Foto
Bersama Ibu-Ibu PKK RT 07 Dusun Jekawal, Desa Jekawal (FotoKredit: Filomeno da Costa)
SRAGEN
– Mahasiswa KKN Universitas
Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mengadakan sosialisasi "Keuangan Digital:
Aman Bertransaksi dan Terhindar dari Penipuan" bersama ibu-ibu RT 07 Dusun
Silibau, Desa Jekawal, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, pada Selasa (28/7/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk menambah pemahaman masyarakat tentang penggunaan
layanan keuangan digital yang aman.
Sosialisasi
berlangsung santai dan menyatu dengan kegiatan warga sehingga peserta lebih
mudah mengikuti materi yang disampaikan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa
menjelaskan penggunaan mobile banking, dompet digital (e-wallet),
serta pembayaran non-tunai yang kini semakin banyak digunakan dalam aktivitas
sehari-hari, mulai dari belanja kebutuhan rumah tangga hingga pembayaran
tagihan.
Mahasiswa
KKN, Fatma Rustika, menyampaikan bahwa edukasi mengenai keamanan bertransaksi
digital penting diberikan kepada masyarakat agar tidak mudah menjadi korban
penipuan. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memahami
cara bertransaksi secara aman, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta lebih
berhati-hati terhadap pesan atau telepon mencurigakan yang mengatasnamakan bank
maupun pihak tertentu,” ujarnya.
Selain
penyampaian materi, peserta juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman yang
pernah dialami. Salah satu peserta menceritakan bahwa dirinya pernah menerima
telepon dari seseorang yang mengaku memberi kabar bahwa ada anggota keluarganya
yang mengalami kecelakaan. Penelpon berbicara dengan nada panik dan meminta
korban segera mengirim sejumlah uang. Dari pengalaman tersebut, mahasiswa
menjelaskan bahwa modus seperti itu sering digunakan oleh pelaku penipuan untuk
membuat seseorang panik sehingga mengambil keputusan tanpa memeriksa kebenaran
informasi terlebih dahulu.
Dalam
sesi diskusi, peserta diingatkan agar tetap tenang ketika menerima kabar
mendadak melalui telepon, segera menghubungi langsung anggota keluarga yang
disebutkan, serta memastikan informasi dari sumber yang terpercaya sebelum
melakukan transfer uang atau memberikan data pribadi. Peserta juga diimbau
untuk tidak memberikan kode OTP, PIN, kata sandi, maupun data pribadi kepada
siapa pun dan selalu memeriksa kembali nomor tujuan sebelum melakukan
transaksi.
Selama
kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sosialisasi dengan tertib dan antusias.
Beberapa peserta terlihat mengangguk dan memberikan tanggapan ketika contoh
kasus penipuan dibahas karena merasa pernah mendengar kejadian serupa di
lingkungan sekitar. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa materi yang
disampaikan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Melalui
kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu RT 07 Dusun Silibau semakin memahami cara
menggunakan layanan keuangan digital dengan aman, mampu mengenali ciri-ciri
penipuan digital, serta lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan yang
kini semakin beragam seiring berkembangnya teknologi.
Kegiatan
ditutup dengan foto bersama antara mahasiswa KKN dan peserta sebagai
dokumentasi sekaligus penutup rangkaian sosialisasi. Mahasiswa KKN UNISRI
berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar literasi keuangan digital
masyarakat desa semakin meningkat dan masyarakat mampu memanfaatkan teknologi
keuangan secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab.
Penulis:
Fatma Rustika
Penyunting:
Adista