LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...
Kenali Hak dan Cegah Bullying: Mahasiswa KKN UNISRI Beri Penyuluhan Perlindungan Anak di MIM Karanganom

Kenali Hak dan Cegah Bullying: Mahasiswa KKN UNISRI Beri Penyuluhan Perlindungan Anak di MIM Karanganom

 Kenali Hak dan Cegah Bullying: Mahasiswa KKN UNISRI Beri Penyuluhan Perlindungan Anak di MIM Karanganom

Tim KKN UNISRI Surakarta foto bersama seluruh siswa Karanganom di Desa Karanganom, Sukodono, Sragen, sebagai penutup rangkaian kegiatan penyuluhan perlindungan anak. Sumber foto:Elma
 



SRAGEN — Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta TA 2025/2026 bertema "Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen", mahasiswa UNISRI meluncurkan berbagai program kerja di lapangan.

Salah satu aksi nyata ditunjukkan oleh Elma Aulia Khoirunisa melalui program kerja individu berjudul "Penyuluhan Hukum Perlindungan Anak dan Pencegahan Bullying" bersama siswa MIM Karanganom, Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini bertujuan membantu siswa memahami perlindungan anak, mengenali bentuk dan dampak perundungan, membangun sikap saling menghargai, berani menolak bullying, serta melapor kepada guru atau orang tua ketika melihat maupun mengalami tindakan merugikan.
  
Mahasiswi KKN UNISRI Surakarta, Elma Aulia Khoirunisa, berfoto bersama siswa-siswi MIM Karanganom usai penyampaian materi hak anak dan edukasi pencegahan perundungan di sekolah.
Sumber foto : Elma 


Dalam penyuluhannya, Elma menyampaikan materi secara berurutan mulai dari hak anak untuk merasa aman, pengertian perundungan, hingga pentingnya keberanian meminta pertolongan. Konsep hukum diterjemahkan ke dalam contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sekolah. Materi mencakup empat bentuk perundungan (fisik, verbal, sosial, dan siber) seperti memukul, mengejek, memberi julukan buruk, mengucilkan, menyebarkan gosip, hingga pesan menyakiti. Penyampaian diperkuat menggunakan presentasi visual serta lagu anti-perundungan.

Materi juga menekankan dampak perundungan bagi korban, pelaku, dan lingkungan sekolah. Siswa diarahkan untuk tidak ikut mendukung, tidak diam saat melihat perundungan, serta berani melapor kepada guru atau orang tua sebagai langkah meminta perlindungan.
Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan perundungan dan pengenalan hak anak oleh mahasiswa KKN UNISRI di MIM Karanganom, Desa Karanganom, Sukodono, Sragen. Sumber foto: Elma


Secara keseluruhan, penyuluhan berjalan lancar dan menjadi langkah awal menumbuhkan kesadaran hukum dasar pada siswa. Keberlanjutan pesan anti-perundungan ini diharapkan dapat didukung melalui pembiasaan di kelas, saluran pelaporan yang aman, pendampingan guru, serta keterlibatan orang tua dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman di Desa Karanganom.

Penulis: Elma Aulia Khoirunisa

Pemanfaatan Media Sosial dan Ekonomi Digital: Mahasiswa KKN Unisri Dampingi Pemasaran UMKM Snack Rumah Kelor dan Kedai Ibuk’e Lingga

Pemanfaatan Media Sosial dan Ekonomi Digital: Mahasiswa KKN Unisri Dampingi Pemasaran UMKM Snack Rumah Kelor dan Kedai Ibuk’e Lingga

 Pemanfaatan Media Sosial dan Ekonomi Digital: Mahasiswa KKN Unisri Dampingi Pemasaran UMKM Snack Rumah Kelor dan Kedai Ibuk’e Lingga

Mahasiswa KKN Unisri berfoto bersama pemilik usaha Snack Rumah Kelor usai pembuatan akun media sosial di Desa Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen, Senin (3/8/2026). Sumber Foto: Jayasantang 

SRAGEN — Sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program pendampingan ekonomi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Program kerja individu bertajuk “Pendampingan UMKM di Desa Jetiskarangpung: Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Pemasaran UMKM Snack Rumah Kelor dan Kedai Ibuk’e Lingga” ini dilaksanakan oleh Jayasantang Yahya Madutama dari Program Studi Akuntansi. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian KKN-PPM Kelompok 26 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. Dra. Hera Heru Sri Suryani, M.Pd. tersebut secara resmi berlangsung pada Senin (3/8/2026).

Program ini dilatarbelakangi oleh hasil survei lapangan yang menunjukkan bahwa UMKM Snack Rumah Kelor dan Kedai Ibuk’e Lingga belum memanfaatkan media digital serta belum memiliki akun media sosial resmi untuk menunjang promosi produk mereka.

Mahasiswa KKN Unisri saat mendata dan menautkan titik Google Maps Kedai Ibuk’e Lingga di Desa Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen, Senin (3/8/2026).
 Sumber foto:Jayasantang

Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pendampingan intensif mulai dari pembuatan akun media sosial bisnis di platform Instagram dan TikTok hingga pembuatan konten promosi perdana yang menarik. Tak hanya itu, mahasiswa juga mendaftarkan serta menambahkan titik koordinat lokasi kedua tempat usaha tersebut di Google Maps guna memudahkan calon konsumen menemukan lokasi UMKM secara presisi.

"Sebelumnya usaha kami belum punya akun media sosial sama sekali dan lokasinya belum ada di pemetaan digital. Melalui pendampingan dari mahasiswa KKN Unisri ini, sekarang produk kami bisa dipromosikan ke pembeli yang lebih luas dan lokasi warung jadi sangat mudah dicari di Google Maps," ujar salah satu pelaku UMKM sasaran program.
 
Sumber foto: Jayasantang 



Program pendampingan ini menjadi bentuk kontribusi nyata KKN-PPM Unisri Kelompok 26 yang berlangsung sejak 13 Juli hingga 31 Agustus 2026. Melalui integrasi media sosial dan pemetaan digital ini, para pelaku UMKM di Desa Jetiskarangpung diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan.

Penulis: Jayasantang Yahya Madutama

Penyunting: Oliviana 
Sinergi Edukasi dan Aksi Nyata, Tim Mahasiswa KKN Unisri Gelar Berbagai Program Inovatif di SD N 1 Jekani

Sinergi Edukasi dan Aksi Nyata, Tim Mahasiswa KKN Unisri Gelar Berbagai Program Inovatif di SD N 1 Jekani

 Sinergi Edukasi dan Aksi Nyata, Tim Mahasiswa KKN Unisri Gelar Berbagai Program Inovatif di SD N 1 Jekani

Mahasiswi KKN Unisri, Diva Septyarani, berfoto bersama siswa kelas V SD N 1 Jekani yang memamerkan tempat pensil hasil olahan limbah botol plastik.
(Sumber Foto: Diva Septyarani)



SRAGEN — Dalam rangka mewujudkan pengabdian masyarakat yang berdampak nyata, empat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan rangkaian program kerja edukatif di SD Negeri 1 Jekani, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen. Kegiatan kolaboratif ini menyasar siswa kelas IV hingga VI dengan fokus pada penguatan keterampilan, karakter, dan pengetahuan umum.

Rangkaian kegiatan diawali di kelas IV melalui program Pemberdayaan Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris Sederhana menggunakan metode Total Physical Response (TPR). Metode ini mengajak siswa aktif berkomunikasi bahasa asing melalui instruksi gerakan tubuh dan permainan interaktif tanpa rasa takut salah.

Mahasiswa KKN Unisri Surakarta mendampingi siswi kelas IV memperagakan instruksi bahasa asing interaktif di SD N 1 Jekani, Mondokan, Sragen. 
(Sumber foto: Dafa Aji N)

Sementara di kelas V, pembelajaran berfokus pada pengembangan potensi ekonomi kreatif dan kepedulian lingkungan. Siswa menerima Sosialisasi Pentingnya Kewirausahaan Sejak Dini, yang dilanjutkan dengan praktik pemanfaatan limbah botol plastik menjadi tempat pensil kreatif berhiaskan kertas warna-warni dan origami.

Pelaksana program pemanfaatan limbah, Diva Septyarani, menjelaskan bahwa integrasi teori wirausaha dan praktik kerajinan tangan ini bertujuan melatih keterampilan motorik sekaligus kesadaran lingkungan.

"Kami ingin memberikan pemahaman langsung kepada anak-anak bahwa barang yang dianggap sampah, seperti botol plastik bekas, sebenarnya memiliki potensi ekonomis dan bernilai guna jika diolah dengan kreativitas. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kerja sama tim dan kerapian mereka," ungkap Diva.

Adapun di kelas VI, kegiatan ditutup dengan program Sekolah Cinta Desa: Mengenal Pemerintahan dan Pelayanan Publik Sejak Dini. Melalui edukasi struktur pemerintahan desa ini, siswa diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga dan peduli terhadap tanah kelahiran mereka.

Siswa-siswi kelas VI SD N 1 Jekani memperlihatkan poster edukasi tata kelola desa usai mengikuti program Sekolah Cinta Desa bersama tim KKN Unisri Surakarta.

Seluruh kegiatan berlangsung tertib dan kondusif dengan menerapkan metode pendampingan ramah anak, seperti kuis interaktif hingga sistem undian kelompok. Jajaran guru dan Kepala SD N 1 Jekani memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi tim mahasiswa KKN Unisri dalam membentuk karakter siswa yang kreatif, mandiri, serta berwawasan luas.

Penulis: 
1. Diva Septyarani - Pendidikan Guru Sekolah Dasar 
2. Dea Putri Maharani- Administrasi Negara 
3. Eliya Gina Althof - Manajemen
4. Dava Aji Nugraha - Pendidikan Bahasa Inggris

Mahasiswa KKN UNISRI Kolaborasikan Edukasi Stop Bullying dan “Pohon Cita-Cita” bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Jenar

Mahasiswa KKN UNISRI Kolaborasikan Edukasi Stop Bullying dan “Pohon Cita-Cita” bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Jenar

 

Mahasiswa KKN UNISRI Kolaborasikan Edukasi Stop Bullying dan
“Pohon Cita-Cita” bagi Siswa Sekolah Dasar di Desa Jenar

(Sumber: Apriliya)

Jenar, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNISRI Kelompok 21 di Desa Jenar melaksanakan kegiatan kolaborasi program kerja individu berupa Sosialisasi Pencegahan Bullying dan Sosialisasi Bimbingan Kelompok Edukatif dan Motivasi: Petualangan "Pohon Cita-Cita". Kegiatan ini ditujukan kepada siswa-siswi kelas IV Sekolah Dasar di Desa Jenar sebagai upaya memberikan edukasi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, saling menghargai, sekaligus menumbuhkan motivasi dan perencanaan cita-cita sejak dini.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan mengatasinya sejak dini. Di sisi lain, siswa juga perlu mendapatkan pendampingan untuk mengenali minat, potensi, dan cita-cita mereka. Oleh karena itu, kedua program kerja dikolaborasikan agar edukasi mengenai sikap positif terhadap teman dapat berjalan beriringan dengan motivasi siswa dalam merencanakan masa depan.

Pada sesi Stop Bullying, siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian bullying serta bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Siswa juga diajak untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan menghormati teman, serta dibiasakan untuk berani menolak tindakan bullying dan melaporkannya kepada guru atau orang tua apabila mengalami atau melihat kejadian bullying.

Selanjutnya, melalui kegiatan “Pohon Cita-Cita”, siswa diajak mengenali dan mengeksplorasi minat, potensi, serta cita-cita masa depan. Siswa menuliskan cita-cita mereka kemudian menempelkannya pada media “Pohon Cita-Cita”. Kegiatan ini menjadi media edukatif dan rekreatif yang membantu siswa memahami bahwa cita-cita dapat dicapai melalui sikap dan perilaku positif, seperti belajar dengan tekun, menabung, mematuhi aturan, serta berusaha secara konsisten.

Kolaborasi kedua kegiatan memberikan manfaat bagi siswa, yaitu menambah pengetahuan tentang bullying, meningkatkan kepedulian terhadap teman, serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman dan saling menghargai. Selain itu, siswa mendapatkan motivasi belajar, gambaran mengenai masa depan, kesempatan melatih kepercayaan diri, serta pemahaman mengenai hubungan antara usaha yang dilakukan saat ini dengan pencapaian cita-cita.

Selama kegiatan berlangsung, siswa dapat mengikuti materi secara aktif dan interaktif. Edukasi Stop Bullying diarahkan untuk membangun kesadaran siswa agar tidak melakukan maupun membiarkan tindakan bullying, sedangkan kegiatan “Pohon Cita-Cita” memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan impian mereka dan membangun keberanian dalam mengungkapkan cita-cita di depan teman-temannya.

Melalui kegiatan kolaborasi ini, mahasiswa KKN berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya mencegah bullying dan menghargai sesama, tetapi juga memiliki motivasi untuk belajar dan merencanakan masa depan. Lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling mendukung diharapkan dapat membantu siswa berkembang secara positif serta lebih percaya diri dalam mengejar cita-cita mereka.

Ke depannya, kegiatan edukasi mengenai pencegahan bullying dan bimbingan karir diharapkan dapat terus dikembangkan dengan metode yang interaktif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan demikian, siswa dapat tumbuh dalam lingkungan yang positif, memiliki kepedulian terhadap teman, serta memperoleh motivasi untuk terus belajar dan mewujudkan cita-cita.

Penulis: Rifa Titik Ambarwati dan Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 21

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M



Merdeka ?

Merdeka ?

 Merdeka?


Merah putih kembali memenuhi jalan,

tiang-tiang berdiri dengan gagahnya,

dan lagu kemerdekaan 

akan kembali dinyanyikan.


Tapi di tengah kibaran bendera,

rakyat terus kehilangan napas.


Di sekolah,

kotak makan datang membawa program,

namun sebagian pulang membawa sakit.


Juga program yang datang dari wangsit.


Sementara seragam

semakin banyak memasuki ruang-ruang

yang seharusnya milik sipil.


Dan dari atas podium,

kata-kata berhamburan:

“bajingan”

“ndasmu”

“londo ireng.”


Seolah negeri sebesar Indonesia

tak lagi punya cukup bahasa

untuk berbicara tanpa mencaci.


Lalu Agustus datang.

Kita diminta berdiri tegak

dan meneriakkan:


MERDEKA!


Tapi bagaimana kami percaya

pada kemerdekaan?


Penulis : Kinanthi

Penyunting : Fahra

Ciptakan Lingkungan Belajar Ramah Anak, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang

Ciptakan Lingkungan Belajar Ramah Anak, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang

 Ciptakan Lingkungan Belajar Ramah Anak, Mahasiswa KKN Unisri Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang

Sumber foto: Nadia Fatma Yunieka


SRAGEN — Dalam upaya mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan sosialisasi pencegahan perundungan (bullying). Kegiatan edukatif ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Rabu (29/7/2026).

Program kerja individu yang diprakarsai oleh Nadia Fatma Yunieka, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unisri ini, berfokus pada pemberian edukasi serta penanaman sikap saling menghargai antar sesama siswa.

Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan definisi bullying sebagai tindakan disengaja yang merugikan orang lain, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun cyberbullying (perundungan di dunia maya). Siswa juga dibekali pemahaman mendasar mengenai faktor pemicu perundungan, seperti krisis empati, pengaruh pergaulan, hingga dampak negatifnya terhadap kesehatan mental dan rasa percaya diri korban.

Mahasiswi KKN Unisri Surakarta, Nadia Fatma Yunieka, memberikan pemaparan materi pencegahan bullying kepada siswa SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang, Sragen, Rabu (29/7/2026) 

Berbeda dari sosialisasi pada umumnya, rangkaian kegiatan dirancang secara interaktif melalui sesi refleksi jujur. Para siswa diberi ruang khusus untuk menuliskan pengalaman pribadi mereka baik sebagai korban maupun pelaku tanpa rasa takut dihakimi.

Suasana haru mewarnai sesi berbagi cerita langsung, saat salah seorang siswi memberanikan diri menceritakan pengalamannya menjadi korban bullying akibat berstatus sebagai anak yatim. Momen tersebut menjadi pengingat emosional bagi seluruh peserta akan dampak nyata luka psikologis yang ditimbulkan oleh aksi perundungan.
Suasana interaktif sesi refleksi pencegahan bullying yang digelar mahasiswa KKN Unisri di SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang, Sragen, Rabu (29/7/2026). Sumber foto: Nadia

Sebagai langkah preventif, mahasiswa KKN mengajak seluruh siswa untuk membangun pola pertemanan yang positif, menghentikan ucapan serta tindakan menyakiti, dan berani melaporkan indikasi bullying kepada guru maupun orang tua. Through kegiatan ini, diharapkan SMP Muhammadiyah 7 Sumberlawang dapat terus menjaga iklim sekolah yang aman, kondusif, dan bebas dari perundungan.

Penulis: Nadia Fatma Yunieka 


Edukasi Media Promosi: Mahasiswa KKN UNISRI Dorong Daya Saing UMKM Desa Jeruk

Edukasi Media Promosi: Mahasiswa KKN UNISRI Dorong Daya Saing UMKM Desa Jeruk

 Edukasi Media Promosi: Mahasiswa KKN UNISRI Dorong Daya Saing UMKM Desa Jeruk

Sumber foto: Yesi Permatasari

SRAGEN — Dalam upaya meningkatkan daya saing serta memperluas jangkauan pemasaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 34 sukses melaksanakan program kerja individu berupa pendampingan pembuatan media promosi di Desa Jeruk, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Yesi Permatasari, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen UNISRI ini, diwujudkan melalui perancangan media promosi fisik berupa MMT/banner. Langkah ini diambil untuk membantu meningkatkan daya tarik visual sekaligus memperkenalkan produk dan usaha warga secara lebih luas kepada masyarakat.

Program pendampingan ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi mendalam terhadap kebutuhan pelaku usaha lokal di Desa Jeruk. Berdasarkan pemetaan awal, ditetapkan dua UMKM sasaran yang membutuhkan pembenahan sarana promosi, yaitu UMKM warung tempura dan es teh serta UMKM kerajinan berbahan dasar ban.

Sumber foto: Yesi Permatasari

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN membantu pelaku usaha menentukan elemen informasi penting yang harus dicantumkan pada media promosi. Informasi tersebut meliputi nama usaha, daftar produk yang ditawarkan, serta informasi pendukung lainnya yang memudahkan calon konsumen dalam mengenali tempat usaha tersebut.

Secara teknis, penggunaan MMT/banner pada UMKM warung tempura dan es teh difungsikan untuk memperkenalkan aneka produk makanan dan minuman yang siap dibeli oleh masyarakat sekitar. Sementara pada UMKM kerajinan ban, media promosi dimanfaatkan untuk mengedukasi serta memperkenalkan ragam produk kreatif yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah bahan ban.

Pembuatan media promosi ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas usaha dan menarik perhatian calon konsumen secara efektif. Melalui tampilan media promosi yang informatif dan mudah terlihat dari jarak jauh, masyarakat dapat lebih cepat mengetahui keberadaan serta jenis produk yang dijual oleh para pelaku UMKM di Desa Jeruk.

Mahasiswa KKN UNISRI membantu proses pemasangan banner media promosi pada salah satu UMKM sasaran di Desa Jeruk, Miri, Sragen. Sumber foto: Yesi

Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk nyata penerapan ilmu manajemen dalam membantu pelaku usaha mengembangkan strategi pemasaran yang aplikatif dan sesuai dengan kondisi lapangan.

Melalui program kerja pendampingan ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap media promosi banner yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara konsisten dan berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya membantu memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM di Desa Jeruk untuk terus berinovasi, mengembangkan usahanya, dan meningkatkan daya saing di lingkungan sekitar.

Penulis: Yesi Permatasari 
Time Smart Kids: Mahasiswi KKN PPM UNISRI Ajarkan Manajemen Waktu di SD Negeri Jeruk 1

Time Smart Kids: Mahasiswi KKN PPM UNISRI Ajarkan Manajemen Waktu di SD Negeri Jeruk 1

 Time Smart Kids: Mahasiswi KKN PPM UNISRI Ajarkan Manajemen Waktu di SD Negeri Jeruk 1

Mahasiswi KKN PPM UNISRI bersama siswa SD Negeri Jeruk 1 dalam kegiatan edukasi Time Smart Kids dengan menggunakan media pembelajaran tentang manajemen waktu. Dokumentasi: Syifau Nur Aisyah

SRAGEN — Guna membentuk karakter disiplin dan mandiri pada anak sejak usia dini, mahasiswi Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar program edukasi manajemen waktu di tingkat sekolah dasar. Kegiatan bertajuk “Time Smart Kids” tersebut dilaksanakan oleh mahasiswi Kelompok 034 KKN-PPM UNISRI di SD Negeri Jeruk 1, Desa Jeruk, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Rabu (29/7/2026).

Program kerja individu yang diprakarsai oleh Syifau Nur Aisyah, mahasiswi Program Studi Manajemen UNISRI ini, dilatarbelakangi oleh pentingnya membekali anak kemampuan membagi waktu harian secara teratur antara belajar, bermain, beribadah, beristirahat, dan membantu orang tua.

Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan secara interaktif menggunakan media presentasi serta poster edukasi visual. Penggunaan poster interaktif membantu para siswa memahami contoh pembagian prioritas aktivitas harian dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat.

Siswa SD Negeri Jeruk 1 menunjukkan poster edukasi manajemen waktu sebagai salah satu media pembelajaran dalam kegiatan Time Smart Kids (Dokumentasi: Syifau Nur Aisyah)

"Melalui program Time Smart Kids, kami ingin membangun kebiasaan positif pada siswa. Kebiasaan sederhana seperti bangun tepat waktu, belajar sesuai jadwal, menyelesaikan tugas, hingga istirahat cukup merupakan langkah awal dalam membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab," ujar Syifau Nur Aisyah.

Mahasiswi KKN PPM UNISRI bersama siswa SD Negeri Jeruk 1 melakukan foto bersama setelah mengikuti kegiatan edukasi Time Smart Kids. Dokumentasi : Syifau Nur Aisyah

Pihak sekolah dan para siswa menyambut kegiatan ini dengan antusias. Berbagai interaksi ringan dan peragaan jadwal harian mewarnai jalannya acara hingga sesi foto bersama. Melalui program ini, diharapkan para siswa SD Negeri Jeruk 1 mampu menerapkan kebiasaan mengelola waktu secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Syifau Nur Aisyah
Edukasi Hukum dan Perlindungan Anak: Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasi Pencegahan KDRT di Desa Slendro

Edukasi Hukum dan Perlindungan Anak: Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasi Pencegahan KDRT di Desa Slendro

 Edukasi Hukum dan Perlindungan Anak: Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasi Pencegahan KDRT di Desa Slendro

Sumber foto:Novita dan Krisna 

SRAGEN — Dalam upaya meningkatkan kesadaran hukum dan menciptakan lingkungan keluarga yang aman, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar sosialisasi pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan perlindungan anak. Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja individu Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) TA 2025/2026 ini dilaksanakan di Desa Slendro, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Sabtu (1/8/2026).

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN UNISRI memaparkan secara komprehensif mengenai pengertian KDRT berdasarkan UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Materi yang disampaikan mencakup empat bentuk KDRT : kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran ekonomi serta mengenali tanda-tanda korban yang mengalami kekerasan tersebut.

Selain mengenali faktor penyebab KDRT yang bersifat internal maupun eksternal, warga juga dibekali pemahaman terkait ancaman pidana bagi pelaku serta langkah penanganan mandiri. Langkah tersebut meliputi pengamanan bukti, koordinasi dengan pihak tepercaya, pembuatan rencana keamanan, hingga pelaporan ke kepolisian dan pendampingan pemulihan trauma.

Mahasiswa KKN-PPM UNISRI Surakarta memberikan materi sosialisasi mengenai pencegahan KDRT, perlindungan anak, dan peran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kepada warga Desa Slendro, Gesi, Sragen, Sabtu (1/8/2026).


Sesuai amanat Pasal 15 UU No. 23 Tahun 2004, masyarakat didorong untuk aktif melakukan pencegahan, memberikan pertolongan darurat, dan membantu proses perlindungan jika melihat atau mendengar indikasi KDRT di lingkungan sekitar. Sosialisasi ini turut menekankan pentingnya komunikasi sehat dalam keluarga, pola pengasuhan ramah anak (child-friendly parenting), serta kesetaraan gender.

Sebagai penutup, mahasiswa KKN UNISRI memperkenalkan peran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dalam memberikan akses keadilan secara gratis (pro bono) bagi masyarakat miskin dan rentan, baik melalui jalur litigasi di pengadilan maupun nonlitigasi seperti konsultasi dan mediasi.

Melalui program edukasi hukum ini, diharapkan warga Desa Slendro semakin memahami hak-hak hukumnya, berani mengambil tindakan tepat saat menghadapi kekerasan, serta mampu mewujudkan lingkungan desa yang harmonis dan ramah anak.

Penulis: Krisna Noval R dan Novita Kusuma Arini


Dukung Daya Saing Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Unisri Rancang Logo dan Banner untuk UMKM di Desa Dawung

Dukung Daya Saing Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Unisri Rancang Logo dan Banner untuk UMKM di Desa Dawung

 Dukung Daya Saing Usaha Lokal, Mahasiswa KKN Unisri Rancang Logo dan Banner untuk UMKM di Desa Dawung

Sumber foto: Sandika Buyung Pratama 

SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan program pendampingan penguatan identitas visual bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Program individu bertajuk “Penguatan Identitas Visual UMKM melalui Perancangan Logo dan Banner sebagai Media Komunikasi Pemasaran” tersebut digagas oleh Sandika Buyung Pratama, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Unisri yang tergabung dalam Kelompok 19 KKN-PPM Unisri.

Kegiatan diawali dengan tahap observasi dan wawancara lapangan pada 20 Juli 2026. Dari hasil observasi, mahasiswa menentukan tiga UMKM sasaran yang sebelumnya belum memiliki logo maupun banner usaha, yaitu Es Teh Dandang, Mie Ayam Ibu Sunarni, dan Warung Makan & Kopi Ibu Jampi.
Sumber foto: Sandika Buyung Pratama

Usai tahap perancangan desain, mahasiswa menyerahkan berkas logo digital serta membagikan dan memasang banner fisik di lokasi usaha masing-masing sasaran pada 29 Juli 2026. Pelaku usaha juga menerima edukasi mengenai pemanfaatan identitas visual untuk kegiatan promosi secara luring maupun daring.

​"Kami sangat terbantu dengan adanya pembuatan logo dan pemasangan banner ini. Tempat usaha kami jadi terlihat lebih rapi, profesional, dan mudah dikenali oleh pembeli yang lewat," ujar salah satu pelaku UMKM sasaran program.

Pelaku UMKM Mie Ayam Ibu Sunarni berfoto bersama mahasiswa KKN-PPM Unisri Surakarta saat penyerahan dan pemasangan banner usaha di Desa Dawung, Jenar, Sragen, Rabu (29/7/2026). 
(Dok:Sandika)

Melalui perancangan logo dan pemasangan banner ini, diharapkan ketiga UMKM sasaran di Desa Dawung dapat meningkatkan branding usaha serta mendukung pengembangan komunikasi pemasaran secara konsisten.

Penulis: Sandika Buyung Pratama

Mahasiswi KKN PPM Unisri Olah Sampah Kardus Menjadi Bingkai Foto Kreatif untuk Melatih Motorik Halus Siswa SD Negeri Jeruk 1

Mahasiswi KKN PPM Unisri Olah Sampah Kardus Menjadi Bingkai Foto Kreatif untuk Melatih Motorik Halus Siswa SD Negeri Jeruk 1

 Mahasiswi KKN PPM Unisri Olah Sampah Kardus Menjadi Bingkai Foto Kreatif untuk Melatih Motorik Halus Siswa SD Negeri Jeruk 1

Sumber foto: Mayang Oktavia Riyanto

SRAGEN — Dalam upaya mengedukasi kepedulian lingkungan sekaligus mengasah keterampilan anak, mahasiswi Kelompok 034 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program kerja pelatihan kerajinan tangan di SD Negeri Jeruk 1, Desa Jeruk, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Jumat (24/7/2026).

Program kerja individu yang diprakarsai oleh Mayang Oktavia Riyanto, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unisri ini, berfokus pada pengolahan limbah kardus bekas menjadi bingkai foto hias menggunakan dekorasi biji-bijian.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya sampah kardus di lingkungan sekitar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui prinsip reuse (pemanfaatan kembali), siswa diajak untuk mengubah bahan bekas menjadi produk kerajinan yang estetik dan bernilai guna.

Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengurangi sampah sebelum melangkah ke praktik pembuatan. Mahasiswi KKN memberikan pendampingan secara langsung mulai dari pembuatan pola bingkai, pengaplikasian lem, hingga proses menempelkan biji-bijian sesuai kreativitas masing-masing anak.


Siswa SD Negeri Jeruk 1 menunjukkan hasil karya bingkai foto dari kardus bekas dan hiasan biji-bijian bersama mahasiswi KKN PPM Unisri Surakarta, Mayang Oktavia Riyanto, di Desa Jeruk, Miri, Sragen (24/7/2026)

"Tujuan utama program kerja ini adalah meminimalisir sampah kardus serta memberikan pemahaman kepada siswa mengenai cara mengolah sampah menjadi kerajinan tangan yang menarik," ujar Mayang Oktavia Riyanto. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga efektif melatih motorik halus, koordinasi mata dan tangan, ketelitian, serta kesabaran siswa sejak usia dasar.

Pihak SD Negeri Jeruk 1 menyambut positif dan mengapresiasi inisiatif tersebut. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan hingga berhasil menghasilkan beragam karya bingkai foto yang kreatif. Melalui program ini, diharapkan tumbuh kesadaran lingkungan serta kebiasaan memanfaatkan barang bekas menjadi karya yang bermanfaat di lingkungan sekolah maupun rumah.

Penulis: Mayang Oktavia Riyanto 

Penyunting : Oliviana


Edukasi Manajemen Waktu dan Literasi Keuangan: Mahasiswa KKN Unisri Bekali Siswa SD N 01 Jetis Karangpung Kebiasaan Positif Sejak Dini

Edukasi Manajemen Waktu dan Literasi Keuangan: Mahasiswa KKN Unisri Bekali Siswa SD N 01 Jetis Karangpung Kebiasaan Positif Sejak Dini

 Edukasi Manajemen Waktu dan Literasi Keuangan: Mahasiswa KKN Unisri Bekali Siswa SD N 01 Jetis Karangpung Kebiasaan Positif Sejak Dini

Sumber foto: Diky Wahyu Saputro

SRAGEN — Dalam rangka membentuk karakter disiplin dan bijak finansial pada generasi muda, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menyelenggarakan program edukasi di tingkat sekolah dasar. Program bertajuk “Edukasi Manajemen Waktu dan Literasi Keuangan Sejak Dini bagi Siswa SD N 01 Jetis Karangpung” ini dilaksanakan di SD N 01 Jetis Karangpung, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, pada Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang diprakarsai oleh mahasiswa KKN Unisri, Diky Wahyu Saputro, diawali dengan sesi pembukaan dan perkenalan interaktif. Untuk mencairkan suasana serta memantik semangat para siswa, acara dilanjutkan dengan permainan sederhana yang disambut antusias oleh seluruh peserta.

Sesi materi pertama berfokus pada pentingnya manajemen waktu. Para siswa diajak memahami cara mengatur ritme aktivitas harian mereka secara seimbang. Sebagai bentuk praktik langsung, siswa diminta menuliskan runtutan kegiatan mereka mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga kembali tidur di malam hari. Melalui metode ini, siswa belajar mengenali serta membagi prioritas waktu untuk belajar, bermain, beristirahat, dan menjalankan aktivitas harian lainnya.

Antusiasme Siswa SD N 01 Jetis Karangpung ikuti kegiatan KKN Unisri (Sumber Foto: Diky Wahyu Saputro)


Memasuki sesi kedua, mahasiswa menyampaikan materi literasi keuangan dasar. Siswa diperkenalkan dengan konsep mata uang serta penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa juga memberikan pemahaman penting mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, sekaligus mengajak siswa untuk mulai membiasakan diri menggunakan uang secara bijak dan menabung sejak dini.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kuis evaluasi interaktif seputar materi manajemen waktu dan keuangan. Para siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah apresiasi dari mahasiswa KKN. Melalui program ini, diharapkan para siswa dapat menerapkan kebiasaan positif dalam mengelola waktu dan keuangan mereka sejak usia sekolah dasar.


Penulis: Diky Wahyu Saputro
Smart Saving for Smart Investing: Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SD Negeri Tempelrejo 1 Menabung Uang Receh dan Bijak Finansial Sejak Dini

Smart Saving for Smart Investing: Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SD Negeri Tempelrejo 1 Menabung Uang Receh dan Bijak Finansial Sejak Dini

 Smart Saving for Smart Investing: Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SD Negeri Tempelrejo 1 Menabung Uang Receh dan Bijak Finansial Sejak Dini

Sumber foto: Fatihah Nur Rahmawati

SRAGEN — Dalam upaya menumbuhkan kesadaran finansial dan budaya berinvestasi sejak usia muda, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program edukasi literasi keuangan di tingkat sekolah dasar. Program bertajuk “Smart Saving for Smart Investing: Gerakan Menabung Uang Receh sebagai Upaya Menumbuhkan Kesadaran Investasi Sejak Dini pada Siswa Sekolah Dasar” ini sukses dilaksanakan di SD Negeri Tempelrejo 1, Desa Tempelrejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, pada Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Fatihah Nur Rahmawati, mahasiswa Program Studi Manajemen Unisri, ditujukan bagi siswa kelas IV SD Negeri Tempelrejo 1. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya pengelolaan keuangan melalui metode edukatif, interaktif, dan menyenangkan.

Acara diawali dengan perkenalan interaktif untuk membangun keakraban, dilanjutkan dengan sesi sosialisasi mengenai pengelolaan uang dasar. Dalam pemaparannya, mahasiswa memberikan pemahaman sederhana tentang perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menyisihkan uang receh yang kerap kali dianggap tidak bernilai.

Untuk menjaga suasana belajar tetap dinamis, para siswa diajak memperagakan “Tepuk Menabung”, sebuah metode edukasi berbasis gerak dan lagu yang memuat pesan moral tentang kedisiplinan menyisihkan uang

   
Sumber foto:Fatihah Nur Rahmawati

Tak hanya teori, siswa diajak langsung melakukan praktik menabung uang receh ke dalam celengan. Guna menumbuhkan rasa memiliki dan motivasi menabung, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kreativitas menghias celengan. Masing-masing siswa dibebaskan mewarnai celengan mereka menggunakan cat warna sesuai imajinasi masing-masing.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa kebiasaan mengelola uang tidak harus menunggu nominal besar. Uang receh yang disisihkan secara konsisten merupakan langkah awal pembentukan karakter disiplin dan bijak finansial untuk masa depan," ujar Fatihah Nur Rahmawati, pelaksana program.

Melalui sinergi antara teori, praktik langsung, dan kegiatan seni kreasi ini, program KKN Unisri diharapkan dapat membantu sekolah dalam menghadirkan metode pembelajaran literasi keuangan yang aplikatif. Diharapkan kebiasaan menabung yang terbentuk dapat menjadi fondasi awal kesadaran.

Penulis : Fatihah Nur Rahmawati (Program Studi Manajemen

Ayo Pintar Uang & Menabung Sejak Dini: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Literasi Keuangan di SDN Jetis Karangpung 01

Ayo Pintar Uang & Menabung Sejak Dini: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Literasi Keuangan di SDN Jetis Karangpung 01

 Ayo Pintar Uang & Menabung Sejak Dini: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Literasi Keuangan di SDN Jetis Karangpung 01

Sumber foto: Indri Nur Hapsari 


SRAGEN — Dalam rangka menanamkan pemahaman finansial sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program kerja sosialisasi dan pelatihan bertajuk “Ayo Pintar Uang & Menabung Sejak Dini: Modul Edukasi Mengenal Mata Uang dan Fungsinya bagi Anak SD Negeri Jetis Karangpung 01”.

Kegiatan yang diprakarsai oleh mahasiswa KKN Unisri, Indri Nur Hapsari, tersebut dilaksanakan pada Kamis (23/7/2026) dengan melibatkan siswa-siswi SD Negeri Jetis Karangpung 01, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Acara diawali dengan pembukaan interaktif melalui perkenalan diri serta penyampaian tujuan kegiatan secara sederhana. Guna mencairkan suasana dan meningkatkan antusiasme anak-anak, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking berupa permainan ringan dan tepuk semangat.

Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa mengenalkan mata uang Rupiah dengan bantuan media visual dan uang mainan agar mudah dipahami. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan nama mata uang Indonesia (Rupiah), simbol resmi (Rp), hingga perbedaan jenis uang kartal dan uang giral.

Senyum Gembira Siswa SD Usai Terima Edukasi Menabung dari Mahasiswa KKN Unisri (Dokumentasi:Indri Nur Hapsari)

Selain itu, para siswa dibekali pemahaman mendasar mengenai fungsi uang, yaitu sebagai alat pembayaran, alat ukur harga suatu barang, dan alat menyimpan nilai. Edukasi mengenai pentingnya menabung sejak dini juga disampaikan secara interaktif, di mana siswa diajak berdiskusi dan berbagi impian tentang barang yang ingin mereka beli dari hasil menabung.
Sumber foto: Indri Nur Hapsari

Guna menjaga fokus dan mengasah kreativitas anak-anak, kegiatan diselingi dengan sesi mewarnai celengan serta berfoto bersama menggunakan bingkai kreasi bertema "Ayo Pintar Uang".

Sebelum penutupan, digelar sesi kuis evaluasi untuk meninjau kembali pemahaman materi yang telah diberikan. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah apresiasi dari mahasiswa. Melalui program ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya mengelola keuangan dan kebiasaan menabung dapat tertanam kuat pada diri siswa sejak usia sekolah dasar.

Penulis: Indri Nur Hapsari


Muda Kreatif, Lokal Berdaya: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Literasi Digital dan Kewirausahaan Olahan Singkong di SMPN 1 Jenar

Muda Kreatif, Lokal Berdaya: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Literasi Digital dan Kewirausahaan Olahan Singkong di SMPN 1 Jenar

 Muda Kreatif, Lokal Berdaya: Mahasiswa KKN Unisri Gelar Edukasi Literasi Digital dan Kewirausahaan Olahan Singkong di SMPN 1 Jenar

Sumber foto: Mutiara dan Aziz

SRAGEN — Dalam upaya menumbuhkan jiwa wirausaha muda dan meningkatkan kecakapan digital generasi penerus, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta sukses menggelar program kerja sosialisasi kewirausahaan dan literasi digital. Kegiatan bertajuk "Muda Kreatif, Lokal Berdaya: Kolaborasi Literasi Digital dan Kewirausahaan Olahan Singkong" tersebut berlangsung di Kelas IX A SMP Negeri 1 Jenar, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Rangkaian acara diawali dengan perkenalan anggota kelompok KKN Unisri, dilanjutkan dengan sesi ice breaking unik tepuk "HUH YES SIU" untuk membakar semangat para siswa. Suasana kelas menjadi sangat interaktif dan cair sebelum memasuki pemaparan materi utama.

Dalam sesi pemaparan, mahasiswa KKN membagikan ilmu mendasar seputar potensi lokal dan dunia digital. Pembahasan mencakup dasar-dasar pemasaran digital, strategi pembuatan konten promosi yang menarik di media sosial, hingga rekomendasi platform digital yang efektif untuk pemasaran produk.

Tak hanya fokus pada aspek digital, siswa juga dibekali pemahaman mengenai esensi kewirausahaan serta potensi komoditas lokal. Materi menyoroti kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan dari singkong, hingga alasan mengapa olahan singkong memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika dikemas dan dipasarkan secara modern melalui media digital.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong siswa agar tidak hanya melihat singkong sebagai bahan pangan biasa, tetapi sebagai peluang usaha yang bernilai ekonomis tinggi jika dipadukan dengan strategi pemasaran digital yang tepat," ujar Mutiara Dwi Ananta Putri, salah satu penulis dan pelaksana program.

Siswa Kelas IX A tampak antusias mengikuti seluruh jalannya kegiatan. Hal ini terlihat pada sesi tanya jawab, di mana para siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar dunia usaha dan pembuatan konten. Mahasiswa KKN juga menyediakan hadiah menarik bagi siswa yang aktif berpartisipasi.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto dan pembuatan konten kreatif bersama antara mahasiswa KKN Unisri dan siswa SMPN 1 Jenar. Melalui program ini, diharapkan para siswa dapat terinspirasi untuk menjadi wirausahawan muda yang kreatif serta mampu memanfaatkan media sosial secara bijak dan produktif demi memberdayakan potensi daerahnya.  

Penulis: Mutiara Dwi Ananta Putri & Aziz Rizky Pratama
Tim KKN UNISRI Desa Dawung  

Gandeng Siswa Kelas 4 SDN Dawung 1 Jenar, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi "Stop Bullying" Interaktif

Gandeng Siswa Kelas 4 SDN Dawung 1 Jenar, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi "Stop Bullying" Interaktif

 Gandeng Siswa Kelas 4 SDN Dawung 1 Jenar, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi "Stop Bullying" Interaktif


Sumber foto: Birgita Kasih Prasetia

JENAR – Tindakan perundungan di lingkungan sekolah masih menjadi ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak. Merespons kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar sosialisasi "Stop Bullying" yang dikemas secara interaktif dan edukatif di kelas 4 SDN Dawung 1 Jenar.

Membuka kegiatan, tim KKN memperkenalkan diri sebelum mengajak seluruh siswa membakar semangat lewat ice breaking khusus bertema "Stop Bullying". Suasana kelas yang semula kaku seketika mencair saat anak-anak bersorak dan bergerak mengikuti instruksi.

Memasuki sesi inti, materi disajikan secara komprehensif. Siswa diajak memahami apa itu perundungan, ragam bentuk bullying di sekolah, identifikasi sosok pelaku, dampak buruknya bagi psikologis anak, hingga siapa saja yang bertanggung jawab melakukan pencegahan mulai dari diri sendiri, teman sebaya, hingga guru.

Tak sekadar mendengarkan, para siswa berpartisipasi aktif dalam sesi menempel sticky notes. Mereka menuliskan pemahaman tentang bahaya perundungan lalu menempelkannya di papan interaktif. Guna memberikan ruang aman, mahasiswa KKN juga membagikan kertas cerita. Melalui kertas ini, siswa bebas menuangkan pengalaman atau perasaan mereka untuk dimasukkan ke dalam "Toples Cerita" yang terjamin kerahasiaannya.

Atusiasme makin memuncak saat penayangan film pendek tentang bullying. Siswa menyimak alur cerita dengan tekun sebelum berebut menjawab pertanyaan pada sesi kuis berhadiah. Sebagai langkah penanganan nyata, tim KKN secara khusus memberikan buku cerita kepada siswa yang teridentifikasi sering mengalami perundungan guna membangkitkan rasa percaya diri mereka.

Seluruh Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN dan siswa kelas 4 SDN Dawung 1 Jenar sebagai simbol komitmen bersama menciptakan sekolah yang aman dan nyaman.

Penulis: Birgita Kasih Prasetia


Tingkatkan Kemandirian dan Etika Digital, Mahasiswa Unisri Gelar Sosialisasi di SMPN 1 Gemolong

Tingkatkan Kemandirian dan Etika Digital, Mahasiswa Unisri Gelar Sosialisasi di SMPN 1 Gemolong

 Tingkatkan Kemandirian dan Etika Digital, Mahasiswa Unisri Gelar Sosialisasi di SMPN 1 Gemolong

Sumber foto:Maysa dan Erliana

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi interaktif bagi siswa-siswi kelas 8 SMP Negeri 1 Gemolong, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Senin (27/7/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pembekalan nyata bagi generasi muda dalam menghadapi pesatnya perkembangan dunia digital sekaligus memupuk jiwa kewirausahaan sejak bangku sekolah.

Suasana ruang kelas tampak hidup saat para siswa berkumpul menyimak pemaparan materi dengan penuh antusias. Kegiatan yang digagas oleh Maysa Iliyin Sekar Savita dan Erliana Putri ini dirancang secara sistematis di dalam kelas dengan menggabungkan dua topik krusial: literasi digital dan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi remaja.

Mengawal Etika dan Keamanan di Ruang Siber

Sesi pertama dibuka oleh Maysa Iliyin Sekar Savita, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara Unisri, yang membawakan materi bertajuk “Etika Bermedia Sosial dalam Mewujudkan Tata Kelola Digital”. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif di hadapan para siswa di kelas, Maysa mengajak peserta menyelami realita dunia digital yang sering kali menjebak jika tidak disikapi secara bijak.
Maysa menekankan pentingnya menjaga etika komunikasi di media sosial serta membentengi diri dari paparan berita bohong (hoaks). 
Mahasiswa KKN Unisri, Maysa Iliyin Sekar Savita, menyampaikan materi etika bermedia sosial dan tata kelola digital di hadapan siswa kelas 8 SMPN 1 Gemolong, Sragen, Senin (27/7/2026).

Ia mengenalkan formula saring sebelum sharing sebagai langkah krusial sebelum membagikan informasi apa pun di platform digital. Tak hanya itu, siswa juga dibekali panduan praktis mengenai cara melindungi data pribadi dari ancaman kejahatan siber (cybercrime) serta imbauan untuk memanfaatkan ruang digital sebagai sarana belajar yang produktif dan positif.


Memupuk Mindset Wirausaha Sejak Bangku Sekolah

Memasuki sesi kedua, fokus kegiatan beralih pada pembentukan mentalitas mandiri melalui materi “Pengenalan Jiwa Kewirausahaan” yang disampaikan oleh Erliana Putri dari Program Studi Manajemen Unisri. Erliana membuka sudut pandang baru bagi para pelajar bahwa kewirausahaan bukanlah topik yang rumit atau hanya milik orang dewasa.
Pemaparan materi pengenalan kewirausahaan oleh Erliana Putri di hadapan siswa-siswi SMPN 1 Gemolong, Sragen. 

Dalam penjelasannya, Erliana menegaskan bahwa wirausaha di tingkat sekolah tidak sekadar berbicara tentang aktivitas jual-beli atau mencari keuntungan semata. Lebih dari itu, kewirausahaan adalah tentang mengasah pola pikir bagaimana seorang pelajar belajar peka terhadap permasalahan di sekitarnya, menemukan solusi yang inovatif, berani mengambil keputusan, serta menciptakan nilai tambah dari hal-hal sederhana yang ada di sekeliling mereka.

Diskusi Interaktif dan Antusiasme Siswa
Rangkaian acara di dalam ruang kelas tersebut berlangsung hangat dan dinamis. Antusiasme para peserta terpancar sepanjang kegiatan, terutama saat sesi simulasi dan tanya jawab dibuka. Senyum, tawa, serta acungan tangan dari para siswa yang berebut melontarkan pertanyaan mewarnai jalannya diskusi interaktif bersama para mahasiswa.

Melalui sinergi edukasi ini, Maysa dan Erliana berharap para siswa SMPN 1 Gemolong dapat tumbuh menjadi generasi muda yang tidak hanya cerdas dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki fondasi berpikir kreatif serta mandiri dalam merancang masa depan mereka.

Penulis: Maysa Iliyin Sekar Savita & Erliana Putri
Penyunting: Oliviana 
Ubah Sampah Plastik Jadi Seni Mozaik, Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SDN Tanggan 2 Soal Kelestarian Lingkungan

Ubah Sampah Plastik Jadi Seni Mozaik, Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SDN Tanggan 2 Soal Kelestarian Lingkungan

 Ubah Sampah Plastik Jadi Seni Mozaik, Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SDN Tanggan 2 Soal Kelestarian Lingkungan

Sumber foto: Ummul Miftahul Jannah

SRAGEN – Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan sampah plastik, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar pelatihan pembuatan karya seni mozaik dari sampah plastik bagi siswa kelas 2 dan 3 SD Negeri Tanggan 2, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.

Program kerja individu yang digagas oleh Ummul Miftahul Jannah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unisri ini, bertujuan menanamkan kesadaran dan kepedulian lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini melalui pendekatan edukatif dan kreatif.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mengusung konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dengan fokus utama pada tindakan Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (mendaur ulang). Sampah plastik yang awalnya dianggap tidak bernilai dibersihkan, dipotong, lalu disusun oleh para siswa hingga menjadi sebuah karya seni mozaik yang unik.
Pemaparan materi pemilahan sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal pemanfaatan limbah plastik menjadi karya seni mozaik di SDN Tanggan 2.(Foto: Dok. Ummul Miftahul Jannah)

Pelatihan ini memberikan dampak positif dan pengalaman belajar baru bagi para siswa SDN  Tanggan 2 , di antaranya:
1. Edukasi Lingkungan Praktis: Siswa memahami secara konkret bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan sampah plastik bisa dimanfaatkan kembali.
2. Wadah Kreativitas Anak: Mengasah motorik halus serta daya imajinasi siswa usia sekolah dasar melalui perangkaian pola mozaik yang menyenangkan.
3. Kebanggaan Hasil Karya: Para siswa diajak memamerkan karya mozaik buatan mereka sendiri, memupuk rasa percaya diri serta apresiasi terhadap barang hasil daur ulang.
 
Praktik pembuatan karya seni mozaik berbahan dasar sampah plastik oleh siswa SDN Tanggan 2, Sragen. [Dokumentasi: Ummul Miftahul Jannah]

Melalui kegiatan ini, diharapkan kebiasaan menjaga kebersihan serta mengolah sampah secara kreatif dapat terus diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari demi kelestarian lingkungan Desa Tanggan.

Penulis: Ummul Miftahul Jannah

Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done