LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Dorong Keberanian Berwirausaha, Mahasiswa KKN Bekali Siswa Kelas XII dengan Sosialisasi Branding dan Marketing dalam Entrepreneurship

Dorong Keberanian Berwirausaha, Mahasiswa KKN Bekali Siswa Kelas XII dengan Sosialisasi Branding dan Marketing dalam Entrepreneurship

 Dorong Keberanian Berwirausaha, Mahasiswa KKN Bekali Siswa Kelas XII dengan Sosialisasi Branding dan Marketing dalam Entrepreneurship


Sumber foto: Desi Natazhari


Sragen — Mempersiapkan mental dan keterampilan pelajar dalam menghadapi dunia pascakelulusan kembali digaungkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui program kerja yang diinisiasi oleh Desi Natazhari, mahasiswa KKN menggelar sosialisasi bertajuk pentingnya branding dan marketing dalam entrepreneurship bagi siswa kelas XII SMK Negeri 1 Kalijambe, Kabupaten Sragen, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 40 siswa ini dirancang untuk membekali generasi muda agar memiliki wawasan, keberanian, serta kepercayaan diri untuk terjun ke dunia wirausaha mandiri setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah.

Dalam pemaparannya, Desi Natazhari selaku pelaksana program sekaligus narasumber menekankan bahwa kesuksesan sebuah usaha tidak hanya bertumpu pada proses pembuatan produk semata. Lebih dari itu, setiap produk memerlukan identitas yang kuat serta strategi pemasaran yang tepat agar mampu menembus persaingan pasar.

Materi branding yang disampaikan mencakup pemahaman bahwa identitas merek mulai dari nama, logo, hingga kemasan berperan besar dalam membentuk karakter dan kesan produk di benak konsumen. Siswa diajak memahami bahwa produk sederhana sekalipun memiliki peluang besar untuk berkembang apabila dikemas secara profesional, sehingga menepis anggapan bahwa wirausaha harus selalu dimulai dengan modal besar.

Sumber foto: Desi Natazhari

Selain itu, sesi sosialisasi juga mengupas tuntas strategi marketing atau pemasaran, mulai dari penentuan target konsumen, cara mengomunikasikan keunggulan produk, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif dan ramah bagi generasi muda. Melalui kreativitas pembuatan konten digital, siswa didorong untuk memanfaatkan teknologi sebagai peluang emas dalam membangun komunikasi dengan calon pembeli.

Penyampaian materi yang dikemas secara interaktif dengan contoh-contoh nyata di keseharian ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para peserta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap para siswa SMK Negeri 1 Kalijambe tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi juga termotivasi untuk menjadi pencipta peluang (job creator) yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing tinggi.

Penulis: Desi Natazhari

Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasikan Pencegahan Kenakalan Remaja di SD Negeri 1 Pantirejo

Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasikan Pencegahan Kenakalan Remaja di SD Negeri 1 Pantirejo

 Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasikan Pencegahan Kenakalan Remaja di SDN 1 Pantirejo

(Sumber: Rizal)

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kegiatan sosialisasi kenakalan remaja dengan sasaran utama siswa kelas VI SD Negeri 1 Pantirejo, Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, (4/8/2026).

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan. Materi yang diberikan meliputi bullying, perkelahian, berkata kasar, merokok, pergaulan negatif, serta penyalahgunaan media sosial.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan materi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa. Kegiatan juga dilakukan secara interaktif melalui sesi tanya jawab, diskusi, dan kegiatan edukatif sehingga siswa dapat lebih mudah memahami contoh perilaku positif dan negatif dalam kehidupan sehari-hari.

Penyampaian Materi oleh Brian (Sumber: Rizal)

Kegiatan sosialisasi mendapat respons positif dari siswa dan pihak sekolah. Siswa menunjukkan antusiasme melalui keaktifan dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan mengikuti kegiatan edukatif. Setelah mengikuti kegiatan, siswa diharapkan mampu memilih pergaulan yang baik, menghargai teman dan guru, menaati aturan sekolah, serta berani menolak ajakan yang mengarah pada perilaku negatif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap edukasi mengenai pencegahan kenakalan remaja dapat menjadi langkah preventif sejak usia sekolah dasar. Dengan adanya pendampingan dari sekolah dan orang tua secara berkelanjutan, siswa diharapkan dapat tumbuh dengan kebiasaan positif serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Penulis: Brian Athallah

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M



Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Pelaku UMKM melalui Aplikasi SIAPIK dalam Rangkaian Jalan Sehat HUT Ke-81 RI di Kecamatan Kalijambe

Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Pelaku UMKM melalui Aplikasi SIAPIK dalam Rangkaian Jalan Sehat HUT Ke-81 RI di Kecamatan Kalijambe

Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Pelaku UMKM melalui Aplikasi SIAPIK dalam Rangkaian Jalan Sehat HUT Ke-81 RI di Kecamatan Kalijambe

(Sumber: Arum Fitri Istiqomah)

SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI), Melani Purwantikasari turut berkontribusi dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia melalui kegiatan edukasi pencatatan keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, (29/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan acara Jalan Sehat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia yang diselenggarakan melalui kolaborasi antara pihak Kecamatan Kalijambe dan Expo Mahasiswa KKN UNISRI Tahun 2026.

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa KKN dari Program Studi Akuntansi UNISRI melaksanakan program kerja berupa  Edukasi dan Pengenalan Aplikasi SIAPIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan) kepada pelaku UMKM yang membuka stand dalam acara jalan sehat serta pedagang yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Edukasi SIAPIK dilakukan sebagai bentuk pendampingan kepada pelaku UMKM agar semakin memahami pentingnya melakukan pencatatan keuangan secara teratur, sederhana, dan terstruktur. Melalui aplikasi SIAPIK, pelaku UMKM dapat mencatat berbagai transaksi usaha sehingga informasi mengenai kondisi keuangan usaha dapat terdokumentasi dengan lebih baik.

Pada pelaksanaannya, mahasiswa KKN berinteraksi secara langsung dengan para pelaku UMKM dan pedagang dengan menjelaskan manfaat aplikasi SIAPIK serta memberikan gambaran mengenai cara penggunaannya dalam mendukung kegiatan pencatatan keuangan usaha. Pendekatan secara langsung tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengenal alternatif pencatatan keuangan yang lebih praktis dibandingkan pencatatan yang dilakukan secara tidak terstruktur.

Program ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk penerapan ilmu akuntansi yang diperoleh mahasiswa selama perkuliahan sekaligus sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM. Pencatatan keuangan yang baik diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengetahui pemasukan dan pengeluaran, memantau perkembangan usaha, serta menjadi dasar dalam pengambilan keputusan usaha.

Melalui edukasi yang dilakukan di tengah kegiatan masyarakat tersebut, mahasiswa KKN UNISRI tidak hanya berpartisipasi dalam memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI, tetapi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan edukasi dan pendampingan yang aplikatif bagi pelaku UMKM di Kecamatan Kalijambe.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku UMKM mengenai pentingnya pencatatan keuangan serta mendorong pemanfaatan teknologi sederhana dalam pengelolaan keuangan usaha sehingga UMKM dapat berkembang secara lebih tertib, terukur, dan berkelanjutan.

Penulis: Melani Puwantiksari
Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M
Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 Pasang Reflektor Jalan untuk Dukung Keselamatan Warga Desa Jenar

Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 Pasang Reflektor Jalan untuk Dukung Keselamatan Warga Desa Jenar

Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 Pasang Reflektor Jalan untuk Dukung Keselamatan Warga Desa Jenar

(Sumber: Laura Safinatun Naja)

Jenar, Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Kelompok 21 melaksanakan salah satu program kerja besar berupa pemasangan reflektor jalan di sejumlah titik Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas, khususnya bagi pengguna jalan pada malam hari.

Program pemasangan reflektor tersebut menjadi salah satu kegiatan yang dirancang berdasarkan kondisi dan kebutuhan lingkungan Desa Jenar. Beberapa ruas jalan di wilayah desa dinilai membutuhkan penanda tambahan agar keberadaan serta arah jalan dapat lebih mudah terlihat oleh pengguna kendaraan, terutama ketika kondisi pencahayaan di sekitar jalan terbatas.

Survei Titik Pemasangan

Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 terlebih dahulu melakukan survei lapangan untuk menentukan lokasi yang akan dipasangi reflektor. Survei dilakukan dengan melihat kondisi jalan, tingkat pencahayaan, serta posisi yang dianggap membutuhkan penanda visual tambahan.

Melalui survei tersebut, beberapa titik yang telah ditentukan kemudian menjadi lokasi pemasangan reflektor. Penentuan titik dilakukan agar fasilitas yang dipasang dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi masyarakat dan pengguna jalan.

Pemasangan Reflektor 

Setelah lokasi ditentukan, mahasiswa mempersiapkan berbagai perlengkapan yang diperlukan untuk mendukung proses pemasangan. Selanjutnya, pemasangan reflektor dilakukan secara langsung oleh mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 di titik-titik yang telah ditetapkan.

Reflektor dipasang pada posisi yang mudah terlihat oleh pengendara. Ketika terkena sorotan lampu kendaraan, reflektor akan memantulkan cahaya sehingga dapat menjadi penanda visual bagi pengguna jalan. Dengan demikian, keberadaan reflektor diharapkan dapat membantu pengendara mengenali kondisi maupun arah jalan dengan lebih baik, terutama saat malam hari.

(Sumber: Laura Safinatun Naja)

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Proses pemasangan dilakukan dengan mengedepankan kerja sama dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar sehingga program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat.

Mendorong Kesadaran akan Keselamatan Jalan

Pemasangan reflektor merupakan langkah sederhana yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keselamatan masyarakat. Jalan desa menjadi salah satu fasilitas penting yang digunakan masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga melakukan kegiatan sosial dan ekonomi.

Melalui program ini, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dipasang. Perawatan dan kepedulian masyarakat terhadap reflektor menjadi hal penting agar fasilitas tersebut dapat terus berfungsi dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya melalui pembangunan fasilitas, tetapi juga melalui sikap saling peduli dan berhati-hati dalam menggunakan jalan.

Wujud Nyata Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat

Program “Gerakan Peduli Keselamatan Jalan melalui Pemasangan Reflektor di Desa Jenar” menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 dalam memberikan solusi sederhana terhadap kebutuhan masyarakat.

Meskipun pemasangan reflektor merupakan kegiatan yang sederhana, mahasiswa berharap keberadaannya dapat memberikan dampak positif bagi warga Desa Jenar, khususnya dalam membantu meningkatkan visibilitas jalan pada malam hari. Program tersebut juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk belajar memahami kebutuhan masyarakat serta terlibat secara langsung dalam kegiatan pembangunan di lingkungan desa.

Pelaksanaan program ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama berada di bangku perkuliahan, tetapi juga belajar membangun kerja sama, meningkatkan kepedulian sosial, dan memberikan kontribusi yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 berharap program pemasangan reflektor ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Jenar. Dengan adanya dukungan dan kepedulian bersama, fasilitas yang telah dipasang diharapkan dapat terjaga dengan baik dan menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan desa yang lebih aman, nyaman, dan mendukung mobilitas masyarakat.

Tentang KKN UNISRI Kelompok 21

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus berkontribusi secara langsung dalam kehidupan masyarakat. Melalui berbagai program kerja, mahasiswa diharapkan mampu membantu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.

KKN UNISRI Kelompok 21 yang dilaksanakan di Desa Jenar menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang edukatif, inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Program pemasangan reflektor jalan merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat Desa Jenar.


Penulis: Nur Azizatun Nimah

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M


Dorong Penguatan UMKM, Mahasiswa KKN UNISRI Hadirkan Media Promosi bagi Pelaku Usaha Desa Ngrombo

Dorong Penguatan UMKM, Mahasiswa KKN UNISRI Hadirkan Media Promosi bagi Pelaku Usaha Desa Ngrombo

Dorong Penguatan UMKM, Mahasiswa KKN UNISRI Hadirkan Media Promosi bagi Pelaku Usaha Desa Ngrombo

(Sumber: Devita Lintang)

Ngrombo, Sragen – Mahasiswa KKN UNISRI, Acxelevan David Savero melaksanakan program kerja “Optimalisasi Media Promosi UMKM melalui Pembuatan dan Pemasangan Banner” sebagai upaya mendukung penguatan promosi dan pemberdayaan pelaku usaha mikro di Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 19–24 Agustus 2026 dengan sasaran empat pelaku UMKM setempat. Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya media promosi yang informatif dan mudah dikenali oleh masyarakat. Banner dipilih sebagai salah satu media promosi yang dapat membantu memperkenalkan identitas serta jenis usaha kepada masyarakat dan calon konsumen yang berada di sekitar lokasi usaha. Melalui penyediaan media promosi yang lebih terarah, pelaku UMKM diharapkan memiliki sarana pendukung untuk meningkatkan daya kenal usahanya. 

(Sumber: Devita Lintang)

Empat UMKM yang menjadi sasaran kegiatan yaitu Warung Ibu Marni, Kedai Jejen, Keripik Pisang Rumi Chips, dan Kedai Jajanan Mba Dani. Pembuatan banner disesuaikan dengan karakteristik masing-masing usaha sehingga informasi yang ditampilkan dapat menggambarkan identitas dan produk yang ditawarkan. Penyesuaian tersebut dilakukan agar banner tidak hanya berfungsi sebagai penanda lokasi usaha, tetapi juga menjadi bagian dari media komunikasi kepada konsumen. 

Tahapan kegiatan diawali dengan melakukan koordinasi dan identifikasi kebutuhan masing-masing pelaku UMKM. Mahasiswa kemudian menyiapkan desain banner dengan mempertimbangkan informasi usaha serta tampilan visual yang mudah dikenali. Setelah proses pembuatan selesai, banner dipasang pada lokasi usaha masing-masing sebagai media promosi yang dapat dilihat oleh masyarakat. 

(Sumber: Devita Lintang)

Pelaksanaan kegiatan menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNISRI pada bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Penggunaan media promosi sederhana seperti banner dapat memberikan dukungan terhadap upaya pelaku UMKM memperkenalkan usahanya secara lebih jelas kepada lingkungan sekitar. Program tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki secara langsung sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

(Sumber: Devita Lintang)

Melalui kegiatan ini, Acxelevan berharap media promosi yang telah dibuat dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh para pelaku UMKM Desa Ngrombo. Banner yang terpasang diharapkan dapat memperkuat identitas usaha sekaligus membantu masyarakat mengenali keberadaan dan produk yang ditawarkan oleh masing-masing UMKM. Keberlanjutan pengembangan promosi juga dapat dilakukan melalui pemanfaatan media digital dan strategi pemasaran lainnya sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan pelaku usaha. Program pembuatan dan pemasangan banner tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal Desa Ngrombo. Kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, terutama dalam memperkuat aspek promosi dan meningkatkan daya saing usaha masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM dapat dilakukan melalui langkah sederhana yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pelaku usaha di tingkat desa. 


Penulis: Acxelevan David Savero
Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

Mahasiswa KKN UNISRI Optimalisasi Informasi Pelayanan Publik dengan Banner Alur Administrasi di Desa Krikilan

Mahasiswa KKN UNISRI Optimalisasi Informasi Pelayanan Publik dengan Banner Alur Administrasi di Desa Krikilan

 Mahasiswa KKN UNISRI Optimalisasi Informasi Pelayanan Publik dengan Banner Alur Administrasi di Desa Krikilan

Sumber foto: Nur Indah Sari

SRAGEN – Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan program pembuatan banner alur pelayanan administrasi di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026, bertempat di Balai Desa Krikilan, dan secara resmi diterima oleh Kepala Desa Krikilan.

Desa Krikilan merupakan desa dengan luas wilayah 44.925 km² dan jumlah penduduk 4.646 jiwa yang tersebar di 3 dusun, 10 dukuh, dan 22 RT. Desa ini memiliki keistimewaan tersendiri karena masuk dalam Kawasan Cagar Budaya Sangiran yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia (World Culture Heritage) oleh UNESCO pada tahun 1996. Di desa ini pula terdapat Museum Manusia Purba Klaster Krikilan yang berfungsi sebagai visitor center utama kawasan Sangiran.

Berdasarkan hasil observasi serta diskusi yang dilakukan bersama perangkat desa, teridentifikasi bahwa terdapat peluang untuk terus mengoptimalkan penyampaian informasi terkait prosedur dan alur layanan administrasi kepada masyarakat. Meskipun pelayanan di kantor desa telah berjalan dengan baik, tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada sebagian warga yang belum sepenuhnya memahami secara rinci tahapan serta dokumen persyaratan yang harus dilengkapi dalam setiap jenis pengurusan administrasi.

Sumber foto: Nur Indah Sari

 Keberadaan banner alur pelayanan publik menjadi sangat penting dan strategis karena hadir sebagai media informasi visual yang mampu menjembatani kesenjangan informasi tersebut. Dengan banner yang dipasang secara permanen di ruang pelayanan, masyarakat dapat secara mandiri mengakses dan memahami seluruh prosedur sebelum dilayani oleh petugas. Hal ini tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen desa dalam mewujudkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemudahan masyarakat.

Banner alur pelayanan administrasi ditempatkan di ruang pelayanan Kantor Desa Krikilan agar mudah diakses dan dilihat oleh masyarakat yang datang mengurus administrasi. Dengan adanya panduan visual yang jelas, masyarakat kini dapat memahami berkas apa saja yang harus disiapkan secara mandiri sebelum melangkah ke meja pelayanan

Sumber foto: Nur Indah Sari

Kepala Desa Krikilan beserta jajaran perangkat desa menyambut baik dan memberikan apresiasi penuh atas inisiatif mahasiswa KKN ini. Kehadiran banner informasi ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi pelayanan serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di tingkat desa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat semakin erat, sekaligus menjadi wujud nyata peran mahasiswa dalam pemberdayaan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa. Banner yang telah dipasang diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dirawat oleh Pemerintah Desa Krikilan sebagai media informasi jangka panjang bagi masyarakat.

Penulis : Nur Indah Sari

Tingkatkan Kesadaran dan Pencegahan Bahaya Narkoba pada Pertumbuhan Masa Remaja di SMP Muhammadiyah 4 Sukodono

Tingkatkan Kesadaran dan Pencegahan Bahaya Narkoba pada Pertumbuhan Masa Remaja di SMP Muhammadiyah 4 Sukodono

 Tingkatkan Kesadaran dan Pencegahan Bahaya Narkoba pada Pertumbuhan Masa Remaja di SMP Muhammadiyah 4 Sukodono 

Sumber foto: Ivena Marsha Dita

Sragen - (23 Juli 2026) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai bahaya narkoba kepada siswa SMP Muhammadiyah 4 Sukodono. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap generasi muda sekaligus upaya memberikan pemahaman sejak dini mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat berdampak pada kesehatan, pendidikan, pergaulan, dan masa depan remaja.

Kegiatan sosialisasi ini dipilih karena masa remaja merupakan masa ketika seseorang mulai mengenal banyak hal baru dan memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat remaja perlu mendapatkan informasi yang benar mengenai narkoba agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun ajakan dari orang lain. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berusaha memberikan pemahaman dengan cara yang sederhana dan mudah diterima oleh para siswa. Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN menjelaskan terlebih dahulu mengenai pengertian narkoba serta beberapa jenis zat yang termasuk dalam narkoba. Selanjutnya, siswa diberikan penjelasan mengenai berbagai dampak yang dapat muncul akibat penyalahgunaan narkoba. 

Dampak tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan tubuh, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi mental, hubungan dengan keluarga dan teman, prestasi di sekolah, serta masa depan seseorang. Para siswa juga diajak untuk memahami bahwa penyalahgunaan narkoba dapat terjadi karena berbagai faktor, Salah satunya adalah pengaruh lingkungan pertemanan. 

Rasa penasaran atau ajakan dari teman terkadang dapat membuat seseorang mencoba tanpa memikirkan akibatnya. Oleh karena itu, mahasiswa KKN menekankan pentingnya memilih teman dan lingkungan pergaulan yang baik serta berani menolak apabila mendapatkan ajakan yang dapat merugikan diri sendiri. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar siswa tidak hanya menjadi pendengar.

 Setelah materi diberikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Pada sesi ini, siswa terlihat antusias dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai narkoba, dampaknya bagi remaja, serta cara yang dapat dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan narkoba. Antusiasme siswa selama kegiatan menjadi salah satu hal yang paling terlihat. 

Para siswa memperhatikan materi yang disampaikan dan aktif mengikuti sesi diskusi. Keaktifan tersebut menunjukkan bahwa siswa memiliki ketertarikan untuk mengetahui lebih jauh mengenai bahaya narkoba dan bagaimana cara menjaga diri agar tidak terjerumusdalam penyalahgunaannya. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN berharap siswa SMP Muhammadiyah 4 Sukodono dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba. 

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu siswa dalam mengambil keputusan yang tepat, terutama ketika menghadapi ajakan atau pengaruh negatif dari lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda. 

Pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerja sama antara keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan para remaja itu sendiri. Dengan adanya edukasi sejak dini, diharapkan generasi muda dapat lebih sadar akan bahaya narkoba dan mampu menjaga diri untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Penulis: Ivena Marsha Dita

Bekali Siswa Kelas XII dengan Jiwa Kepemimpinan, Mahasiswa KKN Gelar Sosialisasi Pentingnya Leadership dalam Entrepreneurship

Bekali Siswa Kelas XII dengan Jiwa Kepemimpinan, Mahasiswa KKN Gelar Sosialisasi Pentingnya Leadership dalam Entrepreneurship

 Bekali Siswa Kelas XII dengan Jiwa Kepemimpinan, Mahasiswa KKN Gelar Sosialisasi Pentingnya Leadership dalam Entrepreneurship

Sumber foto: Eva Mustika


Sragen — Menyiapkan mental dan keterampilan generasi muda dalam menghadapi dunia setelah kelulusan menjadi fokus utama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui program kerja yang diinisiasi oleh Eva Mustika, mahasiswa KKN menggelar sosialisasi bertajuk pentingnya leadership dalam entrepreneurship bagi siswa kelas XII SMK Negeri 1 Kalijambe, Kabupaten Sragen, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 40 siswa ini bertujuan memberikan wawasan mendalam agar para pelajar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki keberanian untuk menciptakan peluang usaha mandiri. Dalam pemaparannya, Eva Mustika selaku pelaksana program sekaligus narasumber menekankan bahwa entrepreneurship jauh melampaui kemampuan membuat produk atau menjalankan bisnis. 

Seorang wirausahawan yang sukses mutlak membutuhkan jiwa kepemimpinan (leadership) untuk menentukan arah usaha, mengambil keputusan strategis, mengelola risiko, serta bertanggung jawab penuh atas setiap langkah yang diambil.

Selain itu, materi juga mengupas pentingnya memimpin diri sendiri agar tetap konsisten dan memiliki keberanian untuk memulai. Banyak ide usaha sering kali kandas bukan karena kekurangan modal, melainkan rasa takut gagal dan kurangnya kepercayaan diri.

Melalui sosialisasi ini, siswa diajak untuk mengenali potensi diri dan memahami bahwa jiwa kepemimpinan dapat dilatih sejak dini melalui hal-hal sederhana di sekolah, seperti kedisiplinan, rasa tanggung jawab, inisiatif, dan kemampuan bekerja sama.
Eva Mustika menjelaskan materi sosialisasi pentingnya leadership dalam enterpreneur


Penyampaian materi dikemas secara interaktif dengan mengangkat contoh nyata yang dekat dengan keseharian siswa, mematahkan anggapan bahwa wirausaha hanya bisa dilakukan oleh orang tertentu atau bermodal besar.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap para siswa SMK Negeri 1 Kalijambe memiliki mental tangguh, tidak takut menghadapi kegagalan, serta termotivasi untuk menjadi wirausahawan muda yang mandiri dan inovatif setelah lulus nanti.

Penulis: Eva Mustika



Edukasi Smart Consumption dan Literasi Keuangan Digital, Mahasiswa KKN UNISRI Bekali Ibu-Ibu PKK Desa Pantirejo

Edukasi Smart Consumption dan Literasi Keuangan Digital, Mahasiswa KKN UNISRI Bekali Ibu-Ibu PKK Desa Pantirejo

Edukasi Smart Consumption dan Literasi Keuangan Digital, Mahasiswa KKN UNISRI Bekali Ibu-Ibu PKK Desa Pantirejo

(Sumber: Rizal)

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 69 menggelar sosialisasi bertajuk “Smart Consumption & Literasi Keuangan Digital” bagi ibu-ibu PKK dan pelaku usaha di Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi perubahan pola konsumsi akibat pesatnya perkembangan teknologi digital. Kehadiran e-commerce dan penggunaan ponsel pintar telah memberikan kemudahan dalam berbelanja, tetapi di sisi lain juga dapat mendorong perilaku konsumtif dan pembelian secara impulsif.

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai strategi _smart consumption_ atau konsumsi cerdas di era digital. Peserta dibekali sejumlah tips dalam melakukan belanja daring, mulai dari menggunakan kata kunci pencarian yang spesifik, memilih lokasi toko terdekat untuk menghemat biaya pengiriman, hingga memanfaatkan voucher promosi secara bijak sesuai kebutuhan.

Selain itu, peserta diberikan panduan dalam menilai kredibilitas toko daring. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain memilih official store, memperhatikan rating toko, persentase respons terhadap pelanggan, serta memeriksa ulasan pembeli, khususnya ulasan yang dilengkapi foto atau video.

Mengelola Anggaran dan Mengendalikan Keinginan

Materi sosialisasi juga membahas pentingnya pengendalian diri dan pengelolaan anggaran rumah tangga. Ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam mengatur keuangan keluarga, sehingga kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Peserta diajak mengklasifikasikan pengeluaran berdasarkan skala prioritas. Kebutuhan wajib, seperti bahan pokok dan pembayaran listrik, perlu dibedakan dari keinginan yang bersifat opsional atau sekadar mengikuti tren.

Mahasiswa KKN juga memperkenalkan aturan jeda 24 jam (cooldown rule) sebagai salah satu cara menghindari keputusan belanja secara impulsif. Peserta dianjurkan memasukkan barang yang ingin dibeli ke dalam keranjang belanja, kemudian menutup aplikasi selama 24 jam. Jeda tersebut diharapkan dapat membantu konsumen mempertimbangkan kembali apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya muncul akibat dorongan emosional sesaat.

Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Risiko Digital

Tidak hanya membahas perilaku konsumsi, sosialisasi juga memberikan edukasi mengenai keamanan digital dan risiko utang konsumtif. Peserta diingatkan untuk mewaspadai berbagai modus penipuan digital, seperti paket COD fiktif, serta menjaga kerahasiaan kode OTP dan PIN mobile banking.

Mahasiswa KKN juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengunduh file berformat .APK yang dikirim melalui WhatsApp karena berpotensi membahayakan keamanan data pribadi. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai risiko penggunaan layanan PayLater dan pinjaman online ilegal yang dapat membebani kondisi keuangan keluarga, terutama apabila digunakan secara tidak bijak.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 69 berharap ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Pantirejo dapat menerapkan tiga prinsip utama konsumen cerdas, yaitu cerdas memilih, cerdas mengelola, dan cerdas mengamankan. Penerapan ketiga prinsip tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi konsumen yang lebih rasional dalam berbelanja sekaligus bijak dalam mengelola keuangan keluarga.

Penulis: Aditia Fajar Pratama & Rania Azri Sobari

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

Mahasiswa KKN Unisri Pasang Papan Informasi UMKM di Terminal Sangiran Sragen

Mahasiswa KKN Unisri Pasang Papan Informasi UMKM di Terminal Sangiran Sragen

Mahasiswa KKN Unisri Pasang Papan Informasi UMKM di Terminal Sangiran Sragen 

Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 28 bergotong royong menggali lubang dan mendirikan tiang papan informasi UMKM di kawasan Terminal Sangiran, Desa Krikilan.

SRAGEN — Sebuah papan informasi berdiri tegak di kawasan Terminal Sangiran, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Sabtu (29/8/2026). Di balik deretan informasi yang terpampang, papan sederhana ini menyimpan sebuah misi besar: merangkul potensi ekonomi lokal agar lebih kasat mata dan mudah diakses oleh warga maupun pelancong yang melintas di pusat situs purbakala dunia tersebut.

​Upaya nyata ini diwujudkan oleh Kelompok 28 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta. Di bawah terik matahari, para mahasiswa tampak turun tangan langsung merampungkan pemasangan mulai dari menyiapkan titik lokasi, mencangkul tanah untuk menanam tiang fondasi, hingga memastikan struktur papan berdiri dengan kokoh.

Memberi Ruang bagi UMKM Lokal

​Bagi masyarakat desa, denyut nadi perekonomian banyak bertumpu pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai produk tumbuh dari kreativitas warga, meski seringkali ruang edarnya hanya terbatas di lingkup internal perkampungan. Keterbatasan jangkauan promosi inilah yang kemudian mengetuk kepedulian Kelompok 28 untuk menghadirkan solusi fungsional.

​Ketua Kelompok 28 KKN UNISRI, Eva Mustika, mengungkapkan bahwa pemilihan kawasan Terminal Sangiran didasarkan pada pertimbangan strategis tingginya mobilitas pengunjung luar daerah.

​“Kami ingin UMKM yang ada di Desa Krikilan lebih dikenal, bukan hanya oleh masyarakat sekitar, tetapi juga oleh orang-orang yang datang ke kawasan Sangiran. Karena itu, kami membuat media informasi yang sederhana, tetapi diharapkan bisa memberikan manfaat,” ujar Eva.

​Melalui etalase luar ruang ini, papan informasi tidak sekadar berfungsi sebagai penunjuk, melainkan menjadi jembatan penghubung antara produk lokal Krikilan dengan khalayak yang lebih luas.

Sumber foto: KKN PPM UNISRI 28 Krikilan 


Dari Gagasan Menjadi Nyata

​Proses merintis fasilitas publik ini dilalui dengan kerja gotong royong penuh kebersamaan. Bagi para mahasiswa, hasil pengabdian tidak harus selalu berwujud proyek megah berbiaya tinggi. Sederhana, namun tepat sasaran dan berumur panjang, kerap kali menjadi bentuk kontribusi yang paling dirindukan warga.

​Eva berharap, buah tangan dari program kerja ini tidak lantas sirna begitu masa pengabdian mereka di Krikilan usai. Ia menitipkan asa agar fasilitas tersebut dapat dirawat bersama sebagai penopang promosi jangka panjang.

​“Kami memang berada di Desa Krikilan dalam waktu yang terbatas. Karena itu, kami ingin meninggalkan sesuatu yang bisa tetap digunakan setelah KKN selesai. Harapannya, papan ini bisa dirawat dan informasinya terus dimanfaatkan untuk mengenalkan UMKM yang ada di desa,” tutur Eva.

Jejak Sederhana yang Diharapkan Bertahan

​Kini, deretan profil usaha warga Krikilan telah menghiasi sudut strategis Terminal Sangiran. Tanpa panggung megah ataupun perayaan khusus, sekelompok mahasiswa ini berhasil meninggalkan rekam jejak pengabdian yang membumi.

​Sebab pada akhirnya, KKN bukan sekadar tentang datang, menjalankan program, lalu pergi meninggalkan kenangan. Lebih dari itu, ia adalah tentang bagaimana sebuah gagasan kecil mampu menyalakan asa dan terus memberi manfaat jauh setelah para mahasiswanya kembali ke kampus tercinta.

Penulis: KKN PPM 28 Unisri desa Krikilan 

Menyalakan Asa di Jalanan Krikilan: Sentuhan Sederhana Mahasiswa Unisri Redam Gelap Malam

Menyalakan Asa di Jalanan Krikilan: Sentuhan Sederhana Mahasiswa Unisri Redam Gelap Malam

 Menyalakan Asa di Jalanan Krikilan: Sentuhan Sederhana Mahasiswa Unisri Redam Gelap Malam

Aksi lembur mahasiswa KKN UNISRI memasang patok pembatas jalan di Desa Dawung, Jenar, Sragen, demi meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan


SRAGEN — Ketika tirai malam mulai turun dan menyelimuti Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, suasana berubah senyap. Di balik ketenangan desa yang berada di jantung kawasan situs purbakala Sangiran ini, tersimpan sebuah tantangan harian bagi para pengendara: minimnya penerangan di sejumlah ruas jalan.

Batas antara badan jalan dan bahu jalan seringkali tak terlihat jelas begitu sang surya tenggelam. Kondisi inilah yang kemudian mengetuk kepedulian para mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) 28 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.

Alih-alih melangkah jauh mencari program kerja yang muluk-muluk, mereka memilih menajamkan mata pada persoalan-persoalan kasat mata di sekeliling posko mereka. Dari hasil pengamatan di lapangan, beberapa ruas jalan desa terpantau gelap gulita tanpa lampu penerangan yang memadai.

Bagi warga lokal yang sudah hafal liku jalan, barangkali gelap bukan halangan besar. Namun, situasi itu bisa menjadi ancaman tersendiri bagi pengendara luar daerah atau warga yang melintas larut malam. Berangkat dari keresahan kecil itulah, sebuah ide solutif lahir: menghadirkan tiang reflektor pemantul cahaya.

Pada Selasa, 25 Agustus 2026, kesibukan terlihat di beberapa titik rawan jalan desa. Sejumlah mahasiswa tampak bahu-membahu menanam tiang-tiang besi berbalut warna putih bersih di sisi jalan. Tiang-tiang tersebut bukan sekadar penanda biasa, melainkan dilengkapi dengan stiker reflektor berwarna kuning menyala yang dirancang khusus untuk memantulkan cahaya lampu kendaraan.

Ketua Kelompok KKN PPM 28 Unisri, Eva Mustika , menjelaskan bahwa inisiatif ini murni lahir dari kepekaan mahasiswa terhadap kondisi riil di lapangan selama mereka tinggal bersama warga Krikilan, Kalijambe.

"Kami melihat beberapa bagian jalan di Desa Krikilan masih cukup gelap pada malam hari. Karena itu, kami mencoba memberikan penanda melalui pemasangan tiang reflektor agar sisi jalan lebih mudah terlihat oleh masyarakat yang melintas," ujar Eva di sela-sela kegiatan.

Cara kerjanya terbilang sederhana namun efektif. Ketika sorotan lampu utama sepeda motor atau mobil mengenai reflektor tersebut, cahaya akan memantul kembali ke arah pengemudi. Pantulan terang ini berfungsi sebagai rambu darurat alami yang memandu pengendara mengenali batas aman jalan, sekaligus menghindari potensi kecelakaan akibat terperosok ke bahu jalan yang lebih rendah atau berlubang.

Sumber foto: KKN PPM 28 Desa Krikilan


Sebelum pemasangan dilakukan, anggota kelompok KKN terlebih dahulu melakukan survei kelayakan titik. Mereka memetakan tikungan atau ruas jalan lurus di wilayah Kalijambe ini yang paling minim penerangan jalan umum (PJU). Setelah titik-titik krusial ditentukan, proses pengecatan, perakitan, hingga penanaman tiang dilakukan secara gotong royong oleh seluruh anggota tim.

Bagi para mahasiswa, pengalaman mengabdi di Sragen ini memberikan pelajaran berharga di luar ruang kelas kampus. Pengabdian masyarakat, terbukti tidak selalu harus diwujudkan lewat proyek megah berbiaya tinggi. Terkadang, empati yang jeli menangkap detail-detail kecil justru mampu menghadirkan dampak besar bagi keselamatan sesama.

"Kami berharap tiang reflektor ini dapat membantu masyarakat mengenali batas jalan ketika malam hari dan membuat pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas," tambahnya.

Kehadiran tiang reflektor di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, kini menjadi saksi bisu bagaimana kolaborasi kaum muda akademisi dengan realitas pedesaan mampu melahirkan solusi tepat guna. Saat lampu-lampu kendaraan warga berpapasan dengan pantulan cahaya kuning di sepanjang jalan desa, ada secercah rasa aman yang ikut menyala menandakan bahwa kepedulian sekecil apa pun akan selalu menemukan jalannya untuk menerangi sesama.


Penulis: Alifah dan Anggota KKN PPM 28 Desa Krikilan

Smart Saving Challenge, Ajarkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini kepada Siswa SDN Banaran

Smart Saving Challenge, Ajarkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini kepada Siswa SDN Banaran

Smart Saving Challenge, Ajarkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini kepada Siswa SDN Banaran


Keceriaan siswa kelas IV SDN Banaran foto bersama dengan mahasiswa KKN UNISRI.



Sragen, 24 Juli 2026 — Mahasiswa KKN melaksanakan program kerja Smart Saving Challenge bersama siswa kelas IV SDN Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mengenalkan pentingnya menabung serta membangun kebiasaan mengelola uang sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan tabungan yang telah disediakan dan kartu target Smart Saving Challenge. Kartu tersebut digunakan siswa untuk menentukan target serta mencatat dan memberikan tanda setiap kali mereka berhasil menabung. Dengan adanya kartu target, kegiatan menabung dibuat lebih menarik dan mendorong siswa untuk menabung secara rutin dan konsisten.

Sumber foto: Eva Setya Permana


Untuk meningkatkan semangat siswa dalam mengikuti tantangan, diberikan apresiasi kepada siswa yang berhasil mencapai target. Terdapat tiga pemenang dengan hadiah yang berbeda. Pemenang pertama mendapatkan tumbler, pemenang kedua mendapatkan tas, dan pemenang ketiga mendapatkan crayon beserta alat tulis. Sementara itu, siswa lainnya yang tetap mengikuti kegiatan dan menunjukkan konsistensi dalam menabung juga mendapatkan alat tulis sebagai bentuk apresiasi.

Sumber foto: Eva Setya Permana

Kegiatan Smart Saving Challenge bertujuan untuk menanamkan kebiasaan menabung sejak dini, melatih kedisiplinan dan konsistensi siswa, serta mengenalkan pengelolaan keuangan secara sederhana. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membuat siswa memahami bahwa menabung tidak harus dimulai dari jumlah yang besar, tetapi dapat dilakukan sedikit demi sedikit secara rutin.

Melalui kegiatan ini, siswa kelas IV SDN Banaran diharapkan dapat menerapkan kebiasaan menabung dalam kehidupan sehari-hari. Smart Saving Challenge tidak hanya menjadi sebuah tantangan untuk mendapatkan hadiah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran agar siswa terbiasa hidup hemat, bertanggung jawab, dan memiliki target untuk masa depan.

Penulis: Eva Setya Permana

Sosialisasi Edukasi Etika Berkomunikasi dengan Baik dan Sopan di SDN 1 Mlale Kelas 4

Sosialisasi Edukasi Etika Berkomunikasi dengan Baik dan Sopan di SDN 1 Mlale Kelas 4

 

Sumber foto: Tarisa Kania Putri

Mlale, Sragen – Dalam rangka meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya berkomunikasi dengan baik dan sopan dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) melaksanakan kegiatan “Sosialisasi Edukasi Etika Berkomunikasi dengan Baik dan Sopan di SDN 1 Mlale Kelas 4.” Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa, khususnya Tarisa Kania Putri (NPM 23410191), Program Studi Ilmu Komunikasi, dalam memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menerapkan etika dan sikap yang baik saat berkomunikasi.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa kelas 4 SDN 1 Mlale mengenai cara berkomunikasi yang baik, sopan, dan santun, baik dengan guru, teman, maupun orang lain. Melalui kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman bahwa komunikasi tidak hanya berkaitan dengan kata-kata yang digunakan, tetapi juga mencakup sikap, cara berbicara, mendengarkan, serta menghargai orang lain.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pengertian etika komunikasi, pentingnya menggunakan bahasa yang sopan, cara berbicara dengan orang yang lebih tua, serta sikap yang perlu diperhatikan ketika berkomunikasi dengan teman. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar siswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilakukan secara interaktif dengan memberikan contoh situasi komunikasi yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajak untuk memahami perbedaan antara cara berkomunikasi yang baik dan kurang baik, serta bagaimana memberikan respons yang tepat ketika berbicara dengan guru maupun teman.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan dapat memahami pentingnya menghargai lawan bicara, mendengarkan ketika orang lain berbicara, tidak memotong pembicaraan, menggunakan kata-kata yang santun, serta menjaga sikap dalam berkomunikasi. Pemahaman tersebut diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan masyarakat.


Sumber foto: 


Kegiatan sosialisasi ini mendapat respons positif dari siswa kelas 4 SDN 1 Mlale. Siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi dalam proses penyampaian materi maupun contoh-contoh komunikasi yang diberikan. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa KKN untuk berinteraksi secara langsung dengan siswa sekaligus memberikan edukasi yang dapat mendukung pembentukan karakter positif.

Harapan saya melalui kegiatan sosialisasi Edukasi Etika Berkomunikasi dengan Baik dan Sopan, siswa kelas 4 SDN 1 Mlale dapat menerapkan kebiasaan berkomunikasi secara santun, saling menghargai, dan bertanggung jawab dalam setiap interaksi. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah sederhana dalam membentuk karakter siswa yang memiliki sikap sopan, percaya diri, dan mampu membangun hubungan yang baik dengan lingkungan sekitarnya.


Penulis: Tarisa Kania Putri


Gerakan Peduli Sampah Melalui Edukasi Penguraian dan Penyediaan Tong Sampah di Desa Dawung

Gerakan Peduli Sampah Melalui Edukasi Penguraian dan Penyediaan Tong Sampah di Desa Dawung


Kelompok 19 KKN UNISRI Desa Dawung menggelar sosialisasi "Gerakan Peduli Sampah Melalui Edukasi Penguraian Dan Penyediaan Tong Sampah" di Desa Dawung, Jenar, Sragen. 


 Sragen — Menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan bijak menjadi kunci penting dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Kepedulian tersebut diwujudkan oleh Kelompok 19 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melalui pelaksanaan program kerja "Gerakan Peduli Sampah Melalui Edukasi Penguraian Dan Penyediaan Tong Sampah" di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, pada Selasa (18/8/2026).

Kegiatan ini diawali dengan tahap persiapan serta koordinasi bersama perangkat desa dan masyarakat setempat guna memastikan kelancaran seluruh rangkaian acara. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan edukasi komprehensif kepada warga mengenai pentingnya memilah sampah, khususnya pemahaman mendasar terkait perbedaan sampah organik dan anorganik beserta estimasi waktu proses penguraiannya di alam.

Selain teori penguraian sampah, sosialisasi juga menitikberatkan pada dampak buruk pembuangan sampah sembarangan terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan warga. Melalui pendekatan yang komunikatif, masyarakat diajak untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya serta meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Mahasiswa dan warga bergotong royong dalam "Gerakan Peduli Sampah" di Desa Dawung, Jenar, Sragen. Selain edukasi pemilahan sampah dan waktu penguraian, juga dilakukan pemasangan instalasi edukasi serta penyerahan fasilitas tong sampah di lokasi strategis

Sebagai bentuk aksi nyata dan kontribusi langsung, Kelompok 19 KKN UNISRI turut menyediakan dan menempatkan sejumlah fasilitas tong sampah di titik-titik strategis yang telah ditentukan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat mempermudah warga dalam membiasakan diri membuang sampah secara tertib dan teratur.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan ajakan bersama kepada seluruh warga Desa Dawung untuk terus merawat lingkungan, mengelola sampah secara bertanggung jawab, serta menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat agar tercipta lingkungan desa yang nyaman, asri, dan berkelanjutan.


Penulis: Kelompok 19 KKN UNISRI Desa Dawung 

Asah Kreativitas Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Ajak Siswa SD Membuat Gelang Manik-Manik

Asah Kreativitas Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Ajak Siswa SD Membuat Gelang Manik-Manik

 

Sumber foto: Aleta Teethalia Putri Widodo

SRAGEN Kreativitas dan jiwa kewirausahaan dapat dikenalkan kepada anak sejak usia dini melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan. Hal tersebut dilakukan mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta melalui kegiatan pelatihan pembuatan gelang manik-manik bagi siswa kelas IV SD Negeri Mlale 1, Desa Mlale, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan bertajuk “Pelatihan Creativepreneur melalui Pembuatan Gelang Manik-Manik dan Edukasi Pelayanan Prima (Service Excellence) bagi Siswa Sekolah Dasar”tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sekaligus menghasilkan karya secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan berbagai manik-manik dan diarahkan untuk menyusunnya menjadi gelang. Mahasiswa KKN memberikan contoh dan pendampingan selama proses pembuatan, sementara siswa diberikan kebebasan untuk menentukan susunan dan desain gelang sesuai dengan kreativitas masing-masing. Kegiatan praktik menjadi bagian utama dalam pelatihan karena siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi ikut terlibat dalam proses membuat sebuah produk. Melalui aktivitas tersebut, siswa dilatih untuk lebih teliti, kreatif, dan terampil dalam menghasilkan karya.

Selain membuat gelang, mahasiswa KKN juga mengenalkan konsep sederhana mengenai kewirausahaan. Siswa diberikan pemahaman bahwa sebuah hasil karya tidak hanya memiliki nilai kreativitas, tetapi juga dapat mempunyai nilai ekonomi apabila dibuat dengan baik dan dapat ditawarkan kepada orang lain. Untuk membuat pembelajaran lebih menarik, pengenalan kewirausahaan dilakukan melalui simulasi jual beli sederhana. Dengan cara tersebut, siswa dapat memahami secara lebih mudah bagaimana sebuah produk dapat diperkenalkan dan ditawarkan kepada orang lain.

Tidak hanya berfokus pada produk, kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai pelayanan prima atau service excellence. Siswa dikenalkan dengan pentingnya bersikap ramah, sopan, jujur, komunikatif, dan bertanggung jawab ketika berinteraksi dengan orang lain.

Sumber foto:Aleta Teethalia Putri Widodo

Materi pelayanan prima disampaikan melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan demikian, nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami sebagai bagian dari kegiatan usaha, tetapi juga dapat diterapkan ketika siswa berinteraksi dengan teman, guru, maupun orang lain. Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari pihak SD Negeri Mlale 1, khususnya Kepala Sekolah dan Guru Kelas IV. Mahasiswa KKN berperan dalam mempersiapkan kegiatan, memberikan materi, serta mendampingi siswa selama praktik pembuatan gelang dan kegiatan edukasi.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN berharap siswa dapat memperoleh pengalaman baru dalam mengembangkan kreativitas dan keterampilan. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pengenalan awal terhadap kewirausahaan serta membangun rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi siswa. 

Kegiatan creativepreneur ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan pengalaman belajar yang kreatif dan interaktif bagi siswa sekolah dasar. Dengan kegiatan sederhana seperti membuat gelang manik-manik, siswa diajak untuk melihat bahwa sebuah ide dan kreativitas dapat dikembangkan menjadi sebuah karya yang memiliki nilai.

Penulis: Aleta Teethalia Putri Widodo

Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Ajak Siswa SD Negeri Mlale 2 Tanamkan Kepedulian

Cegah Bullying Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Ajak Siswa SD Negeri Mlale 2 Tanamkan Kepedulian

 

Sumber foto: Adiat Azis Adiguna

Sragen — Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman dapat dimulai dari hal sederhana, salah satunya dengan menanamkan sikap saling menghargai dan peduli terhadap sesama sejak usia dini. Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta melalui kegiatan “Sosialisasi Anti Bullying: Cegah Kekerasan, Tanamkan Kepedulian” yang dilaksanakan di SD Negeri Mlale 2, Desa Mlale, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut menyasar siswa kelas V SD Negeri Mlale 2 sebagai upaya memberikan pemahaman mengenai bullying atau perundungan sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya menciptakan hubungan pertemanan yang positif.

Suasana sosialisasi cegah bullying sejak dini
                       di SD Negeri Mlale 2.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memaparkan materi mencakup pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, hingga dampak negatif yang ditimbulkannya baik bagi korban maupun pelaku. Penyampaian dikemas menggunakan bahasa sederhana dan contoh nyata yang dekat dengan keseharian siswa, sehingga mereka lebih mudah memahami bahwa tindakan kekerasan tidak sebatas fisik, melainkan juga mencakup perkataan atau perilaku verbal yang dapat menyakiti perasaan orang lain.

Sumber foto:Adiat Azis Adiguna

Selain mengenalkan bentuk dan dampak perundungan, para siswa juga diajak untuk menumbuhkan sikap empati, toleransi, dan kepedulian antarteman. Mahasiswa menekankan pentingnya keberanian untuk menolak serta tidak ikut mendukung tindakan bullying apabila melihatnya terjadi di lingkungan sekolah. Siswa juga diberikan pemahaman agar tidak ragu melaporkan kejadian tersebut kepada guru atau pihak berwenang guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Pelaksanaan program ini mendapat dukungan penuh dari pihak Kepala Sekolah dan Guru Kelas V SD Negeri Mlale 2. Sinergi yang baik ini membantu kelancaran penyampaian materi serta keaktifan siswa selama kegiatan berlangsung.

Melalui edukasi yang komunikatif ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap para siswa mampu membedakan perilaku perundungan, menjaga perasaan sesama, serta berani mengambil peran dalam mencegah kekerasan. Dengan membangun kebiasaan saling menghargai sejak bangku sekolah dasar, lingkungan pendidikan diharapkan dapat menjadi tempat belajar yang aman, harmonis, dan bebas dari bullying.


Penulis:  Adiat Azis Adiguna

Transformasi Digital Desa Banaran: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Seminar dan Luncurkan Website "Karya Banaran" untuk Dorong UMKM ke Pasar Nasional

Transformasi Digital Desa Banaran: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Seminar dan Luncurkan Website "Karya Banaran" untuk Dorong UMKM ke Pasar Nasional

 

Sumber foto:Muhammad Sulthon Al Haq


SRAGEN — Menjawab tantangan era ekonomi digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang ditempatkan di Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, berhasil menginisiasi program pemberdayaan masyarakat berbasis digitalisasi UMKM. Puncak kegiatan pengabdian ini diwujudkan melalui Seminar dan Penyuluhan Interaktif yang diselenggarakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di Pendopo Balai Desa Banaran.

Kegiatan yang dihadiri oleh para pelaku usaha, perangkat desa, dan pemuda Karang Taruna ini berfokus pada upaya mengangkat potensi produk unggulan lokal seperti mebel, konveksi, dan kerajinan layang-layang agar mampu menembus pasar yang lebih luas hingga skala nasional. Selama ini, pemasaran produk UMKM di Desa Banaran masih sangat bergantung pada metode dari mulut ke mulut serta jaringan distribusi lokal yang terbatas, sehingga potensi pertumbuhannya belum tergarap secara maksimal.


Sumber foto:Muhammad Sulthon Al Haq


Melihat besarnya potensi kerajinan warga yang belum memiliki visibilitas daring memadai, mahasiswa KKN Unisri merancang sebuah infrastruktur digital terpadu yang berpusat pada situs resmi karyabanaran.com. Dalam pemaparannya, situs ini diperkenalkan bukan sekadar sebagai profil desa, melainkan berfungsi sebagai "kantor pusat" sekaligus katalog digital interaktif bagi seluruh pelaku usaha setempat. Ditopang oleh sistem Content Management System (CMS) yang mudah digunakan, perangkat desa dan pemuda Karang Taruna kini memiliki kemampuan untuk mengelola data profil UMKM, memperbarui galeri produk secara mandiri, hingga mempublikasikan buletin atau artikel kegiatan warga secara berkala.

Sumber foto: Muhammad Sulthon Al Haq


Tidak hanya menyediakan infrastruktur teknologi, kegiatan tersebut juga diisi dengan lokakarya praktis bagi para pelaku UMKM. Materi yang disampaikan mencakup teknik penyusunan narasi pemasaran (copywriting) yang menarik, standar dokumentasi visual produk menggunakan perangkat gawai, serta pengenalan strategi lanjutan berupa pemanfaatan iklan berbayar di media sosial (social media ads) untuk menjangkau target konsumen secara lebih spesifik dan efisien. 


Penulis: Muhammad Sulthon Al Haq 



Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done