Siswa kelas V SDN Jembangan 2 memperlihatkan hasil pewarnaan batik berbasis larutan asam-basa didampingi mahasiswi KKN Kelompok 50 Unisri di Plupuh, Sragen, Selasa (28/7/2026)
SRAGEN, 28 Juli 2026 — Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja individu yang dilaksanakan oleh Rismawati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, yang tergabung dalam Kelompok 50 KKN PPM UNISRI. Program kerja ini dilaksanakan sebagai bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Kegiatan tersebut mengusung tema “Mengenalkan Motif Batik Daerah melalui Eksperimen Mewarnai Menggunakan Larutan Asam dan Basa” dengan sasaran siswa kelas V SD Negeri Jembangan 2, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Kegiatan dilaksanakan pada Selasa (28/07/2026), dengan tujuan memberikan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif kepada siswa dalam mengenal keberagaman motif batik daerah sekaligus memahami perubahan warna melalui percobaan sederhana menggunakan larutan asam dan basa.
Mahasiswi KKN mengenalkan berbagai motif batik daerah beserta asal-usulnya kepada siswa
Rismawati menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mengenalkan berbagai motif batik daerah beserta asal-usulnya kepada siswa, sekaligus memberikan pengalaman belajar secara langsung melalui eksperimen mewarnai menggunakan larutan asam dan basa. Kegiatan tersebut dirancang untuk menggabungkan pembelajaran mengenai kekayaan budaya Indonesia dengan kegiatan eksperimen sederhana yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Dalam sesi pembelajaran, siswa kelas V diajak untuk mengenal lebih jauh tentang batik, mulai dari pengertian batik, proses pembuatan batik, sejarah Hari Batik Nasional, hingga etika dalam penggunaan batik pada berbagai acara. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan lima motif batik dari berbagai daerah di Indonesia, lengkap dengan daerah asal, ciri khas, serta makna atau filosofi yang terkandung di dalam setiap motif.
Rismawati bersama siswa kelas V SD Negeri Jembangan 2 dalam praktik eksperimen mewarnai menggunakan larutan asam dan basa
Setelah sesi penyampaian materi dan pengenalan berbagai motif batik, kegiatan dilanjutkan dengan praktik eksperimen mewarnai motif batik menggunakan bahan-bahan sederhana yang aman dan mudah ditemukan. Dalam kegiatan tersebut, siswa menggunakan beberapa peralatan dan bahan, antara lain kertas sketsa bermotif batik, kapas, cotton bud, cup plastik kecil, kunyit bubuk, deterjen bubuk, dan air mineral.
Melalui eksperimen tersebut, siswa dapat mengamati secara langsung perubahan warna yang terjadi akibat penggunaan larutan asam dan basa. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif, tetapi juga membantu siswa memahami bahwa pembelajaran tentang budaya dapat dipadukan dengan kegiatan eksperimen sederhana. Dengan demikian, siswa diharapkan semakin mengenal, menghargai, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap keberagaman motif batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.
Program “Mengenalkan Motif Batik Daerah melalui Eksperimen Mewarnai Menggunakan Larutan Asam dan Basa” menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN PPM UNISRI dalam mendukung kegiatan pendidikan di masyarakat. Dengan menggabungkan pembelajaran berbasis praktik dan pengenalan kearifan lokal, mahasiswa berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat serta pengalaman positif bagi para siswa.
Penulis: Rismawati
Penyunting: Adista
|