LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan PHBS kepada Anak TK melalui Edukasi, Bermain, dan Praktik Cuci Tangan

Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan PHBS kepada Anak TK melalui Edukasi, Bermain, dan Praktik Cuci Tangan

Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan PHBS kepada Anak TK melalui Edukasi, Bermain, dan Praktik Cuci Tangan

Sumber foto: Yu'la Jannita

Banaran, Kalijambe, Kamis (30/7/2026) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta dari Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melaksanakan program kerja individu bertema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di TK Dharma Wanita 1 Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya mencuci tangan kepada anak-anak. Mahasiswa menjelaskan pengertian cuci tangan, alasan mengapa tangan harus dicuci menggunakan sabun, serta waktu-waktu penting untuk mencuci tangan. Selanjutnya, anak-anak diperkenalkan dengan enam langkah mencuci tangan melalui demonstrasi gerakan yang diperagakan secara bersama-sama.

Sesudah mendapatkan penjelasan, peserta mengikuti permainan menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) bertema PHBS. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak belajar melalui berbagai aktivitas, seperti mengenal kebiasaan memotong kuku tangan, membersihkan gambar tangan yang dipenuhi kuman menggunakan media kertas, membuang sampah pada tempatnya, serta membiasakan minum air putih. Suasana belajar berlangsung aktif dan menyenangkan karena seluruh materi disampaikan melalui pendekatan bermain.

Kegiatan disambung dengan menyaksikan video animasi pendek yang menceritakan tentang kuman serta pentingnya mencuci tangan pakai sabun. Video tersebut menjadi media penguatan materi agar peserta lebih mudah memahami bahwa kuman yang tidak terlihat dapat menyebabkan penyakit apabila kebersihan tangan tidak dijaga. Tim KKN juga telah menyiapkan game edukasi sederhana berbasis HTML sebagai media pembelajaran lanjutan. Namun, implementasi permainan digital tersebut belum dapat dilaksanakan karena adanya keterbatasan waktu.

  

                Sumber foto: Yu'la Jannita 

Sebagai penutup materi, seluruh peserta mempraktikkan enam langkah mencuci tangan pakai sabun secara langsung dengan pendampingan mahasiswa dan guru. Setelah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan makanan bergizi bersama sebagai bentuk pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, kemudian anak-anak beristirahat. Ketika memasuki kegiatan akhir, mahasiswa bersama guru melakukan recalling untuk mengulas kembali materi yang telah dipelajari, mulai dari pentingnya menjaga kebersihan tangan, kebiasaan hidup bersih, hingga langkah-langkah mencuci tangan yang benar. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebelum pulang.

     

                  Sumber foto: Yu'la Jannita 

Melalui program kerja individu ini, mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi berharap pembelajaran PHBS dapat tertanam sejak usia dini melalui metode yang menyenangkan, sehingga anak-anak terbiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.


Penulis : 

1. Nurul Mahmudah 23560009

2. Tri Wahyuni 23560013

3. Yu'la Jannita 23560007


Lampiran : 




Pelatihan Melukis Teknik Percik (Splatter Painting) untuk Anak Usia Dini di TK Pertiwi 01 Mojopuro

Pelatihan Melukis Teknik Percik (Splatter Painting) untuk Anak Usia Dini di TK Pertiwi 01 Mojopuro

 Pelatihan Melukis Teknik Percik (Splatter Painting) untuk Anak Usia Dini di TK Pertiwi 01 Mojopuro 


Sumber foto: Erviana Galuh H

Sumberlawang , Sragen – (27/7/26) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar pelatihan melukis teknik percik atau splatter painting bagi anak usia dini di TK Pertiwi 01 Mojopuro, Sumberlawang.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (27/7) sebagai bagian dari upaya menstimulasi kreativitas, motorik halus, dan keberanian berekspresi anak sejak usia dini. Bertempat di halaman dan ruang kelas TK Pertiwi 01 Mojopuro, mahasiswa KKN mengajak para siswa untuk mengenal teknik melukis yang sederhana namun menyenangkan, yaitu dengan cara memercikkan cat pada media kertas menggunakan kuas, sikat, maupun jari tangan. 

Metode ini dipilih karena mudah dipraktikkan oleh anak-anak sekaligus efektif melatih koordinasi mata dan tangan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan disusun melalui beberapa tahapan agar mudah diikuti oleh siswa:
 1. Pengenalan Alat dan Bahan: Mahasiswa memperkenalkan cat air, kuas, sikat gigi bekas, serta kertas gambar yang akan digunakan, sekaligus menjelaskan cara penggunaannya secara aman.
 2. Demonstrasi Teknik Percik: Mahasiswa mencontohkan cara memercikkan cat dengan berbagai teknik sederhana, mulai dari mengibaskan kuas hingga menekan sikat gigi untuk menghasilkan efek percikan warna-warni.
 3. Praktik Mandiri oleh Siswa: Anak-anak diberi kesempatan untuk berkreasi secara langsung membuat karya lukisan percik mereka sendiri dengan bimbingan mahasiswa.
 4. Pameran Kecil Hasil Karya: Karya lukisan anak-anak dipajang bersama di depan kelas sebagai bentuk apresiasi dan penguatan rasa percaya diri siswa.

Para siswa TK Pertiwi 01 Mojopuro tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Tawa dan keceriaan mewarnai suasana belajar ketika anak-anak bebas bereksperimen dengan warna dan pola percikan yang mereka ciptakan sendiri.

“Kegiatannya seru sekali, anak-anak jadi lebih berani mencoba hal baru dan terlihat sangat gembira saat melukis. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga membantu perkembangan motorik halus anak-anak,” ujar salah satu guru TK Pertiwi 01 Mojopuro yang mendampingi kegiatan.

Melalui pelatihan melukis teknik percik ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap dapat menumbuhkan minat seni, kreativitas, serta kepercayaan diri anak-anak TK Pertiwi 01 Mojopuro sejak dini, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.


Penulis: Erviana Galuh Hidayati
Peningkatan Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan Anak Sekolah Dasar Melalui Pembuatan Kerajinan Bernilai Ekonomis

Peningkatan Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan Anak Sekolah Dasar Melalui Pembuatan Kerajinan Bernilai Ekonomis

Kalijambe, Sragen - (30/7/26) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja bertajuk "Peningkatan Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan Anak Sekolah Dasar Melalui Pembuatan Kerajinan Bernilai Ekonomis" di SD Negeri Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas IV dengan penuh semangat dan antusias.

   

              Sumber foto : Selvy Chintya 

Program ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas peserta didik sekaligus mengenalkan nilai-nilai kewirausahaan sejak usia dini. Melalui kegiatan praktik secara langsung, siswa diajak membuat kerajinan berupa figura foto dari stik es krim yang memiliki nilai estetika sekaligus berpotensi memiliki nilai jual.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai pentingnya kreativitas dalam kehidupan sehari-hari, cara memanfaatkan bahan sederhana menjadi produk yang menarik, serta memperkenalkan konsep dasar kewirausahaan, seperti menghasilkan produk yang bernilai ekonomis, menghitung biaya sederhana, dan pentingnya menjaga kualitas hasil karya.

Para siswa tampak aktif mengikuti setiap tahapan pembuatan kerajinan, mulai dari menyusun stik es krim, menempelkan bagian-bagian figura, menghias dengan cat dan ornamen, hingga menghasilkan karya yang unik sesuai kreativitas masing-masing. Suasana belajar menjadi lebih menyenangkan karena siswa dapat berkreasi sambil belajar mengenai peluang usaha sederhana.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memiliki keterampilan membuat kerajinan tangan, tetapi juga mulai memahami bahwa kreativitas dapat menjadi peluang untuk menciptakan produk yang bernilai ekonomis. Penanaman jiwa kewirausahaan sejak dini diharapkan mampu membentuk karakter mandiri, inovatif, percaya diri, dan produktif.

Program kerja ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Guru kelas IV menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena menggabungkan unsur kreativitas, keterampilan, dan pendidikan kewirausahaan dalam satu kegiatan yang menarik. Selain meningkatkan kemampuan motorik dan kreativitas siswa, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa bangga terhadap hasil karya yang mereka buat sendiri.

Melalui pelaksanaan program ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembelajaran yang kreatif dan inovatif di SD Negeri Kalimacan serta mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, mandiri, dan memiliki semangat kewirausahaan sejak usia sekolah dasar.


Penulis: Selvy Cyntia Permana 

Penyunting: Adista 

Lampiran: 






Mengenalkan Anak anak fingerpainting dengan cat warna dan mengecap di totebag dalam melatih motorik halus jari anak di TK MARSUDIWI

Mengenalkan Anak anak fingerpainting dengan cat warna dan mengecap di totebag dalam melatih motorik halus jari anak di TK MARSUDIWI

 Mengenalkan Anak anak fingerpainting dengan cat warna dan mengecap di totebag dalam melatih motorik halus jari anak di TK MARSUDIWI 

Sumber foto: Stefany Vernalya YP


Sragen – (30/07/26)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mengenalkan fingerpainting untuk upaya meningkatkan motorik halus anak dan mengenalkan macam macam warna dengan menggelar rangkaian kegiatan melukis dengan jari tangan anak di TK Marsudiwi.  Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (28/7) pagi.

Bertempat di TK Marsudiwi, mahasiswa KKN hadir mengisi sesi khusus bersama para siswa/siswi. Langkah ini diambil guna merespons pentingnya kegiatan fingerpainting bisa melukis dengan mengecap jari tangan anak dalam mengenalkan anak campuran berbagai warna dalam jenjang pendidikan anak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyajikan materi secara interaktif melalui mahasiswa dari program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD)untuk memberikan wawasan yang menyeluruh:
1. Kreativitas seni lukis dengan mengecap jari: memberikan tote bag pada anak untuk di cap jari anak dengan cat warna dengan sesuai gambaran dan seni anak masing masing
2. Ketrampilan motorik anak: Dengan mengecap jari tangan anak dengan melalui warna warna memperkuat jari jari tangan anak


Para siswa TK Marsudiwi mengikuti kegiatan seni lukis dengan hasil karya anak memakai cat air dengan palet dan mengenalkan macam macam warna. 

"Kegiatannya sangat menyukai dengan totebag dan anak-anak sangat senang terutama karna sebelumnya anak mencoba , walaupun di TK A sebelumnya pernah juga melakukan". ujar salah satu guru TK Marsudiwi peserta kegiatan. Melalui sinergi prodi PGPAUD di TK Marsudiwi ini, diharapkan para siswa dapat mengenal perpaduan warna warna dan melatih motorik dalam penggunaan jari anak tanpa kuas


Penulis: Stefany Vernalya YP


Edukasi Jiwa Wirausaha Sejak Dini Melalui Simulasi Jual Beli di SD Negeri Kalimacan

Edukasi Jiwa Wirausaha Sejak Dini Melalui Simulasi Jual Beli di SD Negeri Kalimacan


Edukasi Jiwa Wirausaha Sejak Dini Melalui Simulasi Jual Beli di SD Negeri Kalimacan

Sumber foto : Pradista


Sragen - ( 30/7/26) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Pradista Venni Retaluya, melaksanakan program kerja individu berupa Edukasi Jiwa Wirausaha Sejak Dini Melalui Simulasi Jual Beli bagi siswa kelas V SD Negeri Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. 

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya menanamkan karakter kewirausahaan kepada anak-anak sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.  Dalam kegiatan tersebut, siswa memperoleh materi mengenai pengertian jiwa wirausaha, pentingnya belajar berwirausaha sejak dini, serta manfaat memiliki sikap kreatif, mandiri, jujur, disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab.

 Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif agar mudah dipahami oleh siswa, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video edukatif yang berkaitan dengan aktivitas jual beli untuk meningkatkan pemahaman mereka.
Setelah penyampaian materi, siswa diajak mengikuti simulasi jual beli menggunakan uang mainan dan berbagai barang sederhana. 
                      Sumber foto: Pradista

Dalam simulasi tersebut, siswa bergantian berperan sebagai penjual dan pembeli sehingga dapat mempraktikkan secara langsung proses transaksi, mulai dari menawarkan barang, menentukan harga, melakukan pembayaran, hingga menghitung uang kembalian. Suasana pembelajaran berlangsung aktif dan penuh antusias karena siswa dapat belajar sambil bermain serta berinteraksi dengan teman-temannya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa kelas V SD Negeri Kalimacan tidak hanya memahami konsep dasar jual beli, tetapi juga mampu menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini. Selain meningkatkan kemampuan berhitung dan berkomunikasi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter positif seperti :  kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, dan kemandirian.

 Program kerja ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Surakarta dalam mendukung pendidikan karakter dan pengembangan keterampilan hidup bagi siswa sekolah dasar.

Penulis : pradista venni retaluya 
Penyunting: Oliviana 


Tingkatkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Pengelolaan Keuangan Sederhana di Kelas 3 SD Negeri Kalimacan

Tingkatkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Pengelolaan Keuangan Sederhana di Kelas 3 SD Negeri Kalimacan

Sragen, 30 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan program kerja individu bertajuk "Edukasi Pengelolaan Keuangan Sederhana melalui Pengenalan Konsep Kebutuhan dan Keinginan Sejak Dini" di SD Negeri Kalimacan pada Kamis (30/7). 

               ( Sumber foto: Sevila Lutfhi)

Kegiatan ini diikuti oleh 15 siswa dengan tujuan meningkatkan literasi keuangan sejak dini melalui pemahaman mengenai cara membedakan kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia sekolah dasar. Di tengah perkembangan teknologi dan kemudahan berbelanja, anak-anak perlu dibekali kemampuan dalam menentukan prioritas sehingga tidak terbiasa bersikap konsumtif sejak dini.

Kegiatan diawali dengan perkenalan mahasiswa KKN bersama peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pengertian uang, manfaat uang, serta pentingnya mengelola uang saku dengan bijak. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan disertai ilustrasi agar mudah dipahami oleh peserta.

Pada sesi inti, mahasiswa menjelaskan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan melalui berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan siswa. Perlengkapan sekolah, makanan bergizi, dan buku dijelaskan sebagai kebutuhan yang harus diprioritaskan. Sementara itu, mainan, jajanan berlebihan, maupun barang yang dibeli hanya karena mengikuti tren dijelaskan sebagai keinginan yang dapat ditunda apabila belum diperlukan.

Agar pembelajaran lebih menarik, peserta mengikuti permainan edukatif berupa pengelompokan gambar ke dalam kategori kebutuhan dan keinginan. Siswa secara bergantian menjelaskan alasan dari setiap pilihan yang mereka buat. Melalui aktivitas tersebut, peserta tidak hanya belajar memahami materi, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis dalam mengambil keputusan sederhana terkait penggunaan uang.

Mahasiswa KKN juga mengajak siswa berdiskusi mengenai pentingnya menabung. Anak-anak diberikan motivasi untuk menyisihkan sebagian uang saku secara rutin agar terbiasa merencanakan penggunaan uang serta memiliki simpanan untuk kebutuhan di masa mendatang. Edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan karakter disiplin, hemat, dan bertanggung jawab sejak usia dini. Sebagai penutup, mahasiswa memberikan kuis interaktif untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Siswa terlihat antusias menjawab setiap pertanyaan dan mampu membedakan contoh kebutuhan maupun keinginan dengan tepat. Suasana belajar berlangsung aktif, menyenangkan, dan penuh semangat hingga kegiatan berakhir.

Guru SD Negeri Kalimacan mengapresiasi pelaksanaan program tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang menarik sekaligus bermanfaat bagi peserta didik. Menurutnya, materi mengenai pengelolaan keuangan sederhana sangat relevan untuk dikenalkan sejak usia dini agar anak-anak terbiasa mengambil keputusan yang bijak dalam menggunakan uang saku mereka.

 

"Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, tetapi juga mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan membelanjakan uang sesuai prioritas serta membiasakan diri untuk menabung," ujar mahasiswa KKN UNISRI selaku pelaksana program.

 Mahasiswa KKN UNISRI berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan literasi keuangan anak sejak dini. Dengan memahami konsep kebutuhan dan keinginan, diharapkan siswa mampu membangun kebiasaan finansial yang positif, bertanggung jawab, serta menjadi generasi yang lebih bijak dalam mengelola keuangan di masa depan.


Penulis: Sevila Luthfi

Lampiran: 







Belajar Wirausaha Sejak Dini, Siswa Kelas 3 SD Kalimacan Asyik Berkreasi Donat Hias dan Hitung Keuntungan

Belajar Wirausaha Sejak Dini, Siswa Kelas 3 SD Kalimacan Asyik Berkreasi Donat Hias dan Hitung Keuntungan


Belajar Wirausaha Sejak Dini, Siswa Kelas 3 SD Kalimacan Asyik Berkreasi Donat Hias dan Hitung Keuntungan

              
( Sumber foto : Amanda Lutfi) 

SRAGEN (30/7/26) Suasana kelas 3 SD Negeri Kalimacan pada hari kamis tampak berbeda dan penuh keceriaan. 15 siswa antusias mengikuti kegiatan edukasi kewirausahaan melalui praktik kreasi donat hias. Kegiatan ini dirancang sebagai media pembelajaran interaktif untuk mengenalkan konsep dasar modal dan keuntungan usaha secara sederhana.

Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya diajak mengasah kreativitas dalam menghias donat menggunakan aneka topping seperti meses, coklat, sprinkle tetapi juga diajak memahami alur dasar berbisnis. Setiap kelompok dibekali "Lembar Pengusaha Cilik" untuk mencatat biaya bahan (modal awal) serta menentukan harga jual donat kreasi mereka.

Program ini diinisiasi sebagai bentuk inovasi pembelajaran kontekstual. Konsep matematika dasar seperti penjumlahan dan pengurangan diaplikasikan langsung dalam hitungan dunia nyata, sehingga siswa dapat memahami dari mana datangnya nilai "keuntungan" tanpa merasa kesulitan.

"Kami ingin mengenalkan konsep ekonomi dasar dengan cara yang menyenangkan dan relevan bagi anak-anak. Lewat media donat hias ini, mereka belajar bahwa dari modal bahan yang dikumpulkan, jika diolah dengan kreatif, bisa menghasilkan harga jual yang lebih tinggi dan memberikan keuntungan," ujar penyelenggara kegiatan.

Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif dan hands-on. Setelah mendengarkan penjelasan singkat, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk bekerja sama menghias donat, menghitung total modal, hingga menetapkan harga jual yang tepat. Senyum sumringah terlihat di wajah para siswa saat berhasil menghitung angka "untung" di lembar kerja kelompok mereka masing-masing.

Melalui edukasi ringkas ini diharapkan : benih jiwa kewirausahaan, kerja sama tim, serta pemahaman literasi finansial dasar dapat tertanam sejak dini pada diri siswa SD Negeri Kalimacan.

Penulis : Amanda Lutfi



Cerdas Mengelola Uang Saku Sejak Dini: Edukasi Literasi Keuangan untuk Siswa Kelas IV SD Kalimacan

Cerdas Mengelola Uang Saku Sejak Dini: Edukasi Literasi Keuangan untuk Siswa Kelas IV SD Kalimacan

 Sragen, (30/7/26)

Mahasiswa KKN PPM UNISRI melaksanakan proker individu di SD Kalimacan.  Upaya menanamkan kebiasaan mengelola keuangan sejak usia dini diwujudkan melalui kegiatan edukasi bertajuk "Cerdas Mengelola Uang Saku Sejak Dini yang diselenggarakan bagi siswa kelas IV SD Kalimacan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya literasi keuangan, sehingga mereka mampu menggunakan uang saku secara bijak, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta mulai membiasakan diri untuk menabung.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan menyenangkan. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Beberapa topik yang dibahas meliputi pengertian uang saku, manfaat mengatur pengeluaran, perbedaan kebutuhan dan keinginan, pentingnya menabung, serta cara membuat rencana sederhana dalam menggunakan uang saku sehari-hari.

Untuk meningkatkan partisipasi siswa, penyampaian materi dikemas melalui sesi tanya jawab, diskusi, permainan edukatif, dan pemberian contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa diajak mengidentifikasi berbagai barang yang termasuk kebutuhan maupun keinginan, kemudian mendiskusikan pilihan penggunaan uang saku yang lebih bijaksana. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya siswa yang aktif menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan berbagi pengalaman mereka dalam mengelola uang saku.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memahami bahwa uang saku tidak hanya digunakan untuk membeli jajanan, tetapi juga dapat disisihkan untuk ditabung demi memenuhi kebutuhan di masa mendatang. Selain itu, edukasi literasi keuangan sejak usia sekolah dasar diharapkan mampu membentuk karakter disiplin, bertanggung jawab, hemat, serta mampu mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola keuangan pribadi.

Kegiatan edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan sejak dini. Dengan pembelajaran yang menarik dan aplikatif, diharapkan siswa kelas IV SD Kalimacan dapat menerapkan kebiasaan mengelola uang saku secara bijak dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi generasi yang lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan di masa depan.


Penulis: Riska Rachmawati

Penyunting: Adista Putri Revalina

Lampiran: 

 








Tingkatkan Literasi Keuangan Anak Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Gemar Menabung di Posko KKN Kalimacan

Tingkatkan Literasi Keuangan Anak Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Gemar Menabung di Posko KKN Kalimacan

 Tingkatkan Literasi Keuangan Anak Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Gemar Menabung di Posko KKN Kalimacan

Sumber foto: Aan Setiyawan

Sragen – (29/07/2026) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kegiatan edukasi literasi keuangan dengan tema "Gemar Menabung Sejak Dini" bagi anak-anak di Posko KKN Kalimacan pada Rabu (29/7/26) malam.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman dasar mengenai pengelolaan uang sekaligus membiasakan perilaku menabung sejak usia dini sebagai bekal dalam membangun karakter yang hemat, disiplin, dan bertanggung jawab. Bertempat di Posko KKN Kalimacan, kegiatan berlangsung dalam suasana yang hangat dan interaktif. Anak-anak mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat melalui penyampaian materi yang disesuaikan dengan usia mereka, sehingga mudah dipahami dan menyenangkan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan beberapa materi edukatif, antara lain:
1. Pengenalan Literasi Keuangan Sejak Dini, yaitu memberikan pemahaman sederhana mengenai arti uang, fungsi uang dalam kehidupan sehari-hari, serta pentingnya menggunakan uang secara bijaksana.
2. Edukasi Gemar Menabung, yaitu mengenalkan manfaat menabung, tujuan menabung, serta kebiasaan menyisihkan sebagian uang saku secara rutin agar anak-anak belajar merencanakan kebutuhan dan tidak bersikap boros.
3. Pengenalan Nominal Mata Uang Rupiah, meliputi pengenalan uang kertas dan uang logam, cara membedakan nominal, serta pentingnya menjaga dan merawat uang sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.
4. Permainan Edukatif dan Tanya Jawab, berupa kuis interaktif mengenai materi yang telah disampaikan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berpartisipasi dalam permainan edukatif, serta berbagi pengalaman mengenai kebiasaan menabung yang telah dilakukan di rumah. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat anak-anak dalam mempelajari cara mengelola uang secara sederhana.
Salah satu peserta mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan tersebut. "Sekarang saya tahu kalau uang harus disimpan dan ditabung supaya nanti bisa membeli barang yang saya inginkan," ujar salah satu anak dengan penuh semangat.

Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap anak-anak di Desa Kalimacan dapat memahami pentingnya literasi keuangan sejak usia dini, memiliki kebiasaan menabung secara rutin, serta mampu mengelola uang dengan lebih bijaksana dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan pula kebiasaan positif tersebut dapat terus didukung oleh orang tua dan lingkungan sekitar sehingga menjadi bekal bagi anak-anak dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Penulis: Aan Setiyawan
Penyunting : Oliviana 




LAMPIRAN 







Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 99 Kenalkan Microsoft Word kepada Siswa SD Negeri Sambiduwur 2

Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 99 Kenalkan Microsoft Word kepada Siswa SD Negeri Sambiduwur 2

 Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 99 Kenalkan Microsoft Word kepada Siswa SD Negeri Sambiduwur 2

Sumber foto: Pitma Hati



Sambiduwur, Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta Kelompok 99 menggelar program kerja individu berupa Pengenalan Microsoft Word bagi siswa kelas VI SD Negeri Sambiduwur 2, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen pada 28 Juli 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital, pengetahuan, serta keterampilan teknologi informasi bagi siswa sekolah dasar sejak dini. Melalui program ini, siswa diharapkan tidak hanya mengenal aplikasi pengolah kata, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk membuat tugas-tugas sekolah menjadi lebih rapi, menarik, dan kreatif.
Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan menggunakan metode pembelajaran yang sederhana, interaktif, dan mudah dipahami. 
Siswa diajarkan berbagai fitur dasar Microsoft Word, mulai dari mengatur jenis dan ukuran font, membuat tulisan tebal (bold), garis bawah (underline), mengubah warna tulisan, hingga membuat dan mengatur tabel. Tak hanya mendengarkan penjelasan, para siswa juga diberikan kesempatan langsung untuk mempraktikkan setiap fitur yang dipelajari melalui latihan sederhana.
Proses pembelajaran berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa terlihat aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan antusias mencoba fitur-fitur pengolah kata tersebut untuk mendukung kebutuhan belajar mereka di sekolah.


Penulis : Pitma Hati 



Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Ecoprint di TK Jekawal 3

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Ecoprint di TK Jekawal 3


Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Ecoprint di TK Jekawal 3

Sumber foto : Shiva Citra Permata
SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 83 mengadakan kegiatan ecoprint di TK Jekawal 3, Desa Jekawal, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan bertajuk “Belajar Menyenangkan melalui Kegiatan Ecoprint untuk Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini” tersebut diikuti seluruh peserta didik dengan pendampingan kepala sekolah dan guru kelas.

Program ini digagas oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), Shiva Citra Permata. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja individu KKN yang bertujuan memberikan pengalaman belajar kreatif dan menyenangkan kepada anak-anak melalui pemanfaatan bahan alami. Ecoprint dipilih sebagai media pembelajaran karena memadukan unsur seni, kreativitas, eksplorasi lingkungan, serta pengenalan karakter peduli lingkungan. Dalam kegiatan ini, anak-anak memanfaatkan daun dan bagian tumbuhan lain untuk menghasilkan motif alami pada media kain.

Kegiatan diawali dengan perkenalan mahasiswa KKN kepada peserta didik. Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mahasiswa mengajak anak-anak bernyanyi serta melakukan gerak dan lagu. Setelah itu, mahasiswa memperkenalkan konsep ecoprint menggunakan bahasa sederhana. Anak-anak diberikan penjelasan mengenai pemanfaatan daun dan bunga sebagai bahan untuk mencetak motif alami pada kain. Mahasiswa kemudian memperlihatkan berbagai jenis daun yang telah disiapkan. Peserta didik diajak mengamati bentuk, ukuran, warna, tekstur, dan urat daun. Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan keanekaragaman tumbuhan sekaligus melatih kemampuan anak dalam mengamati lingkungan sekitar.

Selanjutnya, mahasiswa mendemonstrasikan tahapan pembuatan ecoprint. Daun disusun di atas media kain berupa tas jinjing (totebag), kemudian ditutup dengan plastik pelindung. Setelah itu, daun dipukul secara perlahan menggunakan batu hingga menghasilkan motif alami pada kain. Pada sesi praktik, anak-anak menyusun daun sesuai dengan imajinasi masing-masing. Sejumlah peserta membuat pola menyerupai bunga dan pohon, sedangkan lainnya menciptakan beragam bentuk sesuai kreativitas mereka.

Mahasiswa KKN bersama guru kelas mendampingi peserta didik selama kegiatan berlangsung. Pendampingan dilakukan agar anak-anak dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik dan aman, antusiasme peserta didik terlihat ketika motif daun mulai tercetak pada totebag. Anak-anak tampak gembira dan saling menunjukkan hasil karya kepada teman, guru, serta mahasiswa KKN.Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan ecoprint juga melatih kemampuan motorik halus anak. Aktivitas memilih dan menyusun daun, mengatur posisi bahan, serta memukul media secara perlahan dapat membantu melatih koordinasi mata dan tangan, ketelitian, serta konsentrasi.

Pihak TK Jekawal 3 mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Salah seorang guru menyampaikan bahwa ecoprint merupakan kegiatan yang baru diperkenalkan kepada peserta didik dan memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena anak-anak dapat belajar sambil berkreasi menggunakan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar,” ujar salah seorang guru TK Jekawal 3.

Menurut pihak sekolah, kegiatan ecoprint dapat menjadi alternatif pembelajaran yang memadukan unsur seni, kreativitas, pengenalan lingkungan, dan pendidikan karakter. Pemanfaatan bahan alami yang mudah ditemukan juga membuat kegiatan tersebut dapat diterapkan kembali dalam proses pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap para pendidik dapat terus mengembangkan metode pembelajaran kreatif dengan memanfaatkan potensi lingkungan sebagai sumber belajar. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kreativitas dan kemampuan motorik halus anak, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN UNISRI, pihak sekolah, dan peserta didik membuat kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif. Program serupa diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung pembelajaran anak usia dini yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan di Desa Jekawal.

Penulis: Shiva Citra Permata
Penyunting : Oliviana 

 
                                                                     LAMPIRAN 




 Tanamkan Adab Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Seminar Parenting "Menanamkan Adab Sebelum Ilmu" di TK Pertiwi Kalimacan

Tanamkan Adab Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Seminar Parenting "Menanamkan Adab Sebelum Ilmu" di TK Pertiwi Kalimacan

Sragen – (29/07/26)


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar Seminar Parenting bertajuk "Menanamkan Adab Sebelum Ilmu: Fondasi Membangun Generasi Berakhlakul Karimah" di TK Pertiwi Kalimacan pada Rabu (29/7). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran orang tua dalam menanamkan adab kepada anak sebagai bekal utama sebelum memberikan berbagai ilmu pengetahuan.


Bertempat di TK Pertiwi Kalimacan, seminar diikuti oleh para wali murid dan guru dengan penuh antusias. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap pentingnya sinergi antara keluarga dan sekolah dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.


Dalam seminar tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan materi secara komunikatif dan interaktif yang meliputi:


1. Pentingnya Adab Sebelum Ilmu, menjelaskan bahwa adab merupakan landasan utama dalam pembentukan karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang santun, bertanggung jawab, dan berakhlakul karimah.

2. Peran Orang Tua sebagai Madrasah Pertama, memberikan pemahaman bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang berperan besar dalam membiasakan anak berperilaku baik melalui keteladanan dan pembiasaan sehari-hari.

3. Strategi Menanamkan Adab pada Anak Usia Dini, meliputi pembiasaan mengucapkan salam, berkata sopan, menghormati orang tua dan guru, berbagi dengan teman, serta membangun kebiasaan beribadah sejak dini.


Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti seminar dengan aktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para orang tua berbagi pengalaman mengenai pola pengasuhan yang diterapkan di rumah serta memperoleh berbagai solusi dalam membiasakan adab kepada anak secara konsisten.


"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru kepada orang tua tentang pentingnya mendahulukan adab sebelum ilmu. Materi yang disampaikan mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar salah satu wali murid peserta seminar.


Melalui Seminar Parenting ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak. Dengan penanaman adab yang dilakukan sejak usia dini, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berakhlakul karimah, berkepribadian baik, serta siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya dengan karakter yang kuat.


Penulis: Nisrina Farhah Yumna Al-fata

Lampiran: 





SD Negeri 1 Padas Gelar Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini, Ajak Siswa Belajar Menabung

SD Negeri 1 Padas Gelar Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini, Ajak Siswa Belajar Menabung

 TANON – Dalam upaya membangun karakter gemar menabung dan bijak mengelola keuangan sejak usia muda, telah dilaksanakan program kerja edukasi literasi keuangan bagi siswa-siswi SD Negeri 1 Padas, Kecamatan Tanon, pada Kamis (23/7/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 10.30 WIB ini mengusung tema "Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Tentang Pentingnya Mengelola Uang Saku di SDN PADAS 1".

Acara diawali dengan penyampaian materi secara interaktif mengenai cara mengatur uang saku harian, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya membiasakan diri untuk menabung. Untuk mencairkan suasana, penyampaian materi juga diselingi dengan sesi permainan dan bernyanyi bersama para siswa.

Sebagai bentuk aksi nyata dan simbol komitmen untuk mulai menabung, setiap siswa yang hadir dibagikan sebuah celengan. Para siswa diajak menghias celengan mereka masing-masing dengan menempelkan stiker khusus secara kreatif.

Antusiasme siswa-siswi SDN 1 Padas terlihat sangat tinggi sepanjang rangkaian acara, terutama saat sesi menghias celengan dan permainan interaktif. Sebagai penutup kegiatan, penyelenggara membagikan bingkisan makanan ringan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan waktu yang telah diluangkan oleh para siswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menerapkan kebiasaan finansial yang sehat dan mulai memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan dalam kehidupan sehari-hari.


Penulis: Elsa Khusnul Khotimah

Penyunting: Oliv

Lampiran: 





Pengenalan Aneka Biji-bijian melalui Kegiatan Seni Kolase sebagai Upaya Meningkatkan Pengentahuan, Kreativitas, dan Ketrampilan Motorik Halus Siswa Kelas III SD Negeri Tempelrejo 1

Pengenalan Aneka Biji-bijian melalui Kegiatan Seni Kolase sebagai Upaya Meningkatkan Pengentahuan, Kreativitas, dan Ketrampilan Motorik Halus Siswa Kelas III SD Negeri Tempelrejo 1

 


Tempelrejo, Mondokan, Sragen – Juli 2026

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di Bidang Pendidikan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) melaksanakan program Kerja Individu berupa Pengenalan Aneka Biji-bijian melalui Kegiatan Seni Kolase bagi siswa kelas III SD Negeri Tempelrejo 1. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dengan menggabungkan materi pembelajaran dan aktivitas prakter secara langsung. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri Tempelrejo 1 pada hari Kamis, 23 Juli 2026. 

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai berbagai jenis biji-bijian seperti kacang hijau, kedelai hitam, kacang tolo, dan beras merah. Mahasiswa menjelaskan ciri-ciri, manfaat, serta pemanfaatan masing-masing biji-bijian dalam kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa yang sederhana sehingga sudah dipahami oleh mahasiswa. Selama proses pembelajaran, siswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi sehingga suasana kelas menjadi lebih interaktif.  Setelah mendapatkan materi, siswa mengikuti praktik pembuatan karya seni kolase dengan memanfaatkan berbagai jenis biji-bijian sebagai bahan utama. Setiap siswa menyusun dan menempelkan biji-bijian pada pola gambar yang telah disediakan sesuai dengan kreativitas masing-masing. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar mengenal jenis-jenis biji-bijian, tetapi juga mengembangkan kemampuan motorik halus, melatih keteletian, meningkatkan konsentrasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam menghasilkan sebuah karya.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan pelajaran dan mampu bekerja secara mandiri maupun dengan arahan dari mahasiswa KKN. Hasil kolase yang dibuat memiliki bentuk dan variasi yang beragam, menunjukkan bahwa setiap siswa mampu menuangkan ide kreatifnya melalui media yang sederhana.

Program kerja ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa, sekolah, maupun mahasiswa KKN. Bagi siswa, kegiatan ini dapat menambah pengetahuan tentang aneka biji-bijian sekaligus mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik halus. Manfaat untuk sekolah, program ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Sementara itu, bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi pengalaman dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran yang kreatif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di sekolah dasar.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna melalui praktik langsung. Dengan demikian, siswa dapat lebih mudah memahami materi, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan keterampilan yang bermanfaat dalam proses belajar di sekolah.

Penulis : OKYSALMA PUTRIALIFIA



Mahasiswa UNISRI Adakan Workshop Kreatif “Kolase Menempel Biji-Bijian” di SD Negeri 1 Banyurip

Mahasiswa UNISRI Adakan Workshop Kreatif “Kolase Menempel Biji-Bijian” di SD Negeri 1 Banyurip

 

(Sumber: Anisa Ramadhani)

SRAGEN — Anggota KKN PPM UNISRI Kelompok 18, Adila Citra Anggraeni, melaksanakan program kerja individu bertajuk Workshop Kreatif "Kolase Menempel Biji-Bijian" di SD Negeri 1 Banyurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya ekonomi hijau, pertanian berkelanjutan, serta menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Workshop tersebut diikuti oleh 20 siswa kelas III SD Negeri 1 Banyurip. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada berbagai jenis biji-bijian yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kreatif sekaligus sebagai sarana mengenalkan konsep pemanfaatan hasil pertanian secara sederhana.

Dalam pelaksanaannya, setiap siswa diberikan pola gambar sebagai media dasar yang kemudian dihias menggunakan berbagai jenis biji-bijian, seperti kedelai, kacang hijau, dan padi. Dengan kreativitas masing-masing, siswa menempelkan biji-bijian tersebut hingga menghasilkan karya seni berupa kolase yang menarik dan bernilai edukatif.

Kegiatan berlangsung dengan kondusif, interaktif, dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari pengenalan jenis-jenis biji-bijian, proses menghias gambar, hingga menempelkan biji-bijian menjadi sebuah karya kolase. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan, menghargai hasil pertanian, serta menerapkan nilai-nilai ekonomi hijau dalam kehidupan sehari-hari.

Adila Citra Anggraeni selaku pelaksana program kerja menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus edukatif. Melalui workshop ini diharapkan siswa dapat mengenal hasil pertanian sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna, meningkatkan kreativitas melalui kegiatan seni, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Workshop diakhiri dengan dokumentasi bersama antara mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 18, guru pendamping, dan seluruh siswa kelas III, serta menampilkan hasil karya kolase sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan partisipasi siswa selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus mendorong siswa untuk lebih mencintai lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.

Penulis: Adila Citra Anggraeni
Penyunting: Wiri Tanaya Hayu Madyani

 

 Tingkatkan Literasi Keuangan Anak Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Pengenalan dan Cara Merawat Uang Rupiah di TK Pertiwi Kalimacan

Tingkatkan Literasi Keuangan Anak Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Pengenalan dan Cara Merawat Uang Rupiah di TK Pertiwi Kalimacan

Sragen – (29/07/26)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mengoptimalkan pemahaman dasar keuangan anak usia dini dengan menggelar kegiatan edukasi dan pengenalan mata uang Rupiah. Kegiatan ini dilaksanakan bersama para siswa di TK Kalimacan pada Rabu (29/7) pagi.

Bertempat di TK Kalimacan, mahasiswa KKN hadir memberikan sesi edukasi khusus interaktif. Langkah ini diambil guna merespons pentingnya pembentukan pemahaman finansial sejak dini, khususnya dalam mengenali nilai mata uang resmi negara serta menanamkan kebiasaan mengelola dan merawat uang dengan benar.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa memaparkan materi literasi keuangan yang dikemas secara menarik dan menyenangkan sesuai taraf perkembangan anak usia dini:

1. Pengenalan Bentuk & Nominal Rupiah: Mengenalkan jenis-jenis uang kertas dan logam, perbedaan warna, serta angka nominal pada mata uang Rupiah melalui alat peraga visual yang mudah dipahami.

2. Edukasi Merawat Uang (5 Jangan): Mempraktikkan cara merawat uang Rupiah dengan benar agar tidak cepat rusak, seperti tidak meremas, tidak melipat, tidak mencoret, tidak membasahi, dan tidak melembar/mencoblos uang.

3. Simulasi & Games Interaktif: Mengajak para siswa bermain peran sederhana mengenai transaksi jual-beli serta kuis tebak nominal uang Rupiah untuk melatih kecermatan dan daya ingat anak.

Para siswa TK Kalimacan menyimak pemahaman materi dan mengikuti games interaktif dengan penuh antusias. Suasana kelas tampak hidup ketika anak-anak diajak mempraktikkan langsung cara memegang dan merapikan uang kertas serta membedakan nominalnya.

"Edukasi seperti ini sangat penting untuk anak-anak TK. Mereka jadi lebih tahu bentuk uang Rupiah yang asli, belajar menghargai uang, dan tidak sembarangan melipat atau merusaknya. Penyampaian lewat permainan juga membuat anak-anak sangat senang," ujar salah satu guru TK Kalimacan.

Melalui kegiatan literasi keuangan di TK Kalimacan ini, diharapkan para siswa dapat mengenal identitas mata uang Rupiah secara tepat, bijak dalam memahami fungsi uang, serta memiliki kebiasaan merawat uang dengan baik sejak usia dini.

Penulis: Risma Putri Rahmawati

Penyunting: Oliviana Angelicha Effendy





Tingkatkan Literasi dan Nilai Kebaikan Anak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Pengenalan Rupiah, Drama Stop Bullying, hingga Pembagian Ensiklopedia di TK Pertiwi Kalimacan

Tingkatkan Literasi dan Nilai Kebaikan Anak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Pengenalan Rupiah, Drama Stop Bullying, hingga Pembagian Ensiklopedia di TK Pertiwi Kalimacan

 

Sragen – (29/07/26)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mengoptimalkan upaya peningkatan literasi keuangan, pembentukan karakter, serta minat baca anak sejak dini dengan menggelar rangkaian kegiatan edukatif di TK Kalimacan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (29/7) pagi.

Bertempat di TK Kalimacan, mahasiswa KKN hadir mengisi sesi khusus bersama para siswa. Langkah ini diambil guna merespons pentingnya penanaman karakter saling menyayangi sesama teman serta pengenalan dasar literasi keuangan dan literasi bacaan pada jenjang pendidikan anak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyajikan materi secara interaktif melalui kolaborasi mahasiswa dari program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) dan Akuntansi untuk memberikan wawasan yang menyeluruh:

1. Pendidikan Karakter & Anti Perundungan (PG PAUD): Menampilkan pertunjukan drama pendek bertema "Stop Bullying" yang mengajarkan pentingnya bersikap baik, menghargai teman, dan saling menolong, dilanjutkan dengan games edukatif yang interaktif.

2. Literasi Keuangan Dini (Akuntansi): Memaparkan edukasi pengenalan mata uang Rupiah, meliputi bentuk, nominal, cara membedakan uang, serta mengajarkan kebiasaan merawat dan menyimpan uang dengan baik.

3. Peningkatan Minat Baca: Membagikan buku ensiklopedia anak sebagai sarana penunjang fasilitas membaca dan memperluas wawasan ilmu pengetahuan para siswa TK Kalimacan.


Para siswa TK Kalimacan menyimak pertunjukan drama pendek dan mengikuti rangkaian games serta sosialisasi dengan penuh antusias. Suasana belajar terasa ceria dan menyenangkan ketika anak-anak diajak berinteraksi langsung mengenal uang Rupiah serta menerima pembagian buku ensiklopedia.

"Kegiatannya sangat menarik dan anak-anak sangat senang, terutama saat menyaksikan drama dan bermain games. Pembagian buku ensiklopedia juga sangat bermanfaat untuk menambah koleksi bacaan anak-anak di sekolah," ujar salah satu guru TK Kalimacan peserta kegiatan.

Melalui sinergi antara prodi PG PAUD dan Akuntansi di TK Kalimacan ini, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter ramah, bebas dari perundungan, memiliki pemahaman dasar tentang Rupiah, serta semakin gemar membaca sejak usia dini.

Penulis dan penyunting: Oliviana Angelicha Effendy





Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done