Putri Cempo,
kamu diam saja di sana,
menahan semua yang dibuang,
tanpa pernah bisa menolak.
Angin tak pernah pilih arah,
ia membawa bau ke mana saja,
menyusup ke rumah-rumah,
ke napas yang tak sempat
menolak.
Di sana, waktu seperti berhenti,
tertahan di antara plastik dan
sisa makanan,
yang tak pernah benar-benar
hilang,
hanya berpindah, menunggu
dilupakan.
Orang-orang lewat, kadang
menutup hidung,
kadang berpura-pura biasa saja,
seolah semua ini wajar,
seolah tak ada yang perlu
dipertanyakan.
Padahal, setiap tumpukan itu
adalah jejak dari kita semua,
yang pernah membuang tanpa
berpikir,
tanpa ingin tahu akan berakhir
di mana.
Dan kini, gunung itu berdiri,
bukan sebagai keindahan,
melainkan pengingat,
bahwa apa yang kita buang,
tak pernah benar-benar pergi.
Penulis: Alvia Ramadani
Penyunting: Lathifah An Najla