BEM KM Unisri Gelar Semnas, Soroti Realitas Digital dan Sosial Pada Angkatan Muda - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

BEM KM Unisri Gelar Semnas, Soroti Realitas Digital dan Sosial Pada Angkatan Muda

Peneliti BRIN Tri Joko Haryanto saat presentasi materi “Membangun Budaya Remaja Kritis, Literasi, & 5-Anti”, Sabtu, 16 April 2026.

(Sumber Foto: Aryo Satryo Tamtomo)

 

Surakarta, 16 Mei 2026 – BEM Keluarga Mahasiswa (KM) Unisri baru saja menggelar seminar bertajuk “Membangun Budaya Anak Muda yang Kritis, Berliterasi, dan Berkarakter 5-Anti”.

Di era serba terdigitalisasi saat ini, muncul beragam fenomena sosial, adapun dalam hal ini anak muda menjadi segmen yang paling terdampak.

Joko Tri Haryanto peneliti pada bidang agama dan kepercayaan BRIN selaku pembicara pertama menyebut tidak semua informasi di internet mengandung kebenaran.

Karenanya perlu pembudayaan literasi pada anak muda. Tujuannya, agar selain memahami dan kritis dalam menyikapi informasi, pembudayaan literasi dapat menciptakan generasi yang toleran serta mampu mengambil keputusan secara bijak.

“Literasi ini menjadi super power-nya anak muda, jangan cepat puas dengan satu informasi. Saring sebelum sharing,” ucap Joko.

Selain itu juga, anak muda kerap menjadi objek rentan terhadap berbagai praktik-praktik negatif seperti bullying (fisik, verbal, hingga penyebaran video/foto), kekerasan seksual baik fisik maupun verbal, intoleransi, korupsi, hingga narkoba.

“Integritas dimulai dari hal kecil, dari sekarang, dari saat ini,” tegas pria Kelahiran Demak itu. Oleh karena itu, melalui hasil risetnya di Kota Solo, Joko mempresentasikan prinsip 4T, yang terdiri dari Tata Praja (prinsip bermasyarakat), Tata Krama (prinsip kesopanan), Tepa Selira (prinsip toleransi), serta Teguh Manembah (prinsip patuh).


Dengan keempat prinsip tersebut diharapkan dapat menciptakan remaja berkepribadian jempolan. Karena menurut Joko, “Indonesia yang lebih baik dimulai dari anak muda yang baik.”

Sementara itu, Mohammad Miftah Pengarah Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Litbangjirap) IpTek BRIDA Jawa Tengah sekaligus pembicara kedua melihat relasi antara pengaruh lingkungan, peran orang tua, serta pendidikan komprehensif jadi komponen tak terpisahkan atas perilaku remaja.

Miftah juga menyebut tantangan sosial seperti ketergantungan gadget hingga kesenjangan digital perlu dihadapi lewat peningkatan literasi digital. Karenanya, implementasi menjadi hal penting dan menurutnya dapat dipraktikkan melalui pendidikan digital, akses teknologi, pelatihan/workshop, hingga kegiatan ekstrakurikuler.

“Orang yang punya literasi yang kuat dia bisa beradaptasi dengan zamannya,” terang Miftah. Sejalan dengan itu, baik guru atau orang tua sama-sama berperan penting dalam menjalankan praktik itu.

Sementara itu, untuk memerangi fenomena seperti bullying, kekerasan seksual, hingga penggunaan narkoba, Miftah menyebut perlunya pemberdayaan prinsip 5-Anti (Anti Korupsi, Anti Narkoba, Anti Kekerasan Seksual, Anti Perundungan, dan Anti Intoleransi).

Prinsip tersebut pada ruang lingkup sekolah dapat diimplementasikan semisal pengadaan kurikulum 5-Anti, pengadaan ekstrakurikuler pendukung, pengawasan terhadap korban terdampak, sampai evaluasi program.

Di lain sisi, ia juga menekankan perlunya keterlibatan generasi muda sebagai agent of change perlu untuk lebih terlibat secara nyata.

Aksi itu bisa dimulai dengan cara seperti menggunakan teknologi secara bijak, mengembangkan inovasi yang solutif, mengedukasi masyarakat, berpartisipasi pada kegiatan politik, sampai menginspirasi orang lain untuk menjadi agen perubahan selanjutnya.

 

Penulis: Aryo Satryo Tamtomo 

Penyunting: Ghulamy Tathmainul Qalby

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done