LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...
Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi “STOP Bullying, Sekolah Aman, Teman Nyaman” di SD Negeri Kalimacan

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi “STOP Bullying, Sekolah Aman, Teman Nyaman” di SD Negeri Kalimacan

 


Kalimacan — (28/07/2026) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pencegahan perundungan dengan mengusung tema “STOP Bullying, Sekolah Aman, Teman Nyaman” di SD Negeri Kalimacan pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja individu mahasiswa KKN yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying serta menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan menghormati antar teman di lingkungan sekolah.

Latar Belakang dan Tujuan
Pelaksanaan edukasi ini didasari oleh kepedulian mahasiswa KKN terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar, bermain, mengembangkan potensi, serta membangun pertemanan yang positif. Oleh karena itu, pemahaman mengenai perilaku bullying perlu diberikan sejak dini agar siswa dapat mengenali tindakan yang termasuk bullying dan memahami dampak yang dapat ditimbulkan.

Materi dan Metode Penyampaian
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemaparan materi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Materi yang disampaikan meliputi:
1. Pengertian bullying
2. Bentuk-bentuk bullying
3. Contoh perilaku bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah
4. Dampak bullying bagi korban maupun pelaku
5. Cara mencegah dan menyikapi tindakan bullying

Mahasiswa KKN turut memberikan contoh sederhana mengenai perilaku yang termasuk bullying, seperti mengejek atau memberikan panggilan yang tidak disukai teman, mengucilkan teman dari pergaulan, melakukan tindakan yang menyakiti teman, maupun menyebarkan perkataan yang dapat membuat teman merasa malu atau tertekan. Melalui contoh tersebut, siswa diajak untuk memahami bahwa candaan yang dianggap biasa oleh seseorang belum tentu menyenangkan bagi orang lain.

Pendekatan Interaktif dan Pesan Utama
Selain pemaparan materi, kegiatan dilakukan secara interaktif dengan mengajak siswa berdiskusi dan menyampaikan pendapat mengenai pengalaman mereka dalam berteman. Siswa diberikan pemahaman bahwa setiap anak memiliki perbedaan karakter, kemampuan, dan kondisi sehingga harus saling menghargai.

Mahasiswa juga mengajak siswa untuk membangun kebiasaan positif seperti:
1. Berbicara dengan sopan
2. Membantu teman yang mengalami kesulitan
3. Tidak mengejek kekurangan teman
4. Berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang tidak baik

"Pesan utama “STOP Bullying, Sekolah Aman, Teman Nyaman” disampaikan sebagai ajakan kepada seluruh siswa untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari tindakan bullying. Siswa juga dibekali pemahaman bahwa apabila melihat atau mengalami tindakan bullying, mereka tidak perlu takut untuk bercerita dan dapat meminta bantuan kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.

Antusiasme dan Harapan ke Depan
Para siswa SD Negeri Kalimacan mengikuti kegiatan edukasi dengan antusias. Hal tersebut terlihat dari keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan, mengikuti diskusi, serta memberikan tanggapan ketika diberikan contoh mengenai perilaku bullying. Penyampaian materi dengan pendekatan yang sederhana dan interaktif membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga sikap dan perkataan ketika berinteraksi dengan teman.

Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap siswa SD Negeri Kalimacan dapat lebih memahami pentingnya menciptakan pertemanan yang sehat dan lingkungan sekolah yang aman. Tidak hanya sekadar mengetahui apa itu bullying, siswa diharapkan mampu menerapkan sikap saling menghormati, peduli, dan membantu satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari.

Program “STOP Bullying, Sekolah Aman, Teman Nyaman” diharapkan dapat menjadi langkah sederhana dalam membangun kesadaran siswa sejak dini bahwa sekolah merupakan tempat untuk belajar dan berkembang bersama. Dengan adanya kerja sama antara siswa, guru, orang tua, dan lingkungan sekitar, terciptanya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying dapat diwujudkan secara bersama-sama.


Penulis : Vidya Ayuningtyas


KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Berdayakan Ibu PKK Desa Jambangan melalui Literasi Keuangan, Pelatihan Kewirausahaan, Pemasaran Digital, dan Pencatatan Keuangan Sederhana

KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Berdayakan Ibu PKK Desa Jambangan melalui Literasi Keuangan, Pelatihan Kewirausahaan, Pemasaran Digital, dan Pencatatan Keuangan Sederhana

 

Sumber foto : Assy Fa Umma Rismawati

Sragen, 3 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta melaksanakan kegiatan kolaborasi program kerja yang ditujukan kepada ibu-ibu PKK Desa Jambangan. Kegiatan ini mengusung tema pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan literasi keuangan, pelatihan kewirausahaan, pemasaran digital, serta pencatatan keuangan sederhana bagi pelaku usaha.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya literasi keuangan sebagai langkah pencegahan terhadap risiko pinjaman online ilegal. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga, ciri-ciri pinjaman online legal dan ilegal, serta pentingnya mengambil keputusan keuangan secara bijaksana agar terhindar dari permasalahan ekonomi di masa mendatang. 

Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan pelatihan kewirausahaan melalui praktik pembuatan gantungan kunci dari kawat bulu. Kerajinan ini dipilih karena mudah dipelajari, memiliki biaya produksi yang relatif rendah, serta memiliki nilai jual sebagai suvenir maupun aksesoris. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan yang dimiliki menjadi peluang usaha rumahan yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Sebagai pendukung pengembangan usaha, peserta juga memperoleh materi mengenai pemasaran digital. Mahasiswa menjelaskan cara memanfaatkan media digital seperti WhatsApp Business, Facebook, Instagram, dan marketplace sebagai sarana promosi produk agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membuat konten promosi yang menarik dan membangun kepercayaan konsumen dalam menjalankan usaha.

Sumber foto : Assy Fa Umma Rismawati

Pada sesi terakhir, peserta diberikan sosialisasi mengenai pencatatan keuangan sederhana bagi pelaku usaha. Materi ini menekankan pentingnya mencatat pemasukan, pengeluaran, serta menghitung keuntungan usaha secara rutin. Dengan adanya pencatatan keuangan yang baik, diharapkan pelaku usaha dapat mengelola keuangan secara lebih tertib dan mampu mengambil keputusan usaha secara tepat. 

Melalui kolaborasi ketiga program kerja tersebut, mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK Desa Jambangan. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian masyarakat dalam mengelola keuangan keluarga, mengembangkan usaha rumahan, dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran sehingga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.

Nama Penulis:

 Assy Fa Umma Rismawati – Manajemen

  Eka Aprilia Indah Prasasti – Manajemen

 Muhammad Bifa Dlika Putra Pratama – Manajemen

       Ayu  Sulfiana – Manajemen

Tingkatkan Motivasi Belajar dan Kesiapan PKL, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Untuk Siswa Kelas 11 SMK Sakti Gemolong

Tingkatkan Motivasi Belajar dan Kesiapan PKL, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Untuk Siswa Kelas 11 SMK Sakti Gemolong

  

Sumber Foto: Afifah Indana Zulfa

Gemolong, 24 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Afifah Indana Zulfa dari Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), telah sukses melaksanakan kegiatan sosialisasi, edukasi, dan bimbingan motivasi belajar berjudul "Meningkatkan Motivasi Belajar: Strategi Jitu Menyalakan Semangat Belajar, Menghadapi PKL, dan Merancang Langkah Menuju Dunia Industri Impianmu" bagi siswa-siswi kelas 11 di SMK Sakti Gemolong.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan dorongan internal dalam diri siswa agar memiliki semangat belajar yang tinggi, sekaligus memberikan pembekalan mental dan strategi praktis dalam menghadapi Praktik Kerja Lapangan (PKL) serta tantangan persiapan memasuki dunia kerja/industri.

Bertempat di GOR SMK Sakti Gemolong, kegiatan berlangsung dalam suasana yang interaktif dan penuh semangat. Para siswa-siswi kelas 11 jurusan TKJ (Teknik Komputer Dan Jaringan) mengikuti setiap rangkaian sesi dengan antusias, mengingat materi yang disampaikan sangat relevan dengan fase transisi dan tantangan pembelajaran yang sedang mereka hadapi di tingkat kejuruan.

Sumber Foto: Afifah Indana Zulfa

Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan kondusif. Para siswa-siswi kelas 11 SMK Sakti Gemolong jurusan TKJ menyimak dengan cermat materi komprehensif yang disampaikan oleh mahasiswa KKN, yang meliputi beberapa poin utama yaitu sebagai berikut

1. Pemahaman Dasar Motivasi Belajar

Menjelaskan bahwa motivasi belajar adalah keadaan dalam diri individu yang mendorong untuk melakukan tindakan demi mencapai tujuan. Dipaparkan perbedaan antara motivasi eksternal dan motivasi internal.

                   2. Tantangan Nyata Kelas 11 SMK

Siswa diajak memetakan dua tantangan utama di kelas 11, yaitu Teori Lebih Berat (materi produktif kejuruan mencapai tingkat kompleksitas tinggi sehingga butuh konsentrasi mendalam agar tidak tertinggal materi dasar operasional) serta Tekanan PKL/Magang (tuntutan penguasaan teori, kesiapan mental, keterampilan fisik, dan adab bekerja di dunia kerja/industri).

           3. 3 Kunci Melejitkan Motivasi

Cara melejitkan motivasi yaitu dengan cara menentukan target harian yang jelas, mengelola waktu, dan membangun lingkugan pertemanan yang produktif.

            4.      Strategi Mengatasi Kejenuhan Belajar

Mengatasi kejenuhan belajar dapat dilakukan dengan Teknik Pomodoro, yaitu belajar fokus 25 menit lalu istirahat 5 menit untuk menyegarkan pikiran. Selain itu, berikan apresiasi diri (self-reward). Jika mulai bosan, terapkan variasi metode belajar dengan beralih dari modul teks ke video tutorial visual atau praktik mandiri.

           5. Peta Strategi Sukses & Kompas Karier Kelas 11

Siswa diajak menyelaraskan tiga aspek utama yaitu soft skills, hard skills, dan Career Readiness, yaitu mengarahkan kompas karier dengan meriset tren industri untuk menentukan target pascakelulusan, baik itu bekerja, melanjutkan kuliah, maupun berwirausaha.

Sumber Foto: Afifah Indana Zulfa

Selama sosialisasi dan bimbingan berlangsung, siswa siswi diajak berdiskusi aktif mengenai cara merancang peta mimpi mereka sejak duduk di kelas 11agar tujuan mereka jelas dan terarah setelah lulus dari SMK. Selain itu mereka diajak untuk berbagi pandangan mengenai kendala belajar serta kekhawatiran mereka dalam menghadapi masa PKL mendatang. Melalui pendekatan bimbingan dan konseling yang interaktif, siswa dibantu untuk menemukan solusi atas hambatan belajar yang dialami. Selama sesi tanya jawab dan disuksi, para siswa sangat aktif, antusias dan kritis dalam bertanya dan bertukar pendapat atas pengalaman atau pertanyaan yang mereka ajukan.

Melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, dan bimbingan ini, Afifah berharap siswa-siswi kelas 11 SMK Sakti Gemolong dapat membangun motivasi internal yang kuat sehingga tidak mudah goyah oleh tekanan akademis atau perubahan lingkungan. Pembekalan dirancang agar siswa siap menghadapi Masa Praktik Kerja Lapangan (PKL) secara matang, mulai dari penguasaan hard skills di bengkel/lab, kesiapan mental, hingga penerapan adab dan soft skills profesi di dunia kerja. Lebih dari sekadar persiapan magang, kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi siswa untuk menentukan arah karier dengan percaya diri dan optimisme, merancang roadmap masa depan secara cermat, serta siap bersaing meraih cita-cita di dunia usaha dan industri impian mereka.


Penulis: Afifah Indana Zulfa

 

1.

Aman & Bijak di Era Digital: Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Ibu-Ibu PKK Slendro Waspadai Penipuan Digital

Aman & Bijak di Era Digital: Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Ibu-Ibu PKK Slendro Waspadai Penipuan Digital

Aman & Bijak di Era Digital: Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Ibu-Ibu PKK Slendro Waspadai Penipuan Digital 

Sumber foto: Gita,Septi, dan Luthfi 


Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dengan tema besar “Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen” Tahun Akademik 2025/2026, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan berbagai program kerja individu maupun kelompok sesuai kebutuhan desa.

Salah satunya adalah program kerja kelompok berjudul “Aman & Bijak di Era Digital” yang dilaksanakan oleh Gita, Esa, dan Luthfi bersama ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Slendro pada 31 Juli 2026.

Kenali Untuk Mencegah
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK Slendro, tentang bahaya penipuan digital, mengenali macam-macam modus penipuan online, serta memberikan langkah pencegahan agar masyarakat lebih aman dan bijak dalam bertransaksi maupun beraktivitas di dunia digital.
  
Mahasiswa KKN PPM UNISRI gelar sosialisasi di PKK Slendro Waspada Penipuan Digital` 

Dalam pertemuan rutin PKK, Gita, Esa, dan Luthfi menyampaikan edukasi mengenai berbagai modus penipuan digital yang marak tersebar melalui aplikasi WhatsApp, seperti undangan palsu berbentuk file APK, penipuan kurir paket, hingga customer service bank palsu. Materi disampaikan dengan cara membagikan brosur edukasi yang berisi informasi mengenai kewaspadaan terhadap penipuan transaksi digital, etika penggunaan media digital, penerapan digitalisasi akuntansi yang aman, contoh-contoh modus penipuan yang sering terjadi, serta tips pencegahan agar masyarakat terhindar dari kejahatan digital. 

Selain itu, tim mahasiswa juga menjelaskan isi brosur secara langsung di depan peserta dan menutup sesi dengan tanya jawab interaktif. Ibu-ibu PKK Slendro terlihat antusias mengikuti kegiatan, bahkan sebagian membagikan pengalaman pribadi mereka terkait pesan mencurigakan dan upaya penipuan digital yang pernah diterima.


Hasil dan Capaian

Melalui kegiatan ini, pemahaman ibu-ibu PKK Slendro kini meningkat, dengan lebih mengenali beragam modus penipuan digital, khususnya yang sering disebarkan melalui WhatsApp. Diberikan juga tips melindungi diri dengan mengetahui langkah praktis untuk mencegah penipuan, seperti tidak sembarangan klik tautan, tidak menginstal file APK mencurigakan, menjaga kerahasiaan data pribadi, dan segera melapor apabila menjadi korban.
    
Sumber foto:Gita,Septi, dan Luthfi

Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar dan bermanfaat. Edukasi semacam ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK Slendro, agar semakin aman dan bijak dalam menghadapi berbagai modus penipuan yang terus berkembang di era digital.

Dengan adanya program ini, mahasiswa KKN UNISRI berupaya memberikan dampak nyata bagi Desa Slendro. Program ini juga sejalan dengan tujuan utama KKN-PPM, yakni mendorong kemandirian ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat di Kabupaten Sragen.


Penulis: 

1. Gita Cahya Aulia – Prodi Manajeme (23200094)

2. Septi Anugra Esa Ardianingsih – Prodi Manajemen (23200152)

3. Luthfi Okta Fauziyyah – Prodi Akuntansi (23210023)


Tanamkan Sadar Hukum Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Budaya Tertib dan Disiplin di SDN Jekawal 1

Tanamkan Sadar Hukum Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Sosialisasi Budaya Tertib dan Disiplin di SDN Jekawal 1

SRAGEN – Dalam upaya memperkuat fondasi karakter dan kepatuhan hukum pada anak sejak usia sekolah dasar, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Slamet Riyadi Surakarta (KKN-PPM UNISRI) Kelompok 83 menggelar program sosialisasi budaya tertib dan disiplin. Kegiatan ini menyasar para siswa kelas V SD Negeri Jekawal 1, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, pada Rabu (22/7/2026).

Program yang dirancang khusus untuk memberikan wawasan dasar mengenai pentingnya aturan hidup bermasyarakat tersebut dikemas secara interaktif dan komunikatif. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter berlandaskan kesadaran hukum sejak dini di lingkungan pendidikan formal.

Pengusul sekaligus pelaksana program, Verisma Imam Prasojo, menyampaikan bahwa penanaman norma kesadaran hukum idealnya dimulai dari hal-hal sederhana yang dekat dengan keseharian anak. Menurutnya, pemahaman mengenai tata tertib tidak boleh dianggap sebatas hafalan aturan, melainkan bentuk kebiasaan positif yang terus dipraktikkan.

"Anak-anak perlu memahami bahwa aturan hadir bukan untuk mengekang, melainkan untuk menjaga ketertiban dan rasa aman bersama. Melalui kebiasaan disiplin kecil di kelas maupun di rumah, kita sedang membentuk mentalitas generasi yang menghargai hukum serta bertanggung jawab atas setiap tindakannya di masa depan," ujar Verisma.

Selama kegiatan berlangsung, para murid tidak hanya mendengarkan paparan materi, tetapi juga diajak berdiskusi aktif mengenai bentuk-bentuk perilaku tertib di sekolah, rumah, hingga lingkungan warga. Diskusi mencakup pentingnya datang tepat waktu, mematuhi kesepakatan bersama di kelas, menjaga kejujuran, serta menghormati hak sesama teman.

Proses sosialisasi ini mendapat sambutan hangat serta pengawalan langsung dari para guru SD Negeri Jekawal 1 bersama rekan-rekan mahasiswa KKN Kelompok 83. Kolaborasi tersebut menciptakan suasana belajar yang cair dan menyenangkan, sehingga nilai-nilai tanggung jawab, kejujuran, dan kepatuhan yang disampaikan dapat diserap dengan optimal oleh para siswa.

Melalui terlaksananya program edukasi ini, diharapkan para siswa kelas V SDN Jekawal 1 mampu menjadi teladan bagi rekan-rekan sezamannya dalam menerapkan kebiasaan disiplin. Penanaman nilai kepatuhan yang dipupuk sejak bangku sekolah dasar ini diharapkan tumbuh menjadi landasan kesadaran hukum yang kokoh saat mereka bermasyarakat kelak.

Penulis: VERISMA IMAM PRASOJO

Unit: KKN-PPM UNISRI Kelompok 8


Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Peraturan “Rambu-Rambu Lalulintas” untuk Meningkatkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini di SD Negeri Kalimacan

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi Peraturan “Rambu-Rambu Lalulintas” untuk Meningkatkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini di SD Negeri Kalimacan

Sumber Foto: Clarisa

Sragen, 28 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan program kerja individu bertajuk "Edukasi Peraturan Lalu Lintas Sejak Dini" di SD Negeri Kalimacan pada Selasa (28/7). Kegiatan ini diikuti oleh 15 siswa dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas demi menciptakan keselamatan di jalan.

 

Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Anak-anak sebagai pengguna jalan, baik sebagai pejalan kaki maupun penumpang kendaraan, perlu memahami aturan dasar lalu lintas agar mampu menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Melalui edukasi ini diharapkan dapat membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kegiatan diawali dengan perkenalan mahasiswa KKN bersama peserta, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pengertian lalu lintas, pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, fungsi rambu-rambu lalu lintas, serta tata cara menyeberang jalan yang benar. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, disertai gambar dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan anak-anak sehingga mudah dipahami.


Pada sesi inti, mahasiswa menjelaskan berbagai jenis rambu lalu lintas, seperti rambu peringatan, rambu larangan, rambu perintah, dan rambu petunjuk. Peserta juga dikenalkan dengan arti lampu lalu lintas, pentingnya menggunakan helm saat berkendara, memakai sabuk pengaman, serta tidak bermain di jalan raya. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui tanya jawab agar siswa lebih aktif dalam memahami materi.

 

Agar suasana lebih menyenangkan, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif berupa tebak gambar rambu lalu lintas dan kuis berhadiah. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak mengingat kembali fungsi dan arti berbagai rambu lalu lintas yang telah dipelajari. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam menjawab pertanyaan dan mengikuti setiap permainan yang diberikan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan siswa SD Negeri Kalimacan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai peraturan lalu lintas serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui program kerja ini,Mahasiswa KKN UNISRI berharap edukasi sederhana ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang disiplin, sadar hukum, dan mengutamakan keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.


Penulis: Clarisa

Mahasiswa KKN Gelar Sosialisasi “Mengenal Hukum Sejak Dini” di SDN Kalimacan

Mahasiswa KKN Gelar Sosialisasi “Mengenal Hukum Sejak Dini” di SDN Kalimacan

 

Sumber foto: Anand Pamuji Gusti 

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar sosialisasi bertajuk “Mengenal Hukum Sejak Dini” di SD Negeri Kalimacan pada Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran hukum, kedisiplinan, dan pendidikan karakter kepada para siswa sejak usia dasar. 

Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui diskusi, permainan edukatif, dan sesi tanya jawab agar mudah dipahami. Fokus materi meliputi pentingnya menaati tata tertib sekolah, menghormati orang tua dan guru, mematuhi aturan, serta memahami konsekuensi atas setiap tindakan.
   Sumber foto: Anand Pamuji Gusti 
 
Selama acara berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi dan berpartisipasi dalam setiap permainan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang berintegritas dan taat hukum, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.


Penulis:  Anand Pamuji Gusti
Cegah Kekerasan Seksual Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasi Edukasi Hukum dan Bahaya HIV di SDN Kalimacan

Cegah Kekerasan Seksual Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Sosialisasi Edukasi Hukum dan Bahaya HIV di SDN Kalimacan

Sumber Foto: Berliana Putri

SRAGEN – Dalam upaya melindungi anak dari tindak kejahatan seksual dan meningkatkan kesadaran kesehatan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar edukasi hukum bertajuk "Kajian Hukum Tentang Kekerasan Seksual dan Penyakit HIV" di SD Negeri Kalimacan, Kabupaten Sragen, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang dirancang khusus untuk anak usia dini ini dipandu oleh mahasiswa KKN UNISRI, Berliana Putri, dan diikuti oleh 15 siswa SDN Kalimacan.

Sosialisasi ini berfokus pada pemahaman batas-batas tubuh, pengenalan konsep sentuhan aman dan tidak aman, hingga bahaya penyakit menular seksual seperti HIV. Langkah edukatif ini penting ditanamkan sejak dini agar anak mampu mengenali potensi bahaya di sekitarnya.

"Anak-anak perlu memahami mana anggota tubuh yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Pemahaman ini menjadi benteng utama perlindungan diri mereka dari tindak kekerasan seksual," ujar Berliana.

Sumber Foto: Berliana Putri

Pada sesi materi hukum, peserta dikenalkan pada payung hukum perlindungan anak, salah satunya UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, khususnya hak anak untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan seksual serta hak memperoleh layanan kesehatan di fasilitas medis seperti Puskesmas.

Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui kuis dan diskusi visual. Siswa diajak aktif menjawab pertanyaan kunci seperti “Anggota tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh orang lain?”. Peserta tampak antusias dan berani berpartisipasi sepanjang jalannya kegiatan.

Melalui program kerja ini, Berliana berharap sosialisasi ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan untuk membekali anak-anak dengan pemahaman hukum dasar serta kesadaran menjaga diri dari potensi kekerasan seksual dan bahaya penyakit menular.


Penulis: Berliana Putri

"Menabung Ceria" di SD Negeri Ngrombo 3: Menumbuhkan Kreativitas dan Budaya Menabung Sejak Dini

"Menabung Ceria" di SD Negeri Ngrombo 3: Menumbuhkan Kreativitas dan Budaya Menabung Sejak Dini

 

(Sumber : Devita Lintang Dwi Alvianti)

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 85, Nadia Dewi Fransiska, melaksanakan program kerja individu bertajuk Workshop Kreatif "Menabung Ceria" di SD Negeri Ngrombo 3, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan menabung sejak usia dini sekaligus mengembangkan kreativitas siswa melalui kegiatan melukis celengan. Workshop diikuti oleh 17 siswa kelas III SD Negeri Ngrombo 3. Dalam kegiatan tersebut, setiap siswa diberikan sebuah celengan yang kemudian dihias dan dilukis sesuai dengan kreativitas masing-masing. Melalui aktivitas ini, siswa diajak untuk lebih mencintai hasil karya mereka sehingga termotivasi untuk memanfaatkan celengan tersebut sebagai tempat menyimpan uang tabungan di rumah.

Selain praktik melukis celengan, siswa juga mendapatkan materi mengenai pentingnya menyisihkan uang secara berkala. Siswa diajak memahami manfaat menabung sejak dini, seperti melatih sikap disiplin, hemat, dan mandiri agar dapat memenuhi kebutuhan atau membeli keperluan yang diinginkan dari hasil tabungan sendiri.

Guna suasana belajar semakin menyenangkan dan interaktif, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan kuis berhadiah seputar materi yang telah disampaikan. Siswa terlihat aktif mengangkat tangan untuk menjawab berbagai pertanyaan dan berbagi pendapat. Sebagai bentuk apresiasi bagi siswa yang berani dan mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Pembagian hadiah dilakukan dengan cara yang unik dan menarik, yaitu melalui permainan tarik tali, di mana hadiah digantung pada beberapa ujung tali dan setiap pemenang memilih satu tali untuk ditarik hingga memperoleh hadiah yang telah disiapkan. Cara ini membuat suasana semakin meriah dan menambah antusiasme seluruh peserta.

 

Selama kegiatan berlangsung, seluruh siswa mengikuti workshop dengan penuh semangat. Mereka aktif menuangkan ide dan kreativitas dalam menghias celengan, memperhatikan materi yang disampaikan, serta berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan kuis. Kegiatan berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh keceriaan sehingga tujuan program dapat tercapai dengan baik.

Melalui program kerja individu ini, diharapkan siswa tidak hanya memiliki semangat untuk menabung sejak dini, tetapi juga semakin kreatif, percaya diri dalam berpendapat, serta memiliki pemahaman mengenai manajemen keuangan. Kebiasaan positif diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Workshop Kreatif "Menabung Ceria" diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama antara mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 85, guru pendamping, dan seluruh siswa kelas III SD Negeri Ngrombo 3 sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan.

 

Penulis               : Nadia Dewi Fransiska

Penyunting      : Wiri Tanaya Hayu Madyani

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Gelar Sosialisasi Keuangan Digital di RT 07 Dusun Silibau, Desa Jekawal

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi Gelar Sosialisasi Keuangan Digital di RT 07 Dusun Silibau, Desa Jekawal

 

Foto Bersama Ibu-Ibu PKK RT 07 Dusun Jekawal, Desa Jekawal  (FotoKredit: Filomeno da Costa)

SRAGEN –  Mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mengadakan sosialisasi "Keuangan Digital: Aman Bertransaksi dan Terhindar dari Penipuan" bersama ibu-ibu RT 07 Dusun Silibau, Desa Jekawal, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk menambah pemahaman masyarakat tentang penggunaan layanan keuangan digital yang aman.

Sosialisasi berlangsung santai dan menyatu dengan kegiatan warga sehingga peserta lebih mudah mengikuti materi yang disampaikan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan penggunaan mobile banking, dompet digital (e-wallet), serta pembayaran non-tunai yang kini semakin banyak digunakan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari belanja kebutuhan rumah tangga hingga pembayaran tagihan.

Mahasiswa KKN, Fatma Rustika, menyampaikan bahwa edukasi mengenai keamanan bertransaksi digital penting diberikan kepada masyarakat agar tidak mudah menjadi korban penipuan. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memahami cara bertransaksi secara aman, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta lebih berhati-hati terhadap pesan atau telepon mencurigakan yang mengatasnamakan bank maupun pihak tertentu,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman yang pernah dialami. Salah satu peserta menceritakan bahwa dirinya pernah menerima telepon dari seseorang yang mengaku memberi kabar bahwa ada anggota keluarganya yang mengalami kecelakaan. Penelpon berbicara dengan nada panik dan meminta korban segera mengirim sejumlah uang. Dari pengalaman tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa modus seperti itu sering digunakan oleh pelaku penipuan untuk membuat seseorang panik sehingga mengambil keputusan tanpa memeriksa kebenaran informasi terlebih dahulu.

Dalam sesi diskusi, peserta diingatkan agar tetap tenang ketika menerima kabar mendadak melalui telepon, segera menghubungi langsung anggota keluarga yang disebutkan, serta memastikan informasi dari sumber yang terpercaya sebelum melakukan transfer uang atau memberikan data pribadi. Peserta juga diimbau untuk tidak memberikan kode OTP, PIN, kata sandi, maupun data pribadi kepada siapa pun dan selalu memeriksa kembali nomor tujuan sebelum melakukan transaksi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sosialisasi dengan tertib dan antusias. Beberapa peserta terlihat mengangguk dan memberikan tanggapan ketika contoh kasus penipuan dibahas karena merasa pernah mendengar kejadian serupa di lingkungan sekitar. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu RT 07 Dusun Silibau semakin memahami cara menggunakan layanan keuangan digital dengan aman, mampu mengenali ciri-ciri penipuan digital, serta lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang kini semakin beragam seiring berkembangnya teknologi.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara mahasiswa KKN dan peserta sebagai dokumentasi sekaligus penutup rangkaian sosialisasi. Mahasiswa KKN UNISRI berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar literasi keuangan digital masyarakat desa semakin meningkat dan masyarakat mampu memanfaatkan teknologi keuangan secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab.

 

Penulis: Fatma Rustika

Penyunting: Adista

 

 


Mahasiswa KKN PPM UNISRI 2026 Ajak Siswa SD Negeri Jekawal 2 Menghias Celengan dengan Kolase Biji-bijian

Mahasiswa KKN PPM UNISRI 2026 Ajak Siswa SD Negeri Jekawal 2 Menghias Celengan dengan Kolase Biji-bijian

 

(Pendampingan menghias celengan Bersama siswa SD Negeri Jekawal 2)

SRAGEN – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Kelompok 83 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta tahun 2026, Aliftia Kumala Dewi dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), melaksanakan salah satu program kerja individu berupa kegiatan menghias celengan dengan teknik kolase biji-bijian bagi siswa SD Negeri Jekawal 2, Desa Jekawal, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026 dengan melibatkan siswa kelas III dan IV SD Negeri Jekawal 2. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa, melatih kemampuan motorik halus, meningkatkan ketelitian dan kesabaran, serta menanamkan kebiasaan gemar menabung sejak usia dini melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan.

Pada awal kegiatan, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian kolase, manfaat kolase bagi perkembangan kreativitas anak, alat dan bahan yang digunakan, serta langkah-langkah menghias celengan menggunakan berbagai jenis biji-bijian. Materi disampaikan secara sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.

Setelah penyampaian materi, siswa diajak mempraktikkan secara langsung cara menghias celengan menggunakan berbagai jenis biji-bijian, seperti jagung, kedelai, kacang hijau, dan kacang hitam. Mahasiswa memberikan pendampingan selama proses berlangsung sehingga siswa dapat menyusun dan menempelkan biji-bijian sesuai dengan kreativitas masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar membuat karya seni, tetapi juga melatih koordinasi antara mata dan tangan, meningkatkan konsentrasi, serta mengembangkan kemampuan motorik halus. Selain itu, penggunaan celengan sebagai media kolase diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menabung dan mengajarkan pentingnya mengelola uang sejak usia dini.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan penuh semangat, mulai dari mendengarkan penjelasan materi hingga menghias celengan. Beragam hasil karya yang dihasilkan menunjukkan kreativitas dan imajinasi masing-masing siswa dalam menyusun pola menggunakan biji-bijian.

Program kerja individu ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN PPM UNISRI 2026 dalam mendukung pembelajaran kreatif di lingkungan SD Negeri Jekawal 2. Melalui kegiatan yang memadukan edukasi, praktik, dan kreativitas, mahasiswa berharap siswa memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi perkembangan keterampilan mereka.

Dengan adanya kegiatan menghias celengan menggunakan kolase biji-bijian tersebut, siswa kelas III dan IV SD Negeri Jekawal 2 diharapkan mampu mengembangkan kreativitas, meningkatkan keterampilan motorik halus, serta membiasakan diri untuk gemar menabung sejak usia dini melalui celengan hasil karya mereka sendiri.

 

Penulis: Aiftia Kumala Dewi

Penyunting: Adista 


Mahasiswa Akuntansi UNISRI Laksanakan Program “Celengan Cerdas” untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Siswa SD Negeri Ngepringan 2

Mahasiswa Akuntansi UNISRI Laksanakan Program “Celengan Cerdas” untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Siswa SD Negeri Ngepringan 2

 Tingkatkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Program "Celengan Cerdas" di SDN Ngepringan 2

Sumber foto: Siti Nurfatikah 


NGEPRINGAN, JENAR – Guna membangun kesadaran finansial sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 24 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar sosialisasi literasi keuangan di SD Negeri Ngepringan 2, Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Program kerja individu bertajuk "Celengan Cerdas: Sosialisasi Menabung serta Edukasi Kebutuhan dan Keinginan" ini diinisiasi oleh Siti Nurfatikah, mahasiswa Program Studi Akuntansi UNISRI. Kegiatan ini dirancang untuk membiasakan siswa mengelola uang saku, memahami pentingnya menabung, serta membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Siti menyampaikan materi secara interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak sekolah dasar. Poin materi mencakup pengertian dan manfaat menabung, opsi tempat menyimpan uang seperti celengan rumah, tabungan sekolah, hingga rekening bank anak serta simulasi memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan.
Sumber foto: Siti Nurfatikah 

"Kebutuhan merupakan hal utama yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup, sedangkan keinginan bersifat tambahan dan bisa ditunda. Memahami perbedaan ini penting agar anak-anak belajar hidup hemat dan bijak menggunakan uang," ujar Siti Nurfatikah.
Guna menjaga antusiasme peserta, kegiatan diawali dengan ice breaking dan dilanjutkan permainan edukatif berupa simulasi klasifikasi barang. 

Siswa diminta mengelompokkan berbagai contoh benda ke dalam kategori "kebutuhan" atau "keinginan" sambil mendiskusikan cita-cita mereka.
Sebagai bentuk praktik langsung, setiap siswa membagikan dan menghias celengan bergambar sesuai kreativitas masing-masing. Media ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk mulai menyisihkan uang saku mereka secara konsisten setiap hari.

Pihak sekolah dan para siswa menyambut positif jalannya kegiatan. Siswa terlihat aktif berpartisipasi, berani menjawab pertanyaan, dan antusias menghias celengan mereka. Melalui edukasi ini, Siti Nurfatikah berharap kebiasaan menabung dan mengelola uang saku tidak berhenti sebatas kegiatan KKN, melainkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi membentuk generasi yang cermat berencana di masa depan.

Penulis: Siti Nurfatikah 
Edukasi Bahaya Hoaks dan Penipuan Online: Upaya Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Desa Kalimacan

Edukasi Bahaya Hoaks dan Penipuan Online: Upaya Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Desa Kalimacan

 Edukasi Bahaya Hoaks dan Penipuan Online: Upaya Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Desa Kalimacan 


Sumber foto: Shella Puspita Sari 


Perkembangan teknologi informasi membawa banyak kemudahan bagi masyarakat, mulai dari kemudahan mengakses informasi hingga bertransaksi secara daring. Namun, kemudahan ini turut diiringi maraknya penyebaran hoaks dan berbagai bentuk penipuan online yang merugikan masyarakat secara materiil maupun psikologis. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya literasi digital agar penggunaan internet dapat dilakukan secara bijak dan aman.

Melihat kondisi ini, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar program kerja individu berupa Edukasi Bahaya Hoaks dan Penipuan Online. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Desa Kalimacan, Sragen, pada Minggu (2/8/2026). Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital, membantu warga mengenali informasi menyesatkan, mencegah masyarakat menjadi korban penipuan online, serta mengajarkan cara menggunakan internet secara aman dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat Desa Kalimacan memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengertian hoaks beserta contoh-contoh yang sering dijumpai di media sosial maupun aplikasi percakapan. Materi juga mencakup ciri-ciri hoaks, seperti penggunaan judul provokatif, isi yang tidak sesuai fakta, ajakan untuk segera membagikan informasi, ketiadaan sumber terpercaya, hingga manipulasi foto atau video. Melalui sesi ini, warga diajak untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Sumber foto: Shella Puspita Sari 

Selain hoaks, materi sosialisasi membahas berbagai modus penipuan online yang kian beragam, seperti penipuan belanja online, phishing, akun palsu, hingga undian berhadiah palsu. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai tanda-tanda penipuan, seperti penawaran keuntungan besar dalam waktu singkat, permintaan data pribadi atau kode OTP, penggunaan bahasa yang mendesak, serta pemanfaatan akun dengan identitas yang tidak jelas.

Guna menghindar dari kejahatan digital, mahasiswa KKN menekankan beberapa langkah pencegahan praktis bagi warga:

1. Tidak mudah mempercayai tawaran yang mencurigakan.

2. Tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.

3. Selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum dipercaya atau disebarkan.

4. Segera melaporkan tindakan penipuan kepada pihak yang berwenang.

Di samping langkah individual, sosialisasi ini juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam membangun budaya literasi digital melalui diskusi keamanan internet serta edukasi yang berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan di Desa Kalimacan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Para peserta tampak antusias sepanjang acara dan mendapatkan pengetahuan baru terkait cara menyaring informasi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan digital. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan berpikir kritis sebelum menerima atau menyebarkan informasi, sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga keamanan data pribadi.

Melalui program kerja individu KKN UNISRI ini, masyarakat Desa Kalimacan diharapkan makin bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. Literasi digital yang baik tidak hanya melindungi individu dari ancaman siber, tetapi juga berkontribusi menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih cerdas, aman, dan bertanggung jawab.


Penulis: Shella Puspita Sari 

Generasi Sehat, Generasi Cerdas tanpa Miras dan Narkoba

Generasi Sehat, Generasi Cerdas tanpa Miras dan Narkoba


Sumber Foto: Ilham Khafid Alfarozi

Kalimacan  – (28/07)

Mahasiswa KKN telah melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai bahaya minuman keras dan narkoba kepada siswa sekolah dasar didesa kalimacan  sebagai upaya meningkatkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi perilaku yang bertentangan dengan hukum. Kegiatan ini dilaksanakan pada selasa (28/07).

Sumber Foto: Ilham Khafid Alfarozi

Bertempat di SDN Kalimacan Kegiatan penyuluhan bertema “Generasi Sehat, Generasi Cerdas Tanpa Miras dan Narkoba” berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai bahaya penyalahgunaan minuman keras dan narkoba dari aspek kesehatan, hukum, sosial, serta pendidikan. Melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan zat adiktif.


yang dihasilkan dari program ini meliputi:

1. Meningkatnya pemahaman siswa mengenai bahaya minuman keras dan narkoba.

2. Meningkatnya kesadaran siswa untuk menerapkan pola hidup sehat dan menjauhi perilaku berisiko.

3. Tumbuhnya komitmen siswa untuk menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan bebas dari minuman keras serta narkoba.

4. Terlaksananya kegiatan edukasi sebagai bentuk pengabdian mahasiswa KKN kepada masyarakat dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan minuman keras dan narkoba sejak usia dini.

5. Terjalinnya kerja sama antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari minuman keras serta narkoba.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berhasil memberikan edukasi mengenai dampak negatif minuman keras dan narkoba terhadap kesehatan, perkembangan mental, prestasi belajar, serta masa depan . Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya memilih pergaulan yang sehat, berani menolak ajakan negatif, dan menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.


Penulis dan penyunting : Ilham Khafid Alfarozi

Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Melalui Edukasi Jenis, Dampak, dan Perkembangan Peredaran Narkotika serta Aspek Hukumnya

Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Melalui Edukasi Jenis, Dampak, dan Perkembangan Peredaran Narkotika serta Aspek Hukumnya

 Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Bahaya Penyalahgunaan Narkotika Melalui Edukasi Jenis, Dampak, dan Perkembangan Peredaran Narkotika serta Aspek Hukumnya

Sumber foto: Caroline Fabia Gunawan

Mojopuro, Sragen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar kegiatan sosialisasi edukasi bahaya penyalahgunaan narkotika di Gedung Serbaguna Dusun Jengglong, Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, pada Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh Kepala Desa Mojopuro, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, Karang Taruna, Posyandu Remaja Dusun Jengglong, serta warga Desa Mojopuro. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait jenis narkotika, dampak penyalahgunaannya, perkembangan peredaran gelap, hingga aspek hukum yang mengaturnya.

Sumber foto:  Caroline Fabia Gunawan

Rangkaian acara berlangsung secara sistematis melalui empat tahapan utama:

1. Pembukaan Kegiatan: Diisi dengan sambutan Kepala Desa Mojopuro dan penyampaian tujuan sosialisasi.

2. Penyampaian Materi Edukasi: Mahasiswa KKN memberikan materi mendalam mengenai jenis-jenis narkotika, dampak fisik, mental, dan sosial, perkembangan pola peredaran, serta sanksi hukum tindak pidana narkotika berdasarkan perundang-undangan di Indonesia.

3. Diskusi dan Tanya Jawab: Peserta berpartisipasi aktif menanyakan langkah pencegahan dan tindakan saat menemukan indikasi penyalahgunaan di sekitar lingkungan mereka.

4. Penutup dan Dokumentasi: Diakhiri imbauan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan dilanjutkan sesi foto bersama.

Seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan mendapat sambutan hangat dari warga. Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap masyarakat Desa Mojopuro makin peduli, mampu menjadi agen pencegahan di tingkat keluarga maupun lingkungan, serta aktif menciptakan ruang hidup yang sehat, aman, dan bebas dari narkotika.

Penulis: Caroline Fabia Gunawan dan Ammar Fikri Khoiril Abyan


Dorong Kemandirian Ekonomi, Mahasiswa KKN UNISRI Pendampingan Pencantuman UMKM Desa Jambangan ke Google Maps

Dorong Kemandirian Ekonomi, Mahasiswa KKN UNISRI Pendampingan Pencantuman UMKM Desa Jambangan ke Google Maps

 Dorong Kemandirian Ekonomi, Mahasiswa KKN UNISRI Pendampingan Pencantuman UMKM Desa Jambangan ke Google Maps

Sumber foto : Alif Putra Pratama 


SRAGEN – Guna meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pemasaran produk lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) menggelar program pendampingan digitalisasi bertajuk "Pencantuman Google Maps Pada UMKM di Desa Jambangan", Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini berfokus pada pendaftaran titik lokasi usaha warga ke platform Google Maps dan Google Business Profile, lengkap dengan informasi jam operasional, foto produk, serta kontak bisnis yang dapat dihubungi.
Inisiatif tersebut dilatarbelakangi oleh masih banyaknya UMKM potensial di Desa Jambangan yang belum terindeks di peta digital. 

Hal ini kerap menyulitkan calon konsumen dari luar daerah untuk menemukan lokasi usaha. Kehadiran titik lokasi yang presisi di platform digital diharapkan mampu meningkatkan kredibilitas usaha, mempermudah akses navigasi pembeli, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pedagang lokal tanpa dipungut biaya.
      
Sumber foto : Alif Putra Pratama 

Pelaksanaan program dilakukan secara langsung oleh mahasiswa KKN melalui metode door-to-door ke berbagai unit usaha warga, dengan dukungan penuh dari pemerintah desa setempat. Rangkaian kegiatan berlangsung secara bertahap selama masa KKN, meliputi pendataan awal, pemotretan produk dan tempat usaha, hingga penentuan titik koordinat lokasi.
Sumber foto: Alif Putra Pratama 

Tak hanya mendaftarkan titik peta, mahasiswa KKN UNISRI juga memberikan pembekalan dan edukasi praktis kepada pemilik usaha mengenai cara mengelola profil bisnis serta memperbarui informasi toko secara mandiri menggunakan ponsel pintar (smartphone). Melalui langkah digitalisasi ini, UMKM di Desa Jambangan diharapkan mampu bertransformasi dan memperkuat kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.

Penulis : Alif Putra Pratama 

Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done