Ubah Sampah Plastik Jadi Seni Mozaik, Mahasiswa KKN Unisri Edukasi Siswa SDN 2 Tanggan Soal Kelestarian Lingkungan
Sumber foto: Ummul Miftahul Jannah
SRAGEN – Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan sampah plastik, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar pelatihan pembuatan karya seni mozaik dari sampah plastik bagi siswa kelas 2 dan 3 SD Negeri 2 Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen.
Program kerja individu yang digagas oleh Ummul Miftahul Jannah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unisri ini, bertujuan menanamkan kesadaran dan kepedulian lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini melalui pendekatan edukatif dan kreatif.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mengusung konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dengan fokus utama pada tindakan Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (mendaur ulang). Sampah plastik yang awalnya dianggap tidak bernilai dibersihkan, dipotong, lalu disusun oleh para siswa hingga menjadi sebuah karya seni mozaik yang unik.
Pemaparan materi pemilahan sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal pemanfaatan limbah plastik menjadi karya seni mozaik di SDN 1 Tanggan.(Foto: Dok. Ummul Miftahul Jannah)
Pelatihan ini memberikan dampak positif dan pengalaman belajar baru bagi para siswa SDN 2 Tanggan, di antaranya:
1. Edukasi Lingkungan Praktis: Siswa memahami secara konkret bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan sampah plastik bisa dimanfaatkan kembali.
2. Wadah Kreativitas Anak: Mengasah motorik halus serta daya imajinasi siswa usia sekolah dasar melalui perangkaian pola mozaik yang menyenangkan.
3. Kebanggaan Hasil Karya: Para siswa diajak memamerkan karya mozaik buatan mereka sendiri, memupuk rasa percaya diri serta apresiasi terhadap barang hasil daur ulang.
Praktik pembuatan karya seni mozaik berbahan dasar sampah plastik oleh siswa SDN 2 Tanggan, Sragen. [Dokumentasi: Ummul Miftahul Jannah]
Melalui kegiatan ini, diharapkan kebiasaan menjaga kebersihan serta mengolah sampah secara kreatif dapat terus diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari demi kelestarian lingkungan Desa Tanggan.
Penulis: Ummul Miftahul Jannah


