LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Tingkatkan Daya Saing Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Gelar Pendampingan Digitalisasi UMKM di Sragen

Tingkatkan Daya Saing Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Gelar Pendampingan Digitalisasi UMKM di Sragen

 

Tingkatkan Daya Saing Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Gelar Pendampingan Digitalisasi UMKM di Sragen

Sumber foto: Kholifah Wahyuni

SRAGEN — Dalam upaya mengakselerasi visibilitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digital, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kholifah Wahyuni, melaksanakan program pendampingan digitalisasi usaha berbasis Local SEO pada Minggu (9/8/2026) hingga Senin (10/8/2026). Program ini berfokus pada pendaftaran dan optimasi akun Google Business Profile serta penyediaan identitas fisik bagi pelaku UMKM di wilayah Dukuh Jumeneng RT 12, Desa Padas, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.


Sumber foto: Kholifah Wahyuni 


Kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan pendataan langsung terhadap tiga unit usaha sasaran di desa setempat, yaitu Kedai Ya Salma, Rumah Produksi Krupuk Restu Ibu, dan Kedai Es Teh. Pendataan mencakup inventarisasi identitas usaha, jenis produk, alamat presisi, kontak operasional, hingga pengecekan keberadaan profil digital usaha di mesin pencari.

​"Banyak pelaku UMKM yang sudah memiliki produk potensial, namun keberadaan usahanya belum terindeks secara optimal di peta digital. Melalui pendampingan ini, kami membantu membuatkan profil bisnis baru bagi yang belum memiliki, serta mengoptimalkan profil yang sudah ada agar lebih mudah ditemukan masyarakat," ujar Kholifah Wahyuni.
Dokumentasi pelaksanaan kegiatan proker individu pendampingan digitalisasi UMKM 

Selain penguatan identitas digital, program pendampingan ini juga merealisasikan bantuan fisik berupa pembuatan dan pemasangan spanduk usaha untuk Rumah Produksi Krupuk Restu Ibu. Pemasangan spanduk dilakukan secara langsung di lokasi produksi di Dukuh Jumeneng RT 12 sebagai media informasi visual sekaligus tanda pengenal fisik bagi calon konsumen.

​Agar dampak program berkelanjutan, pelaku UMKM turut dibekali edukasi pengelolaan mandiri. Materi pendampingan mencakup tata cara pembaruan data berkala, pengunggahan foto produk terbaru, penyesuaian jam operasional, hingga strategi memanfaatkan fitur promosi Google Maps secara mandiri.

Sebagai tahap akhir dan luaran kegiatan, dilakukan verifikasi penelusuran digital untuk memastikan seluruh profil usaha telah aktif dan dapat diakses publik. Seluruh data hasil pendataan disusun menjadi database digital UMKM yang terintegrasi, didukung dengan modul panduan singkat pengelolaan profil bisnis serta dokumentasi pelaksanaan program.

 
Penulis: Kholifah Wahyuni 

Dukung UMKM Desa Jambangan, Mahasiswa KKN UNISRI Pasang Banner Promosi Usaha Warga

Dukung UMKM Desa Jambangan, Mahasiswa KKN UNISRI Pasang Banner Promosi Usaha Warga


Dukung UMKM Desa Jambangan, Mahasiswa KKN UNISRI Pasang Banner Promosi Usaha Warga

Sumber foto: Fisichella lovely f.s

SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta membantu meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jambangan, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, melalui pembenahan media promosi visual. 

Melalui program kerja individu mahasiswa Ilmu Komunikasi konsentrasi Marketing Communication (Markom), tim KKN menyerahkan dan memasang banner promosi bagi warung kelontong milik warga setempat pada Senin (10/8/2026).

Program ini digagas untuk memperkuat identitas visual serta memperluas jangkauan pemasaran usaha mikro di tingkat desa. Banner dirancang informatif dan komunikatif dengan menampilkan daftar produk unggulan, mulai dari aneka minuman, makanan ringan, cilok, hingga jajanan harian masyarakat. 
Sumber foto: Fisichella 

Perwakilan mahasiswa KKN UNISRI menyatakan bahwa keterbatasan media promosi kerap menjadi kendala bagi pelaku UMKM pedesaan dalam menarik konsumen. Tampilan desain yang sederhana namun kontras dipilih agar mudah dibaca oleh calon pembeli yang melintas.

Selain membantu branding visual, kehadiran banner ini diharapkan menjadi sarana komunikasi langsung antara pemilik warung dan konsumen. Penguatan strategi pemasaran skala lokal ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi warga Desa Jambangan.

Penulis : Fisichella lovely f.s



KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Anti-Bullying dan Pohon Harapan di SDN Slendro 3 Sragen

KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Anti-Bullying dan Pohon Harapan di SDN Slendro 3 Sragen

 

KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Anti-Bullying dan Pohon Harapan di SDN Slendro 3 Sragen

Dokumentasi foto bersama mahasiswa KKN PPM UNISRI bersama murid SDN Slendro 3 Sragen 

SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar kolaborasi program kerja di SD Negeri Slendro 3, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi siswa mengenai bahaya perundungan (bullying), menanamkan budaya damai, serta memotivasi siswa meraih cita-cita.

Sosialisasi bertema “Edukasi Pemahaman Mengenai Perundungan pada Anak: Stop Bullying di Sekolah” ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

Sesi pertama diisi oleh mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling yang memaparkan materi bentuk, jenis, serta dampak perundungan bagi korban dan pelaku. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan tayangan PowerPoint yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak usia sekolah dasar.

Sumber foto : Yudith
Melalui pemaparan ini, siswa diharapkan memahami dampak buruk perundungan terhadap kesehatan mental korban, sehingga mampu mencegah terjadinya tindak bullying baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah.

Selanjutnya, sesi kedua dibawakan oleh mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional dengan tema “Menjadi Anak Pembawa Damai”. Siswa diajak memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Penyampaian materi dikemas melalui diskusi, permainan edukatif, dan simulasi sederhana terkait penyelesaian konflik tanpa kekerasan.

Sumber foto : Yudith
Kegiatan ditutup dengan aksi simbolis yang dipandu mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Setiap siswa diminta menuliskan harapan serta cita-cita mereka pada selembar kertas, lalu menempelkannya di media berbentuk "Pohon Harapan" yang terbuat dari kardus bekas. Pohon Harapan ini menjadi sarana ekspresi sekaligus pemantik semangat belajar siswa untuk meraih masa depan.
Sumber foto: Yudith
Melalui kolaborasi lintas program studi ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap para siswa SDN Slendro 3 mampu menjadi agen pembawa damai di lingkungan sekolah serta termotivasi untuk terus mengejar cita-cita mereka.


Penulis:
1. YUDITH WIDYA PERMANA – BIMBINGAN DAN KONSELING
2. CITRA MAYANG AZZAHRA – PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
3. EUNIKE HERSYANA WULANDARI – HUBUNGAN INTERNASIONAL

Edukasi dan Sosialisasi Kesadaran Hukum "Stop Bullying, Let’s Be Friends": Upaya Pencegahan Perundungan dan Pemahaman Tindakan Preventif bagi Siswa SDN 2 Ngrombo

Edukasi dan Sosialisasi Kesadaran Hukum "Stop Bullying, Let’s Be Friends": Upaya Pencegahan Perundungan dan Pemahaman Tindakan Preventif bagi Siswa SDN 2 Ngrombo

 Edukasi dan Sosialisasi Kesadaran Hukum "Stop Bullying, Let’s Be Friends": Upaya Pencegahan Perundungan dan Pemahaman Tindakan Preventif bagi Siswa SDN 2 Ngrombo


(Sumber: Cindy Avionica)

Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 85, Ester Saur Maulina Sinaga, melaksanakan program kerja individu di SD Negeri 2 Ngrombo, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen (Selasa, 28 Juli 2026).

Tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah merupakan isu krusial yang dapat mengganggu perkembangan fisik, mental, serta psikologis anak. Sering kali, siswa di tingkat Sekolah Dasar belum memahami secara utuh jenis-jenis tindakan yang tergolong perundungan serta dampak hukum dan sosial yang ditimbulkannya. Sebagai wujud pengabdian masyarakat dalam Program Kerja Individu KKN, Ester Saur Maulina Sinaga dari Fakultas Hukum UNISRI Surakarta menyelenggaraan kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan bullying di SDN 2 Ngrombo, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini menyasar siswa kelas 3 hingga kelas 6 untuk memberikan pemahaman dasar hukum dan norma sosial dalam membangun lingkungan belajar yang aman dan bersahabat.

Pelaksanaan kegiatan edukasi dan sosialisasi ini dirancang untuk mencapai beberapa sasaran utama di lingkungan sekolah. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengertian dasar bullying, berbagai bentuknya baik secara verbal, fisik, maupun sosial, serta dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkannya. Kegiatan ini juga berupaya membangun keterbukaan komunikasi dengan mendorong keberanian siswa untuk melapor kepada guru maupun orang tua jika mengetahui adanya korban.

Rangkaian acara diawali dengan penyampaian materi interaktif menggunakan bahasa yang mudah dicerna oleh anak-anak sekolah dasar, di mana siswa diajak memahami perbedaan antara bercandaan biasa dengan aksi perundungan beserta dampaknya. Siswa didorong untuk tidak menjadi penonton yang diam (silent bystander), melainkan berani menegur secara aman, merangkul serta mendukung teman yang menjadi korban, dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Wali Kelas, Guru BK, atau orang tua.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi keterbukaan dan cerita (Speak Up Session) yang dirancang sebagai ruang aman bagi para siswa. Pada sesi ini, siswa diajak untuk saling berbagi pengalaman atau keluh kesah apabila pernah mengalami maupun menyaksikan perundungan tanpa rasa takut atau malu. Sebagai penutup yang berkesan, seluruh siswa dan fasilitator melakukan deklarasi persahabatan bersama bertajuk "Stop Bullying, Let’s Be Friends" sebagai simbol komitmen untuk saling menjaga, menghormati, dan merangkul sesama teman tanpa membeda-bedakan.

Pelaksanaan program kerja ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan SDN 2 Ngrombo, Tangen, Sragen. Siswa-siswi kelas 3 hingga kelas 6 kini memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai konsep perundungan serta mampu mengidentifikasi batasan perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam pertemanan. Selain itu, tumbuh keberanian dan kesadaran dalam diri siswa untuk bersikap terbuka serta melaporkan indikasi bullying kepada pihak sekolah atau orang tua. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mendorong terciptanya suasana lingkungan belajar yang lebih ramah anak, harmonis, dan saling mendukung antar sesama siswa.

Penulis: Ester Saur Maulina Sinaga

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M


Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 Tanamkan Budaya Gemar Menabung melalui Edukasi Literasi Keuangan di SD Negeri 1 Jenar

Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 Tanamkan Budaya Gemar Menabung melalui Edukasi Literasi Keuangan di SD Negeri 1 Jenar

Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 Tanamkan Budaya Gemar Menabung melalui Edukasi Literasi Keuangan di SD Negeri 1 Jenar

(Sumber: Vicky Febri Setiyawan)

Jenar, Sragen – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan, mengembangkan kreativitas, serta berkolaborasi dengan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dan mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan. Dalam rangka meningkatkan literasi keuangan sejak usia dini, Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 melaksanakan program kerja bertajuk “Bijak Memakai Uang: Gerakan Gemar Menabung dan Kreasi Celengan” di SD Negeri 1 Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan membentuk kebiasaan positif dalam mengelola keuangan sejak anak-anak.

Program diawali dengan penyampaian materi edukatif mengenai pentingnya menabung sebagai bagian dari kebiasaan hidup hemat. Mahasiswa menjelaskan pengertian menabung, manfaat yang dapat diperoleh, sumber uang tabungan, serta cara menggunakan uang saku secara bijak. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga mudah dipahami.

Dalam penyampaian materi, siswa dikenalkan bahwa uang tabungan tidak hanya berasal dari uang saku, tetapi juga dapat berasal dari hadiah ulang tahun, Tunjangan Hari Raya (THR), hadiah lomba, maupun pemberian orang tua. Siswa juga diajak memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang terlebih dahulu untuk ditabung sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya. Selain itu, mahasiswa memberikan contoh sederhana pengelolaan uang saku agar anak-anak mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya memberikan teori, mahasiswa KKN juga mengajak peserta mengikuti kegiatan Kreasi Celengan. Setiap siswa menghias celengan sesuai kreativitas masing-masing sebagai simbol komitmen untuk mulai membiasakan diri menabung. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari siswa karena mereka dapat berkreasi sekaligus memahami manfaat menabung dengan cara yang menyenangkan.

Suasana kegiatan semakin interaktif melalui sesi Fun Game berupa kuis mengenai materi yang telah dipelajari. Melalui permainan tersebut, siswa diajak mengingat kembali pengertian menabung, manfaat memiliki tabungan, sumber uang tabungan, hingga cara mengelola uang saku dengan baik. Pendekatan ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan meningkatkan partisipasi siswa selama kegiatan berlangsung.

Program kerja ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya literasi keuangan sejak usia dini. Kebiasaan sederhana seperti menyisihkan uang setiap hari diharapkan dapat membentuk karakter disiplin, bertanggung jawab, hemat, serta mampu mengambil keputusan yang bijaksana dalam menggunakan uang. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam menghadapi kehidupan di masa depan.

Melalui kegiatan Gerakan Gemar Menabung dan Kreasi Celengan, Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter dan literasi keuangan di lingkungan SD Negeri 1 Jenar. Program ini juga menjadi wujud komitmen mahasiswa dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui kegiatan yang edukatif, inovatif, dan berdampak positif bagi masyarakat Desa Jenar.


Penulis: Widya Fatimatuz Zahra

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

Mahasiswa KKN UNISRI Beri Edukasi Etika dan Keamanan Digital untuk Anak-Anak di Sragen, Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini

Mahasiswa KKN UNISRI Beri Edukasi Etika dan Keamanan Digital untuk Anak-Anak di Sragen, Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini

 Mahasiswa KKN UNISRI Beri Edukasi Etika dan Keamanan Digital untuk Anak-Anak di Sragen, Tanamkan Kesadaran Hukum Sejak Dini

Dokumentasi mahasiswa KKN PPM UNISRI melakukan foto bersama dengan siswa-siswi sekolah dasar di desa Krikilan Sragen 
(Pradinda Puspa Rinjani)

SRAGEN — Di tengah masifnya penggunaan gawai dan internet di kalangan anak-anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Pradinda Puspa Rinjani, mengambil langkah nyata melalui program edukasi etika dan keamanan digital. Kegiatan ini menyasar siswa-siswi sekolah dasar kelas 4 hingga 6 di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jumat (24/7/2026).

Berlangsung di Posko KKN Desa Krikilan, program ini dirancang untuk membekali anak-anak pemahaman hukum serta etika bermMEDIA sosial sejak usia dini. Mengingat anak-anak masa kini lekat dengan gim daring (online games) dan media sosial, edukasi ini dinilai krusial agar mereka terhindar dari dampak buruk dunia maya.

Dalam pemaparannya, Pradinda menggunakan bahasa yang ringan dan dekat dengan keseharian anak-anak. Materi yang disajikan berfokus pada empat poin penting:
1. Etika Komunikasi Digital: Mengajarkan anak-anak untuk menggunakan bahasa yang sopan, saling mendukung, serta memahami bahwa komentar negatif atau merendahkan orang lain di internet memiliki konsekuensi hukum.
2.Keamanan Data Pribadi: Mengedukasi peserta untuk menjaga kerahasiaan kata sandi (password), PIN, kode OTP, serta waspada terhadap modus hadiah atau kuota gratis berkedok tautan mencurigakan.
3.Kewaspadaan dengan Orang Asing: Memperingatkan anak-anak agar tidak mudah percaya kepada orang yang dikenal melalui internet, menolak ajakan pertemuan secara langsung, serta melapor kepada orang tua atau guru jika merasa tidak nyaman.
4. Menghormati Privasi Sesama: Menanamkan kebiasaan meminta izin sebelum mengambil dan menyebarkan foto atau video orang lain agar tidak merugikan pihak lain.

dokumentasi pemaparan materi 
 ( Pradinda Puspa Rinjani)

Meskipun sempat menghadapi kendala berupa variasi tingkat pemahaman peserta dan rentang konsentrasi anak-anak yang mudah terdistraksi, kegiatan ini tetap berjalan lancar berkat pendekatan interaktif dan penggunaan contoh kasus yang relevan.

Pemerintah Desa Krikilan bersama warga turut menyambut positif inisiatif ini. Melalui edukasi interaktif ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap anak-anak Desa Krikilan dapat tumbuh menjadi generasi digital yang cerdas, aman, santun, serta memiliki kesadaran hukum dalam "berpikir sebelum mengklik" di ruang siber.

Penulis: Pradinda Puspa Rinjani 

Ajak Siswa SDN 1 Jetiskarangpung Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN Gelar Aksi "Yuk Menanam"

Ajak Siswa SDN 1 Jetiskarangpung Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN Gelar Aksi "Yuk Menanam"

 Ajak Siswa SDN 1 Jetiskarangpung Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN Gelar Aksi "Yuk Menanam"

Sumber foto: Dristya Herra Talitha


SRAGEN — Kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini. Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menghadirkan program edukatif bertajuk "Yuk Menanam" bagi siswa-siswi kelas VI SDN 1 Jetiskarangpung, Kabupaten Sragen, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah ini dikemas secara kreatif dan interaktif, memadukan sesi edukasi ruang kelas, permainan edukatif (game), hingga praktik langsung menanam tanaman krokot di lingkungan sekolah.

Dokumentasi mahasiswi KKN Unisri memaparkan materi (Dristya)

Pemilihan tanaman krokot sebagai media utama bukan tanpa alasan. Karakteristik tanaman ini dikenal tangguh, mudah beradaptasi, serta sangat ramah bagi pemula, menjadikannya sarana belajar yang ideal untuk mengenalkan proses botani dasar kepada anak-anak sekolah dasar.

Rangkaian acara dibuka dengan pemaparan materi ringan seputar fungsi ekologis tumbuhan, mulai dari menghasilkan oksigen, menciptakan suasana sejuk, hingga mempercantik pekarangan. Guna menguji pemahaman sekaligus menjaga energi peserta tetap tinggi, mahasiswa KKN mengadakan sesi tanya jawab berhadiah yang langsung disambar antusiasme luar biasa dari para siswa kelas VI.
      
Sumber foto: Dristya Herra Talitha

Puncak kegiatan ditutup dengan aksi nyata melalui praktik menanam bersama. Dipandu langsung oleh tim KKN, para siswa tampak cekatan menyiapkan media tanam, memindahkan bibit krokot ke dalam pot atau polibag, hingga menyiramnya dengan takaran air yang pas.

Pihak sekolah memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya program ini. Kombinasi metode belajar sambil bermain terbukti ampuh membuat materi pelestarian lingkungan terserap dengan baik tanpa terasa membosankan. Melalui langkah kecil ini, mahasiswa KKN berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam di masa depan.

Penulis: Dristya Herra Talitha


Mahasiswa KKN Dorong Daya Saing UMKM Kerupuk Kulit Sapi di Dukuh Jumeneng Lewat Digitalisasi dan Pelatihan Produks

Mahasiswa KKN Dorong Daya Saing UMKM Kerupuk Kulit Sapi di Dukuh Jumeneng Lewat Digitalisasi dan Pelatihan Produks

 Mahasiswa KKN Dorong Daya Saing UMKM Kerupuk kulit sapi di dukuh Jumeneng Lewat Digitalisasi dan Pelatihan Produksi

Sumber foto : Nurul Mafthuha

DUKUH JUMENENG — Dalam upaya meningkatkan nilai jual dan memperluas jangkauan pasar produk lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program pendampingan intensif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerupuk kulit sapi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada Minggu hingga Senin, 9–10 Agustus 2026, ini difokuskan pada peningkatan kualitas produksi, pengemasan, serta digitalisasi pemasaran.

Kerupuk kulit sapi di Dukuh Jumeneng dikenal memiliki potensi besar sebagai produk unggulan masyarakat. Namun, selama ini proses produksi yang masih dilakukan secara sederhana serta terbatasnya strategi pemasaran menjadi kendala utama dalam menembus pasar yang lebih luas.

1. Pengenalan dan Optimalisasi Proses Produksi
Mahasiswa KKN bersama pelaku usaha meninjau langsung alur produksi kerupuk kulit sapi tradisional untuk memastikan kebersihan, kualitas produk, serta efisiensi kerja. Proses pembuatan kerupuk kulit sapi ini melalui tujuh tahapan utama yang ketat:

A. Perendaman: Kulit sapi direndam terlebih dahulu di dalam air biasa untuk melunakkan tekstur awal.
B. Perebusan: Kulit melalui proses perebusan matang untuk memudahkan pembersihan dan persiapan tahap berikutnya.
C. Penjemuran: Kulit yang telah direbus kemudian dijemur di bawah sinar matahari secara tradisional hingga benar-benar kering.
D. Pemotongan: Setelah kering, kulit dipotong-potong dengan ukuran seragam sesuai standar produk siap olah.
E. Penggongsian: Kulit digongseng (disangrai) menggunakan api sedang untuk mematangkan dan mengembangkan struktur dasarnya tanpa minyak berlebih.
F. Penggorengan dan Pembumbuan: Tahap akhir pematangan melalui penggorengan sempurna, dilanjutkan dengan pemberian bumbu khas untuk memperkaya cita rasa.
G. Pengemasan (Packing): Produk yang telah matang dan dingin langsung dikemas rapat untuk menjaga kerenyahan dan higienitasnya.

Dokumentasi proses pembuatan kerupuk kulit ( Foto : Nurul Mafthuha)

Tidak berhenti pada aspek produksi saja, mahasiswa KKN juga terjun langsung mendampingi proses dokumentasi visual produk. Setiap tahapan pembuatan kerupuk kulit sapi diabadikan melalui bidikan foto dan video berkualitas tinggi untuk membangun identitas visual yang profesional. Dengan adanya dokumentasi digital ini, pelaku UMKM kini memiliki aset visual yang memadai untuk mempercantik label kemasan sekaligus memperkuat strategi promosi di media sosial

Sebagai penutup rangkaian digitalisasi, mahasiswa KKN membantu mendaftarkan dan memverifikasi titik lokasi usaha kerupuk kulit sapi pada aplikasi Google Maps. Langkah ini diambil agar tempat produksi dan penjualan semakin mudah ditemukan oleh masyarakat luas maupun para wisatawan yang sedang berkunjung. Melalui peta digital tersebut, aksesibilitas konsumen kini menjadi jauh lebih praktis tanpa harus bingung mencari alamat fisik usaha.

"Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari mahasiswa KKN ini. Selain diajak menata ulang proses produksi agar lebih higienis, sekarang produk kerupuk kami jadi punya foto yang bagus untuk jualan dan tokonya sudah terdaftar di Google Maps," ujar pelaku UMKM kerupuk kulit sapi di Dukuh Jumeneng.

Dokumentasi: Produk kerupuk kulit sapi UMKM Dukuh Jumeneng siap jual

Melalui rangkaian program pendampingan ini, pelaku UMKM di dukuh Jumeneng diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperbaiki standar pengemasan, serta menguasai pemanfaatan media digital dan peta online. Langkah konkrit ini diyakini mampu mendongkrak daya saing kerupuk kulit sapi lokal agar kian diminati di pasar yang lebih luas.


Penulis: Nurul Mafthuha 
Implementasikan Ilmu Akuntansi, Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi Penyusunan Laporan Keuangan BUMDes Jekani

Implementasikan Ilmu Akuntansi, Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi Penyusunan Laporan Keuangan BUMDes Jekani

 Implementasikan Ilmu Akuntansi, Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi Penyusunan Laporan Keuangan BUMDes Jekani

Pendampingan penyusunan laporan
keuangan BUMDes pada bendahara desa serta disaksikan langsung oleh ketua BUMDes ( Foto: Ajeng Sekar Arum)

Sragen, 11 Agustus 2026 - Dalam rangka melaksanakan program kerja individu KKN, Ajeng, mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Universitas Slamet Riyadi, melaksanakan kegiatan pendampingan penyusunan laporan keuangan di BUMDes Jekani, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini ditujukan kepada Bendahara BUMDes Jekani sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam melakukan pencatatan serta penyusunan laporan keuangan dengan menggunakan excel. Pendampingan dilakukan secara langsung dengan menyesuaikan materi pada kebutuhan pengelolaan keuangan yang terdapat di BUMDes Jekani.

Dalam pelaksanaannya, Ajeng memberikan penjelasan mengenai proses pencatatan transaksi keuangan dan penyusunan laporan keuangan secara sistematis menggunakan excel. Kegiatan juga disertai dengan diskusi dan praktik sehingga bendahara dapat lebih memahami penerapan pencatatan keuangan dalam kegiatan operasional BUMDes.
Dokumentasi penyusunan excel 

Pelaksanaan pendampingan tersebut disaksikan secara langsung oleh Ketua BUMDes Jekani. Kehadiran Ketua BUMDes menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan mahasiswa sekaligus menunjukkan adanya perhatian terhadap peningkatan tata kelola administrasi dan keuangan BUMDes.

Melalui kegiatan ini, diharapkan bendahara BUMDes Jekani dapat menerapkan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan secara lebih tersusun dan rapi diexcel. Pendampingan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan akuntansi yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kegiatan nyata di lingkungan masyarakat.

Kegiatan pendampingan berjalan dengan baik melalui komunikasi dan kerja sama antara mahasiswa, bendahara dan ketua BUMDes Jekani. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dalam mendukung pengelolaan keuangan BUMDes yang lebih tersusun, transparan, dan akuntabel.
Praktik penyusunan laporan keuangan BUMDes bersama bendahara BUMDes 
( Foto: Ajeng Sekar Arum)


Penulis: Ajeng Sekar Arum 


Menanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Edukasi Menabung di SD Jetiskarangpung

Menanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Edukasi Menabung di SD Jetiskarangpung

 Menanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Edukasi Menabung di SD Jetiskarangpung

 Sumber foto: Ninik Setiawati 

Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen – (23/07/26) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar edukasi literasi keuangan mengenai pentingnya menabung sejak usia dini di SD Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Berlangsung pada Kamis, (23/07/26), kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa dari kelas 5A dan 5B.

Program ini bertujuan menanamkan pemahaman dasar pengelolaan keuangan kepada anak-anak. Melalui kebiasaan menabung, siswa diperkenalkan pada konsep membedakan antara kebutuhan dan keinginan, menyisihkan sebagian uang saku, serta belajar menggunakannya secara bijak.

Materi disampaikan secara interaktif dan sederhana agar mudah dicerna, mencakup pengertian, manfaat, tujuan, hingga tips membiasakan diri menabung dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan dua arah juga diterapkan melalui sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman, sehingga siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga terdorong untuk langsung mempraktikkannya.

Sumber foto: Ninik Setiawati 

Edukasi keuangan sejak dini dinilai krusial dalam membentuk karakter disiplin, bertanggung jawab, hemat, dan cermat dalam menetapkan prioritas. Para siswa kelas 5A dan 5B terlihat sangat antusias dan aktif berpartisipasi sepanjang acara berlangsung.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap para siswa SD Jetiskarangpung dapat membangun konsistensi menabung, baik menggunakan celengan maupun media tabungan lainnya. Langkah sederhana ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi terbentuknya literasi keuangan anak di masa depan.

Penulis: Ninik Setiawati 

Mahasiswa KKN Desa Krikilan Laksanakan Program Rebranding UMKM melalui Pembuatan Banner dan Daftar Menu

Mahasiswa KKN Desa Krikilan Laksanakan Program Rebranding UMKM melalui Pembuatan Banner dan Daftar Menu

 Mahasiswa KKN Desa Krikilan Laksanakan Program Rebranding UMKM melalui Pembuatan Banner dan Daftar Menu

Sumber foto : Agnes Indah Prawesti

Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Agnes Indah Prawesti, melaksanakan program kerja individu bertajuk “Program Rebranding dan Penguatan Identitas Visual melalui Pembuatan Banner dan Daftar Menu untuk Meningkatkan Visibilitas UMKM”. Kegiatan ini menyasar para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, khususnya yang belum memiliki media promosi yang memadai atau masih bersifat konvensional.

Program tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 15.00–16.30 WIB di beberapa titik UMKM Desa Krikilan. Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku usaha memperkuat identitas merek, meningkatkan kualitas sarana informasi, serta membuat produk lebih mudah dikenali oleh masyarakat luas. Pelaksanaan program ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Krikilan serta warga setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi lapangan untuk memetakan kebutuhan spesifik setiap UMKM. Agnes menghimpun data penting, seperti nama usaha, varian produk, daftar harga, hingga ciri khas usaha sebagai acuan perancangan desain. Berdasarkan data tersebut, perancangan banner dan daftar menu dikustomisasi agar selaras dengan karakter masing-masing usaha.

Sumber foto: Agnes Indah Prawesti 

Setelah proses produksi selesai, banner dipasang di lokasi strategis dan daftar menu diserahkan langsung kepada para pelaku usaha. Kehadiran media promosi baru ini tidak hanya memperjelas informasi produk dan harga, tetapi juga memperkuat citra profesional usaha. Kendala teknis yang sempat ditemui seperti penyesuaian selera desain, variasi kebutuhan usaha, hingga keterbatasan waktu berhasil diatasi melalui komunikasi yang intensif dan koordinasi bertahap.

Melalui program ini, para pelaku UMKM kini memiliki sarana promosi yang lebih menarik, informatif, dan representatif. Kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak visibilitas usaha, memudahkan konsumen mengenali produk lokal, serta meningkatkan daya saing UMKM di Desa Krikilan secara berkelanjutan.

Penulis : Agnes Indah Prawesti 
Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Kreasi Totebag bagi Ibu-Ibu PKK Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Kreasi Totebag bagi Ibu-Ibu PKK Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen

 Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Kreasi Totebag bagi Ibu-Ibu PKK Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen

Sumber foto: Alifah 

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) menggelar pelatihan kreasi totebag bagi ibu-ibu PKK RT 11, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, pada Sabtu (18/7/2026).

Mengusung program kerja bertajuk "TOTE BERDAYA: Pelatihan Kreasi Totebag sebagai Inovasi dan Peluang Usaha Masyarakat", kegiatan ini bertujuan membekali warga dengan keterampilan kreatif yang bernilai produktif. Bertempat di kediaman salah satu warga RT 11, acara diawali dengan pengenalan alat dan bahan, dilanjutkan demonstrasi, serta praktik pembuatan totebag secara langsung.
     
Sumber foto: Alifah 

Selama pelatihan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan dengan didampingi oleh mahasiswa KKN. Mereka juga diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berdiskusi dan bertanya.
Program TOTE BERDAYA tidak hanya berfokus pada teknik pembuatan, tetapi juga mengarahkan peserta agar produk kerajinan tersebut dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus berpotensi dikembangkan menjadi sumber peluang usaha baru.

“Kegiatan ini kami harapkan dapat memberikan keterampilan baru kepada ibu-ibu PKK serta menjadi inspirasi kegiatan kreatif yang bisa dikembangkan secara mandiri di kemudian hari,” ujar perwakilan mahasiswa KKN UNISRI.

Secara keseluruhan, rangkaian acara berjalan dengan lancar. Kendati demikian, terdapat sedikit kendala teknis pada proses pengeringan totebag. Lantaran membutuhkan waktu yang cukup lama dan kegiatan dilaksanakan pada malam hari, tahap pengeringan belum tuntas sepenuhnya saat acara ditutup.

 Sebagai solusi, proses tersebut dilanjutkan secara mandiri oleh para peserta di rumah masing-masing setelah kegiatan berakhir.
Melalui program TOTE BERDAYA, mahasiswa KKN UNISRI berharap keterampilan yang telah disalurkan dapat terus dipraktikkan secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat Desa Krikilan.

Penulis: Alifah 
Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Manajemen Distribusi Produk UMKM untuk Ibu-Ibu PKK Desa Krikilan

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Manajemen Distribusi Produk UMKM untuk Ibu-Ibu PKK Desa Krikilan

 Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Manajemen Distribusi Produk UMKM untuk Ibu-Ibu PKK Desa Krikilan

Sumber foto: Dheny Arianto

SRAGEN — Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Tahun 2026, mahasiswa KKN turut aktif mengabdi di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. Bambang Ali Kusumo, S.H., M.Hum.

Sebagai bagian dari pengabdian tersebut, Dheny Arianto, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mengusung program kerja individu bertajuk "Pelatihan Manajemen Distribusi Produk UMKM untuk Meningkatkan Efektivitas Penyaluran Produk". Program ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pengelolaan rantai pasok yang efisien, teknik penataan stok, pemilihan saluran distribusi yang tepat, serta perluasan jangkauan pasar bagi produk UMKM lokal yang dikelola oleh ibu-ibu PKK

    
Foto: Dheny 
Suasana pelatihan manajemen distribusi produk UMKM oleh mahasiswa KKN UNISRI untuk Ibu-Ibu PKK desa Krikilan,Sragen.

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 18.30–20.00 WIB, bertempat di rumah salah satu warga RT 11 Desa Krikilan, bertepatan dengan agenda rutin pertemuan PKK. Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias dan ramah, sehingga acara berlangsung lancar.

Pelaksanaan program terbagi dalam beberapa tahapan utama:
1. Pemaparan Materi: Penyampaian konsep dasar manajemen distribusi dan pentingnya efisiensi penyaluran produk.
2. Praktik & Simulasi: Simulasi alur penyaluran produk, teknik penataan stok, pengemasan (packing) yang aman untuk pengiriman, serta diskusi interaktif 
3. Pendampingan & Penutup: Sesi tanya jawab dan pendampingan lanjutan untuk memotivasi para peserta.

Melalui program kerja ini, ibu-ibu PKK Desa Krikilan diharapkan mendapat manfaat nyata berupa peningkatan wawasan serta keterampilan operasional dalam mengembangkan skala usaha mereka.

Penulis: Dheny Arianto
Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Pemasaran Digital Berbasis Facebook dan TikTok bagi Ibu-Ibu PKK Desa Krikilan, Sragen

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Pemasaran Digital Berbasis Facebook dan TikTok bagi Ibu-Ibu PKK Desa Krikilan, Sragen

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Pemasaran digital berbasis Facebook dan Tiktok bagi ibu-ibu PKK DESA KRIKILAN, Sragen

Sumber foto : Destiano Bertan Triono 

Sragen — Kelompok 28 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Tahun 2026 yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. Bambang Ali Kusumo, SH., M.Hum., sukses melaksanakan program pemberdayaan di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Salah satu program kerja unggulan diinisiasi oleh Destiano Bertan Triono, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen. Mengusung tema "Optimalisasi Pemasaran Digital Berbasis Facebook dan TikTok guna Meningkatkan Produktivitas UMKM PKK Desa Krikilan", program ini bertujuan untuk mengalihkan fungsi media sosial harian yang semula hanya sebagai sarana hiburan menjadi wadah digital marketing yang produktif. Melalui pendekatan pengetahuan (knowledge), keterampilan praktis (skill), dan aksi nyata (action), kegiatan ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan serta ekonomi keluarga ibu-ibu PKK setempat.

Kegiatan yang telah mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Krikilan, Bapak Narno, S.M., ini dilaksanakan pada Sabtu (18/7/2026) pukul 18.30–20.00 WIB di rumah salah satu warga RT 11 Desa Krikilan. Bertepatan dengan agenda pertemuan rutin PKK RT 11, acara ini disambut dengan antusiasme tinggi secara interaktif oleh para peserta.

Rangkaian acara diawali dengan pemaparan materi dasar mengenai pemasaran digital (digital marketing), dilanjutkan pelatihan praktis pembuatan konten promosi menggunakan smartphone. Sesi ini juga dilengkapi dengan pendampingan personal (one-on-one) bagi peserta yang mengalami kendala teknis, serta ditutup dengan diskusi interaktif.
Sumber foto: Destiano Bertan Triono 

Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK Desa Krikilan diharapkan dapat terus konsisten mengasah keterampilan digital mereka, serta memanfaatkan platform Facebook dan TikTok secara berkelanjutan guna memperluas jangkauan pasar produk UMKM dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Penulis: Destiano Bertan Triono 
Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Pemanfaatan Google Maps kepada Ibu-Ibu PKK RT 11 Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen

Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Pemanfaatan Google Maps kepada Ibu-Ibu PKK RT 11 Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen

Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Pemanfaatan Google Maps kepada Ibu-Ibu PKK RT 11 Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen 

Sumber foto: Jefferson 

Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) melaksanakan sosialisasi pemanfaatan Google Maps kepada ibu-ibu PKK RT 11 Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, pada 18 Juli 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada malam hari di salah satu rumah warga tersebut merupakan bagian dari program kerja individu dengan tema “Optimalisasi Pemasaran Digital UMKM melalui Pemanfaatan Google Maps sebagai Media Informasi Lokasi Usaha.”


Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis kepada ibu-ibu PKK RT 11 mengenai cara menggunakan Google Maps sebagai media digital guna membantu memperkenalkan dan memudahkan pencarian lokasi usaha. Penyampaian materi dikemas secara singkat dan interaktif dengan memanfaatkan tablet sebagai media pendukung, sehingga peserta dapat melihat langsung contoh penggunaannya.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan situasi yang kerap dihadapi pelaku UMKM, yakni ketika calon konsumen sudah tertarik dengan produk namun masih mengalami kendala dalam menemukan lokasi usahanya. Sebagai solusi, peserta diperkenalkan dengan fitur “Tambah Tempat” (Add a Place) di Google Maps agar tempat usaha dapat terdaftar dan lebih mudah ditemukan oleh masyarakat luas secara online.

Warga Desa Krikilan mengikuti pelatihan Google Maps bersama mahasiswa KKN PPM UNISRI (Jefferson)

Mahasiswa kemudian memberikan demonstrasi langkah demi langkah secara sederhana, mulai dari membuka aplikasi Google Maps, memilih menu Kontribusi, mengetuk opsi Tambah Tempat, hingga mengisi informasi penting seperti nama usaha, kategori, serta titik lokasi yang akurat. Seluruh penjelasan disampaikan menggunakan bahasa yang membumi dan mudah dipahami oleh para peserta.

Kegiatan yang berlangsung kurang dari 10 menit ini berjalan dengan hangat dan interaktif. Beberapa ibu-ibu PKK RT 11 tampak antusias dan aktif bertanya langsung mengenai proses pendaftaran lokasi usaha mereka. Antusiasme ini mencerminkan tingginya minat warga terhadap pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung perkembangan usaha rumahan di lingkungan mereka.

Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap penggunaan google maps dapat menjadi langkah awal yang efektif bagi pelaku UMKM di RT 11 Desa Krikilan untuk memperluas jangkauan promosi. Dengan informasi lokasi yang akurat dan mudah diakses, calon konsumen diharapkan dapat berkunjung ke tempat usaha dengan lebih praktis.


Penulis: Jefferson Christofal Bintang Nugroho

Peningkatan Penjualan UMKM: Mahasiswa KKN Gencarkan Rebranding Logo dan Konten Digital di Desa Kedungringin, Jenar, Sragen

Peningkatan Penjualan UMKM: Mahasiswa KKN Gencarkan Rebranding Logo dan Konten Digital di Desa Kedungringin, Jenar, Sragen

 Peningkatan Penjualan UMKM: Mahasiswa KKN Gencarkan Rebranding Logo dan Konten Digital di Desa Kedungringin, Jenar, Sragen

Sumber foto: Erlangga dan Intan

Ngepringan – (23/07/26) Di tengah persaingan usaha yang ketat, penampilan visual produk dan keaktifan di media sosial menjadi sangat penting bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 24 secara resmi melaksanakan program kerja individu berupa pendampingan pembuatan konten promosi digital serta pembaruan identitas visual (rebranding logo) guna membantu pelaku usaha lokal meningkatkan daya pikat produk mereka, salah satunya melalui pendampingan pada UMKM Yani’s Snack.

Langkah ini diambil mengingat banyaknya produk UMKM yang memiliki kualitas unggulan, namun belum terkemas secara maksimal di ruang digital. Melalui program ini, pemilik usaha diajak untuk merancang logo baru yang lebih segar, modern, dan mudah diingat oleh calon konsumen.

Selain memperbarui identitas visual, program ini juga membekali pemilik usaha dengan keterampilan praktis dalam membuat konten pemasaran. Pendampingan tersebut diwujudkan melalui pembuatan video promosi yang memuat penjelasan produk secara detail serta visual produk yang menarik. Mulai dari teknik mengambil foto produk yang estetik menggunakan ponsel pintar, menyusun ide cerita promosi, hingga memanfaatkan platform media sosial secara optimal.

"Logo dan konten media sosial adalah 'etalase' pertama yang dilihat oleh pembeli saat ini. Jika tampilannya menarik dan profesional, rasa percaya calon pembeli tentu akan meningkat pesat."

Dengan adanya strategi visual yang tepat dan konten yang relevan, produk UMKM diharapkan tidak hanya sekadar dikenal, tetapi juga mampu membangun keterikatan emosional dengan pelanggan. Hasil akhirnya, angka penjualan dan minat beli masyarakat terhadap produk lokal dapat terus melonjak di era serba digital ini.
Intervensi rebranding logo dan pembuatan konten digital ini mengacu pada kerangka Ekuitas Merek (Brand Equity) dan Model Respons Konsumen. 

Pembaruan identitas visual bertindak sebagai stimulus eksternal yang merestrukturisasi Brand Awareness (kesadaran merek) dan Brand Image (citra merek) di benak calon pembeli. Ketika identitas visual sebuah UMKM dikemas secara konsisten dan estetik, hal tersebut mampu mereduksi Perceived Risk (persepsi risiko) yang sering kali timbul dalam transaksi digital, sehingga mempercepat transisi calon konsumen dari tahap Cognitive (pengenalan) menuju tahap Affective (ketertarikan emosional).
 
Sumber foto: Erlangga dan Intan 
Di samping itu, penguatan kapasitas dalam produksi konten digital menekankan pada penerapan konsep Content Marketing dan Digital Storytelling. Melalui pemanfaatan platform berbasis audio-visual, komunikasi pemasaran tidak lagi bersifat satu arah seperti tiktok dan instagram (one-way communication) , melainkan bergeser menjadi bentuk interaksi yang dinamis. Elemen naratif dan estetika video produk terbukti secara signifikan meningkatkan tingkat Customer Engagement (keterikatan pelanggan). Keterikatan ini menjadi prediktor utama dalam membentuk Purchase Intention (minat beli) yang pada akhirnya berorientasi pada keputusan pembelian berulang (repeat purchase).

Melalui pendekatan pendampingan yang berbasis pada integrasi teori komunikasi pemasaran dan praktik teknologi informasi ini, keberlanjutan UMKM seperti Yani’s Snack diharapkan tidak hanya ditopang oleh keberadaan produk yang berkualitas, tetapi juga oleh keunggulan kompetitif yang terukur di ekosistem digital. Untuk melihat secara langsung penjelasan produk yang dijual beserta tampilan visualnya, Anda dapat menyaksikan video dokumentasi kegiatan melalui tautan berikut: https://youtube.com/shorts/OpsVF-8SEfc?si=Kko4RW41U8C977v2


Penulis: Intan Mayang Jati & Erlangga Surya Daryatama

Dari Bangku PAUD Kartini Sragen: Menanam Daya Kritis Lingkungan Lewat Botol Minum

Dari Bangku PAUD Kartini Sragen: Menanam Daya Kritis Lingkungan Lewat Botol Minum

 Dari Bangku PAUD Kartini Sragen: Menanam Daya Kritis Lingkungan Lewat Botol Minum

Sumber foto: Herliana Candra W
SRAGEN — Ruang kelas PAUD Kartini, Desa Jetiskarangpung, mendadak riuh oleh gelak tawa dan rasa ingin tahu yang tinggi, Rabu (29/7/2026). Di tengah proses belajar mengajar yang kasual, anak-anak diajak meraba sebuah isu besar yang hari ini tengah mengancam masa depan bumi: darurat sampah plastik.

Alih-alih dicekokin teori rumit, anak-anak usia dini ini diperkenalkan pada pelestarian alam melalui sebuah benda kecil yang melekat di tas mereka tumbler atau wadah minum isi ulang. Langkah ini diinisiasi untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak akarnya, membongkar ketergantungan generasi muda pada botol kemasan sekali pakai yang kerap berakhir menjadi limbah.

Pendekatan kreatif menjadi kunci utama dalam penyampaian materi, tim pelaksana memetakan berbagai jenis sampah plastik harian yang akrab dengan dunia anak, mulai dari gelas air mineral instan hingga bungkus makanan ringan. Dengan bahasa yang renyah dan interaktif, anak-anak diajak memahami bahwa tumpukan plastik di luar sana bukan sekadar kotoran, melainkan ancaman nyata bagi kelestarian lingkungan.

"Kami ingin anak-anak mengenal pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Kebiasaan membawa tumbler merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan secara rutin untuk membantu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai," ungkap salah satu pelaksana kegiatan di sela acara.

Bagi PAUD Kartini, kesadaran ekologis tidak lahir dari ruang-ruang seminar yang kaku, melainkan dari konsistensi kebiasaan mikro. Membawa tumbler dari rumah diposisikan bukan sekadar aturan sekolah, melainkan budaya baru yang menyenangkan baik di lingkungan institusi pendidikan maupun ketika mereka beraktivitas di ruang publik.

 Antusiasme pun tak terbendung, sepanjang sesi, binar mata anak-anak menunjukkan ketertarikan tinggi saat mereka dikenalkan pada fungsi tumbler sebagai instrumen penyelamat lingkungan. Respons organik ini membuktikan bahwa anak-anak memiliki kapasitas dasar untuk merespons isu sosial jika dikemas dalam narasi yang ramah usia.
Sumber foto: Herliana 

Kendati demikian, rantai kesadaran ini tidak boleh berhenti di gerbang sekolah. Sinergi dengan ruang domestik menjadi determinan penting.  Peran orang tua dikonsolidasikan untuk mendampingi dan merawat kebiasaan tersebut di rumah, memastikan bahwa edukasi di sekolah bertransformasi menjadi habitus harian.

Melalui momentum ini, PAUD Kartini Desa Jetiskarangpung tidak sekadar menjalankan fungsi institusi pendidikan, melainkan bertindak sebagai agen perubahan kultural. Dari ruang kelas yang sederhana di Sragen, langkah kecil ini diharapkan mampu mendistribusikan virus kepedulian, melahirkan generasi masa depan yang kritis terhadap isu lingkungan, dan kelak menjadi benteng pertahanan ekologis bagi bumi.

Penulis : Herliana Candra Widyaningsih 
Cegah Bullying Sejak Dini, Tim KKN Gelar Edukasi Perlindungan Hak Anak di SDN 2 Padas

Cegah Bullying Sejak Dini, Tim KKN Gelar Edukasi Perlindungan Hak Anak di SDN 2 Padas

 Cegah Bullying Sejak Dini, Tim KKN Gelar Edukasi Perlindungan Hak Anak di SDN 2 Padas

Sumber foto: Nawang Pratiwi 

TANON – Mahasiswa KKN sukses menyelenggarakan program kerja bertajuk "Edukasi Perlindungan Hak Anak dalam Pencegahan Perundungan bagi Siswa Sekolah Dasar" di SD Negeri 2 Padas, Kecamatan Tanon, pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30–10.30 WIB ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para siswa akan pentingnya saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
Sumber : Nawang Pratiwi 

Acara diawali dengan sesi bernyanyi bersama untuk mencairkan suasana agar para siswa merasa nyaman dan antusias. Setelah itu, tim KKN menyampaikan materi interaktif mengenai:
1. Pengertian dan Macam Hak Anak: Menjelaskan hak-hak dasar yang wajib dipenuhi serta dasar hukum perlindungan anak.
2.Pencegahan Perundungan: Membahas bentuk-bentuk bullying dan langkah nyata yang harus dilakukan jika menjadi korban.

Sesi Interaktif dan Ungkap Perasaan
Suasana kegiatan berlangsung hidup lewat sesi tanya jawab interaktif. Untuk mengapresiasi keberanian siswa, tim KKN membagikan gift baik kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan maupun yang belum, guna memupuk rasa percaya diri mereka.

Momen haru terjadi saat sesi penempelan sticky note, di mana para siswa diajak menuliskan pengalaman perundungan yang pernah mereka alami. Isak tangis sempat pecah dari salah satu siswa yang mengungkapkan trauma masa lalunya. Momen ini menjadi pengingat nyata betapa besarnya dampak emosional perundungan bagi anak-anak dan betapa krusialnya ruang aman bagi mereka.

Komitmen Bersama

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengucapan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk perundungan serta penyerahan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak SDN 2 Padas yang telah berpartisipasi aktif.
Melalui edukasi ini, diharapkan para siswa SDN 2 Padas dapat saling menjaga dan mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah anak.

Penulis: Nawang Pratiwi 

Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done