LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Dorong Legalitas UMKM, Mahasiswa KKN Dampingi Pembuatan NIB Melalui OSS di Tanon Sragen

Dorong Legalitas UMKM, Mahasiswa KKN Dampingi Pembuatan NIB Melalui OSS di Tanon Sragen

 

Dorong Legalitas UMKM, Mahasiswa KKN Dampingi Pembuatan NIB Melalui OSS di Tanon Sragen

Dok.

SRAGEN,  – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) terus menunjukkan perannya dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat desa. Salah satu wujud nyatanya adalah melalui program sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Tanon, Kabupaten Sragen, pada Minggu (9/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya legalitas usaha. Dengan memiliki NIB, para pelaku UMKM dapat menjalankan usahanya secara lebih aman, tertib, dan memiliki kepastian hukum yang jelas.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan edukasi komprehensif mengenai pengertian, fungsi, serta manfaat NIB bagi keberlangsungan usaha. Selain itu, para pelaku UMKM juga dikenalkan dengan tata cara pendaftaran perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Dok.






Tidak sekadar memberikan pemaparan materi, mahasiswa terjun langsung memberikan pendampingan kepada warga yang mengalami kesulitan teknis. Bantuan diberikan secara bertahap, mulai dari penyiapan berkas data diri yang diperlukan hingga proses pengajuan NIB di sistem OSS berhasil diterbitkan.

Kepemilikan legalitas usaha ini dinilai menjadi langkah krusial bagi UMKM. Selain meningkatkan kepercayaan konsumen, NIB juga berfungsi sebagai "kunci pencuka" bagi pelaku usaha untuk mengakses berbagai fasilitas, permodalan, dan program pemberdayaan dari pemerintah.


Melalui program edukasi dan pendampingan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat Tanon tidak hanya mendapatkan informasi sesaat, tetapi juga memiliki kemampuan dan kemandirian untuk mengurus administrasi legalitas usahanya secara berkelanjutan di masa mendatang.


Penulis :

Dorong UMKM "Naik Kelas", Mahasiswa KKN Unisri Bantu Digitalisasi Pojok Jajan "Bu Yanti" di Karangtalun

Dorong UMKM "Naik Kelas", Mahasiswa KKN Unisri Bantu Digitalisasi Pojok Jajan "Bu Yanti" di Karangtalun

 Dorong UMKM "Naik Kelas", Mahasiswa KKN Unisri Bantu Digitalisasi Pojok Jajan "Bu Yanti" di Karangtalun


Dok.Muhammad Ikfan Kurniawan



SRAGEN, – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melakukan gebrakan nyata untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas. Salah satunya melalui program pendampingan digitalisasi bagi UMKM di Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Sabtu (15/8/2026).

Program bertajuk "Optimalisasi Pemanfaatan Digital Marketing" ini dilaksanakan oleh Muhammad Ikfan Kurniawan, mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisri yang tergabung dalam Kelompok 94 dengan bimbingan DPL Dr. Avisema Sigit Saputro, S.P., M.P.

Program ini berangkat dari realitas di lapangan. Banyak UMKM desa yang produknya laris, namun belum tersentuh teknologi digital. Transaksi masih serba tunai, tidak terdeteksi di peta digital, dan belum memiliki identitas visual yang jelas. Padahal, perilaku konsumen saat ini sangat bergantung pada gawai.

Merespons kondisi tersebut, Ikfan menyasar "Pojok Jajan Bu Yanti", sebuah usaha dapur kuliner di Dukuh Mojosari (Karangsido RT 20). Terdapat tiga intervensi utama yang dilakukan, yakni pembuatan QRIS, pendaftaran lokasi di Google Maps, dan pembuatan banner toko yang informatif.

Dok.Muhammad Ikfan Kurniawan


"Pendampingan dimulai dengan membantu pelaku usaha memahami manfaat QRIS sebagai alternatif pembayaran yang lebih cepat dan aman. Selain itu, kami mendaftarkan titik lokasi di Google Maps agar calon konsumen dari luar dukuh mudah mencari lokasi usaha ini," jelas Ikfan.

Sebagai pelengkap identitas visual, banner toko dirancang khusus untuk memuat daftar menu dan harga dengan jelas, sehingga memperkuat kesan profesional dan memudahkan pembeli baru.

Upaya ini disambut baik oleh pemilik usaha. "Sebelumnya usaha saya belum ada di peta digital dan pembayaran masih tunai semua. Setelah dibantu adik-adik KKN, sekarang ada banner yang jelas menunya, dan lokasi warung juga sudah bisa dicari lewat Google Maps," ujar Bu Yanti antusias.

Meski demikian, Ikfan mengakui proses digitalisasi ini tidak lepas dari tantangan. Sebagian pedagang masih ragu beralih ke transaksi digital karena terbiasa dengan uang tunai. Kendala teknis seperti spesifikasi ponsel pintar yang terbatas dan akses internet yang tidak stabil di desa juga turut menjadi hambatan.

Terlepas dari tantangan tersebut, program pendampingan ini berhasil membuka wawasan UMKM terhadap teknologi pembayaran non-tunai dan promosi digital. Ke depannya, diharapkan ada dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa, baik berupa peningkatan infrastruktur internet maupun pelatihan lanjutan, agar digitalisasi UMKM di Desa Karangtalun dapat berjalan mandiri dan optimal.


Penulis: Muhammad Ikfan Kurniawan

Ekonomi Digital Dorong UMKM Desa Karangtalun Gunakan QRIS

Ekonomi Digital Dorong UMKM Desa Karangtalun Gunakan QRIS

 Ekonomi Digital Dorong UMKM Desa Karangtalun Gunakan QRIS

Dok.Sisilia Anindya puri L.p


Sragen, 16 Agustus 2026 — Pemanfaatan teknologi ekonomi digital semakin menjadi bagian penting dalam perkembangan kegiatan ekonomi digital di masyarakat. Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan program “Go Digital, UMKM Naik Kelas” melalui pendampingan pembuatan dan penyerahan QRIS kepada pelaku UMKM di Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Program ini hadir sebagai upaya mendorong pelaku UMKM untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital, khususnya dalam sistem pembayaran. Berdasarkan hasil observasi, sebagian pelaku UMKM di Desa Karangtalun masih mengandalkan transaksi tunai dan belum memanfaatkan pembayaran digital secara optimal.

Melalui pendampingan QRIS, pelaku UMKM diperkenalkan pada sistem pembayaran digital yang dapat digunakan konsumen untuk melakukan transaksi secara non-tunai. Mahasiswa memberikan penjelasan mengenai proses pembuatan, penggunaan, serta manfaat QRIS dalam mendukung kegiatan usaha sehari-hari untuk ekonomi digital.

Penyerahan QRIS dilakukan kepada Kedai Utea sebagai salah satu bentuk penerapan digitalisasi dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Setelah QRIS diserahkan, dilakukan pula uji coba transaksi untuk memastikan QRIS dapat digunakan sebagai metode pembayaran di tempat usaha tersebut.

Sisilia Anindya puri L.p melakukan pendampingan pembuatan qris 

Pemanfaatan QRIS tidak hanya memberikan alternatif pembayaran bagi konsumen, tetapi juga menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk mengikuti perubahan perilaku transaksi di era digital. Penggunaan pembayaran digital diharapkan dapat memperluas peluang transaksi dengan konsumen yang terbiasa menggunakan metode pembayaran non-tunai.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan digital pelaku UMKM. Dengan memahami dan menggunakan teknologi pembayaran digital, pelaku usaha diharapkan semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung perkembangan bisnisnya.

Program “Go Digital, UMKM Naik Kelas” menunjukkan bahwa transformasi ekonomi digital dapat dimulai dari hal sederhana, salah satunya melalui penggunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari. Dengan semakin banyaknya UMKM yang mengadopsi pembayaran digital, diharapkan kesiapan UMKM Desa Karangtalun dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital juga semakin meningkat.


Penulis : Sisilia Anindya puri L.p

Mahasiswa KKN UNISRI Surakarta Dampingi UMKM Desa Pilangsari Beralih ke Pembayaran Digital QRIS

Mahasiswa KKN UNISRI Surakarta Dampingi UMKM Desa Pilangsari Beralih ke Pembayaran Digital QRIS

 Mahasiswa KKN UNISRI Surakarta Dampingi UMKM Desa Pilangsari Beralih ke Pembayaran Digital QRIS

Dok.Agam Cahya Ibrani


Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menjalankan program pendampingan digitalisasi pembayaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pilangsari, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen. Program bertajuk "Akselerasi Digitalisasi UMKM Melalui Pendampingan Pembuatan dan Penggunaan QRIS" ini digagas oleh Agam Cahya Ibrani, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen, sebagai bagian dari program kerja individu KKN-PPM UNISRI Surakarta Tahun Akademik 2025/2026.

Kegiatan pendampingan dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 WIB, bertempat di Aula Balai Desa Pilangsari serta dilanjutkan dengan kunjungan langsung (door to door) ke lokasi usaha para pelaku UMKM. Sasaran program ini adalah pemilik usaha kecil di Desa Pilangsari, di antaranya usaha katering serta warung makan bakso dan mi ayam, yang selama ini hanya melayani pembayaran secara tunai.

Program ini lahir dari hasil observasi dan wawancara mahasiswa dengan pelaku UMKM setempat. Ditemukan bahwa belum tersedianya metode pembayaran QRIS dari platform GoPay membuat sebagian calon pembeli, terutama yang terbiasa bertransaksi nontunai, kerap mengurungkan niat membeli karena keterbatasan uang tunai.

"Kami menyambut baik program ini karena sejalan dengan upaya desa untuk terus berkembang mengikuti kemajuan zaman, khususnya dalam hal digitalisasi ekonomi. Semoga apa yang sudah dirintis mahasiswa KKN ini bisa terus dilanjutkan oleh warga," ujar Ahmat Munadi, S.Pd.I. Kepala Desa Pilangsari.

Dok.Agam Cahya Ibrani





Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membantu pelaku UMKM membuat dan mengaktifkan akun QRIS GoPay Merchant, memasang stiker barcode QRIS di lokasi usaha, hingga memberikan pendampingan teknis mulai dari cara menerima pembayaran, memantau riwayat transaksi, sampai proses pencairan dana. Mahasiswa juga menyusun modul panduan sederhana penggunaan QRIS agar dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha setelah program KKN berakhir.

Hasilnya, sejumlah UMKM sasaran berhasil memiliki akun QRIS aktif dan melakukan transaksi nontunai pertama mereka selama masa pendampingan. Selain mempermudah transaksi, pembayaran digital ini juga dinilai membantu pelaku usaha mencatat arus keuangan secara lebih rapi karena setiap transaksi QRIS tercatat otomatis.

"Awalnya saya masih agak bingung cara pakainya, tapi setelah dibantu adik-adik mahasiswa, sekarang jadi lebih mudah. Pembeli yang tidak bawa uang cash jadi tetap bisa beli," kata salah satu pemilik warung makan di Desa Pilangsari.

Meski demikian, pelaksanaan program ini tidak lepas dari sejumlah kendala, mulai dari kelengkapan dokumen persyaratan pendaftaran akun, keterbatasan literasi digital sebagian pelaku usaha yang berusia lebih tua, jaringan internet yang belum stabil di beberapa lokasi, hingga kebiasaan masyarakat yang masih lebih nyaman bertransaksi tunai. Waktu pendampingan yang terbatas selama masa KKN turut menjadi tantangan tersendiri agar pelaku UMKM benar-benar mahir mengoperasikan QRIS secara mandiri.

Agam berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi UMKM di Desa Pilangsari untuk terus beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Ia juga mendorong agar ada pendampingan lanjutan dari pemerintah desa maupun mahasiswa KKN periode berikutnya, sehingga penggunaan QRIS tidak berhenti begitu masa KKN usai.

"Harapan saya, program ini tidak berhenti begitu masa KKN selesai. Pelaku UMKM di sini sudah punya modal awal berupa akun dan pemahaman dasar, tinggal bagaimana mereka terus membiasakan diri dan pemerintah desa turut mendampingi ke depannya," ujar Agam.

Program ini merupakan bagian dari tema besar KKN-PPM UNISRI Surakarta Tahun Akademik 2025/2026, yaitu "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen", di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Sarafuddin, S.Pd., M.Pd.

Penulis : Agam Cahya Ibrani




Pengenalan dan Pemahaman Rambu Lalu Lintas oleh Mahasiswa KKN UNISRI kepada Siswa SD Negeri Nganti, Desa Nganti, Gemolong, Sragen

Pengenalan dan Pemahaman Rambu Lalu Lintas oleh Mahasiswa KKN UNISRI kepada Siswa SD Negeri Nganti, Desa Nganti, Gemolong, Sragen

Pengenalan dan Pemahaman Rambu Lalu Lintas oleh Mahasiswa KKN UNISRI kepada Siswa SD Negeri Nganti, Desa Nganti, Gemolong, Sragen

(Sumber Rosy Putra Anggara)

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 07 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI), Rosy Putra Anggara dari Program Studi Ilmu Hukum, melaksanakan program KKN berupa sosialisasi mengenai “Pengenalan dan Pemahaman Rambu Lalu Lintas” kepada siswa-siswi SD Negeri Nganti, Desa Nganti, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Pada Selasa pagi (24/07/2026)

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai berbagai jenis rambu lalu lintas serta makna yang terkandung di dalamnya. Pengenalan terhadap rambu lalu lintas sejak dini diharapkan dapat membentuk sikap disiplin dan kesadaran siswa dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Pada kegiatan tersebut, Rosy Putra Anggara memberikan edukasi dengan menggunakan metode yang mudah dipahami oleh siswa. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan berbagai jenis rambu lalu lintas, seperti rambu peringatan, rambu larangan, rambu perintah, dan rambu petunjuk. Selain itu, siswa juga diberikan contoh penerapan rambu lalu lintas dalam kehidupan sehari-hari, khususnya ketika berjalan kaki, bersepeda, maupun saat menggunakan kendaraan bersama orang tua.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan siswa melalui sesi tanya jawab dan pengenalan gambar-gambar rambu lalu lintas. Siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan dan aktif menjawab pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa. Melalui metode tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga diajak untuk memahami pentingnya menaati aturan lalu lintas demi menciptakan keselamatan dan ketertiban di jalan.

Pada pelaksanaan kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berhasil membangun kolaborasi dengan pihak SD Negeri Nganti dalam memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang bermanfaat bagi siswa serta menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Dengan adanya sosialisasi tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali rambu lalu lintas, memahami fungsinya, serta menerapkan perilaku aman dan disiplin ketika berada di lingkungan jalan raya.


Penulis: Rosy Putra

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M


Sosialisasi Literasi Keuangan: Edukasi Mengatur Uang Saku Sejak Dini untuk Kebutuhan Masa Depan di SD Negeri Nganti

Sosialisasi Literasi Keuangan: Edukasi Mengatur Uang Saku Sejak Dini untuk Kebutuhan Masa Depan di SD Negeri Nganti

Sosialisasi Literasi Keuangan: Edukasi Mengatur Uang Saku Sejak Dini untuk Kebutuhan Masa Depan di SD Negeri Nganti
(Sumber : Thera Puspita Ningrum)

SRAGEN – Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Thera Puspita Ningrum dari Program Studi Manajemen yang tergabung dalam kegiatan KKN-PPM melaksanakan program kerja individu berjudul “Sosialisasi Literasi Keuangan: Edukasi Mengatur Uang Saku Sejak Dini untuk Kebutuhan Masa Depan” di SD Negeri Nganti, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, (22/7/2026). Kegiatan ini ditujukan kepada siswa kelas 5 sebagai upaya memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengatur dan menggunakan uang saku secara bijak sejak dini. 


Kegiatan sosialisasi diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian literasi keuangan serta pentingnya mengatur uang saku. Siswa diberikan pemahaman mengenai cara membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas dalam menggunakan uang, serta pentingnya menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa agar mudah dipahami dan diterapkan.


Selain penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan kegiatan interaktif. Siswa diberikan beberapa contoh situasi sederhana mengenai penggunaan uang saku dan diajak menentukan pilihan antara kebutuhan dan keinginan. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat belajar bagaimana mengambil keputusan yang tepat dalam menggunakan uang serta memahami pentingnya menghindari perilaku boros. Siswa juga diajak untuk membuat perencanaan sederhana mengenai penggunaan uang saku. Mereka belajar menentukan uang yang akan digunakan untuk kebutuhan, uang yang dapat ditabung, serta mempertimbangkan kembali keinginan sebelum membeli sesuatu.


Sebagai luaran, mahasiswa memberikan media edukasi mengenai cara mengatur uang saku yang berisi informasi tentang membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas, menabung, serta tips menggunakan uang saku secara bijak. Media tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi siswa untuk menerapkan kebiasaan mengelola uang dalam kehidupan sehari-hari.


Kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa mengatur uang saku dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menggunakan uang sesuai kebutuhan, tidak membeli sesuatu secara berlebihan, menyisihkan sebagian uang untuk ditabung, serta merencanakan penggunaan uang untuk kebutuhan di masa depan. 

 

Melalui program kerja “Sosialisasi Literasi Keuangan: Edukasi Mengatur Uang Saku Sejak Dini untuk Kebutuhan Masa Depan”, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran finansial siswa sejak usia sekolah. Dengan memahami cara mengatur uang saku sejak dini, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang hemat, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu mengelola keuangan dengan lebih bijak di masa depan.


Penulis: Thera Puspita Ningrum

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M


 

Pembuatan Banner UMKM Desa Nganti oleh Mahasiswa KKN UNISRI

Pembuatan Banner UMKM Desa Nganti oleh Mahasiswa KKN UNISRI

 Pembuatan Banner UMKM Desa Nganti oleh Mahasiswa KKN UNISRI

(Sumber: Toga Ardiansyah)

SRAGEN – Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Toga Ardiansyah yang tergabung dalam kegiatan KKN-PPM melaksanakan program kerja individu berjudul “Pembuatan Banner untuk UMKM” di Desa Nganti, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini ditujukan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya meningkatkan promosi sederhana dalam menjalankan usaha.

Kegiatan pembuatan banner diawali dengan melakukan koordinasi bersama pelaku UMKM untuk mengetahui informasi usaha dan kebutuhan media promosi yang akan digunakan. Informasi yang dikumpulkan meliputi nama usaha, jenis produk yang ditawarkan, serta informasi pendukung lainnya. Koordinasi dilakukan agar informasi pada banner sesuai dengan kondisi dan karakteristik usaha yang dimiliki oleh pelaku UMKM.

Setelah informasi diperoleh, kegiatan dilanjutkan dengan menentukan konsep dan desain banner. Desain dibuat dengan memperhatikan pemilihan tulisan, ukuran, susunan informasi, serta tampilan yang menarik agar dapat dengan mudah dilihat dan dipahami oleh masyarakat. Informasi yang dicantumkan dibuat secara sederhana sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima oleh calon konsumen dengan baik.

Selanjutnya, desain banner yang telah dibuat disesuaikan kembali dengan kebutuhan pelaku UMKM sebelum dilakukan proses pencetakan. Tahap ini dilakukan untuk memastikan tidak terdapat kesalahan pada nama usaha, informasi produk, maupun informasi lainnya yang dicantumkan pada banner.

Setelah proses pencetakan selesai, banner kemudian diberikan kepada pelaku UMKM agar digunakan sebagai media promosi di lokasi usaha. Pemasangan banner diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui keberadaan usaha serta mengenali produk yang ditawarkan. Dengan adanya banner, pelaku UMKM memiliki media promosi yang dapat digunakan secara langsung dan dalam jangka waktu yang cukup lama.

(Sumber Toga Ardiansyah)

Pelaksanaan program kerja “Pembuatan Banner untuk UMKM” merupakan bentuk kontribusi sederhana mahasiswa dalam membantu kegiatan promosi UMKM di Desa Nganti. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dalam memperkenalkan usaha dan produk kepada masyarakat serta mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.


Penulis: Toga Ardiansyah

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

Pengenalan dan Pemahaman Rambu Lalu Lintas oleh Mahasiswa KKN UNISRI kepada Siswa TK Mawar, Desa Nganti, Gemolong, Sragen

Pengenalan dan Pemahaman Rambu Lalu Lintas oleh Mahasiswa KKN UNISRI kepada Siswa TK Mawar, Desa Nganti, Gemolong, Sragen

Pengenalan dan Pemahaman Rambu Lalu Lintas oleh Mahasiswa KKN UNISRI kepada Siswa TK Mawar, Desa Nganti, Gemolong, Sragen

(Sumber : Wulan Fitriyani)

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 07 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Wulan Fitriyani melaksanakan kegiatan edukasi mengenai “Pengenalan dan Pemahaman Rambu Lalu Lintas” kepada siswa TK Mawar, Desa Nganti, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, pada Senin pagi (27/07/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dari Program Studi Ilmu Hukum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya mengenal dan mematuhi rambu lalu lintas sejak usia dini. Edukasi tersebut diharapkan dapat menanamkan kesadaran akan keselamatan, kedisiplinan, dan ketertiban ketika berada di lingkungan jalan raya.

Pada kegiatan tersebut, Wulan Fitriyani memberikan materi dengan metode yang sederhana, interaktif, dan disesuaikan dengan usia anak-anak TK. Materi yang diberikan meliputi pengenalan berbagai macam rambu lalu lintas, seperti rambu peringatan, rambu larangan, rambu perintah, dan rambu petunjuk. Guna mempermudah pemahaman siswa, mahasiswa menggunakan media berupa gambar-gambar rambu lalu lintas yang menarik dan mudah dikenali oleh anak-anak.

Selain mengenalkan bentuk dan jenis rambu, mahasiswa juga memberikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajak memahami perilaku aman ketika berjalan kaki, menyeberang jalan, bersepeda, maupun saat bepergian menggunakan kendaraan bersama orang tua. Anak-anak juga diberikan pemahaman sederhana mengenai pentingnya memperhatikan rambu dan mengikuti aturan keselamatan di jalan.

(Sumber : Wulan Fitriyani)

Kegiatan berlangsung secara interaktif dan menyenangkan. Siswa terlihat antusias mengikuti penjelasan yang diberikan serta aktif menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa. Melalui sesi tanya jawab dan pengenalan gambar, siswa diajak untuk mengenali rambu lalu lintas sekaligus memahami fungsi dan maknanya dengan cara yang sesuai dengan dunia anak.

Edukasi keselamatan lalu lintas sejak usia dini menjadi langkah penting dalam membentuk kebiasaan positif pada anak. Melalui pengenalan rambu lalu lintas secara sederhana, anak diharapkan tidak hanya mampu mengenali simbol-simbol lalu lintas, tetapi juga mulai memahami pentingnya menjaga keselamatan diri dan orang lain ketika berada di jalan.

Melalui kegiatan ini, Wulan Fitriyani berharap edukasi yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi siswa TK Mawar serta membantu menumbuhkan budaya tertib dan aman berlalu lintas sejak usia dini. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi hukum dan keselamatan kepada masyarakat, khususnya kepada anak-anak di lingkungan Desa Nganti.


Penulis: Wulan Fitriyani

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M




Tingkatkan Daya Saing, Mahasiswa KKN Unisri Edukasi UMKM Tempelrejo soal Keamanan Pangan dan Kemasan

Tingkatkan Daya Saing, Mahasiswa KKN Unisri Edukasi UMKM Tempelrejo soal Keamanan Pangan dan Kemasan

Tingkatkan Daya Saing, Mahasiswa KKN Unisri Edukasi UMKM Tempelrejo soal Keamanan Pangan dan Kemasan 

Mahasiswa KKN Unisri saat memberikan edukasi secara door to door mengenai standar keamanan pangan kepada salah satu pelaku UMKM di Desa Tempelrejo, Sragen


SRAGEN, – Guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar program edukasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, pada Agustus 2026.

Program bertajuk “Peningkatan Kualitas Produk Pangan UMKM melalui Keamanan Pangan, Pengemasan, dan Pelabelan” ini diinisiasi oleh Meilawati Yuniar Setyaningrum, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Unisri.

Berbeda dengan sosialisasi pada umumnya yang mengumpulkan massa di balai desa, edukasi ini dilakukan dengan metode jemput bola atau door to door. Meilawati mengunjungi langsung sejumlah pelaku usaha di lingkungan desa, mulai dari produsen camilan lokal marneng, hingga pedagang makanan dan minuman siap saji seperti es teh dan cilok. Pendekatan langsung ini sengaja dipilih agar materi yang disampaikan dapat disesuaikan dengan tantangan dan kondisi riil masing-masing pedagang.

Dalam kunjungannya, Meilawati menekankan pentingnya menjaga standar keamanan pangan selama proses produksi hingga penjualan. Para pelaku usaha diedukasi mengenai kebersihan tangan dan peralatan, urgensi memakai celemek dan penutup kepala, pemisahan bahan mentah dan matang, penggunaan air bersih, hingga tata cara penyimpanan makanan agar terhindar dari debu dan kontaminasi.

Penyerahan suvenir berupa perlengkapan kebersihan dan brosur panduan dari mahasiswa KKN Unisri kepada pelaku UMKM Desa Tempelrejo guna mendukung kualitas produksi pangan.


Tidak berhenti pada kebersihan produksi, mahasiswa KKN ini juga menyoroti aspek pengemasan dan pelabelan (kemasan). Penggunaan kemasan yang tepat, seperti standing pouch untuk produk makanan kering, dinilai mampu melindungi kualitas produk, memperpanjang umur simpan, sekaligus menarik minat pembeli.

Terkait pelabelan, pelaku UMKM diberikan pemahaman untuk mulai mencantumkan informasi krusial demi meraih kepercayaan konsumen. Informasi tersebut meliputi nama produk, merek, berat bersih, komposisi, tanggal produksi dan kedaluwarsa, kontak produsen, hingga nomor P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) jika sudah memilikinya.

Sebagai bentuk dukungan nyata agar standar keamanan pangan segera diterapkan, mahasiswa KKN turut membagikan perlengkapan penunjang secara gratis berupa masker, sarung tangan, dan hairnet (penutup kepala) kepada pelaku UMKM. Dibagikan pula brosur edukasi yang berisi ringkasan materi agar dapat dibaca kembali oleh para pedagang.



Potret pendekatan door to door mahasiswa KKN Unisri saat mendampingi dan mengedukasi pelaku UMKM Desa Tempelrejo terkait pentingnya keamanan dan kemasan produk pangan, Agustus 2026. 



Melalui program pendampingan ini, Meilawati berharap pelaku UMKM di Desa Tempelrejo semakin menyadari bahwa kualitas produk yang unggul tidak hanya bergantung pada rasa, tetapi juga sangat ditentukan oleh kebersihan, keamanan pangan, dan kemasan yang profesional. Penerapan standar ini diyakini akan memperluas jangkauan pasar dan mendukung pertumbuhan UMKM desa. 


Penulis : Meilawati Yuniar Setyaningrum
Mahasiswa KKN UNISRI Perkenalkan QRIS sebagai Inovasi Pembayaran Digital bagi UMKM Desa Nganti

Mahasiswa KKN UNISRI Perkenalkan QRIS sebagai Inovasi Pembayaran Digital bagi UMKM Desa Nganti

Mahasiswa KKN UNISRI Perkenalkan QRIS sebagai Inovasi Pembayaran Digital bagi UMKM Desa Nganti 

(Sumber: Nathalia Melly Christma)

Nganti, Gemolong — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) melaksanakan kegiatan pendampingan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Nganti dengan mengangkat tema “Inovasi Administrasi Layanan Ekonomi Desa melalui Implementasi QRIS pada UMKM”, (29/7/2026).

Kegiatan pendampingan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan usaha. QRIS diperkenalkan sebagai salah satu pilihan metode pembayaran yang dapat mempermudah proses transaksi antara pelaku usaha dengan pelanggan.

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa terlebih dahulu memberikan penjelasan mengenai pengertian QRIS, fungsi, serta manfaat penggunaannya bagi pelaku UMKM. Materi yang diberikan juga mencakup informasi mengenai cara melakukan pembayaran menggunakan QRIS serta tahapan yang perlu dilakukan apabila pelaku usaha ingin mendaftarkan QRIS untuk usahanya.

Selain memberikan penyuluhan, mahasiswa juga melakukan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM yang memiliki ketertarikan untuk menggunakan QRIS. Pendampingan dilakukan dengan memberikan arahan mengenai proses pendaftaran dan penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran dalam kegiatan usaha sehari-hari.

(Sumber: Nathalia Melly Christma)

Pada pelaksanaannya, kegiatan ini masih menemukan beberapa kendala. Sebagian besar pelaku UMKM belum tertarik menggunakan QRIS karena menganggap penggunaannya cukup rumit dan kurang praktis. Selain itu, terdapat pula kekhawatiran mengenai proses pencairan uang dari transaksi QRIS karena pelaku usaha merasa harus mengambil uang tersebut melalui bank yang lokasinya cukup jauh.

Meskipun terdapat beberapa kendala, kegiatan ini tetap memberikan tambahan pengetahuan kepada pelaku UMKM mengenai sistem pembayaran digital. Pelaku usaha menjadi lebih mengetahui pengertian, manfaat, serta cara penggunaan QRIS dalam mendukung kegiatan transaksi usaha.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM Desa Nganti dapat lebih memahami perkembangan pembayaran digital dan memiliki pilihan alternatif dalam melakukan transaksi. Implementasi QRIS juga diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk inovasi dalam mendukung layanan ekonomi desa yang lebih praktis dan mengikuti perkembangan teknologi.


Penulis: Nathalia Melly Christma

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Ajak Siswa SDN Galeh 1 Buat "Pohon Impian"

Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Ajak Siswa SDN Galeh 1 Buat "Pohon Impian"

 Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Ajak Siswa SDN Galeh 1 Buat "Pohon Impian"

Antusiasme siswa SDN Galeh 1, Sragen, saat mengikuti program literasi keuangan "Satu Daun, Satu Mimpi" yang digelar oleh mahasiswa KKN Unisri.



SRAGEN,  – Mengedukasi pengelolaan uang sejak usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar program literasi keuangan bertajuk “Satu Daun, Satu Mimpi” bagi siswa kelas 3 SD Negeri Galeh 1, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai cara menggunakan uang saku secara bijak, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta menumbuhkan kebiasaan menabung yang konsisten.

Agar materi lebih mudah dicerna dan tidak membosankan bagi anak-anak, edukasi dikemas secara kreatif menggunakan media "Pohon Impian Menabung". Setiap siswa diberikan selembar kertas berbentuk daun untuk menuliskan impian atau barang yang ingin mereka beli dari hasil menabung.
Daun-daun impian tersebut kemudian ditempelkan bersama-sama pada sebuah gambar pohon besar. 

Melalui simbolisasi ini, mahasiswa KKN memberikan pemahaman bahwa mewujudkan impian membutuhkan proses dan perencanaan. Siswa diajarkan bahwa menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar, melainkan dari uang saku kecil yang disisihkan secara rutin.
Mahasiswa KKN Unisri mendampingi siswa kelas 3 SDN Galeh 1 menuliskan cita-citanya pada kertas berbentuk daun untuk program edukasi literasi keuangan "Pohon Impian Menabung



Pelaksanaan program berlangsung sangat interaktif. Siswa kelas 3 terlihat antusias saat menentukan dan menuliskan impian mereka masing-masing. Meskipun sempat menghadapi tantangan dalam mengondisikan keaktifan kelas, pendekatan secara bertahap dan pendampingan personal dari mahasiswa membuat kegiatan ini berjalan lancar.

Melalui program “Satu Daun, Satu Mimpi” ini, mahasiswa KKN Unisri berharap kesadaran siswa untuk menyisihkan uang saku semakin meningkat. Keberlanjutan kebiasaan positif ini juga diharapkan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah maupun orang tua di rumah, sehingga literasi keuangan anak dapat terbangun kuat di masa depan.

Penulis : Mutia Fadhilatul Ikhsani




Latih Literasi Digital Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Anak LPQ Al-Kautsar Dokumentasikan Karya

Latih Literasi Digital Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Anak LPQ Al-Kautsar Dokumentasikan Karya

Latih Literasi Digital Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Anak LPQ Al-Kautsar Dokumentasikan Karya

Mahasiswa KKN UNISRI, Salsabila Desi Puspitasari, tengah memberikan arahan kepada anak-anak LPQ Al-Kautsar, Desa Banaran, sebelum memulai sesi praktik literasi digital dan dokumentasi karya, Sabtu (1/8/2026).





SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Salsabila Desi Puspitasari, menggelar program literasi digital bagi anak-anak di LPQ Al-Kautsar, Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, pada Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan edukatif yang berlangsung sore hari ini diikuti dengan antusias oleh 47 anak dari jenjang TK hingga SD. Program ini dirancang khusus untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi secara sederhana dan positif, yakni melalui dokumentasi hasil karya mandiri.

Mengingat usia peserta yang masih sangat belia, materi literasi difokuskan pada penggunaan kamera ponsel, bukan untuk penggunaan atau pengelolaan media sosial.

"Anak-anak dikenalkan bahwa sebuah karya yang telah dibuat tidak hanya berhenti pada proses pembuatannya saja, tetapi juga dapat didokumentasikan melalui foto dan dijelaskan maknanya secara tertulis," jelas Salsabila.


Seorang santriwati LPQ Al-Kautsar dengan antusias mempraktikkan cara memotret hasil karyanya menggunakan smartphone, dengan pendampingan langsung dari mahasiswa KKN UNISRI.



Dalam pelaksanaannya, setiap anak diberikan kesempatan mempraktikkan langsung cara mengambil foto karyanya masing-masing salah satunya adalah tempat pensil dari barang bekas menggunakan smartphone. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan teknis sederhana, seperti cara mengatur posisi dan jarak objek agar gambar yang dihasilkan terlihat fokus dan jelas.

Selain berlatih fotografi, anak-anak juga didorong untuk mengamati dan mendeskripsikan karya tersebut ke dalam selembar kertas. Mereka dibebaskan untuk merangkai kata menggunakan bahasa sederhana sesuai dengan pemahaman dan imajinasi masing-masing.

Seluruh foto dan tulisan deskripsi ini nantinya akan dikumpulkan dan disimpan sebagai arsip dokumentasi kegiatan LPQ Al-Kautsar.

Dok.Salsabila Desi Puspitasari


Melalui program KKN ini, diharapkan anak-anak mendapatkan pengalaman baru dalam memanfaatkan gawai secara produktif. Lebih dari itu, metode ini melatih mereka untuk mengembangkan cara berpikir, mengapresiasi kreativitas sendiri, serta mampu mengomunikasikan karyanya dengan baik.

Penulis: Salsabila Desi Puspitasari


Mahasiswa KKN UNISRI Tanamkan Nilai Pancasila Lewat "5 Sikap Baik" di SDN Juwok 2 Sragen

Mahasiswa KKN UNISRI Tanamkan Nilai Pancasila Lewat "5 Sikap Baik" di SDN Juwok 2 Sragen

 

Mahasiswa KKN UNISRI Tanamkan Nilai Pancasila Lewat "5 Sikap Baik" di SDN Juwok 2 Sragen

Dok.Amrullah





SRAGEN,  – Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dan upaya membentuk karakter bangsa sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Amrullah, menggelar kegiatan sosialisasi edukatif bertajuk "Nilai Pancasila Lewat 5 Sikap Baik Sehari-hari". Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri Juwok 2, Sragen, pada Rabu (5/8/2026) dan disambut dengan antusiasme tinggi oleh para siswa.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) ini menjelaskan, pemilihan tema tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya membumikan nilai-nilai Pancasila agar mudah dipahami oleh anak-anak. Menurutnya, Pancasila tidak boleh hanya sekadar teks yang dihafalkan saat upacara bendera, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

"Saya ingin adik-adik di tingkat sekolah dasar memahami Pancasila lewat kacamata mereka. Oleh karena itu, kelima sila tersebut dikemas menjadi lima sikap baik yang bisa mereka lakukan setiap hari, baik di rumah maupun di sekolah," ungkap Amrullah.

Menghindari metode ceramah satu arah yang membosankan, Amrullah mengajak siswa-siswi kelas 5 untuk belajar sambil bermain. Ia menggunakan pendekatan yang interaktif melalui metode storytelling, kuis, dan permainan kelompok.

Dok. Amrullah 





Adapun materi "5 Sikap Baik Sehari-hari" yang diajarkan merupakan cerminan langsung dari kelima sila Pancasila, yaitu:

  • Sikap Baik 1 (Sila Ke-1): Selalu berdoa sebelum memulai kegiatan dan menghargai teman yang berbeda agama.
  • Sikap Baik 2 (Sila Ke-2): Suka menolong teman yang sedang kesusahan atau terjatuh saat bermain.
  • Sikap Baik 3 (Sila Ke-3): Mau bermain dan berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan suku atau warna kulit.
  • Sikap Baik 4 (Sila Ke-4): Belajar berdiskusi bersama, seperti saat memilih ketua kelas atau membagi tugas piket.
  • Sikap Baik 5 (Sila Ke-5): Bersikap adil, seperti berbagi makanan atau mainan secara merata dengan teman-teman.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan kemeriahan pembagian hadiah berupa buku dan alat tulis kepada para siswa yang aktif berpartisipasi.

Melalui pendekatan yang menyenangkan ini, Amrullah berharap benih-benih toleransi, empati, dan keadilan dapat tumbuh subur dalam jiwa generasi penerus bangsa, sekaligus memotivasi mereka untuk terus semangat berbuat baik setiap harinya.


Penulis : Amrullah

Bantu Generasi Muda Kenal Indonesia di Kancah Global, Mahasiswa HI Unisri Gelar Program Edukasi di SDN 1 Banaran

Bantu Generasi Muda Kenal Indonesia di Kancah Global, Mahasiswa HI Unisri Gelar Program Edukasi di SDN 1 Banaran

 Bantu Generasi Muda Kenal Indonesia di Kancah Global, Mahasiswa HI Unisri Gelar Program Edukasi di SDN 1 Banaran

dok.Christopher Edgar Rahadi 


SRAGEN — Dalam upaya menumbuhkan wawasan global dan rasa bangga nasional sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan program kerja edukatif di SDN 1 Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, pada Senin (27/7/2026).

Program kerja ini diusung oleh Christopher Edgar Rahadi, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Unisri. Mengangkat tema "Pengenalan Identitas Negara Indonesia di Kancah Internasional", kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan posisi, kebudayaan, serta peran strategis Indonesia di mata dunia kepada para siswa sekolah dasar.

Dalam pemaparannya, Christopher mengajak siswa-siswi SDN 1 Banaran untuk memahami bagaimana negara Indonesia dikenal oleh bangsa lain, mulai dari keanekaragaman budaya, lambang negara, hingga prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif secara sederhana serta interaktif.

Suasana belajar yang interaktif saat mahasiswa KKN UNISRI memberikan materi edukasi berbasis visual menggunakan proyektor kepada siswa tingkat Sekolah Dasar.

Antusiasme para siswa terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Siswa-siswi SDN 1 Banaran tampil cukup aktif, berani mengajukan pertanyaan, serta mampu menjawab berbagai pertanyaan kuis yang diberikan dengan sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan berhasil diserap dan dipahami secara optimal oleh para peserta didik.

"Mengenalkan identitas bangsa di kancah global penting dilakukan sejak dini agar anak-anak tidak hanya bangga menjadi warga negara Indonesia, tetapi juga memiliki wawasan yang luas dalam menghadapi era globalisasi," ujar Christopher usai kegiatan.

Melalui luaran program kerja KKN ini, diharapkan para siswa SDN 1 Banaran dapat memupuk rasa percaya diri serta semangat belajar untuk terus membawa nama baik Indonesia di masa depan.


Penulis: Christopher Edgar Rahadi

Pendampingan Pembentukan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab dalam Membiasakan Menabung bagi Siswa Kelas V SD Negeri Mlale 1

Pendampingan Pembentukan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab dalam Membiasakan Menabung bagi Siswa Kelas V SD Negeri Mlale 1

Pendampingan Pembentukan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab dalam Membiasakan Menabung bagi Siswa Kelas V SD Negeri Mlale 1

Dok.Winndy Oktaviani Nurvairul


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan program kerja individu bertajuk “Pendampingan Pembentukan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab dalam Membiasakan Menabung bagi Siswa Kelas V SD Negeri Mlale 1”. Kegiatan ini ditujukan kepada siswa kelas V SD Negeri Mlale 1 sebagai upaya menanamkan karakter disiplin dan tanggung jawab melalui kebiasaan menabung sejak usia dini.

Program tersebut dilaksanakan oleh Winndy Oktaviani Nurvairul Levianti, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Slamet Riyadi Surakarta, yang tergabung dalam KKN PPM UNISRI Kelompok 23. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menabung, membiasakan diri menyisihkan sebagian uang saku, mengatur penggunaan uang, serta menumbuhkan sikap disiplin dan bertanggung jawab dalam mengelola uang yang dimiliki.

Mengenalkan Pentingnya Menabung Sejak Dini

Dalam kegiatan ini, siswa kelas V SD Negeri Mlale 1 diajak memahami pentingnya membiasakan menabung sejak usia sekolah. Siswa diberikan pemahaman bahwa menabung merupakan kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan dengan menyisihkan sebagian uang saku secara rutin.

Mahasiswa memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti menyisihkan sebagian uang saku sebelum digunakan untuk membeli sesuatu. Siswa juga diajak memahami bahwa tidak semua uang yang dimiliki harus langsung dibelanjakan, tetapi sebagian dapat disimpan untuk kebutuhan atau keperluan di kemudian hari.

Selain itu, siswa diberikan pemahaman mengenai manfaat menabung, seperti belajar mengatur uang, melatih kesabaran, membentuk kebiasaan hidup hemat, serta membantu mencapai tujuan yang ingin diperoleh melalui hasil tabungan.

Membentuk Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab

Program pendampingan ini tidak hanya berfokus pada kegiatan menabung, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter siswa, khususnya disiplin dan tanggung jawab.

Siswa diajak memahami bahwa disiplin dalam menabung dapat dilakukan dengan menyisihkan uang secara rutin dan tidak mudah menggunakan uang tabungan untuk keperluan yang kurang penting. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat membantu siswa belajar konsisten dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Melalui kegiatan ini, siswa juga diberikan pemahaman bahwa uang yang diberikan oleh orang tua perlu digunakan dengan bijak. Dengan belajar mengelola uang saku dan menyisihkan sebagian untuk ditabung, siswa dapat belajar bertanggung jawab terhadap keputusan yang mereka ambil dalam menggunakan uang.

Menghias Celengan sebagai Media Menabung

Sebagai media dalam kegiatan, siswa diberikan celengan yang dihias dan diwarnai bersama. Kegiatan menghias celengan dilakukan secara kreatif dan menyenangkan sehingga siswa dapat memiliki celengan yang menarik serta menjadi tempat untuk menyimpan uang tabungan mereka.

Siswa diberikan kesempatan untuk mewarnai dan menghias celengan sesuai dengan kreativitas masing-masing. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas yang menyenangkan, tetapi juga membantu menumbuhkan rasa memiliki terhadap celengan yang telah mereka buat.

Dengan adanya celengan tersebut, siswa diharapkan lebih termotivasi untuk mulai membiasakan diri menyisihkan sebagian uang saku. Celengan dapat menjadi pengingat bagi siswa untuk menjalankan kebiasaan menabung secara rutin.

Praktik Membiasakan Menabung

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya menabung, siswa diajak untuk mempraktikkan kebiasaan menyisihkan uang melalui celengan yang telah dihias bersama.

Mahasiswa memberikan contoh sederhana mengenai cara menentukan jumlah uang yang dapat disisihkan dari uang saku. Siswa kemudian diarahkan untuk membuat komitmen sederhana agar dapat menabung secara rutin sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Kegiatan praktik ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami pentingnya menabung secara teori, tetapi juga mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kebiasaan tersebut, siswa belajar untuk lebih disiplin, sabar, dan bertanggung jawab dalam mengelola uang.

Menanamkan Kebiasaan Positif Sejak Dini


Program “Pendampingan Pembentukan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab dalam Membiasakan Menabung” diharapkan dapat menjadi sarana bagi siswa untuk membangun kebiasaan positif sejak usia sekolah.

Mahasiswa KKN UNISRI mendampingi siswa kelas V SD Negeri Mlale 1, Jenar, Sragen, saat berkreasi membuat celengan dari bahan daur ulang, Jumat (24/7/2026).


Menabung tidak harus dilakukan dalam jumlah besar. Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari hal sederhana, yaitu menyisihkan sebagian uang saku secara rutin. Dengan dilakukan secara konsisten, siswa dapat belajar bahwa kedisiplinan dalam melakukan kebiasaan kecil dapat memberikan manfaat di kemudian hari.

Melalui kegiatan yang dikemas secara edukatif, kreatif, dan interaktif, siswa kelas V SD Negeri Mlale 1 diharapkan dapat memahami bahwa menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga merupakan salah satu cara untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kesabaran, dan kemampuan mengendalikan keinginan.

Membentuk Generasi yang Disiplin dan Bertanggung Jawab

Pelaksanaan program pendampingan menabung di SD Negeri Mlale 1 menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN PPM UNISRI, khususnya dalam bidang Bimbingan dan Konseling, untuk membantu menanamkan karakter positif kepada siswa sekolah dasar.

Melalui edukasi mengenai pentingnya menabung, kegiatan menghias celengan, dan praktik menyisihkan uang, siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam membangun kebiasaan menabung. Media celengan yang dihias bersama diharapkan dapat menjadi sarana sederhana yang membantu siswa mengingat dan menjalankan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya kegiatan ini, siswa diharapkan mampu membiasakan diri untuk menyisihkan sebagian uang saku, menggunakan uang sesuai kebutuhan, serta menjalankan kebiasaan menabung secara disiplin dan bertanggung jawab.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk siswa yang disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan mampu membangun kebiasaan positif, sehingga karakter yang ditanamkan sejak sekolah dasar dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi kehidupan dan tanggung jawab mereka di masa mendatang.


Penulis: Winndy Oktaviani Nurvairul

Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done