Edukasi Bahaya Hoaks dan Penipuan Online: Upaya Meningkatkan Literasi Digital Masyarakat Desa Kalimacan
Sumber foto: Shella Puspita SariPerkembangan teknologi informasi membawa banyak kemudahan bagi masyarakat, mulai dari kemudahan mengakses informasi hingga bertransaksi secara daring. Namun, kemudahan ini turut diiringi maraknya penyebaran hoaks dan berbagai bentuk penipuan online yang merugikan masyarakat secara materiil maupun psikologis. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya literasi digital agar penggunaan internet dapat dilakukan secara bijak dan aman.
Melihat kondisi ini, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar program kerja individu berupa Edukasi Bahaya Hoaks dan Penipuan Online. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Desa Kalimacan, Sragen, pada Minggu (2/8/2026). Program ini bertujuan meningkatkan literasi digital, membantu warga mengenali informasi menyesatkan, mencegah masyarakat menjadi korban penipuan online, serta mengajarkan cara menggunakan internet secara aman dan bertanggung jawab.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat Desa Kalimacan memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengertian hoaks beserta contoh-contoh yang sering dijumpai di media sosial maupun aplikasi percakapan. Materi juga mencakup ciri-ciri hoaks, seperti penggunaan judul provokatif, isi yang tidak sesuai fakta, ajakan untuk segera membagikan informasi, ketiadaan sumber terpercaya, hingga manipulasi foto atau video. Melalui sesi ini, warga diajak untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
Sumber foto: Shella Puspita SariSelain hoaks, materi sosialisasi membahas berbagai modus penipuan online yang kian beragam, seperti penipuan belanja online, phishing, akun palsu, hingga undian berhadiah palsu. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai tanda-tanda penipuan, seperti penawaran keuntungan besar dalam waktu singkat, permintaan data pribadi atau kode OTP, penggunaan bahasa yang mendesak, serta pemanfaatan akun dengan identitas yang tidak jelas.
Guna menghindar dari kejahatan digital, mahasiswa KKN menekankan beberapa langkah pencegahan praktis bagi warga:
1. Tidak mudah mempercayai tawaran yang mencurigakan.
2. Tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal.
3. Selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum dipercaya atau disebarkan.
4. Segera melaporkan tindakan penipuan kepada pihak yang berwenang.
Di samping langkah individual, sosialisasi ini juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam membangun budaya literasi digital melalui diskusi keamanan internet serta edukasi yang berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan di Desa Kalimacan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Para peserta tampak antusias sepanjang acara dan mendapatkan pengetahuan baru terkait cara menyaring informasi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan digital. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan berpikir kritis sebelum menerima atau menyebarkan informasi, sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga keamanan data pribadi.
Melalui program kerja individu KKN UNISRI ini, masyarakat Desa Kalimacan diharapkan makin bijak dalam memanfaatkan teknologi digital. Literasi digital yang baik tidak hanya melindungi individu dari ancaman siber, tetapi juga berkontribusi menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih cerdas, aman, dan bertanggung jawab.
Penulis: Shella Puspita Sari

