LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Setelah Lama Redup, Kamisan Solo Kembali, Dorong Ruang Bersama Lintas Kelompok

Setelah Lama Redup, Kamisan Solo Kembali, Dorong Ruang Bersama Lintas Kelompok

 

(Sumber Foto: Koko Novianto Pribadi)

 

Surakarta – Setelah sempat lama redup, Aksi Kamisan Solo kembali digelar di kawasan Tugu Gladak melalui dua aksi pada 10 dan 17 September 2026. Kebangkitan kembali ruang solidaritas ini diwarnai beragam isu, mulai dari persoalan warga dan ruang hidup hingga ingatan atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Kamisan perdana yang berlangsung pada Kamis (10/9) menjadi momentum untuk kembali merawat gerakan sekaligus membangun ruang bersama bagi mahasiswa, organisasi, dan masyarakat sipil. Dalam evaluasi setelah aksi, salah satu peserta mengajak berbagai kelompok untuk terlibat dalam keberlanjutan Kamisan Solo.

“Monggo kita buat aksi Kamisan ini biar ruang kita bersama, tidak milik siapapun,” ujarnya.

Ia juga mendorong kolaborasi antarkelompok agar Kamisan Solo dapat terus berjalan. Menurutnya, keberlanjutan aksi membutuhkan komunikasi dan keterlibatan bersama, sebagaimana gerakan serupa yang berlangsung di sejumlah kota, seperti Jakarta dan Yogyakarta.

 

Mengangkat Persoalan Warga dan Ruang Hidup

Pada Kamisan perdana, sejumlah persoalan lokal menjadi perhatian. Berdasarkan pamflet aksi, isu yang diangkat meliputi warga Ledoksari, paguyuban pemulung, warga Putri Cempo, serta kekerasan terhadap aktivis.

Dalam evaluasi setelah aksi, peserta turut membahas kemungkinan mengangkat kembali persoalan Ledoksari dan Putri Cempo dalam agenda Kamisan berikutnya. Meski belum terdapat informasi mengenai aksi lanjutan Ledoksari saat evaluasi berlangsung, peserta mengajak kawan-kawan untuk tetap memantau perkembangan melalui media sosial.

Akun Ledoksari Melawan dan Putri Cempo Melawan disebut sebagai sumber informasi yang dapat diikuti. Peserta juga mengajak masyarakat membantu menyebarluaskan informasi mengenai perkembangan persoalan tersebut melalui media sosial masing-masing.

Selain itu, persoalan PT RUM di Sukoharjo turut muncul sebagai usulan isu untuk aksi mendatang. Salah satu peserta menyampaikan bahwa isu tersebut belum dikaji dan dikawal lebih lanjut oleh kelompoknya.

“Kalau teman-teman yang ada update informasi itu bisa disampaikan juga untuk kita aktifkan ke depan,” ujarnya.

Pembahasan tersebut memperlihatkan upaya peserta untuk memperluas isu yang dibawa dalam Kamisan, sekaligus membuka ruang bagi informasi dan persoalan dari berbagai wilayah untuk dibahas bersama.

 

 September Hitam dan Tuntutan Keadilan

 

(Sumber Foto: Koko Novianto Pribadi)

 

Seminggu setelah aksi perdana, Kamisan Solo kembali digelar pada Kamis (17/9), dengan mengangkat semangat September Hitam.

Melalui pamflet dan unggahan aksi, September Hitam ditempatkan sebagai momentum untuk merawat ingatan atas pelanggaran HAM, kekerasan terhadap rakyat, serta penculikan dan penghilangan paksa aktivis. Seruan yang disampaikan mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah dan tetap menyuarakan tuntutan keadilan.

“Kami menolak lupa. Kami menolak diam. Kami menolak sejarah dikubur tanpa keadilan,” demikian seruan dalam unggahan Aksi Kamisan Solo.

Isu yang dibawa pada Kamisan kedua juga berkaitan dengan pembahasan dalam evaluasi aksi perdana. Dalam forum tersebut, peserta mengusulkan agar persoalan Ledoksari dan Putri Cempo tetap dikawal selama masyarakatnya belum mendapatkan keadilan. Isu kriminalisasi aktivis dan pertambangan ilegal di wilayah lain juga muncul sebagai usulan untuk dibahas bersama.

Berbagai usulan itu menunjukkan bahwa agenda Kamisan tidak berhenti pada satu persoalan. Peserta membuka ruang bagi isu-isu baru, sembari tetap mendorong pengawalan terhadap persoalan yang sebelumnya telah disuarakan.

 

Merawat Kamisan sebagai Ruang Bersama

Keberlanjutan Aksi Kamisan Solo menjadi salah satu perhatian utama dalam evaluasi setelah penyelenggaraan perdana. Peserta diajak menyampaikan masukan, mengusulkan isu, serta terlibat dalam penyusunan teknis aksi selanjutnya.

Dalam forum tersebut, muncul pula ajakan untuk memperluas partisipasi, baik dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), mahasiswa, organisasi eksternal, maupun masyarakat sipil.

“Entah dari BEM, entah dari mahasiswa biasa, entah dari organisasi eksternal manapun atau dari masyarakat sipil, boleh menyampaikan evaluasi ataupun masukannya,” ujar salah satu peserta.

 

Kembalinya Kamisan Solo melalui dua aksi pada September ini menjadi upaya untuk menghadirkan kembali ruang solidaritas lintas kelompok. Dengan mengangkat persoalan warga, ruang hidup, kekerasan terhadap aktivis, serta ingatan atas pelanggaran HAM, Kamisan menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai isu dan mendorong keterlibatan masyarakat.

Di tengah berbagai persoalan yang masih membutuhkan pengawalan, peserta berharap semangat yang tumbuh dari aksi-aksi kecil dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak orang.

“Semoga semangat-semangat berjalan,” ujar salah satu peserta dalam forum evaluasi.

 

Penulis: Koko Novianto Pribadi

Penyunting: Ghulamy Tathmainul Qalby

Ledoksari Memanggil: Menyalakan Api Solidaritas di Atas Tanah Kelahiran

Ledoksari Memanggil: Menyalakan Api Solidaritas di Atas Tanah Kelahiran

 


(Sumber Foto: Koko Novianto, Adyuta Rafi)

 

Surakarta, 12 September 2026. Di tengah dingin angin malam, di bagian barat Stasiun Ledoksari terdengar riuh suara para warga yang sedang berkumpul. Pada malam itu warga ledoksari sedang menjalankan aksi untuk menentang penggusuran lahan yang akan dilakukan oleh Pt. KAI. Di dalam aksi tersebut terdapat kegiatan diskusi dan bincang warga terkait penyampaian aspirasi dan pencarian solusi mengenai masalah yang sedang terjadi. Bukan hanya itu saja, di sana juga terdapat kegiatan pemutaran film dokumenter tentang mafia tanah di Dago Elos yang dinilai memiliki masalah yang serupa terhadap penggusuran ruang hidup dalam kota dan terdapat aksi mural yang di lakukan oleh muda mudi karang taruna guna penyampaian aspirasi lewat karya seni.

Kasus ini bermula pada tahun 2024. Pada saat itu PT. KAI melakukan sosialisasi mengenai penertiban wilayah, PT. KAI menyatakan memiliki bukti dasar kepemilikan lahan yang di huni oleh para warga namun waktu itu PT. KAI enggan menunjukkan sertifikat bukti kepemilikan tersebut terhadap warga dengan alasan bahwa dokumen tersebut tidak bisa di tunjukan sembarangan. Pada akhirnya sosialisasi tersebut tidak menemukan jawaban, pihak warga memilih keluar dari forum karena pertanyaan mereka mengenai sertifikat kepemilikan lahan tidak dapat ditunjukkan. Lalu pada tahun 2026 masalah ini muncul kembali, PT.KAI melakukan sosialisasi tentang pembebasan lahan dan kali ini PT. KAI memberikan dasar hukum yang lebih spesifik , yaitu Sertifikat Hak Pakai (SHP) 23/1996.

Menurut narasumber yang kami wawancarai bukti tersebut dinilai tidak masuk akal dan dikatakan sebagai cacat hukum, hal ini dikarenakan warga telah tinggal di lahan tersebut sejak tahun 1970 dan warga juga rutin membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari tahun 1970 hingga sekarang. Warga Ledoksari juga telah menempuh proses hukum mengenai kasus ini, bahkan warga telah melaksanakan mediasi di DPRD Kota Surakarta bersama dengan pihak KAI. Dari proses mediasi tersebut lahirlah keputusan bahwa selama belum ada putusan yang jelas PT. KAI dilarang melakukan tindakan apa pun yang mengganggu kenyamanan warga ledoksari, Namun PT. KAI  telah mengeluarkan Surat Peringatan (SP) 1 terhadap warga untuk mengosongkan atau membongkar lahan yang mereka tempati.

Selang 7 Hari sejak Surat Peringatan (SP) 1 muncul terbitlah Surat Peringatan (SP) 2 yang mana hal ini semakin menambah keresahan pada warga. Sebelum penerbitan Surat Peringatan 1 & 2 PT. KAI pernah sempat menawarkan uang kompensasi sebesar Rp.200.000/m² - Rp.250.000/m² , namun warga mengatakan hal itu tidak sebanding dengan kehidupan yang akan mereka tinggalkan dan memulai hidup baru. Maka para warga memilih untuk tetap berjuang menegakkan hak tinggal mereka.

Aksi-aksi yang telah dilakukan ini tentunya bukan hanya dari masyarakat ledoksari saja tetapi ada juga dukungan dari teman-teman yang lain. Dan harapannya aksi yang di gelar ini dapat menyadarkan para warga mengenai isu agraria bahwa yang menjadi tokoh utamanya adalah warga yang terdampak itu sendiri , dan juga hal ini bisa menguatkan dan menyatukan semangat perlawanan terhadap ketidakadilan yang dilakukan oleh para oknum yang menggunakan kekuasaannya semena-mena.

Penulis: Adyuta Rafi Warabrata

Penyunting: Ghulamy Tathmainul Qalby

Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi Pelaku UMKM Desa Dawung Terapkan Pembukuan Sederhana

Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi Pelaku UMKM Desa Dawung Terapkan Pembukuan Sederhana

 

(Sumber foto: Dona Na’umi Nurbaiti)


Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melalui Dona Na’umi Nurbaiti melaksanakan program kerja Gerakan UMKM Tertib Pembukuan (GERTIBUKU): Pendampingan Pembukuan Sederhana bagi Pelaku UMKM di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. ProrKegiatan ini menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pengelolaan usaha yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Program GERTIBUKU dilatarbelakangi oleh keberadaan berbagai UMKM di Desa Dawung yang bergerak di bidang makanan, pengolahan hasil pertanian, usaha arang, kerajinan wayang, perdagangan, dan jasa. Meskipun memiliki potensi ekonomi yang cukup beragam, berdasarkan pengamatan mahasiswa selama pelaksanaan KKN, masih terdapat pelaku UMKM yang belum melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara teratur.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pelaku usaha mengalami kesulitan dalam mengetahui jumlah pendapatan, pengeluaran, serta hasil usaha secara pasti. Selain itu, masih ditemukan pencampuran antara keuangan usaha dan keuangan pribadi. Oleh karena itu, mahasiswa KKN memberikan pendampingan yang sederhana dan mudah diterapkan agar pelaku UMKM dapat memahami pentingnya pembukuan serta mulai melakukan pencatatan keuangan secara mandiri.

Kegiatan GERTIBUKU dilaksanakan di Dukuh Jomblang RT 17 dan Dukuh Winong RT 21, Desa Dawung. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada Jumat, 31 Juli 2026 dan Rabu, 12 Agustus 2026. Pendampingan dilakukan melalui penyampaian materi mengenai pembukuan sederhana, pemberian contoh pencatatan transaksi, serta praktik secara langsung bersama pelaku UMKM.

Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai cara membedakan transaksi pemasukan dan pengeluaran serta cara mencatat transaksi keuangan secara sederhana. Mahasiswa juga memberikan buku pembukuan sederhana yang dapat digunakan untuk mencatat transaksi usaha secara rutin. Media tersebut diharapkan dapat memudahkan pelaku UMKM dalam menerapkan pembukuan pada kegiatan usaha sehari-hari.

(Sumber foto: Dona Na’umi Nurbaiti)

 

Pelaksanaan pendampingan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya pencatatan keuangan. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan mencatat transaksi secara lebih tertib sehingga pelaku usaha dapat mengetahui kondisi keuangan, mengevaluasi perkembangan usaha, dan menggunakan hasil pencatatan sebagai salah satu dasar dalam mengambil keputusan usaha.

Meski demikian, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala. Sebagian pelaku UMKM belum terbiasa melakukan pencatatan karena menganggap pembukuan cukup rumit dan membutuhkan waktu. Selain itu, pencampuran keuangan pribadi dan usaha serta kesulitan dalam mengelompokkan transaksi menjadi tantangan yang perlu diperhatikan. Keberlanjutan pembukuan juga sangat bergantung pada kemauan dan konsistensi pelaku usaha.

Melalui program GERTIBUKU, mahasiswa KKN UNISRI berharap pelaku UMKM Desa Dawung dapat menerapkan pencatatan keuangan secara mandiri dan konsisten. Pembukuan sederhana yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu membantu pelaku usaha memahami kondisi keuangan dengan lebih jelas, meningkatkan ketertiban pengelolaan usaha, serta mendukung perkembangan dan keberlanjutan UMKM di Desa Dawung.

 

Penulis: Dona Na’umi Nurbaiti

 

 

 

Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Inovasi Pengolahan Jagung Keras Menjadi Selai di Desa Sumberejo

Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Inovasi Pengolahan Jagung Keras Menjadi Selai di Desa Sumberejo

Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Inovasi Pengolahan Jagung Keras Menjadi Selai di Desa Sumberejo

Sumber foto:Muhammat Nur Huda

Sumberejo, 5 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 42 melaksanakan program kerja individu yang digagas oleh Muhammat Nur Huda, mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian. Kegiatan bertajuk “Sosialisasi Penerapan Teknologi Tepat Guna: Pengolahan Jagung Keras Menjadi Selai sebagai Solusi Pascapanen di Tengah Ketidakpastian Cuaca guna Meningkatkan Nilai Jual Hasil Panen di Desa Sumberejo” ini digelar di Balai Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, dengan sasaran 45 anggota PKK Desa Sumberejo.

Program ini dirancang sebagai solusi atas kendala pascapanen yang kerap dihadapi petani Desa Sumberejo. Cuaca yang tidak menentu sering menghambat proses pengeringan hasil panen, sehingga jagung keras pipilan mengalami penurunan mutu dan memicu jatuhnya harga jual di tingkat petani. Melalui pendekatan teknologi pangan, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi untuk mengubah komoditas berharga rendah tersebut menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi.

Dalam sesi materi, peserta dibekali wawasan teknis mengenai metode pelunakan jagung keras menggunakan peralatan dapur sederhana, tahapan formulasi bahan, hingga proses pemasakan selai secara higienis. Sosialisasi ini juga mencakup perhitungan analisis usaha rumahan (home industry), mulai dari estimasi modal produksi, penentuan harga jual, hingga proyeksi keuntungan.

Sebagai bentuk demonstrasi, mahasiswa menghadirkan sampel selai jagung lengkap dengan roti tawar agar dapat dicicipi langsung oleh seluruh peserta. Sesi uji organoleptik ini disambut respons positif dan rasa kagum dari warga yang mendapati jagung pipilan keras dapat diolah menjadi selai bertekstur lembut dengan perpaduan rasa manis dan gurih.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang acara. Ibu-Ibu PKK menyimak paparan materi dengan tertib, aktif berdiskusi mengenai kiat pengolahan, serta antusias menggali peluang untuk mereplikasi resep tersebut secara mandiri di rumah.

Sumber foto:Muhammat Nur Huda

Pelaksanaan program kerja ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan keterampilan masyarakat Desa Sumberejo dalam memanfaatkan hasil panen lokal melalui diversifikasi pangan. Dengan inovasi teknologi tepat guna pembuatan selai jagung, masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada penjualan komoditas mentah saat harga anjlok, melainkan mampu merintis unit usaha produktif berbasis rumah tangga yang berdaya saing.

Penulis: Muhammat Nur Huda


Bekali Siswa dengan Keterampilan Digital, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Mentoring Content Creator di SMP Negeri 2 Mondokan

Bekali Siswa dengan Keterampilan Digital, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Mentoring Content Creator di SMP Negeri 2 Mondokan

 Bekali Siswa dengan Keterampilan Digital, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Mentoring Content Creator di SMP Negeri 2 Mondokan

Sumber foto:Agnes Amanda Agni Asmara

Mondokan, 29 Juli 2026 — Perkembangan media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan pelajar mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi untuk memberikan pembekalan mengenai pembuatan konten digital kepada siswa SMP Negeri 2 Mondokan. Kegiatan tersebut dikemas melalui Workshop & Mentoring Junior Content Creator yang ditujukan kepada pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Workshop yang berlangsung pada Rabu (29/7/26) tersebut diikuti oleh 25 siswa. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi mahasiswa KKN dalam mengenalkan pemanfaatan media sosial secara kreatif sekaligus positif kepada generasi muda di lingkungan Desa Sumberejo dan sekitarnya.

Kegiatan dipandu oleh Agnes Amanda Agni Asmara, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Slamet Riyadi. Dalam sesi workshop, para peserta mendapatkan pengenalan mengenai profesi dan aktivitas seorang content creator, mulai dari proses menghasilkan ide hingga menyajikan konten dalam bentuk video, foto, tulisan, maupun media digital lainnya.

Materi kemudian diarahkan pada bagaimana membuat konten yang mampu menarik perhatian audiens. Salah satu pembahasan utama adalah hook, yaitu bagian awal konten yang digunakan untuk membangun ketertarikan sehingga audiens terdorong untuk melanjutkan melihat atau membaca konten. Peserta dikenalkan dengan beberapa bentuk hook, di antaranya: naratif, pertanyaan, fakta, emosional, dan visual.

Sumber foto: Agnes Amanda Agni Asmara

Tidak hanya membahas konten yang dibuat secara mandiri, workshop juga memperkenalkan konsep User Generated Content (UGC). Peserta diberikan pemahaman bahwa UGC merupakan konten yang dibuat oleh pengguna, pelanggan, maupun kreator independen, seperti video, foto, ulasan, atau tulisan, dan bukan berasal langsung dari tim pemasaran resmi sebuah merek.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berupaya mendorong siswa untuk lebih berani mengeksplorasi kreativitas dan kemampuan komunikasi mereka. Media sosial tidak hanya dipandang sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk berkarya, menyampaikan informasi, serta mengembangkan potensi diri.

Workshop & Mentoring Junior Content Creator diharapkan dapat menjadi pengalaman awal bagi para siswa untuk memahami proses pembuatan konten digital secara lebih terarah. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi dalam memberikan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi muda saat ini.


Penulis: Agnes Amanda Agni Asmara


Perjelas Tata Ruang Wilayah, Mahasiswa KKN UNISRI Rancang Peta Desa Slogo Sragen

Perjelas Tata Ruang Wilayah, Mahasiswa KKN UNISRI Rancang Peta Desa Slogo Sragen

 Perjelas Tata Ruang Wilayah, Mahasiswa KKN UNISRI Rancang Peta Desa Slogo Sragen

Sumber foto: KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 100


SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 100 merancang dan mempublikasikan Peta Administratif Desa Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Langkah ini dilakukan untuk menyediakan informasi kewilayahan yang akurat, informatif, dan mudah diakses oleh warga setempat maupun pendatang.

Selama ini, ketiadaan panduan visual geografis yang terpadu kerap menyulitkan identifikasi fasilitas umum maupun penentuan batas wilayah secara presisi. Melalui observasi lapangan dan koordinasi silang dengan perangkat desa, para mahasiswa berhasil memetakan tata letak Desa Slogo secara komprehensif agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat awam.

Indikator Utama Peta Desa Slogo

  •   Batas Administratif Teritorial: Garis demarkasi yang mempertegas pembagian area dusun, wilayah RT/RW, hingga perbatasan langsung dengan desa tetangga.
  • Titik Lokasi Fasilitas Umum: Penanda visual yang menunjukkan letak spesifik Balai Desa, fasilitas pendidikan, masjid, dan sentra kegiatan warga.
  •  Jaringan Akses Transportasi: Rute jalan utama dan jalan penghubung antardusun untuk mempermudah navigasi mobilitas pengunjung.

Kehadiran peta fisik dan informasi spasial ini menjalankan fungsi ganda. Bagi masyarakat umum, wisatawan, atau tamu desa, peta ini bertindak sebagai panduan arah yang efektif.

Bagi Pemerintah Desa Slogo, dokumen visual ini berevolusi menjadi alat bantu strategis. Perangkat desa kini memiliki acuan data spasial yang valid untuk merumuskan kebijakan pembangunan infrastruktur, merencanakan tata ruang, dan mengelola potensi desa dengan lebih terarah. Karya KKN-PPM UNISRI ini kini diarsipkan dan difungsikan secara aktif sebagai media informasi utama di pusat administrasi Desa Slogo.

Penulis:KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 100

Ubah Sampah Jadi Rupiah: Cerita KKN UNISRI Bangun Bank Sampah di Desa Slogo Sragen

Ubah Sampah Jadi Rupiah: Cerita KKN UNISRI Bangun Bank Sampah di Desa Slogo Sragen

 Ubah Sampah Jadi Rupiah: Cerita KKN UNISRI Bangun Bank Sampah di Desa Slogo Sragen

Sumber foto: KKN-PPM Unisri kelompok 100


SRAGEN — Tumpukan sampah rumah tangga kini tak lagi sekadar menjadi masalah lingkungan yang diabaikan. Di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 100, persoalan ini diubah menjadi peluang ekonomi bagi warga Desa Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Langkah ini diwujudkan melalui peluncuran program "Sosialisasi dan Pembentukan Bank Sampah". Para mahasiswa terjun langsung mengubah cara pandang masyarakat terhadap sisa konsumsi harian. Alih-alih dibuang atau dibakar begitu saja, warga kini diajak mulai memilah sampah dari dapur mereka sendiri.

Dalam sesi sosialisasi yang berjalan hangat, masyarakat diedukasi secara perlahan mengenai seni memilah sampah organik dan anorganik. Warga diajak menyadari bahwa barang-barang seperti botol plastik, kardus, hingga kaleng bekas ternyata menyimpan nilai ekonomi jika dikelola dengan sistem yang tepat.

Guna mewujudkan hal tersebut, mahasiswa KKN UNISRI bersama perangkat desa dan warga setempat berkolaborasi mendirikan Bank Sampah Desa Slogo.

Kehadiran Bank Sampah ini membawa dua misi utama bagi Desa Slogo, yaitu:

  • Wadah Partisipasi Ekologis: Mencegah sampah mencemari lingkungan dan menekan volume sampah yang dibuang sembarangan.
  • Sirkulasi Ekonomi Mandiri: Menjadi fasilitas di mana sampah yang masih memiliki nilai guna dapat didaur ulang, ditabung, dan ditukar menjadi pundi-pundi rupiah oleh warga.

Dukungan penuh dari pemerintah desa menjadi kunci agar sistem ini terus berlanjut. Kolaborasi ini dirancang agar siklus pengelolaan sampah bisa berjalan mandiri meski masa pengabdian mahasiswa KKN telah usai.

Kini, embrio kepedulian lingkungan itu telah lahir di Desa Slogo. Bank Sampah ini bukan sekadar tempat pengepulan, melainkan wujud nyata kontribusi mahasiswa UNISRI dalam merajut pembangunan desa yang asri, bersih, dan berkelanjutan secara ekonomi.


Penulis: (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 100

Mahasiswa KKN UNISRI Berdayakan UMKM Desa Ngrombo melalui SIAP UMKM: Cerdas Kelola Keuangan dengan Pembukuan Sederhana (Single Entry Method)

Mahasiswa KKN UNISRI Berdayakan UMKM Desa Ngrombo melalui SIAP UMKM: Cerdas Kelola Keuangan dengan Pembukuan Sederhana (Single Entry Method)

Mahasiswa KKN UNISRI Berdayakan UMKM Desa Ngrombo melalui SIAP UMKM: Cerdas Kelola Keuangan dengan Pembukuan Sederhana (Single Entry Method) 

Foto Bersama dengan Pemilik UMKM (Sumber: Vanessa)

Sragen – Pengelolaan keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam keberlangsungan usaha, termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Wiri Tanaya Hayu Madyani melaksanakan program kerja individu SIAP UMKM: Cerdas Kelola Keuangan dengan Pembukuan Sederhana (Single Entry Method) di Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.

Program ini dilaksanakan dengan pendekatan door to door, yaitu mahasiswa mendatangi secara langsung pelaku UMKM di tempat usahanya. Pendekatan tersebut dipilih agar edukasi dan praktik pembukuan dapat disampaikan secara lebih fleksibel serta disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masing-masing usaha.

Kegiatan menyasar tiga pelaku UMKM, yaitu UMKM keripik tempe dan UMKM keripik pisang di Kebayanan Sanggrahan RT 4, serta Rumah Makan Sederhana Bu Marni di Kebayanan Ngrombo RT 10. Pelaksanaan pada UMKM keripik tempe dilakukan pada Senin, 3 Agustus 2026, sedangkan UMKM keripik pisang pada Selasa, 4 Agustus 2026. Pendampingan pada Rumah Makan Sederhana Bu Marni dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Program SIAP UMKM dilatarbelakangi oleh masih adanya pelaku usaha yang belum melakukan pencatatan keuangan secara rutin. Transaksi usaha juga berpotensi tercampur dengan transaksi pribadi sehingga pelaku UMKM mengalami kesulitan dalam mengetahui modal, pemasukan, pengeluaran, serta keuntungan usaha secara jelas. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya metode pencatatan yang sederhana, praktis, dan sesuai dengan kemampuan pelaku UMKM.

Pada pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pembukuan serta memperkenalkan konsep dasar single entry method. Pelaku UMKM diarahkan untuk mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran secara sederhana dan teratur. Selain mendapatkan penjelasan, pelaku usaha juga diajak mempraktikkan pencatatan berdasarkan contoh transaksi yang berasal dari kegiatan usaha sehari-hari.

Mahasiswa turut memberikan format pembukuan sederhana atau buku kas yang dapat digunakan secara mandiri oleh pelaku UMKM. Format tersebut mencatat pemasukan dan pengeluaran usaha sehingga pelaku usaha dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi keuangannya.

Pelaksanaan secara door to door juga memungkinkan mahasiswa menyesuaikan materi dengan karakteristik setiap UMKM. Perbedaan jenis usaha, jumlah transaksi, modal, serta pola penerimaan dan pengeluaran membuat contoh pencatatan perlu disampaikan secara fleksibel. Dengan menggunakan contoh yang dekat dengan aktivitas usaha masing-masing, pelaku UMKM diharapkan lebih mudah memahami penerapan metode single entry.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaku UMKM memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pembukuan, mampu mengenali pencatatan penerimaan dan pengeluaran menggunakan metode single entry, serta memperoleh format pembukuan yang dapat digunakan untuk mencatat transaksi secara rutin. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam mengevaluasi perkembangan usaha, memperkirakan keuntungan, mengendalikan pengeluaran, dan mengambil keputusan usaha secara lebih terarah.

Melalui program SIAP UMKM, mahasiswa KKN UNISRI berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM Desa Ngrombo untuk membangun kebiasaan pencatatan keuangan yang lebih tertib. Tidak hanya mengetahui jumlah uang yang masuk dan keluar, pelaku usaha diharapkan mampu memanfaatkan catatan keuangan sebagai dasar evaluasi dan pengembangan usaha secara berkelanjutan.


Penulis: Wiri Tanaya Hayu M

Bekali Siswa Kelas 1 SD Negeri 1 Krikilan, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pentingnya Manajemen Waktu Sejak Dini

Bekali Siswa Kelas 1 SD Negeri 1 Krikilan, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pentingnya Manajemen Waktu Sejak Dini

Bekali Siswa Kelas 1 SD Negeri 1 Krikilan, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pentingnya Manajemen Waktu Sejak Dini

Sumber foto:Bagus Pamungkas

KALIJAMBE — Memasuki fase awal bangku sekolah dasar merupakan gerbang di mana anak-anak mulai dihadapkan pada ragam rutinitas dan tanggung jawab baru. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) menggelar sosialisasi khusus mengenai pentingnya manajemen waktu bagi siswa kelas 1 SD Negeri 1 Krikilan, Kalijambe, Sragen, Sabtu (1/8/2026).

Program kerja edukatif ini diinisiasi oleh Bagus Pamungkas yang sekaligus bertindak sebagai narasumber utama. Di hadapan para siswa cilik, Bagus mengemas materi pengenalan disiplin waktu dengan pendekatan interaktif dan bahasa yang dekat dengan keseharian anak-anak.

Penyuluhan ini dirasa krusial mengingat siswa kelas 1 berada pada fase transisi penting dalam membangun karakter disiplin. Pemahaman yang diberikan tidak sekadar mencakup pembuatan jadwal harian, melainkan melatih anak-anak mengenali skala prioritas, menghindari kebiasaan menunda-nunda pekerjaan (procrastination), serta menggunakan waktu secara produktif.

“Waktu adalah hal yang dimiliki setiap orang dengan jumlah yang sama setiap harinya. Perbedaannya terletak pada bagaimana seseorang memanfaatkan waktu tersebut. Seriang-riangnya anak-anak, membiasakan diri mengatur waktu sejak dini akan memudahkan mereka menyelesaikan tanggung jawab sekaligus memiliki ruang untuk mengembangkan diri,” ungkap Bagus di sela-sela kegiatan.

Sumber foto: Bagus Pamungkas


Dalam pemaparannya, materi disampaikan melalui contoh-contoh ringan yang relevan dengan dunia anak, mulai dari membagi waktu antara belajar, membantu keluarga, bermain, hingga pentingnya menyediakan waktu untuk beristirahat agar aktivitas tetap seimbang. Siswa juga diajak memahami dampak buruk dari kebiasaan menunda tugas yang dapat memicu kepanikan dan beban menumpuk di kemudian hari.

Suasana kelas tampak hidup tatkala para siswa mengikuti jalannya sosialisasi dengan antusias tinggi. Melalui program ini, mahasiswa KKN Unisri berharap bibit-bibit kedisiplinan dan tanggung jawab telah tertanam kuat di dalam diri para siswa sejak dini, sehingga menjadi modal berharga dalam menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi di masa depan.

Penulis: Bagus Pamungkas (Pelaksana Program Kerja KKN)

Menyusuri Jejak Leluhur di Tanah Kelahiran: Mahasiswa KKN Unisri Ajak Anak-Anak Desa Krikilan Berpetualang di Museum Sangiran

Menyusuri Jejak Leluhur di Tanah Kelahiran: Mahasiswa KKN Unisri Ajak Anak-Anak Desa Krikilan Berpetualang di Museum Sangiran

 

Menyusuri Jejak Leluhur di Tanah Kelahiran: Mahasiswa KKN Unisri Ajak Anak-Anak Desa Krikilan Berpetualang di Museum Sangiran


Sumber foto:Ikhsan Arya Mahendra


SRAGEN — Langkah kaki riang anak-anak usia sekolah dasar bergeming di antara lorong-lorong megah Museum Manusia Purba Sangiran Kluster Krikilan, Jumat (7/8/2026) siang. Di bawah terik matahari Sragen, mereka tidak sedang berdarmawisata biasa, melainkan tengah menyelami lorong waktu peradaban purba yang terkubur di bumi tanah kelahiran mereka sendiri.

Program bertajuk “Tur Edukatif Peradaban Purba Bagi Generasi Muda Desa Krikilan” ini diinisiasi oleh Ikhsan Arya Mahendra, mahasiswa Program Studi Administrasi Negara yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Digelar mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, kegiatan ini menyasar anak-anak di sekitar lingkungan posko KKN guna menanamkan kesadaran pelestarian cagar budaya (heritage awareness) sejak dini tepat di jantung wilayah inti (core zone) Situs Sangiran.

Ikhsan mengungkapkan, kegiatan ini lahir dari sebuah keprihatinan atas adanya kesenjangan pemahaman (educational gap) di kalangan anak-anak lokal terhadap nilai penting Situs Warisan Dunia UNESCO yang berada persis di pekarangan rumah mereka.

“Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual dan eksplorasi langsung, kami ingin memicu keterlibatan aktif serta menumbuhkan rasa bangga (sense of belonging) pada diri anak-anak. Harapannya, mereka kelak dapat menjadi agen pelestari warisan budaya masa depan,” ujar Ikhsan di sela-sela kegiatan.

Pelaksanaan tur edukatif ini berjalan mulus berkat kerja sama strategis antara mahasiswa KKN dan pihak pengelola Museum Sangiran. Pengelola memberikan fasilitas berupa pembebasan tiket masuk serta akses lingkungan museum sebagai ruang belajar terbuka.

Dokumentasi manusia purba Sangiran, Sumber foto: Ikhsan Arya Mahendra

Selama kurang lebih dua jam, peserta diajak mengeksplorasi diorama dan fosil purbakala sambil menerima pemaparan materi sejarah yang dikemas secara interaktif, komunikatif, dan menyenangkan. Suasana cair dan penuh rasa ingin tahu terlihat jelas dari raut wajah para peserta cilik yang takjub menyaksikan bukti sejarah jutaan tahun lalu.

Rangkaian kegiatan edukatif penutup petualangan sore itu kemudian diabadikan melalui sesi foto bersama di beberapa sudut ikonik Museum Sangiran. Lewat langkah kecil ini, mahasiswa KKN membuktikan bahwa pengenalan sejarah lokal dapat dikemas menjadi sebuah pengalaman hidup yang membekas dan menyenangkan bagi generasi muda.

Penulis: Ikhsan Arya Mahendra (Mahasiswa Administrasi Negara )

Kenalkan Kekayaan Batik Nusantara, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Praktik Melukis dengan Larutan Asam di Sragen

Kenalkan Kekayaan Batik Nusantara, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Praktik Melukis dengan Larutan Asam di Sragen



Sumber foto:Alfina Alifia Fahilda

SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) mengenalkan kekayaan budaya bangsa kepada pelajar melalui program edukasi dan praktik melukis menggunakan larutan asam di SD Pantirejo 1, Sukodono, Sragen, Senin (3/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN, Alfina Alifia Fahilda, ini dirancang dengan gaya naratif dan edukatif untuk menarik minat siswa terhadap warisan leluhur. Acara dimulai dengan pemaparan materi interaktif mengenai ragam motif batik Nusantara, mulai dari parang, kawung, mega mendung, hingga sekar jagad.

Siswa diajak memahami bahwa setiap goresan motif menyimpan karakteristik, nilai estetika, dan filosofi budaya yang berbeda dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak hanya berhenti pada teori, para siswa kelas 6 kemudian diajak langsung mempraktikkan teknik melukis kreatif menggunakan media larutan asam dengan pendampingan ketat dari mahasiswa KKN.

Sumber foto:Alfina Alifia Fahilda

Suasana interaktif tampak mendominasi ruangan kelas ketika siswa mulai membentuk pola di atas media eksperimen tersebut. Para peserta mengaku antusias karena mendapatkan pengalaman baru yang belum pernah mereka temui dalam kegiatan belajar sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan bahwa batik bukan hanya sekadar kain dengan motif yang indah, tetapi juga memiliki nilai budaya yang perlu dikenal dan dilestarikan oleh generasi muda,” ujar Alfina Alifia Fahilda saat ditemui usai kegiatan.

Pihak sekolah menyambut baik program kerja individu mahasiswa KKN tersebut. Para siswa menilai kegiatan melukis dengan larutan asam ini sangat menarik karena memberi kesempatan langsung untuk menuangkan kreativitas dalam bentuk seni rupa.

     

Sumber foto: Alfina Alifia Fahilda

Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap kecintaan anak-anak terhadap seni dan budaya lokal dapat tumbuh sejak dini, sekaligus menjadikan sekolah sebagai ruang eksplorasi kreativitas yang menyenangkan.

Penulis: Alfina Alifia Fahilda





Mahasiswa KKN PPM Unisri Kenalkan Dasar Bisnis dan Pengelolaan Keuangan lewat Simulasi Jualan di SMP N 2 Mondokan

Mahasiswa KKN PPM Unisri Kenalkan Dasar Bisnis dan Pengelolaan Keuangan lewat Simulasi Jualan di SMP N 2 Mondokan

Mahasiswa KKN PPM Unisri Kenalkan Dasar Bisnis dan Pengelolaan Keuangan lewat Simulasi Jualan di SMP N 2 Mondokan

Sumber foto: Mulia Dwi Saputri

"Kalau kalian jualan, gimana caranya tahu untung apa rugi?" Pertanyaan itu jadi pemantik diskusi sebelum para siswa-siswi kelas 9 SMP Negeri 2 Mondokan melakukan praktik langsung membuat sekaligus menjual gantungan kunci makrame dalam program kerja individu KKN PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta, yang bertajuk "Edukasi dan Pendampingan Simulasi Mini Bisnis dalam Menumbuhkan Jiwa Wirausaha dan Kemampuan Pengelolaan Keuangan Sederhana pada Siswa SMP". 

Program ini digagas oleh Mulia Dwi Saputri, mahasiswa Program Studi Akuntansi, dan menjadi bagian dari pelaksanaan KKN PPM bertema "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen" Tahun Akademik 2025/2026 di Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan.

Ide program ini berawal dari pengamatan bahwa materi kewirausahaan yang diterima siswa selama ini masih sebatas teori di buku pelajaran. Siswa tahu istilah modal, untung, dan rugi, tetapi belum pernah benar-benar mempraktikkannya. 

Bukan sekadar simulasi jual biasa, uang hasil penjualan gantungan kunci digunakan sebagai data nyata, yaitu latihan menyusun laporan keuangan sederhana. Untuk itu, disiapkan template laporan berbentuk lembar kerja dengan istilah yang mudah dicerna, seperti pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan atau kerugian, sehingga siswa tidak perlu terbebani istilah akuntansi yang rumit dan cukup mengisi angka dari hasil jualan mereka sendiri.

Sumber foto:Mulia Dwi Saputri

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme siswa cukup terasa. Banyak dari mereka baru menyadari bahwa berjualan tidak sesederhana kelihatannya, mulai dari menentukan harga yang pas sampai mencatat setiap uang yang masuk dan keluar agar tidak ada yang terlewat. 

Suasana makin hidup ketika guru dan wali kelas turut membeli gantungan kunci hasil kreativitas siswa, sebagai bentuk dukungan langsung terhadap usaha kecil-kecilan yang mereka jalankan. Pengalaman kecil ini diharapkan membekas dan membuat siswa lebih percaya diri jika suatu saat ingin mencoba peluang usaha yang sesungguhnya.

Sumber foto:Mulia Dwi Saputri

Dukungan dari pihak sekolah, khususnya guru dan wali kelas 9, turut menjadi faktor penting kelancaran program ini, mulai dari pengaturan jadwal hingga pendampingan siswa selama simulasi berlangsung. Ke depan, diharapkan nilai-nilai kewirausahaan dan kebiasaan mencatat keuangan yang sudah dikenalkan lewat program ini dapat terus dipraktikkan siswa dalam keseharian mereka.


Penulis: Mulia Dwi Saputri

Mahasiswa KKN Wujudkan Video Profil Desa Pantirejo Sukodono untuk Publikasi Luas

Mahasiswa KKN Wujudkan Video Profil Desa Pantirejo Sukodono untuk Publikasi Luas


Mahasiswa KKN Wujudkan Video Profil Desa Pantirejo Sukodono untuk Publikasi Luas


Sumber foto: Rizal Hanafi


SRAGEN — Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam program kerja individu Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Rizal Hanafi menghadirkan inovasi berupa pembuatan video profil komprehensif bagi Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen. Pembuatan video berdurasi sekitar 2 hingga 3 menit ini dirancang untuk mendokumentasikan sekaligus mempromosikan berbagai potensi desa agar lebih dikenal oleh khalayak luas.

Secara geografis, Desa Pantirejo terletak di wilayah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, dengan karakteristik wilayah yang strategis, asri, dan dikelilingi oleh area pedesaan yang subur. Melalui media audiovisual ini, penonton disuguhkan gambaran menyeluruh mengenai kekayaan desa, mulai dari sektor pertanian yang menjadi andalan hingga geliat produk UMKM lokal yang bernilai tinggi.

Selain potensi ekonomi, video profil tersebut juga menyoroti ketersediaan fasilitas umum guna menunjang kesejahteraan warga. Aspek pendidikan diwakili oleh kegiatan belajar mengajar di SDN 1 Pantirejo dan SMK 10 November Sukodono. Sementara itu, sektor kesehatan didukung oleh layanan Pos Kesehatan Desa (PKD) serta Posyandu Pantirejo yang aktif melayani kebutuhan kesehatan masyarakat setempat.

Pelaksanaan program kerja ini disambut baik oleh perangkat desa. Kehadiran video profil ini diharapkan mampu menjadi sarana informasi resmi sekaligus strategi branding yang efektif bagi kemajuan desa.

Sumber foto: Rizal Hanafi


“Harapan kami, dengan adanya video profil ini, potensi-potensi yang ada di Desa Pantirejo bisa semakin dikenal luas oleh masyarakat luar sehingga mampu membuka peluang kerja sama, menarik minat pendatang atau investor, serta membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh warga desa,” ujar perwakilan perangkat Desa Pantirejo.

Melalui program individu ini, pembuatan video profil Desa Pantirejo diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi kegiatan KKN semata, tetapi juga meninggalkan warisan (output) digital yang berkelanjutan bagi promosi dan kemajuan Desa Pantirejo ke depannya.


Penulis: Rizal Hanafi

Implementasi Sila Pertama Pancasila Lewat Pendidikan Keislaman, Mahasiswa KKN Edukasi Santri TPA Miftahulfalah Sangiran

Implementasi Sila Pertama Pancasila Lewat Pendidikan Keislaman, Mahasiswa KKN Edukasi Santri TPA Miftahulfalah Sangiran

 

Dokumentasi poster kegiatan KKN PPM UNISRI bersama TPA Miftahulfalah Sangiran 


SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali direalisasikan melalui kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan warga. Sebagai bagian dari program kerja, Armike Nurul Utami melaksanakan edukasi bertajuk "Implementasi Sila Pertama 'Ketuhanan Yang Maha Esa' melalui Pendidikan Keislaman" bagi anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Miftahulfalah, Dusun Sangiran, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Baarokah Sangiran ini menyasar sekitar 40 santri TPA. Pelaksanaannya yang dimulai pukul 16.30 hingga 17.15 WIB tersebut berjalan tertib dan interaktif dengan melibatkan para ustadz sebagai pendamping agar materi selaras dengan karakteristik santri.

Sumber foto:Armike Nurul Utami

Program ini bertujuan menanamkan pemahaman mendalam kepada para santri mengenai pentingnya mengamalkan nilai-nilai ketuhanan dalam sendi kehidupan sehari-hari, utamanya melalui pembiasaan keagamaan dan pembentukan akhlak mulia.

Dalam sesi edukasinya, materi pengamalan Sila Pertama Pancasila diperkenalkan secara aplikatif. Santri diajak memahami makna Ketuhanan Yang Maha Esa lewat pembiasaan ibadah rutin, berdoa sebelum dan sesudah beraktivitas, menghormati ajaran agama, menjaga adab terhadap sesama, serta membiasakan perilaku terpuji di lingkungan sekitar.

Dokumentasi pelaksana program kerja individu bersama Ustadz Eko 

Melalui pendampingan langsung bersama para ustadz, nilai-nilai keagamaan dan Pancasila ini diharapkan dapat tertanam kokoh sejak usia dini. Luaran dari program KKN ini tidak sekadar berfokus pada pemahaman teoretis semata, melainkan membentuk generasi muda Dusun Sangiran yang memiliki karakter religius, toleran, bertanggung jawab, serta sadar berPancasila dalam kehidupan bermasyarakat.


Penulis: Armike Nurul Utami



Mahasiswa KKN UNISRI Beri Pelatihan Public Speaking Berbasis Model Laswell di SD N 1 Pantirejo

Mahasiswa KKN UNISRI Beri Pelatihan Public Speaking Berbasis Model Laswell di SD N 1 Pantirejo

 Mahasiswa KKN UNISRI Beri Pelatihan Public Speaking Berbasis Model Laswell di SD N 1 Pantirejo

Sumber foto:Ramadhani Trinov

SRAGEN – Guna membentuk karakter siswa yang komunikatif dan berani tampil di depan publik, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) melaksanakan pelatihan public speaking atau seni berbicara di depan umum. Kegiatan edukatif ini menyasar siswa kelas 5 SDN 1 Pantirejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Selasa (4/8/2026).

Program kerja yang disusun oleh Ramadhani Trinov, mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNISRI, ini dikemas secara interaktif. Pelatihan memadukan media presentasi visual, latihan artikulasi suara, hingga praktik langsung bercerita di depan kelas.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Mulai dari izin kepala sekolah, waktu yang diberikan oleh dewan guru, hingga kerja sama tim KKN UNISRI turut memastikan kelancaran seluruh rangkaian acara.

Sumber foto: Ramadhani Trinov


Memperkenalkan Elemen Komunikasi (Model Laswell)

Materi inti diawali dengan pengenalan konsep dasar komunikasi agar mudah dicerna oleh anak-anak. Mahasiswa mengenalkan istilah public speaking sebagai seni berbicara di depan umum, sekaligus memperkaya kosakata siswa dengan istilah-istilah baru.

Dalam penyampaiannya, mahasiswa mengaplikasikan Model Komunikasi Laswell yang disederhanakan ke dalam empat elemen penting:

  •  Komunikator: Pihak atau orang yang menyampaikan pesan.
  • Pesan: Isi cerita atau informasi yang disampaikan.
  • Media: Alat pendukung penyampaian pesan, seperti suara dan layar proyektor.
  • Komunikan: Penerima pesan atau audiens yang mendengarkan.

Selain itu, materi diperkaya dengan edukasi mengenai komunikasi nonverbal untuk memperkuat makna pesan verbal. Siswa diajak memahami pentingnya kontak mata (eye contact) yang terarah, ekspresi wajah yang selaras dengan isi cerita (seperti senang atau sedih), serta penggunaan gestur atau gerak tubuh yang mendukung penjelasan.

Sesi materi ditutup dengan teknik vokal, di mana siswa diperkenalkan pada pentingnya kejelasan artikulasi agar pesan mudah dipahami, serta pengaturan intonasi (tinggi rendahnya nada suara) yang disesuaikan dengan emosi cerita.

Praktik Langsung dan Antusiasme Siswa

Sebelum sesi praktik dimulai, mahasiswa menyisipkan ice breaking berupa kuis interaktif mengenai cerita rakyat Malin Kundang untuk menguji konsentrasi dan fokus siswa setelah mendengarkan pemaparan materi.

Selanjutnya, siswa diminta menuliskan identitas diri meliputi nama, alamat rumah, hobi, serta kebiasaan sehari-hari sebagai bahan cerita. Sesi praktik berjalan dinamis; siswa yang sudah percaya diri dipersilakan maju sukarela, sementara siswa lainnya ditunjuk secara bergiliran oleh temannya. Sebagian besar siswa terpantau mulai mampu menerapkan teknik berbicara yang diajarkan, meski sebagian lainnya masih memerlukan latihan tambahan untuk mengatasi rasa gugup.

Sumber foto: Ramadhani Trinov

Pelaksanaan program ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan para siswa kelas 5. Meski di awal kegiatan sempat dibutuhkan waktu adaptasi karena keterbatasan frekuensi pertemuan, suasana kelas perlahan mencair berkat pendekatan interaktif yang diterapkan mahasiswa.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para siswa SD N 1 Pantirejo dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih ekspresif, percaya diri, dan memiliki fondasi komunikasi yang matang. Mahasiswa KKN juga berharap sekolah-sekolah dapat mulai mengintegrasikan dasar-dasar public speaking ke dalam kegiatan belajar sebagai investasi karakter jangka panjang bagi anak-anak.


Penulis: Ramadhani Trinov

Event 17 Agustus Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Lomba Mewarnai 

Event 17 Agustus Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Lomba Mewarnai 

 Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 96 Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Lomba Mewarnai di Dusun Dengkengan Sragen


Sumber foto:KKN UNISRI Kelompok 96

SRAGEN – Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dirasakan langsung oleh warga Dusun Dengkengan, Desa Ketro, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Melalui program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Kelompok 96 menghadirkan keceriaan lewat lomba mewarnai bagi anak-anak usia TK hingga kelas VI Sekolah Dasar, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di kediaman Ketua RT 15 Dusun Dengkengan ini disambut antusias oleh warga. Sejak pagi, puluhan anak tampak memadati lokasi acara dengan membawa peralatan warna masing-masing, siap berkompetisi menunjukkan kreativitas mereka di atas kertas gambar bertema kemerdekaan.

Kehadiran mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 96 tidak hanya bertindak sebagai panitia, tetapi juga berinteraksi langsung mendampingi anak-anak selama perlombaan berlangsung. Pendekatan ramah yang diberikan membuat para peserta cilik merasa nyaman dan tertib mengikuti setiap rangkaian acara.

Ketua Kelompok 96 KKN UNISRI menyampaikan bahwa perlombaan ini dirancang bukan sekadar untuk memeriahkan HUT RI, melainkan juga menjadi wadah edukatif bagi tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan mewarnai, anak-anak dilatih untuk mengasah motorik halus, konsentrasi, ketelitian, serta membebaskan imajinasi mereka dalam memadukan warna.

"Selain sarana hiburan di momen kemerdekaan, kami ingin anak-anak belajar mengekspresikan diri, melatih rasa percaya diri untuk berani menunjukkan karya, sekaligus belajar menghargai kreativitas teman sebaya," ujar perwakilan mahasiswa KKN.

Sumber foto:KKN UNISRI Kelompok 96

Suasana perlombaan kian meriah dengan hadirnya para orang tua dan warga sekitar yang turut mendampingi serta memberikan dukungan moral kepada anak-anak mereka. Dukungan kolektif ini sukses menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat, sekaligus mempererat jalinan silaturahmi antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba mewarnai, yang disambut sorak gembira dan senyum sumringah dari anak-anak. Pihak mahasiswa KKN berharap kegiatan sederhana yang penuh makna ini dapat meninggalkan kenangan manis, menumbuhkan semangat nasionalisme sejak dini, serta memperkuat kebersamaan di Dusun Dengkengan.


Penulis: KKN UNISRI Kelompok 96

Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan HPP dan Digitalisasi Usaha via Aplikasi POS di SMKN 1 Kalijambe

Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan HPP dan Digitalisasi Usaha via Aplikasi POS di SMKN 1 Kalijambe

 

Sumber foto: Falah Aiken

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sukses menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan yang berfokus pada penyusunan Harga Pokok Produksi (HPP), penentuan harga jual produk, dan pengoperasian aplikasi Point of Sales (POS). Kegiatan edukatif ini diikuti oleh sekitar 40 siswa kelas XII SMK Negeri 1 Kalijambe, Kabupaten Sragen, pada Senin (24/8/2026).

Program kerja yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN, Falah Aiken, ini dirancang khusus untuk membekali para siswa dengan pemahaman komprehensif mengenai pengelolaan usaha. Fokus utama pelatihan mencakup akurasi penghitungan biaya produksi hingga pemanfaatan teknologi digital untuk pencatatan transaksi yang lebih modern.

Dalam sesi pemaparannya, Falah Aiken menjelaskan bahwa perhitungan HPP merupakan fondasi krusial yang harus dipahami oleh siapa saja yang ingin merintis atau mengelola usaha. Menurutnya, tanpa perhitungan HPP yang tepat, pelaku usaha akan kesulitan menentukan harga jual yang rasional.

“Pemahaman mengenai HPP ini sangat penting agar pelaku usaha mengetahui secara pasti biaya riil yang dikeluarkan untuk menghasilkan sebuah produk. Dengan data perhitungan yang akurat, penentuan harga jual dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran, tidak terlalu mahal bagi konsumen namun tetap membawa margin keuntungan,” jelas Falah.

Sumber foto: Falah Aiken

Setelah mendalami teori HPP, para siswa diajak untuk menganalisis berbagai variabel dalam menentukan harga jual, meliputi margin keuntungan, harga pasar, dan daya beli masyarakat. Sesi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan dan praktik langsung menggunakan aplikasi pencatatan transaksi digital berbasis Android/PC, yaitu aplikasi POS.

Para siswa dipandu secara interaktif—menggunakan contoh kasus transaksi sehari-hari—mulai dari cara memasukkan (input) data produk ke dalam sistem, mencatat transaksi penjualan, hingga cara memantau rekapitulasi data penjualan harian secara otomatis.

Falah menambahkan, integrasi teknologi dalam pengelolaan bisnis adalah keterampilan esensial yang harus dimiliki oleh generasi muda, terutama siswa SMK yang disiapkan untuk siap kerja. Aplikasi POS dinilai sangat efektif untuk membantu pelaku usaha menyusun laporan transaksi yang lebih terstruktur dan transparan.

“Selain cakap secara teori dalam menghitung biaya, siswa juga perlu melek teknologi pendukung usaha. Pemanfaatan teknologi ini akan menjadi bekal tambahan yang kuat, baik ketika mereka memasuki dunia kerja profesional maupun saat memutuskan untuk berwirausaha mandiri,” tambahnya.

Sumber foto: Falah Aiken

Kegiatan pelatihan ini berlangsung interaktif dan disambut dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui sesi praktik dan diskusi, siswa mendapatkan kesempatan langsung untuk memecahkan simulasi kasus kewirausahaan.

Melalui program luaran KKN ini, diharapkan siswa lulusan SMK Negeri 1 Kalijambe tidak sekadar menyerap teori ekonomi dasar, tetapi juga mengantongi keterampilan praktis berbasis teknologi yang siap diaplikasikan langsung di dunia usaha.


Penulis: Falah Aiken

Mahasiswa KKN Unisri Sukses Gelar Edukasi "Gemar Menabung Sejak Dini" di SDN 01 Krikilan

Mahasiswa KKN Unisri Sukses Gelar Edukasi "Gemar Menabung Sejak Dini" di SDN 01 Krikilan

 Mahasiswa KKN Unisri Sukses Gelar Edukasi "Gemar Menabung Sejak Dini" di SDN 01 Krikilan

Sumber foto: Nita Pebriani


SRAGEN – Dua mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Nita Pebriani dan Cahaya Ramadanti, sukses melaksanakan program kerja edukatif berupa kegiatan literasi keuangan bertajuk "Gemar Menabung Sejak Dini". Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu (1/8/2026), bertempat di SDN 01 Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Sosialisasi ini menyasar seluruh siswa kelas IV di sekolah tersebut sebagai upaya dini dalam membentuk karakter finansial yang bijak. Program ini diinisiasi mengingat pentingnya mengenalkan pengelolaan uang sejak usia sekolah dasar guna mengikis budaya konsumtif anak-anak.

Perwakilan mahasiswa KKN Unisri, Nita Pebriani, menjelaskan bahwa target utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendasar mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.

"Kami ingin adik-adik di SDN 01 Krikilan paham bahwa menyisihkan uang saku itu bukan sisa dari jajanan mereka, melainkan komitmen yang disisihkan di awal. Dengan menanamkan kebiasaan hemat dan disiplin sejak dini, kami berharap mereka memiliki bekal perencanaan masa depan yang lebih baik dan tidak konsumtif," ujar Nita.

Pelaksanaan edukasi dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar materi visual yang disampaikan mudah dipahami oleh anak-anak. Selain memberikan pemahaman teori, kegiatan ini juga diselingi dengan sesi tanya jawab berhadiah (kuis) untuk memicu antusiasme siswa.

Sumber foto: Nita Pebriani


Sebagai langkah konkret, Nita dan Cahaya juga membagikan celengan kepada setiap siswa. Pembagian ini menjadi simbolis sekaligus sarana fisik agar para siswa dapat langsung mempraktikkan kebiasaan menabung di rumah masing-masing.


Penulis: Nita Pebriani

Mahasiswa KKN UNISRI Mengajarkan Hukum Sederhana kepada Adik-Adik TPQ: Taat Aturan = Hidup Bahagia*

Mahasiswa KKN UNISRI Mengajarkan Hukum Sederhana kepada Adik-Adik TPQ: Taat Aturan = Hidup Bahagia*

 

Sumber foto:Wahyu Saputro

Sragen, 22 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) melaksanakan kegiatan edukasi hukum sederhana bersama adik-adik Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Di Desa Krikilan,Kecamatan kalijambe,Kabupaten Sragen

Kegiatan ini mengusung tema “Taat Aturan = Hidup Bahagia” sebagai upaya mengenalkan pentingnya aturan dalam kehidupan sehari-hari sejak usia dini. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNISRI menerapkan metode BCM (Bermain, Cerita, dan Menyanyi) Metode ini dipilih karena anak-anak lebih mudah menerima dan mengingat materi melalui kegiatan yang interaktif dan tidak monoton.

Pada tahap bermain, mahasiswa mengajak adik-adik TPQ mengikuti permainan edukatif yang berkaitan dengan aturan dan perilaku sehari-hari. Selanjutnya, pada tahap bercerita, mahasiswa menyampaikan cerita sederhana yang menggambarkan penerapan aturan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghormati orang tua dan guru, Pada tahap menyanyi, mahasiswa mengajak adik-adik TPQ menyanyikan lagu atau yel-yel bertema ketaatan terhadap aturan. Kegiatan bernyanyi diharapkan dapat membantu anak-anak mengingat pesan yang disampaikan dengan cara yang menyenangkan.

Sumber foto: Wahyu Saputro

Dengan adanya kegiatan edukasi ini, diharapkan adik-adik TPQ dapat memahami bahwa menaati aturan bukanlah suatu beban, melainkan kebiasaan baik yang dapat menciptakan kehidupan yang aman, tertib, dan bahagia. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran hukum sejak usia dini serta membentuk generasi yang berkarakter, disiplin, dan bertanggung jawab.


Penulis : Wahyu Saputro

Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done