Resensi Film "Keadilan (The Verdict)" - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Resensi Film "Keadilan (The Verdict)"

 



IDENTITAS FILM

Judul                     : Keadilan (The Verdict)

Sutradara              : Lee Chang-hee, Yusron Fuadi

Tahun rilis            : 2025

Pemeran Utama    : Rio Dewanto, Reza Rahadian

Genre                    : Drama, Thriller, Hukum

 

SINOPSIS

Film ini menceritakan kisah Raka (Rio Dewanto), seorang petugas keamanan pengadilan yang idealis dan jujur. Setiap hari ia menyaksikan bagaimana hukum dimanipulasi oleh kekuasaan dan uang. Hidupnya berubah saat istrinya, Nina (Niken Anjani), advokat muda yang sedang mengandung dan baru lulus dari ujian profesi menjadi korban kekerasan kejam dari anak seorang konglomerat. Ketika keadilan tidak berpihak padanya dan pelaku dilindungi oleh pengacara licik bernama Timo (Reza Rahadian), Raka kehilangan keyakinannya terhadap sistem hukum. Di tengah tekanan publik dan media sosial yang mudah dipengaruhi, Raka akhirnya memutuskan untuk mengambil alih ruang sidang dengan pistol di tangannya.

 

ANALISIS

Dari segi alur cerita, film atau drama pada umumnya yang bertema hukum biasanya memiliki alur yang rumit dan sulit dipahami. Tetapi, film ini cukup menarik karena alurnya jelas dan mudah dipahami. Alur film Keadilan The Verdict menggunakan alur maju yang sederhana dan mudah diikuti. Karena ceritanya bergerak dari awal kasus hingga persidangan, saya lebih memahami bagaimana konflik itu berkembang.

Film Keadilan (The Verdict) merupakan film thriller hasil kolaborasi antara sutradara Indonesia Yusron Fuadi dan sutradara asal Korea Selatan Lee Chang-hee, yang dikenal lewat serial Netflix A Killer Paradox (2024) dan Strangers From Hell (2019). Kolaborasi sutradara Indonesia dan Korea Selatan membuat film ini seperti drama thriller hukum korea dengan alur yang kuat dan suasana tegang.

Sentuhan sinematik Korea terlihat dari teknik pengambilan gambar yang fokus pada detail ruang sidang sehingga suasana persidangan terasa lebih tegang. Beberapa adegan seperti pengeboman dan pengepungan gedung pengadilan semakin memperkuat nuansa thriller yang biasanya ada dalam drama korea. Meskipun demikian, film ini tetap menghadirkan sentuhan Indonesia dalam penceritaan

Selain dari segi sinematik, kemampuan akting para pemain dalam film Keadilan (The Verdict) tidak perlu diragukan lagi. Penampilan Rio Dewanto (Raka) dan Reza Rahadian (Timo) menjadi sorotan utama karna keduanya mampu menampilkan karakter yang mendalam. Sebagai aktor papan atas, mereka mampu membangun emosi dalam setiap adegan sehingga konflik terasa lebih nyata dan kuat.

Rio Dewanto (Raka) berhasil menampilkan karakter dengan berbagai emosi, mulai dari sedih, marah hingga putus asa yang terasa natural dan tidak berlebihan. Reza Rahadian (Timo) tampil dengan karisma yang kuat, juga berhasil menampilkan karakter pengacara yang licik, manipulatif, dan mahir dalam mempermainakn segala hal di pengadilan, baik itu uang, kekuasaan, maupun relasi.

Pemilihan lagu I'd Like to Watch You Sleeping dari Sal Priadi di akhir film membuat suasana yang sebelumnya penuh ketegangan berubah menjadi lebih hening dan emosional, sehingga penutup film terasa lebih menyentuh.

 

Menurut saya, film Keadilan (The Verdict) memiliki kelebihan yang cukup menonjol. Salah satu kelebihannya adalah cerita yang mengangkat isu hukum dan ketidakadilan yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga terasa relevan dengan kondisi nyata. Di akhir cerita Raka dan tokoh-tokoh lainya juga mendapatkan hukuman yang setara atas perbuatanya.

Namun dii balik kelebihannya, film Keadilan (The Verdict) juga memiliki kekurangan, yaitu latar belakang tokoh Raka yang tidak dijelaskan secara mendalam hingga akhir film, termasuk koneksi, kemampuan, dan aksesnya dalam meminjam pistol, sehingga menimbulkan beberapa pertanyaan.

 

Secara keseluruhan, film Keadilan (The Verdict) bukan sekadar film hiburan, tetapi juga menjadi refleksi tentang kondisi sosial dan hukum dalam kehidupan nyata, terutama tentang bagaimana kekuasaan dan uang dapat mempengaruhi sistem keadilan.

Film ini menunjukan bahwa kekuasaan dan uang dapat mempengaruhi proses pengadilan sehingga kebenaran tidak selalu menjadi hal yang utama. Melalui dialog Raka yang mengatakan bahwa “Di pengadilan bukan kebenaran yang akan menang, tapi yang menang akan menjadi kebenaran”. Film ini memperkuat kritik terhadap sistem peradilan yang dapat dipengaruhi oleh kepentingan tertentu. Kalimat tersebut membuat penonton sadar bahwa tidak semua putusan pengadilan mencerminkan kebenaran yang sesungguhnya, karena dalam praktiknya masih terdapat kemungkinan manipulasi hukum oleh pihak-pihak tertentu demi memenangkan perkara di pengadilan. Oleh karena itu, film ini mampu menyampaikan pesan moral untuk mengajak penonton untuk lebih kritis dalam memahami makna keadilan dan tidak mudah percaya pada setiap keputusan hukum serta mendorong pentingnya integritas dalam menegakkan hukum di masyarakat.

Film Keadilan (The Verdict) sangat direkomendasikan untuk ditonton karena alurnya yang menarik serta mengangkat kritik terhadap sistem hukum.

 

 

Penulis Resensi: Kanaya Riqky Aulia

Penyunting: Adista Putri Revalina

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done