LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta Gelar Pendampingan Pembuatan Google Maps, Google Bussines profile, dan Qris untuk UMKM Desa Jekawal

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta Gelar Pendampingan Pembuatan Google Maps, Google Bussines profile, dan Qris untuk UMKM Desa Jekawal

 Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta. Gelar Pendampingan Pembuatan Google Maps, Google Bussines profile, dan Qris untuk UMKM Desa Jekawal

Mahasiswi KKN Unisri Surakarta, Vivin Deva Alia, menunjukkan kode QRIS yang berhasil dibuat bersama pemilik Warung Makan Yu Yem di Desa Jekawal, Tangen, Sragen, Senin (17/8/2026). Dok Vivin Deva Alia


Guna memodernisasi sektor usaha mikro dan memperluas jangkauan pemasaran produk lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar program pendampingan digitalisasi bagi pelaku UMKM di Desa Jekawal, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Senin (17/8/2026).

Program edukasi dan praktik lapangan ini diprakarsai oleh Vivin Deva Alia. Kegiatan berfokus pada tiga instrumen digital utama, yaitu pendaftaran titik lokasi usaha di Google Maps, pembuatan profil bisnis pada Google Business Profile, serta aktivasi pembayaran non-tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Pendampingan dilakukan secara praktis dengan mendatangi langsung tempat usaha (door to door). Mahasiswa membimbing pemilik UMKM melengkapi identitas digital usaha, mulai dari memasukkan nama toko, alamat presisi, nomor kontak, jam operasional, kategori produk, hingga mengunggah foto dagangan.

"Masih banyak pelaku UMKM di Desa Jekawal yang belum terbiasa memanfaatkan media digital. Melalui pendaftaran Google Maps, Google Business Profile, dan fitur QRIS ini, kami ingin membantu usaha warga agar lebih mudah ditemukan calon konsumen di mesin pencarian Google serta mempermudah transaksi non-tunai," ujar Vivin Deva Alia selaku pelaksana program.

Selain penataan profil digital, mahasiswa memberikan simulasi langsung cara penggunaan QRIS untuk transaksi harian. Pelaku UMKM juga diajak mempraktikkan pengisian data mandiri agar mahir mengelola akun bisnis digitalnya secara berkelanjutan.
Inisiatif pendampingan ini mendapat respons positif dari para pemilik usaha setempat karena dinilai memberikan dampak nyata bagi operasional harian.

"Kami sangat terbantu dengan bimbingan dari mahasiswa KKN Unisri. Sekarang tempat usaha kami sudah terdaftar di Google Maps dan punya pembayaran via QRIS, jadi pembeli tidak kesulitan lagi mencari lokasi atau melakukan pembayaran," ungkap salah satu pelaku UMKM Desa Jekawal peserta kegiatan.

Melalui pendampingan ini, mahasiswa KKN Unisri berharap para pelaku UMKM di Desa Jekawal dapat terus memanfaatkan teknologi digital secara optimal guna meningkatkan daya saing usaha dan mendorong perekonomian desa.

Penulis: Vivin Deva Alia 

Penyunting: Oliviana 


Tingkatkan Kesadaran Gizi Masyarakat, Mahasiswa KKN Unisri Latih Pembuatan Puding Jagung Daun Kelor di Posyandu Aster 1, Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono

Tingkatkan Kesadaran Gizi Masyarakat, Mahasiswa KKN Unisri Latih Pembuatan Puding Jagung Daun Kelor di Posyandu Aster 1, Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono

 Tingkatkan Kesadaran Gizi Masyarakat, Mahasiswa KKN Unisri Latih Pembuatan Puding Jagung Daun Kelor di Posyandu Aster 1, Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono

Kader Posyandu Aster 1 memperlihatkan hasil olahan puding jagung daun kelor bersama mahasiswi KKN Unisri usai kegiatan sosialisasi di Sragen, Rabu (5/8/2026). Dok. Meiril Firda Ningtias


SRAGEN — Guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemenuhan gizi seimbang dan optimalisasi bahan pangan lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan puding jagung daun kelor di Posyandu Aster 1, Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Rabu (5/8/2026).

Program kerja edukatif ini diprakarsai oleh Meiril Firda Ningtias, mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi Unisri. Kegiatan tersebut menyasar para kader Posyandu serta orang tua balita sebagai upaya menekan angka kurang gizi dan menghadirkan alternatif makanan sehat bagi anak dalam masa pertumbuhan.

Dalam pemaparannya, Meiril menjelaskan kombinasi jagung manis sebagai sumber karbohidrat dan serat dengan daun kelor yang kaya akan protein, vitamin, mineral, serta antioksidan. Pengolahan menjadi puding ini dirancang khusus untuk menyiasati anak-anak yang kurang menyukai konsumsi sayuran secara langsung.

Meiril Firda Ningtias menyampaikan materi pentingnya pemenuhan gizi anak dan pemanfaatan jagung manis dan daun kelor di hadapan para kader Posyandu Aster 1 serta ibu-ibu balita, Sragen, Rabu (5/8/2026).

"Kandungan gizi daun kelor dan jagung manis sangat tinggi. Melalui olahan puding yang menarik ini, kita bisa memberikan camilan bernilai gizi tinggi untuk anak-anak tanpa mengurangi kualitas bahan pangan lokal yang mudah didapatkan di sekitar rumah," ujar Meiril Firda Ningtias selaku pelaksana kegiatan.

Usai pemaparan materi, peserta diajak mempraktikkan langsung tahapan pembuatan puding jagung daun kelor. Langkah-langkah pengolahannya meliputi:

1. Persiapan dan Ekstraksi Bahan: Memipil 2 buah jagung manis dan memisahkan daun kelor dari batangnya. Kedua bahan kemudian diblender bersama 600 ml air lalu disaring untuk diambil sarinya.

2. Pencampuran Adonan: Sari jagung dan daun kelor dimasukkan ke dalam panci, lalu dicampur dengan 1 lembar daun pandan, 1 bungkus agar-agar plain, 1 bungkus santan, 5 sendok makan gula, dan ½ sendok teh garam.

3. Perebusan: Seluruh bahan diaduk rata dan dimasak menggunakan api sedang hingga mendidih. Setelah mendidih, tambahkan larutan 2 sendok makan maizena sambil terus diaduk hingga adonan matang dan mengental.

4. Pencetakan dan Penyajian: Adonan yang telah matang dituangkan ke dalam cup atau cetakan, diberi parutan keju sebagai topping, lalu didinginkan hingga siap disajikan.

Mahasiswi Teknologi Pangan Unisri Surakarta, Meiril Firda Ningtias, memperagakan proses perebusan adonan puding jagung daun kelor dalam pelatihan gizi di Posyandu Aster 1, Sragen, Rabu (5/8/2026). Dok.Meiril Firda Ningtias




Inisiatif pelatihan dan demonstrasi langsung ini mendapat respons positif dari para peserta yang aktif berdiskusi mengenai teknik pengolahan hingga daya simpan produk.

"Pelatihan dari mahasiswa KKN Unisri ini sangat bermanfaat. Kami dapat ide baru mengolah daun kelor jadi puding yang manis dan disukai anak-anak, jadi tidak bingung lagi menyajikan menu sehat untuk balita," ungkap salah satu kader Posyandu Aster 1 peserta kegiatan.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN Unisri berharap masyarakat dapat terus berinovasi memanfaatkan bahan pangan lokal guna menciptakan menu keluarga yang sehat, bergizi, dan menarik secara berkelanjutan.

Penulis: Meiril Firda Ningtias 

Penyunting: Oliviana 

Menjadi Jagoan Digital dan Pahlawan Bumi: Edukasi Literasi Digital dan Lingkungan bagi Anak SD di Desa Kalimacan

Menjadi Jagoan Digital dan Pahlawan Bumi: Edukasi Literasi Digital dan Lingkungan bagi Anak SD di Desa Kalimacan

 Menjadi Jagoan Digital dan Pahlawan Bumi: Edukasi Literasi Digital dan Lingkungan bagi Anak SD di Desa Kalimacan

Sumber foto: Verrel Pandu Arlindo



SRAGEN — Guna membentengi generasi muda dari dampak negatif internet sekaligus menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menyelenggarakan program edukasi interaktif bagi anak-anak sekolah dasar (SD) di RT 12, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Rabu (29/7/2026).

Program kerja individu bertajuk “Menjadi Jagoan Digital dan Pahlawan Bumi” ini dikemas secara mendidik dan menyenangkan untuk merespons tingginya interaksi anak-anak dengan teknologi digital di kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami etika pemanfaatan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Selain literasi digital, anak-anak juga dibekali materi "pahlawan bumi" yang mendorong pembentukan kebiasaan positif seperti menjaga kebersihan, mengelola sampah, dan merawat lingkungan sekitar.

"Seru sekali kegiatannya. Kami jadi tahu cara memakai HP yang benar dan aman, terus diajari juga caranya jadi pahlawan bumi dengan menjaga kebersihan lingkungan,"ujar salah satu anak peserta edukasi.

Melalui pendekatan yang ringan dan interaktif, sosialisasi ini diharapkan mampu membentuk karakter anak-anak di Desa Kalimacan agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas berdigital sekaligus bijak dalam menjaga kelestarian bumi.


Penulis: Verrel Pandu Arlindo dan Aliya Alma

Dorong UMKM Go Digital, Mahasiswa KKN Unisri Dampingi Pelaku Usaha Lewat QRIS, Google Maps, dan Media Sosial

Dorong UMKM Go Digital, Mahasiswa KKN Unisri Dampingi Pelaku Usaha Lewat QRIS, Google Maps, dan Media Sosial

 Dorong UMKM Go Digital, Mahasiswa KKN Unisri Dampingi Pelaku Usaha Lewat QRIS, Google Maps, dan Media Sosial

Mahasiswa KKN Unisri Surakarta berfoto bersama pelaku UMKM usai menyelesaikan program pendampingan digitalisasi pembayaran dan promosi media sosial di Desa Majenang, Sukodono, Sragen, Rabu (22/7/2026)


SRAGEN — Guna memperluas jangkauan pemasaran serta mendukung modernisasi usaha di tingkat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan program sosialisasi dan pendampingan digitalisasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Majenang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Rabu (22/7/2026).

Program kerja interaktif yang diprakarsai oleh Efiana Asmi Nugrahani, Hanifah Kholishoh Fairuz, dan Muhammad Rafi Syaifudin ini berfokus pada tiga instrumen digital utama: aktivasi QRIS sebagai sistem pembayaran non-tunai, mendaftarkan titik lokasi usaha di Google Maps, serta pembuatan konten promosi media sosial.

Pendampingan dilakukan secara langsung (door to door) kepada para pemilik usaha. Selain mendaftarkan koordinat presisi di Google Maps dan membuatkan konten promosi visual yang menarik, mahasiswa juga membimbing proses pendaftaran hingga pemasangan QRIS guna mempermudah transaksi konsumen.

"Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi UMKM agar bertahan dan berkembang. Melalui QRIS, Google Maps, dan media sosial, kami ingin membantu para pemilik usaha di Desa Majenang agar produknya makin dikenal luas dan transaksi harian jadi lebih praktis," ujar perwakilan tim KKN Unisri.

Suasana pendampingan pembuatan konten media sosial dan pemasangan QRIS bagi pelaku UMKM di Desa Majenang, Sukodono, Sragen, Rabu (22/7/2026).Dok. Efiana, Hanifah, Rafi

"Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN Unisri. Sekarang tempat usaha kami sudah ada di Google Maps dan punya pembayarannya via QRIS, jadi pembeli tidak kesulitan lagi mencari lokasi atau bayar pakai uang pas," ungkap salah satu pelaku UMKM Desa Majenang sasaran program.

  
Dok: Efiana, Hanifah, Rafi

Melalui program kerja tersebut, berupa titik lokasi digital, metode pembayaran QRIS, serta aset konten promosi tersebut, para pelaku UMKM di Desa Majenang diharapkan dapat semakin terbiasa memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan.


Penulis: Efiana Asmi Nugrahani, Hanifah Kholishoh Fairuz, Muhammad Rafi Syaifudin


Tingkatkan Kedisiplinan Anak Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Sosialisasi Manajemen Waktu Lewat Poster Harian di SDN 2 Pare

Tingkatkan Kedisiplinan Anak Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Sosialisasi Manajemen Waktu Lewat Poster Harian di SDN 2 Pare

 Tingkatkan Kedisiplinan Anak Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Sosialisasi Manajemen Waktu Lewat Poster Harian di SDN 2 Pare

Keceriaan siswa-siswi SD N 2 Pare saat foto bersama mahasiswa KKN Unisri Kelompok 40 di halaman sekolah usai mengikuti edukasi disiplin waktu dan pembatasan gawai, Kamis (23/7/2026)


Dalam rangka membentuk karakter disiplin dan kemandirian anak usia sekolah dasar, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 40 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan sosialisasi manajemen waktu di SD Negeri 2 Pare, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Kamis (23/7/2026).

Program kerja individu bertajuk "Optimalisasi Manajemen Waktu Dalam Membentuk Karakter Disiplin Anak Usia Sekolah Dasar Melalui Media Poster Harian" ini diprakarsai oleh Della Ayu Afsary dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi. Kegiatan ini ditujukan bagi siswa-siswi kelas IV, V, dan VI.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi sosiologis di Desa Pare, di mana mayoritas orang tua bekerja di sektor pertanian dan industri kerupuk, sehingga pengawasan terhadap aktivitas anak pascasekolah menjadi terbatas.
  
Siswa-siswi kelas IV, V, dan VI SD N 2 Pare menyimak materi sosialisasi pembagian waktu belajar dan bermain secara interaktif di ruang kelas, Mondokan, Sragen, Kamis (23/7/2026). Dok: Della Ayu Afsary



Untuk menjawab tantangan tersebut, Della memanfaatkan media visual interaktif berupa Poster Harian yang memuat panduan jadwal kegiatan anak mulai pagi hingga malam hari. Selain membagikan poster, para siswa diajak berkomitmen membatasi penggunaan gawai (gadget), membiasakan belajar mandiri, serta disiplin mengatur waktu tidur.


"Melalui media poster yang menarik dan penuh warna ini, kami ingin membantu adik-adik SD Negeri 2 Pare agar mampu membagi waktu antara belajar, membantu orang tua, dan bermain secara seimbang tanpa ketergantungan pada gawai," ujar Della Ayu Afsary selaku penanggung jawab program.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Pihak sekolah menyambut positif inisiatif edukasi tersebut karena dinilai memberikan solusi praktis dalam mendampingi pembentukan karakter murid.

"Program dari mahasiswa KKN Unisri ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Adanya media poster harian ini memudahkan para siswa memiliki panduan pembagian waktu kegiatan yang jelas di rumah secara mandiri," ungkap salah satu perwakilan guru SD N 2 Pare.

  
Dok: Della Ayu Afsary

Melalui program ini, diharapkan terbentuk karakter disiplin dan kemandirian pada anak-anak di Desa Pare sejak dini guna mendukung kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Penulis: Della Ayu Afsary

Tingkatkan Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Galeri Daur Ulang di SD N 1 Pare

Tingkatkan Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Galeri Daur Ulang di SD N 1 Pare

 Tingkatkan Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Galeri Daur Ulang di SD N 1 Pare

Mahasiswa KKN mendampingi siswa kelas V SD Negeri 1 Pare dalam praktik membuat karya kreatif dari barang bekas.
 (Dok. Andini Putri Wijayanti)


SRAGEN — Gna meningkatkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan program edukasi daur ulang sampah di SD Negeri 1 Pare, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Kamis (23/7/2026).

Program kerja individu bertajuk "Galeri Daur Ulang: Ubah Sampah Jadi Berkah, Ciptakan Karya, Jaga Bumi Kita" ini menyasar siswa kelas V. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta pemanfaatan kembali sampah anorganik yang masih layak pakai.

Para siswa kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan barang kerajinan tangan dari limbah bekas. Berbagai karya kreatif berhasil dibuat, seperti celengan dan pot bunga dari botol plastik, tempat pensil dari kaleng bekas, tempat tisu dari kardus, hingga pigura dan vas bunga.

"Melalui kegiatan Galeri Daur Ulang ini, kami ingin memberikan pemahaman praktis bahwa sampah yang ada di sekitar kita bisa diubah menjadi benda bernilai guna dan estetis, sekaligus melatih kerja sama tim antar siswa," ujar pelaksana program KKN Unisri.

   

Siswa kelas V SD Negeri 1 Pare menunjukkan hasil karya dalam kegiatan Galeri Daur Ulang. (Dok. Andini)

Antusiasme para murid terlihat sepanjang proses pembuatan hingga sesi penayangan karya. Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari pihak sekolah karena dinilai menjadi sarana edukasi lingkungan yang menyenangkan.

"Anak-anak sangat senang dan bangga saat memamerkan hasil kerajinan kelompoknya. Edukasi daur ulang seperti ini sangat bagus untuk melatih kreativitas dan kepedulian murid terhadap kebersihan sekolah," ungkap salah satu perwakilan guru SD N 1 Pare.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Unisri berharap kesadaran mengurangi sampah plastik dan memanfaatkan kembali barang bekas dapat menjadi kebiasaan positif yang terus diterapkan para siswa, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.


Penulis: Andini Putri Wijayanti

Tingkatkan Kesadaran Gizi dan Peluang Usaha, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Program SOJATRI di Desa Pare

Tingkatkan Kesadaran Gizi dan Peluang Usaha, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Program SOJATRI di Desa Pare

Tingkatkan Kesadaran Gizi dan Peluang Usaha, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Program SOJATRI di Desa Pare 

Tim KKN Unisri Kelompok 40 berfoto bersama pengurus dan anggota Kader PKK Desa Pare setelah pelaksanaan edukasi pembuatan susu jagung nutrisi tinggi di Balai Desa Pare, Mondokan, Sragen, Selasa (4/8/2026). Sumber foto: Rahendra


SRAGEN — Guna meningkatkan kesadaran gizi masyarakat sekaligus mendorong potensi ekonomi kreatif berbasis bahan pangan lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan program edukasi pembuatan susu jagung nutrisi tinggi (SOJATRI) di Balai Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Selasa (4/8/2026).

Program kerja individu bertajuk "SOJATRI (Sosialisasi Susu Jagung Nutrisi Tinggi)" ini diprakarsai oleh Yusril Rahendra Nur Kuncoro dari Program Studi Teknologi Pangan, KKN Kelompok 40 Unisri. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua beserta anggota Kader PKK Desa Pare.

Melalui pemaparannya, Yusril memperkenalkan susu jagung (Zea mays saccharata) sebagai opsi minuman nabati (grain milk) sehat yang kaya vitamin A, vitamin B kompleks, antioksidan, serat, asam folat, hingga zat besi. Minuman ini aman dikonsumsi oleh penderita lactose intolerance, alergi protein susu sapi, maupun penderita diabetes karena mengandalkan rasa manis alami dari fruktosa dan sukrosa jagung.

Mahasiswa Teknologi Pangan Unisri, Yusril Rahendra Nur Kuncoro, memperlihatkan sampel produk susu jagung manis (SOJATRI) beserta leaflet panduan pembuatannya usai sosialisasi di Balai Desa Pare, Mondokan, Sragen, Selasa (4/8/2026).


"Susu jagung memiliki nutrisi yang lengkap dan berpotensi besar dikembangkan menjadi peluang wirausaha rumahan. Selain bebas laktosa, pengolahannya juga mengusung prinsip zero waste karena ampas pemerasannya masih bisa dimanfaatkan kembali menjadi perkedel, bakwan, puding, hingga pakan ternak," ujar Yusril Rahendra Nur Kuncoro selaku pelaksana program.

Sesi demonstrasi dilanjutkan dengan mempraktikkan teknik pengolahan dasar agar susu jagung tidak beraroma langu, menghasilkan tekstur creamy, serta bebas dari bahan pengawet sintetis.

Pelatihan ini mendapat sambutan antusias dari para pengurus dan anggota PKK Desa Pare karena memberikan ide olahan pangan baru yang menyehatkan keluarga sekaligus bernilai jual.

"Program ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK. Kami jadi tahu cara mengolah jagung manis menjadi minuman sehat yang disukai anak-anak, sekaligus membuka peluang usaha baru untuk menambah penghasilan keluarga," ungkap salah satu pengurus Kader PKK Desa Pare peserta kegiatan.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat Desa Pare diharapkan dapat lebih kreatif dan inovatif dalam mengolah hasil pangan lokal menjadi produk minuman nabati bernilai gizi tinggi guna mendukung perekonomian keluarga secara berkelanjutan.

Penulis: Yusril Rahendra Nur Kuncoro


Pengembangan Ekonomi Kreatif: Mahasiswa KKN Unisri Olah Limbah Bonggol Jagung Jadi Briket Bernilai Jual di Desa Pare

Pengembangan Ekonomi Kreatif: Mahasiswa KKN Unisri Olah Limbah Bonggol Jagung Jadi Briket Bernilai Jual di Desa Pare

 Pengembangan Ekonomi Kreatif: Mahasiswa KKN Unisri Olah Limbah Bonggol Jagung Jadi Briket Bernilai Jual di Desa Pare
Mahasiswa KKN Unisri Surakarta berfoto bersama warga dan jajaran pengurus Desa Pare usai pelatihan pembuatan briket bonggol jagung di Balai Desa Pare, Mondokan, Sragen, Selasa (4/8/2026). Sumber Foto: Muhammad Rayhan


SRAGEN — Guna mengoptimalkan potensi pertanian sekaligus mengurangi penumpukan limbah organik, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program edukasi pengolahan limbah bonggol jagung menjadi briket bahan bakar alternatif bernilai ekonomi di Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Selasa (4/8/2026).

Program kerja individu bertajuk "Pengembangan Produk Ekonomi Kreatif melalui Pemanfaatan Limbah Bonggol Jagung menjadi Briket Bernilai Jual" ini diprakarsai oleh Muhammad Rayhan Dwi Rizqi Rudyansyah dari Program Studi Manajemen, yang tergabung dalam KKN Kelompok 40 Unisri. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Pare tersebut bertujuan mengubah sudut pandang masyarakat terhadap limbah pertanian yang selama ini kerap dibiarkan menumpuk atau dibakar begitu saja.

Melalui sosialisasi dan demonstrasi pembuatan briket, warga diajak memanfaatkan bonggol jagung kering menjadi bahan bakar padat alternatif yang efektif untuk kebutuhan memasak harian maupun peluang usaha kuliner.   

Mahasiswa KKN Unisri, Muhammad Rayhan Dwi Rizqi Rudyansyah, menunjukkan sampel briket bonggol jagung beserta brosur panduan pembuatannya di Balai Desa Pare, Mondokan, Sragen, Selasa (4/8/2026)


"Limbah bonggol jagung yang melimpah memiliki potensi besar jika diolah dengan tepat. Melalui inovasi briket ini, kami ingin membantu warga menciptakan solusi energi yang ramah lingkungan sekaligus membuka peluang wirausaha baru berbasis ekonomi kreatif," ujar Muhammad Rayhan Dwi Rizqi Rudyansyah selaku pelaksana program.

Inovasi ini tidak hanya menekan potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah (added value) pada barang bekas dengan modal produksi yang efisien.

Kehadiran program pendampingan ini disambut positif oleh warga setempat karena menghadirkan keterampilan praktis yang mudah diterapkan menggunakan alat-alat rumah tangga.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga Desa Pare. Kami jadi tahu kalau bonggol jagung yang biasanya dianggap sampah ternyata bisa diolah jadi briket bernilai jual dan hemat untuk bahan bakar," ungkap salah satu perwakilan warga Balai Desa Pare peserta kegiatan.

Melalui demonstrasi langsung mulai dari proses pengarangan, pencampuran perekat tapioka, hingga pencetakan briket, masyarakat Desa Pare diharapkan dapat mengaplikasikan pembuatan briket bonggol jagung secara mandiri guna mendukung kemandirian ekonomi dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Penulis: Muhammad Rayhan Dwi Rizqi Rudyansyah




Edukasi Manajemen Waktu Sejak Dini, Mahasiswa Unisri Surakarta Gelar Program Kerja di SD N 2 Jekani

Edukasi Manajemen Waktu Sejak Dini, Mahasiswa Unisri Surakarta Gelar Program Kerja di SD N 2 Jekani

Edukasi Manajemen Waktu Sejak Dini, Mahasiswa Unisri Surakarta Gelar Program Kerja di SD N 2 Jekani

Mahasiswa KKN Unisri Surakarta berfoto bersama Kepala Sekolah dan jajaran guru di depan plang SD Negeri 2 Jekani, Mondokan, Sragen, Rabu (29/7/2026).
(Dok. Arieska Bella Amanda)


SRAGEN — Pengelolaan waktu merupakan salah satu keterampilan hidup (life skill) penting yang idealnya dibentuk sejak usia dini. Berangkat dari kesadaran tersebut, Arieska Bella Amanda, mahasiswi Program Studi S1 Manajemen Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, menggelar program kerja individu bertajuk "Manajemen Waktu pada Anak SD" di SD Negeri 2 Jekani, Desa Jekani, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Rabu (29/7/2026).

Program edukatif ini dirancang khusus dengan merangkul seluruh siswa SD N 2 Jekani dari kelas I hingga VI. Mengingat rentang usia peserta yang beragam, penyampaian materi dikemas secara interaktif, penuh warna, dan komunikatif agar konsep manajemen waktu yang abstrak dapat dipahami dengan mudah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan skala prioritas sederhana untuk membedakan kegiatan wajib dan hiburan, dilanjutkan dengan praktik menyusun "Papan Jadwal Harian Saya" menggunakan papan visual berwarna-warni, serta diakhiri sesi kuis interaktif dan game kelompok.

 "Kebiasaan mengatur waktu secara disiplin sejak dini akan berdampak langsung pada pembentukan karakter mandiri serta peningkatan prestasi belajar siswa di masa depan," ujar Arieska Bella Amanda selaku pelaksana program.

Sumber foto: Arieska Bella Amanda


Kehadiran program kerja ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi positif dari pihak sekolah karena dinilai membawa metode pembelajaran karakter yang menyegarkan bagi para murid.

"Kegiatan dari mahasiswa KKN Unisri ini sangat bermanfaat dan membantu anak-anak kami. Lewat papan jadwal yang berwarna-warni, siswa jadi lebih mudah paham cara membagi waktu antara belajar dan bermain di rumah," ungkap salah satu perwakilan guru SD N 2 Jekani.

Melalui edukasi manajemen waktu ini, diharapkan siswa-siswi SD N 2 Jekani dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, berdisiplin tinggi, serta mampu menghargai waktu dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Arieska Bella Amanda


Tingkatkan Kesadaran Hukum Generasi Muda, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Bahaya Pinjol Ilegal dan Judi Online di Desa Jekani

Tingkatkan Kesadaran Hukum Generasi Muda, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Bahaya Pinjol Ilegal dan Judi Online di Desa Jekani

 Tingkatkan Kesadaran Hukum Generasi Muda, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Bahaya Pinjol Ilegal dan Judi Online di Desa Jekani

Mahasiswa KKN Unisri Surakarta berfoto bersama anggota Karang Taruna Desa Jekani usai kegiatan sosialisasi bahaya pinjol ilegal dan judi online di Mondokan, Sragen, Senin (10/8/2026). Sumber foto: Kasih Fitria Hastuti

SRAGEN — Dalam rangka pelaksanaan Program Kerja (Proker) Individu Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan sosialisasi mengenai bahaya pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online bagi pemuda Karang Taruna Desa Jekani, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Senin (10/8/2026).

Kegiatan edukasi hukum yang diprakarsai oleh Kasih Fitria Hastuti ini bertempat di salah satu rumah warga Desa Jekani. Program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada generasi muda mengenai risiko finansial, sosial, hingga konsekuensi hukum dari praktik keuangan ilegal dan perjudian digital.
Mahasiswi Ilmu Hukum Unisri, Kasih Fitria Hastuti, memaparkan materi bahaya pinjaman online tidak resmi di hadapan pemuda-pemudi Karang Taruna Desa Jekani, Sragen, Senin (10/8/2026)

Dalam pemaparannya, Kasih membedah ciri-ciri layanan pinjol tidak resmi, risiko peminjaman tanpa legalitas OJK, serta bahaya judi online yang memicu kecanduan hingga kerugian finansial mendalam. Peserta diajak untuk lebih kritis dan tidak mudah tergiur oleh penawaran pinjaman instan maupun buaian keuntungan judi digital.

"Melalui sosialisasi ini, saya berharap teman-teman Karang Taruna dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan keuangan digital dan tidak mudah tergiur dengan judi online. Pemahaman hukum sejak dini sangat penting agar kita dapat terhindar dari kerugian di kemudian hari," ujar Kasih Fitria Hastuti selaku pelaksana program.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab santai secara lesehan. Para pemuda Karang Taruna tampak antusias merespons materi serta membagikan pengamatannya terkait maraknya promosi pinjol dan situs judi di ruang digital saat ini.

"Materi ini sangat bermanfaat untuk pemuda di desa. Kami jadi tahu mana pinjol yang resmi dan bahaya judi online, jadi bisa lebih waspada dan tidak gampang tergiur," ungkap salah satu perwakilan anggota Karang Taruna Desa Jekani usai kegiatan.

Anggota Karang Taruna Desa Jekani menyimak tayangan materi dan pemaparan risikonya praktik judi online serta pinjol ilegal yang disampaikan mahasiswa KKN Unisri, Senin (10/8/2026).


Melalui pelaksanaan program kerja individu ini, diharapkan kesadaran hukum pemuda Desa Jekani semakin meningkat serta mampu membentengi diri dan lingkungan sekitar dari ancaman praktik digital ilegal.

Penulis: Kasih Fitria Hastuti 

Kenali Hak dan Cegah Bullying: Mahasiswa KKN UNISRI Beri Penyuluhan Perlindungan Anak di MIM Karanganom

Kenali Hak dan Cegah Bullying: Mahasiswa KKN UNISRI Beri Penyuluhan Perlindungan Anak di MIM Karanganom

 Kenali Hak dan Cegah Bullying: Mahasiswa KKN UNISRI Beri Penyuluhan Perlindungan Anak di MIM Karanganom

Tim KKN UNISRI Surakarta foto bersama seluruh siswa Karanganom di Desa Karanganom, Sukodono, Sragen, sebagai penutup rangkaian kegiatan penyuluhan perlindungan anak. Sumber foto:Elma
 



SRAGEN — Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta TA 2025/2026 bertema "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen", mahasiswa UNISRI meluncurkan berbagai program kerja di lapangan.

Salah satu aksi nyata ditunjukkan oleh Elma Aulia Khoirunisa melalui program kerja individu berjudul "Penyuluhan Hukum Perlindungan Anak dan Pencegahan Bullying" bersama siswa MIM Karanganom, Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini bertujuan membantu siswa memahami perlindungan anak, mengenali bentuk dan dampak perundungan, membangun sikap saling menghargai, berani menolak bullying, serta melapor kepada guru atau orang tua ketika melihat maupun mengalami tindakan merugikan.
  
Mahasiswi KKN UNISRI Surakarta, Elma Aulia Khoirunisa, berfoto bersama siswa-siswi MIM Karanganom usai penyampaian materi hak anak dan edukasi pencegahan perundungan di sekolah.
Sumber foto : Elma 


Dalam penyuluhannya, Elma menyampaikan materi secara berurutan mulai dari hak anak untuk merasa aman, pengertian perundungan, hingga pentingnya keberanian meminta pertolongan. Konsep hukum diterjemahkan ke dalam contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sekolah. Materi mencakup empat bentuk perundungan (fisik, verbal, sosial, dan siber) seperti memukul, mengejek, memberi julukan buruk, mengucilkan, menyebarkan gosip, hingga pesan menyakiti. Penyampaian diperkuat menggunakan presentasi visual serta lagu anti-perundungan.

Materi juga menekankan dampak perundungan bagi korban, pelaku, dan lingkungan sekolah. Siswa diarahkan untuk tidak ikut mendukung, tidak diam saat melihat perundungan, serta berani melapor kepada guru atau orang tua sebagai langkah meminta perlindungan.
Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan perundungan dan pengenalan hak anak oleh mahasiswa KKN UNISRI di MIM Karanganom, Desa Karanganom, Sukodono, Sragen. Sumber foto: Elma


Secara keseluruhan, penyuluhan berjalan lancar dan menjadi langkah awal menumbuhkan kesadaran hukum dasar pada siswa. Keberlanjutan pesan anti-perundungan ini diharapkan dapat didukung melalui pembiasaan di kelas, saluran pelaporan yang aman, pendampingan guru, serta keterlibatan orang tua dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman di Desa Karanganom.

Penulis: Elma Aulia Khoirunisa

Pemanfaatan Media Sosial dan Ekonomi Digital: Mahasiswa KKN Unisri Dampingi Pemasaran UMKM Snack Rumah Kelor dan Kedai Ibuk’e Lingga

Pemanfaatan Media Sosial dan Ekonomi Digital: Mahasiswa KKN Unisri Dampingi Pemasaran UMKM Snack Rumah Kelor dan Kedai Ibuk’e Lingga

 Pemanfaatan Media Sosial dan Ekonomi Digital: Mahasiswa KKN Unisri Dampingi Pemasaran UMKM Snack Rumah Kelor dan Kedai Ibuk’e Lingga

Mahasiswa KKN Unisri berfoto bersama pemilik usaha Snack Rumah Kelor usai pembuatan akun media sosial di Desa Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen, Senin (3/8/2026). Sumber Foto: Jayasantang 

SRAGEN — Sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program pendampingan ekonomi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Program kerja individu bertajuk “Pendampingan UMKM di Desa Jetiskarangpung: Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Pemasaran UMKM Snack Rumah Kelor dan Kedai Ibuk’e Lingga” ini dilaksanakan oleh Jayasantang Yahya Madutama dari Program Studi Akuntansi. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian KKN-PPM Kelompok 26 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. Dra. Hera Heru Sri Suryani, M.Pd. tersebut secara resmi berlangsung pada Senin (3/8/2026).

Program ini dilatarbelakangi oleh hasil survei lapangan yang menunjukkan bahwa UMKM Snack Rumah Kelor dan Kedai Ibuk’e Lingga belum memanfaatkan media digital serta belum memiliki akun media sosial resmi untuk menunjang promosi produk mereka.

Mahasiswa KKN Unisri saat mendata dan menautkan titik Google Maps Kedai Ibuk’e Lingga di Desa Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen, Senin (3/8/2026).
 Sumber foto:Jayasantang

Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pendampingan intensif mulai dari pembuatan akun media sosial bisnis di platform Instagram dan TikTok hingga pembuatan konten promosi perdana yang menarik. Tak hanya itu, mahasiswa juga mendaftarkan serta menambahkan titik koordinat lokasi kedua tempat usaha tersebut di Google Maps guna memudahkan calon konsumen menemukan lokasi UMKM secara presisi.

"Sebelumnya usaha kami belum punya akun media sosial sama sekali dan lokasinya belum ada di pemetaan digital. Melalui pendampingan dari mahasiswa KKN Unisri ini, sekarang produk kami bisa dipromosikan ke pembeli yang lebih luas dan lokasi warung jadi sangat mudah dicari di Google Maps," ujar salah satu pelaku UMKM sasaran program.
 
Sumber foto: Jayasantang 



Program pendampingan ini menjadi bentuk kontribusi nyata KKN-PPM Unisri Kelompok 26 yang berlangsung sejak 13 Juli hingga 31 Agustus 2026. Melalui integrasi media sosial dan pemetaan digital ini, para pelaku UMKM di Desa Jetiskarangpung diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan.

Penulis: Jayasantang Yahya Madutama

Penyunting: Oliviana 
Sinergi Edukasi dan Aksi Nyata, Tim Mahasiswa KKN Unisri Gelar Berbagai Program Inovatif di SD N 1 Jekani

Sinergi Edukasi dan Aksi Nyata, Tim Mahasiswa KKN Unisri Gelar Berbagai Program Inovatif di SD N 1 Jekani

 Sinergi Edukasi dan Aksi Nyata, Tim Mahasiswa KKN Unisri Gelar Berbagai Program Inovatif di SD N 1 Jekani

Mahasiswi KKN Unisri, Diva Septyarani, berfoto bersama siswa kelas V SD N 1 Jekani yang memamerkan tempat pensil hasil olahan limbah botol plastik.
(Sumber Foto: Diva Septyarani)



SRAGEN — Dalam rangka mewujudkan pengabdian masyarakat yang berdampak nyata, empat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan rangkaian program kerja edukatif di SD Negeri 1 Jekani, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen. Kegiatan kolaboratif ini menyasar siswa kelas IV hingga VI dengan fokus pada penguatan keterampilan, karakter, dan pengetahuan umum.

Rangkaian kegiatan diawali di kelas IV melalui program Pemberdayaan Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris Sederhana menggunakan metode Total Physical Response (TPR). Metode ini mengajak siswa aktif berkomunikasi bahasa asing melalui instruksi gerakan tubuh dan permainan interaktif tanpa rasa takut salah.

Mahasiswa KKN Unisri Surakarta mendampingi siswi kelas IV memperagakan instruksi bahasa asing interaktif di SD N 1 Jekani, Mondokan, Sragen. 
(Sumber foto: Dafa Aji N)

Sementara di kelas V, pembelajaran berfokus pada pengembangan potensi ekonomi kreatif dan kepedulian lingkungan. Siswa menerima Sosialisasi Pentingnya Kewirausahaan Sejak Dini, yang dilanjutkan dengan praktik pemanfaatan limbah botol plastik menjadi tempat pensil kreatif berhiaskan kertas warna-warni dan origami.

Pelaksana program pemanfaatan limbah, Diva Septyarani, menjelaskan bahwa integrasi teori wirausaha dan praktik kerajinan tangan ini bertujuan melatih keterampilan motorik sekaligus kesadaran lingkungan.

"Kami ingin memberikan pemahaman langsung kepada anak-anak bahwa barang yang dianggap sampah, seperti botol plastik bekas, sebenarnya memiliki potensi ekonomis dan bernilai guna jika diolah dengan kreativitas. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kerja sama tim dan kerapian mereka," ungkap Diva.

Adapun di kelas VI, kegiatan ditutup dengan program Sekolah Cinta Desa: Mengenal Pemerintahan dan Pelayanan Publik Sejak Dini. Melalui edukasi struktur pemerintahan desa ini, siswa diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga dan peduli terhadap tanah kelahiran mereka.

Siswa-siswi kelas VI SD N 1 Jekani memperlihatkan poster edukasi tata kelola desa usai mengikuti program Sekolah Cinta Desa bersama tim KKN Unisri Surakarta.

Seluruh kegiatan berlangsung tertib dan kondusif dengan menerapkan metode pendampingan ramah anak, seperti kuis interaktif hingga sistem undian kelompok. Jajaran guru dan Kepala SD N 1 Jekani memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi tim mahasiswa KKN Unisri dalam membentuk karakter siswa yang kreatif, mandiri, serta berwawasan luas.

Penulis: 
1. Diva Septyarani - Pendidikan Guru Sekolah Dasar 
2. Dea Putri Maharani- Administrasi Negara 
3. Eliya Gina Althof - Manajemen
4. Dava Aji Nugraha - Pendidikan Bahasa Inggris

Mahasiswa KKN UNISRI Kolaborasikan Edukasi Stop Bullying dan “Pohon Cita-Cita” bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Jenar

Mahasiswa KKN UNISRI Kolaborasikan Edukasi Stop Bullying dan “Pohon Cita-Cita” bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Jenar

 

Mahasiswa KKN UNISRI Kolaborasikan Edukasi Stop Bullying dan
“Pohon Cita-Cita” bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Jenar

(Sumber: Apriliya)

Jenar, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISRI Kelompok 21 di Desa Jenar melaksanakan kegiatan kolaborasi program kerja individu berupa Sosialisasi Pencegahan Bullying dan Sosialisasi Bimbingan Kelompok Edukatif dan Motivasi: Petualangan "Pohon Cita-Cita". Kegiatan ini ditujukan kepada siswa-siswi kelas IV Sekolah Dasar di Desa Jenar sebagai upaya memberikan edukasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, saling menghargai, sekaligus menumbuhkan motivasi dan perencanaan cita-cita sejak dini.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan mengatasinya sejak dini. Di sisi lain, siswa juga perlu mendapatkan pendampingan untuk mengenali minat, potensi, dan cita-cita mereka. Oleh karena itu, kedua program kerja dikolaborasikan agar edukasi mengenai sikap positif terhadap teman dapat berjalan beriringan dengan motivasi siswa dalam merencanakan masa depan.

Pada sesi Stop Bullying, siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian bullying serta bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Siswa juga diajak untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan menghormati teman, serta dibiasakan untuk berani menolak tindakan bullying dan melaporkannya kepada guru atau orang tua apabila mengalami atau melihat kejadian bullying.

Selanjutnya, melalui kegiatan “Pohon Cita-Cita”, siswa diajak mengenali dan mengeksplorasi minat, potensi, serta cita-cita masa depan. Siswa menuliskan cita-cita mereka kemudian menempelkannya pada media “Pohon Cita-Cita”. Kegiatan ini menjadi media edukatif dan rekreatif yang membantu siswa memahami bahwa cita-cita dapat dicapai melalui sikap dan perilaku positif, seperti belajar dengan tekun, menabung, mematuhi aturan, serta berusaha secara konsisten.

Kolaborasi kedua kegiatan memberikan manfaat bagi siswa, yaitu menambah pengetahuan tentang bullying, meningkatkan kepedulian terhadap teman, serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman dan saling menghargai. Selain itu, siswa mendapatkan motivasi belajar, gambaran mengenai masa depan, kesempatan melatih kepercayaan diri, serta pemahaman mengenai hubungan antara usaha yang dilakukan saat ini dengan pencapaian cita-cita.

Selama kegiatan berlangsung, siswa dapat mengikuti materi secara aktif dan interaktif. Edukasi Stop Bullying diarahkan untuk membangun kesadaran siswa agar tidak melakukan maupun membiarkan tindakan bullying, sedangkan kegiatan “Pohon Cita-Cita” memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan impian mereka dan membangun keberanian dalam mengungkapkan cita-cita di depan teman-temannya.

Melalui kegiatan kolaborasi ini, mahasiswa KKN berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya mencegah bullying dan menghargai sesama, tetapi juga memiliki motivasi untuk belajar dan merencanakan masa depan. Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling mendukung diharapkan dapat membantu siswa berkembang secara positif serta lebih percaya diri dalam mengejar cita-cita mereka.

Ke depannya, kegiatan edukasi mengenai pencegahan bullying dan bimbingan karir diharapkan dapat terus dikembangkan dengan metode yang interaktif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian, siswa dapat tumbuh dalam lingkungan yang positif, memiliki kepedulian terhadap teman, serta memperoleh motivasi untuk terus belajar dan mewujudkan cita-cita.

Penulis: Rifa Titik Ambarwati dan Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M



Merdeka ?

Merdeka ?

 Merdeka?


Merah putih kembali memenuhi jalan,

tiang-tiang berdiri dengan gagahnya,

dan lagu kemerdekaan 

akan kembali dinyanyikan.


Tapi di tengah kibaran bendera,

rakyat terus kehilangan napas.


Di sekolah,

kotak makan datang membawa program,

namun sebagian pulang membawa sakit.


Juga program yang datang dari wangsit.


Sementara seragam

semakin banyak memasuki ruang-ruang

yang seharusnya milik sipil.


Dan dari atas podium,

kata-kata berhamburan:

“bajingan”

“ndasmu”

“londo ireng.”


Seolah negeri sebesar Indonesia

tak lagi punya cukup bahasa

untuk berbicara tanpa mencaci.


Lalu Agustus datang.

Kita diminta berdiri tegak

dan meneriakkan:


MERDEKA!


Tapi bagaimana kami percaya

pada kemerdekaan?


Penulis : Kinanthi

Penyunting : Fahra

Ciptakan Lingkungan Belajar Ramah Anak, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang

Ciptakan Lingkungan Belajar Ramah Anak, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang

 Ciptakan Lingkungan Belajar Ramah Anak, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang

Sumber foto: Nadia Fatma Yunieka


SRAGEN — Dalam upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan sosialisasi pencegahan perundungan (bullying). Kegiatan edukatif ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Rabu (29/7/2026).

Program kerja individu yang diprakarsai oleh Nadia Fatma Yunieka, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unisri ini, berfokus pada pemberian edukasi serta penanaman sikap saling menghargai antar sesama siswa.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan definisi bullying sebagai tindakan disengaja yang merugikan orang lain, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun cyberbullying (perundungan di dunia maya). Siswa juga dibekali pemahaman mendasar mengenai faktor pemicu perundungan, seperti krisis empati, pengaruh pergaulan, hingga dampak negatifnya terhadap kesehatan mental dan rasa percaya diri korban.

Mahasiswi KKN Unisri Surakarta, Nadia Fatma Yunieka, memberikan pemaparan materi pencegahan bullying kepada siswa SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang, Sragen, Rabu (29/7/2026) 

Berbeda dari sosialisasi pada umumnya, rangkaian kegiatan dirancang secara interaktif melalui sesi refleksi jujur. Para siswa diberi ruang khusus untuk menuliskan pengalaman pribadi mereka baik sebagai korban maupun pelaku tanpa rasa takut dihakimi.

Suasana haru mewarnai sesi berbagi cerita langsung, saat salah seorang siswi memberanikan diri menceritakan pengalamannya menjadi korban bullying akibat berstatus sebagai anak yatim. Momen tersebut menjadi pengingat emosional bagi seluruh peserta akan dampak nyata luka psikologis yang ditimbulkan oleh aksi perundungan.
Suasana interaktif sesi refleksi pencegahan bullying yang digelar mahasiswa KKN Unisri di SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang, Sragen, Rabu (29/7/2026). Sumber foto: Nadia

Sebagai langkah preventif, mahasiswa KKN mengajak seluruh siswa untuk membangun pola pertemanan yang positif, menghentikan ucapan serta tindakan menyakiti, dan berani melaporkan indikasi bullying kepada guru maupun orang tua. Through kegiatan ini, diharapkan SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang dapat terus menjaga iklim sekolah yang aman, kondusif, dan bebas dari perundungan.

Penulis: Nadia Fatma Yunieka 


Edukasi Media Promosi: Mahasiswa KKN UNISRI Dorong Daya Saing UMKM Desa Jeruk

Edukasi Media Promosi: Mahasiswa KKN UNISRI Dorong Daya Saing UMKM Desa Jeruk

 Edukasi Media Promosi: Mahasiswa KKN UNISRI Dorong Daya Saing UMKM Desa Jeruk

Sumber foto: Yesi Permatasari

SRAGEN — Dalam upaya meningkatkan daya saing serta memperluas jangkauan pemasaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 34 sukses melaksanakan program kerja individu berupa pendampingan pembuatan media promosi di Desa Jeruk, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Yesi Permatasari, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen UNISRI ini, diwujudkan melalui perancangan media promosi fisik berupa MMT/banner. Langkah ini diambil untuk membantu meningkatkan daya tarik visual sekaligus memperkenalkan produk dan usaha warga secara lebih luas kepada masyarakat.

Program pendampingan ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi mendalam terhadap kebutuhan pelaku usaha lokal di Desa Jeruk. Berdasarkan pemetaan awal, ditetapkan dua UMKM sasaran yang membutuhkan pembenahan sarana promosi, yaitu UMKM warung tempura dan es teh serta UMKM kerajinan berbahan dasar ban.

Sumber foto: Yesi Permatasari

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membantu pelaku usaha menentukan elemen informasi penting yang harus dicantumkan pada media promosi. Informasi tersebut meliputi nama usaha, daftar produk yang ditawarkan, serta informasi pendukung lainnya yang memudahkan calon konsumen dalam mengenali tempat usaha tersebut.

Secara teknis, penggunaan MMT/banner pada UMKM warung tempura dan es teh difungsikan untuk memperkenalkan aneka produk makanan dan minuman yang siap dibeli oleh masyarakat sekitar. Sementara pada UMKM kerajinan ban, media promosi dimanfaatkan untuk mengedukasi serta memperkenalkan ragam produk kreatif yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah bahan ban.

Pembuatan media promosi ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas usaha dan menarik perhatian calon konsumen secara efektif. Melalui tampilan media promosi yang informatif dan mudah terlihat dari jarak jauh, masyarakat dapat lebih cepat mengetahui keberadaan serta jenis produk yang dijual oleh para pelaku UMKM di Desa Jeruk.

Mahasiswa KKN UNISRI membantu proses pemasangan banner media promosi pada salah satu UMKM sasaran di Desa Jeruk, Miri, Sragen. Sumber foto: Yesi

Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk nyata penerapan ilmu manajemen dalam membantu pelaku usaha mengembangkan strategi pemasaran yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi lapangan.

Melalui program kerja pendampingan ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap media promosi banner yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara konsisten dan berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya membantu memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM di Desa Jeruk untuk terus berinovasi, mengembangkan usahanya, dan meningkatkan daya saing di lingkungan sekitar.

Penulis: Yesi Permatasari 
Time Smart Kids: Mahasiswi KKN PPM UNISRI Ajarkan Manajemen Waktu di SD Negeri Jeruk 1

Time Smart Kids: Mahasiswi KKN PPM UNISRI Ajarkan Manajemen Waktu di SD Negeri Jeruk 1

 Time Smart Kids: Mahasiswi KKN PPM UNISRI Ajarkan Manajemen Waktu di SD Negeri Jeruk 1

Mahasiswi KKN PPM UNISRI bersama siswa SD Negeri Jeruk 1 dalam kegiatan edukasi Time Smart Kids dengan menggunakan media pembelajaran tentang manajemen waktu. Dokumentasi: Syifau Nur Aisyah

SRAGEN — Guna membentuk karakter disiplin dan mandiri pada anak sejak usia dini, mahasiswi Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar program edukasi manajemen waktu di tingkat sekolah dasar. Kegiatan bertajuk “Time Smart Kids” tersebut dilaksanakan oleh mahasiswi Kelompok 034 KKN-PPM UNISRI di SD Negeri Jeruk 1, Desa Jeruk, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Rabu (29/7/2026).

Program kerja individu yang diprakarsai oleh Syifau Nur Aisyah, mahasiswi Program Studi Manajemen UNISRI ini, dilatarbelakangi oleh pentingnya membekali anak kemampuan membagi waktu harian secara teratur antara belajar, bermain, beribadah, beristirahat, dan membantu orang tua.

Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan secara interaktif menggunakan media presentasi serta poster edukasi visual. Penggunaan poster interaktif membantu para siswa memahami contoh pembagian prioritas aktivitas harian dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat.

Siswa SD Negeri Jeruk 1 menunjukkan poster edukasi manajemen waktu sebagai salah satu media pembelajaran dalam kegiatan Time Smart Kids (Dokumentasi: Syifau Nur Aisyah)

"Melalui program Time Smart Kids, kami ingin membangun kebiasaan positif pada siswa. Kebiasaan sederhana seperti bangun tepat waktu, belajar sesuai jadwal, menyelesaikan tugas, hingga istirahat cukup merupakan langkah awal dalam membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab," ujar Syifau Nur Aisyah.

Mahasiswi KKN PPM UNISRI bersama siswa SD Negeri Jeruk 1 melakukan foto bersama setelah mengikuti kegiatan edukasi Time Smart Kids. Dokumentasi : Syifau Nur Aisyah

Pihak sekolah dan para siswa menyambut kegiatan ini dengan antusias. Berbagai interaksi ringan dan peragaan jadwal harian mewarnai jalannya acara hingga sesi foto bersama. Melalui program ini, diharapkan para siswa SD Negeri Jeruk 1 mampu menerapkan kebiasaan mengelola waktu secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Syifau Nur Aisyah

Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done