Doa yang Tak Lagi Memaksa - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Doa yang Tak Lagi Memaksa

 


Karya: Amellya Dyah Novita Sari

Di antara sunyi yang tak bersuara,

aku duduk bersama hidup

yang tak pernah benar-benar kupahami.

 

Hari-hari datang

seperti ombak yang tak menanyakan

apakah aku siap tenggelam lagi.

 

Aku pernah menjadi laut

yang pernah marah pada badai,

menyalahkan angin yang

yang tak pernah memilihku untuk tenang.

 

Namun,

Waktu diam-diam mengajariku

cara kalah yang tidak memalukan.

 

Kini, aku tidak lagi menuntut langit

untuk selalu cerah,

tak lagi memaksa semesta

mengikuti arah yang kuinginkan.

 

Ada luka

yang tidak perlu sembuh hari ini,

ada kehilangan,

yang tak harus segera terganti.

 

Dan aku..

Mulai mengerti pelan-pelan,

bahwa hidup bukan tentang menang

atau menemukan semua jawaban.

 

Melainkan tentang bertahan

tanpa kehilangan diri,

tentang jatuh

tanpa lupa cara berdiri dalam diam.

 

Maka malam ini,

Aku tak lagi meminta banyak,

Hanya cukupkan hatiku

Untuk tidak melawan apa yang sudah terjadi.

 

Karena akhirnya aku tahu,

Di titik-titik ini,

Saat doa-doaku tak lagi memaksa,

Aku menemukan satu hal yang sederhana.

Tenang,

Yang tak perlu alasan.

 

 

Penyunting: Adista Putri Revalina

 

 

 

 


Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done