LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Kabar Luar Kampus

[Kabar Luar Kampus][recentbylabel1]

Kabar Kampus

[Kabar Kampus][recentbylabel1]
Generasi Sehat, Generasi Cerdas tanpa Miras dan Narkoba

Generasi Sehat, Generasi Cerdas tanpa Miras dan Narkoba


Sumber Foto: Ilham Khafid Alfarozi

Kalimacan  – (28/07)

Mahasiswa KKN telah melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai bahaya minuman keras dan narkoba kepada siswa sekolah dasar didesa kalimacan  sebagai upaya meningkatkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi perilaku yang bertentangan dengan hukum. Kegiatan ini dilaksanakan pada selasa (28/07).

Sumber Foto: Ilham Khafid Alfarozi

Bertempat di SDN Kalimacan Kegiatan penyuluhan bertema “Generasi Sehat, Generasi Cerdas Tanpa Miras dan Narkoba” berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai bahaya penyalahgunaan minuman keras dan narkoba dari aspek kesehatan, hukum, sosial, serta pendidikan. Melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan zat adiktif.


yang dihasilkan dari program ini meliputi:

1. Meningkatnya pemahaman siswa mengenai bahaya minuman keras dan narkoba.

2. Meningkatnya kesadaran siswa untuk menerapkan pola hidup sehat dan menjauhi perilaku berisiko.

3. Tumbuhnya komitmen siswa untuk menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan bebas dari minuman keras serta narkoba.

4. Terlaksananya kegiatan edukasi sebagai bentuk pengabdian mahasiswa KKN kepada masyarakat dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan minuman keras dan narkoba sejak usia dini.

5. Terjalinnya kerja sama antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari minuman keras serta narkoba.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berhasil memberikan edukasi mengenai dampak negatif minuman keras dan narkoba terhadap kesehatan, perkembangan mental, prestasi belajar, serta masa depan . Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya memilih pergaulan yang sehat, berani menolak ajakan negatif, dan menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.


Penulis dan penyunting : Ilham Khafid Alfarozi

Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Melalui Edukasi Jenis, Dampak, dan Perkembangan Peredaran Narkotika serta Aspek Hukumnya

Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Melalui Edukasi Jenis, Dampak, dan Perkembangan Peredaran Narkotika serta Aspek Hukumnya

 Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Melalui Edukasi Jenis, Dampak, dan Perkembangan Peredaran Narkotika serta Aspek Hukumnya

Sumber foto: Caroline Fabia Gunawan

Mojopuro, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar kegiatan sosialisasi edukasi bahaya penyalahgunaan narkotika di Gedung Serbaguna Dusun Jengglong, Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, pada Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh Kepala Desa Mojopuro, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, Karang Taruna, Posyandu Remaja Dusun Jengglong, serta warga Desa Mojopuro. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait jenis narkotika, dampak penyalahgunaannya, perkembangan peredaran gelap, hingga aspek hukum yang mengaturnya.

Sumber foto:  Caroline Fabia Gunawan

Rangkaian acara berlangsung secara sistematis melalui empat tahapan utama:

1. Pembukaan Kegiatan: Diisi dengan sambutan Kepala Desa Mojopuro dan penyampaian tujuan sosialisasi.

2. Penyampaian Materi Edukasi: Mahasiswa KKN memberikan materi mendalam mengenai jenis-jenis narkotika, dampak fisik, mental, dan sosial, perkembangan pola peredaran, serta sanksi hukum tindak pidana narkotika berdasarkan perundang-undangan di Indonesia.

3. Diskusi dan Tanya Jawab: Peserta berpartisipasi aktif menanyakan langkah pencegahan dan tindakan saat menemukan indikasi penyalahgunaan di sekitar lingkungan mereka.

4. Penutup dan Dokumentasi: Diakhiri imbauan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan dilanjutkan sesi foto bersama.

Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan mendapat sambutan hangat dari warga. Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap masyarakat Desa Mojopuro makin peduli, mampu menjadi agen pencegahan di tingkat keluarga maupun lingkungan, serta aktif menciptakan ruang hidup yang sehat, aman, dan bebas dari narkotika.

Penulis: Caroline Fabia Gunawan dan Ammar Fikri Khoiril Abyan


Dorong Kemandirian Ekonomi, Mahasiswa KKN UNISRI Pendampingan Pencantuman UMKM Desa Jambangan ke Google Maps

Dorong Kemandirian Ekonomi, Mahasiswa KKN UNISRI Pendampingan Pencantuman UMKM Desa Jambangan ke Google Maps

 Dorong Kemandirian Ekonomi, Mahasiswa KKN UNISRI Pendampingan Pencantuman UMKM Desa Jambangan ke Google Maps

Sumber foto : Alif Putra Pratama 


SRAGEN – Guna meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pemasaran produk lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) menggelar program pendampingan digitalisasi bertajuk "Pencantuman Google Maps Pada UMKM di Desa Jambangan", Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini berfokus pada pendaftaran titik lokasi usaha warga ke platform Google Maps dan Google Business Profile, lengkap dengan informasi jam operasional, foto produk, serta kontak bisnis yang dapat dihubungi.
Inisiatif tersebut dilatarbelakangi oleh masih banyaknya UMKM potensial di Desa Jambangan yang belum terindeks di peta digital. 

Hal ini kerap menyulitkan calon konsumen dari luar daerah untuk menemukan lokasi usaha. Kehadiran titik lokasi yang presisi di platform digital diharapkan mampu meningkatkan kredibilitas usaha, mempermudah akses navigasi pembeli, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pedagang lokal tanpa dipungut biaya.
      
Sumber foto : Alif Putra Pratama 

Pelaksanaan program dilakukan secara langsung oleh mahasiswa KKN melalui metode door-to-door ke berbagai unit usaha warga, dengan dukungan penuh dari pemerintah desa setempat. Rangkaian kegiatan berlangsung secara bertahap selama masa KKN, meliputi pendataan awal, pemotretan produk dan tempat usaha, hingga penentuan titik koordinat lokasi.
Sumber foto: Alif Putra Pratama 

Tak hanya mendaftarkan titik peta, mahasiswa KKN UNISRI juga memberikan pembekalan dan edukasi praktis kepada pemilik usaha mengenai cara mengelola profil bisnis serta memperbarui informasi toko secara mandiri menggunakan ponsel pintar (smartphone). Melalui langkah digitalisasi ini, UMKM di Desa Jambangan diharapkan mampu bertransformasi dan memperkuat kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.

Penulis : Alif Putra Pratama 
KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Stop Bullying dan Positive Words Session melalui Media Pohon Komitmen di SD Negeri Jambangan 2 Mondokan

KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Stop Bullying dan Positive Words Session melalui Media Pohon Komitmen di SD Negeri Jambangan 2 Mondokan


KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Stop Bullying dan Positive Words Session melalui Media Pohon Komitmen di SD Negeri Jambangan 2 Mondokan

Sumber foto: Arlindya Yasmien Auralia

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi "Stop Bullying" dan "Positive Words Session" di SDN Jambangan 2 Sragen
SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar program kerja kolaborasi berupa Sosialisasi Stop Bullying dan Positive Words Session di SD Negeri Jambangan 2, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang ditujukan bagi siswa kelas 4 ini dilaksanakan guna meningkatkan kesadaran akan bahaya perundungan sekaligus menanamkan kebiasaan berbahasa positif dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian acara diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian bullying, jenis-jenisnya, dampak buruk yang ditimbulkan, hingga langkah pencegahan dan penanganannya. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan bahasa yang mudah dipahami serta dilengkapi contoh kasus yang dekat dengan keseharian para siswa.
Siswa SD Negeri Jambangan 2 Mondokan bersama mahasiswa KKN UNISRI dalam kegiatan sosialisasi Stop Bullying melalui media "Pohon Komitmen"

Memasuki sesi Positive Words Session, mahasiswa KKN memperkenalkan berbagai kosakata positif dalam bahasa Inggris yang berkaitan dengan sikap saling menghargai. Beberapa ungkapan yang diajarkan antara lain Please (tolong), Thank You (terima kasih), Sorry (maaf), Excuse Me (permisi), Good Job! (kerja bagus), Well Done! (hebat!), Can I Help You? (boleh saya bantu?), Let’s Be Friends (ayo berteman), Be Kind (jadilah orang baik), dan Respect Everyone (hormati semua orang). Para siswa diajak mengucapkan kosakata tersebut secara bersama-sama serta memahami penggunaannya saat berinteraksi dengan teman maupun guru.

Guna menghidupkan suasana, kegiatan diselingi dengan permainan edukatif, sesi tanya jawab, dan kuis singkat. Siswa yang aktif berpartisipasi mendapatkan apresiasi berupa hadiah sederhana, sehingga jalannya acara berlangsung meriah dan komunikatif.
Sebagai bentuk komitmen nyata pencegahan perundungan, seluruh siswa menuliskan janji pribadi pada lembar komitmen "Saya Akan..." dan "Saya Berjanji...". Beberapa pesan yang ditulis antara lain janji untuk tidak mengucilkan teman, saling membantu, dan selalu berkata baik. Lembar komitmen tersebut kemudian ditempelkan bersama pada "Pohon Komitmen Be Kind, No Bullying" sebagai simbol pengingat untuk terus menjaga lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
 
 foto media pembelajaran 

Rangkaian program kolaborasi ini ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN UNISRI, guru, dan para siswa. Melalui edukasi ini, diharapkan siswa SDN Jambangan 2 tidak hanya memahami bahaya perundungan, tetapi juga terbiasa menerapkan tutur kata yang ramah, peduli, dan inklusif demi terciptanya budaya sekolah yang berakhlak mulia.



Penulis: 

 1. Bayu Aji Nugroho – Pendidikan Bahasa Inggris
2. Arlinda Yasmien Auralia – Bimbingan dan Konseling
Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Siswa SD Negeri 2 Jekawal Melalui Sosialisasi Literasi Keuangan Sejak Dini

Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Siswa SD Negeri 2 Jekawal Melalui Sosialisasi Literasi Keuangan Sejak Dini

Peringatkan Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Mengajar Kebiasaan Menabung di SDN 2 Jekawal

Sumber foto: Zuhrotun Alfiyah
SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar program edukasi bertajuk “Sosialisasi Literasi Keuangan Sejak Dini: Ayo Menabung dan Mengelola Uang Saku dengan Bijak” di SD Negeri 2 Jekawal, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, pada Kamis (23/7/2026).

Program kerja individu ini diinisiasi untuk memupuk pemahaman finansial dasar bagi anak-anak sekolah dasar. Melalui edukasi ini, para siswa diajarkan pentingnya membiasakan diri menabung, membedakan antara skala prioritas kebutuhan (needs) dan keinginan (wants), serta bijak dalam membelanjakan uang saku harian.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar ramah anak. Selain mendengarkan pemaparan, para siswa diajak berdiskusi aktif lewat sesi tanya jawab, permainan edukatif, hingga simulasi latihan sederhana dalam mengelola uang. 
 
Sumber foto: Zuhrotun Alfiyah 

Pendekatan ini terbukti efektif menjaga antusiasme siswa sepanjang kegiatan berlangsung. "Seru banget ada permainannya, jadi tahu bedanya mana barang yang benar-benar butuh sama yang cuma pengin dibeli. Sekarang mau belajar nyisihin uang saku buat ditabung di celengan," ujar salah satu siswa peserta dengan penuh semangat usai mengikuti kegiatan.

Melalui sinergi ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap para siswa SDN 2 Jekawal dapat konsisten menyisihkan sebagian uang saku mereka untuk ditabung. Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis pendidikan ini turut mendapat apresiasi penuh dan dukungan dari Kepala SDN 2 Jekawal beserta jajaran guru pendamping.

Penulis : Zuhrotun Alfiyah 
Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Hak dan Kewajiban Anak melalui Program “Sahabat Hukum Cilik” di SD Desa Sunggingan

Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Hak dan Kewajiban Anak melalui Program “Sahabat Hukum Cilik” di SD Desa Sunggingan


Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Hak dan Kewajiban Anak melalui Program “Sahabat Hukum Cilik” di SD Desa Sunggingan
 Mahasiswa KKN UNISRI berfoto bersama siswa SD Desa Sunggingan saat program "Sahabat Hukum Cilik" (Hening Suci Rahayu)


SRAGEN – Membentuk karakter generasi muda yang taat hukum dan paham akan tanggung jawab tidak bisa dilakukan secara instan. Menyadari pentingnya edukasi tersebut sejak rentang usia sekolah dasar, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menginisiasi program kerja individu bertajuk “Sahabat Hukum Cilik: Edukasi Hak dan Kewajiban Anak untuk Menumbuhkan Kesadaran Hukum Sejak Dini.”

Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri Desa Sunggingan, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen pada Senin (27/7/2026) ini ditujukan bagi siswa kelas 3. Program ini dirancang khusus untuk menjembatani konsep hukum yang terkesan rumit agar lebih mudah dipahami oleh anak-anak melalui pendekatan interaktif dan menyenangkan.
Sumber foto: Hening Suci Rahayu

Pembelajaran Interaktif yang Sederhana dan relevan, penyampaian materi tidak dilakukan secara kaku melalui ceramah satu arah, melainkan memanfaatkan media audio-visual berupa tayangan PowerPoint (PPT) yang penuh warna dan ilustrasi menarik. Fokus materi diarahkan pada pengenalan dasar mengenai perbedaan hak dan kewajiban dalam konteks kehidupan sehari-hari anak, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.

"Kunci utama dari edukasi hukum untuk anak usia dini adalah keseimbangan. Anak-anak perlu memahami bahwa untuk memperoleh haknya , seperti mendapatkan kasih sayang, perlindungan, dan fasilitas belajar mereka juga memiliki kewajiban yang harus dijalankan, seperti menghormati orang tua, membantu merapikan mainan, serta mematuhi aturan sekolah," ujar perwakilan mahasiswa KKN UNISRI di sela-sela kegiatan

Gali Antusiasme Lewat Tebak Gambar dan Kuis Interaktif
    
Sumber foto : Hening Suci Rahayu 

Suasana kelas 3 menjadi kian semarak saat memasuki sesi gamifikasi pembelajaran. Mahasiswa KKN mengajak para siswa bermain tebak gambar, di mana setiap siswa diminta menganalisis berbagai visual situasi sehari-hari dan mengategorikannya ke dalam kelompok "Hak" atau "Kewajiban".
Tidak berhenti di situ, pemahaman siswa kembali diuji dan diperkuat melalui kuis interaktif. Gelak tawa dan antusiasme membuncah ketika para siswa saling berebut mengacungkan tangan untuk menjawab pertanyaan. Bagi siswa yang berhasil menjawab dengan tepat maupun yang berani menyampaikan pendapatnya, mahasiswa menyiapkannya bingkisan hadiah sebagai bentuk apresiasi dan dorongan rasa percaya diri.

Investasi Karakter untuk Masa Depan

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang hangat, memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan pemikiran polos mereka tentang aturan di rumah dan sekolah. Momen kebersamaan tersebut kemudian diabadikan melalui foto bersama antara mahasiswa, guru, dan para siswa.
Melalui program "Sahabat Hukum Cilik" ini, mahasiswa KKN UNISRI tidak hanya menjalankan kewajiban akademis Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan karakter (character building) di Desa Sunggingan.

Diharapkan, benih pemahaman hukum yang ditanamkan sejak dini ini dapat tumbuh menjadi fondasi karakter anak yang disiplin, bertanggung jawab, serta sadar akan aturan hukum hingga mereka dewasa kelak.

Penulis : Hening Suci Rahayu 



Membangun Karakter Anak melalui Gerakan Menabung dan Daur Ulang

Membangun Karakter Anak melalui Gerakan Menabung dan Daur Ulang

 Membangun Karakter Anak melalui Gerakan Menabung dan Daur Ulang

Sumber foto : dokumentasi pribadi penulis 

Gemolong, 30 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan program kerja sosialisasi bertajuk “Membangun Karakter Anak melalui Gerakan Menabung dan Daur Ulang” di SD Negeri Kalangan, Desa Kalangan, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas IV, V, dan VI yang dilaksanakan di halaman sekolah dengan memanfaatkan Smart TV Digital sebagai media pembelajaran interaktif.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan sejak usia dini, menumbuhkan karakter disiplin dan tanggung jawab dalam mengelola uang, serta membangun kepedulian peserta didik terhadap lingkungan melalui kegiatan daur ulang. Dengan penyampaian materi yang menarik dan interaktif, siswa diajak untuk  memahami bahwa kebiasaan baik dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan setiap hari.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa literasi keuangan merupakan kemampuan memahami cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan mengelola uang dengan bijak. Peserta didik diberikan pemahaman bahwa anak yang memiliki literasi keuangan akan terbiasa menggunakan uang sesuai kebutuhan, tidak boros, rajin menabung, serta mampu belajar bertanggung jawab dalam menggunakan uang.

Materi kemudian dilanjutkan dengan cara mengelola uang secara sederhana, yaitu membedakan kebutuhan dan keinginan, menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung, menggunakan sisa uang dengan bijak, serta menghindari pembelian barang yang tidak diperlukan. Mahasiswa KKN juga menjelaskan bahwa menabung adalah kegiatan menyimpan sebagian uang yang dimiliki agar dapat digunakan di kemudian hari untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat.

Sumber foto: dokumentasi pribadi penulis

Peserta didik juga diajak memahami manfaat menabung, di antaranya melatih hidup hemat, tidak menghabiskan uang untuk hal yang kurang penting, memiliki dana ketika membutuhkan sesuatu, serta belajar bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan. Supaya  kebiasaan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, siswa diberikan tips sederhana, seperti menentukan tujuan menabung, menyisihkan sedikit uang saku setiap hari, menggunakan celengan sebagai tempat menyimpan uang, tidak mengambil tabungan sebelum waktunya, dan membiasakan menabung secara rutin.

Selain materi mengenai literasi keuangan, mahasiswa KKN juga mengedukasi peserta didik tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui pemanfaatan sampah plastik. Siswa dikenalkan bahwa botol plastik merupakan sampah yang sulit terurai dan dapat mencemari lingkungan apabila dibuang sembarangan. Oleh karena itu, botol plastik bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi celengan yang memiliki nilai guna. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar mengurangi sampah plastik, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan keterampilan dalam menghasilkan karya yang bermanfaat.
Sumber foto: dokumentasi pribadi penulis 

Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik menghias celengan dari botol bekas. Seluruh peserta didik dibagi menjadi lima kelompok, dengan masing-masing kelompok beranggotakan delapan orang. Dalam setiap kelompok, peserta dibagi berpasangan sehingga satu celengan digunakan oleh dua orang. Masing-masing pasangan berdiskusi dan bekerja sama menghias celengan menggunakan spidol sesuai kreativitas mereka. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan karya tersebut adalah 60 menit.
Sumber foto: dokumentasi pribadi penulis 

Suasana kegiatan berlangsung meriah. Setiap kelompok menunjukkan kreativitas dan kekompakan dalam menghias celengan dengan berbagai gambar, warna, dan tulisan yang menarik. Setelah waktu berakhir, seluruh hasil karya dikumpulkan untuk dinilai oleh tim mahasiswa KKN berdasarkan aspek kreativitas, kerapian, keunikan, dan kerja sama. Kegiatan  kemudian dilanjutkan dengan kuis interaktif mengenai materi literasi keuangan dan daur ulang yang telah disampaikan. Peserta didik yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh reward sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan pemahaman mereka terhadap materi.

Sebagai penutup, tim KKN mengumumkan hasil penilaian lomba menghias celengan. Penghargaan diberikan kepada Juara I, Juara II, Juara III, serta Harapan I, Harapan II, dan Harapan III. Para pemenang menerima hadiah sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, kerja sama, dan semangat yang telah ditunjukkan selama kegiatan berlangsung.

Melalui program “Membangun Karakter Anak melalui Gerakan Menabung dan Daur Ulang”, mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi berharap peserta didik mampu menerapkan kebiasaan menabung, mengelola uang secara bijak, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang hemat, kreatif, bertanggung jawab, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan sejak usia sekolah dasar.


Penulis : 

1. Sentut Mulya Maura - Fakultas Ekonomi Bisnis
2. Kartika Galuh Syah Putri - Fakultas Ekonomi dan Bisnis
3. Yohanes Stevano Geli Pea - Fakultas Ekonomi Bisnis
4. Mahbub Ramdani Rusdi Novantoro Kusuma -Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Lampiran:





Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Selenggarakan Sosialisasi Anti-Perundungan di SDN Ngepringan 1 Belajar Bersama Menciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman

Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Selenggarakan Sosialisasi Anti-Perundungan di SDN Ngepringan 1 Belajar Bersama Menciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman


Cegah Perundungan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Selenggarakan Sosialisasi Anti-Perundungan di SDN Ngepringan 1 Belajar Bersama Menciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman
Sumber foto : Syifa Nur Ramadhani 

Sragen ( 30/7/26) — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan program sosialisasi anti-perundungan (anti-bullying) di SDN Ngepringan 1. 

Langkah ini diambil guna meningkatkan kesadaran serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak sejak dini. Sosialisasi yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan ini menyasar seluruh siswa tingkat dasar di sekolah setempat. Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman dasar mengenai pengertian perundungan, bentuk-bentuk bullying, dampak negatif yang ditimbulkan, hingga cara pencegahan serta penanganannya.

Guna mempermudah pemahaman materi, para mahasiswa KKN menyajikan tayangan video edukasi yang menggambarkan contoh perilaku perundungan dalam kehidupan sehari-hari. Tak hanya menyimak, para siswa juga diajak aktif berdiskusi kelompok untuk mengidentifikasi perilaku bullying serta mencari solusi yang tepat jika melihat atau mengalaminya.
          Sumber foto: Syifa Nur Ramadhani 

Kegiatan dilanjutkan dengan permainan (game) edukatif yang menekankan pentingnya sikap empati, kepedulian, kerja sama, dan keberanian untuk menolak aksi perundungan. Pada sesi refleksi, siswa diberi ruang aman untuk mengekspresikan perasaan, berbagi cerita, serta mendengarkan pengalaman rekan-rekan mereka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh komunitas sekolah baik siswa, guru,maupun staf dapat bersinergi membudayakan sikap saling menghargai demi mewujudkan iklim belajar yang positif dan aman dari tindak perundungan.


Penulis : Syifa Nur Ramadhani 


Bimbingan Klasikal "Kenali Emosi Diri" untuk Meningkatkan Kesadaran Emosi Siswa SD Negeri Ngepringan 3

Bimbingan Klasikal "Kenali Emosi Diri" untuk Meningkatkan Kesadaran Emosi Siswa SD Negeri Ngepringan 3

Sumber FotoMarlyana Wulan Pangesti

NGEPRINGAN, 22 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan program kerja individu berupa layanan Bimbingan Klasikal "Kenali Emosi Diri" kepada siswa kelas III dan IV SD Negeri Ngepringan 3, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini bertujuan membantu siswa mengenali berbagai macam emosi yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti senang, sedih, marah, takut, dan kecewa. Kemampuan mengenali emosi sejak usia dini merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial dan emosional anak, sehingga diharapkan dapat membantu siswa mengekspresikan perasaannya dengan cara yang positif.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi secara interaktif mengenai pengertian emosi dan contoh emosi yang sering dialami anak-anak. Selanjutnya, siswa mengikuti permainan Puzzle Emosi sebagai media untuk mengenali berbagai ekspresi wajah sesuai jenis emosinya. Permainan tersebut disambut antusias oleh peserta karena dikemas dalam bentuk belajar sambil bermain.

Selain permainan, siswa juga mengikuti kegiatan mewarnai boneka emosi sebagai sarana mengekspresikan pemahaman mereka terhadap berbagai jenis emosi. Melalui aktivitas ini, siswa diajak berdiskusi mengenai pengalaman ketika merasakan suatu emosi dan bagaimana cara menyikapinya dengan baik.

Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan partisipasi yang aktif dan mampu mengenali berbagai ekspresi emosi melalui media yang digunakan. Meskipun terdapat beberapa siswa yang masih memerlukan pendampingan dalam membaca instruksi, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan mendapat respons positif dari guru maupun peserta didik.

Melalui program kerja ini diharapkan siswa SD Negeri Ngepringan 3 semakin memahami pentingnya mengenali emosi diri sebagai langkah awal dalam membangun kemampuan mengendalikan emosi, meningkatkan empati terhadap teman, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan harmonis.

Program ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Surakarta dalam mendukung penguatan karakter dan perkembangan sosial-emosional peserta didik melalui layanan Bimbingan dan Konseling di lingkungan sekolah. Semoga kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi siswa, guru, maupun sekolah.

 

Penulis: Marlyana Wulan Pangesti, Bimbingan dan Konseling, Universitas Slamet Riyadi

Penyunting: Adista Putri Revalina

Lampiran: 



 

Mahasiswa KKN Unisri Ajak Ibu-Ibu PKK dan Kader Desa Ngepringan Kelola Kebutuhan Rumah Tangga Secara Bijak

Mahasiswa KKN Unisri Ajak Ibu-Ibu PKK dan Kader Desa Ngepringan Kelola Kebutuhan Rumah Tangga Secara Bijak

 

Sumber foto : Afrida Setyaningrum

Ngepringan, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar sosialisasi bertema "Manajemen Kebutuhan Rumah Tangga" bagi ibu-ibu PKK dan kader di Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, pada Jumat, 24 Juli 2026 di Balai Desa Ngepringan. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja KKN yang bertujuan membantu warga mengelola keuangan keluarga dengan lebih tertata.

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa mengelola kebutuhan rumah tangga berarti mengatur pemasukan dan pengeluaran keluarga dengan bijak, mulai dari kebutuhan pokok seperti pangan, listrik, dan air, sampai pendidikan, kesehatan, dan tabungan masa depan. Ibu rumah tangga diibaratkan sebagai "manajer keuangan keluarga" yang perlu bisa membedakan kebutuhan yang wajib dipenuhi dengan keinginan yang masih bisa ditunda, seperti hiburan atau barang baru. Kemampuan ini penting agar pengeluaran bulanan tidak membengkak, keluarga terhindar dari utang berlebih, dan lebih siap saat menghadapi kondisi mendadak.

Empat hal pokok juga disoroti dalam materi, yaitu penghasilan, pengeluaran, tabungan, dan investasi sederhana. Untuk membantu mengatur pengeluaran, peserta diperkenalkan pada pembagian anggaran dengan pola 50/30/20: separuh penghasilan untuk kebutuhan pokok, sepertiga untuk cicilan atau kewajiban rutin, dan sisanya untuk tabungan serta dana darurat.

Peserta juga diingatkan agar tidak berutang untuk hal-hal yang sifatnya sekunder, dan mendahulukan pelunasan utang berbunga tinggi. Selain itu, pentingnya memiliki dana darurat turut dibahas, misalnya untuk keperluan mendadak seperti biaya sekolah anak, anggota keluarga sakit, atau perbaikan rumah dan kendaraan. Sebagai langkah lanjutan, disampaikan pula contoh investasi sederhana yang bisa mulai dicoba, seperti menabung emas, reksa dana, atau arisan yang dikelola secara disiplin.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan interaktif. Ibu-ibu PKK dan kader terlihat antusias bertanya, terutama soal cara mengatasi pengeluaran tak terduga dan cara menabung meski penghasilan terbatas. Salah satu kader mengaku materi yang diberikan sangat sesuai dengan kondisi sehari-hari mereka, dan berharap bisa segera dipraktikkan di rumah masing-masing.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN Unisri berharap warga Desa Ngepringan, khususnya para ibu, semakin mampu mengelola keuangan keluarga secara sederhana namun konsisten. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat desa.

 

Penulis: Afrida Setyaningrum

Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi





 


Program Edukasi Smart Buyer Kids: Membangun Perilaku Konsumen Cerdas pada Siswa SD

Program Edukasi Smart Buyer Kids: Membangun Perilaku Konsumen Cerdas pada Siswa SD

 Kalijambe, Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja bertajuk "Program Edukasi Smart Buyer Kids: Membangun Perilaku Konsumen Cerdas pada Siswa SD" di SD Negeri Kalimacan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Program ini merupakan kegiatan edukasi yang diikuti oleh siswa dengan penuh semangat dan antusias oleh siswa SD kelas 3 Kalimacan.

Program ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar mengenai pentingnya menjadi konsumen yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam memilih serta membeli suatu produk. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman dasar mengenai perilaku konsumen sebagai bagian dari literasi di bidang manajemen bisnis sejak usia dini, agar siswa mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kegiatan berbelanja.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai konsep dasar konsumen cerdas, pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan, cara membandingkan harga serta kualitas produk, dan pentingnya membaca informasi pada kemasan seperti tanggal kedaluwarsa, komposisi, serta label keamanan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, serta permainan edukatif sehingga siswa dapat memahami materi dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Para siswa tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka antusias saat mengikuti permainan "Kebutuhan atau Keinginan", mengelompokkan berbagai gambar barang ke dalam kategori yang tepat, serta berdiskusi mengenai alasan dari setiap pilihan yang mereka buat. Selain itu, siswa juga belajar mengamati contoh kemasan produk untuk mengenali informasi penting yang harus diperhatikan sebelum membeli suatu barang. Suasana pembelajaran menjadi lebih menarik karena siswa dapat belajar sambil bermain dan berlatih mengambil keputusan sebagai konsumen yang bijak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami pentingnya menjadi konsumen yang cerdas, tetapi juga mulai menerapkan kebiasaan berbelanja secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman sikap teliti, hemat, dan bertanggung jawab sejak usia dini diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang lebih mandiri serta memiliki kemampuan mengambil keputusan secara rasional dalam memilih produk.

 

Program kerja ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah. Kepala Sekolah dan Guru Wali Kelas menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang menarik karena mengangkat materi literasi konsumen yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Metode pembelajaran yang dikombinasikan dengan permainan edukatif membuat siswa lebih aktif, mudah memahami materi, serta mampu membedakan kebutuhan dan keinginan dalam kegiatan berbelanja.

Melalui pelaksanaan program ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan aplikatif di SD Negeri Kalimacan. Selain meningkatkan pengetahuan siswa mengenai perilaku konsumen yang cerdas, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan berbelanja secara bijak, teliti, dan bertanggung jawab sehingga menjadi bekal yang bermanfaat bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari maupun di masa depan.


Penulis: Laurenty Maysa Depriyani (23200328)

Penyunting: Adista Putri Revalina

Lampiran: 






Tumbuhkan Jiwa Bisnis Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar "Sekolah Wirausaha Cilik" di SD N 1 Jati

Tumbuhkan Jiwa Bisnis Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar "Sekolah Wirausaha Cilik" di SD N 1 Jati

​Sumberlawang – (21/07/26)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, kelompok 72 mengoptimalkan upaya edukasi kewirausahaan anak dengan menggelar kegiatan "Sekolah Wirausaha Cilik: Menumbuhkan Jiwa Bisnis Sejak Dini dengan Kreativitas". Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan siswa-siswi kelas 5 SD N 1 Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen pada Selasa (21/7/26) pagi.

 

Bertempat di ruang kelas 5 SD N 1 Jati, mahasiswa KKN hadir memberikan pelatihan interaktif. Langkah ini diambil guna merespons pentingnya penanaman mentalitas mandiri serta kreativitas anak sejak usia dini yang sejalan dengan tema KKN PPM UNISRI yaitu "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen".

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memamerkan contoh produk aksesoris kreasi manik-manik yang telah jadi, membagikan bahan praktik, serta memandu proses pembuatan gelang dan gantungan kunci agar langkah-langkahnya mudah diikuti oleh siswa.

Kegiatan ini disajikan secara terpadu melalui pendekatan disiplin ilmu Manajemen untuk memberikan wawasan kewirausahaan yang intuitif dan praktis:

  • Manajemen Kreativitas & Operasional: Memaparkan edukasi pengenalan bahan manik-manik, prosedur pembuatan aksesoris, petunjuk perangkaian pola warna, hingga teknik penyelesaian produk secara rapi dan mandiri.
  • Pengenalan Nilai Ekonomi Produk: Memberikan pemahaman dasar bahwa karya tangan sederhana yang dibuat secara kreatif memiliki nilai ekonomi dan potensi untuk dijual.
  • Edukasi Keuangan Sederhana: Mengedukasi cara membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) serta memberikan gambaran umum kalkulasi biaya modal dan harga jual produk.

Siswa-siswi SD N 1 Jati menyimak pemaparan materi dan praktik merangkai manik-manik dengan penuh antusias. Karena proses pembuatannya menarik, melatih kesabaran, serta mengasah imajinasi warna, para siswa sangat bersemangat untuk menyelesaikan karya mereka.

"Kegiatannya seru sekali, kita bisa bikin gelang dan gantungan kunci sendiri. Jadi tahu juga kalau kerajinan yang kita buat ini ternyata bisa dijual," ujar salah satu siswa peserta kegiatan.

Melalui program "Sekolah Wirausaha Cilik" di SD N 1 Jati ini, diharapkan para siswa dapat terbiasa berpikir kreatif, percaya diri, dan memiliki fondasi mental berwirausaha sejak dini guna mendukung kemandirian ekonomi masyarakat desa di masa depan.

 

Penulis: Khairunnisa Nur Alifah

Lampiran: 






Kenalkan Kebutuhan dan Keinginan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Sosialisasi “Celengan Cerdas” untuk Siswa SDN 2 Ngepringan, Sragen

Kenalkan Kebutuhan dan Keinginan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Gelar Sosialisasi “Celengan Cerdas” untuk Siswa SDN 2 Ngepringan, Sragen

 

Sumber Foto : Nadila Hayyu Cahyani

 Ngepringan – (20/07/26)

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program Kerja Individu.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengambil langkah nyata dalam menumbuhkan budaya hidup hemat sejak usia dini dengan menggelar sosialisasi bertema “Celengan Cerdas”. Kegiatan ini mengangkat materi seputar menabung serta perbedaan kebutuhan dan keinginan, sebagai upaya menanamkan nilai pengelolaan keuangan yang baik sejak dini. Kegiatan dilaksanakan pada Senin (20/7) pagi.

​Bertempat di ruang kelas 4 SDN 2 Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, mahasiswa KKN hadir menyapa dan mengisi kegiatan belajar pagi dengan materi menabung serta cara membedakan kebutuhan dan keinginan. Langkah ini diambil guna membekali siswa dengan kebiasaan finansial positif sejak dini, mengingat pemahaman mengenai pengelolaan uang saku masih perlu terus dibangun di kalangan anak-anak usia sekolah dasar.

​Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa mengemas materi secara interaktif melalui penjelasan sederhana disertai contoh sehari-hari, sehingga siswa lebih mudah memahami mana yang termasuk kebutuhan dan mana yang termasuk keinginan. Selain pemaparan materi, kegiatan turut diisi dengan berbagai aktivitas praktik agar pemahaman siswa semakin melekat.

​Kegiatan ini disajikan secara terpadu melalui beberapa rangkaian aktivitas yang menyenangkan:

-​ Sosialisasi Menabung: Memaparkan edukasi mengenai manfaat serta pentingnya membiasakan diri menabung sejak dini.

-​ Kebutuhan dan Keinginan: Mengenalkan konsep dasar perbedaan antara kebutuhan dan keinginan melalui contoh-contoh yang dekat dengan keseharian siswa.

-​ Menempel Pohon Kebutuhan: Mengajak siswa secara berkelompok menempelkan gambar barang-barang pada pohon kebutuhan, guna melatih siswa mengklasifikasikan mana yang termasuk kebutuhan dan mana yang termasuk keinginan.

-​ Mewarnai Celengan: Memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi mewarnai celengan sesuai imajinasi masing-masing, sekaligus sebagai media agar siswa lebih bersemangat untuk menabung.

​Siswa-siswi kelas 4 SDN 2 Ngepringan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Kegiatan menempel pohon kebutuhan disambut meriah karena dilakukan secara berkelompok, sementara sesi mewarnai celengan menjadi momen yang paling dinanti karena siswa dapat bebas berkreasi dengan warna dan gambar kesukaan masing-masing.

​“Aku suka banget acaranya, apalagi pas mewarnai celengan sama nempel gambar di pohon kebutuhan. Sekarang aku jadi tahu bedanya kebutuhan sama keinginan, terus jadi pengen nabung juga,” ujar salah satu siswa peserta kegiatan.

​Melalui sosialisasi “Celengan Cerdas” ini, mahasiswa KKN berharap siswa SDN 2 Ngepringan dapat memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan sejak dini, sekaligus terbiasa menabung sebagai bekal pengelolaan keuangan yang lebih baik di masa depan.

 

Penulis: Nadila Hayyu Cahyani

 

LAMPIRAN :






Edukasi Hukum Seru Sambil Bermain: Membangun Kesadaran Hukum Sejak Dini pada Anak-anak

Edukasi Hukum Seru Sambil Bermain: Membangun Kesadaran Hukum Sejak Dini pada Anak-anak

​Kalimacan – (30/07/26)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mengenalkan apa itu rambu rambu lalu lintas pada Anak-anak SDN Kalimacan kelas 3 yang membuat siswa/i Menyadari bahaya yang ada di jalan raya dan kenapa harus menaati aturan rambu lalu lintas ,SDN Kalimacan Desa Kalimacan pada Kamis (30/07/26) 09.30 WIB - selesai.

Bertempat di SDN Kalimacan, mahasiswa KKN melaksanakan program kerja individu berupa edukasi hukum dengan tema pengenalan rambu-rambu lalu lintas kepada siswa kelas III SD. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran hukum sejak dini melalui metode belajar yang menyenangkan, sehingga anak-anak dapat memahami pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan ice breaking singkat untuk menciptakan suasana belajar yang lebih santai dan menyenangkan. Selanjutnya, siswa diajak mengikuti permainan tebak-tebakan rambu lalu lintas. Setiap rambu yang berhasil ditebak kemudian dijelaskan makna, fungsi, serta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari agar mudah dipahami oleh peserta. Setelah sesi pengenalan materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan interaktif menjawab pertanyaan seputar rambu-rambu lalu lintas yang telah dipelajari. Pada awal kegiatan, sebagian besar siswa masih terlihat malu dan kurang bersemangat. Namun, seiring berlangsungnya permainan yang interaktif, suasana kelas menjadi lebih hidup. Anak-anak mulai aktif mengangkat tangan, saling berlomba menjawab pertanyaan, serta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung.

Pada sesi penutup kegiatan, mahasiswa kembali memberikan beberapa pertanyaan sebagai bentuk evaluasi pemahaman siswa. Hasilnya, hampir seluruh peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar dan menunjukkan materi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik melalui pendekatan belajar sambil bermain.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa kelas III SDN Kalimacan semakin memahami arti penting mematuhi rambu-rambu lalu lintas sebagai bagian dari budaya tertib hukum sejak usia dini. Dengan penyampaian yang interaktif dan menyenangkan, diharapkan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bekal untuk membangun kesadaran hukum di masa depan.

 

Penulis: Dzulfadli Nur Aziiz

Lampiran: 




Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done