MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI MELAKSANAKAN PRAKTIK KOMUNIKASI PERSUASIF MENGAJAK SISWA SDN BANYUAGUNG 2 UNTUK PEDULI LINGKUNGAN MELALUI EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI MELAKSANAKAN PRAKTIK KOMUNIKASI PERSUASIF MENGAJAK SISWA SDN BANYUAGUNG 2 UNTUK PEDULI LINGKUNGAN MELALUI EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH

  

(Sumber Foto : Malik Arrahman)

Surakarta - Melihat banyaknya masyarakat yang kurang peduli dengan alam. Banyaknya bencana alam juga yang dikarenakan warga negara Indonesia tidak menjaga alam nya dengan baik. Maka dari itu, Mahasiswa lmu Komunikasi, kelas D, kelompok 6 mencoba untuk mengedukasi lewat usia dini terlebih dahulu, agar mereka sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungannya.

 

Edukasi pemilahan sampah yang berlangsung pada Senin, 12 Oktober 2026 di SDN Banyuagung 2 berfokus pada pengenalan beberapa jenis sampah, seperti sampah organik, sampah anorganik, dan juga sampah B3 (Bahan berbahaya beracun), setelah pemberian materi yang diberikan oleh kelompok kami, siswa dan siswi diarahkan untuk mencari sampah sesuai dengan kategori masing-masing kelompok. Untuk kelompok 1 yang dipandu oleh Marwan mencari sampah Organik, Kelompok 2 yang dipandu oleh Fahra mencari sampah Anorganik, dan Kelompok 3 yang dipandu oleh Malik dan Lucky mencari sampah B3.

Antusiasme siswa dan siswi SDN Banyuagung 2 terlihat sangat tinggi ketika mencari sampah bersama – sama. Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan ini, diharapkan para siswa dan siswi tidak hanya memahami teori pemilahan sampah secara terkonsep, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mempraktikkan cara menyampaikan pesan persuasif kepada anak-anak melalui bahasa yang sederhana, contoh yang mudah dipahami, serta aktivitas yang melibatkan partisipasi siswa secara langsung.

 

Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga berusaha mengenali contoh sampah yang sesuai dengan kategori kelompoknya. Metode ini diharapkan dapat membantu siswa mengingat materi dengan lebih mudah karena proses pembelajaran dilakukan melalui pengalaman langsung. Selain itu, kegiatan kelompok juga mendorong siswa untuk bekerja sama, berdiskusi, dan saling membantu dalam menyelesaikan tugas.

Setelah penyampaian materi selesai, kelompok 6 memberikan beberapa pertanyaan kepada para siswa untuk menguji pemahaman mereka mengenai materi pemilahan sampah yang telah disampaikan. Para siswa diberikan kesempatan untuk berani mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan secara langsung. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan partisipasi mereka, kelompok 6 memberikan hadiah kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan antusiasme siswa dalam belajar, membangun rasa percaya diri, serta mendorong mereka agar lebih aktif dalam memahami pentingnya memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam edukasi ini, mahasiswa juga menekankan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan tidak mencampurkan sampah secara sembarangan. Kebiasaan sederhana tersebut perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak semakin terbiasa menjaga kebersihan lingkungan. Pemahaman mengenai pemilahan sampah juga diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan di sekitarnya, mulai dari ruang kelas, halaman sekolah, hingga lingkungan rumah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penerapan mata kuliah Komunikasi Persuasif bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Komunikasi persuasif merupakan proses penyampaian pesan yang bertujuan memengaruhi sikap atau mendorong perubahan perilaku seseorang melalui pendekatan komunikasi yang sesuai. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berupaya mengajak siswa untuk peduli terhadap lingkungan tanpa menggunakan cara yang menggurui. Pesan disampaikan dengan bahasa yang sederhana, contoh konkret, serta aktivitas yang menyenangkan agar lebih mudah diterima oleh siswa sekolah dasar.

Pendekatan tersebut penting karena anak-anak membutuhkan penyampaian materi yang sesuai dengan usia dan tingkat pemahamannya. Dengan melibatkan siswa secara langsung, mahasiswa dapat membangun suasana pembelajaran yang lebih interaktif. Siswa juga memiliki kesempatan untuk bertanya, menjawab pertanyaan, dan menunjukkan pemahamannya melalui praktik pemilahan sampah. Dengan demikian, komunikasi tidak hanya berlangsung satu arah dari mahasiswa kepada siswa, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

(Sumber Foto : Anugerah Lucky)

Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi di hadapan khalayak. Mahasiswa belajar menyusun pesan yang mudah dipahami, menyesuaikan cara penyampaian dengan karakteristik audiens, serta membangun interaksi agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Pengalaman ini menjadi bagian dari pembelajaran praktis yang menghubungkan teori komunikasi persuasif dengan penerapannya di lingkungan masyarakat, khususnya dalam dunia pendidikan.

Melalui kegiatan edukasi pemilahan sampah di SDN Banyuagung 2, mahasiswa Ilmu Komunikasi kelas D kelompok 6 berharap materi mengenai pentingnya menjaga lingkungan dapat terus diingat dan diterapkan oleh para siswa siswi. Perubahan perilaku tidak selalu dimulai dari tindakan besar, tetapi dapat tumbuh melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengenali jenis sampah, dan mengingatkan teman dengan cara yang baik ketika melihat perilaku yang kurang tepat.



Penulis: Marwan Hammid Adzaqi

Penyunting: Fahra Nautisya Octavia Hany

 

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done