LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Mahasiswa KKN Kelompok 25 Desa Banaran Edukasi Siswa SD Negeri 2 Banaran Melalui Program Waste to Saving

Mahasiswa KKN Kelompok 25 Desa Banaran Edukasi Siswa SD Negeri 2 Banaran Melalui Program Waste to Saving

 Mahasiswa KKN Kelompok 25 Desa Banaran Edukasi Siswa SD Negeri 2 Banaran Melalui Program Waste to Saving

Dok.Nensi Willy Lorenso




SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 25 Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Nensi Willy Lorenso, melaksanakan program kerja individu bertajuk “Waste to Saving: Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Menjadi Celengan Kreatif sebagai Media Edukasi Nilai Ekonomis dan Kebiasaan Menabung Sejak Dini” di kelas IV SD Negeri 2 Banaran, Jumat (24/7/2026).

Program kerja ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan edukasi lingkungan dengan literasi keuangan sederhana melalui pemanfaatan limbah botol plastik menjadi media pembelajaran yang kreatif dan bermanfaat.


Edukasi Pengelolaan Sampah dan Prinsip 3R

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai permasalahan sampah plastik yang menjadi salah satu isu lingkungan utama di Indonesia. Siswa diberikan pemahaman mengenai dampak negatif sampah plastik apabila tidak dikelola dengan baik serta pentingnya menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui penyampaian materi secara interaktif, siswa diajak memahami bahwa limbah plastik masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis.

Dok. Nensi Willy Lorenso



Selanjutnya, siswa diperkenalkan pada pemanfaatan botol plastik bekas sebagai bahan dasar pembuatan celengan kreatif. Botol plastik yang sebelumnya dianggap sebagai limbah diolah menjadi media penyimpanan uang yang menarik. Edukasi ini bertujuan menanamkan pemahaman bahwa barang bekas tidak selalu berakhir sebagai sampah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali melalui kreativitas untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Literasi Keuangan dan Praktik Celengan Kreatif

Selain memberikan edukasi mengenai pengelolaan limbah plastik, kegiatan ini juga memberikan pemahaman tentang pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak usia dini. Siswa dikenalkan pada manfaat menabung sebagai salah satu bentuk pengelolaan keuangan sederhana yang melatih sikap disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan menghargai nilai uang. Dengan memanfaatkan celengan hasil karya sendiri, siswa diharapkan lebih termotivasi menyisihkan sebagian uang saku secara rutin.

Sebagai bentuk implementasi materi, siswa mengikuti praktik pembuatan celengan kreatif menggunakan botol plastik bekas yang telah dipersiapkan. Mahasiswa KKN mendampingi setiap tahapan pembuatan, mulai dari menyiapkan botol, menghias sesuai kreativitas masing-masing, hingga menghasilkan celengan yang siap digunakan. Sesi praktik berlangsung aktif, menyenangkan, dan penuh antusiasme.

Dampak dan Kontribusi Berkelanjutan

Program “Waste to Saving” bertujuan meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan, mengembangkan kreativitas mengolah barang bekas, serta menanamkan kebiasaan menabung sejak dini sebagai bagian dari pendidikan karakter. Bagi SD Negeri 2 Banaran, program ini menjadi dukungan terhadap pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dengan penguatan literasi keuangan.

Selama kegiatan berlangsung, siswa kelas IV SD Negeri 2 Banaran menunjukkan antusiasme yang tinggi, baik saat sesi diskusi, tanya jawab, maupun praktik menghias celengan.

Dok. Nensi Willy Lorenso




Melalui program ini, mahasiswa KKN Kelompok 25 Desa Banaran UNISRI berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kepedulian lingkungan, menumbuhkan kreativitas, serta memperkuat literasi keuangan siswa sejak usia dini agar menjadi inspirasi bagi sekolah dan masyarakat luas.


Penulis: Nensi Willy Lorenso

Manfaatkan Tanaman TOGA, Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Ibu-Ibu PKK Desa Karanganom Membuat Repellent Serangga dari Serai

Manfaatkan Tanaman TOGA, Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Ibu-Ibu PKK Desa Karanganom Membuat Repellent Serangga dari Serai

 Manfaatkan Tanaman TOGA, Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Ibu-Ibu PKK Desa Karanganom Membuat Repellent Serangga dari Serai

Foto bersama PKK Karangano setelah berhasil menyelesaikan rangkaian kegiatan demonstrasi pembuatan repellent.
Sumber Foto: Ananda Nafta Fitriana



SRAGEN — Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Tahun Akademik 2025/2026 yang mengusung tema besar “Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen”, mahasiswa melaksanakan berbagai program kerja individu maupun kelompok sesuai kebutuhan masyarakat.

Salah satunya adalah program kerja individu berjudul “Pemanfaatan Tanaman TOGA Khususnya Tanaman Serai untuk Pembuatan Repellent Serangga” yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNISRI, Fadilla Ayu Apriliana, bersama ibu-ibu PKK Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen. Kegiatan sosialisasi dan praktik ini digelar pada Jumat (7/8/2026) di salah satu rumah warga RT 4 Dukuh Karangpelem, Desa Karanganom.


Serai sebagai Repellent Alami Ramah Lingkungan

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA), khususnya serai, sebagai bahan alami pembuatan repellent atau pengusir serangga. Selain mudah diperoleh karena banyak ditanam di pekarangan warga, serai dikenal memiliki kandungan minyak atsiri yang efektif mengusir nyamuk dan serangga lain tanpa menimbulkan efek samping berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, Fadilla menyampaikan materi mengenai manfaat tanaman TOGA di sekitar rumah, kandungan serai sebagai bahan aktif antinyamuk, serta tahapan pembuatan repellent serangga secara sederhana menggunakan alat dan bahan yang mudah didapat.

Praktik pembuatan dilakukan secara langsung, mulai dari proses ekstraksi serai, pencampuran bahan, hingga pengemasan hasil repellent ke dalam botol semprot yang siap digunakan. Fadilla juga memberikan penjelasan mengenai cara penggunaan dan penyimpanan repellent alami tersebut agar tetap efektif dan tahan lama.

Pemaparan materi oleh Fadilla Ayu Apriliana mengenai manfaat dan langkah-langkah pembuatan repellent alami dari bahan-bahan lokal.
Sumber Foto: Ananda Nafta Fitriana




Ibu-ibu PKK Desa Karanganom terlihat antusias mengikuti kegiatan. Mereka aktif bertanya seputar takaran bahan, cara pengaplikasian, hingga kemungkinan pengembangan produk repellent serai sebagai potensi usaha rumah tangga.

Hasil dan Capaian Program

Melalui kegiatan ini, pengetahuan ibu-ibu PKK Desa Karanganom mengenai pemanfaatan tanaman TOGA semakin bertambah, khususnya dalam mengolah serai menjadi produk repellent serangga alami. Ibu-ibu PKK juga memperoleh keterampilan baru yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah masing-masing, sekaligus berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomis.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar dan bermanfaat. Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih optimal dalam memanfaatkan tanaman TOGA di lingkungan sekitar, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap repellent berbahan kimia sintetis.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNISRI berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi Desa Karanganom, sekaligus mendukung tercapainya tujuan besar KKN-PPM, yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan melalui sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat di Kabupaten Sragen.


Penulis: Fadilla Ayu Apriliana

Smart Time Management: Mahasiswa KKN UNISRI Ajarkan Pentingnya Mengatur Waktu kepada Siswa Kelas 6 SDIT Luqman Al Hakim

Smart Time Management: Mahasiswa KKN UNISRI Ajarkan Pentingnya Mengatur Waktu kepada Siswa Kelas 6 SDIT Luqman Al Hakim

 Smart Time Management: Mahasiswa KKN UNISRI Ajarkan Pentingnya Mengatur Waktu kepada Siswa Kelas 6 SDIT Luqman Al Hakim

Dok.Alfianis Syinta Dewi



SRAGEN — Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Tahun Akademik 2025/2026, mahasiswa melaksanakan berbagai program kerja individu sebagai bentuk kontribusi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

Salah satunya adalah program kerja individu bertajuk “Smart Time Management” yang dilaksanakan pada Rabu (29/7/2026) oleh Alfianis Syinta Dewi, mahasiswa Program Studi Manajemen UNISRI, bersama siswa-siswi kelas 6 di SDIT Luqman Al Hakim, Karang Anom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen.


Belajar Mengatur Waktu Sejak Dini

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mengatur waktu dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menjadi semakin penting bagi siswa kelas 6 yang mulai memasuki masa persiapan ulangan dan ujian sekolah, sekaligus bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami cara membagi waktu secara seimbang antara ibadah, belajar, sekolah, bermain, membantu orang tua, dan beristirahat.

Materi juga dikaitkan dengan nilai-nilai keislaman melalui Al-Qur'an Surat Al-'Ashr, yang mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak menyia-nyiakannya. Materi disampaikan melalui presentasi visual dengan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan harian siswa. Siswa kemudian diajak menyusun daftar kegiatan harian mereka mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali sebagai latihan praktis dalam mengelola waktu.

Dok.Alfianis Syintia Dewi



Hasil dan Capaian Program

Kegiatan Smart Time Management ini mendapat respons positif dari siswa kelas 6 SDIT Luqman Al Hakim. Siswa terlihat aktif mengikuti penyampaian materi dan mampu memahami pentingnya manajemen waktu.

Melalui latihan menyusun jadwal harian, siswa mulai mampu menentukan skala prioritas kegiatan yang perlu dilakukan terlebih dahulu, serta membagi porsi waktu antara belajar, ibadah, bermain, membantu orang tua, dan beristirahat secara proporsional.

Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada siswa bahwa pengelolaan waktu yang baik dapat membentuk pribadi yang lebih disiplin, bertanggung jawab, dan teratur. Khusus bagi siswa kelas 6, materi ini diharapkan menjadi bekal nyata dalam mengatur waktu belajar menjelang persiapan ujian sekolah.


Penulis : Alfianis Syinta Dewi

Dorong Literasi Digital, Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan E-Wallet bagi Masyarakat Desa Pilangsari

Dorong Literasi Digital, Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan E-Wallet bagi Masyarakat Desa Pilangsari

Dorong Literasi Digital, Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan E-Wallet bagi Masyarakat Desa Pilangsari 

Dok.Dyah Ayu Sasmita 




SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta sukses menyelenggarakan program kerja individu bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan E-Wallet (DANA/OVO/GoPay) untuk Transaksi bagi Masyarakat” di Desa Pilangsari, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan dengan metode door-to-door ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital sekaligus mendorong masyarakat agar lebih siap menghadapi transaksi non-tunai yang kian marak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Berbeda dengan pelatihan pada umumnya yang digelar secara klasikal di aula atau balai desa, mahasiswa KKN memilih pendekatan door-to-door dengan mendatangi rumah warga secara langsung. Metode ini dipilih agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga lanjut usia dan pelaku usaha mikro yang selama ini masih asing dengan teknologi finansial, dapat memperoleh pendampingan yang lebih personal dan mudah dipahami.


Pendampingan Bertahap dan Praktik Langsung

Dalam setiap kunjungan rumah, mahasiswa KKN menyampaikan materi edukasi secara bertahap yang meliputi:

1.Pengenalan Aplikasi E-Wallet: Menjelaskan fungsi dan manfaat aplikasi DANA, OVO, dan GoPay dalam mempermudah transaksi harian.

2.Panduan Pendaftaran dan Verifikasi Akun: Memandu warga secara langsung mulai dari proses pengunduhan aplikasi hingga verifikasi data identitas.

3. Simulasi Transaksi: Mendampingi warga melakukan praktik isi ulang (top up) saldo, transfer, serta transaksi pembayaran.

4. Edukasi Keamanan Digital: Mengingatkan pentingnya menjaga kerahasiaan nomor PIN dan kode OTP agar terhindar dari risiko penipuan daring.


Dok.Dyah Ayu Sasmita 



Antusiasme Warga dan Pelaku Usaha

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga Desa Pilangsari, khususnya para pelaku usaha kecil seperti pemilik warung kelontong yang merasa terbantu karena kini dapat menerima opsi pembayaran digital dari pelanggan.

Pendekatan door-to-door dirasakan sangat efektif bagi warga lanjut usia, sebab mereka dapat bertanya secara leluasa dan berulang tanpa rasa canggung, berbeda dengan suasana pelatihan kelompok besar yang sering kali membuat warga enggan bertanya.

Mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara intensif hingga warga benar-benar mampu mengoperasikan aplikasi secara mandiri, mulai dari registrasi akun hingga melakukan transaksi sederhana tanpa bantuan orang lain.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap masyarakat Desa Pilangsari dapat semakin percaya diri dalam memanfaatkan layanan keuangan digital, mengurangi kesenjangan akses teknologi finansial, serta mendukung pelaku usaha mikro agar lebih adaptif terhadap perkembangan sistem transaksi digital masa kini.

Dok.Dyah Ayu Sasmita 



Kegiatan diakhiri dengan penyampaian rasa terima kasih dari mahasiswa KKN kepada seluruh warga Desa Pilangsari yang telah menyambut hangat dan berpartisipasi aktif selama jalannya program.


Penulis : Dyah Ayu Sasmita 

Turun Langsung ke Lapangan, Mahasiswa KKN UNISRI Dorong Digitalisasi UMKM Desa Ngandul Lewat QRIS

Turun Langsung ke Lapangan, Mahasiswa KKN UNISRI Dorong Digitalisasi UMKM Desa Ngandul Lewat QRIS

 

Sumber foto: Monicca Anggraeny dan Ariesta Fris Diana

Sragen — Mendekatkan diri dengan denyut nadi perekonomian desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melakukan langkah edukasi dengan cara yang cukup personal. Pada Rabu, 29 Juli 2026, mereka menggelar sosialisasi door to door atau dari pintu ke pintu, menyambangi langsung para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Desa Ngandul.

 

Mengusung tema "Digitalisasi UMKM melalui QRIS sebagai Upaya Modernisasi dan Pencatatan Keuangan Sederhana," kegiatan lapangan ini sengaja dipilih agar pendampingan bisa lebih maksimal. Dengan datang langsung ke tempat usaha, keluh kesah dan kendala para pemilik UMKM bisa didengarkan dan diberikan solusi yang sesuai dengan kondisi riil mereka.

 

Dua sosok mahasiswi di balik inisiatif ini adalah Monicca Anggraeny dari program studi Manajemen dan Ariesta Fris Diana dari program studi Akuntansi. Kolaborasi disiplin ilmu ekonomi ini rupanya menghasilkan edukasi yang komplit bagi warga.

 

Monicca, dengan latar belakang ilmu Manajemen, banyak memberikan pandangan mengenai pentingnya modernisasi tata kelola bisnis. Ia mengedukasi warga bahwa adopsi pembayaran digital seperti QRIS bukan sekadar ikut-ikutan tren, melainkan langkah strategis agar UMKM Desa Ngandul bisa melayani pembeli dengan lebih cepat, praktis, dan pada akhirnya mampu bersaing alias 'naik kelas'.

 

Sementara itu, dari kacamata Akuntansi, Ariesta membedah manfaat QRIS dari sisi pembukuan. Di lapangan, ia mencontohkan bagaimana transaksi digital secara otomatis terekam dalam sistem aplikasi. Menurut Ariesta, fitur histori transaksi pada QRIS ini sangat membantu para pelaku UMKM yang selama ini sering merasa kesulitan, tidak ada waktu, atau abai dalam melakukan pencatatan keuangan manual. Dengan beralih ke digital, arus kas masuk menjadi lebih rapi, terukur, dan transparan tanpa harus repot menulis di buku tebal.

 

Pendekatan dari pintu ke pintu ini disambut sangat positif oleh para pemilik UMKM. Banyak dari mereka yang merasa terbantu karena bisa berdiskusi secara leluasa dan langsung dibantu praktik mendaftar atau menggunakan layanan pembayaran digital di warung maupun toko mereka sendiri.

 

Melalui kegiatan lapangan mahasiswa KKN UNISRI ini, diharapkan roda perekonomian di Desa Ngandul bisa berlari lebih kencang, makin melek teknologi, dan memiliki tata kelola keuangan yang lebih sehat di masa depan.

 

Penulis:

  1. Monicca Anggraeny
  2. Ariesta Fris Diana
Peduli Tumbuh Kembang Anak, Mahasiswa KKN UNISRI 2026 Ajak Warga Desa Ngandul, Sragen Kenali Pentingnya MPASI Bermutu

Peduli Tumbuh Kembang Anak, Mahasiswa KKN UNISRI 2026 Ajak Warga Desa Ngandul, Sragen Kenali Pentingnya MPASI Bermutu

 

Sumber foto: Feronika Ayuk Prihatin dan Tirza Juita Kasih

Sragen - Langkah nyata dalam menekan angka stunting kembali digelorakan oleh dunia kampus. Kali ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta yang tengah mengabdi di Desa Ngandul, Sragen mengadakan kegiatan penyuluhan masyarakat pada Kamis, 30 Juli 2026.  

 

Bertempat di Balai Desa Ngandul, acara ini mengangkat tema "Penyuluhan MPASI Bermutu: Langkah Tepat Tumbuh Kembang Anak dan Cegah Stunting." Suasana balai desa terasa hidup berkat kehadiran para peserta yang antusias, mulai dari kader Pos Pelayanan

Terpadu (Posyandu), ibu-ibu penggerak PKK, hingga para ibu rumah tangga setempat.

 

Kegiatan ini digagas oleh dua mahasiswi UNISRI dari program studi berbeda, yakni Tirza

Juita Kasih dari Prodi Ilmu Komunikasi dan Feronika Ayuk Prihatin dari Prodi Teknologi Pangan. Perpaduan latar belakang keilmuan ini membuat penyampaian materi terasa sangat pas dan mudah dipahami oleh warga.

 

Feronika memaparkan materi seputar pengolahan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang sehat dan bergizi. Ia menjelaskan bahwa pemenuhan gizi anak tidak harus selalu menggunakan bahan-bahan yang mahal. Menurutnya, pemanfaatan bahan pangan lokal yang diolah dengan higienis dan tepat justru menjadi kunci utama dalam mencukupi kebutuhan gizi seimbang anak guna mencegah stunting sejak dini.

 

Sementara itu, dari sudut pandang komunikasi, Tirza memberikan penguatan materi mengenai pentingnya penyampaian pesan kesehatan yang efektif di dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat. Pendekatan komunikasi yang baik dinilai penting agar pesan-pesan pencegahan stunting bisa diterima dengan baik dan benar-benar diterapkan dalam pola asuh sehari-hari.

 

Acara penyuluhan ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Warga terlihat aktif berkonsultasi seputar menu harian anak hingga cara mengatasi anak yang susah makan. Melalui kegiatan KKN UNISRI ini, diharapkan kesadaran para ibu dan kader Posyandu di Desa Ngandul semakin meningkat, sehingga kualitas kesehatan anak-anak dapat terus terjaga secara berkelanjutan.


Penulis:

1. Feronika Ayuk Prihatin 

2. Tirza Juita Kasih

Pelatihan Berbasis Target sebagai Upaya Edukasi Keuangan Sejak Dini pada Anak-Anak TPQ Masjid Baiturrohmah Pilangrejo Geneng Duwur Gemolong Sragen

Pelatihan Berbasis Target sebagai Upaya Edukasi Keuangan Sejak Dini pada Anak-Anak TPQ Masjid Baiturrohmah Pilangrejo Geneng Duwur Gemolong Sragen

 Pelatihan Berbasis Target sebagai Upaya Edukasi Keuangan Sejak Dini pada Anak-Anak TPQ Masjid Baiturrohmah Pilangrejo Geneng Duwur Gemolong Sragen

Mahasiswa KKN UNISRI berfoto bersama murid-murid TPQ Masjid Baiturrohmah usai pelaksanaan pelatihan pengelolaan keuangan di Pilangrejo, Geneng Duwur, Gemolong, Sragen, Minggu (2/8/2026). 



SRAGEN — Edukasi pengelolaan keuangan sejak usia dini merupakan fondasi krusial dalam membentuk karakter dan kebiasaan anak agar mampu mengelola uang secara bijak hingga dewasa. Mengusung misi tersebut, mahasiswa program studi S1 Manajemen Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Yusuf Arwindy, menggelar program kerja individu KKN bertajuk “Pelatihan Berbasis Target sebagai Upaya Edukasi Keuangan Sejak Dini”.

Kegiatan ini ditujukan kepada murid-murid Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Masjid Baiturrohmah, Dukuh Pilangrejo, Desa Geneng Duwur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Rangkaian program berlangsung secara bertahap sejak 20 Juli hingga 2 Agustus 2026 di lingkungan Masjid Baiturrohmah.


Kenalkan Konsep Manajemen Keuangan Sederhana

Program ini dirancang khusus dengan pendekatan yang interaktif, aplikatif, dan menyenangkan agar materi manajemen keuangan yang identik dengan teori rumit dapat dipahami secara mudah oleh anak-anak usia sekolah.
Dalam sesi penyampaian materi, para anak-anak TPQ dibekali pemahaman mendasar mengenai fungsi uang, pentingnya membiasakan diri menabung, serta cara membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Penekanan skala prioritas ini diajarkan agar anak-anak tidak terjebak dalam perilaku konsumtif sejak dini.


Mahasiswa KKN UNISRI mendampingi santri TPQ Masjid Baiturrohmah saat proses pencatatan dan penyetoran tabungan dalam pelatihan keuangan berbasis target di Gemolong, Sragen.


Metode Simulasi Tabungan Berbasis Target

Tak sekadar teori, inti dari pelatihan ini berfokus pada metode praktik “Tabungan Berbasis Target”. Para santri diajak untuk menetapkan impian atau barang yang ingin mereka beli secara mandiri dalam jangka waktu tertentu, seperti peralatan sekolah atau buku bacaan.

Selama rentang waktu program (20 Juli–2 Agustus 2026), mahasiswa KKN memfasilitasi pencatatan kas tabungan harian/mingguan bagi para santri menggunakan buku tabungan khusus. Melalui simulasi ini, anak-anak belajar disiplin menyisihkan sebagian uang saku harian mereka demi mencapai target nominal yang telah disepakati.

Puncak kegiatan diisi dengan evaluasi capaian target tabungan, pembagian hadiah/apresiasi bagi santri yang paling konsisten menabung, serta sesi foto bersama.

Mahasiswa KKN UNISRI, Yusuf Arwindy, menyerahkan hadiah dan buku tabungan kepada murid TPQ Masjid Baiturrohmah yang berhasil mencapai target tabungan di Gemolong, Sragen.


Bentuk Karakter Disiplin dan Hemat

Yusuf Arwindy berharap pelatihan ini tidak berhenti saat masa KKN berakhir, melainkan menjadi kebiasaan berkelanjutan yang diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di sekolah.

"Melalui pendekatan berbasis target ini, anak-anak tidak hanya belajar menabung, tetapi juga dilatih untuk sabar, memiliki perencanaan, dan menghargai nilai proses dalam mendapatkan sesuatu tanpa harus selalu bergantung pada orang tua," ungkap Yusuf.

Melalui sinergi edukasi manajemen dan pembentukan karakter ini, mahasiswa KKN UNISRI berupaya memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan generasi muda Desa Geneng Duwur yang cermat, cerdas secara finansial, dan mandiri di masa depan.

Penulis: Yusuf Arwindy

Kenali Pelecehan Seksual, Lindungi Dirimu!

Kenali Pelecehan Seksual, Lindungi Dirimu!

 Kenali Pelecehan Seksual, Lindungi Dirimu!

Dok.Andika Rhea Pramesthi

Pada 5 Agustus 2026, telah dilaksanakan kegiatan penyuluhan hukum dengan tema “Kenali Pelecehan Seksual, Lindungi Dirimu!” di MTs Ma’arif. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja individu KKN yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual, dampaknya, cara melindungi diri, pentingnya berani berkata “tidak”, serta langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan seksual.

Pemilihan tema ini didasarkan pada pentingnya meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja mengenai perlindungan diri. Dalam pelaksanaan kegiatan, juga diketahui adanya kasus pelecehan seksual yang dialami oleh dua orang siswi, dengan pelaku merupakan siswa laki-laki dari lingkungan sekolah yang sama. Kondisi tersebut semakin menunjukkan pentingnya edukasi dan upaya pencegahan agar siswa mampu mengenali perilaku yang tidak pantas, memahami batasan diri, serta mengetahui kepada siapa harus meminta bantuan dan melaporkan kejadian.

Dok.Andika Rhea Pramesthi


Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keberanian untuk melindungi diri, menghormati orang lain, menjaga pergaulan, serta berani mencari bantuan ketika menghadapi tindakan yang membuat mereka merasa tidak aman atau tidak nyaman.

“Berani berkata tidak, berani melindungi diri, dan berani bercerita.”


Penulis : Andika Rhea Pramesthi

Prodi : Hukum

Dorong Digitalisasi UMKM, Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasikan QRIS kepada Pelaku Usaha Desa Pilangsari

Dorong Digitalisasi UMKM, Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasikan QRIS kepada Pelaku Usaha Desa Pilangsari



Dorong Digitalisasi UMKM, Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasikan QRIS kepada Pelaku Usaha Desa Pilangsari

Dok.Yosephine Adella Oktaviana


Pilangsari, 10-12 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu metode pembayaran digital bagi pelaku usaha di Desa Pilangsari. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada 10–12 Agustus 2026 dengan metode door to door.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN UNISRI yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai perkembangan teknologi pembayaran digital. Sosialisasi dilakukan dengan mendatangi secara langsung tempat usaha warga sehingga penyampaian materi dapat dilakukan secara lebih personal dan menyesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Dok. Yosephine Adella Oktaviana

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai pengertian QRIS, manfaat penggunaan QRIS dalam kegiatan usaha, cara melakukan transaksi menggunakan QRIS, serta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga keamanan transaksi digital. Pelaku usaha juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi mengenai penggunaan QRIS dalam kegiatan jual beli sehari-hari.

Penggunaan QRIS dinilai dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha maupun konsumen. Dengan satu kode QR, pelaku usaha dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Selain lebih praktis, penggunaan pembayaran digital juga dapat menjadi salah satu langkah bagi UMKM untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa menggunakan transaksi non-tunai.

Dok.Yosephine Adella Oktaviana

Melalui sosialisasi secara door to door, mahasiswa KKN berharap informasi mengenai QRIS dapat diterima dengan lebih mudah oleh para pelaku usaha di Desa Pilangsari. Pendekatan secara langsung juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk menyampaikan kendala maupun pertanyaan yang mereka hadapi terkait penggunaan pembayaran digital.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNISRI dalam mendukung digitalisasi UMKM di Desa Pilangsari. Diharapkan para pelaku usaha dapat semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi digital sehingga mampu meningkatkan kemudahan transaksi, memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen, serta mendukung perkembangan usaha di tengah semakin berkembangnya era digital.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNISRI turut mendorong terciptanya UMKM Desa Pilangsari yang lebih adaptif, inovatif, dan siap mengikuti perkembangan teknologi pembayaran digital.

Penulis : Yosephine Adella Oktaviana 

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis

Kreatif Berkarya, Cerdas Berwirausaha: Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Ibu PKK Dukuh Karangpelem Olah Kawat Bulu Jadi Peluang Usaha

Kreatif Berkarya, Cerdas Berwirausaha: Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Ibu PKK Dukuh Karangpelem Olah Kawat Bulu Jadi Peluang Usaha

 Kreatif Berkarya, Cerdas Berwirausaha: Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Ibu PKK Dukuh Karangpelem Olah Kawat Bulu Jadi Peluang Usaha

Mahasiswa KKN UNISRI berfoto bersama ibu-ibu PKK Dukuh Karangpelem usai kegiatan pelatihan kewirausahaan di Desa Karanganom, Sragen.




Karanganom, Sragen, 6 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Elisa Tri Hapsari dari Program Studi Manajemen (NPM 23200460), menggelar pelatihan kewirausahaan di Dukuh Karangpelem RT 05, Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Kamis (6/8/2026).

Pelatihan bertajuk “Kreatif Berkarya, Cerdas Berwirausaha” ini ditujukan kepada ibu-ibu PKK setempat guna mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui pemanfaatan keterampilan tangan dan bahan yang terjangkau.

Dalam pemaparannya, peserta dibekali materi dasar kewirausahaan, mulai dari cara membaca peluang pasar dari hobi, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, hingga memulainya tanpa mengandalkan modal besar. Usai penyampaian teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan bros estetis berbahan dasar kawat bulu.


Mahasiswa KKN UNISRI, Elisa Tri Hapsari, memaparkan strategi pemasaran produk dan peluang wirausaha bagi warga Dukuh Karangpelem, Sragen.



Selain fokus pada proses produksi, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai strategi pemasaran sederhana. Peserta diajarkan teknik penentuan harga jual, pembuatan kemasan yang rapi, pengambilan foto produk yang menarik, hingga metode promosi melalui jejaring terdekat seperti arisan, bazar desa, serta media sosial (WhatsApp dan Facebook).

Pendampingan praktik pembuatan kerajinan bros dari kawat bulu oleh mahasiswa KKN UNISRI kepada ibu-ibu PKK Dukuh Karangpelem, Sragen.

Melalui program kerja individu ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap keterampilan yang dibagikan dapat dipraktikkan secara berkelanjutan oleh warga Dukuh Karangpelem untuk membangkitkan semangat berwirausaha berbasis produk kreatif lokal.


Penulis: Elisa Tri Hapsari


Mahasiswa KKN Optimalkan Media Sosial sebagai Sarana Publikasi dan Digital Marketing UMKM Desa Pilangsari

Mahasiswa KKN Optimalkan Media Sosial sebagai Sarana Publikasi dan Digital Marketing UMKM Desa Pilangsari

 Mahasiswa KKN Optimalkan Media Sosial sebagai Sarana Publikasi dan Digital Marketing UMKM Desa Pilangsari

Dok.Asti Sih Susetyo 



Pilangsari, Gesi — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja individu bertajuk “Optimalisasi Media Sosial sebagai Sarana Publikasi dan Digital Marketing UMKM Desa” sebagai bentuk kontribusi dalam membantu meningkatkan pemasaran dan memperluas jangkauan produk UMKM di Desa Pilangsari. Kegiatan ini dilaksanakan pada 4–6 Agustus 2026 dengan melibatkan beberapa pelaku UMKM di Desa Pilangsari.

Program kerja ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang semakin memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya secara lebih luas. Media sosial seperti TikTok dan Instagram dapat dimanfaatkan sebagai sarana publikasi sekaligus pemasaran yang relatif mudah digunakan dan mampu menjangkau berbagai kalangan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan digital marketing terhadap tiga UMKM lokal, yaitu Bucket Sragen, Jamu Gendong Bu Narti, dan Keripik Tempe Benguk Rowa. Ketiga UMKM tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya memperkenalkan produk lokal Desa Pilangsari melalui media digital.

Dokumentasi pembuatan tempe benguk 


Kegiatan digital marketing dilakukan dengan membuat video pemasaran yang menampilkan produk UMKM secara menarik dan informatif. Video tersebut kemudian dipublikasikan melalui akun TikTok @kkn.pilangsari dan Instagram @ceritaa.pilangsari. Selain itu, publikasi juga dilakukan melalui kolaborasi dengan akun Instagram Pemerintah Desa Pilangsari, yaitu @pemdes_pilangsari_gesi.

Dok.Asti Sih Susetyo

Melalui publikasi tersebut, produk UMKM diharapkan dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Pemanfaatan media sosial juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pemasaran secara konvensional.

Tidak hanya melakukan promosi melalui media sosial, mahasiswa KKN juga memberikan selembaran panduan singkat mengenai digital marketing UMKM melalui media sosial kepada para pelaku UMKM. Panduan tersebut diberikan sebagai bekal sederhana agar pelaku UMKM dapat melanjutkan kegiatan pemasaran digital secara mandiri setelah program KKN selesai

Panduan tersebut berisi informasi singkat mengenai pemanfaatan media sosial sebagai media promosi, pentingnya membuat konten yang menarik, serta cara sederhana dalam memasarkan produk melalui platform digital. Dengan adanya panduan ini, pelaku UMKM diharapkan dapat lebih memahami manfaat digital marketing dan mulai memanfaatkan media sosial secara lebih optimal.

Pelaksanaan program kerja ini mendapatkan respons positif dari para pelaku UMKM. Mereka menyambut baik adanya bantuan dalam mempromosikan produk melalui media sosial serta pemberian panduan mengenai digital marketing. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pengenalan kepada pelaku UMKM bahwa media sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk membantu memperluas jangkauan pemasaran.

Program "Optimalisasi Media Sosial sebagai Sarana Publikasi dan Digital Marketing UMKM Desa” diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM di Desa Pilangsari. Dengan pemanfaatan media sosial secara konsisten, UMKM desa memiliki peluang untuk meningkatkan pengenalan produk, menjangkau calon konsumen yang lebih luas, serta mengikuti perkembangan pemasaran di era digital.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN tidak hanya membantu memasarkan produk UMKM, tetapi juga mendorong pelaku usaha untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkan media digital sebagai bagian dari strategi pemasaran. Upaya tersebut diharapkan dapat turut mendukung peningkatan daya saing UMKM serta memperkenalkan potensi produk lokal Desa Pilangsari kepada masyarakat yang lebih luas.

Penulis: Asti Sih Susetyo ( Manjamen)

PKK Berdaya,Jelantah Bernilai: KKN 67 UNISRI Edukasi Pengelolaan Olahan Minyak Jelantah ,Kreasi lilin aroma terapi dan Strategi Pemasaran

PKK Berdaya,Jelantah Bernilai: KKN 67 UNISRI Edukasi Pengelolaan Olahan Minyak Jelantah ,Kreasi lilin aroma terapi dan Strategi Pemasaran

 PKK Berdaya, Jelantah Bernilai: KKN 67 UNISRI Edukasi Pengelolaan Olahan Minyak Jelantah, Kreasi lilin aroma terapi dan Strategi Pemasaran

Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 67 menyampaikan sosialisasi pengelolaan minyak jelantah dan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi di hadapan ibu-ibu PKK Dukuh Sekulak, Desa Majenang, Sragen.


Majenang, Sragen, 20 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Kelompok 67 menggelar program pemberdayaan masyarakat bagi ibu-ibu PKK Dukuh Sekulak RT 10, Desa Majenang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertemuan dukuh setempat ini berfokus pada edukasi pengelolaan minyak jelantah, pelatihan pembuatan lilin aromaterapi, serta strategi pemasaran produk.

Mengusung tagline “PKK Berdaya, Jelantah Bernilai”, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat  mengenai bahaya pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah minyak goreng bekas secara sembarangan, sekaligus membekali warga dengan keterampilan mengolahnya menjadi produk berdaya guna dan bernilai ekonomi.

Sesi pertama diisi oleh Silvy yang memaparkan materi penanganan serta penyimpanan minyak jelantah secara aman di tingkat rumah tangga. Tahapan dilanjutkan oleh Annisa melalui demonstrasi dan praktik pembuatan lilin aromaterapi. Ibu-ibu PKK diajak mempraktikkan langsung seluruh proses produksi, mulai dari penjernihan minyak jelantah hingga pencetakan lilin aromaterapi.

Sebagai penutup rangkaian materi, Aldi menyampaikan strategi pemasaran digital dan konvensional. Pembahasan mencakup penentuan target konsumen, teknik pengemasan yang menarik, kalkulasi harga jual, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi produk.

Produk lilin aromaterapi berbahan dasar olahan minyak jelantah hasil kreasi pelatihan pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa KKN 67 UNISRI di Desa Majenang, Sragen.



Melalui program terintegrasi ini, Tim KKN 67 UNISRI berharap keterampilan yang telah dibagikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh warga Desa Majenang untuk mengurangi limbah rumah tangga sekaligus mendorong lahirnya UMKM kreatif berbasis lingkungan.

Penulis : Annisa lintang sabawa asri, Silvya
Amanda Aulia Putri Pulungan, Aldi santoso



Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Kelas Komunikasi “Percaya Diri Sejak Dini & Storytelling Interaktif” di SD Negeri Jono 2

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Kelas Komunikasi “Percaya Diri Sejak Dini & Storytelling Interaktif” di SD Negeri Jono 2

 Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Kelas Komunikasi “Percaya Diri Sejak Dini & Storytelling Interaktif” di SD Negeri Jono 2

Mahasiswa KKN UNISRI Kartika Larasati saat menyampaikan materi Kelas Komunikasi “Percaya Diri Sejak Dini & Storytelling Interaktif” kepada siswa SD Negeri Jono 2, Sragen, Selasa (28/7/2025).


Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) melaksanakan program kerja individu berupa Kelas Komunikasi “Percaya Diri Sejak Dini & Storytelling Interaktif” di SD Negeri Jono 2, RT 01/RW 01, Kebayanan 1, Desa Jono, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2026 oleh Kartika Larasati (23410046), Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Slamet Riyadi Surakarta.

Program Kelas Komunikasi ini mengangkat materi “Ayo Berani Bicara” yang dirancang untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya membangun kepercayaan diri dan keberanian berkomunikasi sejak usia dini. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengenali rasa gugup yang sering muncul ketika harus berbicara di depan kelas maupun di hadapan banyak orang. Kepercayaan diri merupakan salah satu kemampuan yang penting bagi anak dalam mendukung proses belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Dalam kehidupan sekolah, siswa tidak hanya dituntut untuk memahami materi pelajaran, tetapi juga perlu memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, melakukan presentasi, maupun berkomunikasi dengan guru dan teman.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman bahwa rasa gugup ketika berbicara di depan orang lain merupakan hal yang normal dan dapat dialami oleh siapa saja. Siswa diajak mengenali beberapa reaksi tubuh yang dapat muncul ketika merasa gugup, seperti jantung berdebar, tangan gemetar, berkeringat, maupun merasa takut melakukan kesalahan saat berbicara. Dalam penyampaian materi “Ayo Berani Bicara”, siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara sederhana untuk mengurangi rasa gugup. Salah satunya melalui latihan menarik napas dalam-dalam secara perlahan sebelum mulai berbicara. Selain itu, siswa diajak untuk memperhatikan lingkungan sekitar serta memberikan kalimat positif kepada diri sendiri sebagai bentuk membangun keyakinan sebelum tampil.

Siswa juga diperkenalkan dengan pentingnya bahasa tubuh dalam berkomunikasi melalui materi “Bahasa Tubuh Si Pemberani”. Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa komunikasi tidak hanya dilakukan melalui kata-kata, tetapi juga melalui sikap dan gerakan tubuh. Beberapa hal yang diperkenalkan kepada siswa antara lain berdiri dengan tegak, melakukan kontak mata dengan lawan bicara, serta menggunakan gerakan tangan secara wajar ketika menjelaskan sesuatu. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan siswa. Siswa diajak memahami bahwa sikap tubuh yang baik dapat membantu seseorang terlihat lebih siap dan percaya diri ketika berbicara. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar mengenai apa yang harus dikatakan, tetapi juga bagaimana menunjukkan sikap yang mendukung ketika berkomunikasi.

Selain memahami cara menghadapi rasa gugup, siswa juga diberikan motivasi bahwa kepercayaan diri dapat tumbuh melalui latihan yang dilakukan secara bertahap. Siswa dianjurkan untuk memulai latihan dari hal-hal sederhana, seperti berbicara di depan cermin, kemudian mencoba bercerita di hadapan orang terdekat, hingga berani berbicara di depan lebih banyak orang. Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan bahwa keberanian berbicara tidak berarti seseorang harus selalu tampil sempurna. Siswa diberikan pemahaman bahwa melakukan kesalahan ketika berbicara merupakan bagian dari proses belajar. Kesalahan dapat dijadikan pengalaman untuk mengetahui bagian yang perlu diperbaiki sehingga siswa dapat tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya.


Dok.Kartika Larasati 



Materi “Belajar dari Pengalaman” mengajak siswa untuk tidak takut ketika melakukan kesalahan. Siswa diarahkan untuk menjadikan pengalaman sebagai pembelajaran, mengubah strategi apabila cara sebelumnya belum berhasil, serta memberikan apresiasi kepada diri sendiri karena telah berani mencoba. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa membangun pola pikir bahwa kemampuan berbicara akan berkembang seiring dengan keberanian untuk terus berlatih. Kegiatan Kelas Komunikasi dikemas secara interaktif melalui pendekatan storytelling. Siswa didorong untuk berani menyampaikan cerita, pengalaman, maupun pendapat mereka dengan menggunakan kemampuan komunikasi yang telah dipelajari. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan keberanian berbicara secara langsung.

Foto bersama setelah pelaksanaan Kelas Komunikasi “Percaya Diri Sejak Dini & Storytelling Interaktif” di SD Negeri Jono 2, Sragen.



Antusiasme siswa terlihat selama mengikuti kegiatan. Materi yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat siswa lebih mudah memahami pembahasan mengenai rasa gugup dan kepercayaan diri. Siswa juga diberikan ruang untuk berinteraksi dan berpartisipasi sehingga kegiatan tidak hanya berlangsung satu arah.

Melalui program ini, siswa diharapkan memiliki pemahaman bahwa rasa gugup bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Justru, rasa gugup dapat menjadi bagian dari proses ketika seseorang belajar untuk tampil dan berkomunikasi di depan orang lain. Dengan latihan yang dilakukan secara konsisten, siswa diharapkan semakin terbiasa dan berani menyampaikan pikiran maupun cerita di hadapan orang lain. Kelas Komunikasi “Percaya Diri Sejak Dini & Storytelling Interaktif” juga menjadi bentuk penerapan ilmu komunikasi yang dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, khususnya dalam lingkungan pendidikan.

 Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan edukasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mendorong siswa untuk mempraktikkan kemampuan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan program kerja ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi siswa SD Negeri Jono 2 dalam membangun keberanian dan kepercayaan diri sejak dini. Kemampuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, berani menyampaikan pendapat, serta mampu berkomunikasi dengan lebih baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

 Dengan terlaksananya Kelas Komunikasi “Percaya Diri Sejak Dini & Storytelling Interaktif”, Kartika Larasati berharap siswa SD Negeri Jono 2 dapat terus melatih kemampuan komunikasi dan tidak takut untuk berbicara di depan orang lain. Pesan utama yang disampaikan melalui materi “Ayo Berani Bicara” adalah bahwa berani berbicara bukan berarti tidak pernah merasa gugup, tetapi berani mencoba meskipun sedang merasa gugup. Melalui keberanian untuk mencoba, latihan, dan belajar dari pengalaman, kepercayaan diri dapat tumbuh secara bertahap sejak dini.


Penulis: Kartika Larasati


Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Siswa SDN 01 Jetiskarangpung Menanam Krokot

Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Siswa SDN 01 Jetiskarangpung Menanam Krokot

 Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Siswa SDN 01 Jetiskarangpung Menanam Krokot

Mahasiswa KKN UNISRI Ahmad Aditya Wardana berfoto bersama siswa kelas VI A SDN 01 Jetiskarangpung usai pelatihan penanaman tanaman krokot di halaman sekolah, Sragen.


Jetiskarangpung, Sragen, 5 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Ahmad Aditya Wardana (NPM 23300004), menggelar sosialisasi dan pelatihan edukatif bertajuk “Mari Melestarikan Lingkungan di Sekitar Kita dengan Menanam Tanaman (Krokot)” di SD Negeri 01 Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 24 siswa kelas VI A ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran ekologis serta melatih keterampilan dasar penghijauan sejak dini. Pelaksanaan diawali dengan sesi pembuka interaktif melalui permainan edukatif dan tepuk semangat untuk memotivasi partisipasi aktif para siswa.

Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya kelestarian ekosistem, manfaat ruang terbuka hijau, serta peran vital tanaman dalam menghasilkan oksigen dan menjaga kebersihan udara. Siswa juga diperkenalkan pada karakteristik tanaman krokot (Portulaca) sebagai tanaman hias yang mudah dirawat dan memiliki ketahanan tinggi.

Tahapan dilanjutkan dengan praktik langsung menanam krokot. Siswa diajarkan secara teknis mulai dari penyiapan media tanam yang gembur, penanaman bibit, perapian struktur tanah, hingga teknik penyiraman yang tepat agar tanaman dapat tumbuh optimal.

Pendampingan teknis penyiapan media tanam dan penanaman bibit krokot oleh mahasiswa KKN UNISRI kepada para siswa SDN 01 Jetiskarangpung, Sragen.


Guna mengukur pemahaman peserta, kegiatan diakhiri dengan kuis interaktif seputar materi pelestarian lingkungan. Mahasiswa memberikan apresiasi berupa cenderamata bagi siswa yang aktif dan berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.

Melalui program kerja individu ini, mahasiswa KKN PPM UNISRI berharap para siswa SDN 01 Jetiskarangpung dapat membiasakan diri merawat tanaman serta aktif menjaga kelestarian lingkungan, baik di area sekolah maupun di rumah.

Penulis: Ahmad Aditya Wardan


 “KKN PPM Kelompok 67 UNISRI Desa Majenang: Kenali, Waspadai, dan Lindungi Diri dari Penipuan Digital”

“KKN PPM Kelompok 67 UNISRI Desa Majenang: Kenali, Waspadai, dan Lindungi Diri dari Penipuan Digital”

 

“KKN PPM Kelompok 67 UNISRI Desa Majenang: Kenali, Waspadai, dan Lindungi Diri dari Penipuan Digital”


Dok. KKN PPM Kelompok 67 UNISRI


Majenang, Sragen ( 26/07/26)

Mahasiswa KKN PPM Kelompok 67 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kegiatan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap penipuan online di Desa Majenang, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini mengangkat tema “Lindungi Diri & Keluarga dari Modus Penipuan Online”sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan teknologi secara aman.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai berbagai modus penipuan digital yang sering terjadi, seperti penipuan yang mengatasnamakan anggota keluarga dengan nomor baru, penipuan yang mengaku sebagai pihak bank, tautan atau link palsu, arisan online, hingga toko online palsu.

Masyarakat diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap pesan atau telepon yang meminta transfer uang maupun informasi pribadi. Mahasiswa juga menegaskan pentingnya menjaga kerahasiaan PIN, password, dan OTP, serta tidak sembarangan mengeklik tautan yang mencurigakan. Sebelum melakukan transfer, masyarakat dianjurkan untuk memeriksa dan mengonfirmasi kebenaran informasi terlebih dahulu.

Selain pencegahan, mahasiswa juga menjelaskan langkah yang dapat dilakukan apabila seseorang terlanjur menjadi korban, seperti segera menghubungi pihak bank, mengganti password akun, menyimpan bukti percakapan atau transaksi, serta melaporkan kejadian kepada pihak yang berwenang.

Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN PPM Kelompok 67 UNISRI berharap masyarakat Desa Majenang semakin waspada dan mampu melindungi diri serta keluarga dari berbagai bentuk penipuan digital. Pesan utama yang disampaikan adalah “Sebelum percaya, cek dulu. Sebelum transfer, pastikan dulu.

DPL : Dr. Rian Saputra S.H., M.H
Penulis : KKN PPM Kelompok 67 UNISRI- Desa Majenang


Kenalkan Potensi Desa Karangtalun, Mahasiswa KKN-PPM UNISRI Hadirkan Leaflet sebagai Media Informasi Desa

Kenalkan Potensi Desa Karangtalun, Mahasiswa KKN-PPM UNISRI Hadirkan Leaflet sebagai Media Informasi Desa

Sragen – (2/08/2026)

Mahasiswa FISIP Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Muhammad Isa Apdiyan Wisanggeni dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara yang tergabung dalam kegiatan KKN-PPM UNISRI 2026 Kelompok 94 di Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen melaksanakan program kerja individu bertajuk “Pembuatan Leaflet Potensi Desa Karangtalun Sebagai Inovasi Media Informasi dalam Bidang Ekonomi Kreatif”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman Kepala Desa Karangtalun, Drs. Ngatimin Sri Raharjo, pada Minggu (2/8/2026) pukul 16.00 WIB.

 

​Program kerja ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Desa Karangtalun melalui media informasi yang ringkas, menarik, unik, dan mudah dipahami. Leaflet tersebut memuat beberapa potensi unggulan desa, khususnya dari sektor pertanian dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

​Dalam Leaflet tersebut, Muhammad Isa Apdiyan Wisanggeni telah menghimpun beberapa potensi yang telah disurvei selama pelaksanaan KKN. Potensi tersebut di antaranya pertanian melon, budidaya jamur, pengolahan padi menjadi beras menggunakan mesin penggiling modern, keripik pisang, jamu tradisional, kerajinan kain perca, serta sabun cuci piring merk lokal produksi Ibu-ibu PKK RT 09.

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa KKN (Isa) memaparkan secara langsung kepada Kepala Desa mengenai isi Leaflet, mulai dari potensi yang dimasukkan, informasi singkat mengenai masing-masing potensi, hingga konsep desain yang digunakan. Leaflet juga dirancang dengan penggunaan desain visual dan beberapa kata-kata unik agar informasi mengenai potensi Desa Karangtalun dapat disampaikan dengan lebih menarik dan tidak monoton.

 

​Selain menjelaskan isi Leaflet, mahasiswa KKN juga menyampaikan sasaran pemanfaatan media tersebut. Leaflet diharapkan dapat digunakan oleh Pemerintah Desa sebagai bahan informasi ketika menerima tamu dari luar desa, masyarakat, maupun mahasiswa KKN pada masa mendatang yang membutuhkan informasi mengenai potensi yang dimiliki Desa Karangtalun.

Kepala Desa Karangtalun, Drs. Ngatimin Sri Raharjo, memberikan respons positif terhadap program tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa turut memberikan ucapan terima kasih serta doa Kepada Muhammad Isa Apdiyan Wisanggeni supaya Kuliahnya dilancarkan.

 

​“Leaflet ini dibuat untuk membantu memberikan gambaran mengenai beberapa potensi yang dimiliki Desa Karangtalun. Harapannya, ketika ada tamu dari luar desa maupun mahasiswa KKN berikutnya yang ingin mengetahui potensi desa, leaflet ini dapat menjadi salah satu media yang bisa langsung ditunjukkan kepada tamu,” ujar Isa dalam pemaparan program.

 

Setelah pemaparan selesai, Isa menyerahkan leaflet dalam bentuk cetak kepada Kepala Desa Karangtalun. Selain itu, file leaflet dalam format PDF juga dikirimkan melaluiWhatsApp sehingga Pemerintah Desa dapat mencetak kembali apabila membutuhkan jumlah yang lebih banyak di kemudian hari.

 

Melalui program ini, Muhammad Isa Apdiyan Wisanggeni berharap leaflet dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Pemerintah Desa Karangtalun dalam mengenalkan dan mendokumentasikan berbagai potensi lokal desa kepada pihak luar, sekaligus menjadi salah satu bentuk inovasi mahasiswa dalam bidang ekonomi kreatif melalui pemanfaatan media informasi.

 

Penulis: Muhammad Isa Apdiyan Wisanggeni

LAMPIRAN FOTO :

Sumber foto: Muhammad Isa Apdiyan Wisanggeni.
Keterangan: Foto bersama Muhammad Isa Apdiyan Wisanggeni, Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UNISRI dengan Bapak Kepala Desa Karangtalun Drs. Ngatimin Sri Raharjo setelah memberikan pemaparan isi Leaflet. Minggu (2/8/2026). 

Sumber foto : Muhammad Isa Apdiyan Wisanggeni.
Keterangan: Foto Muhammad Isa Apdiyan Wisanggeni, Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UNISRI sewaktu memberikan pemaparan Program Kerja Individu berupa isi Leaflet soal potensi apa saja yang masuk ke dalamnya kepada Bapak Kepala Desa Karangtalun Drs. Ngatimin Sri Raharjo. Minggu (2/8/2026). 

 

 

 






Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done