LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...
Dorong Digitalisasi, Mahasiswa KKN UNISRI Fasilitasi Pembuatan QRIS bagi UMKM di Karanganom Sragen

Dorong Digitalisasi, Mahasiswa KKN UNISRI Fasilitasi Pembuatan QRIS bagi UMKM di Karanganom Sragen

 Dorong Digitalisasi, Mahasiswa KKN UNISRI Fasilitasi Pembuatan QRIS bagi UMKM di Karanganom Sragen

Mahasiswa KKN UNISRI menyerahkan cetakan kode QRIS kepada para pelaku UMKM di Desa Karanganom, Sragen, guna mendorong digitalisasi pembayaran di tingkat desa, akhir Juli 2026.





SRAGEN, KOMPAS.com – Upaya mendorong transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pedesaan terus digalakkan. Salah satunya diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta di Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, pada akhir Juli 2026.

Melalui program pemberdayaan desa, mahasiswa pelaksana program, Alra Febtriyan, menginisiasi kegiatan bertajuk "Pembuatan dan Implementasi QRIS bagi UMKM". Program ini bertujuan untuk membantu para pelaku usaha beradaptasi dengan tren pembayaran non-tunai (cashless).

Dalam pelaksanaannya, Alra tidak hanya memberikan sosialisasi mengenai pengertian dan manfaat QRIS, tetapi juga melakukan pendampingan secara langsung (hands-on). Pelaku UMKM dibimbing mulai dari penyiapan berkas persyaratan, proses pendaftaran, hingga aplikasi siap digunakan.

Setelah QRIS berhasil dicetak, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi transaksi. Para pelaku usaha diajarkan cara menampilkan kode barcode kepada pelanggan, memastikan saldo pembayaran telah masuk, serta mengecek riwayat transaksi harian melalui aplikasi.


Potret pendampingan mahasiswa KKN UNISRI saat memfasilitasi pembuatan dan implementasi pembayaran digital berbasis QRIS bagi sejumlah pemilik warung di Desa Karanganom, Sragen.


Kehadiran QRIS ini dinilai memberikan kemudahan ganda. Bagi pelanggan, opsi pembayaran menjadi lebih praktis tanpa perlu repot mencari uang pas. Sementara bagi pelaku usaha, proses transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan pencatatannya terekam dengan rapi.

Dok.Alra Febtriyan

Kehadiran QRIS ini dinilai memberikan kemudahan ganda. Bagi pelanggan, opsi pembayaran menjadi lebih praktis tanpa perlu repot mencari uang pas. Sementara bagi pelaku usaha, proses transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan pencatatannya terekam dengan rapi.


Penulis: Alra Febtriyan


Pembuatan Plang Identitas RT sebagai Sarana Informasi dan Administrasi Wilayah oleh Mahasiswa KKN UNISRI

Pembuatan Plang Identitas RT sebagai Sarana Informasi dan Administrasi Wilayah oleh Mahasiswa KKN UNISRI

Pembuatan Plang Identitas RT sebagai Sarana Informasi dan Administrasi Wilayah oleh Mahasiswa KKN UNISRI

(Sumber: Sadewa Tri Kuncoro)

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 07 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI), Sadewa Tri Kuncoro dari Program Studi Ilmu Komunikasi, melaksanakan program KKN berupa “Pembuatan Plang Identitas RT Sebagai Sarana Informasi dan Administrasi Wilayah” bagi RT yang ada di Desa Nganti, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, (18/08/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap kebutuhan informasi di lingkungan masyarakat. Pembuatan plang identitas RT bertujuan untuk memberikan tanda yang jelas mengenai wilayah masing-masing RT, sehingga masyarakat dan pendatang dapat lebih mudah mengetahui lokasi serta wilayah administrasi yang ada di Desa Nganti, khususnya di Dusun Kemetiran.

Pada pelaksanaannya, mahasiswa KKN bekerja sama dengan perangkat desa dan Ketua RT setempat. Kegiatan dimulai dari melakukan koordinasi untuk menentukan lokasi pemasangan, menyiapkan bahan yang dibutuhkan, membuat desain plang, hingga melakukan pemasangan di lokasi yang telah ditentukan. Proses kegiatan dilakukan secara bersama-sama agar plang yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat.

Kegiatan pembuatan dan pemasangan plang ini mendapat dukungan dari perangkat desa, Ketua RT, serta masyarakat setempat. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam kelancaran kegiatan. Masyarakat juga menyambut baik adanya program ini karena plang identitas RT dapat membantu meningkatkan kerapian dan keteraturan lingkungan.

Adanya plang identitas RT diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat terutama dalam mengenali wilayah tempat tinggalnya. Selain sebagai penanda wilayah, plang tersebut juga dapat membantu masyarakat dari luar daerah yang sedang mencari alamat atau lokasi tertentu di Dusun Kemetiran. Dengan adanya informasi yang lebih jelas, masyarakat akan lebih mudah mengenali pembagian wilayah RT yang ada.


Penulis: Sadewa Tri Kuncoro

Penyuting: Wiri Tanaya Hayu Madyani


Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Inovasi Yogurt Melon sebagai Pemanfaatan Pangan Lokal di Desa Nganti

Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Inovasi Yogurt Melon sebagai Pemanfaatan Pangan Lokal di Desa Nganti

Mahasiswa KKN UNISRI Kenalkan Inovasi Yogurt Melon sebagai Pemanfaatan Pangan Lokal di Desa Nganti

(Sumber: Salma Chika Meiasari)


Nganti, Gemolong — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) melaksanakan kegiatan penyuluhan pangan dengan mengangkat tema “Yogurt Melon sebagai Inovasi Produk Bahan Pangan Lokal”. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Nganti dan diikuti oleh sekitar 30 ibu-ibu PKK Desa Nganti, (28/7/2026).

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi bahan pangan lokal menjadi produk pangan yang lebih inovatif dan memiliki nilai ekonomi. Salah satu potensi pangan yang dapat dikembangkan di Desa Nganti adalah buah melon.

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa KKN terlebih dahulu menyampaikan materi mengenai inovasi pengolahan buah melon menjadi produk yogurt melon. Materi yang diberikan meliputi pengenalan inovasi produk, manfaat buah melon dan yogurt, serta pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Selain sebagai produk pangan yang memiliki nilai tambah, yogurt melon juga diperkenalkan sebagai salah satu alternatif produk yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha bagi masyarakat. Melalui pengolahan tersebut, buah melon tidak hanya dikonsumsi secara langsung sebagai buah potong, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang lebih menarik, memiliki variasi rasa, serta berpotensi memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan yogurt melon secara langsung. Peserta diajak untuk  memahami tahapan pengolahan mulai dari persiapan bahan, pembuatan yogurt, pengolahan buah melon, hingga proses pencampuran menjadi produk yogurt melon yang siap dikonsumsi.

Kegiatan mendapatkan respons yang sangat baik dari ibu-ibu PKK. Hal tersebut terlihat dari antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait proses pembuatan, bahan yang digunakan, penyimpanan produk, hingga peluang pengembangan yogurt melon sebagai produk usaha.

Peserta juga memberikan respons positif terhadap produk yang dihasilkan. Setelah melakukan praktik dan mencicipi yogurt melon, sebagian besar peserta menyukai produk tersebut dan menunjukkan ketertarikan untuk mencoba membuatnya secara mandiri di rumah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Nganti, khususnya ibu-ibu PKK, dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk inovatif yang bernilai tambah. Inovasi yogurt melon diharapkan tidak hanya menjadi produk konsumsi, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai peluang usaha yang mendukung pemanfaatan potensi pangan lokal dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat di Desa Nganti.

Penulis: Salma Chika Meiasari

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M 

Mahasiswa UNISRI Adakan Sosialisasi Literasi Keuangan Keluarga dan Bahaya Pinjol Ilegal untuk Ibu-Ibu PKK Desa Banyuurip

Mahasiswa UNISRI Adakan Sosialisasi Literasi Keuangan Keluarga dan Bahaya Pinjol Ilegal untuk Ibu-Ibu PKK Desa Banyuurip

Mahasiswa UNISRI Adakan Sosialisasi Literasi Keuangan Keluarga dan Bahaya Pinjol Ilegal untuk Ibu-Ibu PKK Desa Banyuurip

(Sumber: Margiyanti Nur Khasa)

SRAGEN — Mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 18, Nathalia Moza Adella, melaksanakan program kerja individu bertajuk "Sosialisasi Literasi Keuangan Keluarga: Strategi Mengatur Anggaran Belanja Bulanan, Menabung Disiplin, dan Mewaspadai Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal" yang ditujukan bagi Ibu-Ibu Pengurus dan Anggota PKK Desa Banyuurip, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini bertempat di rumah Ibu Tun, Desa Banyuurip.

​Kegiatan yang dilaksanakan di rumah Ibu Tun ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam upaya memberikan edukasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan derajat literasi keuangan, kemandirian ekonomi, serta ketahanan finansial keluarga di wilayah pedesaan. Ibu rumah tangga dipilih sebagai khalayak sasaran utama karena memegang peranan sentral (financial manager) dalam mengelola arus kas harian serta penentu keputusan konsumsi keluarga.

​Sosialisasi berlangsung secara interaktif dan kondusif. Dalam pelaksanaannya, peserta dibekali dengan pemahaman praktis mengenai tata cara menyusun perencanaan anggaran belanja rumah tangga yang efisien, cara memisahkan kebutuhan prioritas (needs) dan keinginan (wants), serta metode mengalokasikan pendapatan ke dalam pos-pos keuangan terstruktur agar dapat menabung secara disiplin (pay yourself first).

​Selain manajemen anggaran, materi difokuskan pada peningkatan kewaspadaan terhadap maraknya tawaran pinjaman online (pinjol) ilegal. Peserta diajak untuk mengenali ciri-ciri dan modus operandi platform pinjol ilegal, bahaya bunga berbunga, hingga langkah-langkah preventif serta tata cara pelaporan ke pihak berwenang. Seluruh peserta juga menerima media edukasi berupa leaflet serta mengikuti simulasi mandiri penyusunan anggaran.

​Nathalia Moza Adella selaku pelaksana program kerja menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi praktis bagi ibu rumah tangga agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, membentuk bantalan dana darurat keluarga, serta terhindar dari jeratan skema keuangan yang merugikan.

​Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan diskusi interaktif, tanya jawab, serta dokumentasi bersama antara mahasiswa KKN PPM UNISRI dan Ibu-Ibu Pengurus serta Anggota PKK Desa Banyuurip. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat secara konsisten menerapkan ilmu pengelolaan keuangan harian di rumah tangga masing-masing demi mendukung pembangunan ekonomi desa secara berkelanjutan.

​Penulis: Nathalia Moza Adella

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

Tumbuhkan Kreativitas dan Cinta Lingkungan, Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Siswa SDN Dawung 1 Praktik Ecoprint di Tote Bag

Tumbuhkan Kreativitas dan Cinta Lingkungan, Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Siswa SDN Dawung 1 Praktik Ecoprint di Tote Bag

Tumbuhkan Kreativitas dan Cinta Lingkungan, Mahasiswa KKN UNISRI Ajak Siswa SDN Dawung 1 Praktik Ecoprint di Tote Bag 

Mahasiswa KKN UNISRI berfoto bersama para siswa kelas 5 SD Negeri Dawung 1 Jenar, Sragen, sembari memamerkan hasil karya tote bag berhias motif ecoprint alami, Kamis (23/7/2026). 



SRAGEN – Dalam rangka mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) sukses menyelenggarakan program edukasi kreatif "Belajar Sambil Berkarya dengan Praktik Ecoprint di Tote Bag". Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri Dawung 1 Jenar, Kabupaten Sragen, pada Kamis (23/7/2026).

Program kerja ini diinisiasi oleh Dameilia Siwi Penanti, salah satu mahasiswa KKN UNISRI, berdasarkan hasil survei potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. Menyasar 18 siswa kelas V (lima) SD Negeri Dawung 1, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung yang menyenangkan sekaligus meningkatkan kreativitas anak-anak sejak dini.

Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan mengenai teknik ecoprint, yakni sebuah metode pencetakan warna dan pola alami dari tumbuhan pada kain. Mahasiswa KKN mengenalkan berbagai alat, bahan, dan tahapan dasar pembuatannya.
Mahasiswa KKN UNISRI memberikan arahan dan pengenalan teknik dasar ecoprint kepada para siswa sebelum sesi praktik dimulai. 


Setelah sesi materi, para siswa diajak untuk praktik secara langsung. Mereka diberikan kebebasan untuk memilih dan menyusun berbagai bentuk serta jenis daun atau bahan alami yang ada di lingkungan sekitar sekolah ke atas media tote bag sesuai dengan imajinasi dan kreativitas masing-masing. Selama proses pencetakan motif hingga menghasilkan karya akhir, siswa didampingi secara intensif oleh tim mahasiswa KKN.

"Praktik ecoprint ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga melatih ketelitian, kesabaran, dan keberanian siswa dalam berkarya. Kami ingin anak-anak menyadari bahwa bahan alami di sekitar mereka bisa dimanfaatkan menjadi karya seni yang menarik dan memiliki nilai guna," jelas Dameilia selaku pelaksana program.

Dok.Dameilia Siwi Penanti




Program ini berjalan dengan lancar dan interaktif berkat dukungan penuh dari jajaran guru SD Negeri Dawung 1 Jenar serta kekompakan anggota kelompok KKN pendamping.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap karya tote bag bermotif alami yang dihasilkan dapat menumbuhkan rasa bangga pada diri siswa atas karya mereka sendiri. Lebih dari itu, program edukasi ini diharapkan mampu menanamkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan alam secara bijak dan kreatif.


Penulis : Dameilia Siwi Penanti

Tekan Angka Pelanggaran Berkendara di Bawah Umur, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Keselamatan Lalu Lintas di SMPN 1 Jenar

Tekan Angka Pelanggaran Berkendara di Bawah Umur, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Keselamatan Lalu Lintas di SMPN 1 Jenar

 

Tekan Angka Pelanggaran Berkendara di Bawah Umur, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Keselamatan Lalu Lintas di SMPN 1 Jenar


Dokumentasi foto bersama dengan murid SMPN 1 Jenar



SRAGEN – Sebagai bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Tahun Akademik 2025/2026 sukses menyelenggarakan program "Edukasi Keselamatan dan Kesadaran Hukum Berlalu Lintas bagi Anak". Kegiatan edukatif ini berlangsung dengan lancar dan antusias di SMP Negeri 1 Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, pada Rabu (29/7/2026).

​Program kerja ini diinisiasi oleh Melinda Foristi Fatmawati, salah satu mahasiswa KKN UNISRI yang ditempatkan di Desa Dawung. Melalui hasil pengamatan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat, program ini dirancang khusus untuk merespons urgensi peningkatan pengetahuan dan kesadaran hukum berlalu lintas pada kalangan pelajar, khususnya risiko berkendara di bawah umur.

Dok.Melinda Foristi Fatmawati, 


​Sebanyak 30 siswa SMP Negeri 1 Jenar menjadi sasaran utama dalam kegiatan ini. Mereka diberikan pemahaman komprehensif mengenai aturan dasar berlalu lintas yang krusial.

​Beberapa materi inti yang disampaikan meliputi:

  • Pengenalan Rambu Lalu Lintas: Memahami makna dan fungsi rambu di jalan raya.
  • Perlengkapan Keselamatan: Pentingnya penggunaan helm standar dan perlengkapan pelindung lainnya.
  • Tata Tertib di Jalan Raya: Edukasi tentang etika dan perilaku aman saat berada di jalan.
  • Risiko Hukum dan Keselamatan: Pemaparan bahaya dan dampak fatal dari berkendara sebelum memenuhi persyaratan usia dan hukum.

​Pelaksanaan sosialisasi dikemas secara komunikatif, edukatif, dan interaktif. Mahasiswa KKN tidak hanya menyampaikan materi satu arah, tetapi juga mengajak siswa berpartisipasi aktif melalui sesi tanya jawab dan kuis interaktif.

​"Metode interaktif ini sengaja kami gunakan agar siswa lebih mudah menyerap materi dan mampu mengenali situasi yang aman maupun berbahaya saat berada di jalan raya. Kami ingin menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian mereka terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain," jelas Melinda Foristi Fatmawati selaku pelaksana program.

Dok.Melinda Foristi Fatmawati, 




Keberhasilan program ini tidak terlepas dari koordinasi dan kerja sama yang sangat baik antara tim KKN dengan para guru serta pihak manajemen SMP Negeri 1 Jenar. Dengan pembiayaan mandiri dari dana program kerja sebesar Rp100.000, kegiatan edukasi ini dinilai sangat efektif dan mendapatkan respons yang sangat positif, baik dari pihak sekolah maupun para siswa.

​Melalui program ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap para siswa dapat memahami dan menerapkan perilaku tertib berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam membentuk generasi muda yang sadar hukum, disiplin, dan bertanggung jawab sejak usia dini.


Penulis: Melinda Foristi Fatmawati
 Mahasiswa KKN Unisri Dampingi Pelaku UMKM Kelola Keuangan Lewat Pembukuan Sederhana

Mahasiswa KKN Unisri Dampingi Pelaku UMKM Kelola Keuangan Lewat Pembukuan Sederhana

Sumber foto: Silfiana Istnaini (Akuntansi)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) melaksanakan program kerja individu berupa pendampingan pengelolaan keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah setempat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode door to door, yaitu mahasiswa mendatangi langsung rumah maupun tempat usaha pelaku UMKM guna memberikan pendampingan yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing usaha.


Program ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya pelaku UMKM yang belum menerapkan pencatatan keuangan secara tertib, sehingga sulit membedakan antara modal usaha, pendapatan, dan pengeluaran pribadi. Kondisi tersebut kerap menjadi kendala dalam mengetahui kondisi keuangan usaha secara akurat, termasuk dalam menghitung keuntungan maupun merencanakan pengembangan usaha ke depannya.


Melalui pelatihan pembukuan sederhana, mahasiswa KKN memperkenalkan cara mencatat transaksi harian, memisahkan keuangan usaha dan pribadi, serta menyusun laporan pemasukan dan pengeluaran secara mudah dipahami. Materi disampaikan secara praktis dengan contoh format pembukuan yang dapat langsung diterapkan oleh pelaku UMKM sesuai skala usahanya, tanpa memerlukan aplikasi atau perangkat khusus.

Sumber foto: Silfiana Istnaini (Akuntansi)

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga membuka ruang diskusi dan tanya jawab agar pelaku UMKM dapat menyampaikan kendala yang selama ini dihadapi dalam mengelola keuangan usahanya. Pendekatan door to door ini dinilai efektif karena memungkinkan penyampaian materi secara lebih intensif dan disesuaikan dengan kondisi riil masing-masing pelaku usaha.

Sumber foto: Silfiana Istnaini (Akuntansi)

Melalui program ini, mahasiswa KKN Unisri berharap pelaku UMKM dapat lebih tertib dalam mencatat keuangan usahanya sehingga mampu mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui peningkatan literasi keuangan di tingkat UMKM.



Penulis : Silfiana Istnaini (Akuntansi)



Cegah Eksploitasi Produk dan Iklan, Mahasiswa KKN Bekali Siswa SD dengan Literasi Hukum Konsumen Sejak Dini

Cegah Eksploitasi Produk dan Iklan, Mahasiswa KKN Bekali Siswa SD dengan Literasi Hukum Konsumen Sejak Dini

 Cegah Eksploitasi Produk dan Iklan, Mahasiswa KKN Bekali Siswa SD dengan Literasi Hukum Konsumen Sejak Dini

Dok.Mutiara Devita 




Sragen ( 28/7/26)– Anak-anak sering kali menjadi kelompok yang paling rentan dalam pusaran ekonomi modern. Maraknya peredaran jajanan tidak aman, agresivitas iklan komersial, hingga jebakan pembelian digital (in-app purchases) dalam permainan daring menempatkan anak pada posisi yang berisiko. Merespons tantangan tersebut, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menyelenggarakan program edukasi dan literasi hukum konsumen bagi para siswa di tingkat Sekolah Dasar (SD).

​Program pengabdian masyarakat ini digagas berangkat dari urgensi bahwa secara psikologis, anak-anak belum memiliki kemampuan pertimbangan kritis (critical reasoning) yang matang terhadap propaganda promosi komersial.

​Dalam kegiatan lapangan yang berkolaborasi dengan guru wali kelas setempat, mahasiswa KKN memberikan sosialisasi interaktif mengenai hak-hak dasar konsumen, pentingnya memilih produk jajanan yang aman dan sehat, serta menumbuhkan sikap kritis terhadap paparan iklan di media digital maupun televisi. Siswa diajak berdiskusi dan mengenali ciri-ciri produk yang layak konsumsi untuk menghindari risiko kesehatan.


Dok.Mutiara Devita 



Salah satu perwakilan mahasiswa KKN memaparkan bahwa edukasi ini memiliki landasan yuridis yang kuat dalam hukum positif Indonesia. Perlindungan anak sebagai konsumen dijamin secara sinergis melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) dan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Selain itu, hukum perdata juga mengatur batas kecakapan anak dalam melakukan transaksi mandiri.

"Perlindungan hukum terhadap anak tidak hanya berhenti pada lembaran undang-undang, tetapi harus dihadirkan secara nyata melalui ruang-ruang kelas, balai desa, dan pengasuhan keluarga secara berkelanjutan," tegas perwakilan tim KKN tersebut saat menyampaikan materi di hadapan para siswa.

Lebih lanjut, tim mahasiswa KKN menyoroti sejumlah tantangan nyata di lapangan. Salah satunya adalah lemahnya pengawasan saat anak-anak melakukan transaksi mandiri di lingkungan sekitar, serta rendahnya literasi hukum di kalangan orang tua yang belum menyadari bahwa hak anak sebagai konsumen dijamin penuh oleh negara.

Melalui sinergi edukasi hukum dan pengenalan potensi kelokalan seperti konsumsi produk alami, program KKN ini diharapkan mampu menekan angka kerugian yang dialami anak-anak akibat kelalaian konsumsi.

Sesi penjelasan materi edukasi hukum positif dan pengenalan literasi produk secara interaktif kepada para siswa sekolah dasar.


Ke depannya, para mahasiswa merekomendasikan adanya keterlibatan aktif dari institusi pemerintah seperti BPOM untuk memperketat pengawasan peredaran jajanan dan iklan yang menyasar anak. Di samping itu, orang tua dan masyarakat luas diimbau untuk terus mendampingi anak-anak dalam bertransaksi serta mengajarkan mereka memilih produk yang sehat, aman, dan legal.


Penulis : Mutiara Devita 

Kreasi Ekoprint dari Bahan Alami

Kreasi Ekoprint dari Bahan Alami

 

Sumber foto: Gita Dwi Ramadani

Pada 6 Agustus 2026, telah dilaksanakan kegiatan program kerja individu dengan tema “Kreasi Ecoprint dari Bahan Alami” di SD Negeri Pilangsari 1, Gesi, Sragen. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja individu KKN yang bertujuan untuk mengenalkan peserta didik pada teknik ecoprint serta memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar sebagai media untuk menghasilkan karya yang kreatif dan menarik.


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi sekaligus praktik langsung kepada peserta didik. Dalam pelaksanaannya, peserta didik diperkenalkan dengan konsep ecoprint, bahan-bahan alami yang dapat digunakan, serta proses pembuatan motif pada kain menggunakan daun dan bahan alami lainnya.

Sumber foto: Gita Dwi Ramadani

Peserta didik terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Tidak hanya mendapatkan penjelasan, mereka juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan kreasi ecoprint. Melalui praktik tersebut, peserta didik dapat mengenal bahwa bahan-bahan alami yang ada di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan menjadi sebuah karya seni yang unik dan bernilai.


Respon yang diberikan oleh peserta didik sangat positif. Mereka tampak aktif dan bersemangat selama kegiatan berlangsung karena dapat belajar sekaligus mencoba membuat kreasi ecoprint secara langsung. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman baru bagi peserta didik dalam mengembangkan kreativitas, keterampilan, serta kepedulian terhadap pemanfaatan bahan alami.

Sumber foto: Gita Dwi Ramadani

Melalui kegiatan “Kreasi Ekoprint dari Bahan Alami”, diharapkan peserta didik dapat terus mengembangkan kreativitasnya, memanfaatkan potensi lingkungan sekitar dengan bijak, serta memiliki pengalaman baru dalam menghasilkan karya seni yang sederhana namun menarik.


Penulis : Gita Dwi Ramadani


SIMENTA (Siswa Menabung Tangguh): Kreasi Celengan Kreatif untuk Membangun Budaya Menabung dan Manajemen Keuangan Sejak Usia Dini

SIMENTA (Siswa Menabung Tangguh): Kreasi Celengan Kreatif untuk Membangun Budaya Menabung dan Manajemen Keuangan Sejak Usia Dini

 

Sumber foto: Novya Wulan Sari

Galeh -- Menanamkan kebiasaan menabung sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk karakter anak yang disiplin dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan. Berangkat dari pemikiran tersebut, mahasiswa KKN Novya Wulan Sari menginisiasi program edukasi bertajuk “SIMENTA (Siswa Menabung Tangguh)”, sebuah kegiatan yang memadukan edukasi menabung dengan praktik kreativitas melalui kegiatan menghias celengan.

Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 1 Galeh kepada siswa kelas 3 dan SDN 3 Galeh kepada siswa kelas 4. Program SIMENTA dirancang tidak hanya untuk memberikan pemahaman teori mengenai pentingnya menabung, tetapi juga mengajak siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan praktik, yaitu menghias celengan yang telah disediakan menjadi celengan kreatif dan penuh warna sesuai imajinasi masing-masing.

Pada awal kegiatan, siswa dikenalkan dengan pengertian menabung sebagai kebiasaan menyisihkan sebagian uang secara rutin untuk disimpan dan digunakan di kemudian hari. Siswa diberikan pemahaman bahwa menabung tidak harus dilakukan dengan jumlah yang besar, melainkan dapat dimulai sedikit demi sedikit dari uang saku harian, asalkan dilakukan secara konsisten.

Selanjutnya, siswa diberikan materi mengenai konsep dasar manajemen keuangan sederhana, mulai dari manfaat menabung, hingga cara membedakan kebutuhan dan keinginan. Menabung dijelaskan sebagai salah satu cara melatih kedisiplinan karena siswa dibiasakan menyisihkan uang secara rutin, sekaligus melatih kemandirian karena siswa belajar mengambil keputusan mengenai penggunaan uang yang dimiliki. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari siswa, seperti penggunaan uang saku.

Siswa juga diajak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan merupakan sesuatu yang diperlukan, seperti alat tulis, buku pelajaran, dan bekal makan sehat, sementara keinginan merupakan sesuatu yang ingin dimiliki atau dinikmati, seperti mainan, jajanan, dan aksesori. Dengan memahami perbedaan tersebut, siswa diharapkan dapat lebih mempertimbangkan sebelum membeli sesuatu dan tidak terbiasa menghabiskan seluruh uang yang dimiliki hanya untuk memenuhi keinginan.

Selanjutnya, siswa diajak untuk memahami bahwa menabung akan lebih menyenangkan apabila memiliki wadah atau celengan yang dihias sendiri sesuai kreativitas masing-masing. Pada tahap ini, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan diberikan celengan polos beserta alat dan bahan hias sederhana seperti kertas warna, stiker, cat, dan spidol, untuk kemudian dihias hingga menjadi celengan yang unik dan menarik.

Proses menghias celengan ini memberikan banyak manfaat bagi siswa, tidak hanya dari sisi literasi keuangan, tetapi juga melatih kreativitas, kerja sama tim, dan kemampuan berkreasi menggunakan bahan-bahan sederhana. Siswa terlihat antusias dan bersemangat dalam menghias celengan mereka masing-masing, mulai dari motif hewan, bunga, hingga karakter kartun favorit.

Selama proses menghias berlangsung, siswa juga diajak berdiskusi mengenai alasan mengapa memiliki celengan pribadi dapat membantu seseorang lebih konsisten dalam menabung. Dengan adanya celengan yang dihias dan dimiliki sendiri, siswa merasa lebih memiliki tanggung jawab dan kebanggaan terhadap kebiasaan menabung yang mereka bangun, sehingga tidak lagi merasa terpaksa ketika harus menyisihkan sebagian uang saku.

Setelah celengan selesai dihias, siswa diajak untuk menuliskan tujuan menabung mereka pada secarik kertas yang ditempelkan di celengan tersebut. Langkah ini bertujuan untuk mengajarkan siswa bahwa menabung akan lebih bermakna apabila memiliki tujuan yang jelas, seperti membeli alat sekolah, buku bacaan, atau menabung untuk keperluan di masa depan.

Selain praktik menghias celengan, kegiatan SIMENTA juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai cara menabung yang baik, seperti menyisihkan uang secara rutin, mencatat jumlah tabungan, serta membedakan mana kebutuhan yang harus didahulukan dan mana keinginan yang dapat ditunda. Melalui diskusi ini, siswa diajak untuk lebih peka dalam mengambil keputusan terkait penggunaan uang saku mereka.

Sumber foto: Novya Wulan Sari

Selain praktik menghias celengan dan sesi diskusi, siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara menabung yang baik, yaitu menentukan tujuan menabung, melakukan kegiatan menabung secara rutin, mencatat uang yang telah ditabung, serta menyisihkan uang tabungan di awal sebelum digunakan untuk jajan. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa menabung membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, bukan hanya dilakukan sesekali.

Untuk mengukur pemahaman siswa, kegiatan dilanjutkan dengan sesi evaluasi sederhana berupa kuis interaktif dan pertanyaan “Benar atau Salah” mengenai materi menabung dan manajemen keuangan yang telah disampaikan, seperti apakah menabung cukup dilakukan sesekali, serta pentingnya mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan sebelum membeli sesuatu. Melalui kuis tersebut, siswa dapat mengulas kembali pengetahuan yang telah diperoleh sekaligus melatih rasa percaya diri dalam menjawab pertanyaan di depan teman-temannya.

Di akhir kegiatan, siswa juga diberikan cerita sederhana mengenai seorang anak yang membiasakan diri menyisihkan sebagian uang sakunya setiap hari ke dalam celengan hasil hiasannya sendiri. Meskipun jumlah yang ditabung pada awalnya sedikit, kebiasaan tersebut dilakukan secara rutin hingga tabungannya terkumpul. Cerita tersebut memberikan gambaran kepada siswa bahwa hasil dari menabung tidak selalu terlihat secara langsung, tetapi dapat menjadi lebih berarti apabila dilakukan secara konsisten.

Melalui program SIMENTA, diharapkan siswa tidak hanya memahami pentingnya menabung secara teori, tetapi juga memiliki wadah nyata yang dapat digunakan secara berkelanjutan di rumah. Dengan adanya celengan hasil karya sendiri, siswa diharapkan lebih termotivasi untuk membiasakan diri menabung secara rutin dan konsisten.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk pengenalan literasi keuangan dasar kepada siswa melalui pendekatan yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan kehidupan mereka sehari-hari. Pemahaman mengenai penggunaan uang sejak usia dini diharapkan dapat membantu siswa membangun kebiasaan yang lebih bijak dalam mengelola uang saku, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap kebiasaan menabung melalui celengan hasil karya sendiri.

Program edukasi yang dilaksanakan oleh Novya Wulan Sari di SDN 1 Galeh dan SDN 3 Galeh diharapkan tidak berhenti pada pemahaman selama kegiatan berlangsung. Siswa diharapkan dapat menerapkan kebiasaan menabung secara rutin dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menyisihkan sebagian uang saku ke dalam celengan hasil hiasannya sendiri hingga mempertimbangkan kembali kebutuhan sebelum melakukan pembelian.

Pada akhirnya, kegiatan SIMENTA mengajarkan bahwa kebiasaan baik dapat dimulai dari langkah sederhana. Menabung tidak harus dimulai dengan jumlah yang besar, tetapi dapat dilakukan sedikit demi sedikit dengan konsisten. Dengan membangun kebiasaan tersebut sejak dini, siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin, mandiri, dan bijak dalam menggunakan uang.

Sebagaimana pesan yang disampaikan dalam materi, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara rutin, seperti menabung ke dalam celengan hasil karya sendiri, dapat memberikan hasil yang lebih besar di kemudian hari.

Penulis: Novya Wulan Sari

Mahasiswa KKN Unisri Bantu UMKM Kerupuk Karak "Mbah Sukir" di Sragen Punya Logo dan Kemasan Baru

Mahasiswa KKN Unisri Bantu UMKM Kerupuk Karak "Mbah Sukir" di Sragen Punya Logo dan Kemasan Baru

 Mahasiswa KKN Unisri Bantu UMKM Kerupuk Karak "Mbah Sukir" di Sragen Punya Logo dan Kemasan Baru

Dok.Himas Sendang Widyas Sari




SRAGEN — Sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta meluncurkan program pendampingan branding produk lokal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jekani, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen.

Program kerja individu bertajuk "Pembuatan Branding Produk Lokal untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Kerupuk Karak Mbah Sukir" ini dilaksanakan oleh Himas Sendang Widyas Sari dari Program Studi Manajemen. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian KKN-PPM Kelompok 38 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Endang Yuliana, S.H., M.H., tersebut secara resmi berlangsung pada Rabu 19 Agustus 2026.

Selama ini, Kerupuk Karak "Mbah Sukir" sudah cukup dikenal warga sekitar berkat rasanya yang gurih dan renyah. Sayangnya, dari sisi tampilan, produk ini masih dijual apa adanya tanpa logo, kemasan, maupun label yang mampu menarik perhatian pembeli, sehingga sulit bersaing dengan produk sejenis yang sudah tampil lebih menarik di pasaran.


Dok.Himas Sendang Widyas Sari


Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pendampingan intensif mulai dari perancangan logo usaha yang mencerminkan identitas produk, desain kemasan yang lebih estetik dan higienis, hingga pembuatan label yang mencantumkan informasi penting seperti nama produk, komposisi, dan kontak pemesanan. Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya branding sebagai strategi pemasaran agar produk lokal mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

"Dulu kerupuk karak kami dijual polos tanpa kemasan dan label yang menarik. Sekarang setelah didampingi mahasiswa KKN Unisri, produk kami sudah punya logo dan kemasan sendiri sehingga terlihat lebih profesional dan mudah dikenali pembeli," ujar Misranto, pelaku UMKM Kerupuk Karak "Mbah Sukir".


Dokumentasi produk yang sudah diberikan logo 




Program pendampingan ini menjadi bentuk kontribusi nyata KKN-PPM Unisri Kelompok 38 yang berlangsung sejak 14 Juli 2026 hingga 31 Agustus 2026. Melalui pembuatan logo dan kemasan baru ini, UMKM Kerupuk Karak "Mbah Sukir" diharapkan mampu memperkuat identitas usaha, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.

Penulis: Himas Sendang Widyas Sari

 Pendataan dan Pemetaan Digital Toko Kelontong Desa Sidokerto berbasis my maps

Pendataan dan Pemetaan Digital Toko Kelontong Desa Sidokerto berbasis my maps

Sumber foto: Fernanda Septya Aryaningrum

SIDOKERTO- Dalam upaya mendukung efektivitas dan keterpatansasaran program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, Fernanda Septya Aryaningrum, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, menginisiasi program kerja inovatif berupa pendataan serta pemetaan digital toko kelontong berbasis Google My Maps di Desa Sidokerto. Inisiatif ini diangkat dari fakta lapangan pada Jumat, 24 Juli 2026 bahwa keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tingkat tapak, khususnya toko kelontong yang dikelola oleh keluarga kurang mampu, sering kali belum terdata secara terstruktur dalam sistem basis data geografis modern. Hal tersebut Melalui pendekatan spasial digital ini, melakukan survei langsung ke lapangan untuk merekam titik koordinat lokasi, profil pemilik, hingga kondisi objektif usaha dari para pelaku UMKM toko kelontong kategori kurang mampu di wilayah Desa Sidokerto.

Sumber foto: Fernanda Septya Aryaningrum

Seluruh informasi tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam platform Google My Maps untuk menghasilkan peta interaktif yang akurat dan mudah dipahami. Menariknya, sistem peta digital ini sengaja dirancang secara tertutup dengan keamanan akses terbatas (restricted access), di mana tautan maupun hak kelola data tersebut hanya diserahkan dan dapat diakses oleh Pemerintah Desa Sidokerto serta Pemerintah Daerah setempat.

Dengan tersedianya peta sebaran tersebut, pemerintah daerah dapat dengan mudah memetakan prioritas penyaluran bantuan sosial, intervensi modal usaha, hingga program pelatihan kewirausahaan secara tepat sasaran. Inovasi yang dihadirkan oleh mahasiswa KKN UNISRI ini menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam mendorong digitalisasi tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan dan berkeadilan.

Penulis : Fernanda Septya Aryaningrum ( Ilmu Administrasi Negara)

Mahasiswa KKN UNISRI Dorong UMKM Go Digital Melalui Optimalisasi Google Maps dan Marketplace

Mahasiswa KKN UNISRI Dorong UMKM Go Digital Melalui Optimalisasi Google Maps dan Marketplace

 

Sumber foto: Naya Dwi Saputri 

Sragen- kamis, 30 Juli 2026

Naya Dwi Saputri (Manajemen) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) melaksanakan program pendampingan digitalisasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lokasi KKN. Program ini bertujuan untuk membantu para pelaku usaha agar lebih mudah dikenal dan dijangkau oleh masyarakat luas melalui platform digital.


Kegiatan ini berfokus pada dua aspek utama manajemen digital, yaitu pendaftaran dan pemasangan titik lokasi usaha pada Google Maps, serta pendaftaran produk UMKM ke berbagai platform marketplace. Melalui pemasangan lokasi di Google Maps, UMKM diharapkan lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen yang mencari produk atau jasa di sekitar wilayah tersebut. Sementara itu, pendaftaran ke marketplace membuka peluang pemasaran yang lebih luas, tidak lagi terbatas pada area sekitar tempat usaha saja, melainkan menjangkau konsumen dari berbagai daerah.

Sumber foto: Naya Dwi Saputri 

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM, mulai dari pengambilan data usaha, pembuatan akun, pengisian informasi profil usaha, hingga proses verifikasi lokasi dan unggah produk. Pendekatan yang dilakukan secara personal ini bertujuan agar para pelaku usaha, termasuk yang belum terbiasa dengan teknologi digital, dapat memahami dan mengoperasikan platform tersebut secara mandiri ke depannya.


Melalui program ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap dapat mendorong percepatan transformasi digital di kalangan UMKM, sekaligus meningkatkan daya saing dan potensi pertumbuhan ekonomi pelaku usaha di tingkat lokal. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis teknologi.

Penulis: Naya Dwi Saputri 

"Urus Administrasi? Gampang!" — Mahasiswa KKN UNISRI 2026 Hadirkan Banner PELITA di Balai Desa Ngepringan

"Urus Administrasi? Gampang!" — Mahasiswa KKN UNISRI 2026 Hadirkan Banner PELITA di Balai Desa Ngepringan

 

Sumber Foto: Nareshwari Lintang Permatasari

Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) 2026 yang ditempatkan di Kelurahan Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, pada tanggal 28 Juli 2026 meluncurkan program kerja berupa pembuatan banner informasi layanan administrasi bertajuk PELITA, singkatan dari Pelayanan Informatif dan Tertata. Program ini lahir dari pengamatan mahasiswa selama berada di lokasi KKN, di mana warga yang hendak mengurus surat-menyurat di kantor desa kerap kali belum mengetahui secara pasti berkas apa saja yang harus dibawa, sehingga harus bolak-balik atau bertanya berulang kepada petugas.

Untuk menjawab persoalan tersebut, mahasiswa berkoordinasi dengan perangkat Kelurahan Ngepringan guna menyusun informasi persyaratan yang akurat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hasil koordinasi tersebut dituangkan dalam satu banner besar berukuran 60 x 160 cm yang kini terpasang di Balai Desa Ngepringan, lengkap dengan judul besar yang mencolok, "Urus Administrasi? Gampang!", disertai ajakan "Datang ke Balai Desa Ngepringan". Desainnya dibuat penuh warna dengan ilustrasi-ilustrasi sederhana agar mudah dipahami oleh warga dari berbagai usia.

Sumber Foto: Nareshwari Lintang Permatasari

Berbeda dari banner informasi pada umumnya, PELITA dirancang untuk merangkum syarat-syarat pengurusan dokumen kependudukan secara lengkap dalam satu media. Setidaknya ada tujuh jenis layanan yang informasinya ditampilkan, mulai dari syarat pengajuan Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Pindah Tempat, Surat Keterangan Kematian, Akta Kematian, Dispensasi Nikah, Surat Keterangan Kelahiran, hingga Akta Kelahiran. Tidak berhenti di situ, banner ini juga melampirkan informasi syarat pengurusan BPJS, baik untuk kepesertaan aktif maupun BPJS yang berstatus non-aktif. Setiap bagian dilengkapi ikon-ikon visual yang menggambarkan jenis dokumen yang perlu disiapkan, sehingga warga dapat langsung memahami kebutuhan berkasnya tanpa perlu membaca penjelasan panjang.

Nama "PELITA" sendiri dipilih bukan sekadar singkatan, tetapi juga membawa makna sebagai penerang bagi warga dalam mengurus kebutuhan administrasi kependudukan. Kehadiran banner ini diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan di kantor desa karena warga sudah mengetahui persyaratan sebelum datang, sekaligus meringankan beban kerja petugas yang selama ini harus menjelaskan syarat administrasi satu per satu secara lisan.

Mahasiswa KKN UNISRI berharap program kerja ini dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Ngepringan, sekaligus menjadi contoh sederhana bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi nyata dalam mendukung tata kelola pelayanan publik di tingkat desa.

Penulis: Nareshwari Lintang Permatasari

Penyunting:  Olivia 

Pelatihan Pembuatan Akun Tiktok Affiliate Sebagai Langkah Awal Menjadi Tiktok Affiliate

Pelatihan Pembuatan Akun Tiktok Affiliate Sebagai Langkah Awal Menjadi Tiktok Affiliate

 

Sumber foto: Faiz Alwi Al  Habtsi 

Mlale, Sragen – Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan teknologi digital secara produktif di masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) melaksanakan kegiatan “Pelatihan Pembuatan Akun TikTok Affiliate sebagai Langkah Awal Menjadi TikTok Affiliate.” Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa, khususnya dari Faiz Alwi Al  Habtsi (NPM 23200397), Program Studi Manajemen, dalam memberikan edukasi mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran dan peluang ekonomi digital.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai TikTok Affiliate serta membimbing peserta dalam membuat dan mempersiapkan akun yang dapat digunakan untuk mengikuti program affiliate. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan TikTok tidak hanya sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk mempromosikan produk dan memperoleh peluang penghasilan melalui pemasaran digital.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan TikTok Affiliate, manfaat mengikuti program affiliate, persyaratan yang perlu dipersiapkan, serta tahapan dalam membuat akun TikTok yang dapat digunakan untuk kegiatan affiliate. Mahasiswa KKN memberikan penjelasan secara bertahap agar peserta dapat memahami setiap proses dengan mudah dan dapat mempraktikkannya secara langsung.

Sumber foto: Faiz Alwi Al  Habtsi 

Peserta juga diberikan pendampingan dalam proses pembuatan dan pengaturan akun, mulai dari mempersiapkan identitas akun, mengatur profil, memahami fitur-fitur yang tersedia, hingga mengenal tahapan untuk bergabung dalam program TikTok Affiliate. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membuat profil yang menarik dan menggunakan akun secara aktif serta bijak.

Melalui kegiatan praktik secara langsung, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori mengenai TikTok Affiliate, tetapi juga mampu mempersiapkan akun mereka sebagai langkah awal untuk memulai kegiatan pemasaran digital. Peserta juga diberikan gambaran mengenai pentingnya konsistensi, kreativitas, dan kemampuan memilih produk yang sesuai dengan target pasar dalam menjalankan kegiatan affiliate.

Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan keterampilan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya media sosial TikTok. Dengan adanya pelatihan ini, peserta memiliki pengetahuan dasar mengenai cara mempersiapkan akun TikTok Affiliate serta peluang yang dapat dimanfaatkan melalui perkembangan pemasaran digital.

Melalui kegiatan pelatihan tersebut, mahasiswa KKN UNISRI berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh secara mandiri setelah kegiatan selesai. Pemanfaatan TikTok secara produktif diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan digital, mempromosikan produk, serta memanfaatkan peluang ekonomi di era digital.

Penulis: Faiz Alwi Al  Habtsi 

Kreatif dan Edukatif! Mahasiswa KKN UNISRI Ajarkan Siswa SD Mlale 1 Menabung Lewat Celengan Daur Ulang

Kreatif dan Edukatif! Mahasiswa KKN UNISRI Ajarkan Siswa SD Mlale 1 Menabung Lewat Celengan Daur Ulang

Kreatif dan Edukatif! Mahasiswa KKN UNISRI Ajarkan Siswa SD Mlale 1 Menabung Lewat Celengan Daur Ulang 

Dok.Ratna Ayu Maharani



SRAGEN – Pentingnya literasi keuangan sejak dini mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) untuk menggelar program “Edukasi Menabung Sejak Dini dan Pembuatan Celengan dari Bahan Daur Ulang”. Kegiatan yang menyasar siswa kelas V SD Negeri Mlale 1, Desa Mlale, Kabupaten Sragen ini sukses dilaksanakan pada Jumat (24/7/2026).

​Program kerja inovatif ini diinisiasi oleh Ratna Ayu Maharani (NPM 23200521), mahasiswa Program Studi Manajemen UNISRI. Tujuan utamanya adalah memberikan pemahaman dasar kepada anak-anak mengenai pentingnya menyisihkan uang, cara membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung melalui pendekatan yang sederhana dan menyenangkan.

​Dalam pelaksanaannya, materi edukasi dikemas secara interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Siswa diajak berdiskusi mengenai pengertian dan manfaat menabung, strategi mengatur uang saku harian, hingga tips agar bisa konsisten menabung. Mahasiswa KKN memberikan contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak, sehingga mematahkan stigma bahwa menabung harus dimulai dengan nominal yang besar.

Ratna Ayu Maharani mendampingi murid 
SD Mlale 1 Menabung Lewat Celengan Daur Ulang



Tidak sekadar memberikan teori, kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi praktik kreatif pembuatan celengan menggunakan barang bekas atau bahan daur ulang. Siswa diajak mengeksplorasi kreativitas mereka untuk mengubah barang yang sudah tidak terpakai menjadi media tabungan yang menarik secara visual dan memiliki nilai guna yang tinggi.

Melalui sesi praktik ini, selain memotivasi anak untuk memiliki celengan pribadi, mahasiswa juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan. Pemanfaatan bahan daur ulang ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap hemat, kreatif, sekaligus bertanggung jawab dalam meminimalisasi sampah di lingkungan sekitar.

Melalui perpaduan antara edukasi literasi keuangan dan praktik daur ulang ini, diharapkan kebiasaan menabung dapat terus diterapkan oleh para siswa SD Negeri Mlale 1 dalam keseharian mereka. Program ini merupakan langkah awal dan wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN UNISRI dalam membentuk karakter generasi muda yang bijak dalam mengelola keuangan, kreatif, serta peduli terhadap lingkungan di masa mendatang.

Penulis : Ratna Ayu Maharani 
Mahasiswa KKN Bantu Branding dan Kemasan Produk "Keripik Bribil Singkong" UMKM Desa Pengkol

Mahasiswa KKN Bantu Branding dan Kemasan Produk "Keripik Bribil Singkong" UMKM Desa Pengkol

 

Sumber Foto: Muhammad Rifqy Ananda

SRAGEN — Sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggagas program pendampingan branding bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Program kerja yang mengangkat tema "Pembuatan Branding dan Kemasan Produk Keripik Bribil Singkong" ini, dilaksanakan oleh Muhammad Rifqy Ananda dari Program Studi Manajemen di rumah Ibu Purwanti, salah satu pelaku UMKM setempat, dan resmi berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026.

Selama ini, Keripik Bribil Singkong milik Ibu Purwanti telah dikenal warga sekitar karena rasanya yang gurih dan renyah. Namun dari segi tampilan, produk tersebut masih dipasarkan secara sederhana tanpa logo, kemasan, maupun label yang menarik, sehingga kurang mampu bersaing dengan produk sejenis yang sudah dikemas lebih menarik di pasaran.

Sumber Foto: Muhammad Rifqy Ananda

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara bertahap, mulai dari perancangan logo yang mampu merepresentasikan identitas usaha, penyusunan desain kemasan yang lebih estetis dan higienis, hingga pembuatan label yang memuat informasi penting seperti nama produk, komposisi bahan, dan kontak pemesanan. Mahasiswa juga memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pentingnya branding sebagai salah satu strategi pemasaran agar produk lokal dapat naik kelas dan lebih kompetitif di pasar yang lebih luas.

"Dulu keripik bribil singkong saya dijual apa adanya, tanpa kemasan dan label yang menarik. Setelah didampingi mahasiswa KKN, sekarang produk saya sudah punya logo dan kemasan sendiri, sehingga terlihat lebih profesional dan lebih mudah dikenali pembeli," ungkap Purwanti, pelaku UMKM Keripik Bribil Singkong.

Program pendampingan ini menjadi salah satu wujud kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendukung pengembangan UMKM lokal. Dengan hadirnya logo dan kemasan baru ini, UMKM Keripik Bribil Singkong diharapkan dapat memperkuat identitas usaha, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk secara berkelanjutan.

Penulis: Muhammad Rifqy Ananda

Program KKN UNISRI dalam Meningkatkan Literasi Keuangan, Kepedulian Lingkungan, dan Kreativitas Siswa SD Negeri Sidokerto

Program KKN UNISRI dalam Meningkatkan Literasi Keuangan, Kepedulian Lingkungan, dan Kreativitas Siswa SD Negeri Sidokerto

 

Foto Kegiatan Sosisalisasi Menabung dan Pembuatan Celengan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, melaksanakan program kerja dengan berkolaborasi bersama siswa kelas 2 dan 3 SD Negeri Sidokerto, Plupuh, Sragen. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah menjalankan program kerja “Misi Jadi Si Jago Nabung” di SD Negeri Sidokerto, Kecamatan Plupuh, pada 24 Juli 2026. Kegiatan ini ditujukan kepada siswa-siswi kelas 3 sebagai bentuk edukasi mengenai pentingnya mengenal dan membangun kebiasaan menabung sejak usia dini. Program ini dirancang dengan penyampaian materi yang interaktif dan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa agar materi dapat dipahami dengan mudah serta mendorong siswa untuk mulai menerapkan kebiasaan menabung dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian menabung, pentingnya menabung, manfaat menabung, serta cara membedakan kebutuhan dan keinginan. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Siswa diajak memahami bahwa menabung dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti menyisihkan sebagian uang yang dimiliki dan tidak langsung menghabiskannya untuk membeli sesuatu yang belum diperlukan.

Foto Sesi Sosialisasi oleh Heri Syahran  Dalimunthe

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang melibatkan siswa secara langsung. Siswa diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta menceritakan pengalaman mereka mengenai kebiasaan menabung. Sesi ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari.

Dalam penyampaian materi, siswa juga diberikan pemahaman mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Materi tersebut menjadi bagian penting dalam program “Misi Jadi Si Jago Nabung,” karena kemampuan menentukan prioritas dapat membantu siswa menggunakan uang secara lebih bijak. Siswa diarahkan untuk memahami bahwa kebutuhan perlu diprioritaskan, sedangkan keinginan dapat dipertimbangkan kembali sebelum menggunakan uang yang dimiliki.

Melalui program “Misi Jadi Si Jago Nabung,” siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya menabung, tetapi juga diajak membangun pola pikir sederhana dalam mengelola uang sejak usia sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa bahwa kebiasaan menabung dapat dimulai dari hal kecil dan dilakukan secara rutin. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan mampu mulai menerapkan kebiasaan menyisihkan uang serta lebih bijak dalam membedakan kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari.

Foto Sesi Pembuatan Celengan oleh Triyas Widiasih

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan pemanfaatan botol bekas menjadi celengan. Kegiatan ini mengambil judul  "Gemar Menabung Sejak Dini: Membangun Karakter Hemat melalui Celengan Kreatif". Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan semua peserta didik kelas 3 SD Negeri Sidokerto.

Tujuan program ini untuk memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik sekolah dasar melalui kegiatan memanfaatkan botol bekas menjadi celengan yang menarik, kreatif, dan bernilai guna. Melalui kegiatan ini, peserta didik juga dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan dengan memanfaatkan kembali barang bekas. Selain itu, program ini juga bertujuan menanamkan budaya menabung sejak usia dini sebagai bagian dari pendidikan karakter. Peserta didik tidak hanya membuat celengan dari hasil kreasinya sendiri, tetapi juga diajak untuk memulai mengisi celengan tersebut secara bertahap. Dengan demikian, peserta didik belajar menghargai uang, membiasakan hidup hemat, meningkatkan kreativitas, melatih keterampilan motorik halus, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan keuangan mereka.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan rasa percaya diri peserta didik melalui proses menghias serta membuat celengan. Selain itu, peserta didik memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan barang bekas menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Program ini juga mendukung pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta membiasakan peserta didik menabung sejak dini. Bagi sekolah, kegiatan ini menjadi media pembelajaran yang inovatif dalam mengintegrasikan pendidikan karakter, literasi keuangan, dan pelestarian lingkungan.


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar pelatihan Finger Painting Menggunakan Media Tas canvas di SD Negeri Sidokerto, Plupuh.

Pendidikan seni rupa merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan kreativitas dan karakter anak usia sekolah dasar. Melalui kegiatan seni, siswa tidak hanya diajak untuk mengembangkan kemampuan motorik halus, tetapi juga dilatih untuk berani mengekspresikan diri, berimajinasi secara bebas, dan menuangkan gagasan dalam bentuk visual yang penuh warna. Berangkat dari pemikiran tersebut, pada 28 Juli 2026 telah dilaksanakan program kerja dengan tema "Finger Painting Melalui Media Tas Canvas" yang ditujukan khusus bagi siswa-siswi kelas 2 SD Negeri Sidokerto, Kecamatan Plupuh.

Kegiatan ini dipilih dengan pertimbangan bahwa teknik finger painting atau melukis menggunakan jari tangan merupakan metode pembelajaran seni yang sederhana namun bermanfaat. Selain menyenangkan, teknik ini mampu merangsang sensitivitas indera peraba anak, melatih koordinasi antara mata dan tangan, serta membangun rasa percaya diri melalui hasil karya yang mereka ciptakan sendiri. Pemilihan media tas canvas sebagai kanvas lukis bukan tanpa alasan, selain memberikan pengalaman baru yang berbeda dari kertas gambar biasa, tas canvas juga memiliki nilai fungsional yang dapat digunakan kembali oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga karya seni yang dihasilkan tidak hanya menjadi kenangan, tetapi juga benda pakai yang bermanfaat.

Foto Sesi Pelatihan Finger Painting Menggunakan Media Tas Canvas

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian arahan dan penjelasan mengenai teknik dasar finger painting, mulai dari cara mencampur warna, teknik menotolkan jari, hingga cara menciptakan pola dan bentuk sederhana di atas permukaan tas canvas. Antusiasme siswa kelas 2 terlihat begitu tinggi sejak awal kegiatan dimulai. Tawa dan celoteh riang mewarnai suasana kelas, seiring jari-jari kecil mereka mulai berani menari di atas kain canvas, menciptakan guratan warna yang unik dan personal, mencerminkan imajinasi khas anak-anak yang polos dan penuh keceriaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari sisi pengembangan diri secara menyeluruh. Program kerja ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran seni dapat dikemas secara kreatif dan inovatif, sekaligus menumbuhkan kecintaan siswa terhadap dunia seni rupa sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan antar siswa, menumbuhkan sikap saling menghargai karya teman, serta melatih kesabaran dan ketekunan dalam menyelesaikan sebuah karya.

Dengan terlaksananya kegiatan Finger Painting Melalui Media Tas Canvas ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan kreativitas siswa kelas 2 SD Negeri Sidokerto, Plupuh, serta menjadi inspirasi bagi terselenggaranya kegiatan-kegiatan edukatif dan kreatif lainnya di masa yang akan datang.


Penulis:

 Heri Syahran Dalimunthe – Akuntansi

Triyas Widiasih – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Ika Cahya Fadhilah – Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini)

Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done