LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Mahasiswa KKN UNISRI Laksanakan English Conversation Skill Class bagi Siswa SMP Negeri 2 Tangen, Sragen

Mahasiswa KKN UNISRI Laksanakan English Conversation Skill Class bagi Siswa SMP Negeri 2 Tangen, Sragen

Mahasiswa KKN UNISRI Laksanakan English Conversation Skill Class bagi Siswa SMP Negeri 2 Tangen, Sragen

 

(Sumber: Ester Saur Maulina Sinaga)

Ngrombo, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Kelompok 85 di Desa Ngrombo, Tangen, Bryna Dhieva Rahmadanienna melaksanakan program kerja individu berupa English Conversation Skill Class dengan tema “Kindness Begins with Me” di SMP Negeri 2 Tangen, (Jum'at, 31/07/2026). Kegiatan ini ditujukan kepada siswa kelas 8 terkhususnya siswa kelas 8C sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan Bahasa Inggris bagi siswa sebagai salah satu keterampilan yang dapat menunjang proses pembelajaran maupun komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Selain kemampuan berbahasa, pembelajaran juga diarahkan agar siswa dapat memahami penggunaan Bahasa Inggris melalui tema yang dekat dengan kehidupan mereka, yaitu tentang kebaikan dan pengalaman yang pernah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan dari kegiatan English Conversation Skill Class ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa mengenai Simple Past Tense serta melatih kemampuan mereka dalam menggunakan Bahasa Inggris dengan percaya diri. Melalui tema “Kindness Begins with Me”, siswa diajak untuk menceritakan pengalaman mereka dalam melakukan kebaikan menggunakan kalimat sederhana dalam bentuk lampau.

Kegiatan ini memberikan manfaat bagi siswa, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan Simple Past Tense, menambah kosakata Bahasa Inggris, serta meningkatkan keberanian siswa untuk berbicara menggunakan Bahasa Inggris. Selain itu, tema yang digunakan diharapkan dapat mendorong siswa untuk menyadari bahwa tindakan sederhana seperti membantu teman, mengucapkan terima kasih, atau memberikan pertolongan merupakan bentuk kebaikan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama pelaksanaan kegiatan, suasana pembelajaran berlangsung dengan cukup aktif dan interaktif. Siswa mengikuti materi yang diberikan dan terlibat dalam aktivitas menulis cerita tentang kebaikan yang pernah mereka lakukan menggunakan Simple Past Tense. Beberapa siswa juga berani mencoba menyampaikan cerita pengalaman mereka di depan teman-temannya. Meskipun terdapat beberapa siswa yang masih merasa ragu untuk berbicara dalam Bahasa Inggris, suasana pembelajaran tetap berlangsung dengan menyenangkan dan siswa secara bertahap mulai lebih percaya diri untuk berpartisipasi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap siswa tidak hanya memahami materi Simple Past Tense, tetapi juga dapat menggunakan Bahasa Inggris dengan lebih percaya diri dalam situasi sederhana. Nilai “Kindness Begins with Me” juga diharapkan dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran Bahasa Inggris tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memberikan nilai positif bagi pembentukan sikap dan karakter siswa.

Kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris diharapkan dapat menggunakan metode yang interaktif dan menggunakan tema yang dekat dengan kehidupan siswa agar dapat terus dikembangkan dan lebih bervariasi. Dengan demikian, siswa dapat belajar Bahasa Inggris dengan suasana yang menyenangkan sekaligus memperoleh pengalaman yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri mereka.


Penulis: Bryna Dhieva Rahmadanienna 

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

Cerdas dan Tertib di Jalan: Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Rambu-Rambu Lalu Lintas kepada Siswa SD Negeri 01 Karanganom

Cerdas dan Tertib di Jalan: Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Rambu-Rambu Lalu Lintas kepada Siswa SD Negeri 01 Karanganom


Cerdas dan Tertib di Jalan: Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Rambu-Rambu Lalu Lintas kepada Siswa SD Negeri 01 Karanganom
Sumber foto : Rizaldi Setyo Prabowo 

Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dengan tema besar "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen" Tahun Akademik 2025/2026, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan berbagai program kerja individu maupun kelompok sesuai kebutuhan desa.

Salah satunya adalah program kerja individu berjudul "Pengenalan Rambu-Rambu Lalu Lintas pada Anak Sekolah Dasar" yang dilaksanakan oleh Rizaldi Setyo Prabowo bersama siswa-siswi kelas 5 SD Negeri 01 Karanganom, Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, pada akhir Juli 2026.

Belajar Sejak Dini demi Keselamatan
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa sekolah dasar mengenai pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas, mengenali berbagai jenis rambu beserta artinya, serta menumbuhkan kebiasaan tertib berlalu lintas sejak usia dini demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di ruang kelas 5 SD Negeri 01 Karanganom, Rizaldi menyampaikan edukasi mengenai macam-macam rambu lalu lintas yang sering dijumpai di lingkungan sekitar, seperti rambu peringatan, rambu larangan, rambu perintah, dan rambu petunjuk.

Materi disampaikan dengan cara menampilkan gambar-gambar rambu lalu lintas melalui media pembelajaran sederhana, menjelaskan arti dan fungsi masing-masing rambu, serta mengajak siswa untuk berperan aktif melalui sesi tanya jawab dan permainan edukatif seputar keselamatan berlalu lintas. Selain itu, Rizaldi juga membagikan pengetahuan mengenai cara menyeberang jalan yang aman dan pentingnya berjalan di trotoar.

Siswa-siswi kelas 5 SD Negeri 01 Karanganom terlihat antusias mengikuti kegiatan, bahkan sebagian besar dari mereka aktif menjawab pertanyaan dan menceritakan pengalaman mereka saat berangkat maupun pulang sekolah.

Sumber foto: Rizaldi 

Hasil dan Capaian

Melalui kegiatan ini, pemahaman siswa kelas 5 SD Negeri 01 Karanganom mengenai rambu-rambu lalu lintas kini meningkat, dengan lebih mengenali berbagai jenis rambu beserta artinya. Diberikan pula pengetahuan mengenai cara berlalu lintas yang aman, seperti menyeberang di zebra cross, berjalan di trotoar, serta selalu memperhatikan rambu saat berada di jalan.
Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar dan bermanfaat. Edukasi semacam ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan tertib berlalu lintas sejak dini pada diri siswa, sehingga tercipta generasi yang lebih sadar dan disiplin dalam berlalu lintas di masa mendatang.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNISRI berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi Desa Karanganom, sekaligus mendukung tercapainya tujuan besar KKN-PPM, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan melalui sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat di Kabupaten Sragen.

Penulis: Rizaldi Setyo Prabowo 
Bijak Uang Saku Sejak Sekolah, Mahasiswa KKN UNISRI Beri Edukasi Efisiensi Keuangan bagi Siswa SMKN 1 Miri

Bijak Uang Saku Sejak Sekolah, Mahasiswa KKN UNISRI Beri Edukasi Efisiensi Keuangan bagi Siswa SMKN 1 Miri

SOSIALISASI EFISIENSI KEUANGAN : PENGELOLAAN UANG SAKU PADA SISWA MENENGAH ATAS/KEJURUAN

      Sumber foto : Ginolla Dwika Wijayadi 

MIRI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Kelompok 34 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Ginolla Dwika Wijayadi, menggelar sosialisasi literasi keuangan bertajuk "Efisiensi Keuangan: Pengelolaan Uang Saku Pada Siswa Menengah Atas/Kejuruan" di SMK Negeri 1 Miri, Kabupaten Sragen, Kamis (24/7/2026). Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran para siswa dalam mengelola keuangan secara bijak guna mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, perkuliahan, maupun wirausaha pasca-kelulusan.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–10.00 WIB ini diisi oleh mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISRI. Dalam pemaparannya, Ginolla menekankan bahwa efisiensi keuangan bukan berarti bersikap hemat secara berlebihan atau pelit, melainkan kemampuan memanfaatkan dana secara tepat sasaran sesuai skala prioritas tanpa perilaku konsumtif. Para siswa diajak membedakan secara cermat antara kebutuhan pokok dan keinginan yang bersifat pemenuhan gaya hidup.

Guna memberikan gambaran konkret, tim KKN menyajikan simulasi studi kasus pengalokasian uang saku harian sebesar Rp20.000. Dalam skenario tersebut, dicontohkan seorang siswa yang membelanjakan uangnya untuk membeli es kopi seharga Rp15.000 dan makanan ringan Rp10.000, sehingga mengalami defisit Rp5.000. Simulasi ini memberikan pemahaman faktual bahwa permasalahan finansial sering kali bukan disebabkan oleh minimnya pendapatan atau uang saku, melainkan akibat pengeluaran yang tidak terkontrol.

Dokumentasi mahasiswa KKN PPM UNISRI melakukan pemaparan materi di SMK Negeri 1 Miri ( Ginolla Dwika Wijayadi)


Sebagai langkah praktis, Ginolla membagikan lima strategi utama pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari:
1. Membedakan Kebutuhan dan Keinginan: Memprioritaskan alokasi dana untuk konsumsi, transportasi, dan alat tulis sebelum menuruti keinginan seperti membeli kosmetik, top-up gim, nongkrong, atau membeli minuman kekinian.
2. Menabung Secara Konsisten: Membiasakan alokasi tabungan harian; misalnya menyisihkan Rp5.000 per hari yang berpotensi terkumpul menjadi Rp150.000 dalam sebulan atau Rp1,8 juta dalam setahun.
3. Mencatat Pengeluaran: Memanfaatkan buku saku atau aplikasi smartphone untuk merekam alokasi uang saku, biaya makan, dan pulsa agar dapat dievaluasi secara berkala.
4. Menghindari Perilaku Konsumtif (FOMO): Menahan diri dari dorongan membeli barang hanya karena mengikuti tren atau ajakan teman demi menjaga stabilitas finansial.
5. Membangun Dana Darurat: Menyisihkan dana cadangan untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga, seperti perbaikan kendaraan atau kebutuhan mendadak sekolah, tanpa bergantung pada pinjaman.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa diajak merefleksikan manfaat pencatatan keuangan harian serta dampak kebiasaan menabung terhadap pencapaian target masa depan. Sebagai bentuk apresiasi, tim KKN memberikan bingkisan (gift) kepada para siswa yang berani tampil dan berpartisipasi aktif.

Rangkaian sosialisasi ditutup dengan penyerahan apresiasi kepada pihak sekolah dan komitmen bersama siswa untuk menerapkan pola hidup hemat serta terencana. Melalui edukasi ini, para siswa SMKN 1 Miri diharapkan mampu membangun kemandirian dan tanggung jawab finansial sejak dini demi menyongsong masa depan yang lebih sejahtera.

Penulis: Ginolla Dwika Wijayadi
Tingkatkan Keterbukaan Sehat Remaja, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Self-Disclosure di SMKN 1 Miri

Tingkatkan Keterbukaan Sehat Remaja, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Self-Disclosure di SMKN 1 Miri

 SOSIALISASI SELF DISCLOUSER YANG SEHAT DALAM PERTEMANAN REMAJA PADA SISWA SMK NEGERI 1 MIRI

 Sumber foto: Rangga Yusup Pamungkas 

MIRI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Kelompok 34 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Rangga Yusup Pamungkas, menggelar sosialisasi bertajuk "Self-Disclosure yang Sehat dalam Pertemanan Remaja" di SMK Negeri 1 Miri, Kabupaten Sragen, Kamis (24/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai cara berbagi informasi pribadi yang aman guna mencegah konflik dalam relasi pertemanan.

Sosialisasi yang berlangsung pada pukul 09.00–10.00 WIB ini menyasar siswa-siswi kelas XII Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNISRI ini merancang program sebagai bentuk pengabdian masyarakat untuk membekali para siswa dalam menghadapi dinamika pertemanan, baik di dunia perkuliahan maupun dunia kerja mendatang.

Dokumentasi mahasiswa KKN PPM UNISRI melaksanakan pemaparan materi (Rangga Yusup Pamungkas)

Kegiatan diawali dengan sesi ice breaking untuk mencairkan suasana, dilanjutkan dengan penyampaian materi utama mengenai konsep keterbukaan diri (self-disclosure). Pemateri memaparkan tiga jenis informasi yang sering dibagikan remaja, yaitu informasi deskriptif (seperti hobi), evaluatif (pendapat atau pandangan), dan emosional (perasaan atau kesedihan). 
Rangga menekankan pentingnya mengungkapkan informasi secara bertahap serta memilih sosio-emosional yang tepat.
Dalam pemaparannya, fenomena oversharing turut menjadi sorotan.

Oversharing didefinisikan sebagai kebiasaan mengungkapkan informasi yang terlalu pribadi secara berlebihan—baik secara langsung maupun melalui media sosial—tanpa mempertimbangkan situasi, keamanan, dan tingkat kenyamanan interaksi. Risikonya meliputi potensi kebocoran rahasia, pemicu konflik pertemanan, hingga dampak negatif pada citra diri. Untuk meminimalisasi risiko tersebut, siswa dibekali langkah praktis seperti membatasi jenis informasi pribadi, memilih lingkaran pertemanan yang tepercaya, dan mencari bantuan profesional bila merasa tertekan.

Sesi interaktif dan tanya jawab berlangsung dinamis dengan tingginya partisipasi siswa yang membagikan pengalaman serta mengajukan pertanyaan seputar komunikasi interpersonal. Sebagai bentuk apresiasi, tim KKN memberikan kenang-kenangan bagi siswa yang aktif berpartisipasi.

Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan komitmen bersama untuk menerapkan prinsip keterbukaan diri yang sehat dan bertanggung jawab. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para siswa SMKN 1 Miri mampu membangun hubungan pertemanan yang lebih aman, suportif, dan saling menghormati secara emosional.

Penulis : Rangga Yusup Pamungkas ( Ilmu Komunikasi)

Mahasiswi KKN UNISRI Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Anak di Sragen Lewat Daur Ulang Barang Bekas

Mahasiswi KKN UNISRI Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Anak di Sragen Lewat Daur Ulang Barang Bekas

 Mahasiswi KKN UNISRI Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Anak di Sragen Lewat Daur Ulang Barang Bekas

Dokumentasi foto mahasiswa KKN PPM UNISRI bersama santri Lembaga Pendidikan Qur'an (LPQ) Al-Kautsar  (Tarisa Irawati) 

SRAGEN — Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta tahun 2026, Tarisa Irawati Putri, menggelar program edukasi kewirausahaan dan kreativitas bagi anak-anak di Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Sabtu (1/8/2026). Melalui program ini, puluhan santri Lembaga Pendidikan Qur'an (LPQ) Al-Kautsar diajak menyulap barang bekas menjadi produk bernilai ekonomi.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ustazah Wiwin tersebut diikuti oleh 38 santri tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas 1 hingga 6. Mahasiswi dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini mengusung program kerja bertajuk "Pengembangan Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan Anak melalui Pembuatan Produk Bernilai Ekonomi dari Barang Bekas".

Program ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan. Anak-anak diberikan pemahaman bahwa barang bekas yang sering dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk yang menarik serta memiliki nilai guna jual.

Sumber foto: Tarisa Irawati 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan berdurasi sekitar 1 jam 45 menit ini diawali dengan edukasi mengenai pentingnya kreativitas dan pengenalan konsep dasar nilai ekonomi suatu barang. Materi dikemas dengan bahasa yang sederhana agar anak-anak memahami bagaimana inovasi dapat memberikan nilai tambah pada sebuah produk.

Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung membuat tempat pensil dari botol plastik bekas. Sebanyak 38 santri dibagi ke dalam lima kelompok kerja. Di bawah arahan dan pendampingan tim mahasiswa KKN, setiap kelompok diajak berkolaborasi memproduksi dan menghias dua tempat pensil sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Antusiasme peserta terlihat jelas saat mereka menentukan desain dan menghias botol bekas menjadi 10 produk tempat pensil yang menarik. Proses praktik ini tidak hanya mengasah keterampilan motorik dan daya cipta, tetapi juga melatih nilai kerja sama tim, ketelitian, tanggung jawab, serta keberanian mengeksekusi ide kreatif.

Dokumentasi hasil daur ulang botol bekas 

Sebagai bentuk apresiasi, pelaksana program memberikan penghargaan (reward) kepada kelompok dengan hasil karya paling rapi dan inovatif. Pemberian apresiasi ini diharapkan dapat memacu motivasi anak-anak untuk terus berani berkreasi dan menghasilkan karya yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini, para santri LPQ Al-Kautsar diharapkan semakin peka terhadap potensi lingkungan sekitarnya. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana mahasiswa mengaplikasikan ilmu manajemen bisnis dasar ke tengah masyarakat dengan cara yang edukatif dan menyenangkan.

Penulis : Tarisa Irawati 
Tingkatkan Daya Saing Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Gelar Pendampingan Digitalisasi UMKM di Sragen

Tingkatkan Daya Saing Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Gelar Pendampingan Digitalisasi UMKM di Sragen

 

Tingkatkan Daya Saing Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Gelar Pendampingan Digitalisasi UMKM di Sragen

Sumber foto: Kholifah Wahyuni

SRAGEN — Dalam upaya mengakselerasi visibilitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kholifah Wahyuni, melaksanakan program pendampingan digitalisasi usaha berbasis Local SEO pada Minggu (9/8/2026) hingga Senin (10/8/2026). Program ini berfokus pada pendaftaran dan optimasi akun Google Business Profile serta penyediaan identitas fisik bagi pelaku UMKM di wilayah Dukuh Jumeneng RT 12, Desa Padas, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.


Sumber foto: Kholifah Wahyuni 


Kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan pendataan langsung terhadap tiga unit usaha sasaran di desa setempat, yaitu Kedai Ya Salma, Rumah Produksi Krupuk Restu Ibu, dan Kedai Es Teh. Pendataan mencakup inventarisasi identitas usaha, jenis produk, alamat presisi, kontak operasional, hingga pengecekan keberadaan profil digital usaha di mesin pencari.

​"Banyak pelaku UMKM yang sudah memiliki produk potensial, namun keberadaan usahanya belum terindeks secara optimal di peta digital. Melalui pendampingan ini, kami membantu membuatkan profil bisnis baru bagi yang belum memiliki, serta mengoptimalkan profil yang sudah ada agar lebih mudah ditemukan masyarakat," ujar Kholifah Wahyuni.
Dokumentasi pelaksanaan kegiatan proker individu pendampingan digitalisasi UMKM 

Selain penguatan identitas digital, program pendampingan ini juga merealisasikan bantuan fisik berupa pembuatan dan pemasangan spanduk usaha untuk Rumah Produksi Krupuk Restu Ibu. Pemasangan spanduk dilakukan secara langsung di lokasi produksi di Dukuh Jumeneng RT 12 sebagai media informasi visual sekaligus tanda pengenal fisik bagi calon konsumen.

​Agar dampak program berkelanjutan, pelaku UMKM turut dibekali edukasi pengelolaan mandiri. Materi pendampingan mencakup tata cara pembaruan data berkala, pengunggahan foto produk terbaru, penyesuaian jam operasional, hingga strategi memanfaatkan fitur promosi Google Maps secara mandiri.

Sebagai tahap akhir dan luaran kegiatan, dilakukan verifikasi penelusuran digital untuk memastikan seluruh profil usaha telah aktif dan dapat diakses publik. Seluruh data hasil pendataan disusun menjadi database digital UMKM yang terintegrasi, didukung dengan modul panduan singkat pengelolaan profil bisnis serta dokumentasi pelaksanaan program.

 
Penulis: Kholifah Wahyuni 

Dukung UMKM Desa Jambangan, Mahasiswa KKN UNISRI Pasang Banner Promosi Usaha Warga

Dukung UMKM Desa Jambangan, Mahasiswa KKN UNISRI Pasang Banner Promosi Usaha Warga


Dukung UMKM Desa Jambangan, Mahasiswa KKN UNISRI Pasang Banner Promosi Usaha Warga

Sumber foto: Fisichella lovely f.s

SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta membantu meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jambangan, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, melalui pembenahan media promosi visual. 

Melalui program kerja individu mahasiswa Ilmu Komunikasi konsentrasi Marketing Communication (Markom), tim KKN menyerahkan dan memasang banner promosi bagi warung kelontong milik warga setempat pada Senin (10/8/2026).

Program ini digagas untuk memperkuat identitas visual serta memperluas jangkauan pemasaran usaha mikro di tingkat desa. Banner dirancang informatif dan komunikatif dengan menampilkan daftar produk unggulan, mulai dari aneka minuman, makanan ringan, cilok, hingga jajanan harian masyarakat. 
Sumber foto: Fisichella 

Perwakilan mahasiswa KKN UNISRI menyatakan bahwa keterbatasan media promosi kerap menjadi kendala bagi pelaku UMKM pedesaan dalam menarik konsumen. Tampilan desain yang sederhana namun kontras dipilih agar mudah dibaca oleh calon pembeli yang melintas.

Selain membantu branding visual, kehadiran banner ini diharapkan menjadi sarana komunikasi langsung antara pemilik warung dan konsumen. Penguatan strategi pemasaran skala lokal ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi warga Desa Jambangan.

Penulis : Fisichella lovely f.s



KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Anti-Bullying dan Pohon Harapan di SDN Slendro 3 Sragen

KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Anti-Bullying dan Pohon Harapan di SDN Slendro 3 Sragen

 

KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Anti-Bullying dan Pohon Harapan di SDN Slendro 3 Sragen

Dokumentasi foto bersama mahasiswa KKN PPM UNISRI bersama murid SDN Slendro 3 Sragen 

SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar kolaborasi program kerja di SD Negeri Slendro 3, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi siswa mengenai bahaya perundungan (bullying), menanamkan budaya damai, serta memotivasi siswa meraih cita-cita.

Sosialisasi bertema “Edukasi Pemahaman Mengenai Perundungan pada Anak: Stop Bullying di Sekolah” ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

Sesi pertama diisi oleh mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling yang memaparkan materi bentuk, jenis, serta dampak perundungan bagi korban dan pelaku. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan tayangan PowerPoint yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak usia sekolah dasar.

Sumber foto : Yudith
Melalui pemaparan ini, siswa diharapkan memahami dampak buruk perundungan terhadap kesehatan mental korban, sehingga mampu mencegah terjadinya tindak bullying baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah.

Selanjutnya, sesi kedua dibawakan oleh mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional dengan tema “Menjadi Anak Pembawa Damai”. Siswa diajak memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Penyampaian materi dikemas melalui diskusi, permainan edukatif, dan simulasi sederhana terkait penyelesaian konflik tanpa kekerasan.

Sumber foto : Yudith
Kegiatan ditutup dengan aksi simbolis yang dipandu mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Setiap siswa diminta menuliskan harapan serta cita-cita mereka pada selembar kertas, lalu menempelkannya di media berbentuk "Pohon Harapan" yang terbuat dari kardus bekas. Pohon Harapan ini menjadi sarana ekspresi sekaligus pemantik semangat belajar siswa untuk meraih masa depan.
Sumber foto: Yudith
Melalui kolaborasi lintas program studi ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap para siswa SDN Slendro 3 mampu menjadi agen pembawa damai di lingkungan sekolah serta termotivasi untuk terus mengejar cita-cita mereka.


Penulis:
1. YUDITH WIDYA PERMANA – BIMBINGAN DAN KONSELING
2. CITRA MAYANG AZZAHRA – PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
3. EUNIKE HERSYANA WULANDARI – HUBUNGAN INTERNASIONAL

Edukasi dan Sosialisasi Kesadaran Hukum "Stop Bullying, Let’s Be Friends": Upaya Pencegahan Perundungan dan Pemahaman Tindakan Preventif bagi Siswa SDN 2 Ngrombo

Edukasi dan Sosialisasi Kesadaran Hukum "Stop Bullying, Let’s Be Friends": Upaya Pencegahan Perundungan dan Pemahaman Tindakan Preventif bagi Siswa SDN 2 Ngrombo

 Edukasi dan Sosialisasi Kesadaran Hukum "Stop Bullying, Let’s Be Friends": Upaya Pencegahan Perundungan dan Pemahaman Tindakan Preventif bagi Siswa SDN 2 Ngrombo


(Sumber: Cindy Avionica)

Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 85, Ester Saur Maulina Sinaga, melaksanakan program kerja individu di SD Negeri 2 Ngrombo, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen (Selasa, 28 Juli 2026).

Tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah merupakan isu krusial yang dapat mengganggu perkembangan fisik, mental, serta psikologis anak. Sering kali, siswa di tingkat Sekolah Dasar belum memahami secara utuh jenis-jenis tindakan yang tergolong perundungan serta dampak hukum dan sosial yang ditimbulkannya. Sebagai wujud pengabdian masyarakat dalam Program Kerja Individu KKN, Ester Saur Maulina Sinaga dari Fakultas Hukum UNISRI Surakarta menyelenggaraan kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan bullying di SDN 2 Ngrombo, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini menyasar siswa kelas 3 hingga kelas 6 untuk memberikan pemahaman dasar hukum dan norma sosial dalam membangun lingkungan belajar yang aman dan bersahabat.

Pelaksanaan kegiatan edukasi dan sosialisasi ini dirancang untuk mencapai beberapa sasaran utama di lingkungan sekolah. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengertian dasar bullying, berbagai bentuknya baik secara verbal, fisik, maupun sosial, serta dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkannya. Kegiatan ini juga berupaya membangun keterbukaan komunikasi dengan mendorong keberanian siswa untuk melapor kepada guru maupun orang tua jika mengetahui adanya korban.

Rangkaian acara diawali dengan penyampaian materi interaktif menggunakan bahasa yang mudah dicerna oleh anak-anak sekolah dasar, di mana siswa diajak memahami perbedaan antara bercandaan biasa dengan aksi perundungan beserta dampaknya. Siswa didorong untuk tidak menjadi penonton yang diam (silent bystander), melainkan berani menegur secara aman, merangkul serta mendukung teman yang menjadi korban, dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Wali Kelas, Guru BK, atau orang tua.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi keterbukaan dan cerita (Speak Up Session) yang dirancang sebagai ruang aman bagi para siswa. Pada sesi ini, siswa diajak untuk saling berbagi pengalaman atau keluh kesah apabila pernah mengalami maupun menyaksikan perundungan tanpa rasa takut atau malu. Sebagai penutup yang berkesan, seluruh siswa dan fasilitator melakukan deklarasi persahabatan bersama bertajuk "Stop Bullying, Let’s Be Friends" sebagai simbol komitmen untuk saling menjaga, menghormati, dan merangkul sesama teman tanpa membeda-bedakan.

Pelaksanaan program kerja ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan SDN 2 Ngrombo, Tangen, Sragen. Siswa-siswi kelas 3 hingga kelas 6 kini memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai konsep perundungan serta mampu mengidentifikasi batasan perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam pertemanan. Selain itu, tumbuh keberanian dan kesadaran dalam diri siswa untuk bersikap terbuka serta melaporkan indikasi bullying kepada pihak sekolah atau orang tua. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mendorong terciptanya suasana lingkungan belajar yang lebih ramah anak, harmonis, dan saling mendukung antar sesama siswa.

Penulis: Ester Saur Maulina Sinaga

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M


Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 Tanamkan Budaya Gemar Menabung melalui Edukasi Literasi Keuangan di SD Negeri 1 Jenar

Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 Tanamkan Budaya Gemar Menabung melalui Edukasi Literasi Keuangan di SD Negeri 1 Jenar

Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 Tanamkan Budaya Gemar Menabung melalui Edukasi Literasi Keuangan di SD Negeri 1 Jenar

(Sumber: Vicky Febri Setiyawan)

Jenar, Sragen – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan, mengembangkan kreativitas, serta berkolaborasi dengan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dan mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan. Dalam rangka meningkatkan literasi keuangan sejak usia dini, Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 melaksanakan program kerja bertajuk “Bijak Memakai Uang: Gerakan Gemar Menabung dan Kreasi Celengan” di SD Negeri 1 Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan membentuk kebiasaan positif dalam mengelola keuangan sejak anak-anak.

Program diawali dengan penyampaian materi edukatif mengenai pentingnya menabung sebagai bagian dari kebiasaan hidup hemat. Mahasiswa menjelaskan pengertian menabung, manfaat yang dapat diperoleh, sumber uang tabungan, serta cara menggunakan uang saku secara bijak. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga mudah dipahami.

Dalam penyampaian materi, siswa dikenalkan bahwa uang tabungan tidak hanya berasal dari uang saku, tetapi juga dapat berasal dari hadiah ulang tahun, Tunjangan Hari Raya (THR), hadiah lomba, maupun pemberian orang tua. Siswa juga diajak memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang terlebih dahulu untuk ditabung sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya. Selain itu, mahasiswa memberikan contoh sederhana pengelolaan uang saku agar anak-anak mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya memberikan teori, mahasiswa KKN juga mengajak peserta mengikuti kegiatan Kreasi Celengan. Setiap siswa menghias celengan sesuai kreativitas masing-masing sebagai simbol komitmen untuk mulai membiasakan diri menabung. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari siswa karena mereka dapat berkreasi sekaligus memahami manfaat menabung dengan cara yang menyenangkan.

Suasana kegiatan semakin interaktif melalui sesi Fun Game berupa kuis mengenai materi yang telah dipelajari. Melalui permainan tersebut, siswa diajak mengingat kembali pengertian menabung, manfaat memiliki tabungan, sumber uang tabungan, hingga cara mengelola uang saku dengan baik. Pendekatan ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan meningkatkan partisipasi siswa selama kegiatan berlangsung.

Program kerja ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya literasi keuangan sejak usia dini. Kebiasaan sederhana seperti menyisihkan uang setiap hari diharapkan dapat membentuk karakter disiplin, bertanggung jawab, hemat, serta mampu mengambil keputusan yang bijaksana dalam menggunakan uang. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam menghadapi kehidupan di masa depan.

Melalui kegiatan Gerakan Gemar Menabung dan Kreasi Celengan, Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter dan literasi keuangan di lingkungan SD Negeri 1 Jenar. Program ini juga menjadi wujud komitmen mahasiswa dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui kegiatan yang edukatif, inovatif, dan berdampak positif bagi masyarakat Desa Jenar.


Penulis: Widya Fatimatuz Zahra

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

Mahasiswa KKN UNISRI Beri Edukasi Etika dan Keamanan Digital untuk Anak-Anak di Sragen, Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini

Mahasiswa KKN UNISRI Beri Edukasi Etika dan Keamanan Digital untuk Anak-Anak di Sragen, Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini

 Mahasiswa KKN UNISRI Beri Edukasi Etika dan Keamanan Digital untuk Anak-Anak di Sragen, Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini

Dokumentasi mahasiswa KKN PPM UNISRI melakukan foto bersama dengan siswa-siswi sekolah dasar di desa Krikilan Sragen 
(Pradinda Puspa Rinjani)

SRAGEN — Di tengah masifnya penggunaan gawai dan internet di kalangan anak-anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Pradinda Puspa Rinjani, mengambil langkah nyata melalui program edukasi etika dan keamanan digital. Kegiatan ini menyasar siswa-siswi sekolah dasar kelas 4 hingga 6 di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jumat (24/7/2026).

Berlangsung di Posko KKN Desa Krikilan, program ini dirancang untuk membekali anak-anak pemahaman hukum serta etika bermMEDIA sosial sejak usia dini. Mengingat anak-anak masa kini lekat dengan gim daring (online games) dan media sosial, edukasi ini dinilai krusial agar mereka terhindar dari dampak buruk dunia maya.

Dalam pemaparannya, Pradinda menggunakan bahasa yang ringan dan dekat dengan keseharian anak-anak. Materi yang disajikan berfokus pada empat poin penting:
1. Etika Komunikasi Digital: Mengajarkan anak-anak untuk menggunakan bahasa yang sopan, saling mendukung, serta memahami bahwa komentar negatif atau merendahkan orang lain di internet memiliki konsekuensi hukum.
2.Keamanan Data Pribadi: Mengedukasi peserta untuk menjaga kerahasiaan kata sandi (password), PIN, kode OTP, serta waspada terhadap modus hadiah atau kuota gratis berkedok tautan mencurigakan.
3.Kewaspadaan dengan Orang Asing: Memperingatkan anak-anak agar tidak mudah percaya kepada orang yang dikenal melalui internet, menolak ajakan pertemuan secara langsung, serta melapor kepada orang tua atau guru jika merasa tidak nyaman.
4. Menghormati Privasi Sesama: Menanamkan kebiasaan meminta izin sebelum mengambil dan menyebarkan foto atau video orang lain agar tidak merugikan pihak lain.

dokumentasi pemaparan materi 
 ( Pradinda Puspa Rinjani)

Meskipun sempat menghadapi kendala berupa variasi tingkat pemahaman peserta dan rentang konsentrasi anak-anak yang mudah terdistraksi, kegiatan ini tetap berjalan lancar berkat pendekatan interaktif dan penggunaan contoh kasus yang relevan.

Pemerintah Desa Krikilan bersama warga turut menyambut positif inisiatif ini. Melalui edukasi interaktif ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap anak-anak Desa Krikilan dapat tumbuh menjadi generasi digital yang cerdas, aman, santun, serta memiliki kesadaran hukum dalam "berpikir sebelum mengklik" di ruang siber.

Penulis: Pradinda Puspa Rinjani 

Ajak Siswa SDN 1 Jetiskarangpung Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN Gelar Aksi "Yuk Menanam"

Ajak Siswa SDN 1 Jetiskarangpung Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN Gelar Aksi "Yuk Menanam"

 Ajak Siswa SDN 1 Jetiskarangpung Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN Gelar Aksi "Yuk Menanam"

Sumber foto: Dristya Herra Talitha


SRAGEN — Kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menghadirkan program edukatif bertajuk "Yuk Menanam" bagi siswa-siswi kelas VI SDN 1 Jetiskarangpung, Kabupaten Sragen, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah ini dikemas secara kreatif dan interaktif, memadukan sesi edukasi ruang kelas, permainan edukatif (game), hingga praktik langsung menanam tanaman krokot di lingkungan sekolah.

Dokumentasi mahasiswi KKN Unisri memaparkan materi (Dristya)

Pemilihan tanaman krokot sebagai media utama bukan tanpa alasan. Karakteristik tanaman ini dikenal tangguh, mudah beradaptasi, serta sangat ramah bagi pemula, menjadikannya sarana belajar yang ideal untuk mengenalkan proses botani dasar kepada anak-anak sekolah dasar.

Rangkaian acara dibuka dengan pemaparan materi ringan seputar fungsi ekologis tumbuhan, mulai dari menghasilkan oksigen, menciptakan suasana sejuk, hingga mempercantik pekarangan. Guna menguji pemahaman sekaligus menjaga energi peserta tetap tinggi, mahasiswa KKN mengadakan sesi tanya jawab berhadiah yang langsung disambar antusiasme luar biasa dari para siswa kelas VI.
      
Sumber foto: Dristya Herra Talitha

Puncak kegiatan ditutup dengan aksi nyata melalui praktik menanam bersama. Dipandu langsung oleh tim KKN, para siswa tampak cekatan menyiapkan media tanam, memindahkan bibit krokot ke dalam pot atau polibag, hingga menyiramnya dengan takaran air yang pas.

Pihak sekolah memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya program ini. Kombinasi metode belajar sambil bermain terbukti ampuh membuat materi pelestarian lingkungan terserap dengan baik tanpa terasa membosankan. Melalui langkah kecil ini, mahasiswa KKN berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam di masa depan.

Penulis: Dristya Herra Talitha


Mahasiswa KKN Dorong Daya Saing UMKM Kerupuk Kulit Sapi di Dukuh Jumeneng Lewat Digitalisasi dan Pelatihan Produks

Mahasiswa KKN Dorong Daya Saing UMKM Kerupuk Kulit Sapi di Dukuh Jumeneng Lewat Digitalisasi dan Pelatihan Produks

 Mahasiswa KKN Dorong Daya Saing UMKM Kerupuk kulit sapi di dukuh Jumeneng Lewat Digitalisasi dan Pelatihan Produksi

Sumber foto : Nurul Mafthuha

DUKUH JUMENENG — Dalam upaya meningkatkan nilai jual dan memperluas jangkauan pasar produk lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program pendampingan intensif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerupuk kulit sapi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada Minggu hingga Senin, 9–10 Agustus 2026, ini difokuskan pada peningkatan kualitas produksi, pengemasan, serta digitalisasi pemasaran.

Kerupuk kulit sapi di Dukuh Jumeneng dikenal memiliki potensi besar sebagai produk unggulan masyarakat. Namun, selama ini proses produksi yang masih dilakukan secara sederhana serta terbatasnya strategi pemasaran menjadi kendala utama dalam menembus pasar yang lebih luas.

1. Pengenalan dan Optimalisasi Proses Produksi
Mahasiswa KKN bersama pelaku usaha meninjau langsung alur produksi kerupuk kulit sapi tradisional untuk memastikan kebersihan, kualitas produk, serta efisiensi kerja. Proses pembuatan kerupuk kulit sapi ini melalui tujuh tahapan utama yang ketat:

A. Perendaman: Kulit sapi direndam terlebih dahulu di dalam air biasa untuk melunakkan tekstur awal.
B. Perebusan: Kulit melalui proses perebusan matang untuk memudahkan pembersihan dan persiapan tahap berikutnya.
C. Penjemuran: Kulit yang telah direbus kemudian dijemur di bawah sinar matahari secara tradisional hingga benar-benar kering.
D. Pemotongan: Setelah kering, kulit dipotong-potong dengan ukuran seragam sesuai standar produk siap olah.
E. Penggongsian: Kulit digongseng (disangrai) menggunakan api sedang untuk mematangkan dan mengembangkan struktur dasarnya tanpa minyak berlebih.
F. Penggorengan dan Pembumbuan: Tahap akhir pematangan melalui penggorengan sempurna, dilanjutkan dengan pemberian bumbu khas untuk memperkaya cita rasa.
G. Pengemasan (Packing): Produk yang telah matang dan dingin langsung dikemas rapat untuk menjaga kerenyahan dan higienitasnya.

Dokumentasi proses pembuatan kerupuk kulit ( Foto : Nurul Mafthuha)

Tidak berhenti pada aspek produksi saja, mahasiswa KKN juga terjun langsung mendampingi proses dokumentasi visual produk. Setiap tahapan pembuatan kerupuk kulit sapi diabadikan melalui bidikan foto dan video berkualitas tinggi untuk membangun identitas visual yang profesional. Dengan adanya dokumentasi digital ini, pelaku UMKM kini memiliki aset visual yang memadai untuk mempercantik label kemasan sekaligus memperkuat strategi promosi di media sosial

Sebagai penutup rangkaian digitalisasi, mahasiswa KKN membantu mendaftarkan dan memverifikasi titik lokasi usaha kerupuk kulit sapi pada aplikasi Google Maps. Langkah ini diambil agar tempat produksi dan penjualan semakin mudah ditemukan oleh masyarakat luas maupun para wisatawan yang sedang berkunjung. Melalui peta digital tersebut, aksesibilitas konsumen kini menjadi jauh lebih praktis tanpa harus bingung mencari alamat fisik usaha.

"Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN ini. Selain diajak menata ulang proses produksi agar lebih higienis, sekarang produk kerupuk kami jadi punya foto yang bagus untuk jualan dan tokonya sudah terdaftar di Google Maps," ujar pelaku UMKM kerupuk kulit sapi di Dukuh Jumeneng.

Dokumentasi: Produk kerupuk kulit sapi UMKM Dukuh Jumeneng siap jual

Melalui rangkaian program pendampingan ini, pelaku UMKM di dukuh Jumeneng diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperbaiki standar pengemasan, serta menguasai pemanfaatan media digital dan peta online. Langkah konkrit ini diyakini mampu mendongkrak daya saing kerupuk kulit sapi lokal agar kian diminati di pasar yang lebih luas.


Penulis: Nurul Mafthuha 
Implementasikan Ilmu Akuntansi, Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi Penyusunan Laporan Keuangan BUMDes Jekani

Implementasikan Ilmu Akuntansi, Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi Penyusunan Laporan Keuangan BUMDes Jekani

 Implementasikan Ilmu Akuntansi, Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi Penyusunan Laporan Keuangan BUMDes Jekani

Pendampingan penyusunan laporan
keuangan BUMDes pada bendahara desa serta disaksikan langsung oleh ketua BUMDes ( Foto: Ajeng Sekar Arum)

Sragen, 11 Agustus 2026 - Dalam rangka melaksanakan program kerja individu KKN, Ajeng, mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Universitas Slamet Riyadi, melaksanakan kegiatan pendampingan penyusunan laporan keuangan di BUMDes Jekani, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini ditujukan kepada Bendahara BUMDes Jekani sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam melakukan pencatatan serta penyusunan laporan keuangan dengan menggunakan excel. Pendampingan dilakukan secara langsung dengan menyesuaikan materi pada kebutuhan pengelolaan keuangan yang terdapat di BUMDes Jekani.

Dalam pelaksanaannya, Ajeng memberikan penjelasan mengenai proses pencatatan transaksi keuangan dan penyusunan laporan keuangan secara sistematis menggunakan excel. Kegiatan juga disertai dengan diskusi dan praktik sehingga bendahara dapat lebih memahami penerapan pencatatan keuangan dalam kegiatan operasional BUMDes.
Dokumentasi penyusunan excel 

Pelaksanaan pendampingan tersebut disaksikan secara langsung oleh Ketua BUMDes Jekani. Kehadiran Ketua BUMDes menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan mahasiswa sekaligus menunjukkan adanya perhatian terhadap peningkatan tata kelola administrasi dan keuangan BUMDes.

Melalui kegiatan ini, diharapkan bendahara BUMDes Jekani dapat menerapkan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan secara lebih tersusun dan rapi diexcel. Pendampingan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan akuntansi yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kegiatan nyata di lingkungan masyarakat.

Kegiatan pendampingan berjalan dengan baik melalui komunikasi dan kerja sama antara mahasiswa, bendahara dan ketua BUMDes Jekani. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dalam mendukung pengelolaan keuangan BUMDes yang lebih tersusun, transparan, dan akuntabel.
Praktik penyusunan laporan keuangan BUMDes bersama bendahara BUMDes 
( Foto: Ajeng Sekar Arum)


Penulis: Ajeng Sekar Arum 


Menanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Edukasi Menabung di SD Jetiskarangpung

Menanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Edukasi Menabung di SD Jetiskarangpung

 Menanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Edukasi Menabung di SD Jetiskarangpung

 Sumber foto: Ninik Setiawati 

Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen – (23/07/26) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar edukasi literasi keuangan mengenai pentingnya menabung sejak usia dini di SD Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Berlangsung pada Kamis, (23/07/26), kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa dari kelas 5A dan 5B.

Program ini bertujuan menanamkan pemahaman dasar pengelolaan keuangan kepada anak-anak. Melalui kebiasaan menabung, siswa diperkenalkan pada konsep membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menyisihkan sebagian uang saku, serta belajar menggunakannya secara bijak.

Materi disampaikan secara interaktif dan sederhana agar mudah dicerna, mencakup pengertian, manfaat, tujuan, hingga tips membiasakan diri menabung dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan dua arah juga diterapkan melalui sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman, sehingga siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga terdorong untuk langsung mempraktikkannya.

Sumber foto: Ninik Setiawati 

Edukasi keuangan sejak dini dinilai krusial dalam membentuk karakter disiplin, bertanggung jawab, hemat, dan cermat dalam menetapkan prioritas. Para siswa kelas 5A dan 5B terlihat sangat antusias dan aktif berpartisipasi sepanjang acara berlangsung.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap para siswa SD Jetiskarangpung dapat membangun konsistensi menabung, baik menggunakan celengan maupun media tabungan lainnya. Langkah sederhana ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi terbentuknya literasi keuangan anak di masa depan.

Penulis: Ninik Setiawati 

Mahasiswa KKN Desa Krikilan Laksanakan Program Rebranding UMKM melalui Pembuatan Banner dan Daftar Menu

Mahasiswa KKN Desa Krikilan Laksanakan Program Rebranding UMKM melalui Pembuatan Banner dan Daftar Menu

 Mahasiswa KKN Desa Krikilan Laksanakan Program Rebranding UMKM melalui Pembuatan Banner dan Daftar Menu

Sumber foto : Agnes Indah Prawesti

Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Agnes Indah Prawesti, melaksanakan program kerja individu bertajuk “Program Rebranding dan Penguatan Identitas Visual melalui Pembuatan Banner dan Daftar Menu untuk Meningkatkan Visibilitas UMKM”. Kegiatan ini menyasar para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, khususnya yang belum memiliki media promosi yang memadai atau masih bersifat konvensional.

Program tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 15.00–16.30 WIB di beberapa titik UMKM Desa Krikilan. Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku usaha memperkuat identitas merek, meningkatkan kualitas sarana informasi, serta membuat produk lebih mudah dikenali oleh masyarakat luas. Pelaksanaan program ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Krikilan serta warga setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi lapangan untuk memetakan kebutuhan spesifik setiap UMKM. Agnes menghimpun data penting, seperti nama usaha, varian produk, daftar harga, hingga ciri khas usaha sebagai acuan perancangan desain. Berdasarkan data tersebut, perancangan banner dan daftar menu dikustomisasi agar selaras dengan karakter masing-masing usaha.

Sumber foto: Agnes Indah Prawesti 

Setelah proses produksi selesai, banner dipasang di lokasi strategis dan daftar menu diserahkan langsung kepada para pelaku usaha. Kehadiran media promosi baru ini tidak hanya memperjelas informasi produk dan harga, tetapi juga memperkuat citra profesional usaha. Kendala teknis yang sempat ditemui seperti penyesuaian selera desain, variasi kebutuhan usaha, hingga keterbatasan waktu berhasil diatasi melalui komunikasi yang intensif dan koordinasi bertahap.

Melalui program ini, para pelaku UMKM kini memiliki sarana promosi yang lebih menarik, informatif, dan representatif. Kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak visibilitas usaha, memudahkan konsumen mengenali produk lokal, serta meningkatkan daya saing UMKM di Desa Krikilan secara berkelanjutan.

Penulis : Agnes Indah Prawesti 

Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done