisri Rancang Logo dan Banner untuk UMKM di Desa Dawung

Dukung Daya Saing Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Unisri Rancang Logo dan Banner untuk UMKM di Desa Dawung

 Dukung Daya Saing Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Unisri Rancang Logo dan Banner untuk UMKM di Desa Dawung

Sumber foto: Sandika Buyung Pratama 

SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan program pendampingan penguatan identitas visual bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Program individu bertajuk “Penguatan Identitas Visual UMKM melalui Perancangan Logo dan Banner sebagai Media Komunikasi Pemasaran” tersebut digagas oleh Sandika Buyung Pratama, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unisri yang tergabung dalam Kelompok 19 KKN-PPM Unisri.

Kegiatan diawali dengan tahap observasi dan wawancara lapangan pada 20 Juli 2026. Dari hasil observasi, mahasiswa menentukan tiga UMKM sasaran yang sebelumnya belum memiliki logo maupun banner usaha, yaitu Es Teh Dandang, Mie Ayam Ibu Sunarni, dan Warung Makan & Kopi Ibu Jampi.
Sumber foto: Sandika Buyung Pratama

Usai tahap perancangan desain, mahasiswa menyerahkan berkas logo digital serta membagikan dan memasang banner fisik di lokasi usaha masing-masing sasaran pada 29 Juli 2026. Pelaku usaha juga menerima edukasi mengenai pemanfaatan identitas visual untuk kegiatan promosi secara luring maupun daring.

​"Kami sangat terbantu dengan adanya pembuatan logo dan pemasangan banner ini. Tempat usaha kami jadi terlihat lebih rapi, profesional, dan mudah dikenali oleh pembeli yang lewat," ujar salah satu pelaku UMKM sasaran program.

Pelaku UMKM Mie Ayam Ibu Sunarni berfoto bersama mahasiswa KKN-PPM Unisri Surakarta saat penyerahan dan pemasangan banner usaha di Desa Dawung, Jenar, Sragen, Rabu (29/7/2026). 
(Dok:Sandika)

Melalui perancangan logo dan pemasangan banner ini, diharapkan ketiga UMKM sasaran di Desa Dawung dapat meningkatkan branding usaha serta mendukung pengembangan komunikasi pemasaran secara konsisten.

Penulis: Sandika Buyung Pratama

Mahasiswi KKN PPM Unisri Olah Sampah Kardus Menjadi Bingkai Foto Kreatif untuk Melatih Motorik Halus Siswa SD Negeri Jeruk 1

Mahasiswi KKN PPM Unisri Olah Sampah Kardus Menjadi Bingkai Foto Kreatif untuk Melatih Motorik Halus Siswa SD Negeri Jeruk 1

 Mahasiswi KKN PPM Unisri Olah Sampah Kardus Menjadi Bingkai Foto Kreatif untuk Melatih Motorik Halus Siswa SD Negeri Jeruk 1

Sumber foto: Mayang Oktavia Riyanto

SRAGEN — Dalam upaya mengedukasi kepedulian lingkungan sekaligus mengasah keterampilan anak, mahasiswi Kelompok 034 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program kerja pelatihan kerajinan tangan di SD Negeri Jeruk 1, Desa Jeruk, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Jumat (24/7/2026).

Program kerja individu yang diprakarsai oleh Mayang Oktavia Riyanto, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unisri ini, berfokus pada pengolahan limbah kardus bekas menjadi bingkai foto hias menggunakan dekorasi biji-bijian.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya sampah kardus di lingkungan sekitar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui prinsip reuse (pemanfaatan kembali), siswa diajak untuk mengubah bahan bekas menjadi produk kerajinan yang estetik dan bernilai guna.

Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengurangi sampah sebelum melangkah ke praktik pembuatan. Mahasiswi KKN memberikan pendampingan secara langsung mulai dari pembuatan pola bingkai, pengaplikasian lem, hingga proses menempelkan biji-bijian sesuai kreativitas masing-masing anak.


Siswa SD Negeri Jeruk 1 menunjukkan hasil karya bingkai foto dari kardus bekas dan hiasan biji-bijian bersama mahasiswi KKN PPM Unisri Surakarta, Mayang Oktavia Riyanto, di Desa Jeruk, Miri, Sragen (24/7/2026)

"Tujuan utama program kerja ini adalah meminimalisir sampah kardus serta memberikan pemahaman kepada siswa mengenai cara mengolah sampah menjadi kerajinan tangan yang menarik," ujar Mayang Oktavia Riyanto. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga efektif melatih motorik halus, koordinasi mata dan tangan, ketelitian, serta kesabaran siswa sejak usia dasar.

Pihak SD Negeri Jeruk 1 menyambut positif dan mengapresiasi inisiatif tersebut. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan hingga berhasil menghasilkan beragam karya bingkai foto yang kreatif. Melalui program ini, diharapkan tumbuh kesadaran lingkungan serta kebiasaan memanfaatkan barang bekas menjadi karya yang bermanfaat di lingkungan sekolah maupun rumah.

Penulis: Mayang Oktavia Riyanto 

Penyunting : Oliviana


Edukasi Manajemen Waktu dan Literasi Keuangan: Mahasiswa KKN Unisri Bekali Siswa SD N 01 Jetis Karangpung Kebiasaan Positif Sejak Dini

Edukasi Manajemen Waktu dan Literasi Keuangan: Mahasiswa KKN Unisri Bekali Siswa SD N 01 Jetis Karangpung Kebiasaan Positif Sejak Dini

 Edukasi Manajemen Waktu dan Literasi Keuangan: Mahasiswa KKN Unisri Bekali Siswa SD N 01 Jetis Karangpung Kebiasaan Positif Sejak Dini

Sumber foto: Diky Wahyu Saputro

SRAGEN — Dalam rangka membentuk karakter disiplin dan bijak finansial pada generasi muda, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan program edukasi di tingkat sekolah dasar. Program bertajuk “Edukasi Manajemen Waktu dan Literasi Keuangan Sejak Dini bagi Siswa SD N 01 Jetis Karangpung” ini dilaksanakan di SD N 01 Jetis Karangpung, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, pada Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang diprakarsai oleh mahasiswa KKN Unisri, Diky Wahyu Saputro, diawali dengan sesi pembukaan dan perkenalan interaktif. Untuk mencairkan suasana serta memantik semangat para siswa, acara dilanjutkan dengan permainan sederhana yang disambut antusias oleh seluruh peserta.

Sesi materi pertama berfokus pada pentingnya manajemen waktu. Para siswa diajak memahami cara mengatur ritme aktivitas harian mereka secara seimbang. Sebagai bentuk praktik langsung, siswa diminta menuliskan runtutan kegiatan mereka mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga kembali tidur di malam hari. Melalui metode ini, siswa belajar mengenali serta membagi prioritas waktu untuk belajar, bermain, beristirahat, dan menjalankan aktivitas harian lainnya.

Antusiasme Siswa SD N 01 Jetis Karangpung ikuti kegiatan KKN Unisri (Sumber Foto: Diky Wahyu Saputro)


Memasuki sesi kedua, mahasiswa menyampaikan materi literasi keuangan dasar. Siswa diperkenalkan dengan konsep mata uang serta penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa juga memberikan pemahaman penting mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, sekaligus mengajak siswa untuk mulai membiasakan diri menggunakan uang secara bijak dan menabung sejak dini.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kuis evaluasi interaktif seputar materi manajemen waktu dan keuangan. Para siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah apresiasi dari mahasiswa KKN. Melalui program ini, diharapkan para siswa dapat menerapkan kebiasaan positif dalam mengelola waktu dan keuangan mereka sejak usia sekolah dasar.


Penulis: Diky Wahyu Saputro
Smart Saving for Smart Investing: Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SD Negeri Tempelrejo 1 Menabung Uang Receh dan Bijak Finansial Sejak Dini

Smart Saving for Smart Investing: Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SD Negeri Tempelrejo 1 Menabung Uang Receh dan Bijak Finansial Sejak Dini

 Smart Saving for Smart Investing: Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SD Negeri Tempelrejo 1 Menabung Uang Receh dan Bijak Finansial Sejak Dini

Sumber foto: Fatihah Nur Rahmawati

SRAGEN — Dalam upaya menumbuhkan kesadaran finansial dan budaya berinvestasi sejak usia muda, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program edukasi literasi keuangan di tingkat sekolah dasar. Program bertajuk “Smart Saving for Smart Investing: Gerakan Menabung Uang Receh sebagai Upaya Menumbuhkan Kesadaran Investasi Sejak Dini pada Siswa Sekolah Dasar” ini sukses dilaksanakan di SD Negeri Tempelrejo 1, Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, pada Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Fatihah Nur Rahmawati, mahasiswa Program Studi Manajemen Unisri, ditujukan bagi siswa kelas IV SD Negeri Tempelrejo 1. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya pengelolaan keuangan melalui metode edukatif, interaktif, dan menyenangkan.

Acara diawali dengan perkenalan interaktif untuk membangun keakraban, dilanjutkan dengan sesi sosialisasi mengenai pengelolaan uang dasar. Dalam pemaparannya, mahasiswa memberikan pemahaman sederhana tentang perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menyisihkan uang receh yang kerap kali dianggap tidak bernilai.

Untuk menjaga suasana belajar tetap dinamis, para siswa diajak memperagakan “Tepuk Menabung”, sebuah metode edukasi berbasis gerak dan lagu yang memuat pesan moral tentang kedisiplinan menyisihkan uang

   
Sumber foto:Fatihah Nur Rahmawati

Tak hanya teori, siswa diajak langsung melakukan praktik menabung uang receh ke dalam celengan. Guna menumbuhkan rasa memiliki dan motivasi menabung, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kreativitas menghias celengan. Masing-masing siswa dibebaskan mewarnai celengan mereka menggunakan cat warna sesuai imajinasi masing-masing.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa kebiasaan mengelola uang tidak harus menunggu nominal besar. Uang receh yang disisihkan secara konsisten merupakan langkah awal pembentukan karakter disiplin dan bijak finansial untuk masa depan," ujar Fatihah Nur Rahmawati, pelaksana program.

Melalui sinergi antara teori, praktik langsung, dan kegiatan seni kreasi ini, program KKN Unisri diharapkan dapat membantu sekolah dalam menghadirkan metode pembelajaran literasi keuangan yang aplikatif. Diharapkan kebiasaan menabung yang terbentuk dapat menjadi fondasi awal kesadaran.

Penulis : Fatihah Nur Rahmawati (Program Studi Manajemen

Ayo Pintar Uang & Menabung Sejak Dini: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Literasi Keuangan di SDN Jetis Karangpung 01

Ayo Pintar Uang & Menabung Sejak Dini: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Literasi Keuangan di SDN Jetis Karangpung 01

 Ayo Pintar Uang & Menabung Sejak Dini: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Literasi Keuangan di SDN Jetis Karangpung 01

Sumber foto: Indri Nur Hapsari 


SRAGEN — Dalam rangka menanamkan pemahaman finansial sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program kerja sosialisasi dan pelatihan bertajuk “Ayo Pintar Uang & Menabung Sejak Dini: Modul Edukasi Mengenal Mata Uang dan Fungsinya bagi Anak SD Negeri Jetis Karangpung 01”.

Kegiatan yang diprakarsai oleh mahasiswa KKN Unisri, Indri Nur Hapsari, tersebut dilaksanakan pada Kamis (23/7/2026) dengan melibatkan siswa-siswi SD Negeri Jetis Karangpung 01, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Acara diawali dengan pembukaan interaktif melalui perkenalan diri serta penyampaian tujuan kegiatan secara sederhana. Guna mencairkan suasana dan meningkatkan antusiasme anak-anak, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking berupa permainan ringan dan tepuk semangat.

Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa mengenalkan mata uang Rupiah dengan bantuan media visual dan uang mainan agar mudah dipahami. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan nama mata uang Indonesia (Rupiah), simbol resmi (Rp), hingga perbedaan jenis uang kartal dan uang giral.

Senyum Gembira Siswa SD Usai Terima Edukasi Menabung dari Mahasiswa KKN Unisri (Dokumentasi:Indri Nur Hapsari)

Selain itu, para siswa dibekali pemahaman mendasar mengenai fungsi uang, yaitu sebagai alat pembayaran, alat ukur harga suatu barang, dan alat menyimpan nilai. Edukasi mengenai pentingnya menabung sejak dini juga disampaikan secara interaktif, di mana siswa diajak berdiskusi dan berbagi impian tentang barang yang ingin mereka beli dari hasil menabung.
Sumber foto: Indri Nur Hapsari

Guna menjaga fokus dan mengasah kreativitas anak-anak, kegiatan diselingi dengan sesi mewarnai celengan serta berfoto bersama menggunakan bingkai kreasi bertema "Ayo Pintar Uang".

Sebelum penutupan, digelar sesi kuis evaluasi untuk meninjau kembali pemahaman materi yang telah diberikan. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah apresiasi dari mahasiswa. Melalui program ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya mengelola keuangan dan kebiasaan menabung dapat tertanam kuat pada diri siswa sejak usia sekolah dasar.

Penulis: Indri Nur Hapsari


Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done