LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Strategi Pemasaran Sederhana untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Kerupuk Rambak Pak Paryo di Desa Pagak

Strategi Pemasaran Sederhana untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Kerupuk Rambak Pak Paryo di Desa Pagak

 

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta Kelompok 78, Dhea Yana Prasasti melaksanakan program kerja individu berupa “Pendampingan Penyusunan Strategi Pemasaran Sederhana untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Kerupuk Rambak Pak Paryo Desa Pagak” pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dengan memberikan materi secara langsung kepada pelaku UMKM Kerupuk Rambak Pak Paryo menggunakan poster sebagai media penyampaian materi. Pendampingan bertujuan memberikan pemahaman mengenai strategi pemasaran sederhana yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi usaha.

Materi yang disampaikan melalui poster membahas beberapa langkah pemasaran yang dapat dilakukan oleh pelaku UMKM. Materi pertama, yaitu menjaga kualitas produk, seperti menggunakan bahan baku yang berkualitas, mempertahankan rasa gurih dan renyah, serta menjaga kebersihan selama proses produksi. Selanjutnya, pelaku usaha diberikan pemahaman mengenai pentingnya mempertahankan dan meningkatkan hubungan dengan pelanggan melalui pelayanan yang ramah, menjaga hubungan baik, menerima masukan, serta mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pelanggan.

Selain itu, mahasiswa menjelaskan mengenai perluasan pemasaran yang dapat dilakukan secara bertahap. Produk tidak hanya dipasarkan di pasar, tetapi juga dapat dititipkan di warung atau toko sekitar apabila memungkinkan, memanfaatkan jaringan pelanggan untuk memperkenalkan produk kepada orang lain, serta menerima pesanan untuk berbagai kegiatan seperti arisan, hajatan, maupun kegiatan lainnya. Poster juga memberikan materi mengenai peningkatan identitas produk, seperti mencantumkan nama usaha, nomor WhatsApp, berat bersih, dan tanggal produksi apabila nantinya memungkinkan untuk diterapkan pada produk.

Pada kegiatan tersebut, pelaku UMKM juga diberikan pemahaman mengenai evaluasi penjualan. Evaluasi dapat dilakukan dengan pencatatan sederhana untuk mengetahui hari penjualan yang paling ramai, lokasi yang memiliki banyak pembeli, jenis produk yang paling diminati, serta jumlah penjualan dan keuntungan. Dengan melakukan pencatatan tersebut, pelaku usaha dapat mengetahui strategi pemasaran yang lebih efektif dan menguntungkan. Mahasiswa melakukan diskusi agar pelaku UMKM dapat memahami dan mempertimbangkan strategi yang sesuai dengan kondisi usahanya.

Melalui kegiatan pendampingan dengan media poster ini, diharapkan pelaku UMKM Kerupuk Rambak Pak Paryo memperoleh pengetahuan dan gambaran mengenai langkah-langkah pemasaran yang dapat dilakukan secara sederhana tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Penerapan strategi secara bertahap, mulai dari menjaga kualitas produk, mempertahankan pelanggan, memperluas pemasaran, meningkatkan identitas produk, hingga melakukan evaluasi penjualan, diharapkan dapat membantu meningkatkan daya saing dan perkembangan UMKM Kerupuk Ramlbak Pak Paryo di Desa Pagak.

Penulis: Dhea Yana Prasasti

Penyunting: Adista




Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar "Save Smart Challenge" di SDN 02 Banaran

Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar "Save Smart Challenge" di SDN 02 Banaran

 Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar "Save Smart Challenge" di SDN 02 Banaran


Dok.Maeva Noor Ayu




SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar program Save Smart Challenge bagi siswa kelas IV SDN 02 Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Senin (18/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan menabung dan mengasah literasi keuangan anak sejak dini melalui tantangan menyisihkan uang saku selama 30 hari.

Rangkaian program diawali dengan sosialisasi pentingnya pengelolaan keuangan yang dikemas secara interaktif. Untuk memicu semangat peserta, mahasiswa KKN membagikan celengan, kartu pemantau tabungan, dan makanan ringan, yang diselingi dengan permainan edukatif serta ice breaking.
Dok. Maeva Noor Ayu


Usai tantangan berjalan selama satu bulan, mahasiswa KKN kembali menyambangi sekolah untuk melakukan penghitungan akhir berdasarkan kartu pemantau tabungan para siswa.

Berdasarkan hasil rekapitulasi, tiga siswa mencatatkan jumlah tabungan tertinggi. Posisi pertama diraih oleh Razka yang berhasil menyisihkan uang saku hingga Rp155.000 dan berhak mendapatkan hadiah berupa botol minum (tumbler). Posisi kedua diraih Ayunda dengan total tabungan Rp125.000 yang mendapatkan hadiah tas sekolah, disusul Elisa di posisi ketiga dengan tabungan Rp115.000 yang memperoleh perlengkapan alat tulis.

Dok.Maeva Noor Ayu

Selain memberikan apresiasi khusus bagi tiga penabung terbanyak, seluruh peserta juga menerima penghargaan atas komitmen dan konsistensi mereka selama mengikuti program.

Dok.Maeva Noor Ayu


Melalui Save Smart Challenge, para siswa diharapkan tidak hanya memahami teori pentingnya menabung, tetapi juga mempraktikkan langsung sikap disiplin dan tanggung jawab finansial sejak usia sekolah dasar.

Save smart challenge- sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit

Penulis : Maeva Noor Ayu 
Penyunting : Oliviana 


Hilang yang belum Dicari

Hilang yang belum Dicari

Tapak pertama yang patah,

terjadi di dalam rumah.

Sejak usia awal mengenal dunia,

sebuah pelindung membuat luka.

 

Awal cerita menjadi duri,

meninggalkan luka dan sepi di sudut kiri.

Kini pintu hati menjadi terkunci,

menolak banyak rasa yang mendekati.

 

Ada takut yang sulit ditutupi,

di setiap malam mulai datang.

Khawatir jika nanti melangkah kembali,

ujungnya kembali pecah menyerang.

 

Bukan menolak datangnya rasa yang baru,

hanya takut mengulang sedih.

Ada ruang kosong yang terabaikan,

sebuah hilang yang belum sempat dicari.

 

 

Penulis       :  Adista Putri Revalina

Penyunting : Fahra Nautisya

KKN UNISRI 2026 : Edukasi Pencegahan Bullying dan Perlindungan Hukumnya

KKN UNISRI 2026 : Edukasi Pencegahan Bullying dan Perlindungan Hukumnya

 

Sumber foto : Bella Rachmadina Tyastuti

SRAGEN – SDN 1 Jatitengah menjadi saksi pentingnya Edukasi Pencegahan Bullying dan Perlindungan Hukum bagi Pelajar yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum dari Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan ini dihadiri sekitar 16 siswa kelas VI dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya rasa aman di lingkungan sekolah.


Bullying merupakan masalah serius yang dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap korban, baik secara fisik maupun psikologis. Dalam banyak kasus, tindakan
bullying terjadi dalam berbagai bentuk, seperti kekerasan fisik, penghinaan, pengucilan, hingga perundungan melalui media sosial. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kepada pelajar mengenai upaya pencegahan bullying serta pemahaman tentang hak dan perlindungan hukum yang dapat diberikan kepada korban.


Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan penyampaian materi oleh Bella Rachmadina Tyastuti, mahasiswi Fakultas Hukum. Sesi tanya jawab dan pembagian doorprize menambah interaksi dan antusiasme peserta. Anak-anak kelas VI SDN 1 Jatitengah menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap kuis yang diberikan serta menjawab berbagai pertanyaan dengan baik.

Sumber foto : Bella Rachmadina Tyastuti

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk menangani dan melaporkan bullying. Kegiatan ini bukan hanya memberikan pemahaman tentang hak-hak korban sebagai pelajar, tetapi juga menekankan bahwa bullying adalah masalah sosial yang mempengaruhi pelajar di lingkungan sekolah.


Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto payah, menandai payah awal yang baik dalam paya pencegahan bullying di SDN 1 Jatitengah. Diharapkan, edukasi ini dapat menjadi wadah pengetahuan bagi pelajar, khususnya siswa siswi kelas VI dalam memenuhi hak-hak mereka sebagai pelajar serta meningkatkan kesadaran hukum di Sekolah.

Sumber foto : Bella Rachmadina Tyastuti

Penulis: Bella Rachmadina Tyastuti – Ilmu Hukum

Penyunting: Adista 




Tingkatkan Literasi Digital, PKK Desa Jatitengah Waspadai Modus Penipuan Online dan Manipulasi Psikologis

Tingkatkan Literasi Digital, PKK Desa Jatitengah Waspadai Modus Penipuan Online dan Manipulasi Psikologis

 Tingkatkan Literasi Digital, PKK Desa Jatitengah Waspadai Modus Penipuan Online dan Manipulasi Psikologis

Mahasiswa Fakultas Hukum Unisri Surakarta, Febriant Tio Pratama, memaparkan materi kewaspadaan terhadap penipuan online dan manipulasi psikologis di hadapan anggota PKK dan kader Posyandu di Balai Desa Jatitengah, Sukodono, Sragen, Jumat (24/7/2026).


SRAGEN — Penipuan online di ruang digital tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga mengeksploitasi kondisi psikologis calon korban. Menanggapi fenomena tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 64 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar penyuluhan hukum dan literasi digital bagi puluhan kader PKK dan Posyandu di Balai Desa Jatitengah, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Jumat (24/7/2026).

​Pelaksana program kerja individu sekaligus mahasiswa Fakultas Hukum Unisri, Febriant Tio Pratama, menjelaskan bahwa para pelaku kejahatan siber sering kali memanfaatkan rasa panik, cemas, hingga motif keuntungan instan untuk mendesak korban mengambil keputusan tanpa verifikasi.

​"Pesan yang sengaja dirancang untuk menakut-nakuti atau mendesak penerima harus diwaspadai secara kritis. Kebiasaan untuk berhenti sejenak sebelum bertindak menjadi kunci utama pencegahan," ujar Febriant dalam pemaparan materinya.

​Dalam kegiatan tersebut, sekitar 30 peserta diajak membedakan berbagai bentuk modus penipuan modern, mulai dari pengumuman hadiah fiktif, modus kurir paket, tautan aplikasi bahaya (.APK), oknum yang mengatasnamakan lembaga perbankan, hingga permintaan kode One-Time Password (OTP) dan penyalahgunaan data pribadi.

​Sebagai langkah praktis, peserta dibekali metode evaluasi sederhana melalui pengenalan pesan digital chat simulasi, seperti pesan bantuan finansial darurat yang mengatasnamakan anggota keluarga. Dari perspektif regulasi, materi disandarkan pada ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana penipuan, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).

​Para peserta juga diajarkan prinsip penanganan komunikasi digital yang mencakup empat langkah utama: berhenti, berpikir, memeriksa, lalu bertindak. Apabila warga telanjur menjadi korban, mahasiswa memberikan petunjuk langkah taktis, seperti mengamankan bukti percakapan atau transaksi, mengunci akun keuangan, melapor ke pihak bank resmi, dan meneruskan laporan ke aparat penegak hukum.

​Sesi penyuluhan diakhiri dengan diskusi interaktif bersama Kepala Desa Jatitengah mengenai penanganan warga yang terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal, di mana pihak mahasiswa memberikan rekomendasi langkah pendampingan hukum serta strategi preventif tingkat desa.

​Melalui program ini, mahasiswa KKN-PPM Unisri berharap kader PKK dan warga Desa Jatitengah dapat mengadopsi kebiasaan verifikasi secara konsisten guna menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih tangguh dan bijak di era digital.

Penulis: Febriant Tio Pratama


Sentuhan Digital untuk UMKM Desa: Mahasiswa KKN Unisri Optimalisasi Media Sosial di Jatitengah Sragen

Sentuhan Digital untuk UMKM Desa: Mahasiswa KKN Unisri Optimalisasi Media Sosial di Jatitengah Sragen

 Sentuhan Digital untuk UMKM Desa: Mahasiswa KKN Unisri Optimalisasi Media Sosial di Jatitengah Sragen

Dok.Nofitasari

SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta Kelompok 64 melaksanakan program kerja pembuatan, pengelolaan, dan pendampingan akun media sosial TikTok dan Instagram sebagai upaya optimalisasi digital UMKM di Desa Jatitengah, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen. Program yang berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Anggo Doyoharjo, S.H., M.H., ini dilaksanakan pada dua momentum, yakni Senin (27/7/2026) dan Selasa (4/8/2026), sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan desa untuk mendukung kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi dan melakukan transaksi. Akan tetapi, di tengah derasnya arus digitalisasi, belum semua pelaku UMKM mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan media digital secara optimal, baik untuk memperkenalkan usaha, lokasi, maupun memasarkan produknya. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-PPM Unisri menghadirkan program pendampingan akun media sosial TikTok dan Instagram yang berfokus pada pengenalan identitas dan promosi usaha.

Mahasiswi Program Studi Manajemen Unisri Surakarta, Nofitasari (kanan), memperlihatkan tampilan akun media sosial usaha yang baru dibuat kepada pemilik UMKM di Desa Jatitengah, Sukodono, Sragen, Senin (27/7/2026).


Program ini menyasar dua UMKM di Desa Jatitengah, yaitu Bumi Nata Wisata Haji dan Umrah serta IKI Jenang Pati Garut Instan. Bersama para pemilik usaha, mahasiswa membantu membuat akun TikTok dan Instagram dari nol, mulai dari penataan profil, penulisan bio usaha, pengalihan akun ke profil profesional bisnis, hingga penyusunan strategi konten dasar agar siap digunakan sebagai etalase promosi. Pendampingan juga mencakup edukasi langsung tentang cara mengunggah konten, berinteraksi dengan pengikut, menjaga konsistensi aktivitas akun, serta pembacaan insight dan algoritma sebagai bekal jangka panjang.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tak lepas dari sejumlah kendala. Keterbatasan waktu pelaku usaha yang harus tetap menjalankan aktivitas harian membuat jadwal pendampingan harus disesuaikan dengan waktu luang mitra. Selain itu, sebagian pelaku usaha belum terbiasa mengoperasikan telepon pintar untuk keperluan pembuatan akun, ditambah kendala teknis seperti lamanya pengiriman kode OTP dan masalah login di perangkat yang berbeda.

Mahasiswi KKN Unisri, Nofitasari (kiri), memberikan bimbingan langsung mengenai pengoperasian aplikasi pesan dan media sosial sebagai sarana digital marketing kepada pemilik UMKM IKI Jenang Pati Garut Instan di Desa Jatitengah, Sragen.



Melalui program ini, mahasiswa KKN-PPM Unisri berharap dapat mendorong transformasi digital UMKM di Desa Jatitengah agar mampu meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan promosi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Penulis: Nofitasari 
KREATIVITAS ANAK MELALUI KOLASE BENTUK BUAH

KREATIVITAS ANAK MELALUI KOLASE BENTUK BUAH

 KREATIVITAS ANAK MELALUI KOLASE BENTUK BUAH


Dok.Hulwa Nisa


RA Aisiyah Darung VII – 13 Agustus 2026

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan edukatif untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan kolase bentuk buah. Kegiatan ini dilaksanakan bersama anak-anak di RA Aisiyah Darung VII sebagai salah satu bentuk program kerja individu mahasiswa KKN.

Kegiatan dilaksanakan di lingkungan TK dengan suasana belajar yang menyenangkan dan melibatkan anak secara langsung. Pemilihan kegiatan kolase bentuk buah dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada anak dalam mengenal berbagai bentuk buah sekaligus melatih kreativitas dan keterampilan motorik halus melalui kegiatan menempel.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN terlebih dahulu mengenalkan beberapa jenis buah kepada anak-anak. Selanjutnya, anak diberikan pola gambar buah dan berbagai bahan yang dapat digunakan untuk membuat kolase. Anak-anak kemudian diarahkan untuk menempelkan bahan pada pola gambar sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Dok.Hulwa Nisa

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada hasil karya, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Melalui kegiatan kolase, anak dilatih untuk menggunakan koordinasi mata dan tangan, mengenal bentuk, memilih bahan, serta menyelesaikan karya secara mandiri.

Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga selesai. Mereka diberikan kebebasan untuk memilih bahan dan menghias gambar buah sesuai dengan kreativitas masing-masing. Mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan dan membantu anak yang mengalami kesulitan selama proses membuat kolase.

Melalui kegiatan “Kreativitas Anak melalui Kolase Bentuk Buah”, diharapkan anak-anak dapat mengembangkan kreativitas, imajinasi, koordinasi mata dan tangan, serta keterampilan motorik halus. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan memberikan pengalaman baru bagi anak-anak di TK.


Penulis: Hulwa Nisa 

Serunya Belajar Mengenal Emosi Melalui Flashcard, Inovasi Mahasiswa Unisri di MI Muhammadiyah Pagak

Serunya Belajar Mengenal Emosi Melalui Flashcard, Inovasi Mahasiswa Unisri di MI Muhammadiyah Pagak

 Serunya Belajar Mengenal Emosi Melalui Flashcard, Inovasi Mahasiswa Unisri di MI Muhammadiyah Pagak

Antusiasme dan keceriaan siswa-siswi kelas 2 MI Muhammadiyah Pagak bersama tim KKN-PPM Unisri Kelompok 78 dalam program pembentukan kecerdasan emosional sejak dini.


SRAGEN — Mahasiswi Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Alvina Zella Santosa, menggelar kegiatan edukasi interaktif bagi siswa kelas 2 MI Muhammadiyah Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Rabu (29/7/2026). Anggota Kelompok 78 KKN-PPM ini mengusung tema pengenalan emosi menggunakan media flashcard yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.

Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk mencairkan suasana dan meningkatkan antusiasme siswa melalui permainan berbasis gerakan. Suasana yang santai membuat para siswa lebih siap dan aktif mengikuti rangkaian kegiatan.

Pengenalan Emosi dan Media Flashcard

Usai ice breaking, Alvina menyampaikan materi mengenai jenis-jenis emosi dasar beserta ciri-cirinya. Para siswa diperkenalkan dengan emosi yang sering dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti senang, sedih, marah, takut, dan terkejut, menggunakan bahasa yang sederhana.

Edukasi kemudian dilanjutkan dengan penggunaan media flashcard emosi. Melalui kartu bergambar tersebut, siswa diajak mengamati berbagai ekspresi wajah, menyebutkan jenis emosi yang sesuai, serta mengaitkannya dengan pengalaman pribadi yang pernah mereka alami.

Praktik Ekspresi Diri dan Bercerita

Pada sesi praktik, siswa diminta menirukan ekspresi wajah sesuai gambar pada flashcard. Mereka juga diberikan kesempatan untuk menceritakan pengalaman sederhana yang memicu perasaan senang, sedih, marah, atau takut. Aktivitas ini mendorong siswa agar lebih berani mengenali dan mengungkapkan perasaan mereka secara terbuka.

Penggunaan media visual flashcard terbukti efektif menjadikan materi abstrak mengenai emosi menjadi lebih konkret dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Mahasiswi FKIP Unisri Surakarta, Alvina Zella Santosa (kanan), memandu siswi kelas 2 MI Muhammadiyah Pagak mengenali dan memperagakan ekspresi emosi menggunakan media flashcard di Sumberlawang, Sragen, Rabu (29/7/2026).



Melalui kegiatan ini, siswa kelas 2 MI Muhammadiyah Pagak diharapkan dapat memahami ragam emosi serta mengekspresikannya secara tepat. Program ini sekaligus menjadi wujud penerapan ilmu Bimbingan dan Konseling FKIP Unisri dalam menghadirkan metode edukasi yang menyenangkan dan ramah anak.

Penulis: Alvina Zella Santosa


Tingkatkan Daya Saing Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Business Clinic bagi UMKM Tahu-Tempe Gembus di Desa Slogo

Tingkatkan Daya Saing Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Business Clinic bagi UMKM Tahu-Tempe Gembus di Desa Slogo

 Tingkatkan Daya Saing Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Business Clinic bagi UMKM Tahu-Tempe Gembus di Desa Slogo


Mahasiswa KKN Unisri Surakarta menyerahkan spanduk branding usaha dan pembukuan administrasi secara simbolis kepada pemilik UMKM Tahu dan Tempe Gembus, Sutikno, di Desa Slogo, Tanon, Sragen.



SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar program Business Clinic sebagai bentuk pemberdayaan pelaku usaha lokal di Desa Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini difokuskan pada pendampingan administrasi, branding, serta pengembangan usaha pada UMKM Tahu dan Tempe Gembus milik Sutikno.

Program ini merupakan kolaborasi lintas disiplin ilmu antara Sekarayu Anisah Kalya Reswara dari Program Studi Akuntansi dan Cahya Charisma dari Program Studi Manajemen. Sekarayu mengusung program pendampingan administrasi usaha, sedangkan Cahya berfokus pada strategi branding dan pengembangan bisnis. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat tata kelola internal sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar.


Pendampingan Keuangan dan Strategi Branding

Pendampingan administrasi usaha difokuskan pada edukasi pencatatan keuangan sederhana, penyusunan buku kas harian, pencatatan arus kas masuk dan keluar, hingga pengelolaan stok produksi. Melalui praktik langsung, pelaku usaha dibimbing menerapkan sistem administrasi yang praktis agar kondisi keuangan dapat dipantau secara terstruktur.

Di sisi lain, pendampingan branding berfokus pada penguatan identitas produk, peningkatan daya tarik kemasan, serta penyusunan strategi pemasaran. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual produk serta memperluas jangkauan pasar tahu dan tempe gembus buatan Sutikno.

Proses pendampingan berjalan interaktif melalui diskusi dan solusi berbasis kebutuhan usaha. Sekarayu menegaskan bahwa pencatatan keuangan merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan UMKM.

"Pencatatan yang sederhana namun konsisten dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan secara nyata, sehingga lebih mudah dalam mengambil keputusan pengembangan bisnis ke depan," ujar Sekarayu.


Mahasiswi Akuntansi Unisri Surakarta, Sekarayu Anisah Kalya Reswara (kiri), menyerahkan berkas laporan dan panduan pencatatan keuangan sederhana kepada pengelola UMKM Tahu dan Tempe Gembus Pak Sutikno di Desa Slogo, Tanon, Sragen.



Apresiasi Pelaku Usaha dan Harapan Keberlanjutan

Pemilik usaha, Sutikno, menyambut positif kehadiran mahasiswa KKN Unisri. Menurutnya, pendampingan ini memberikan wawasan baru terkait pentingnya perapian administrasi serta pengemasan produk yang lebih menarik.

Melalui program Business Clinic UMKM ini, mahasiswa KKN Unisri berharap kolaborasi ilmu akuntansi dan manajemen dapat memberikan dampak konkret bagi perekonomian Desa Slogo, menciptakan UMKM yang tertata, mandiri, dan berkelanjutan.

Penulis: Sekarayu Anisah Kalya Reswara & Cahya Charisma


"Sekar Kang Sinekar": Mahasiswa KKN UNS Revitalisasi Bahasa Jawa Berbasis Antologi Tembang Macapat Karyap Warga Desa Banaran

"Sekar Kang Sinekar": Mahasiswa KKN UNS Revitalisasi Bahasa Jawa Berbasis Antologi Tembang Macapat Karyap Warga Desa Banaran

Sekar Kang Sinekar: Mahasiswa KKN UNS Revitalisasi Bahasa Jawa Berbasis Antologi Tembang Macapat Karya Warga Desa Banaran


Mahasiswa KKN UNS melakukan diskusi dan pendekatan personal bersama tokoh masyarakat serta warga di kediaman warga Desa Banaran, Kalijambe, Sragen, sebagai tahap awal penggalian karya tembang macapat. Dok. Tim KKN UNS Desa Banaran



KALIJAMBE, SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menginisiasi program revitalisasi bahasa Jawa bertajuk “Sekar Kang Sinekar” melalui penyusunan antologi tembang macapat karya masyarakat. Program yang menyasar warga dewasa berusia 30–60 tahun di Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen ini telah berjalan sejak Senin (13/7/2026) sampai ( 19/8/2026).

Pelestarian bahasa daerah menjadi isu mendesak di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi penggunaan bahasa nasional maupun asing dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Jawa, sebagai salah satu bahasa daerah dengan jumlah penutur terbesar, mengalami pergeseran signifikan, khususnya di kalangan generasi muda.

Berbeda dari upaya pelestarian konvensional yang berfokus pada hafalan teks-teks klasik, program “Sekar Kang Sinekar” menawarkan pendekatan partisipatif (bottom-up). Program ini menekankan penciptaan karya autentik berbasis komunitas, di mana masyarakat berperan langsung sebagai pencipta dan pewaris kebudayaan sastra yang merefleksikan nilai-nilai kolektif Desa Banaran.

Tahapan dan Mekanisme Pelaksanaan

Tahap persiapan diawali dengan koordinasi intensif bersama perangkat desa, ketua RT, dan ketua RW di seluruh wilayah administratif Desa Banaran. Koordinasi ini bertujuan memaparkan mekanisme program, menyepakati jadwal, serta memetakan potensi partisipan. Selain itu, mahasiswa KKN menggali informasi mengenai tokoh-tokoh masyarakat setempat untuk dilibatkan sebagai mitra kunci dalam menjaring karya.

Selanjutnya, kegiatan difokuskan pada pengumpulan dan pendataan karya tembang macapat dari warga di setiap RT/RW. Proses penjaringan dilakukan secara serentak melalui jalur daring (online) dan luring (offline) guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkendala akses teknologi. Koordinasi dijalin baik melalui musyawarah resmi tingkat dusun maupun pendekatan personal harian untuk membangun semangat kolektif warga.


Suasana keakraban diskusi malam mahasiswa KKN dan warga Desa Banaran dalam mematangkan draf naskah tembang macapat karya masyarakat. 



Penyusunan Antologi dan Serah Terima Karya

Seluruh karya yang terkumpul kemudian memasuki tahap penyuntingan dan pengolahan naskah. Mahasiswa KKN melakukan verifikasi struktur tembang, perbaikan diksi, dan penyelarasan ejaan tanpa menghilangkan orisinalitas serta gaya bahasa khas para penulis.

Serah terima buku antologi tembang macapat "Sekar Kang Sinekar" sebagai wujud nyata revitalisasi bahasa dan sastra Jawa berbasis masyarakat di Desa Banaran, Kalijambe, Sragen.


Setelah draf final divalidasi dan disetujui oleh Pemerintah Desa Banaran, buku antologi tersebut dicetak dan dirilis sebagai dokumen budaya resmi desa.

Acara apresiasi dan serah terima buku dilaksanakan secara simbolis bersama Pemerintah Desa Banaran pada Rabu (19/8/2026). Penyerahan ini menjadi titik awal keberlanjutan program sebagai warisan budaya tulis yang dapat diakses oleh lintas generasi.


Penulis : Pasha Augusta Safitri, Siti Wafirotul Latifah, Sofia Lorensyah, Fatima AZ Zahra, Muhammad Naufal Ubaidillah, Salsa Jane Ardhita Putri, Yosua Tirzano Chandra Saputra, Versailles Pardede, Muntaviah Duhriyani.

Lokasi KKN: Desa Banaran, Kalijambe, Sragen

Penyunting: Oliviana 

Edukasi Waspada Penagihan Intimidatif, Mahasiswa KKN Unisri Ajarkan Cara Melapor ke OJK bagi Warga Desa Pare

Edukasi Waspada Penagihan Intimidatif, Mahasiswa KKN Unisri Ajarkan Cara Melapor ke OJK bagi Warga Desa Pare

 Edukasi Waspada Penagihan Intimidatif, Mahasiswa KKN Unisri Ajarkan Cara Melapor ke OJK bagi Warga Desa Pare

Antusiasme puluhan warga Desa Pare, Sragen, saat mengikuti kegiatan sosialisasi perlindungan konsumen dan pelaporan ke OJK bersama mahasiswa KKN-PPM Unisri Kelompok 40.




SRAGEN — Memanfaatkan momentum kumpul warga, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar sosialisasi mengenai kewaspadaan terhadap penagihan utang yang intimidatif serta tata cara pelaporan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan ini berlangsung usai agenda yasinan rutin bapak-bapak di RT 10 Kebayanan, Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Rabu malam (23/7/2026).

Materi dibawakan oleh Alya Mukhbita Lubna Aulya, mahasiswi Fakultas Hukum Unisri dari Kelompok 40 KKN-PPM. Melalui program kerja individu ini, Alya sengaja mengintegrasikan edukasi hukum ke dalam forum yasinan warga agar penyampaian informasi berjalan lebih efektif dan menjangkau masyarakat secara langsung.

Sekitar 30 hingga 40 warga hadir dalam kegiatan tersebut. Karena keterbatasan fasilitas proyektor di lokasi, materi disajikan melalui brosur edukasi yang dibagikan kepada setiap peserta sambil dijelaskan secara lisan. Format ini terbukti efektif memicu antusiasme warga, yang terlihat dari aktifnya sesi diskusi seputar pengalaman pribadi berhadapan dengan debt collector.


Alya Mukhbita menyampaikan materi edukasi hukum terkait perlindungan warga dari penagihan utang tidak etis dan pinjaman online ilegal usai kegiatan yasinan rutin.



Dalam sesi tanya jawab, salah seorang warga menanyakan konsekuensi hukum terkait keberadaan pinjaman online (pinjol) ilegal. “Bagaimana jika pinjaman online tersebut ilegal dan bagaimana jika tidak dilunasi utangnya?” tanyanya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Alya menjelaskan bahwa perjanjian pada pinjol ilegal dianggap tidak sah dan batal demi hukum karena tidak memenuhi syarat izin resmi dari OJK. Namun, risiko penagihan intimidatif tetap ada.

“Meskipun demikian, bapak berisiko menghadapi penagihan yang mengintimidasi. Jika hal itu terjadi, bapak bisa melaporkannya kepada OJK, pihak kepolisian, maupun lembaga bantuan hukum,” jelas Alya.

Materi yang disampaikan merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 60–62, yang mengatur bahwa penagihan hanya boleh dilakukan oleh petugas resmi bersertifikat pada pukul 08.00–20.00 WIB, tanpa ancaman, kekerasan, penyebaran data pribadi, atau tindakan yang mempermalukan konsumen. Pelanggaran atas ketentuan ini diancam pidana penjara 2 hingga 10 tahun dan denda maksimal Rp250 miliar, sesuai Pasal 306 UU Nomor 4 Tahun 2023 (UU P2SK). Warga juga dikenalkan pada kanal pelaporan resmi seperti Kontak OJK 157.

Edukasi ini dinilai sangat relevan bagi warga RT 10 Kebayanan yang mayoritas berprofesi sebagai petani, buruh tani, serta pengrajin anyaman eceng gondok dan bambu. Kebutuhan mendesak dan modal usaha kerap membuat warga rentan terjerat praktik pinjaman tidak etis.

Kegiatan ini berjalan selaras dengan program individu Anggoro Kusumo, mahasiswa Fakultas Hukum Unisri yang mengangkat tema bahaya pinjol ilegal pada malam yang sama. Kolaborasi ini memberikan pemahaman utuh bagi warga, mulai dari pencegahan hingga langkah hukum saat menghadapi intimidasi.

Alya berharap warga tidak ragu mendokumentasikan serta melaporkan praktik penagihan yang melanggar hukum. Ia juga mendorong agar forum keagamaan dan kemasyarakatan seperti yasinan dapat terus dimanfaatkan sebagai media edukasi hukum secara berkala di Desa Pare.


Penulis: Alya Mukhbita

Dunia Tanpa Bullying: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Antiperundungan di SMPN 4 Satu Atap Sumberlawang

Dunia Tanpa Bullying: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Antiperundungan di SMPN 4 Satu Atap Sumberlawang

 Dunia Tanpa Bullying: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Antiperundungan di SMPN 4 Satu Atap Sumberlawang

Mahasiswi KKN UNISRI, Difa Uswatun Chasanah, bersama tim mahasiswa KKN foto bersama Kepala Sekolah dan jajaran dewan guru SMPN 4 Satu Atap Sumberlawang usai pelaksanaan sosialisasi anti-bullying di Sumberlawang, Sragen.



SUMBERLAWANG, SRAGEN — Perundungan (bullying) masih menjadi salah satu permasalahan serius di dunia pendidikan. Guna mengantisipasi hal tersebut, mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Difa Uswatun Chasanah, menggelar program kerja individu berupa sosialisasi anti-bullying bagi siswa SMPN 4 Satu Atap Sumberlawang, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Program bertajuk “Dunia Tanpa Bullying: Mengajak Semua Teman untuk Berani Tampil Beda, Berani Berbuat Baik, dan Berani Menjadi Pelindung bagi Sesama” ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak negatif perundungan. Selain itu, program ini menginspirasi siswa agar menjadi pelindung bagi teman-teman yang menjadi korban perundungan. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh siswa jenjang SMP dengan metode pembelajaran interaktif dan menyenangkan.


Memahami Bullying dan Dampaknya

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak memahami berbagai bentuk bullying, mulai dari perundungan fisik, verbal, cyberbullying, hingga perundungan sosial. Pelaksana program menekankan bahwa bullying bukanlah sekadar candaan, melainkan perilaku berulang yang dapat meninggalkan trauma mendalam bagi korban.

"Bullying dapat memengaruhi kesehatan mental, kepercayaan diri, prestasi akademik, dan bahkan menyebabkan hal-hal yang lebih tragis. Itulah mengapa kita semua perlu memahami secara serius mengenai masalah ini," ujar Difa saat menyampaikan materi.

Dalam sesi tersebut, siswa juga diajak membayangkan posisi korban bullying melalui pemaparan skenario dan studi kasus nyata.


Keceriaan siswa-siswi SMPN 4 Satu Atap Sumberlawang bersama mahasiswa KKN UNISRI usai berkomitmen menjadi upstander dan pelindung bagi sesama teman dari bahaya bullying. Dok.Difa Uswatun



Tiga Pilar Perubahan: Berani Tampil Beda, Berbuat Baik, dan Menjadi Pelindung
Program ini berfokus pada tiga pilar utama. Pertama, mengajak siswa menghargai dan menerima perbedaan, karena setiap individu memiliki keunikan yang patut dihormati. Kedua, mendorong siswa untuk berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan kecil yang bermakna, seperti menyapa, merangkul teman yang menyendiri, atau mendengarkan keluh kesah teman.

Ketiga, mengajak siswa menjadi upstander dan bukan sekadar bystander. Upstander adalah individu yang berani membela serta membantu korban perundungan, sedangkan bystander hanya menyaksikan tanpa mengambil tindakan. Dalam sesi ini, siswa juga dibekali strategi praktis mengenai cara aman membela teman tanpa memperkeruh situasi.

Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan serta cerita pengalaman pribadi yang dibagikan. Beberapa siswa mengaku pernah menjadi korban perundungan, sementara yang lain berkomitmen untuk lebih berani membela teman-teman mereka di sekolah.

Dukungan Sekolah dan Harapan Perubahan

Kepala Sekolah beserta jajaran guru SMPN 4 Satu Atap Sumberlawang menyambut positif inisiatif ini. Pihak sekolah menilai edukasi yang dibawakan mahasiswa KKN Unisri sangat relevan untuk menciptakan iklim belajar yang aman dan sehat.

"Program seperti ini membantu kami menangani permasalahan bullying dari sisi preventif dan edukatif," ungkap Kepala Sekolah. Para guru berkomitmen untuk terus memperkuat nilai-nilai anti-bullying dalam proses pembelajaran sehari-hari.

 Melalui program ini, mahasiswa KKN Unisri berharap dapat berkontribusi menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak serta membentuk generasi muda yang memiliki empati, keberanian, dan tanggung jawab sosial.

Penulis: Difa Uswatun Chasanah


Optimalkan Pelayanan Pelanggan, Mahasiswa KKN Unisri Kenalkan Pemanfaatan WhatsApp bagi UMKM Bakso & Mie Ayam Pak Ripto

Optimalkan Pelayanan Pelanggan, Mahasiswa KKN Unisri Kenalkan Pemanfaatan WhatsApp bagi UMKM Bakso & Mie Ayam Pak Ripto

 Optimalkan Pelayanan Pelanggan, Mahasiswa KKN Unisri Kenalkan Pemanfaatan WhatsApp bagi UMKM Bakso & Mie Ayam Pak Ripto

Dok. Dea Arsitania






SRAGEN — Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta Kelompok 91, Dea Arsitania Pratama, menggelar program kerja individu bertajuk “Pelatihan Pelayanan Pelanggan melalui WhatsApp bagi Pelaku UMKM sebagai Pendukung Digital Marketing” pada Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini berlangsung di warung Bakso & Mie Ayam Pak Ripto, Jalan Gabugan–Sumberlawang, Kebayanan 1, Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.
Kegiatan ini berfokus pada edukasi pemanfaatan aplikasi pesan singkat WhatsApp sebagai media komunikasi interaktif dengan pelanggan. Program ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada pemilik usaha mengenai pentingnya pelayanan yang cepat, sopan, ramah, dan informatif untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan konsumen.


Penyampaian Materi dan Template Balasan Pesan


Dalam sesi pelatihan, Dea memaparkan beberapa materi teknis seputar pelayanan pelanggan, meliputi teknik membalas chat secara profesional, tata bahasa yang ramah dan santun, kejelasan penyampaian daftar menu beserta harga, hingga pentingnya ketepatan waktu dalam merespons pertanyaan pelanggan.

Guna mempermudah praktik operasional harian, Dea juga membagikan contoh draf balasan (template) pesan WhatsApp yang siap pakai. Template ini dirancang khusus sebagai acuan bagi pemilik usaha dalam memberikan respons yang terarah, rapi, dan konsisten saat melayani konsumen.

Suasana diskusi interaktif mahasiswa KKN-PPM UNISRI saat memaparkan materi pelayanan pelanggan berbasis WhatsApp guna mendukung pemasaran digital UMKM kuliner di Desa Jono, Tanon, Sragen.



WhatsApp sebagai Pendukung Digital Marketing

Meskipun Bakso & Mie Ayam Pak Ripto sebelumnya telah memanfaatkan WhatsApp, pelatihan ini memberikan wawasan baru agar aplikasi tersebut dapat difungsikan lebih luas sebagai instrumen pendukung digital marketing.

Pelayanan pelanggan yang responsif dan komunikatif melalui WhatsApp terbukti dapat mempermudah calon pembeli memperoleh informasi produk secara lengkap. Komunikasi yang terjalin dengan baik juga berpotensi meningkatkan kepuasan pelanggan serta mendorong munculnya pembeli berulang (repeat order).

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan secara langsung di tempat usaha (door to door) dan dihadiri oleh pemilik Bakso & Mie Ayam Pak Ripto. Anggota tim KKN Kelompok 91 turut mendampingi jalannya acara hingga selesai.

Melalui program pendampingan ini, pemilik usaha diharapkan mampu menerapkan strategi komunikasi yang telah diajarkan dalam operasional sehari-hari, sehingga kualitas pelayanan UMKM lokal di Desa Jono semakin meningkat dan siap bersaing di era digital.

Penulis: Dea Arsitania Pratama

Tingkatkan Transparansi Pelayanan Publik, Mahasiswa KKN Unisri Buatkan Banner Pelayanan Administrasi Desa Pare

Tingkatkan Transparansi Pelayanan Publik, Mahasiswa KKN Unisri Buatkan Banner Pelayanan Administrasi Desa Pare

 Tingkatkan Transparansi Pelayanan Publik, Mahasiswa KKN Unisri Buatkan Banner Pelayanan Administrasi Desa Pare


Mahasiswi KKN Unisri Surakarta, Afita Tri Maisaroh (kanan), menyerahkan dan memasang stand banner informasi pelayanan administrasi masyarakat secara permanen bersama perangkat Desa Pare di Kantor Desa Pare, Mondokan, Sragen, Jumat (14/8/2026).




SRAGEN — Sebagai wujud kepedulian terhadap efektivitas dan transparansi tata kelola pemerintahan di tingkat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program kerja pembuatan dan pemasangan Stand Banner Informasi Pelayanan Administrasi Desa di Kantor Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Jumat (14/8/2026).

Program kerja individu ini diusung oleh Afita Tri Maisaroh, mahasiswi Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unisri Surakarta. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari KKN-PPM yang mengusung tema "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen".


Wujudkan Transparansi dan Prinsip Good Governance

Pemasangan stand banner informasi pelayanan ini dilatarbelakangi oleh temuan di lapangan. Banyaknya jenis layanan publik yang tersedia di Kantor Desa Pare sering kali membuat warga bingung menentukan seksi pelayanan yang dituju serta persyaratan berkas yang harus dibawa.

"Selama ini, warga yang datang ke kantor desa masih sangat bergantung pada penjelasan lisan petugas untuk mengetahui syarat atau alur pelayanan. Program pembuatan stand banner pelayanan publik ini bertujuan untuk mewujudkan transparansi dan kemudahan akses informasi bagi masyarakat, sehingga prinsip transparansi publik dan good governance dapat terwujud. Masyarakat dapat mengetahui informasi secara langsung dan menyiapkan syarat dari rumah, sehingga bisa langsung menuju meja seksi yang tepat," ujar Afita.

Sebelum adanya media cetak visual permanen ini, warga cenderung bergantung pada penjelasan lisan dari petugas desa, sehingga proses pelayanan berpotensi memakan waktu lebih lama.


Tampilan stand banner edukatif buatan mahasiswa KKN Unisri yang kini terpasang di Balai Desa Pare untuk mempermudah alur birokrasi warga.Dok.Afita Tri


Dalam banner visual yang informatif tersebut, tercantum secara mendetail pembagian tugas tiga seksi pelayanan utama di Desa Pare. Dipaparkan pula alur berjenjang pengurusan surat, jam operasional pelayanan, serta penegasan bahwa seluruh layanan administrasi desa dilaksanakan secara gratis tanpa pungutan biaya, selaras dengan motto desa: "Melayani Sepenuh Hati Untuk Rakyat".

Kegiatan pemasangan banner secara permanen di Balai Desa Pare ini berjalan lancar dan mendapat sambutan hangat dari jajaran Pemerintah Desa Pare beserta perwakilan perangkat desa. Kehadiran banner informasi pelayanan publik ini dinilai sangat membantu tugas pelayanan harian staf desa serta mempercepat alur birokrasi bagi masyarakat.


Inisiator program KKN Unisri, Afita Tri Maisaroh, meluncurkan media informasi visual guna membimbing warga menyiapkan dokumen kependudukan secara mandiri sebelum menuju meja pelayanan.



Dengan terpasangnya media informasi visual ini, diharapkan keterbukaan informasi publik di Desa Pare semakin meningkat, proses birokrasi menjadi lebih efisien, serta masyarakat merasakan pelayanan desa yang transparan, cepat, dan akuntabel.

Penulis: Afita Tri Maisaroh 

Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Gelar “Sekolah Cilik Cerdas Finansial” di SDN 1 Jeruk

Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Gelar “Sekolah Cilik Cerdas Finansial” di SDN 1 Jeruk

 Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Gelar “Sekolah Cilik Cerdas Finansial” di SDN 1 Jeruk

Keceriaan siswa kelas 3 SDN 1 Jeruk saat memamerkan celengan hasil kreasinya dalam program penguatan literasi keuangan anak yang digagas mahasiswa KKN UNISRI, Senin (27/7/2026).





MIRI, SRAGEN — Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta Kelompok 34 melaksanakan program kerja individu di SD Negeri 1 Jeruk, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, melalui kegiatan edukasi bertajuk “Sekolah Cilik Cerdas Finansial”, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini ditujukan kepada siswa kelas 3 dengan tujuan menanamkan pemahaman mengenai literasi keuangan serta membiasakan anak mengelola uang secara bijak sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada konsep dasar literasi keuangan melalui materi tentang pengertian menabung, jenis-jenis uang, fungsi uang, manfaat menabung, serta tempat-tempat yang dapat digunakan untuk menyimpan uang. Materi disampaikan menggunakan contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa, seperti menyisihkan sebagian uang jajan untuk ditabung.

Selain materi mengenai menabung, siswa juga diberikan pemahaman mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Siswa diajak mengenali berbagai contoh kebutuhan sehari-hari dan membedakannya dengan keinginan. Edukasi ini bertujuan agar siswa mulai belajar menentukan prioritas dalam menggunakan uang serta menghindari kebiasaan membeli sesuatu yang tidak diperlukan.


Pelaksana program KKN UNISRI, Bella Fista Tambunan, berfoto dalam bingkai kreasi bersama siswa-siswi SDN 1 Jeruk yang antusias mengikuti edukasi perbedaan kebutuhan dan keinginan, Senin (27/7/2026).




Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik menghias celengan. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk menghias celengan masing-masing menggunakan stiker dan pensil warna sesuai kreativitas mereka. Kegiatan ini menjadi bagian praktik dari edukasi menabung sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi siswa dalam mengenal media untuk menyimpan uang.

Melalui kegiatan menghias celengan, siswa tidak hanya diajak untuk memahami pentingnya menabung, tetapi juga memiliki celengan yang dapat digunakan langsung untuk mulai menyisihkan uang. Mahasiswa mengarahkan siswa agar membiasakan diri menyimpan sebagian uang sisa jajan secara rutin ke dalam celengan tersebut.

Selain itu, dijelaskan pula langkah-langkah sederhana dalam menabung, mulai dari menentukan tujuan menabung, menghitung uang yang dibutuhkan, menyiapkan tempat menabung, menyisihkan uang sisa jajan, hingga melakukannya secara konsisten. Siswa juga diberikan pemahaman agar menggunakan uang tabungan secara bijak sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

Lewat program “Sekolah Cilik Cerdas Finansial”, mahasiswa KKN Unisri berharap siswa kelas 3 SDN 1 Jeruk dapat memiliki pemahaman dasar mengenai literasi keuangan serta mulai membangun kebiasaan mengelola uang secara bijak. Edukasi ini juga diharapkan dapat menanamkan sikap disiplin, bertanggung jawab, serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan sejak dini.

Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada siswa untuk membiasakan menabung, menggunakan uang sesuai kebutuhan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta bijak dalam membelanjakan uang.

Penulis: Bella Fista Tambunan

Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Kerja Sama Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SD Muhammadiyah Pagak

Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Kerja Sama Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SD Muhammadiyah Pagak

 Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Kerja Sama Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SD Muhammadiyah Pagak


Kebersamaan tim KKN-PPM Unisri Kelompok 78 bersama siswa-siswi kelas 6 SD Muhammadiyah Pagak dalam program pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan sejak dini, Selasa (28/7/2026).




SRAGEN — Mahasiswi Program Studi Ilmu Administrasi Negara dari Kelompok 78 KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Arneta Putri Rahmawati, menggelar program kerja individu bertajuk “Sosialisasi Perilaku Organisasi Sejak Dini: Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Kerja Sama pada Siswa Sekolah Dasar” di SD Muhammadiyah Pagak, Selasa (28/7/2026).

 Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi jiwa kepemimpinan kepada siswa sejak dini.
Sesi diawali dengan pemaparan materi dasar kepemimpinan dan pentingnya kerja tim yang dibawakan secara interaktif. Mahasiswa mengemas penyampaian secara santai melalui ruang diskusi terbuka, sehingga peserta didik dapat memahami esensi kepemimpinan secara alami tanpa kesan menggurui.

Untuk memperkuat pemahaman tersebut, kegiatan diselingi dengan ice breaking serta simulasi permainan kelompok. Melalui permainan edukatif ini, para murid tertantang untuk mengasah pola komunikasi, melatih kesabaran, dan merumuskan taktik bersama demi menyelesaikan setiap misi kelompok.
Mahasiswi KKN Unisri, Arneta Putri Rahmawati, memberikan pemaparan materi bertajuk "Sosialisasi Perilaku Organisasi Sejak Dini" di hadapan siswa-siswi kelas 6 SD Muhammadiyah Pagak, Sragen, Selasa (28/7/2026).




Siswa kelas 6 SD Muhammadiyah Pagak tampak sangat bersemangat mengikuti seluruh rangkaian acara. Pembentukan jiwa kepemimpinan terlihat saat mereka saling mendengarkan gagasan, membagi peran secara adil, dan bekerja sama menyelesaikan tugas kelompok yang diberikan.

"Kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa pemimpin tidak harus pintar, tetapi berani bertanggung jawab. Karena pemimpin itu dibentuk, bukan dilahirkan," ujar Arneta.

Pihak sekolah menyambut positif dan memberikan apresiasi atas program kerja yang dibawakan oleh mahasiswa KKN Unisri. Pelatihan ini dianggap tepat momentum, mengingat para murid kelas 6 berada di fase krusial sebelum melangkah ke jenjang SMP yang menuntut kemandirian lebih tinggi.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Unisri berharap nilai-nilai kepemimpinan dan kerja sama yang telah diajarkan dapat melekat dalam keseharian siswa. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti kepedulian mahasiswa dalam membentuk generasi muda yang mandiri, berkarakter, dan siap beradaptasi di masa depan.


Penulis: Arneta Putri Rahmawati


Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi Petani Desa Slogo

Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi Petani Desa Slogo

 Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi Petani Desa Slogo

Mahasiswi KKN UNISRI Surakarta menyampaikan materi mengenai pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petani di Balai Desa Slogo, Tanon, Sragen, Kamis (13/8/2026).




SLOGO, SRAGEN — Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi aspek krusial yang wajib diperhatikan oleh petani saat menjalankan aktivitas pertanian. Menanggapi berbagai risiko kecelakaan dan gangguan kesehatan di sawah maupun ladang, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar sosialisasi bertajuk “Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Budaya Kerja yang Aman bagi Petani Desa Slogo”, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 WIB hingga selesai bertempat di Balai Desa Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para petani mengenai pentingnya menjaga keselamatan dan kesehatan saat bekerja. Pekerjaan di sektor pertanian menyimpan berbagai risiko, mulai dari penggunaan alat-alat tajam, paparan bahan kimia berbahaya seperti pestisida, hingga kondisi cuaca ekstrem. Penerapan K3 diharapkan dapat menekan angka kecelakaan kerja sekaligus mencegah penyakit akibat kerja.

Dalam sosialisasi tersebut, para petani dibekali pemahaman mengenai potensi bahaya pada proses produksi tanaman serta langkah-langkah mitigasinya. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) standar, seperti masker, sarung tangan, dan sepatu boots kerja saat melakukan aktivitas berrisiko tinggi.

Selain penggunaan APD, para peserta juga mendapatkan edukasi mendalam mengenai tata cara penggunaan dan penyimpanan pestisida yang aman. Saat melakukan penyemprotan pestisida, petani dianjurkan menggunakan APD lengkap serta dilarang keras makan, minum, atau merokok. Petani juga diingatkan untuk menghindari kontak langsung bahan kimia dengan kulit dan mata.
Mahasiswa KKN UNISRI mendampingi warga Desa Slogo dalam kegiatan penanaman bibit tanaman pangan/sayuran guna mendukung ketahanan pangan dan budidaya pertanian yang aman di Desa Slogo, Sragen, Kamis (13/8/2026).




Terkait penyimpanan, pestisida wajib diletakkan di ruang tertutup yang jauh dari jangkauan anak-anak. Bahan kimia tersebut harus dipisahkan dari penyimpanan makanan, minuman, obat-obatan, serta pakan ternak. Wadah penyimpanan sebaiknya tetap menggunakan kemasan asli yang berlabel, diletakkan di tempat kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

​Penerapan K3 di sektor pertanian tidak hanya bertujuan mengurangi risiko cedera dan masalah kesehatan, tetapi juga menciptakan iklim kerja yang lebih aman dan nyaman. Dengan kondisi fisik yang prima serta lingkungan kerja yang aman, produktivitas petani Desa Slogo diharapkan dapat terus terjaga secara optimal.

​Melalui sosialisasi ini, para petani Desa Slogo diharapkan dapat mengadopsi budaya kerja aman secara berkelanjutan, serta membiasakan penggunaan APD dan pengelolaan pestisida yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.


Penulis : Mawli Dyah Salma Nabila KKN 100 UNISRI Desa Slogo


Mahasiswa UNISRI Berikan Edukasi Bahaya Pernikahan Usia Dini bagi Siswa SMPN 3 Satu Atap Jenar

Mahasiswa UNISRI Berikan Edukasi Bahaya Pernikahan Usia Dini bagi Siswa SMPN 3 Satu Atap Jenar

 Mahasiswa UNISRI Berikan Edukasi Bahaya Pernikahan Usia Dini bagi Siswa SMPN 3 Satu Atap Jenar


(Sumber: Nathalia Moza Adella)

SRAGEN — Anggota KKN PPM UNISRI Kelompok 18, Margiyanti Nur Khasanah, melaksanakan program kerja individu bertajuk Edukasi "Bahaya Pernikahan Usia Dini" di SMP Negeri 3 Satu Atap Jenar, Desa Banyurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, pada Kamis (24/7/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi dan pemahaman mendalam kepada remaja mengenai risiko pernikahan usia dini serta pentingnya merencanakan masa depan sejak dini.

Sosialisasi tersebut diikuti oleh siswa kelas IX SMP Negeri 3 Satu Atap Jenar. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami batasan usia pernikahan sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, yaitu minimal 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan, serta pentingnya memiliki kesiapan fisik, mental, pendidikan, dan ekonomi sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Dalam pelaksanaannya, penyampaian materi disampaikan secara interaktif menggunakan media presentasi visual (PowerPoint) yang menarik dan mudah dipahami. Margiyanti memaparkan berbagai faktor penyebab terjadinya pernikahan usia dini, seperti pergaulan berisiko, kurangnya pengetahuan, hingga tekanan lingkungan. Selain itu, dipaparkan pula dampak psikologis, hambatan terhadap keberlanjutan pendidikan, serta risiko ekonomi keluarga yang dapat timbul akibat pernikahan di usia terlalu muda.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, siswa juga diajak membuat "Pohon Cita-Cita", di mana setiap siswa menuliskan harapan dan impian masa depan mereka pada kertas catatan berwarna untuk ditempelkan bersama. Metode ini bertujuan untuk mendorong siswa agar tetap fokus pada pendidikan dan cita-cita, serta membentengi diri dari pergaulan yang merugikan.

Kegiatan berlangsung dengan kondusif, interaktif, dan penuh antusiasme dari peserta. Siswa tampak aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan selama sesi tanya jawab berlangsung.

Margiyanti Nur Khasanah selaku pelaksana program kerja menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai media edukasi preventif bagi remaja. "Masa remaja adalah waktu yang sangat berharga untuk belajar, mengenali potensi diri, dan mengejar cita-cita. Kami berharap melalui edukasi ini, para siswa dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan dan tidak terburu-buru memasuki kehidupan pernikahan sebelum memiliki kesiapan yang matang," ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi kesimpulan dan foto bersama antara mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 18, guru pendamping, dan seluruh siswa kelas IX. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus membekali generasi muda Banyurip untuk melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.

Penulis: Margiyanti Nur Khasanah
Penyunting: Wiri  Tanaya Hayu M



Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done