Sumber Foto:
Aryo Satryo Tamtomo/Logo Dies Natalis UNISRI ke-46 di Aula Lantai 7 Kampus II
UNISRI
Surakarta
– Univeritas Slamet Riyadi kini
berusia 46 tahun. Perayaan hari jadi ini turut dilakukan di tempat spesial.
Momen gembira tersebut diadakan pada Kamis (12/02/2026). Perayaan
ulang tahun atau Dies Natalis kali ini bertemakan “Membangun Kolaborasi Menuju
Perguruan Tinggi yang Membumi dan Mengglobal”.
Perayaan tersebut menjadi semakin menarik nan spesial karena
digelar untuk sekaligus meresmikan gedung baru, yakni kampus II yang rencananya
akan segera dipergunakan pada bulan April mendatang.
Lalu apa saja detail keseruannya? Ikuti terus sampai
selesai ya…
DIMULAI
LEWAT IRING-IRINGAN ANDONG, DITUTUP LEWAT KESENIAN TARI
Sejak pagi, sejumlah andong telah terparkir dan siap
digunakan dan begitu waktunya tiba, kereta kuda yang membawa iring-iringan
sejumlah pejabat kampus seperti rektor hingga sejumlah dekan per fakultas pun
berangkat menuju tempat acara.
Begitu pula saat di perjalanan, sejumlah satpam tampak
berjaga di sisi kiri jalan sekaligus mengarahkan kusir menuju pagelaran acara.
Di sisi lain, acara yang bertempat di aula lantai tujuh
kampus II ini telah sibuk oleh kedatangan berbagai tamu terdiri dari sejumlah
civitas akademika, mulai dari tenaga didik seperti dosen hingga delegasi ORMAWA
kampus. Adapun Lurik menjadi pakaian utama pada gelaran Dies Natalis kali ini.
Mulai memasuki pertengahan acara, muncul sambutan serta
laporan dari Dr. Edi Wibowo S.E., M.M. selaku ketua panitia. Dalam kesempatan
tersebut, beliau memaparkan beberapa agenda penting UNISRI seperti UNISRI RUN
hingga konser musik yang akan dilaksanakan beberapa bulan mendatang.
Sumber Foto:
Aryo Satryo Tamtomo/Dr. Edi Wibowo, S.E., M.M. saat mempresentasikan
agenda
UNISRI ke depannya
Ketika inti acara, baik Rektor UNISRI, Proff, Dr. Drs.
Sutoyo, M.Pd., bersama Nuroso Bambang Wasisto Utomo, S.E., M.M., selaku
Pengurus Yayasan UNISRI sama-sama menegaskan terkait tujuan UNISRI dalam
membangun kolaborasi demi tujuan UNISRI yakni go internasional.
Sumber Foto:
Aryo Satryo Tamtomo/Penampilan seni dari FAPERTA
Momen paling meriah muncul di pertengahan acara. Munculnya
berbagai penampilan tenaga didik (tendik) baik dari kantor pusat hingga masing-masing
fakultas (FATIPA-FEB) berhasil membuat acara semakin hidup.
Salah satu penampilan terunik datang dari FKIP yang
tampil out of the box, menampilkan
tarian yang dibawakan oleh anak-anak PAUD. Lucunya, tidak semua anak ikut
menari. Beberapa diantaranya justru menangis dan mengundang banyak gelak tawa
dari penonton.
Pada akhir acara juga, ditutup dengan penampilan tari
dengan judul: Tari Kreasi Nusantara.
Penulis: Aryo Satryo Tamtomo
Penyunting: Adista