Foto : detik.com
Surakarta
– Pemerintah Kota Surakarta melalui Panitia Seleksi (Pansel) secara resmi
mengumumkan bahwa tidak ada satu pun pelamar posisi Chief Executive Officer
(CEO) Taman Balekambang yang lolos tahapan kualifikasi (Senin, 5/1/2026). Keputusan
ini diambil setelah tim Pansel menyelesaikan proses kurasi dokumen serta
asesmen awal yang ketat terhadap seluruh pendaftar.
Ketua
Panitia Seleksi menyatakan bahwa meskipun minat pelamar cukup tinggi, secara
kualitas belum ada figur yang dianggap mampu memenuhi kriteria kompleks untuk
mengelola kawasan konservasi sekaligus destinasi komersial tersebut. Para
pelamar dinilai belum memenuhi skor minimal atau kualifikasi strategis yang
mencakup pemahaman manajerial bisnis dan kepekaan terhadap nilai historis serta
budaya Balekambang.
Hambatan
krusial yang dihadapi para pelamar terletak pada kemampuan menciptakan sumber
pendapatan yang kreatif sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem taman, serta
kebutuhan akan jejaring luas di industri kreatif nasional maupun internasional.
Selain itu, rekam jejak dalam mengelola aset publik dengan nilai investasi
besar juga menjadi syarat utama yang belum terpenuhi oleh kandidat yang ada.
Pihak Pemkot Surakarta menegaskan lebih
memilih menunda pelantikan daripada memaksakan figur yang tidak kompeten,
mengingat Taman Balekambang merupakan aset vital bagi warga Solo. Hingga saat
ini, belum diputuskan apakah pendaftaran akan dibuka kembali secara terbuka
atau melalui mekanisme pencarian langsung (headhunting) untuk mendapatkan
talenta profesional yang sesuai.
Untuk sementara, manajemen Taman Balekambang
akan tetap berada di bawah kendali Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kebudayaan
dan Pariwisata Kota Surakarta. Langkah ini diambil guna memastikan operasional
dan pelayanan publik di area taman tetap berjalan normal selama posisi CEO
definitif belum terisi.
Penulis
: Nadine Bunga Berliana
Penyunting : Fahra Nautisya Octavia Hany