LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis: kkn
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label kkn. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kkn. Tampilkan semua postingan
Ubah Sampah Jadi Rupiah: Cerita KKN UNISRI Bangun Bank Sampah di Desa Slogo Sragen

Ubah Sampah Jadi Rupiah: Cerita KKN UNISRI Bangun Bank Sampah di Desa Slogo Sragen

 Ubah Sampah Jadi Rupiah: Cerita KKN UNISRI Bangun Bank Sampah di Desa Slogo Sragen

Sumber foto: KKN-PPM Unisri kelompok 100


SRAGEN — Tumpukan sampah rumah tangga kini tak lagi sekadar menjadi masalah lingkungan yang diabaikan. Di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 100, persoalan ini diubah menjadi peluang ekonomi bagi warga Desa Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Langkah ini diwujudkan melalui peluncuran program "Sosialisasi dan Pembentukan Bank Sampah". Para mahasiswa terjun langsung mengubah cara pandang masyarakat terhadap sisa konsumsi harian. Alih-alih dibuang atau dibakar begitu saja, warga kini diajak mulai memilah sampah dari dapur mereka sendiri.

Dalam sesi sosialisasi yang berjalan hangat, masyarakat diedukasi secara perlahan mengenai seni memilah sampah organik dan anorganik. Warga diajak menyadari bahwa barang-barang seperti botol plastik, kardus, hingga kaleng bekas ternyata menyimpan nilai ekonomi jika dikelola dengan sistem yang tepat.

Guna mewujudkan hal tersebut, mahasiswa KKN UNISRI bersama perangkat desa dan warga setempat berkolaborasi mendirikan Bank Sampah Desa Slogo.

Kehadiran Bank Sampah ini membawa dua misi utama bagi Desa Slogo, yaitu:

  • Wadah Partisipasi Ekologis: Mencegah sampah mencemari lingkungan dan menekan volume sampah yang dibuang sembarangan.
  • Sirkulasi Ekonomi Mandiri: Menjadi fasilitas di mana sampah yang masih memiliki nilai guna dapat didaur ulang, ditabung, dan ditukar menjadi pundi-pundi rupiah oleh warga.

Dukungan penuh dari pemerintah desa menjadi kunci agar sistem ini terus berlanjut. Kolaborasi ini dirancang agar siklus pengelolaan sampah bisa berjalan mandiri meski masa pengabdian mahasiswa KKN telah usai.

Kini, embrio kepedulian lingkungan itu telah lahir di Desa Slogo. Bank Sampah ini bukan sekadar tempat pengepulan, melainkan wujud nyata kontribusi mahasiswa UNISRI dalam merajut pembangunan desa yang asri, bersih, dan berkelanjutan secara ekonomi.


Penulis: (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 100

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi “Sosialisasi Cegah Kekerasan Sejak Dini dan Stop Bullying” di SDN 01 Krikilan

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi “Sosialisasi Cegah Kekerasan Sejak Dini dan Stop Bullying” di SDN 01 Krikilan

 Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi “Sosialisasi Cegah Kekerasan Sejak Dini dan Stop Bullying” di SDN 01 Krikilan

Dok.Wahyu Putri Astuti 



SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan program kerja individu bertajuk “Sosialisasi Cegah Kekerasan Sejak Dini dan Stop Bullying” di SDN 01 Krikilan, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 5 dengan tujuan menanamkan pemahaman tentang kekerasan dan perundungan (bullying) sejak dini.

Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memberi edukasi kepada anak-anak usia sekolah dasar agar mampu mengenali bentuk-bentuk kekerasan, membedakan antara bercanda dan menyakiti, serta berani berkata “TIDAK” terhadap bullying. Anak-anak perlu memahami bahwa kekerasan tidak hanya berupa fisik, tetapi juga verbal, sosial, dan daring.

Kegiatan diawali dengan perkenalan mahasiswa KKN bersama peserta, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi sesuai tujuan pembelajaran, yaitu: mengenal apa itu kekerasan dan perundungan (bullying), mengetahui contoh perilaku yang menyakiti orang lain, belajar cara mencegah dan menghadapi kekerasan, serta berani berkata “TIDAK” pada kekerasan dan melapor kepada orang dewasa yang dipercaya.


Kenali Bentuk Kekerasan dan Perundungan

Pada sesi inti, mahasiswa menjelaskan pengertian kekerasan sebagai tindakan yang dapat menyakiti tubuh, perasaan, atau pikiran orang lain. Ditekankan bahwa kekerasan tidak hanya memukul atau menendang, tetapi juga kata-kata yang menghina, mengancam, atau mempermalukan.

Selanjutnya dipaparkan bentuk-bentuk kekerasan, meliputi:

1. Fisik: memukul, menendang, mendorong, mencubit.

2. Verbal: mengejek, menghina, mengancam, memanggil dengan julukan yang menyakitkan.

3. Sosial: mengucilkan, mengajak teman lain untuk menjauhi seseorang.

4. Daring: menyebarkan foto atau pesan yang mempermalukan orang lain.

Materi dilanjutkan dengan penjelasan tentang bullying sebagai perilaku menyakiti atau menekan orang lain secara berulang yang dapat membuat seseorang merasa takut, sedih, malu, atau tidak percaya diri. Peserta juga diajak memahami perbedaan antara bercanda dan menyakiti: bercanda membuat semua orang senang, sedangkan menyakiti membuat ada yang merasa takut, sedih, malu, atau tidak nyaman. Jika teman berkata “berhenti”, maka harus dihentikan.


dok.Wahyu Putri Astuti 



Langkah Penanganan dan "Janji Kelas 5"

Mahasiswa juga menyampaikan langkah yang harus diambil jika melihat teman mengalami kekerasan, yaitu: jangan ikut mengejek atau menertawakan, bantu teman mencari tempat yang aman, beritahu guru atau orang dewasa yang dipercaya, serta menekankan bahwa menolong teman adalah tindakan berani dan baik. Untuk mencegah kekerasan, siswa diajak saling menghormati, saling membantu, tidak mengejek teman, dan berteman dengan semua orang agar sekolah menjadi tempat yang aman dan bahagia.

Agar suasana lebih interaktif dan mengena, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan “Janji Kelas 5” bersama-sama. Siswa berjanji: tidak akan melakukan kekerasan, akan menghormati teman dan guru, tidak akan mengejek atau merundung teman, akan membantu teman yang membutuhkan, serta berani berkata dan melapor jika terjadi kekerasan. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam menyimak materi, menjawab pertanyaan, dan mengucapkan janji kelas.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan siswa SDN 01 Krikilan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kekerasan dan bullying, serta berani berkata “TIDAK” terhadap segala bentuk perundungan. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap edukasi sederhana ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang baik, sopan, saling menghargai, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.


Penulis : Wahyu Putri Astuti 

Tingkatkan Literasi Finansial, Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Pencatatan Keuangan Rumah Tangga Berbasis Aplikasi Money+

Tingkatkan Literasi Finansial, Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Pencatatan Keuangan Rumah Tangga Berbasis Aplikasi Money+

Tingkatkan Literasi Finansial, Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Pencatatan Keuangan Rumah Tangga Berbasis Aplikasi Money+ 


Mahasiswa KKN UNISRI berfoto bersama warga usai sosialisasi pencatatan keuangan rumah tangga berbasis aplikasi Money+ di Balai Desa Ngargotirto, Sumberlawang, Sragen, Kamis (23/7/2026)



SRAGEN — Sebanyak 50 warga Desa Ngargotirto mengikuti sosialisasi pengelolaan keuangan rumah tangga berbasis digital di Balai Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta ini mengusung tema “Keuangan Tertata, Keluarga Sejahtera: Sosialisasi Penyusunan Keuangan Rumah Tangga Berbasis Aplikasi Money+”. Program ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memetakan arus kas domestik secara sistematis.

Dalam sosialisasi tersebut, warga dibekali pemahaman mendasar mengenai perencanaan keuangan, pencatatan rutin pemasukan dan pengeluaran, pemilahan antara kebutuhan dan keinginan, hingga pentingnya pengalokasian dana darurat.

Sebagai langkah modernisasi pencatatan manual, mahasiswa KKN memandu warga mempraktikkan langsung penggunaan aplikasi pencatatan keuangan Money+. Peserta didampingi untuk mengenali berbagai fitur digital, seperti pengkategorian transaksi hingga pemantauan grafik perkembangan kondisi finansial bulanan secara praktis melalui ponsel pintar.


Dok.Adinda Retno Tri Wulandari 


Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi interaktif dan tanya jawab. Melalui pemanfaatan teknologi ini, warga Desa Ngargotirto diharapkan dapat mengadopsi kebiasaan finansial yang lebih disiplin, terukur, dan transparan demi mewujudkan ketahanan ekonomi keluarga yang berkelanjutan.

Penulis : Adinda Retno Tri Wulandari 

Kreatif! Cetuskan Paspor Mini, Mahasiswa UNISRI Ajak Siswa SDN Srawung 1 Belajar Dream Job Lewat Media Interaktif

Kreatif! Cetuskan Paspor Mini, Mahasiswa UNISRI Ajak Siswa SDN Srawung 1 Belajar Dream Job Lewat Media Interaktif

 Kreatif! Cetuskan Paspor Mini, Mahasiswa UNISRI Ajak Siswa SDN Srawung 1 Belajar Dream Job Lewat Media Interaktif

Mahasiswa KKN-PPM UNISRI berfoto bersama siswa kelas 4 SDN Srawung 1, Gesi, Sragen, usai pelaksanaan program edukasi Bahasa Inggris interaktif, Kamis (30/7/2026). 






SRAGEN — Bahasa Inggris kerap dianggap rumit dan menakutkan bagi siswa sekolah dasar (SD) di kawasan pedesaan akibat minimnya pemaparan bahasa asing. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar pembelajaran interaktif di SD Negeri Srawung 1, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kosakata Profesi Dasar Bahasa Inggris dan Penguatan Motivasi Meraih Cita-Cita Melalui Fun Games dan Media Paspor Mini” ini diinisiasi oleh Farah Alya Salsabila, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP UNISRI dari Kelompok 16. Program yang diikuti 16 siswa kelas 4 SD ini bertujuan mematahkan stigma kaku dalam belajar bahasa asing, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri siswa saat mengungkapkan cita-cita.


Ubah Hambatan Kosakata Menjadi Permainan Seru

Dalam pelaksanaannya, tantangan utama yang dihadapi para siswa adalah terbatasnya perbendaharaan kata (vocabulary) serta kekakuan dalam melafalkan ejaan bahasa asing. Banyak siswa canggung dan takut salah saat menyebutkan jenis profesi (occupations) maupun lokasi tempat kerja (workplaces).

Guna mengatasi hambatan tersebut, pembelajaran diawali dengan pengenalan kosakata dasar menggunakan media kartu edukatif (flashcard). Metode dilanjutkan melalui pendekatan game-based learning berupa The Hot Potato Game. Diiringi musik ceria, bola kecil dioper dari tangan ke tangan. Saat musik dimatikan secara mendadak, siswa yang memegang bola terakhir wajib menyebutkan nama profesi yang ditunjukkan pada flashcard, seperti astronaut, firefighter, pilot, atau doctor.

Melalui permainan spontan ini, siswa diajak melatih kemampuan merespons pertanyaan lisan “What do you want to be?” dan “Where will you work?” menggunakan pola kalimat sederhana “I want to be a/an...” serta “I will work in a/an…” tanpa merasa dihakimi.


Visualisasikan Cita-Cita Lewat The Future Leader's Passport

Puncak dari kegiatan pengajaran ini terletak pada pembuatan proyek karya fisik berupa The Future Leader's Passport atau Paspor Masa Depan. Menggunakan media kertas yang dilipat menyerupai paspor sungguhan, siswa diajak mengisi biodata karier dalam Bahasa Inggris mencakup Name, Age, Future Job, dan Workplace, lalu menghiasnya menggunakan pensil warna.

Untuk melatih keberanian berbicara di depan umum, para siswa diminta maju ke depan kelas untuk membacakan hasil paspor milik mereka di hadapan teman-temannya.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan ketuntasan proyek, Farah memberikan stempel khusus berupa stiker good job (Visa Stamp) pada lembar belakang paspor. Penempelan stiker ini menjadi simbol bahwa "paspor masa depan" milik mereka telah resmi aktif untuk membawa mereka meraih cita-cita.

Mahasiswa KKN-PPM UNISRI, Farah Alya Salsabila, mendampingi siswa SDN Srawung 1 Sragen membacakan cita-citanya menggunakan media interaktif The Future Leader's Passport, Kamis (30/7/2026).



Apresiasi dan Harapan

​Kepala Sekolah beserta Guru Kelas 4 SDN Srawung 1 menyambut hangat inisiatif pengajaran interaktif ini. Kehadiran media flashcards, lagu interaktif, permainan bola berantai, hingga pembuatan paspor mini terbukti mampu menciptakan suasana kelas yang hidup, aktif, dan ceria.


Siswa kelas 4 SDN Srawung 1, Sragen, menunjukkan karya The Future Leader's Passport berisi biodata cita-cita dalam Bahasa Inggris usai mengikuti pembelajaran interaktif bersama KKN-PPM UNISRI

​"Melalui integrasi permainan dan karya paspor mini ini, saya berharap anak-anak di Desa Srawung tidak lagi merasa takut atau malu dalam belajar Bahasa Inggris. Lebih dari itu, saya ingin memupuk motivasi dan kepercayaan diri mereka sejak dini bahwa setiap anak dari desa pun berhak memiliki cita-cita yang besar dan berwawasan global," ujar Farah.

Rangkaian kegiatan edukatif ini diakhiri dengan sesi pemotretan mandiri, di mana para siswa memamerkan buku paspor masa depan karya mereka ke depan kamera, dilanjutkan dengan foto bersama seluruh elemen kelas.

Penulis: Farah Alya Salsabila- Pendidikan Guru Bahasa inggris 


Cerdas Kelola Keuangan Rumah Tangga, Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasi Literasi Finansial ke Ibu PKK Desa Jeruk

Cerdas Kelola Keuangan Rumah Tangga, Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasi Literasi Finansial ke Ibu PKK Desa Jeruk

 Cerdas Kelola Keuangan Rumah Tangga, Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasi Literasi Finansial ke Ibu PKK Desa Jeruk

Mahasiswa KKN-PPM UNISRI berfoto bersama anggota PKK RT 14 Desa Jeruk usai kegiatan sosialisasi literasi keuangan keluarga di Sragen, Kamis (13/8/2026). 




SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar sosialisasi literasi keuangan bagi ibu-ibu PKK RT 14 Desa Jeruk, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Jessica Fredellina Putri, mahasiswa Program Studi Akuntansi UNISRI, ini mengusung tema "Literasi Keuangan Keluarga: Cerdas Mengelola Keuangan Rumah Tangga". Program tersebut bertujuan memberikan pemahaman praktis agar pengelolaan keuangan domestik warga dapat berjalan lebih terarah dan stabil.

Dalam pemaparannya, Jessica menekankan pentingnya mengenali kondisi finansial keluarga, menetapkan skala prioritas, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebelum membelanjakan pendapatan.
Mahasiswa KKN-PPM UNISRI, Jessica Fredellina Putri, menyampaikan materi pengelolaan keuangan rumah tangga kepada ibu-ibu PKK RT 14 Desa Jeruk, Miri, Sragen, Kamis (13/8/2026). 



Selain perencanaan anggaran rutin bulanan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya alokasi dana darurat dan tabungan untuk mengantisipasi risiko finansial tak terduga di masa depan. Untuk mempermudah penerapannya, warga diajak mempraktikkan metode pencatatan sederhana atas setiap arus pemasukan dan pengeluaran harian.

Pembahasan selanjutnya berfokus pada anggaran rumah tangga sebagai alat untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran. Peserta dikenalkan dengan pengeluaran rutin dan tidak rutin serta pentingnya menyisihkan pendapatan untuk tabungan dan dana darurat. Dana darurat diperlukan sebagai persiapan menghadapi kondisi tidak terduga yang dapat memengaruhi keuangan keluarga.

Sebagai penerapan, peserta diberikan langkah sederhana untuk mulai mengelola keuangan, seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran, membuat anggaran bulanan, mendahulukan kebutuhan berdasarkan skala prioritas, serta menyisihkan pendapatan secara rutin. Melalui langkah tersebut, pengelolaan keuangan diharapkan dapat dilakukan secara lebih tertib dan sesuai dengan kemampuan masing-masing keluarga.

Melalui edukasi ini, para anggota PKK RT 14 Desa Jeruk diharapkan mampu menerapkan manajemen keuangan yang tertib dan disiplin, sehingga ketahanan ekonomi keluarga di tingkat desa dapat terus meningkat.


Penulis: Jessica Fredellina Putri

Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Mahasiswa KKN UNISRI Pemberdayaan Ibu PKK Desa Pagak

Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Mahasiswa KKN UNISRI Pemberdayaan Ibu PKK Desa Pagak

 Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Mahasiswa KKN UNISRI Pemberdayaan Ibu PKK Desa Pagak

Dok.Tisna Meilani Rahayu




SRAGEN — (12/8/2026) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar limbah minyak jelantah bersama Ibu-Ibu PKK Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini diusung sebagai solusi kreatif dalam mengelola limbah rumah tangga. Selain menekan risiko pencemaran lingkungan, pemanfaatan minyak goreng bekas ini juga diproyeksikan membuka peluang usaha ekonomi kreatif bagi warga setempat

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai bahaya limbah jelantah jika dibuang sembarangan, dilanjutkan dengan pengenalan alat, bahan, serta demonstrasi pembuatan lilin.
Para peserta diajak mempraktikkan langsung setiap tahapan produksi dengan pendampingan tim KKN. Prosesnya meliputi pemurnian minyak jelantah, pencampuran bahan pengeras lilin, penambahan minyak esensial (essential oil) sebagai pewangi, pemasangan sumbu, hingga tahap pencetakan ke dalam wadah.



Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) sedang mempraktikkan proses pembuatan lilin aromaterapi di hadapan Ibu-ibu PKK di Desa Pagak, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. 



Tak sekadar bernilai guna, produk lilin aromaterapi ini dirancang agar memiliki daya jual. Dengan variasi bentuk, warna, serta kemasan yang dilengkapi branding menarik, produk olahan limbah ini berpotensi dipasarkan sebagai suvenir, dekorasi, maupun produk komersial melalui media sosial.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang jalannya praktik. Melalui inovasi sederhana ini, minyak jelantah yang semula dianggap sampah dapur berhasil "naik kelas" menjadi produk bernilai ekonomi. Program KKN UNISRI ini diharapkan tidak berhenti pada sesi pelatihan saja, tetapi berkelanjutan menjadi usaha rintisan rumahan bagi kelompok PKK Desa Pagak.


Penulis: Tisna Meilani Rahayu


Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Manajemen Distribusi Produk UMKM untuk Ibu-Ibu PKK Desa Krikilan

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Manajemen Distribusi Produk UMKM untuk Ibu-Ibu PKK Desa Krikilan

 Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Manajemen Distribusi Produk UMKM untuk Ibu-Ibu PKK Desa Krikilan

Sumber foto: Dheny Arianto

SRAGEN — Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Tahun 2026, mahasiswa KKN turut aktif mengabdi di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. Bambang Ali Kusumo, S.H., M.Hum.

Sebagai bagian dari pengabdian tersebut, Dheny Arianto, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mengusung program kerja individu bertajuk "Pelatihan Manajemen Distribusi Produk UMKM untuk Meningkatkan Efektivitas Penyaluran Produk". Program ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pengelolaan rantai pasok yang efisien, teknik penataan stok, pemilihan saluran distribusi yang tepat, serta perluasan jangkauan pasar bagi produk UMKM lokal yang dikelola oleh ibu-ibu PKK

    
Foto: Dheny 
Suasana pelatihan manajemen distribusi produk UMKM oleh mahasiswa KKN UNISRI untuk Ibu-Ibu PKK desa Krikilan,Sragen.

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 18.30–20.00 WIB, bertempat di rumah salah satu warga RT 11 Desa Krikilan, bertepatan dengan agenda rutin pertemuan PKK. Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias dan ramah, sehingga acara berlangsung lancar.

Pelaksanaan program terbagi dalam beberapa tahapan utama:
1. Pemaparan Materi: Penyampaian konsep dasar manajemen distribusi dan pentingnya efisiensi penyaluran produk.
2. Praktik & Simulasi: Simulasi alur penyaluran produk, teknik penataan stok, pengemasan (packing) yang aman untuk pengiriman, serta diskusi interaktif 
3. Pendampingan & Penutup: Sesi tanya jawab dan pendampingan lanjutan untuk memotivasi para peserta.

Melalui program kerja ini, ibu-ibu PKK Desa Krikilan diharapkan mendapat manfaat nyata berupa peningkatan wawasan serta keterampilan operasional dalam mengembangkan skala usaha mereka.

Penulis: Dheny Arianto
Dorong Kemandirian Ekonomi, Mahasiswa KKN UNISRI Pendampingan Pencantuman UMKM Desa Jambangan ke Google Maps

Dorong Kemandirian Ekonomi, Mahasiswa KKN UNISRI Pendampingan Pencantuman UMKM Desa Jambangan ke Google Maps

 Dorong Kemandirian Ekonomi, Mahasiswa KKN UNISRI Pendampingan Pencantuman UMKM Desa Jambangan ke Google Maps

Sumber foto : Alif Putra Pratama 


SRAGEN – Guna meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pemasaran produk lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) menggelar program pendampingan digitalisasi bertajuk "Pencantuman Google Maps Pada UMKM di Desa Jambangan", Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini berfokus pada pendaftaran titik lokasi usaha warga ke platform Google Maps dan Google Business Profile, lengkap dengan informasi jam operasional, foto produk, serta kontak bisnis yang dapat dihubungi.
Inisiatif tersebut dilatarbelakangi oleh masih banyaknya UMKM potensial di Desa Jambangan yang belum terindeks di peta digital. 

Hal ini kerap menyulitkan calon konsumen dari luar daerah untuk menemukan lokasi usaha. Kehadiran titik lokasi yang presisi di platform digital diharapkan mampu meningkatkan kredibilitas usaha, mempermudah akses navigasi pembeli, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pedagang lokal tanpa dipungut biaya.
      
Sumber foto : Alif Putra Pratama 

Pelaksanaan program dilakukan secara langsung oleh mahasiswa KKN melalui metode door-to-door ke berbagai unit usaha warga, dengan dukungan penuh dari pemerintah desa setempat. Rangkaian kegiatan berlangsung secara bertahap selama masa KKN, meliputi pendataan awal, pemotretan produk dan tempat usaha, hingga penentuan titik koordinat lokasi.
Sumber foto: Alif Putra Pratama 

Tak hanya mendaftarkan titik peta, mahasiswa KKN UNISRI juga memberikan pembekalan dan edukasi praktis kepada pemilik usaha mengenai cara mengelola profil bisnis serta memperbarui informasi toko secara mandiri menggunakan ponsel pintar (smartphone). Melalui langkah digitalisasi ini, UMKM di Desa Jambangan diharapkan mampu bertransformasi dan memperkuat kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.

Penulis : Alif Putra Pratama 
Tingkatkan Literasi Keuangan Anak Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Gemar Menabung di Posko KKN Kalimacan

Tingkatkan Literasi Keuangan Anak Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Gemar Menabung di Posko KKN Kalimacan

 Tingkatkan Literasi Keuangan Anak Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Gemar Menabung di Posko KKN Kalimacan

Sumber foto: Aan Setiyawan

Sragen – (29/07/2026) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kegiatan edukasi literasi keuangan dengan tema "Gemar Menabung Sejak Dini" bagi anak-anak di Posko KKN Kalimacan pada Rabu (29/7/26) malam.

Kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman dasar mengenai pengelolaan uang sekaligus membiasakan perilaku menabung sejak usia dini sebagai bekal dalam membangun karakter yang hemat, disiplin, dan bertanggung jawab. Bertempat di Posko KKN Kalimacan, kegiatan berlangsung dalam suasana yang hangat dan interaktif. Anak-anak mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat melalui penyampaian materi yang disesuaikan dengan usia mereka, sehingga mudah dipahami dan menyenangkan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan beberapa materi edukatif, antara lain:
1. Pengenalan Literasi Keuangan Sejak Dini, yaitu memberikan pemahaman sederhana mengenai arti uang, fungsi uang dalam kehidupan sehari-hari, serta pentingnya menggunakan uang secara bijaksana.
2. Edukasi Gemar Menabung, yaitu mengenalkan manfaat menabung, tujuan menabung, serta kebiasaan menyisihkan sebagian uang saku secara rutin agar anak-anak belajar merencanakan kebutuhan dan tidak bersikap boros.
3. Pengenalan Nominal Mata Uang Rupiah, meliputi pengenalan uang kertas dan uang logam, cara membedakan nominal, serta pentingnya menjaga dan merawat uang sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.
4. Permainan Edukatif dan Tanya Jawab, berupa kuis interaktif mengenai materi yang telah disampaikan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berpartisipasi dalam permainan edukatif, serta berbagi pengalaman mengenai kebiasaan menabung yang telah dilakukan di rumah. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat anak-anak dalam mempelajari cara mengelola uang secara sederhana.
Salah satu peserta mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan tersebut. "Sekarang saya tahu kalau uang harus disimpan dan ditabung supaya nanti bisa membeli barang yang saya inginkan," ujar salah satu anak dengan penuh semangat.

Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap anak-anak di Desa Kalimacan dapat memahami pentingnya literasi keuangan sejak usia dini, memiliki kebiasaan menabung secara rutin, serta mampu mengelola uang dengan lebih bijaksana dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan pula kebiasaan positif tersebut dapat terus didukung oleh orang tua dan lingkungan sekitar sehingga menjadi bekal bagi anak-anak dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Penulis: Aan Setiyawan
Penyunting : Oliviana 




LAMPIRAN 







Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 99 Kenalkan Microsoft Word kepada Siswa SD Negeri Sambiduwur 2

Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 99 Kenalkan Microsoft Word kepada Siswa SD Negeri Sambiduwur 2

 Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 99 Kenalkan Microsoft Word kepada Siswa SD Negeri Sambiduwur 2

Sumber foto: Pitma Hati



Sambiduwur, Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi Surakarta Kelompok 99 menggelar program kerja individu berupa Pengenalan Microsoft Word bagi siswa kelas VI SD Negeri Sambiduwur 2, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen pada 28 Juli 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital, pengetahuan, serta keterampilan teknologi informasi bagi siswa sekolah dasar sejak dini. Melalui program ini, siswa diharapkan tidak hanya mengenal aplikasi pengolah kata, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk membuat tugas-tugas sekolah menjadi lebih rapi, menarik, dan kreatif.
Dalam pelaksanaannya, materi disampaikan menggunakan metode pembelajaran yang sederhana, interaktif, dan mudah dipahami. 
Siswa diajarkan berbagai fitur dasar Microsoft Word, mulai dari mengatur jenis dan ukuran font, membuat tulisan tebal (bold), garis bawah (underline), mengubah warna tulisan, hingga membuat dan mengatur tabel. Tak hanya mendengarkan penjelasan, para siswa juga diberikan kesempatan langsung untuk mempraktikkan setiap fitur yang dipelajari melalui latihan sederhana.
Proses pembelajaran berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa terlihat aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan antusias mencoba fitur-fitur pengolah kata tersebut untuk mendukung kebutuhan belajar mereka di sekolah.


Penulis : Pitma Hati 



Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Ecoprint di TK Jekawal 3

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Ecoprint di TK Jekawal 3


Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Ecoprint di TK Jekawal 3

Sumber foto : Shiva Citra Permata
SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 83 mengadakan kegiatan ecoprint di TK Jekawal 3, Desa Jekawal, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan bertajuk “Belajar Menyenangkan melalui Kegiatan Ecoprint untuk Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini” tersebut diikuti seluruh peserta didik dengan pendampingan kepala sekolah dan guru kelas.

Program ini digagas oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD), Shiva Citra Permata. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja individu KKN yang bertujuan memberikan pengalaman belajar kreatif dan menyenangkan kepada anak-anak melalui pemanfaatan bahan alami. Ecoprint dipilih sebagai media pembelajaran karena memadukan unsur seni, kreativitas, eksplorasi lingkungan, serta pengenalan karakter peduli lingkungan. Dalam kegiatan ini, anak-anak memanfaatkan daun dan bagian tumbuhan lain untuk menghasilkan motif alami pada media kain.

Kegiatan diawali dengan perkenalan mahasiswa KKN kepada peserta didik. Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mahasiswa mengajak anak-anak bernyanyi serta melakukan gerak dan lagu. Setelah itu, mahasiswa memperkenalkan konsep ecoprint menggunakan bahasa sederhana. Anak-anak diberikan penjelasan mengenai pemanfaatan daun dan bunga sebagai bahan untuk mencetak motif alami pada kain. Mahasiswa kemudian memperlihatkan berbagai jenis daun yang telah disiapkan. Peserta didik diajak mengamati bentuk, ukuran, warna, tekstur, dan urat daun. Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan keanekaragaman tumbuhan sekaligus melatih kemampuan anak dalam mengamati lingkungan sekitar.

Selanjutnya, mahasiswa mendemonstrasikan tahapan pembuatan ecoprint. Daun disusun di atas media kain berupa tas jinjing (totebag), kemudian ditutup dengan plastik pelindung. Setelah itu, daun dipukul secara perlahan menggunakan batu hingga menghasilkan motif alami pada kain. Pada sesi praktik, anak-anak menyusun daun sesuai dengan imajinasi masing-masing. Sejumlah peserta membuat pola menyerupai bunga dan pohon, sedangkan lainnya menciptakan beragam bentuk sesuai kreativitas mereka.

Mahasiswa KKN bersama guru kelas mendampingi peserta didik selama kegiatan berlangsung. Pendampingan dilakukan agar anak-anak dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik dan aman, antusiasme peserta didik terlihat ketika motif daun mulai tercetak pada totebag. Anak-anak tampak gembira dan saling menunjukkan hasil karya kepada teman, guru, serta mahasiswa KKN.Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan ecoprint juga melatih kemampuan motorik halus anak. Aktivitas memilih dan menyusun daun, mengatur posisi bahan, serta memukul media secara perlahan dapat membantu melatih koordinasi mata dan tangan, ketelitian, serta konsentrasi.

Pihak TK Jekawal 3 mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Salah seorang guru menyampaikan bahwa ecoprint merupakan kegiatan yang baru diperkenalkan kepada peserta didik dan memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena anak-anak dapat belajar sambil berkreasi menggunakan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar,” ujar salah seorang guru TK Jekawal 3.

Menurut pihak sekolah, kegiatan ecoprint dapat menjadi alternatif pembelajaran yang memadukan unsur seni, kreativitas, pengenalan lingkungan, dan pendidikan karakter. Pemanfaatan bahan alami yang mudah ditemukan juga membuat kegiatan tersebut dapat diterapkan kembali dalam proses pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap para pendidik dapat terus mengembangkan metode pembelajaran kreatif dengan memanfaatkan potensi lingkungan sebagai sumber belajar. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kreativitas dan kemampuan motorik halus anak, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN UNISRI, pihak sekolah, dan peserta didik membuat kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif. Program serupa diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung pembelajaran anak usia dini yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan di Desa Jekawal.

Penulis: Shiva Citra Permata
Penyunting : Oliviana 

 
                                                                     LAMPIRAN 




SD Negeri 1 Padas Gelar Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini, Ajak Siswa Belajar Menabung

SD Negeri 1 Padas Gelar Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini, Ajak Siswa Belajar Menabung

 TANON – Dalam upaya membangun karakter gemar menabung dan bijak mengelola keuangan sejak usia muda, telah dilaksanakan program kerja edukasi literasi keuangan bagi siswa-siswi SD Negeri 1 Padas, Kecamatan Tanon, pada Kamis (23/7/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 10.30 WIB ini mengusung tema "Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini Tentang Pentingnya Mengelola Uang Saku di SDN PADAS 1".

Acara diawali dengan penyampaian materi secara interaktif mengenai cara mengatur uang saku harian, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya membiasakan diri untuk menabung. Untuk mencairkan suasana, penyampaian materi juga diselingi dengan sesi permainan dan bernyanyi bersama para siswa.

Sebagai bentuk aksi nyata dan simbol komitmen untuk mulai menabung, setiap siswa yang hadir dibagikan sebuah celengan. Para siswa diajak menghias celengan mereka masing-masing dengan menempelkan stiker khusus secara kreatif.

Antusiasme siswa-siswi SDN 1 Padas terlihat sangat tinggi sepanjang rangkaian acara, terutama saat sesi menghias celengan dan permainan interaktif. Sebagai penutup kegiatan, penyelenggara membagikan bingkisan makanan ringan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan waktu yang telah diluangkan oleh para siswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menerapkan kebiasaan finansial yang sehat dan mulai memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan dalam kehidupan sehari-hari.


Penulis: Elsa Khusnul Khotimah

Penyunting: Oliv

Lampiran: 





Pengenalan Aneka Biji-bijian melalui Kegiatan Seni Kolase sebagai Upaya Meningkatkan Pengentahuan, Kreativitas, dan Ketrampilan Motorik Halus Siswa Kelas III SD Negeri Tempelrejo 1

Pengenalan Aneka Biji-bijian melalui Kegiatan Seni Kolase sebagai Upaya Meningkatkan Pengentahuan, Kreativitas, dan Ketrampilan Motorik Halus Siswa Kelas III SD Negeri Tempelrejo 1

 


Tempelrejo, Mondokan, Sragen – Juli 2026

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di Bidang Pendidikan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) melaksanakan program Kerja Individu berupa Pengenalan Aneka Biji-bijian melalui Kegiatan Seni Kolase bagi siswa kelas III SD Negeri Tempelrejo 1. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dengan menggabungkan materi pembelajaran dan aktivitas prakter secara langsung. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri Tempelrejo 1 pada hari Kamis, 23 Juli 2026. 

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai berbagai jenis biji-bijian seperti kacang hijau, kedelai hitam, kacang tolo, dan beras merah. Mahasiswa menjelaskan ciri-ciri, manfaat, serta pemanfaatan masing-masing biji-bijian dalam kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa yang sederhana sehingga sudah dipahami oleh mahasiswa. Selama proses pembelajaran, siswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi sehingga suasana kelas menjadi lebih interaktif.  Setelah mendapatkan materi, siswa mengikuti praktik pembuatan karya seni kolase dengan memanfaatkan berbagai jenis biji-bijian sebagai bahan utama. Setiap siswa menyusun dan menempelkan biji-bijian pada pola gambar yang telah disediakan sesuai dengan kreativitas masing-masing. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar mengenal jenis-jenis biji-bijian, tetapi juga mengembangkan kemampuan motorik halus, melatih keteletian, meningkatkan konsentrasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam menghasilkan sebuah karya.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan pelajaran dan mampu bekerja secara mandiri maupun dengan arahan dari mahasiswa KKN. Hasil kolase yang dibuat memiliki bentuk dan variasi yang beragam, menunjukkan bahwa setiap siswa mampu menuangkan ide kreatifnya melalui media yang sederhana.

Program kerja ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa, sekolah, maupun mahasiswa KKN. Bagi siswa, kegiatan ini dapat menambah pengetahuan tentang aneka biji-bijian sekaligus mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik halus. Manfaat untuk sekolah, program ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Sementara itu, bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi pengalaman dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran yang kreatif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di sekolah dasar.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna melalui praktik langsung. Dengan demikian, siswa dapat lebih mudah memahami materi, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan keterampilan yang bermanfaat dalam proses belajar di sekolah.

Penulis : OKYSALMA PUTRIALIFIA



Mahasiswa UNISRI Adakan Workshop Kreatif “Kolase Menempel Biji-Bijian” di SD Negeri 1 Banyurip

Mahasiswa UNISRI Adakan Workshop Kreatif “Kolase Menempel Biji-Bijian” di SD Negeri 1 Banyurip

 

(Sumber: Anisa Ramadhani)

SRAGEN — Anggota KKN PPM UNISRI Kelompok 18, Adila Citra Anggraeni, melaksanakan program kerja individu bertajuk Workshop Kreatif "Kolase Menempel Biji-Bijian" di SD Negeri 1 Banyurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya ekonomi hijau, pertanian berkelanjutan, serta menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Workshop tersebut diikuti oleh 20 siswa kelas III SD Negeri 1 Banyurip. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada berbagai jenis biji-bijian yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kreatif sekaligus sebagai sarana mengenalkan konsep pemanfaatan hasil pertanian secara sederhana.

Dalam pelaksanaannya, setiap siswa diberikan pola gambar sebagai media dasar yang kemudian dihias menggunakan berbagai jenis biji-bijian, seperti kedelai, kacang hijau, dan padi. Dengan kreativitas masing-masing, siswa menempelkan biji-bijian tersebut hingga menghasilkan karya seni berupa kolase yang menarik dan bernilai edukatif.

Kegiatan berlangsung dengan kondusif, interaktif, dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari pengenalan jenis-jenis biji-bijian, proses menghias gambar, hingga menempelkan biji-bijian menjadi sebuah karya kolase. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan, menghargai hasil pertanian, serta menerapkan nilai-nilai ekonomi hijau dalam kehidupan sehari-hari.

Adila Citra Anggraeni selaku pelaksana program kerja menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus edukatif. Melalui workshop ini diharapkan siswa dapat mengenal hasil pertanian sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna, meningkatkan kreativitas melalui kegiatan seni, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Workshop diakhiri dengan dokumentasi bersama antara mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 18, guru pendamping, dan seluruh siswa kelas III, serta menampilkan hasil karya kolase sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan partisipasi siswa selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus mendorong siswa untuk lebih mencintai lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.

Penulis: Adila Citra Anggraeni
Penyunting: Wiri Tanaya Hayu Madyani

 

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta Gelar Edukasi Pencegahan Bullying di SD Negeri 02 Jekawal

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta Gelar Edukasi Pencegahan Bullying di SD Negeri 02 Jekawal

 

Sumber foto: FILOMENO DA COSTA

Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Slamet Riyadi Surakarta (KKN-PPM UNISRI) menggelar kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai pencegahan bullying atau perundungan bagi siswa kelas V dan VI SD Negeri 02 Jekawal, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya bullying, menanamkan nilai-nilai saling menghargai, serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.

 

Program yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN-PPM tersebut disambut dengan antusias oleh pihak sekolah maupun para siswa. Edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan sekolah dasar melalui pemberian wawasan mengenai pentingnya sikap saling menghormati, menghadirkan program edukasi yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Menurut pihak sekolah, bullying masih menjadi salah satu isu yang perlu mendapatkan perhatian bersama karena dapat empati, dan kepedulian terhadap sesama.

 

Koordinator kegiatan,  Amara Salsa Bila, mengatakan bahwa edukasi mengenai bullying perlu diberikan sejak usia sekolah dasar karena masa tersebut merupakan periode penting dalam pembentukan karakter anak. "Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran siswa bahwa setiap orang berhak mendapatkan rasa aman dan dihargai di lingkungan sekolah. Bullying bukanlah hal yang dapat dianggap sebagai candaan apabila sudah menyakiti orang lain. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh siswa untuk berani berkata tidak terhadap bullying dan membangun budaya saling menghormati," ujarnya.

 

Mahasiswa juga mengajak siswa mengikuti permainan edukatif dan sesi tanya jawab yang bertujuan mengukur pemahaman peserta. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta keberanian mereka berbagi pengalaman mengenai interaksi dengan teman di sekolah. Suasana yang aktif dan komunikatif membuat kegiatan berlangsung lebih menarik sehingga materi dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta.

 

Mahasiswa KKN-PPM juga memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila menjadi korban ataupun menyaksikan tindakan bullying. Siswa diajak untuk tidak membalas dengan kekerasan, berani melapor kepada guru atau orang tua, serta memberikan dukungan kepada teman yang menjadi korban agar tidak merasa sendirian. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan setiap siswa memiliki keberanian untuk menjadi bagian dari solusi dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah.

 

Tidak hanya membahas dampak negatif bullying, mahasiswa juga mengajak peserta membiasakan perilaku positif, seperti menghargai perbedaan, menggunakan bahasa yang sopan, saling membantu, serta menjaga kekompakan antar teman. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu membentuk budaya sekolah yang ramah anak sekaligus memperkuat pendidikan karakter yang telah diterapkan oleh sekolah.

 

Kepala Sekolah, Bapak Nuryanto, S,Pd, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut pihak sekolah, kehadiran mahasiswa KKN-PPM memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa melalui metode penyampaian yang menarik dan mudah dipahami. Sekolah berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dapat terus terjalin melalui berbagai program pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

 

Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN-PPM berharap siswa kelas V dan VI SD Negeri 02 Jekawal mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Pemahaman yang diperoleh selama sosialisasi diharapkan tidak hanya berhenti sebagai pengetahuan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, saling peduli, serta berani menolak segala bentuk perundungan.

 

Kegiatan diakhiri dengan penyampaian komitmen bersama untuk mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying. Seluruh peserta kemudian mengikuti sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus penutup rangkaian kegiatan edukasi yang menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN-PPM di SD Negeri 02 Jekawal.

 

Penulis             : Amara Salsa Bila

Penyunting       : Fahra Nautisya

 


Tingkatkan Kesadaran Perlindungan Anak, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Mengenal Area Privasi di SD Negeri Desa Jati

Tingkatkan Kesadaran Perlindungan Anak, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Mengenal Area Privasi di SD Negeri Desa Jati

 

Sumberlawang – (22/07/26)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar kegiatan sosialisasi edukatif bertajuk “Pencegahan Kekerasan Seksual Anak: Mengenal Area Privasi”. Kegiatan ini dilaksanakan di dua sekolah sasaran, yaitu SD Negeri 1 Jati dan SD Negeri 3 Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen pada Senin dan Selasa (20-21/07) pagi.

 

​Bertempat di ruang kelas 4 SD, mahasiswa KKN yang berasal dari Fakultas Hukum hadir memberikan pemahaman hukum dan edukasi proteksi diri sejak dini. Langkah ini diambil guna merespons pentingnya perlindungan anak dari bahaya kejahatan seksual, sekaligus membekali para siswa dengan pengetahuan mengenai batasan tubuh privasi yang wajib dijaga.

 

​Dalam sosialisasi tersebut, penyampaian materi dikemas secara interaktif dan menyenangkan (Joyful Learning) agar mudah dipahami oleh anak-anak usia sekolah dasar:

- ​Pengenalan Area Privasi: Edukasi mengenai bagian tubuh utama (mulut, dada, area kemaluan, dan bokong) yang bersifat privasi dan terlarang untuk dilihat atau disentuh oleh orang lain.

- ​Edukasi Melalui Lagu & Visual: Ajak murid bernyanyi bersama lagu “Ini Area Privasiku” disertai dengan gerakan tangan yang ceria, serta menayangkan tayangan visual interaktif berupa slide presentation PowerPoint melalui TV digital kelas untuk mempermudah siswa memahami materi secara jelas dan menarik.

- ​Simulasi Tanggap Bahaya (Pola 3L): Melatih keberanian siswa untuk bersikap tegas melalui metode 3L (Lawan/Katakan STOP!, Lari ke tempat ramai, dan Lapor kepada guru atau orangtua) ketika menghadapi situasi yang tidak menyenangkan.

 

​Siswa-siswi kelas 4 SD Negeri 1 Jati maupun SD Negeri 3 Jati menyimak pemaparan materi dan mempraktikkan simulasi dengan penuh antusias. Suasana kelas yang awalnya diwarnai rasa cangung berubah menjadi ceria dan aktif saat mahasiswa mengajak siswa bernyanyi dan mengikuti kuis interaktif berhadiah.

 

​"Seru banget tadi belajar sambil nyanyi-nyanyi! Sekarang aku tahu bagian tubuh mana yang privasi dan nggak boleh dipegang sembarangan. Pokoknya kalau ada yang nakal, aku berani bilang STOP!" ujar salah satu siswa dengan penuh semangat.

 

​Pihak sekolah pun menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Melalui sinergi antara mahasiswa KKN UNISRI dan pihak sekolah di Desa Jati, diharapkan para siswa dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri, berani, serta mampu melindungi diri mereka sendiri dari segala bentuk ancaman kekerasan seksual.

 

Penulis: Fajar Asriyanti

 Penyunting: Fahra Nautisya

Lampiran:














 

 

 

Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done