Sampah yang Dikumpulkan, Harapan yang Ditumbuhkan: Menelisik Pusat Pengolahan Sampah Organik Terbesar di Indonesia - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Sampah yang Dikumpulkan, Harapan yang Ditumbuhkan: Menelisik Pusat Pengolahan Sampah Organik Terbesar di Indonesia


 

Karya: Vanessa Adinda Kusuma D.S

 

Bau khas sampah organik tidak lagi tercium saat langkah kaki memasuki kawasan pengolahan sampah organik di Oasis Kudus. Di tempat inilah, sisa makanan dan limbah organik yang kerap kali dianggap tidak berguna justru menemukan makna baru. Kunjungan Ecotour Oasis Kudus pada 26 November 2025 membuka mata mahasiswa bahwa di balik tumpukan sampah, ada upaya serius untuk menjaga lingkungan yang telah berjalan bertahun-tahun.

 

Kegiatan kunjungan ini diselenggarakan oleh Djarum Foundation bekerja sama dengan Solopos Media Group. Salah satu agenda yang paling menarik adalah melihat langsung pusat pengolahan sampah organik terbesar di Indonesia yang dikelola melalui Program Bakti Lingkungan Djarum Foundation. Fasilitas ini menjadi bukti nyata bahwa persoalan sampah dapat dikelola secara berkelanjutan jika ditangani dengan sistem yang tepat.

 

Setiap harinya, sekitar 50 ton sampah organik diolah di pusat ini. Sampah tersebut berasal dari berbagai sumber di wilayah Kudus, mulai dari rumah tangga hingga area publik. Alih-alih dibuang ke tempat pembuangan akhir, sampah organik di kawasan Kudus diproses menjadi kompos yang siap dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

 

Menariknya, kompos hasil pengolahan ini tidak diperjualbelikan. Djarum Foundation membagikannya secara gratis kepada warga Kudus yang membutuhkan kompos. Masyarakat perorangan yang membutuhkan kompos dapat mengajukan permintaan secara langsung, sementara untuk kebutuhan dalam jumlah besar, seperti pertanian atau komunitas tertentu, pengajuan dapat dilakukan melalui proposal. Kebijakan ini menunjukkan bahwa program yang diadakan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation tidak berorientasi pada keuntungan, melainkan pada manfaat lingkungan dan sosial.

 

Program pengolahan sampah organik ini telah berjalan sejak tahun 2018 dan terus menunjukkan konsistensinya hingga saat ini. Salah satu faktor pendukung keberhasilannya adalah layanan penjemputan sampah organik secara gratis. Dengan sistem ini, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai proses pengiriman sampah, karena seluruh tahapan telah difasilitasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation.

 

Tidak berhenti pada pengolahan, program ini juga memberikan edukasi kepada warga masyarakat Kudus. Masyarakat Kudus didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah, terutama memisahkan sampah organik agar dapat dikelola secara optimal. Edukasi ini menjadi membawa dampak besar, karena pengelolaan sampah yang efektif selalu dimulai dari kesadaran individu.

 

Melalui kegiatan Ecotour Oasis Kudus, mahasiswa tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga pengalaman langsung melihat bagaimana sampah organik bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai. Program Bakti Lingkungan Djarum Foundation menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar urusan teknis, melainkan juga bentuk kepedulian bersama terhadap keberlanjutan masa depan lingkungan. Dari tempat inilah, sebuah harapan tentang pengelolaan limbah sampah organik berkelanjutan terus tumbuh.

 

 

 

Penulis            : Vanessa Adinda Kusuma D.S

 

Penyunting      : Fahra Nautisya Octavia Hany

 

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done