LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Mahasiswa KKN Kelompok 17 UNISRI Edukasi Literasi Keuangan tentang Kebutuhan dan Keinginan di Desa Tanggan

Mahasiswa KKN Kelompok 17 UNISRI Edukasi Literasi Keuangan tentang Kebutuhan dan Keinginan di Desa Tanggan

 

Sumber foto: Tim PDD KKN Kelompok 17 UNISRI

Tanggan, 4 agustus 2026 — Mahasiswa KKN Kelompok 17 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) melaksanakan program kerja bertajuk “Edukasi Literasi Keuangan: Membedakan Kebutuhan dan Keinginan dalam Pengelolaan Keuangan Sehari-hari” di Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai literasi keuangan, khususnya kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum melakukan pengeluaran.

Kegiatan dipandu oleh Jatmika setya pangestu, mahasiswa program studi manajemen , bersama mahasiswa KKN Kelompok 17 lainnya. Kegiatan berlangsung dengan melibatkan murid murid sdn tanggan  02 dan dikemas secara interaktif agar materi mudah dipahami serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenalkan Pentingnya Literasi Keuangan

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai literasi keuangan. Mahasiswa menjelaskan pengertian literasi keuangan serta pentingnya memiliki kemampuan mengatur uang secara bijak, mulai dari mengenali pemasukan dan pengeluaran hingga menentukan prioritas penggunaan uang.

Literasi keuangan penting dikenalkan sejak dini karena kebiasaan dalam mengelola uang dapat memengaruhi cara seseorang menentukan prioritas dan mengambil keputusan keuangan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk lebih sadar terhadap penggunaan uang dan tidak mudah melakukan pengeluaran tanpa mempertimbangkan manfaat serta prioritasnya.

Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Materi kemudian diarahkan pada perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Mahasiswa menjelaskan bahwa kebutuhan merupakan sesuatu yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan sehari-hari, sedangkan keinginan merupakan sesuatu yang ingin dimiliki atau dilakukan tetapi tidak selalu harus dipenuhi.

Peserta diberikan contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Makanan pokok, air minum, perlengkapan sekolah, dan kebutuhan kesehatan dapat menjadi contoh kebutuhan. Sementara itu, membeli barang karena sedang tren, mengganti barang yang masih layak pakai, atau membeli sesuatu hanya karena tertarik dapat menjadi contoh keinginan.

Dengan memahami perbedaan tersebut, peserta diharapkan mampu menentukan mana pengeluaran yang harus diprioritaskan dan mana yang dapat ditunda. Pemahaman ini menjadi salah satu langkah sederhana untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara lebih bertanggung jawab.

Belajar Menentukan Skala Prioritas

Mahasiswa mengajak peserta untuk membuat skala prioritas sebelum menggunakan uang. Peserta diarahkan untuk terlebih dahulu memenuhi kebutuhan yang penting dan mendesak, kemudian mempertimbangkan kebutuhan lain, serta menunda keinginan apabila kondisi keuangan belum memungkinkan.

Dalam kegiatan ini, peserta juga dikenalkan pada pertanyaan sederhana sebelum membeli sesuatu, seperti “Apakah barang ini benar-benar dibutuhkan?”, “Apakah saya sudah memiliki barang yang sama?”, dan “Apakah uang saya cukup setelah membeli barang ini?”. Pertanyaan tersebut diharapkan dapat membantu peserta berpikir sebelum melakukan pembelian.

Sumber foto: Tim PDD KKN Kelompok 17 UNISRI

Praktik Melalui Permainan dan Studi Kasus

Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa memberikan permainan atau studi kasus sederhana mengenai kebutuhan dan keinginan. Peserta diminta mengelompokkan beberapa contoh barang atau aktivitas ke dalam kategori kebutuhan dan keinginan, kemudian menjelaskan alasan dari pilihan tersebut.

Kegiatan berlangsung secara interaktif karena peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan berdiskusi. Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga belajar menerapkan konsep kebutuhan dan keinginan dalam situasi yang dekat dengan kehidupan mereka.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat mengikuti materi dengan antusias dan mulai memahami pentingnya menentukan prioritas sebelum menggunakan uang. Peserta juga dapat memberikan contoh kebutuhan dan keinginan berdasarkan pengalaman sehari-hari.

Mendorong Kebiasaan Mengelola Keuangan secara Bijak

Kegiatan edukasi ini tidak hanya berfokus pada pemahaman istilah kebutuhan dan keinginan, tetapi juga mendorong peserta untuk membangun kebiasaan keuangan yang lebih bijak. Peserta diharapkan mampu mengurangi pengeluaran yang kurang penting, membedakan prioritas, serta menyisihkan uang apabila memiliki kesempatan untuk menabung.

Kemampuan sederhana dalam membedakan kebutuhan dan keinginan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan keuangan sehari-hari. Dengan kebiasaan tersebut, peserta diharapkan dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan uang dan mampu membuat keputusan keuangan berdasarkan kebutuhan serta kemampuan.

Kegiatan Berlangsung Interaktif

Sumber foto: Tim PDD KKN Kelompok 17 UNISRI

Sebagai penutup, mahasiswa KKN Kelompok 17 UNISRI memberikan apresiasi kepada peserta atas partisipasi dan antusiasme selama kegiatan melalui [doorprize/kegiatan penutup, sesuaikan]. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana yang menyenangkan, interaktif, dan aktif.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Kelompok 17 UNISRI berharap peserta di Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen dapat semakin memahami pentingnya literasi keuangan, khususnya dalam membedakan kebutuhan dan keinginan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga peserta mampu menentukan prioritas dan menggunakan uang secara lebih bijak.


 Penulis : Jatmika Setya Pangestu



HI Mengajar: Mengenal Dunia, Mencintai Indonesia dan Potensi Lokal Desa Sumberejo

HI Mengajar: Mengenal Dunia, Mencintai Indonesia dan Potensi Lokal Desa Sumberejo

 HI Mengajar: Mengenal Dunia, Mencintai Indonesia dan Potensi Lokal Desa Sumberejo

Sumber foto: Styani Dwi Rahmatika


SRAGEN(27/7/26)— Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, dilaksanakan program kerja individu “HI Mengajar: Peningkatan Wawasan Global dan Cinta Potensi Lokal bagi Siswa Sekolah Dasar sebagai Upaya Mewujudkan Generasi Berkarakter dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan.” Kegiatan ini bertempat di SD Negeri 1 Sumberejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, dengan sasaran siswa kelas IV.

Keceriaan murid SD Negeri 1 Sumberejo foto bersama mahasiswa KKN PPM UNISRI 


Program HI Mengajar dilatarbelakangi oleh pentingnya mengenalkan wawasan global kepada anak sejak usia dini. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, and komunikasi membuat anak-anak perlu mengenal keberagaman negara serta budaya di dunia, di samping belajar menghargai perbedaan dan membangun sikap terbuka.

Namun, wawasan global tersebut perlu berjalan seimbang dengan rasa cinta terhadap lingkungan dan daerah tempat tinggal. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya mengenalkan berbagai negara dan budaya dunia, tetapi juga mengajak siswa mengenal serta menghargai potensi lokal Desa Sumberejo, baik dari segi sumber daya alam, budaya, maupun kehidupan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan dikemas secara interaktif dan menyenangkan menggunakan PowerPoint (PPT) interaktif, media visual, permainan edukatif, serta kuis. Para siswa diajak aktif berdiskusi mengenal karakteristik negara lain, konsep kerja sama antarnegara dalam kehidupan sehari-hari, hingga keterkaitannya dengan potensi lingkungan terdekat di Desa Sumberejo.

Melalui program ini, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional berharap peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki wawasan global yang luas, menjunjung tinggi toleransi, peduli terhadap lingkungan, serta bangga terhadap identitas dan potensi daerah asalnya demi mendukung pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Styani Dwi Rahmatika









   Cegah Dampak Negatif Era Digital, Mahasiswa KKN Edukasi Orang Tua tentang Pola Asuh Positif

Cegah Dampak Negatif Era Digital, Mahasiswa KKN Edukasi Orang Tua tentang Pola Asuh Positif



Sumber foto: Cahya Larassati




MIRI — Mahasiswa dari Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 34 Cahya Larassati, melaksanakan kegiatan program kerja individu di PKK Rt 14 Desa Jeruk dengan tema “Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak melalui Pola Asuh Positif di Era Digital. ” di PKK Rt 14 desa Jeruk pada Kamis (14/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 12.30 – 14.30 ini diadakan sebagai bentuk edukasi bagi orang tua tentang pentingnya penerapan pola asuh yang positif dalam mendukung perkembangan anak di tengah kemajuan teknologi digital yang pesat.

Kemajuan dalam teknologi telah membawa anak-anak lebih dekat dengan perangkat, internet, permainan digital, serta berbagai platform media sosial. Keadaan ini memberikan banyak manfaat, seperti mempermudah akses terhadap informasi dan pendidikan, mendorong kreativitas dan kemampuan digital, memperlancar jalur komunikasi, serta memperluas wawasan. Meski demikian, pemanfaatan teknologi tanpa pengawasan bisa mendatangkan berbagai risiko, seperti ketergantungan pada alat elektronik, paparan konten yang tidak sesuai dengan usia, perundungan secara daring, berkurangnya interaksi sosial, kesulitan dalam berkonsentrasi saat belajar, hingga ancaman penyalahgunaan data pribadi.

Lewat kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN berupaya menyampaikan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Peran orang tua bukan sebatas sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendidik, pendukung, pelindung, sahabat, dan panutan bagi anak. Keberadaan orang tua menjadi sangat penting untuk mendampingi anak dalam menghadapi berbagai perubahan serta tantangan yang muncul akibat kemajuan teknologi.

Materi dari sosialisasi dimulai dengan penjelasan mengenai pola asuh positif, yaitu pendekatan mendidik anak yang mengedepankan kasih sayang, komunikasi yang efektif, penghargaan, keteladanan, serta penerapan aturan yang jelas tanpa melibatkan tindakan kekerasan, baik fisik maupun verbal. Orang tua diundang untuk membangun hubungan yang lebih akrab dengan anak melalui perhatian yang konsisten dan komunikasi yang terbuka.

Dalam presentasi materi, mahasiswa KKN membahas lima fungsi utama orang tua. Sebagai pendidik, orang tua memiliki tugas untuk menanamkan nilai-nilai agama, moralitas, disiplin, dan rasa tanggung jawab. Sebagai pendamping, mereka harus mendampingi anak dalam proses belajar, bermain, dan perkembangan emosional. Sebagai pelindung, orang tua dituntut untuk melindungi anak dari kekerasan, perundungan, serta risiko yang hadir di dunia digital. Di samping itu, orang tua seharusnya berperan sebagai sahabat yang dapat dipercaya oleh anak dan memberikan contoh dengan perilaku positif sehari-hari.

Saat beralih ke topik pengasuhan di zaman digital, para peserta diberikan sejumlah strategi yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Direkomendasikan agar orang tua menemani anak saat menggunakan perangkat elektronik, memahami aplikasi dan platform media sosial yang mereka akses, serta membuat aturan yang jelas dan konsisten tentang penggunaan perangkat. Anak-anak juga perlu diajarkan tentang literasi digital, seperti cara menggunakan internet dengan bijak, menjaga kerahasiaan informasi pribadi, dan kemampuan untuk mendeteksi berita yang tidak benar atau hoaks.

Komunikasi yang positif menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa KKN memperkenalkan konsep 3M, yaitu Memahami, Mendengarkan, dan Mengarahkan. Orang tua diharapkan memahami perasaan anak sebelum memberikan solusi, memberikan kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan perasaan dan pengalamannya, dan kemudian memberikan arahan dengan cara yang lembut. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun hubungan yang lebih terbuka dan menciptakan kepercayaan antara orang tua dan anak.

Kegiatan ini berlangsung dengan pendekatan interaktif, memberikan kesempatan kepada peserta untuk saling bertukar pandangan serta mendiskusikan pengalaman dalam mendidik anak di era teknologi yang terus berkembang. Peserta juga diingatkan bahwa pengawasan anak tidak hanya dapat dilakukan melalui pelarangan. Kehadiran orang tua sangat diperlukan, untuk mendampingi, menunjukkan cara penggunaan teknologi yang tepat, serta menciptakan komunikasi yang membuat anak merasa aman saat menghadapi berbagai masalah.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN juga mengajak orang tua untuk mengadopsi beberapa kebiasaan sederhana, seperti meluangkan waktu berkualitas bersama anak setiap hari, memberikan kasih sayang dan perhatian, mendengarkan dengan baik, menetapkan aturan yang jelas dan konsisten, serta menemani anak saat berinternet dan menggunakan media sosial, serta menghargai usaha dan hasil yang dicapai oleh anak.

Sosialisasi diakhiri dengan penegasan bahwa kehadiran orang tua sangat penting bagi anak, lebih dari sekadar pengawasan. Diharapkan orang tua dapat menjadi sumber pertama bagi anak dalam mendapatkan pendidikan, perlindungan, dukungan, serta perasaan aman. Dengan penerapan pola asuh yang positif, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, memiliki karakter yang baik, dan mampu menggunakan teknologi secara bijaksana.

Melalui program kerja individu ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap pendidikan yang diberikan bisa meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak. Pola pengasuhan yang didasarkan pada kasih sayang, komunikasi terbuka, aturan yang konsisten, serta menjadi teladan merupakan langkah-langkah penting untuk mempersiapkan anak menghadapi tantangan di zaman digital saat ini.


Penulis : Cahya Larassati


 Mahasiswa KKN Edukasi Rambu-Rambu Lalu Lintas kepada Anak-Anak TK Aisyiyah Birrul Walidain

Mahasiswa KKN Edukasi Rambu-Rambu Lalu Lintas kepada Anak-Anak TK Aisyiyah Birrul Walidain

Sumber foto: Putri Debora

Sragen, 18 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan edukasi pengenalan rambu-rambu lalu lintas kepada anak-anak di TK Aisyiyah Birrul Walidain, Sragen, pada Selasa (18/8/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa melalui pemberian edukasi yang sederhana dan menyenangkan kepada anak-anak sejak usia dini.


Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mengenalkan berbagai rambu-rambu lalu lintas yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diberikan penjelasan mengenai bentuk, arti, serta fungsi dari beberapa rambu lalu lintas dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami sesuai dengan usia mereka.


Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan anak-anak secara langsung. Mahasiswa mengajak anak-anak untuk mengenali gambar rambu-rambu lalu lintas dan menjelaskan makna dari masing-masing rambu. Anak-anak terlihat antusias dan aktif mengikuti kegiatan yang diberikan.

Sumber foto: Putri Debora

Edukasi ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman dasar mengenai keselamatan dan ketertiban berlalu lintas sejak usia dini. Pengenalan rambu-rambu lalu lintas diharapkan dapat membantu anak-anak memahami pentingnya menaati aturan dan menjaga keselamatan ketika berada di jalan.


Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi anak-anak. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

Penulis: Putri Debora

Kreasi Pembuatan Daur Ulang Botol Bekas Menjadi Celengan dan Menghiasnya Sebagai Media Pembelajaran Karakter bagi siswa SD

Kreasi Pembuatan Daur Ulang Botol Bekas Menjadi Celengan dan Menghiasnya Sebagai Media Pembelajaran Karakter bagi siswa SD

 

Sumber foto: Khairunnisa’ Indri Oktava

Dalam upaya membangun karakter gemar menabung sejak dini, telah dilaksanakan program kerja edukasi menabung dan membuat celengan dari botol bekas dan menghias dengan kreasi siswa SD Negeri 1 Cangkol, Kecamatan Plupuh, Pada Selasa (28 Juli 2026) . Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 11.30 WIB

Kegiatan yang ditujukan kepada siswa kelas VI di SD Negeri 1 Cangkol ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Siswa diajak memanfaatkan botol plastik bekas menjadi celengan yang menarik dan bermanfaat digunakan untuk menabung.

Sumber foto: Khairunnisa’ Indri Oktava

Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta diajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Siswa juga bebas menghias celengan sesuai kreativitas masing-masing sehingga dapat melatih ketelitian, kesabaran, keterampilan, dan rasa percaya diri.

Selain memanfaatkan barang bekas, celengan hasil karya siswa digunakan sebagai sarana untuk mengenalkan kebiasaan menabung sejak dini. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang kreatif, peduli lingkungan, hemat, dan bertanggung jawab.

Sumber foto: Khairunnisa’ Indri Oktava

Program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan memiliki nilai pendidikan karakter bagi siswa sekolah dasar. Antusiasme siswa-siswi SDN 1 Cangkol sangat tinggi dan alam menghias botol celengan dengan kain flanel yang sangat kreatif.

Penulis: Khairunnisa’ Indri Oktava

 

 Taman Pendidikan Alqur’an Ceria: Pendampingan Belajar Membaca Al-Qur'an untuk anak -anak Desa Tempelrejo Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen

Taman Pendidikan Alqur’an Ceria: Pendampingan Belajar Membaca Al-Qur'an untuk anak -anak Desa Tempelrejo Kecamatan Mondokan Kabupaten Sragen

Sumber foto: Muhammad Attar Al Faridzi

Tempelrejo, Mondokan, Sragen – Juli 2026

Luaran dari program kerja individu “Taman Pendidikan Al-Qur’an Ceria: Pendampingan Belajar Membaca Al-Qur’an untuk Anak-Anak Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen” berupa kegiatan pendampingan belajar membaca Al-Qur’an yang dilaksanakan pada Hari Rabu, 29 Juli 2026 secara rutin bersama anak-anak di Desa Tempelrejo. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pendampingan untuk membantu anak-anak meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan lancar melalui suasana belajar yang menyenangkan.

Melalui kegiatan ini, anak-anak mendapatkan pendampingan secara langsung dalam mengenal dan membaca huruf hijaiyah, membaca Iqra’ maupun Al-Qur’an, serta memperbaiki pelafalan dan kelancaran membaca. Selain kemampuan membaca, kegiatan juga diarahkan untuk menumbuhkan kebiasaan belajar mengaji, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuat anak-anak lebih semangat dalam mengikuti kegiatan keagamaan.

Sumber foto: Muhammad Attar Al Faridzi

Luaran yang dihasilkan dari program ini tidak hanya berupa peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga terciptanya suasana belajar yang lebih ceria, interaktif, dan dekat dengan anak-anak. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang positif serta menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pendidikan keagamaan anak-anak di Desa Tempelrejo

Dengan adanya program Taman Pendidikan Al-Qur’an Ceria, diharapkan anak-anak dapat lebih termotivasi untuk belajar membaca Al-Qur’an secara rutin dan memiliki dasar kemampuan membaca Al-Qur’an yang lebih baik. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu, membangun komunikasi dengan anak-anak, serta ikut berperan dalam kegiatan pendidikan di lingkungan masyarakat.

 Penulis: Muhammad Attar Al Faridzi
Edukasi Manajemen Keuangan Sederhana dan Pemisahan Kas Usaha bagi Pelaku UMKM Desa Tempelrejo

Edukasi Manajemen Keuangan Sederhana dan Pemisahan Kas Usaha bagi Pelaku UMKM Desa Tempelrejo

 

Sumber foto: Rahma Azzahra

Tempelrejo, Mondokan, Sragen –  Agustus 2026

Sebagai wujud kontribusi kepada masyarakat dalam aspek pemberdayaan ekonomi, Rahma Azzahra dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Slamet Riyadi Surakarta, melaksanakan program kerja individu yang berbentuk "Edukasi Manajemen Keuangan Sederhana dan Pemisahan Kas Usaha untuk Pelaku UMKM di Desa Tempelrejo". Kegiatan ini ditujukan bagi para pelaku UMKM di Desa Tempelrejo, khususnya yang menjalankan usaha mikro, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya pengelolaan keuangan usaha serta pemisahan antara kas usaha dan keuangan pribadi atau rumah tangga. Aktivitas ini dilaksanakan pada tanggal 6 hingga 8 Agustus 2026 dengan cara door to door, mengunjungi para pelaku UMKM di lokasi usaha mereka masing-masing.

Pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan observasi serta komunikasi langsung dengan para pelaku UMKM untuk memahami kondisi dan kebutuhan pengelolaan keuangan dari masing-masing usaha. Beberapa di antara para pelaku UMKM yang menjadi target kegiatan ini belum menerapkan sistem pencatatan keuangan yang teratur. Oleh karena itu, mahasiswa memberikan pemahaman tentang pentingnya memisahkan keuangan usaha dari keuangan pribadi agar modal, pendapatan, pengeluaran, dan keadaan usaha dapat lebih mudah dipahami.

Selanjutnya, para mahasiswa menjelaskan metode dasar untuk memisahkan keuangan bisnis dan pribadi serta cara mencatat pemasukan dan pengeluaran. Materi disajikan dengan cara yang mudah dipahami dan sesuai dengan kondisi spesifik setiap usaha agar bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Edukasi dilakukan secara tatap muka menggunakan contoh transaksi yang relevan dengan kegiatan bisnis para pelaku UMKM.

Sumber foto: Rahma Azzahra

Sebagai wujud praktik langsung, mahasiswa menyediakan buku kas sederhana yang dapat digunakan oleh pelaku UMKM untuk mencatat transaksi bisnis mereka. Pelaku usaha mendapatkan penjelasan tentang cara memakai buku kas tersebut, mulai dari mencatat pendapatan dari penjualan hingga mencatat pengeluaran yang terkait dengan kegiatan bisnis. Dengan adanya alat ini, pelaku UMKM diharapkan bisa mulai membangun kebiasaan mencatat transaksi secara rutin dan konsisten.

Selama kegiatan berlangsung, respon dari pelaku UMKM terhadap materi yang disajikan sangat positif. Meskipun ada beberapa pelaku usaha yang sempat menganggap bahwa pencatatan keuangan itu rumit dan memerlukan rincian yang berlebihan, mahasiswa memberikan penjelasan ulang dengan menggunakan contoh transaksi yang konkret serta melakukan praktik pengisian buku kas secara langsung. Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha dapat memahami bahwa pencatatan keuangan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan disesuaikan dengan pola transaksi masing-masing usaha.

Sumber foto: Rahma Azzahra

Program ini menawarkan keuntungan berupa peningkatan pemahaman para pelaku UMKM tentang pentingnya pengaturan keuangan bisnis dan pemisahan antara dana usaha dan keuangan pribadi atau keluarga. Pelaku UMKM juga mendapatkan wawasan serta pengalaman langsung dalam mencatat pendapatan dan pengeluaran dengan menggunakan buku kas yang sederhana. Aktivitas ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun rutinitas pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur dan membantu keberlangsungan usaha.

Melalui program Pendidikan Manajemen Keuangan Dasar serta Pemisahan Dana Usaha, mahasiswa KKN berharap agar pelaku UMKM di Desa Tempelrejo bisa melakukan pencatatan keuangan secara teratur tanpa memerlukan sistem yang rumit. Dengan memisahkan modal usaha dari kebutuhan pribadi serta mencatat setiap transaksi pemasukan dan pengeluaran, diharapkan para pelaku usaha dapat lebih memahami keadaan finansial bisnis mereka, mengatur arus kas dengan lebih baik, dan mendukung perkembangan usaha yang berkelanjutan.

Penulis: Rahma Azzahra

Tingkatkan Literasi Keuangan Pemuda, Mahasiswa KKN UNISRI Susun dan Sebarkan E-Book Panduan Investasi Saham di Desa Banaran

Tingkatkan Literasi Keuangan Pemuda, Mahasiswa KKN UNISRI Susun dan Sebarkan E-Book Panduan Investasi Saham di Desa Banaran

 

Sumber foto: Diego Thomas Fambayo

BANARAN – 19 Agustus 2026

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar program edukasi literasi keuangan bertajuk "Edukasi Pasar Modal Sejak Dini: Penyusunan dan Penyebaran E-Book Panduan Investasi Saham bagi Pemuda Desa Banaran". Kegiatan sosialisasi dan pendistribusian media edukasi digital ini dilaksanakan pada Rabu (19/8) dengan menyasar generasi muda serta anggota Karang Taruna Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Langkah ini diambil guna merespons dinamika pemuda Desa Banaran yang memiliki keterpaparan tinggi terhadap teknologi digital dan smartphone, namun masih minim mendapatkan literasi keuangan formal mengenai pasar modal. Di tengah maraknya ancaman investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal, pemuda usia produktif yang sudah memiliki arus kas pendapatan mandiri dari hasil kerja maupun usaha dinilai sangat membutuhkan panduan investasi yang praktis, aman, terdaftar OJK, serta mudah dipahami.

Dalam pelaksanaan program kerja ini, mahasiswa Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen, menyusun sebuah e-book panduan terstruktur berformat PDF yang dirancang secara komunikatif dengan infografis visual menarik serta gaya bahasa populer. Melalui materi dalam e-book tersebut, pemuda diajak untuk:

1. Pengelolaan Keuangan & Pasar Modal: Memahami pentingnya perencanaan finansial dan konsep dasar investasi sejak dini.

2. Deteksi Investasi Bodong: Mengetahui perbedaan jelas antara instrumen investasi legal yang terdaftar OJK dengan tawaran investasi bodong maupun pinjol ilegal.

3. Kemudahan Akses Modal: Menepis stigma bahwa investasi saham rumit dan mahal, dengan memberikan pemahaman bahwa pembelian saham dapat dimulai dari nominal yang sangat terjangkau, yaitu Rp10.000,-.

Sumber foto: Diego Thomas Fambayo

Penyebaran e-book dilakukan secara efisien melalui saluran komunikasi media sosial dan grup WhatsApp Karang Taruna Desa Banaran. Hal ini bertujuan agar media pembelajaran digital tersebut dapat disimpan, dibaca ulang, serta dipelajari kapan saja secara berkelanjutan oleh para pemuda.

Para pemuda dan anggota Karang Taruna Desa Banaran menyambut baik dan menyimak sosialisasi materi dengan penuh antusias. Kehadiran panduan digital ini dinilai sangat praktis dan menjawab kebingungan generasi muda dalam mulai melangkah ke dunia investasi legal.

"Program edukasi dan e-book ini sangat bermanfaat bagi kami. Penjelasannya mudah dipahami dan tidak berbelit-belit, sehingga kami jadi paham cara memilih investasi yang aman terdaftar OJK serta makin bersemangat untuk menyisihkan pendapatan ke instrumen produktif sejak dini," ujar salah satu perwakilan pemuda Karang Taruna peserta kegiatan.

Melalui penyebaran e-book panduan investasi saham ini, diharapkan generasi muda Desa Banaran dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi, terhindar dari jebakan investasi palsu, serta berkontribusi nyata dalam menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Penulis: Diego Thomas Fambayo

 

Komunikasi Efektif: Mahasiswa KKN Latih Keberanian Berbicara Remaja Karang Taruna Permata

Komunikasi Efektif: Mahasiswa KKN Latih Keberanian Berbicara Remaja Karang Taruna Permata

 

Sumber foto: Yoga Surya Wibowo

TANGEN – 1 Agustus 2026

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Unisri 2026 Kelompok 84 Desa Katelan menggelar kegiatan “Komunikasi Efektif: Muda Berani Berbicara” pada Sabtu (1/8). Kegiatan ini dilaksanakan bersama remaja Karang Taruna Permata Dukuh Tangen RT 03/04, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja individu mahasiswa KKN yang berfokus pada peningkatan kemampuan komunikasi dan keberanian remaja dalam berbicara. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami pentingnya komunikasi efektif dan public speaking dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan masyarakat, pendidikan, maupun dunia kerja.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai pentingnya komunikasi efektif serta edukasi mengenai teknik dasar berbicara di depan umum. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara menyampaikan pendapat, ide, maupun gagasan secara jelas, terstruktur, dan santun.

Sumber foto: Yoga Surya Wibowo

Tidak hanya melalui penyampaian materi, kegiatan dikemas secara interaktif agar peserta dapat langsung mempraktikkan kemampuan komunikasinya. Beberapa kegiatan yang dilakukan meliputi ice breaking, simulasi presentasi, diskusi kelompok, dan praktik public speaking. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk berlatih berbicara sekaligus membangun rasa percaya diri.

Melalui praktik yang diberikan, peserta didorong untuk berani menyampaikan pendapat dan berinteraksi secara aktif dengan orang lain. Kemampuan komunikasi yang baik diharapkan dapat membantu remaja membangun hubungan interpersonal yang positif serta lebih percaya diri ketika berada di lingkungan sosial.

Para remaja Karang Taruna Permata mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Suasana kegiatan yang interaktif memberikan ruang bagi peserta untuk belajar dan mencoba berbicara di depan orang lain tanpa takut menyampaikan pendapat.

Melalui program “Komunikasi Efektif: Muda Berani Berbicara”, mahasiswa KKN berharap para remaja dapat meningkatkan rasa percaya diri serta kemampuan dalam menyampaikan pendapat, ide, dan gagasan secara jelas dan santun. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi remaja untuk berkomunikasi secara aktif, kritis, dan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Yoga Surya Wibowo

Kolaborasi Mahasiswa KKN UNISRI Dorong Digitalisasi UMKM Desa Pantirejo

Kolaborasi Mahasiswa KKN UNISRI Dorong Digitalisasi UMKM Desa Pantirejo

 Kolaborasi Mahasiswa KKN UNISRI Dorong Digitalisasi UMKM Desa Pantirejo

Dokumentasi Bersama Ibu- Ibu PKK dan UMKM (Sumber: Ivena)

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 69 menggelar kegiatan kolaboratif bertema digitalisasi UMKM di Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM di wilayah RT 03 dan RT 04 Desa Pantirejo.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi dua program kerja mahasiswa, yaitu “Pelatihan Pemasaran Digital untuk Mempromosikan Produk Unggulan Desa Pantirejo” dan “Pendampingan Digitalisasi Pembukuan dan Pencatatan Penjualan UMKM sebagai Pendukung Pemasaran Digital di Desa Pantirejo”. Kolaborasi dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai pemasaran sekaligus pengelolaan keuangan usaha.

Materi pertama disampaikan oleh Kholida Sari dari Program Studi Manajemen mengenai pemanfaatan media digital untuk mempromosikan produk unggulan desa. Peserta diberikan pemahaman mengenai cara memanfaatkan media digital untuk membuat promosi lebih menarik dan memperluas jangkauan calon konsumen.

“Melalui pemasaran digital, produk UMKM Desa Pantirejo dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas. Media digital juga dapat dimanfaatkan secara sederhana untuk membantu promosi usaha,” ujar Kholida Sari.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Brigitta Agna Gisela Febriana dari Program Studi Akuntansi mengenai pentingnya pembukuan dan pencatatan penjualan. Peserta diperkenalkan pada pencatatan pemasukan, pengeluaran, omzet, dan keuntungan untuk membantu mengetahui perkembangan usaha.

“Pembukuan tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit, yang penting adalah membiasakan diri mencatat setiap transaksi agar pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan usaha dapat diketahui dengan lebih jelas,” jelas Brigitta.

Selain materi, peserta memperoleh handout, pelatihan, template spreadsheet pencatatan transaksi, serta rekomendasi aplikasi pembukuan digital yang dapat digunakan sebagai alternatif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 69 berharap pelaku UMKM Desa Pantirejo dapat memanfaatkan teknologi secara bertahap untuk memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan pengelolaan keuangan usahanya.

 

Penulis: Brigitta Agna Gisela Febriana & Kholida Sari 

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M


KKN-PPM UNISRI 2026: Mahasiswa KKN UNISRI Bawa UMKM Tempe Benguk Desa Galeh "Naik Kelas" Lewat Transformasi Digital

KKN-PPM UNISRI 2026: Mahasiswa KKN UNISRI Bawa UMKM Tempe Benguk Desa Galeh "Naik Kelas" Lewat Transformasi Digital

KKN-PPM UNISRI 2026: Mahasiswa KKN UNISRI Bawa UMKM Tempe Benguk Desa Galeh "Naik Kelas" Lewat Transformasi Digital

Dokumentasi Kegiatan KKN UNISRI di UMKM Produsen Tempe Benguk Mbak Septi (Sumber: Bagus Budi Prasetyo)

SRAGEN - Di era serba digital, masih banyak Usaha Micro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan yang belum tersentuh teknologi. Salah satunya adalah UMKM produsen Tempe Benguk milik Ibu Septi di Dusun Keras, Desa Galeh, Kecamatan Tangen, Sragen. Menyadari potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) memberikan pendampingan intensif agar UMKM tradisional ini dapat "Go Digital" dan menjangkau pasar yang lebih luas, Jum'at (7/8/2026).

Menjelaskan Alur Kerja Penggunaan Google Maps (Sumber: Mutia Fadhilatul)

Sebelum mendapat pendampingan, usaha Tempe Benguk Ibu Septi sama sekali belum memiliki identitas visual maupun jejak digital. Selama ini, pemasaran hanya mengandalkan metode konvensional dari mulut ke mulut antar warga sekitar desa.

Guna mengatasi kendala tersebut, tim KKN merancang program kerja secara komprehensif yang melibatkan tiga anggota. Dua mahasiswa berfokus pada penyuluhan mengenai pentingnya adaptasi teknologi, sementara desain dan eksekusi teknis dipimpin langsung oleh Wisnu Lintang Mahadewa Abdi El Fattah, mahasiswa program studi Pendidikan Teknologi Informasi.

Program yang dijalankan tidak sekadar sosialisasi, melainkan praktik pembuatan infrastruktur digital secara langsung. Mahasiswa memfasilitasi pembuatan identitas visual berupa desain logo produk dan spanduk (MMT) toko, serta pembuatan akun email khusus UMKM. Guna memperluas jangkauan pasar, tim juga mendaftarkan titik lokasi toko di Google Maps dan membuatkan akun TikTok sebagai ujung tombak promosi daring dengan nama pengguna @tempesragen (Tempe Benguk Mbak Septi). Selain itu, masyarakat bisa dengan mudah menemukan lokasi produksi dengan mengetikkan 'TEMPE BENGUK Mbak Septi' di pencarian Google Maps.

Praktek Pembuatan Konten dan Marketing melalui Platform TikTok (Sumber: Mutia Fadhilatul)

"Kami berharap melalui pendaftaran titik lokasi di Google Maps dan pembuatan akun TikTok, pemasaran Tempe Benguk milik Ibu Septi dapat menjangkau masyarakat yang jauh lebih luas secara online. Sementara itu, logo dan spanduk yang kami desain berfungsi untuk memperkuat identitas visual dan profesionalisme UMKM ini", jelas Wisnu selaku penanggung jawab teknis program tersebut.

Langkah digitalisasi ini disambut antusias oleh Ibu Septi selaku pemilik UMKM. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya identitas baru dan jangkauan pasar yang kini tak lagi terbatas pada lingkup dusun saja.

"Semoga usaha ini bisa dikenal lebih luas dan makin sukses ke depannya. Saya juga mendoakan agar adik-adik mahasiswa KKN senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran, matur suwun (terima kasih)," tutur Ibu Septi.

Melalui kolaborasi nyata antara mahasiswa KKN dan pelaku UMKM, program optimalisasi infrastruktur digital ini diharapkan mampu menjadi contoh bagi UMKM desa lainnya. Transformasi digital bukan hanya milik masyarakat perkotaan, tetapi juga menjadi kunci pendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat pedesaan.


Penulis: Wisnu Lintang

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M


Modal Kreativitas, Dampak Nyata: KKN UNISRI Bangun Identitas Visual UMKM Desa Nganti

Modal Kreativitas, Dampak Nyata: KKN UNISRI Bangun Identitas Visual UMKM Desa Nganti

Modal Kreativitas, Dampak Nyata: KKN UNISRI Bangun Identitas Visual UMKM Desa Nganti 

(Sumber: Adhelia Sapta Kusuma)

SRAGEN — Mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 07 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan program kerja bertajuk Penguatan Identitas Visual Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Desain dan Pencetakan Logo, Banner, dan Stiker di Desa Nganti, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Selasa (29/7/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam membantu pelaku UMKM untuk memiliki identitas visual yang lebih menarik dan profesional guna mendukung daya saing usaha.

Program kerja ini menyasar enam UMKM yang berada di Desa Nganti, yaitu UMKM Mas Bedor, UMKM Keripik Pisang Mama Dara, UMKM Kedai Jajan, UMKM Angkringan, UMKM Sate Madura, dan UMKM Toko Alat Elektronik. Sebagian besar UMKM tersebut sebelumnya belum memiliki identitas visual seperti logo maupun banner yang representatif untuk mendukung pengenalan usahanya kepada masyarakat.

Proses pelaksanaan program kerja ini dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari observasi dan koordinasi dengan masing-masing pemilik UMKM untuk menggali informasi mengenai karakter dan kebutuhan usaha, dilanjutkan dengan proses desain logo dan banner menggunakan aplikasi desain grafis, hingga tahap pencetakan hasil akhir. Seluruh proses desain dikerjakan langsung oleh mahasiswa KKN dengan mempertimbangkan kesesuaian warna, bentuk, dan pesan visual agar mudah dikenali oleh masyarakat maupun calon konsumen.

Pelaksanaan program ini menghasilkan enam banner yang telah mencakup desain logo untuk masing-masing UMKM, serta 52 stiker kemasan yang khusus diperuntukkan bagi UMKM Keripik Pisang Mama Dara. Seluruh hasil desain kemudian dicetak dan diserahkan langsung kepada masing-masing pemilik usaha untuk digunakan pada kegiatan operasional sehari-hari.

Adhelia Sapta Kusuma, selaku pemilik dan penanggung jawab program kerja, menjelaskan bahwa program ini digagas untuk menjawab persoalan yang umum ditemui di kalangan pelaku UMKM desa, yaitu belum adanya identitas visual yang jelas untuk mendukung usaha mereka. Melalui program ini, mahasiswa berupaya membantu para pelaku UMKM agar usahanya lebih dikenal dan terlihat lebih profesional, sehingga mampu bersaing lebih baik di tengah masyarakat.

Penguatan identitas visual ini tidak hanya berorientasi pada tampilan, tetapi juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kepercayaan konsumen serta memperkuat citra usaha. Melalui pendekatan desain yang disesuaikan dengan karakter masing-masing UMKM, program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan meski masa KKN telah berakhir.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari para pemilik UMKM. Kehadiran banner dan logo baru diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengenali lokasi maupun jenis usaha, sementara stiker kemasan pada produk keripik pisang diharapkan dapat memberikan kesan yang lebih menarik dan profesional di mata konsumen.

Melalui program kerja ini, KKN PPM UNISRI Kelompok 07 berharap penguatan identitas visual yang telah dilakukan dapat membantu UMKM di Desa Nganti untuk lebih dikenal luas, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta mendukung perkembangan usaha secara berkelanjutan.


Penulis: Adhelia Sapta Kusuma

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M


Pembukuan Sederhana Umkm Desa Nganti oleh Mahasiswa KKN PPM UNISRI

Pembukuan Sederhana Umkm Desa Nganti oleh Mahasiswa KKN PPM UNISRI

 Pembukuan Sederhana Umkm Desa Nganti oleh Mahasiswa KKN PPM UNISRI

(Sumber : Afita Aura Putri)

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 102 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI), Afita Aura Putri melaksanakan program KKN berupa sosialisasi dan pendampingan mengenai “Pembukuan Sederhana bagi UMKM” kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Nganti, Kecamatan Gemolong, Rabu (29/07/2026)

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM di Desa Nganti agar mampu melakukan pencatatan keuangan secara sederhana, teratur, dan mudah diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Pembukuan menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan usaha karena dapat membantu pelaku UMKM mengetahui jumlah pemasukan, pengeluaran, keuntungan, serta kondisi keuangan usaha secara lebih jelas.

Pada kegiatan tersebut, Afita Aura Putri selaku mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai dasar-dasar pembukuan sederhana, mulai dari pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pemisahan keuangan pribadi dengan keuangan usaha, hingga perhitungan sederhana mengenai keuntungan dan kerugian. Para pelaku UMKM juga diberikan contoh format pembukuan yang praktis sehingga dapat diterapkan secara mandiri sesuai dengan jenis dan skala usaha masing-masing.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilakukan melalui pendampingan dan praktik secara langsung. Pelaku UMKM diajak untuk mencoba melakukan pencatatan transaksi usaha berdasarkan contoh kegiatan jual beli yang mereka lakukan sehari-hari. Dengan adanya praktik tersebut, peserta dapat memahami bahwa pembukuan tidak harus dilakukan dengan sistem yang rumit, tetapi dapat dimulai dari pencatatan sederhana dan konsisten.

Pada pelaksanaan kegiatan ini, mahasiswa KKN berhasil menjalankan program kerja melalui kolaborasi dan pendampingan bersama pelaku UMKM di Desa Nganti. Para peserta menyambut kegiatan dengan antusias dan aktif dalam mengikuti penyampaian materi maupun praktik pembukuan. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan serta mampu menerapkan pembukuan sederhana secara berkelanjutan. Dengan pencatatan keuangan yang lebih tertib, UMKM di Desa Nganti diharapkan dapat berkembang secara lebih terarah, mengetahui kondisi usahanya dengan lebih baik, serta meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.


Penulis: Afita Aura Putri

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

Mahasiswa UNISRI Adakan Sosialisasi pembuatan ECO ENZYM Ramah Lingkungan

Mahasiswa UNISRI Adakan Sosialisasi pembuatan ECO ENZYM Ramah Lingkungan

Mahasiswa UNISRI Adakan Sosialisasi pembuatan ECO ENZYM Ramah Lingkungan

(Sumber: Amalia Rizqi A M)

SRAGEN — Anggota KKN PPM UNISRI Kelompok 07, Amalia Rizqi dan Sadewa Tri Kuncoro berkolaborasi, melaksanakan program kerja individu bertajuk Sosialisasi ECO ENZYM di Kantor kelurahan Desa Nganti, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada Ibu-ibu PKK Desa Nganti mengenai pentingnya mengurangi limbah sampah rumah tangga baik organik maupun non organik.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan lingkungan yang muncul akibat meningkatnya jumlah sampah rumah tangga yang belum dikelola secara optimal. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pemilahan sampah serta pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang lebih bermanfaat melalui proses pembuatan eco enzym.

Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai jenis limbah organik yang dapat digunakan dan bahan-bahan yang perlu dihindari agar proses fermentasi dapat berlangsung dengan baik. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait penerapan eco enzym dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme Ibu-Ibu PKK Desa Nganti terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta menunjukkan ketertarikan terhadap materi yang disampaikan, terutama mengenai pemanfaatan sisa buah dan sayuran yang selama ini cenderung dibuang sebagai sampah. Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai eco enzym, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mulai melakukan pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga.


Penulis: Amalia Rizqi Artha Muna

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M


Kreatif dan Edukatif, Mahasiswa KKN-PPM UNISRI Ajak Siswa SD Negeri Nganti Membuat Celengan dari Botol Bekas

Kreatif dan Edukatif, Mahasiswa KKN-PPM UNISRI Ajak Siswa SD Negeri Nganti Membuat Celengan dari Botol Bekas

Kreatif dan Edukatif, Mahasiswa KKN-PPM UNISRI Ajak Siswa SD Negeri Nganti Membuat Celengan dari Botol Bekas
(Sumber : Marsha Setyaningrum)


SRAGEN – Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Marsha Setyaningrum dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang tergabung dalam kegiatan KKN-PPM, melaksanakan program kerja individu berjudul “Membuat Celengan dari Botol Bekas” di SD Negeri Nganti, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menanamkan kebiasaan menabung sejak dini sekaligus meningkatkan kreativitas siswa dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat.


Kegiatan ditujukan kepada siswa kelas 5 SD Negeri Nganti. Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan penjelasan mengenai pentingnya menabung serta pemanfaatan botol bekas sebagai bahan utama untuk membuat celengan. Mahasiswa KKN memberikan contoh dan arahan mengenai tahapan pembuatan celengan, kemudian siswa diajak untuk membuat dan menghias celengan mereka sendiri sesuai dengan kreativitas masing-masing.


Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan aktif, mulai dari menyiapkan botol bekas, membuat bagian celengan, hingga menghiasnya dengan berbagai macam kreasi. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman membuat kerajinan sederhana, tetapi juga belajar bahwa barang bekas dapat dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi sampah dan memiliki nilai guna.


Selain mengajarkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong siswa untuk mulai membiasakan diri menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung. Celengan yang telah dibuat dapat digunakan sebagai media untuk menyimpan uang sekaligus menjadi pengingat bagi siswa akan pentingnya menabung untuk kebutuhan di masa depan.


Melalui program kerja ini, Marsha Setyaningrum berharap kegiatan membuat celengan dari botol bekas dapat memberikan manfaat bagi siswa SD Negeri Nganti, baik dalam meningkatkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, maupun membangun kebiasaan menabung sejak dini. Kegiatan sederhana ini diharapkan dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memberikan nilai edukatif yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.


Penulis: Marsha Setyaningrum

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M



Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done