Tingkatkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Ajarkan Pengelolaan Uang Saku Bijak di SD Negeri 1 Doyong - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Tingkatkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Ajarkan Pengelolaan Uang Saku Bijak di SD Negeri 1 Doyong

 


SRAGEN – Membentuk kebiasaan finansial yang sehat dan bertanggung jawab sebaiknya dimulai sejak usia sekolah dasar. Melihat pentingnya pemahaman dasar pengelolaan keuangan bagi anak-anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Slamet Riyadi (KKN-PPM UNISRI) Surakarta menggelar program edukasi literasi keuangan di SD Negeri 1 Doyong, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, pada Senin (20/7/2026).

Kegiatan sosialisasi yang menyasar siswa-siswi kelas VI ini mengusung tema “Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Melalui Pengelolaan Uang Saku yang Bijak”. Program kerja ini dirancang khusus untuk menanamkan konsep dasar manajemen keuangan agar mudah dipahami serta dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para peserta didik.

Pentingnya Cerdas Finansial Sejak Bangku Sekolah

Penyelenggara program menjelaskan bahwa uang saku yang diterima siswa setiap hari atau setiap minggu merupakan sarana pembelajaran finansial paling nyata bagi anak. Meskipun jumlahnya tidak besar, pengelolaan uang saku yang disiplin dan terencana mampu membentuk mentalitas serta kemandirian anak di masa depan.

“Mengatur uang saku bukan berarti melarang anak jajan, melainkan mengajarkan mereka untuk memprioritaskan hal yang benar-benar dibutuhkan. Jika kebiasaan menabung dan berpikir kritis sebelum membeli dibentuk sejak dini, kelak anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang cermat dan bijak dalam mengambil keputusan finansial.”

— Ungkap Pelaksana Kegiatan KKN UNISRI

 

Empat Pilar Bijak Kelola Uang Saku

Dalam pemaparannya, siswa diajak untuk memahami dan menerapkan empat langkah praktis pengelolaan keuangan:

1. Menabung di Awal (Pay Yourself First): Siswa dibiasakan menyisihkan sebagian uang saku ke dalam celengan segera setelah menerimanya, bukan menyisakan dari sisa jajan.

2. Membedakan 'Kebutuhan' dan 'Keinginan': Peserta dilatih mengenali prioritas dasar, seperti perlengkapan sekolah dan makanan sehat (kebutuhan), serta membatasi pembelian mainan atau barang tren semata (keinginan).

3. Pencatatan Sederhana: Mengenalkan kebiasaan mencatat arus masuk dan keluar uang saku harian agar siswa mengetahui secara jelas alokasi penggunaan uang mereka.

4. Konsumsi Secara Cermat: Mengedukasi siswa agar tidak terpengaruh ajakan teman dan membiasakan membawa bekal dari rumah.

 

Belajar Interaktif Melalui Permainan dan Simulasi

Suasana kelas berlangsung sangat dinamis dan interaktif. Mahasiswa menyajikan materi melalui kuis interaktif, kuis “Butuh vs Ingin” dengan gerakan tangan, hingga “Tantangan Celengan” yang melatih kemampuan berhitung matematis sederhana mengenai estimasi tabungan dalam jangka waktu 30 hari.

Antusiasme siswa kelas VI SD Negeri 1 Doyong terlihat dari keaktifan mereka saat menjawab pertanyaan dan berdiskusi bersama teman sebangku. Metode penyampaian yang komunikatif ini terbukti membuat konsep manajemen yang abstrak menjadi menyenangkan dan mudah diserap.

Harapan dan Dampak Berkelanjutan

Pihak sekolah mengapresiasi hadirnya program pengabdian ini karena selaras dengan upaya penguatan pendidikan karakter mandiri bagi siswa. Melalui edukasi ini, diharapkan para siswa SD Negeri 1 Doyong tidak hanya mahir secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan hidup (life skills) dalam mengelola keuangan pribadi secara bijaksana sejak usia dini.

_

LAMPIRAN: ANALISIS STRUKTUR 5W + 1H BERITA

Unsur 5W+1H

Keterangan dalam Artikel

What (Apa)

Kegiatan edukasi literasi keuangan mengenai pengelolaan uang saku secara bijak sejak dini.

Who (Siapa)

• Pelaksana: Mahasiswa KKN-PPM UNISRI Desa Doyong
• Sasaran: Siswa-siswi kelas VI SD Negeri 1 Doyong

Where (Di mana)

SD Negeri 1 Doyong, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen.

When (Kapan)

Senin, 20 Juli 2026.

Why (Mengapa)

Membentuk kebiasaan finansial yang sehat, memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan, serta membangun kemandirian anak di masa depan.

How (Bagaimana)

Melalui penyampaian 4 pilar pengelolaan uang saku, kuis interaktif 'Butuh vs Ingin', dan simulasi 'Tantangan Celengan'.

 

Penulis: Nisa Mukti Rahayu

Penyunting: Ghulamy Tathmainul Qalby


Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done