LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
"Menabung Ceria" di SD Negeri Ngrombo 3: Menumbuhkan Kreativitas dan Budaya Menabung Sejak Dini

"Menabung Ceria" di SD Negeri Ngrombo 3: Menumbuhkan Kreativitas dan Budaya Menabung Sejak Dini

 

(Sumber : Devita Lintang Dwi Alvianti)

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 85, Nadia Dewi Fransiska, melaksanakan program kerja individu bertajuk Workshop Kreatif "Menabung Ceria" di SD Negeri Ngrombo 3, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan menabung sejak usia dini sekaligus mengembangkan kreativitas siswa melalui kegiatan melukis celengan. Workshop diikuti oleh 17 siswa kelas III SD Negeri Ngrombo 3. Dalam kegiatan tersebut, setiap siswa diberikan sebuah celengan yang kemudian dihias dan dilukis sesuai dengan kreativitas masing-masing. Melalui aktivitas ini, siswa diajak untuk lebih mencintai hasil karya mereka sehingga termotivasi untuk memanfaatkan celengan tersebut sebagai tempat menyimpan uang tabungan di rumah.

Selain praktik melukis celengan, siswa juga mendapatkan materi mengenai pentingnya menyisihkan uang secara berkala. Siswa diajak memahami manfaat menabung sejak dini, seperti melatih sikap disiplin, hemat, dan mandiri agar dapat memenuhi kebutuhan atau membeli keperluan yang diinginkan dari hasil tabungan sendiri.

Guna suasana belajar semakin menyenangkan dan interaktif, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan kuis berhadiah seputar materi yang telah disampaikan. Siswa terlihat aktif mengangkat tangan untuk menjawab berbagai pertanyaan dan berbagi pendapat. Sebagai bentuk apresiasi bagi siswa yang berani dan mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Pembagian hadiah dilakukan dengan cara yang unik dan menarik, yaitu melalui permainan tarik tali, di mana hadiah digantung pada beberapa ujung tali dan setiap pemenang memilih satu tali untuk ditarik hingga memperoleh hadiah yang telah disiapkan. Cara ini membuat suasana semakin meriah dan menambah antusiasme seluruh peserta.

 

Selama kegiatan berlangsung, seluruh siswa mengikuti workshop dengan penuh semangat. Mereka aktif menuangkan ide dan kreativitas dalam menghias celengan, memperhatikan materi yang disampaikan, serta berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan kuis. Kegiatan berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh keceriaan sehingga tujuan program dapat tercapai dengan baik.

Melalui program kerja individu ini, diharapkan siswa tidak hanya memiliki semangat untuk menabung sejak dini, tetapi juga semakin kreatif, percaya diri dalam berpendapat, serta memiliki pemahaman mengenai manajemen keuangan. Kebiasaan positif diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Workshop Kreatif "Menabung Ceria" diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama antara mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 85, guru pendamping, dan seluruh siswa kelas III SD Negeri Ngrombo 3 sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan.

 

Penulis               : Nadia Dewi Fransiska

Penyunting      : Wiri Tanaya Hayu Madyani

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Gelar Sosialisasi Keuangan Digital di RT 07 Dusun Silibau, Desa Jekawal

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Gelar Sosialisasi Keuangan Digital di RT 07 Dusun Silibau, Desa Jekawal

 

Foto Bersama Ibu-Ibu PKK RT 07 Dusun Jekawal, Desa Jekawal  (FotoKredit: Filomeno da Costa)

SRAGEN –  Mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mengadakan sosialisasi "Keuangan Digital: Aman Bertransaksi dan Terhindar dari Penipuan" bersama ibu-ibu RT 07 Dusun Silibau, Desa Jekawal, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk menambah pemahaman masyarakat tentang penggunaan layanan keuangan digital yang aman.

Sosialisasi berlangsung santai dan menyatu dengan kegiatan warga sehingga peserta lebih mudah mengikuti materi yang disampaikan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan penggunaan mobile banking, dompet digital (e-wallet), serta pembayaran non-tunai yang kini semakin banyak digunakan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari belanja kebutuhan rumah tangga hingga pembayaran tagihan.

Mahasiswa KKN, Fatma Rustika, menyampaikan bahwa edukasi mengenai keamanan bertransaksi digital penting diberikan kepada masyarakat agar tidak mudah menjadi korban penipuan. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memahami cara bertransaksi secara aman, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta lebih berhati-hati terhadap pesan atau telepon mencurigakan yang mengatasnamakan bank maupun pihak tertentu,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman yang pernah dialami. Salah satu peserta menceritakan bahwa dirinya pernah menerima telepon dari seseorang yang mengaku memberi kabar bahwa ada anggota keluarganya yang mengalami kecelakaan. Penelpon berbicara dengan nada panik dan meminta korban segera mengirim sejumlah uang. Dari pengalaman tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa modus seperti itu sering digunakan oleh pelaku penipuan untuk membuat seseorang panik sehingga mengambil keputusan tanpa memeriksa kebenaran informasi terlebih dahulu.

Dalam sesi diskusi, peserta diingatkan agar tetap tenang ketika menerima kabar mendadak melalui telepon, segera menghubungi langsung anggota keluarga yang disebutkan, serta memastikan informasi dari sumber yang terpercaya sebelum melakukan transfer uang atau memberikan data pribadi. Peserta juga diimbau untuk tidak memberikan kode OTP, PIN, kata sandi, maupun data pribadi kepada siapa pun dan selalu memeriksa kembali nomor tujuan sebelum melakukan transaksi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sosialisasi dengan tertib dan antusias. Beberapa peserta terlihat mengangguk dan memberikan tanggapan ketika contoh kasus penipuan dibahas karena merasa pernah mendengar kejadian serupa di lingkungan sekitar. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu RT 07 Dusun Silibau semakin memahami cara menggunakan layanan keuangan digital dengan aman, mampu mengenali ciri-ciri penipuan digital, serta lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang kini semakin beragam seiring berkembangnya teknologi.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara mahasiswa KKN dan peserta sebagai dokumentasi sekaligus penutup rangkaian sosialisasi. Mahasiswa KKN UNISRI berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar literasi keuangan digital masyarakat desa semakin meningkat dan masyarakat mampu memanfaatkan teknologi keuangan secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab.

 

Penulis: Fatma Rustika

Penyunting: Adista

 

 


Mahasiswa KKN PPM UNISRI 2026 Ajak Siswa SD Negeri Jekawal 2 Menghias Celengan dengan Kolase Biji-bijian

Mahasiswa KKN PPM UNISRI 2026 Ajak Siswa SD Negeri Jekawal 2 Menghias Celengan dengan Kolase Biji-bijian

 

(Pendampingan menghias celengan Bersama siswa SD Negeri Jekawal 2)

SRAGEN – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Kelompok 83 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta tahun 2026, Aliftia Kumala Dewi dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), melaksanakan salah satu program kerja individu berupa kegiatan menghias celengan dengan teknik kolase biji-bijian bagi siswa SD Negeri Jekawal 2, Desa Jekawal, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026 dengan melibatkan siswa kelas III dan IV SD Negeri Jekawal 2. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa, melatih kemampuan motorik halus, meningkatkan ketelitian dan kesabaran, serta menanamkan kebiasaan gemar menabung sejak usia dini melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan.

Pada awal kegiatan, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian kolase, manfaat kolase bagi perkembangan kreativitas anak, alat dan bahan yang digunakan, serta langkah-langkah menghias celengan menggunakan berbagai jenis biji-bijian. Materi disampaikan secara sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Setelah penyampaian materi, siswa diajak mempraktikkan secara langsung cara menghias celengan menggunakan berbagai jenis biji-bijian, seperti jagung, kedelai, kacang hijau, dan kacang hitam. Mahasiswa memberikan pendampingan selama proses berlangsung sehingga siswa dapat menyusun dan menempelkan biji-bijian sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar membuat karya seni, tetapi juga melatih koordinasi antara mata dan tangan, meningkatkan konsentrasi, serta mengembangkan kemampuan motorik halus. Selain itu, penggunaan celengan sebagai media kolase diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menabung dan mengajarkan pentingnya mengelola uang sejak usia dini.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan penuh semangat, mulai dari mendengarkan penjelasan materi hingga menghias celengan. Beragam hasil karya yang dihasilkan menunjukkan kreativitas dan imajinasi masing-masing siswa dalam menyusun pola menggunakan biji-bijian.

Program kerja individu ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN PPM UNISRI 2026 dalam mendukung pembelajaran kreatif di lingkungan SD Negeri Jekawal 2. Melalui kegiatan yang memadukan edukasi, praktik, dan kreativitas, mahasiswa berharap siswa memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi perkembangan keterampilan mereka.

Dengan adanya kegiatan menghias celengan menggunakan kolase biji-bijian tersebut, siswa kelas III dan IV SD Negeri Jekawal 2 diharapkan mampu mengembangkan kreativitas, meningkatkan keterampilan motorik halus, serta membiasakan diri untuk gemar menabung sejak usia dini melalui celengan hasil karya mereka sendiri.

 

Penulis: Aiftia Kumala Dewi

Penyunting: Adista 


Mahasiswa Akuntansi UNISRI Laksanakan Program “Celengan Cerdas” untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Siswa SD Negeri Ngepringan 2

Mahasiswa Akuntansi UNISRI Laksanakan Program “Celengan Cerdas” untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Siswa SD Negeri Ngepringan 2

 Tingkatkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Program "Celengan Cerdas" di SDN Ngepringan 2

Sumber foto: Siti Nurfatikah 


NGEPRINGAN, JENAR – Guna membangun kesadaran finansial sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 24 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar sosialisasi literasi keuangan di SD Negeri Ngepringan 2, Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Program kerja individu bertajuk "Celengan Cerdas: Sosialisasi Menabung serta Edukasi Kebutuhan dan Keinginan" ini diinisiasi oleh Siti Nurfatikah, mahasiswa Program Studi Akuntansi UNISRI. Kegiatan ini dirancang untuk membiasakan siswa mengelola uang saku, memahami pentingnya menabung, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Siti menyampaikan materi secara interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak sekolah dasar. Poin materi mencakup pengertian dan manfaat menabung, opsi tempat menyimpan uang seperti celengan rumah, tabungan sekolah, hingga rekening bank anak serta simulasi memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan.
Sumber foto: Siti Nurfatikah 

"Kebutuhan merupakan hal utama yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup, sedangkan keinginan bersifat tambahan dan bisa ditunda. Memahami perbedaan ini penting agar anak-anak belajar hidup hemat dan bijak menggunakan uang," ujar Siti Nurfatikah.
Guna menjaga antusiasme peserta, kegiatan diawali dengan ice breaking dan dilanjutkan permainan edukatif berupa simulasi klasifikasi barang. 

Siswa diminta mengelompokkan berbagai contoh benda ke dalam kategori "kebutuhan" atau "keinginan" sambil mendiskusikan cita-cita mereka.
Sebagai bentuk praktik langsung, setiap siswa membagikan dan menghias celengan bergambar sesuai kreativitas masing-masing. Media ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk mulai menyisihkan uang saku mereka secara konsisten setiap hari.

Pihak sekolah dan para siswa menyambut positif jalannya kegiatan. Siswa terlihat aktif berpartisipasi, berani menjawab pertanyaan, dan antusias menghias celengan mereka. Melalui edukasi ini, Siti Nurfatikah berharap kebiasaan menabung dan mengelola uang saku tidak berhenti sebatas kegiatan KKN, melainkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi membentuk generasi yang cermat berencana di masa depan.

Penulis: Siti Nurfatikah 
Edukasi Bahaya Hoaks dan Penipuan Online: Upaya Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Desa Kalimacan

Edukasi Bahaya Hoaks dan Penipuan Online: Upaya Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Desa Kalimacan

 Edukasi Bahaya Hoaks dan Penipuan Online: Upaya Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Desa Kalimacan 


Sumber foto: Shella Puspita Sari 


Perkembangan teknologi informasi membawa banyak kemudahan bagi masyarakat, mulai dari kemudahan mengakses informasi hingga bertransaksi secara daring. Namun, kemudahan ini turut diiringi maraknya penyebaran hoaks dan berbagai bentuk penipuan online yang merugikan masyarakat secara materiil maupun psikologis. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya literasi digital agar penggunaan internet dapat dilakukan secara bijak dan aman.

Melihat kondisi ini, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar program kerja individu berupa Edukasi Bahaya Hoaks dan Penipuan Online. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Desa Kalimacan, Sragen, pada Minggu (2/8/2026). Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital, membantu warga mengenali informasi menyesatkan, mencegah masyarakat menjadi korban penipuan online, serta mengajarkan cara menggunakan internet secara aman dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat Desa Kalimacan memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengertian hoaks beserta contoh-contoh yang sering dijumpai di media sosial maupun aplikasi percakapan. Materi juga mencakup ciri-ciri hoaks, seperti penggunaan judul provokatif, isi yang tidak sesuai fakta, ajakan untuk segera membagikan informasi, ketiadaan sumber terpercaya, hingga manipulasi foto atau video. Melalui sesi ini, warga diajak untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Sumber foto: Shella Puspita Sari 

Selain hoaks, materi sosialisasi membahas berbagai modus penipuan online yang kian beragam, seperti penipuan belanja online, phishing, akun palsu, hingga undian berhadiah palsu. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai tanda-tanda penipuan, seperti penawaran keuntungan besar dalam waktu singkat, permintaan data pribadi atau kode OTP, penggunaan bahasa yang mendesak, serta pemanfaatan akun dengan identitas yang tidak jelas.

Guna menghindar dari kejahatan digital, mahasiswa KKN menekankan beberapa langkah pencegahan praktis bagi warga:

1. Tidak mudah mempercayai tawaran yang mencurigakan.

2. Tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.

3. Selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum dipercaya atau disebarkan.

4. Segera melaporkan tindakan penipuan kepada pihak yang berwenang.

Di samping langkah individual, sosialisasi ini juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam membangun budaya literasi digital melalui diskusi keamanan internet serta edukasi yang berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan di Desa Kalimacan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Para peserta tampak antusias sepanjang acara dan mendapatkan pengetahuan baru terkait cara menyaring informasi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan digital. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan berpikir kritis sebelum menerima atau menyebarkan informasi, sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga keamanan data pribadi.

Melalui program kerja individu KKN UNISRI ini, masyarakat Desa Kalimacan diharapkan makin bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. Literasi digital yang baik tidak hanya melindungi individu dari ancaman siber, tetapi juga berkontribusi menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih cerdas, aman, dan bertanggung jawab.


Penulis: Shella Puspita Sari 

Generasi Sehat, Generasi Cerdas tanpa Miras dan Narkoba

Generasi Sehat, Generasi Cerdas tanpa Miras dan Narkoba


Sumber Foto: Ilham Khafid Alfarozi

Kalimacan  – (28/07)

Mahasiswa KKN telah melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai bahaya minuman keras dan narkoba kepada siswa sekolah dasar didesa kalimacan  sebagai upaya meningkatkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi perilaku yang bertentangan dengan hukum. Kegiatan ini dilaksanakan pada selasa (28/07).

Sumber Foto: Ilham Khafid Alfarozi

Bertempat di SDN Kalimacan Kegiatan penyuluhan bertema “Generasi Sehat, Generasi Cerdas Tanpa Miras dan Narkoba” berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai bahaya penyalahgunaan minuman keras dan narkoba dari aspek kesehatan, hukum, sosial, serta pendidikan. Melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan zat adiktif.


yang dihasilkan dari program ini meliputi:

1. Meningkatnya pemahaman siswa mengenai bahaya minuman keras dan narkoba.

2. Meningkatnya kesadaran siswa untuk menerapkan pola hidup sehat dan menjauhi perilaku berisiko.

3. Tumbuhnya komitmen siswa untuk menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan bebas dari minuman keras serta narkoba.

4. Terlaksananya kegiatan edukasi sebagai bentuk pengabdian mahasiswa KKN kepada masyarakat dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan minuman keras dan narkoba sejak usia dini.

5. Terjalinnya kerja sama antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari minuman keras serta narkoba.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berhasil memberikan edukasi mengenai dampak negatif minuman keras dan narkoba terhadap kesehatan, perkembangan mental, prestasi belajar, serta masa depan . Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya memilih pergaulan yang sehat, berani menolak ajakan negatif, dan menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.


Penulis dan penyunting : Ilham Khafid Alfarozi

Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Melalui Edukasi Jenis, Dampak, dan Perkembangan Peredaran Narkotika serta Aspek Hukumnya

Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Melalui Edukasi Jenis, Dampak, dan Perkembangan Peredaran Narkotika serta Aspek Hukumnya

 Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Melalui Edukasi Jenis, Dampak, dan Perkembangan Peredaran Narkotika serta Aspek Hukumnya

Sumber foto: Caroline Fabia Gunawan

Mojopuro, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar kegiatan sosialisasi edukasi bahaya penyalahgunaan narkotika di Gedung Serbaguna Dusun Jengglong, Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, pada Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh Kepala Desa Mojopuro, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, Karang Taruna, Posyandu Remaja Dusun Jengglong, serta warga Desa Mojopuro. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait jenis narkotika, dampak penyalahgunaannya, perkembangan peredaran gelap, hingga aspek hukum yang mengaturnya.

Sumber foto:  Caroline Fabia Gunawan

Rangkaian acara berlangsung secara sistematis melalui empat tahapan utama:

1. Pembukaan Kegiatan: Diisi dengan sambutan Kepala Desa Mojopuro dan penyampaian tujuan sosialisasi.

2. Penyampaian Materi Edukasi: Mahasiswa KKN memberikan materi mendalam mengenai jenis-jenis narkotika, dampak fisik, mental, dan sosial, perkembangan pola peredaran, serta sanksi hukum tindak pidana narkotika berdasarkan perundang-undangan di Indonesia.

3. Diskusi dan Tanya Jawab: Peserta berpartisipasi aktif menanyakan langkah pencegahan dan tindakan saat menemukan indikasi penyalahgunaan di sekitar lingkungan mereka.

4. Penutup dan Dokumentasi: Diakhiri imbauan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan dilanjutkan sesi foto bersama.

Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan mendapat sambutan hangat dari warga. Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap masyarakat Desa Mojopuro makin peduli, mampu menjadi agen pencegahan di tingkat keluarga maupun lingkungan, serta aktif menciptakan ruang hidup yang sehat, aman, dan bebas dari narkotika.

Penulis: Caroline Fabia Gunawan dan Ammar Fikri Khoiril Abyan


Dorong Kemandirian Ekonomi, Mahasiswa KKN UNISRI Pendampingan Pencantuman UMKM Desa Jambangan ke Google Maps

Dorong Kemandirian Ekonomi, Mahasiswa KKN UNISRI Pendampingan Pencantuman UMKM Desa Jambangan ke Google Maps

 Dorong Kemandirian Ekonomi, Mahasiswa KKN UNISRI Pendampingan Pencantuman UMKM Desa Jambangan ke Google Maps

Sumber foto : Alif Putra Pratama 


SRAGEN – Guna meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pemasaran produk lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) menggelar program pendampingan digitalisasi bertajuk "Pencantuman Google Maps Pada UMKM di Desa Jambangan", Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini berfokus pada pendaftaran titik lokasi usaha warga ke platform Google Maps dan Google Business Profile, lengkap dengan informasi jam operasional, foto produk, serta kontak bisnis yang dapat dihubungi.
Inisiatif tersebut dilatarbelakangi oleh masih banyaknya UMKM potensial di Desa Jambangan yang belum terindeks di peta digital. 

Hal ini kerap menyulitkan calon konsumen dari luar daerah untuk menemukan lokasi usaha. Kehadiran titik lokasi yang presisi di platform digital diharapkan mampu meningkatkan kredibilitas usaha, mempermudah akses navigasi pembeli, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pedagang lokal tanpa dipungut biaya.
      
Sumber foto : Alif Putra Pratama 

Pelaksanaan program dilakukan secara langsung oleh mahasiswa KKN melalui metode door-to-door ke berbagai unit usaha warga, dengan dukungan penuh dari pemerintah desa setempat. Rangkaian kegiatan berlangsung secara bertahap selama masa KKN, meliputi pendataan awal, pemotretan produk dan tempat usaha, hingga penentuan titik koordinat lokasi.
Sumber foto: Alif Putra Pratama 

Tak hanya mendaftarkan titik peta, mahasiswa KKN UNISRI juga memberikan pembekalan dan edukasi praktis kepada pemilik usaha mengenai cara mengelola profil bisnis serta memperbarui informasi toko secara mandiri menggunakan ponsel pintar (smartphone). Melalui langkah digitalisasi ini, UMKM di Desa Jambangan diharapkan mampu bertransformasi dan memperkuat kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.

Penulis : Alif Putra Pratama 
KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Stop Bullying dan Positive Words Session melalui Media Pohon Komitmen di SD Negeri Jambangan 2 Mondokan

KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Stop Bullying dan Positive Words Session melalui Media Pohon Komitmen di SD Negeri Jambangan 2 Mondokan


KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Stop Bullying dan Positive Words Session melalui Media Pohon Komitmen di SD Negeri Jambangan 2 Mondokan

Sumber foto: Arlindya Yasmien Auralia

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi "Stop Bullying" dan "Positive Words Session" di SDN Jambangan 2 Sragen
SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar program kerja kolaborasi berupa Sosialisasi Stop Bullying dan Positive Words Session di SD Negeri Jambangan 2, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang ditujukan bagi siswa kelas 4 ini dilaksanakan guna meningkatkan kesadaran akan bahaya perundungan sekaligus menanamkan kebiasaan berbahasa positif dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian acara diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian bullying, jenis-jenisnya, dampak buruk yang ditimbulkan, hingga langkah pencegahan dan penanganannya. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta dilengkapi contoh kasus yang dekat dengan keseharian para siswa.
Siswa SD Negeri Jambangan 2 Mondokan bersama mahasiswa KKN UNISRI dalam kegiatan sosialisasi Stop Bullying melalui media "Pohon Komitmen"

Memasuki sesi Positive Words Session, mahasiswa KKN memperkenalkan berbagai kosakata positif dalam bahasa Inggris yang berkaitan dengan sikap saling menghargai. Beberapa ungkapan yang diajarkan antara lain Please (tolong), Thank You (terima kasih), Sorry (maaf), Excuse Me (permisi), Good Job! (kerja bagus), Well Done! (hebat!), Can I Help You? (boleh saya bantu?), Let’s Be Friends (ayo berteman), Be Kind (jadilah orang baik), dan Respect Everyone (hormati semua orang). Para siswa diajak mengucapkan kosakata tersebut secara bersama-sama serta memahami penggunaannya saat berinteraksi dengan teman maupun guru.

Guna menghidupkan suasana, kegiatan diselingi dengan permainan edukatif, sesi tanya jawab, dan kuis singkat. Siswa yang aktif berpartisipasi mendapatkan apresiasi berupa hadiah sederhana, sehingga jalannya acara berlangsung meriah dan komunikatif.
Sebagai bentuk komitmen nyata pencegahan perundungan, seluruh siswa menuliskan janji pribadi pada lembar komitmen "Saya Akan..." dan "Saya Berjanji...". Beberapa pesan yang ditulis antara lain janji untuk tidak mengucilkan teman, saling membantu, dan selalu berkata baik. Lembar komitmen tersebut kemudian ditempelkan bersama pada "Pohon Komitmen Be Kind, No Bullying" sebagai simbol pengingat untuk terus menjaga lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
 
 foto media pembelajaran 

Rangkaian program kolaborasi ini ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN UNISRI, guru, dan para siswa. Melalui edukasi ini, diharapkan siswa SDN Jambangan 2 tidak hanya memahami bahaya perundungan, tetapi juga terbiasa menerapkan tutur kata yang ramah, peduli, dan inklusif demi terciptanya budaya sekolah yang berakhlak mulia.



Penulis: 

 1. Bayu Aji Nugroho – Pendidikan Bahasa Inggris
2. Arlinda Yasmien Auralia – Bimbingan dan Konseling
Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Siswa SD Negeri 2 Jekawal Melalui Sosialisasi Literasi Keuangan Sejak Dini

Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Siswa SD Negeri 2 Jekawal Melalui Sosialisasi Literasi Keuangan Sejak Dini

Peringatkan Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Mengajar Kebiasaan Menabung di SDN 2 Jekawal

Sumber foto: Zuhrotun Alfiyah
SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar program edukasi bertajuk “Sosialisasi Literasi Keuangan Sejak Dini: Ayo Menabung dan Mengelola Uang Saku dengan Bijak” di SD Negeri 2 Jekawal, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, pada Kamis (23/7/2026).

Program kerja individu ini diinisiasi untuk memupuk pemahaman finansial dasar bagi anak-anak sekolah dasar. Melalui edukasi ini, para siswa diajarkan pentingnya membiasakan diri menabung, membedakan antara skala prioritas kebutuhan (needs) dan keinginan (wants), serta bijak dalam membelanjakan uang saku harian.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar ramah anak. Selain mendengarkan pemaparan, para siswa diajak berdiskusi aktif lewat sesi tanya jawab, permainan edukatif, hingga simulasi latihan sederhana dalam mengelola uang. 
 
Sumber foto: Zuhrotun Alfiyah 

Pendekatan ini terbukti efektif menjaga antusiasme siswa sepanjang kegiatan berlangsung. "Seru banget ada permainannya, jadi tahu bedanya mana barang yang benar-benar butuh sama yang cuma pengin dibeli. Sekarang mau belajar nyisihin uang saku buat ditabung di celengan," ujar salah satu siswa peserta dengan penuh semangat usai mengikuti kegiatan.

Melalui sinergi ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap para siswa SDN 2 Jekawal dapat konsisten menyisihkan sebagian uang saku mereka untuk ditabung. Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis pendidikan ini turut mendapat apresiasi penuh dan dukungan dari Kepala SDN 2 Jekawal beserta jajaran guru pendamping.

Penulis : Zuhrotun Alfiyah 
Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Hak dan Kewajiban Anak melalui Program “Sahabat Hukum Cilik” di SD Desa Sunggingan

Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Hak dan Kewajiban Anak melalui Program “Sahabat Hukum Cilik” di SD Desa Sunggingan


Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Hak dan Kewajiban Anak melalui Program “Sahabat Hukum Cilik” di SD Desa Sunggingan
 Mahasiswa KKN UNISRI berfoto bersama siswa SD Desa Sunggingan saat program "Sahabat Hukum Cilik" (Hening Suci Rahayu)


SRAGEN – Membentuk karakter generasi muda yang taat hukum dan paham akan tanggung jawab tidak bisa dilakukan secara instan. Menyadari pentingnya edukasi tersebut sejak rentang usia sekolah dasar, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menginisiasi program kerja individu bertajuk “Sahabat Hukum Cilik: Edukasi Hak dan Kewajiban Anak untuk Menumbuhkan Kesadaran Hukum Sejak Dini.”

Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri Desa Sunggingan, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen pada Senin (27/7/2026) ini ditujukan bagi siswa kelas 3. Program ini dirancang khusus untuk menjembatani konsep hukum yang terkesan rumit agar lebih mudah dipahami oleh anak-anak melalui pendekatan interaktif dan menyenangkan.
Sumber foto: Hening Suci Rahayu

Pembelajaran Interaktif yang Sederhana dan relevan, penyampaian materi tidak dilakukan secara kaku melalui ceramah satu arah, melainkan memanfaatkan media audio-visual berupa tayangan PowerPoint (PPT) yang penuh warna dan ilustrasi menarik. Fokus materi diarahkan pada pengenalan dasar mengenai perbedaan hak dan kewajiban dalam konteks kehidupan sehari-hari anak, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.

"Kunci utama dari edukasi hukum untuk anak usia dini adalah keseimbangan. Anak-anak perlu memahami bahwa untuk memperoleh haknya , seperti mendapatkan kasih sayang, perlindungan, dan fasilitas belajar mereka juga memiliki kewajiban yang harus dijalankan, seperti menghormati orang tua, membantu merapikan mainan, serta mematuhi aturan sekolah," ujar perwakilan mahasiswa KKN UNISRI di sela-sela kegiatan

Gali Antusiasme Lewat Tebak Gambar dan Kuis Interaktif
    
Sumber foto : Hening Suci Rahayu 

Suasana kelas 3 menjadi kian semarak saat memasuki sesi gamifikasi pembelajaran. Mahasiswa KKN mengajak para siswa bermain tebak gambar, di mana setiap siswa diminta menganalisis berbagai visual situasi sehari-hari dan mengategorikannya ke dalam kelompok "Hak" atau "Kewajiban".
Tidak berhenti di situ, pemahaman siswa kembali diuji dan diperkuat melalui kuis interaktif. Gelak tawa dan antusiasme membuncah ketika para siswa saling berebut mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan. Bagi siswa yang berhasil menjawab dengan tepat maupun yang berani menyampaikan pendapatnya, mahasiswa menyiapkannya bingkisan hadiah sebagai bentuk apresiasi dan dorongan rasa percaya diri.

Investasi Karakter untuk Masa Depan

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang hangat, memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan pemikiran polos mereka tentang aturan di rumah dan sekolah. Momen kebersamaan tersebut kemudian diabadikan melalui foto bersama antara mahasiswa, guru, dan para siswa.
Melalui program "Sahabat Hukum Cilik" ini, mahasiswa KKN UNISRI tidak hanya menjalankan kewajiban akademis Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan karakter (character building) di Desa Sunggingan.

Diharapkan, benih pemahaman hukum yang ditanamkan sejak dini ini dapat tumbuh menjadi fondasi karakter anak yang disiplin, bertanggung jawab, serta sadar akan aturan hukum hingga mereka dewasa kelak.

Penulis : Hening Suci Rahayu 



Membangun Karakter Anak melalui Gerakan Menabung dan Daur Ulang

Membangun Karakter Anak melalui Gerakan Menabung dan Daur Ulang

 Membangun Karakter Anak melalui Gerakan Menabung dan Daur Ulang

Sumber foto : dokumentasi pribadi penulis 

Gemolong, 30 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan program kerja sosialisasi bertajuk “Membangun Karakter Anak melalui Gerakan Menabung dan Daur Ulang” di SD Negeri Kalangan, Desa Kalangan, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas IV, V, dan VI yang dilaksanakan di halaman sekolah dengan memanfaatkan Smart TV Digital sebagai media pembelajaran interaktif.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan sejak usia dini, menumbuhkan karakter disiplin dan tanggung jawab dalam mengelola uang, serta membangun kepedulian peserta didik terhadap lingkungan melalui kegiatan daur ulang. Dengan penyampaian materi yang menarik dan interaktif, siswa diajak untuk  memahami bahwa kebiasaan baik dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan setiap hari.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa literasi keuangan merupakan kemampuan memahami cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan mengelola uang dengan bijak. Peserta didik diberikan pemahaman bahwa anak yang memiliki literasi keuangan akan terbiasa menggunakan uang sesuai kebutuhan, tidak boros, rajin menabung, serta mampu belajar bertanggung jawab dalam menggunakan uang.

Materi kemudian dilanjutkan dengan cara mengelola uang secara sederhana, yaitu membedakan kebutuhan dan keinginan, menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung, menggunakan sisa uang dengan bijak, serta menghindari pembelian barang yang tidak diperlukan. Mahasiswa KKN juga menjelaskan bahwa menabung adalah kegiatan menyimpan sebagian uang yang dimiliki agar dapat digunakan di kemudian hari untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat.

Sumber foto: dokumentasi pribadi penulis

Peserta didik juga diajak memahami manfaat menabung, di antaranya melatih hidup hemat, tidak menghabiskan uang untuk hal yang kurang penting, memiliki dana ketika membutuhkan sesuatu, serta belajar bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan. Supaya  kebiasaan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, siswa diberikan tips sederhana, seperti menentukan tujuan menabung, menyisihkan sedikit uang saku setiap hari, menggunakan celengan sebagai tempat menyimpan uang, tidak mengambil tabungan sebelum waktunya, dan membiasakan menabung secara rutin.

Selain materi mengenai literasi keuangan, mahasiswa KKN juga mengedukasi peserta didik tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui pemanfaatan sampah plastik. Siswa dikenalkan bahwa botol plastik merupakan sampah yang sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan apabila dibuang sembarangan. Oleh karena itu, botol plastik bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi celengan yang memiliki nilai guna. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar mengurangi sampah plastik, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan keterampilan dalam menghasilkan karya yang bermanfaat.
Sumber foto: dokumentasi pribadi penulis 

Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik menghias celengan dari botol bekas. Seluruh peserta didik dibagi menjadi lima kelompok, dengan masing-masing kelompok beranggotakan delapan orang. Dalam setiap kelompok, peserta dibagi berpasangan sehingga satu celengan digunakan oleh dua orang. Masing-masing pasangan berdiskusi dan bekerja sama menghias celengan menggunakan spidol sesuai kreativitas mereka. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan karya tersebut adalah 60 menit.
Sumber foto: dokumentasi pribadi penulis 

Suasana kegiatan berlangsung meriah. Setiap kelompok menunjukkan kreativitas dan kekompakan dalam menghias celengan dengan berbagai gambar, warna, dan tulisan yang menarik. Setelah waktu berakhir, seluruh hasil karya dikumpulkan untuk dinilai oleh tim mahasiswa KKN berdasarkan aspek kreativitas, kerapian, keunikan, dan kerja sama. Kegiatan  kemudian dilanjutkan dengan kuis interaktif mengenai materi literasi keuangan dan daur ulang yang telah disampaikan. Peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh reward sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan pemahaman mereka terhadap materi.

Sebagai penutup, tim KKN mengumumkan hasil penilaian lomba menghias celengan. Penghargaan diberikan kepada Juara I, Juara II, Juara III, serta Harapan I, Harapan II, dan Harapan III. Para pemenang menerima hadiah sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, kerja sama, dan semangat yang telah ditunjukkan selama kegiatan berlangsung.

Melalui program “Membangun Karakter Anak melalui Gerakan Menabung dan Daur Ulang”, mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi berharap peserta didik mampu menerapkan kebiasaan menabung, mengelola uang secara bijak, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang hemat, kreatif, bertanggung jawab, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan sejak usia sekolah dasar.


Penulis : 

1. Sentut Mulya Maura - Fakultas Ekonomi Bisnis
2. Kartika Galuh Syah Putri - Fakultas Ekonomi dan Bisnis
3. Yohanes Stevano Geli Pea - Fakultas Ekonomi Bisnis
4. Mahbub Ramdani Rusdi Novantoro Kusuma -Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Lampiran:





Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Selenggarakan Sosialisasi Anti-Perundungan di SDN Ngepringan 1 Belajar Bersama Menciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman

Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Selenggarakan Sosialisasi Anti-Perundungan di SDN Ngepringan 1 Belajar Bersama Menciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman


Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Selenggarakan Sosialisasi Anti-Perundungan di SDN Ngepringan 1 Belajar Bersama Menciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman
Sumber foto : Syifa Nur Ramadhani 

Sragen ( 30/7/26) — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan program sosialisasi anti-perundungan (anti-bullying) di SDN Ngepringan 1. 

Langkah ini diambil guna meningkatkan kesadaran serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak sejak dini. Sosialisasi yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan ini menyasar seluruh siswa tingkat dasar di sekolah setempat. Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman dasar mengenai pengertian perundungan, bentuk-bentuk bullying, dampak negatif yang ditimbulkan, hingga cara pencegahan serta penanganannya.

Guna mempermudah pemahaman materi, para mahasiswa KKN menyajikan tayangan video edukasi yang menggambarkan contoh perilaku perundungan dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya menyimak, para siswa juga diajak aktif berdiskusi kelompok untuk mengidentifikasi perilaku bullying serta mencari solusi yang tepat jika melihat atau mengalaminya.
          Sumber foto: Syifa Nur Ramadhani 

Kegiatan dilanjutkan dengan permainan (game) edukatif yang menekankan pentingnya sikap empati, kepedulian, kerja sama, dan keberanian untuk menolak aksi perundungan. Pada sesi refleksi, siswa diberi ruang aman untuk mengekspresikan perasaan, berbagi cerita, serta mendengarkan pengalaman rekan-rekan mereka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh komunitas sekolah baik siswa, guru,maupun staf dapat bersinergi membudayakan sikap saling menghargai demi mewujudkan iklim belajar yang positif dan aman dari tindak perundungan.


Penulis : Syifa Nur Ramadhani 


Bimbingan Klasikal "Kenali Emosi Diri" untuk Meningkatkan Kesadaran Emosi Siswa SD Negeri Ngepringan 3

Bimbingan Klasikal "Kenali Emosi Diri" untuk Meningkatkan Kesadaran Emosi Siswa SD Negeri Ngepringan 3

Sumber FotoMarlyana Wulan Pangesti

NGEPRINGAN, 22 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan program kerja individu berupa layanan Bimbingan Klasikal "Kenali Emosi Diri" kepada siswa kelas III dan IV SD Negeri Ngepringan 3, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini bertujuan membantu siswa mengenali berbagai macam emosi yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti senang, sedih, marah, takut, dan kecewa. Kemampuan mengenali emosi sejak usia dini merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial dan emosional anak, sehingga diharapkan dapat membantu siswa mengekspresikan perasaannya dengan cara yang positif.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi secara interaktif mengenai pengertian emosi dan contoh emosi yang sering dialami anak-anak. Selanjutnya, siswa mengikuti permainan Puzzle Emosi sebagai media untuk mengenali berbagai ekspresi wajah sesuai jenis emosinya. Permainan tersebut disambut antusias oleh peserta karena dikemas dalam bentuk belajar sambil bermain.

Selain permainan, siswa juga mengikuti kegiatan mewarnai boneka emosi sebagai sarana mengekspresikan pemahaman mereka terhadap berbagai jenis emosi. Melalui aktivitas ini, siswa diajak berdiskusi mengenai pengalaman ketika merasakan suatu emosi dan bagaimana cara menyikapinya dengan baik.

Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan partisipasi yang aktif dan mampu mengenali berbagai ekspresi emosi melalui media yang digunakan. Meskipun terdapat beberapa siswa yang masih memerlukan pendampingan dalam membaca instruksi, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan mendapat respons positif dari guru maupun peserta didik.

Melalui program kerja ini diharapkan siswa SD Negeri Ngepringan 3 semakin memahami pentingnya mengenali emosi diri sebagai langkah awal dalam membangun kemampuan mengendalikan emosi, meningkatkan empati terhadap teman, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan harmonis.

Program ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Surakarta dalam mendukung penguatan karakter dan perkembangan sosial-emosional peserta didik melalui layanan Bimbingan dan Konseling di lingkungan sekolah. Semoga kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi siswa, guru, maupun sekolah.

 

Penulis: Marlyana Wulan Pangesti, Bimbingan dan Konseling, Universitas Slamet Riyadi

Penyunting: Adista Putri Revalina

Lampiran: 



 

Mahasiswa KKN Unisri Ajak Ibu-Ibu PKK dan Kader Desa Ngepringan Kelola Kebutuhan Rumah Tangga Secara Bijak

Mahasiswa KKN Unisri Ajak Ibu-Ibu PKK dan Kader Desa Ngepringan Kelola Kebutuhan Rumah Tangga Secara Bijak

 

Sumber foto : Afrida Setyaningrum

Ngepringan, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar sosialisasi bertema "Manajemen Kebutuhan Rumah Tangga" bagi ibu-ibu PKK dan kader di Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, pada Jumat, 24 Juli 2026 di Balai Desa Ngepringan. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKN yang bertujuan membantu warga mengelola keuangan keluarga dengan lebih tertata.

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa mengelola kebutuhan rumah tangga berarti mengatur pemasukan dan pengeluaran keluarga dengan bijak, mulai dari kebutuhan pokok seperti pangan, listrik, dan air, sampai pendidikan, kesehatan, dan tabungan masa depan. Ibu rumah tangga diibaratkan sebagai "manajer keuangan keluarga" yang perlu bisa membedakan kebutuhan yang wajib dipenuhi dengan keinginan yang masih bisa ditunda, seperti hiburan atau barang baru. Kemampuan ini penting agar pengeluaran bulanan tidak membengkak, keluarga terhindar dari utang berlebih, dan lebih siap saat menghadapi kondisi mendadak.

Empat hal pokok juga disoroti dalam materi, yaitu penghasilan, pengeluaran, tabungan, dan investasi sederhana. Untuk membantu mengatur pengeluaran, peserta diperkenalkan pada pembagian anggaran dengan pola 50/30/20: separuh penghasilan untuk kebutuhan pokok, sepertiga untuk cicilan atau kewajiban rutin, dan sisanya untuk tabungan serta dana darurat.

Peserta juga diingatkan agar tidak berutang untuk hal-hal yang sifatnya sekunder, dan mendahulukan pelunasan utang berbunga tinggi. Selain itu, pentingnya memiliki dana darurat turut dibahas, misalnya untuk keperluan mendadak seperti biaya sekolah anak, anggota keluarga sakit, atau perbaikan rumah dan kendaraan. Sebagai langkah lanjutan, disampaikan pula contoh investasi sederhana yang bisa mulai dicoba, seperti menabung emas, reksa dana, atau arisan yang dikelola secara disiplin.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan interaktif. Ibu-ibu PKK dan kader terlihat antusias bertanya, terutama soal cara mengatasi pengeluaran tak terduga dan cara menabung meski penghasilan terbatas. Salah satu kader mengaku materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi sehari-hari mereka, dan berharap bisa segera dipraktikkan di rumah masing-masing.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN Unisri berharap warga Desa Ngepringan, khususnya para ibu, semakin mampu mengelola keuangan keluarga secara sederhana namun konsisten. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat desa.

 

Penulis: Afrida Setyaningrum

Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi





 


Program Edukasi Smart Buyer Kids: Membangun Perilaku Konsumen Cerdas pada Siswa SD

Program Edukasi Smart Buyer Kids: Membangun Perilaku Konsumen Cerdas pada Siswa SD

 Kalijambe, Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja bertajuk "Program Edukasi Smart Buyer Kids: Membangun Perilaku Konsumen Cerdas pada Siswa SD" di SD Negeri Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Program ini merupakan kegiatan edukasi yang diikuti oleh siswa dengan penuh semangat dan antusias oleh siswa SD kelas 3 Kalimacan.

Program ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai pentingnya menjadi konsumen yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam memilih serta membeli suatu produk. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman dasar mengenai perilaku konsumen sebagai bagian dari literasi di bidang manajemen bisnis sejak usia dini, agar siswa mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kegiatan berbelanja.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai konsep dasar konsumen cerdas, pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan, cara membandingkan harga serta kualitas produk, dan pentingnya membaca informasi pada kemasan seperti tanggal kedaluwarsa, komposisi, serta label keamanan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, serta permainan edukatif sehingga siswa dapat memahami materi dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Para siswa tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka antusias saat mengikuti permainan "Kebutuhan atau Keinginan", mengelompokkan berbagai gambar barang ke dalam kategori yang tepat, serta berdiskusi mengenai alasan dari setiap pilihan yang mereka buat. Selain itu, siswa juga belajar mengamati contoh kemasan produk untuk mengenali informasi penting yang harus diperhatikan sebelum membeli suatu barang. Suasana pembelajaran menjadi lebih menarik karena siswa dapat belajar sambil bermain dan berlatih mengambil keputusan sebagai konsumen yang bijak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami pentingnya menjadi konsumen yang cerdas, tetapi juga mulai menerapkan kebiasaan berbelanja secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman sikap teliti, hemat, dan bertanggung jawab sejak usia dini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang lebih mandiri serta memiliki kemampuan mengambil keputusan secara rasional dalam memilih produk.

 

Program kerja ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Kepala Sekolah dan Guru Wali Kelas menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang menarik karena mengangkat materi literasi konsumen yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Metode pembelajaran yang dikombinasikan dengan permainan edukatif membuat siswa lebih aktif, mudah memahami materi, serta mampu membedakan kebutuhan dan keinginan dalam kegiatan berbelanja.

Melalui pelaksanaan program ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan aplikatif di SD Negeri Kalimacan. Selain meningkatkan pengetahuan siswa mengenai perilaku konsumen yang cerdas, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan berbelanja secara bijak, teliti, dan bertanggung jawab sehingga menjadi bekal yang bermanfaat bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa depan.


Penulis: Laurenty Maysa Depriyani (23200328)

Penyunting: Adista Putri Revalina

Lampiran: 






Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done