SIDOKERTO- Dalam upaya mendukung efektivitas dan keterpatansasaran program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, Fernanda Septya Aryaningrum, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, menginisiasi program kerja inovatif berupa pendataan serta pemetaan digital toko kelontong berbasis Google My Maps di Desa Sidokerto. Inisiatif ini diangkat dari fakta lapangan pada Jumat, 24 Juli 2026 bahwa keberadaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tingkat tapak, khususnya toko kelontong yang dikelola oleh keluarga kurang mampu, sering kali belum terdata secara terstruktur dalam sistem basis data geografis modern. Hal tersebut Melalui pendekatan spasial digital ini, melakukan survei langsung ke lapangan untuk merekam titik koordinat lokasi, profil pemilik, hingga kondisi objektif usaha dari para pelaku UMKM toko kelontong kategori kurang mampu di wilayah Desa Sidokerto.
Seluruh informasi tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam platform Google My Maps untuk menghasilkan peta interaktif yang akurat dan mudah dipahami. Menariknya, sistem peta digital ini sengaja dirancang secara tertutup dengan keamanan akses terbatas (restricted access), di mana tautan maupun hak kelola data tersebut hanya diserahkan dan dapat diakses oleh Pemerintah Desa Sidokerto serta Pemerintah Daerah setempat.
Dengan tersedianya peta sebaran tersebut, pemerintah daerah dapat dengan mudah memetakan prioritas penyaluran bantuan sosial, intervensi modal usaha, hingga program pelatihan kewirausahaan secara tepat sasaran. Inovasi yang dihadirkan oleh mahasiswa KKN UNISRI ini menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam mendorong digitalisasi tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan dan berkeadilan.
Penulis : Fernanda Septya Aryaningrum ( Ilmu Administrasi Negara)