“Nothing About Youth without Youth”, Sebuah Pesan Kolaboratif akan Keselamatan Berlalu Lintas

Sesi konferensi pers
yang digelar Selasa (10/6/2026) di SMP Khusus Olahraga, Kecamatan Banjarsari,
Kota Surakarta. Sumber foto: Haidar Zhafir Baharsyah/LPM Kentingan.
LPM Apresiasi, Surakarta – Data
kecelakaan lalu lintas di Indonesia menunjukkan hasil pelik. Dari 150.906
jumlah kecelakaan hasil survei BPS tahun 2025, 26.839 di antaranya berakibat maut. Sementara
itu statistik Pusat Informasi Kriminal Nasional (PUSIKNAS) Polri memperlihatkan 95% kasus disebabkan manusia. Lalu
bagaimana situasi di Kota Surakarta?
Direktur
Pusat Studi Mobilitas Lestari Transportologi Sukma Larastiti, menyebut anak
muda memiliki tingkat keterlibatan 50% terhadap tragedi laka lantas di Solo
sepanjang tahun 2025.
Tingginya
angka-angka tersebut disebabkan minimnya perhatian akan isu keselamatan jalan,
pun juga kematian akibat laka lantas masih dinilai sebagai hal wajar.
“Data
dari Satlantas 2025 (menunjukkan) 51% korban itu anak muda (sedangkan) 55% nya
adalah pelaku,” ucap Lala sapaan akrabnya, saat jumpa pers pada Selasa pagi
(10/6/2026) di SMP Khusus Olahraga (SKO), Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.
Sebagai
informasi, Pusat Studi Mobilitas Lestari Transportologi atau Transportologi
adalah organisasi asal Surakarta yang berfokus mengkaji isu-isu transportasi.
Mereka juga memiliki berbagai program kampanye, salah satunya pameran.
Melalui
“AI&Me: Solo Road Safety Festival” Transportologi berniat
mengkampanyekan lebih lanjut keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat
dengan target utamanya anak muda.
Lala
menilai festival ini menjadi cara santai sekaligus solusi jangka pendek
Transportologi guna mengkampanyekan isu keselamatan jalan ke masyarakat,
sembari menunggu pematangan infrastruktur yang membutuhkan waktu serta anggaran
besar.
“Festival
ini adalah salah satu upaya kami untuk menaikkan isu ini ke arus utama,”
ungkapnya.
Mengusung
tajuk “Nothing About Youth without Youth” Di dalamnya mereka dapat
melihat serta mencoba berbagai hal mulai dari pameran, workshop penanganan
pascatabrakan, mengikuti perlombaan seperti mewarnai, sampai demo redesign kawasan
sekolah.
Pagelaran
ini selain melibatkan Pemerintah Kota Surakarta beserta lebih dari 30 partisan
asal komunitas dan partikelir kabarnya, juga mendapat perhatian International
Road Assessment Programme (iRAP), badan nirlaba asal Britania Raya yang
mengkampanyekan keselamatan jalan di mancanegara.
Meski
menarget anak muda, Lala juga tidak menampik sosialisasi terhadap orang dewasa
juga menjadi urgensi, terlebih setelah mengetahui terjadi peningkatan angka
tabrakan pada lansia.
Lala
berujar, Transportologi sempat beberapa kali menggelar workshop
keselamatan jalan ke orang dewasa sebelumnya. Meski demikian hasil yang didapat
masih jauh dari signifikan.
“Jadi
PR dari temuan kami selama 1 tahun terakhir itu memang (bukan hanya) menemukan
cara yang tepat (tentang) bagaimana ada peningkatan kapasitas juga ke orangnya
tapi, bisa juga something jangka panjang.” tutup Lala.
Penulis:
Aryo
Penyunting:
Adista























