Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi “STOP Bullying, Sekolah Aman, Teman Nyaman” di SD Negeri Kalimacan - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi “STOP Bullying, Sekolah Aman, Teman Nyaman” di SD Negeri Kalimacan

 


Kalimacan — (28/07/2026) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pencegahan perundungan dengan mengusung tema “STOP Bullying, Sekolah Aman, Teman Nyaman” di SD Negeri Kalimacan pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja individu mahasiswa KKN yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying serta menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan menghormati antar teman di lingkungan sekolah.

Latar Belakang dan Tujuan
Pelaksanaan edukasi ini didasari oleh kepedulian mahasiswa KKN terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar, bermain, mengembangkan potensi, serta membangun pertemanan yang positif. Oleh karena itu, pemahaman mengenai perilaku bullying perlu diberikan sejak dini agar siswa dapat mengenali tindakan yang termasuk bullying dan memahami dampak yang dapat ditimbulkan.

Materi dan Metode Penyampaian
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemaparan materi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Materi yang disampaikan meliputi:
1. Pengertian bullying
2. Bentuk-bentuk bullying
3. Contoh perilaku bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah
4. Dampak bullying bagi korban maupun pelaku
5. Cara mencegah dan menyikapi tindakan bullying

Mahasiswa KKN turut memberikan contoh sederhana mengenai perilaku yang termasuk bullying, seperti mengejek atau memberikan panggilan yang tidak disukai teman, mengucilkan teman dari pergaulan, melakukan tindakan yang menyakiti teman, maupun menyebarkan perkataan yang dapat membuat teman merasa malu atau tertekan. Melalui contoh tersebut, siswa diajak untuk memahami bahwa candaan yang dianggap biasa oleh seseorang belum tentu menyenangkan bagi orang lain.

Pendekatan Interaktif dan Pesan Utama
Selain pemaparan materi, kegiatan dilakukan secara interaktif dengan mengajak siswa berdiskusi dan menyampaikan pendapat mengenai pengalaman mereka dalam berteman. Siswa diberikan pemahaman bahwa setiap anak memiliki perbedaan karakter, kemampuan, dan kondisi sehingga harus saling menghargai.

Mahasiswa juga mengajak siswa untuk membangun kebiasaan positif seperti:
1. Berbicara dengan sopan
2. Membantu teman yang mengalami kesulitan
3. Tidak mengejek kekurangan teman
4. Berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang tidak baik

"Pesan utama “STOP Bullying, Sekolah Aman, Teman Nyaman” disampaikan sebagai ajakan kepada seluruh siswa untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari tindakan bullying. Siswa juga dibekali pemahaman bahwa apabila melihat atau mengalami tindakan bullying, mereka tidak perlu takut untuk bercerita dan dapat meminta bantuan kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.

Antusiasme dan Harapan ke Depan
Para siswa SD Negeri Kalimacan mengikuti kegiatan edukasi dengan antusias. Hal tersebut terlihat dari keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan, mengikuti diskusi, serta memberikan tanggapan ketika diberikan contoh mengenai perilaku bullying. Penyampaian materi dengan pendekatan yang sederhana dan interaktif membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga sikap dan perkataan ketika berinteraksi dengan teman.

Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap siswa SD Negeri Kalimacan dapat lebih memahami pentingnya menciptakan pertemanan yang sehat dan lingkungan sekolah yang aman. Tidak hanya sekadar mengetahui apa itu bullying, siswa diharapkan mampu menerapkan sikap saling menghormati, peduli, dan membantu satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari.

Program “STOP Bullying, Sekolah Aman, Teman Nyaman” diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam membangun kesadaran siswa sejak dini bahwa sekolah merupakan tempat untuk belajar dan berkembang bersama. Dengan adanya kerja sama antara siswa, guru, orang tua, dan lingkungan sekitar, terciptanya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying dapat diwujudkan secara bersama-sama.


Penulis : Vidya Ayuningtyas


Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done