LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis: Kabar Kampus
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Kabar Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Kampus. Tampilkan semua postingan
Ubah Sampah Jadi Rupiah: Cerita KKN UNISRI Bangun Bank Sampah di Desa Slogo Sragen

Ubah Sampah Jadi Rupiah: Cerita KKN UNISRI Bangun Bank Sampah di Desa Slogo Sragen

 Ubah Sampah Jadi Rupiah: Cerita KKN UNISRI Bangun Bank Sampah di Desa Slogo Sragen

Sumber foto: KKN-PPM Unisri kelompok 100


SRAGEN — Tumpukan sampah rumah tangga kini tak lagi sekadar menjadi masalah lingkungan yang diabaikan. Di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 100, persoalan ini diubah menjadi peluang ekonomi bagi warga Desa Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Langkah ini diwujudkan melalui peluncuran program "Sosialisasi dan Pembentukan Bank Sampah". Para mahasiswa terjun langsung mengubah cara pandang masyarakat terhadap sisa konsumsi harian. Alih-alih dibuang atau dibakar begitu saja, warga kini diajak mulai memilah sampah dari dapur mereka sendiri.

Dalam sesi sosialisasi yang berjalan hangat, masyarakat diedukasi secara perlahan mengenai seni memilah sampah organik dan anorganik. Warga diajak menyadari bahwa barang-barang seperti botol plastik, kardus, hingga kaleng bekas ternyata menyimpan nilai ekonomi jika dikelola dengan sistem yang tepat.

Guna mewujudkan hal tersebut, mahasiswa KKN UNISRI bersama perangkat desa dan warga setempat berkolaborasi mendirikan Bank Sampah Desa Slogo.

Kehadiran Bank Sampah ini membawa dua misi utama bagi Desa Slogo, yaitu:

  • Wadah Partisipasi Ekologis: Mencegah sampah mencemari lingkungan dan menekan volume sampah yang dibuang sembarangan.
  • Sirkulasi Ekonomi Mandiri: Menjadi fasilitas di mana sampah yang masih memiliki nilai guna dapat didaur ulang, ditabung, dan ditukar menjadi pundi-pundi rupiah oleh warga.

Dukungan penuh dari pemerintah desa menjadi kunci agar sistem ini terus berlanjut. Kolaborasi ini dirancang agar siklus pengelolaan sampah bisa berjalan mandiri meski masa pengabdian mahasiswa KKN telah usai.

Kini, embrio kepedulian lingkungan itu telah lahir di Desa Slogo. Bank Sampah ini bukan sekadar tempat pengepulan, melainkan wujud nyata kontribusi mahasiswa UNISRI dalam merajut pembangunan desa yang asri, bersih, dan berkelanjutan secara ekonomi.


Penulis: (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 100

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi “Sosialisasi Cegah Kekerasan Sejak Dini dan Stop Bullying” di SDN 01 Krikilan

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi “Sosialisasi Cegah Kekerasan Sejak Dini dan Stop Bullying” di SDN 01 Krikilan

 Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Edukasi “Sosialisasi Cegah Kekerasan Sejak Dini dan Stop Bullying” di SDN 01 Krikilan

Dok.Wahyu Putri Astuti 



SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan program kerja individu bertajuk “Sosialisasi Cegah Kekerasan Sejak Dini dan Stop Bullying” di SDN 01 Krikilan, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 5 dengan tujuan menanamkan pemahaman tentang kekerasan dan perundungan (bullying) sejak dini.

Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memberi edukasi kepada anak-anak usia sekolah dasar agar mampu mengenali bentuk-bentuk kekerasan, membedakan antara bercanda dan menyakiti, serta berani berkata “TIDAK” terhadap bullying. Anak-anak perlu memahami bahwa kekerasan tidak hanya berupa fisik, tetapi juga verbal, sosial, dan daring.

Kegiatan diawali dengan perkenalan mahasiswa KKN bersama peserta, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi sesuai tujuan pembelajaran, yaitu: mengenal apa itu kekerasan dan perundungan (bullying), mengetahui contoh perilaku yang menyakiti orang lain, belajar cara mencegah dan menghadapi kekerasan, serta berani berkata “TIDAK” pada kekerasan dan melapor kepada orang dewasa yang dipercaya.


Kenali Bentuk Kekerasan dan Perundungan

Pada sesi inti, mahasiswa menjelaskan pengertian kekerasan sebagai tindakan yang dapat menyakiti tubuh, perasaan, atau pikiran orang lain. Ditekankan bahwa kekerasan tidak hanya memukul atau menendang, tetapi juga kata-kata yang menghina, mengancam, atau mempermalukan.

Selanjutnya dipaparkan bentuk-bentuk kekerasan, meliputi:

1. Fisik: memukul, menendang, mendorong, mencubit.

2. Verbal: mengejek, menghina, mengancam, memanggil dengan julukan yang menyakitkan.

3. Sosial: mengucilkan, mengajak teman lain untuk menjauhi seseorang.

4. Daring: menyebarkan foto atau pesan yang mempermalukan orang lain.

Materi dilanjutkan dengan penjelasan tentang bullying sebagai perilaku menyakiti atau menekan orang lain secara berulang yang dapat membuat seseorang merasa takut, sedih, malu, atau tidak percaya diri. Peserta juga diajak memahami perbedaan antara bercanda dan menyakiti: bercanda membuat semua orang senang, sedangkan menyakiti membuat ada yang merasa takut, sedih, malu, atau tidak nyaman. Jika teman berkata “berhenti”, maka harus dihentikan.


dok.Wahyu Putri Astuti 



Langkah Penanganan dan "Janji Kelas 5"

Mahasiswa juga menyampaikan langkah yang harus diambil jika melihat teman mengalami kekerasan, yaitu: jangan ikut mengejek atau menertawakan, bantu teman mencari tempat yang aman, beritahu guru atau orang dewasa yang dipercaya, serta menekankan bahwa menolong teman adalah tindakan berani dan baik. Untuk mencegah kekerasan, siswa diajak saling menghormati, saling membantu, tidak mengejek teman, dan berteman dengan semua orang agar sekolah menjadi tempat yang aman dan bahagia.

Agar suasana lebih interaktif dan mengena, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan “Janji Kelas 5” bersama-sama. Siswa berjanji: tidak akan melakukan kekerasan, akan menghormati teman dan guru, tidak akan mengejek atau merundung teman, akan membantu teman yang membutuhkan, serta berani berkata dan melapor jika terjadi kekerasan. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam menyimak materi, menjawab pertanyaan, dan mengucapkan janji kelas.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan siswa SDN 01 Krikilan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kekerasan dan bullying, serta berani berkata “TIDAK” terhadap segala bentuk perundungan. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN UNISRI berharap edukasi sederhana ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang baik, sopan, saling menghargai, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.


Penulis : Wahyu Putri Astuti 

Bantu Keterbukaan Informasi, Mahasiswa UNISRI Rancang Papan Struktur Organisasi Desa Slogo

Bantu Keterbukaan Informasi, Mahasiswa UNISRI Rancang Papan Struktur Organisasi Desa Slogo

 Bantu Keterbukaan Informasi, Mahasiswa UNISRI Rancang Papan Struktur Organisasi Desa Slogo

Mahasiswa KKN UNISRI, Kezia Indi Kusuma Wardani, menyerahkan desain papan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) secara simbolis kepada Kepala Desa Slogo, Bintoro Adi Saputro, S.T., di Balai Desa Slogo, Tanon, Sragen, Selasa (18/8/2026).




SRAGEN — Ketiadaan media visual informasi mengenai susunan pemerintahan desa mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta merancang papan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) bagi Desa Slogo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Desain papan SOTK Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Slogo tersebut diserahkan langsung oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UNISRI, Kezia Indi Kusuma Wardani, kepada Kepala Desa Slogo, Bintoro Adi Saputro, S.T., di Balai Desa Slogo, Selasa (18/8/2026).

Kezia menjelaskan bahwa program kerja individu ini diinisiasi untuk menjawab kebutuhan transparansi dan keterbukaan informasi di lingkungan kantor desa. Papan visual ini dirancang agar masyarakat maupun tamu dinas dapat dengan mudah mengenali susunan serta fungsi jabatan perangkat desa tanpa harus bertanya terlebih dahulu.

Dalam proses pembuatannya, Kezia menerapkan metode komunikasi visual sederhana melalui penyusunan data kelembagaan, bagar hirarki yang rapi, serta tata letak (layout) yang informatif dan praktis dipahami.


Dok.Kezia Indi Kusuma Wardani

Menurutnya, media visual memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi, terutama ketika informasi tersebut berkaitan dengan struktur organisasi yang terdiri dari beberapa unsur dan jabatan. Penyajian dalam bentuk papan struktur diharapkan dapat membuat informasi lebih praktis untuk dipahami oleh masyarakat maupun pihak lain yang datang ke kantor desa.

Kepala Desa Slogo, Bintoro Adi Saputro, S.T., menyambut baik program yang dilakukan mahasiswa KKN tersebut. Pihak desa menilai hasil desain dapat membantu memenuhi kebutuhan informasi yang selama ini belum tersedia dalam bentuk papan struktur organisasi. Bintoro menyampaikan bahwa kerja sama dengan mahasiswa KKN memberikan manfaat bagi Desa Slogo karena mahasiswa dapat membantu mengerjakan kebutuhan desa sesuai dengan kemampuan dan bidang keilmuannya.

“Ini merupakan hal yang positif bagi desa. Sebelumnya kami memang belum mempunyai papan struktur organisasi yang bisa ditampilkan di kantor desa. Dengan adanya desain ini, informasi mengenai struktur Pemerintah Desa dan BPD dapat disajikan dengan lebih jelas,” ujar Bintoro.

Ia berharap hasil desain yang telah diserahkan dapat segera dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa Slogo. Selain menjadi media informasi bagi masyarakat, papan tersebut juga diharapkan dapat membuat penyajian informasi di lingkungan kantor desa menjadi lebih tertata.

Keberadaan papan struktur organisasi juga dinilai memiliki dampak dalam mendukung keterbukaan informasi di tingkat desa. Masyarakat yang datang ke kantor desa dapat mengetahui susunan perangkat Pemerintah Desa Slogo dan BPD tanpa harus terlebih dahulu mencari atau menanyakan informasi kepada perangkat desa.

Melalui pembuatan desain papan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa Slogo dan BPD Slogo, program KKN tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Papan struktur yang nantinya dipasang di lingkungan kantor desa diharapkan menjadi salah satu sarana informasi yang membantu masyarakat mengenali susunan pemerintahan Desa Slogo.

Dengan adanya desain papan struktur organisasi tersebut, Desa Slogo kini memiliki rancangan media informasi yang dapat digunakan untuk menampilkan susunan Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa secara lebih terstruktur, informatif, dan mudah diakses oleh masyarakat yang berkunjung ke kantor desa.


Penulis : Kezia Indi Kusuma Wardani

Tingkatkan Literasi Finansial, Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Pencatatan Keuangan Rumah Tangga Berbasis Aplikasi Money+

Tingkatkan Literasi Finansial, Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Pencatatan Keuangan Rumah Tangga Berbasis Aplikasi Money+

Tingkatkan Literasi Finansial, Mahasiswa KKN UNISRI Edukasi Pencatatan Keuangan Rumah Tangga Berbasis Aplikasi Money+ 


Mahasiswa KKN UNISRI berfoto bersama warga usai sosialisasi pencatatan keuangan rumah tangga berbasis aplikasi Money+ di Balai Desa Ngargotirto, Sumberlawang, Sragen, Kamis (23/7/2026)



SRAGEN — Sebanyak 50 warga Desa Ngargotirto mengikuti sosialisasi pengelolaan keuangan rumah tangga berbasis digital di Balai Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta ini mengusung tema “Keuangan Tertata, Keluarga Sejahtera: Sosialisasi Penyusunan Keuangan Rumah Tangga Berbasis Aplikasi Money+”. Program ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memetakan arus kas domestik secara sistematis.

Dalam sosialisasi tersebut, warga dibekali pemahaman mendasar mengenai perencanaan keuangan, pencatatan rutin pemasukan dan pengeluaran, pemilahan antara kebutuhan dan keinginan, hingga pentingnya pengalokasian dana darurat.

Sebagai langkah modernisasi pencatatan manual, mahasiswa KKN memandu warga mempraktikkan langsung penggunaan aplikasi pencatatan keuangan Money+. Peserta didampingi untuk mengenali berbagai fitur digital, seperti pengkategorian transaksi hingga pemantauan grafik perkembangan kondisi finansial bulanan secara praktis melalui ponsel pintar.


Dok.Adinda Retno Tri Wulandari 


Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi interaktif dan tanya jawab. Melalui pemanfaatan teknologi ini, warga Desa Ngargotirto diharapkan dapat mengadopsi kebiasaan finansial yang lebih disiplin, terukur, dan transparan demi mewujudkan ketahanan ekonomi keluarga yang berkelanjutan.

Penulis : Adinda Retno Tri Wulandari 

Kreatif! Cetuskan Paspor Mini, Mahasiswa UNISRI Ajak Siswa SDN Srawung 1 Belajar Dream Job Lewat Media Interaktif

Kreatif! Cetuskan Paspor Mini, Mahasiswa UNISRI Ajak Siswa SDN Srawung 1 Belajar Dream Job Lewat Media Interaktif

 Kreatif! Cetuskan Paspor Mini, Mahasiswa UNISRI Ajak Siswa SDN Srawung 1 Belajar Dream Job Lewat Media Interaktif

Mahasiswa KKN-PPM UNISRI berfoto bersama siswa kelas 4 SDN Srawung 1, Gesi, Sragen, usai pelaksanaan program edukasi Bahasa Inggris interaktif, Kamis (30/7/2026). 






SRAGEN — Bahasa Inggris kerap dianggap rumit dan menakutkan bagi siswa sekolah dasar (SD) di kawasan pedesaan akibat minimnya pemaparan bahasa asing. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar pembelajaran interaktif di SD Negeri Srawung 1, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kosakata Profesi Dasar Bahasa Inggris dan Penguatan Motivasi Meraih Cita-Cita Melalui Fun Games dan Media Paspor Mini” ini diinisiasi oleh Farah Alya Salsabila, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP UNISRI dari Kelompok 16. Program yang diikuti 16 siswa kelas 4 SD ini bertujuan mematahkan stigma kaku dalam belajar bahasa asing, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri siswa saat mengungkapkan cita-cita.


Ubah Hambatan Kosakata Menjadi Permainan Seru

Dalam pelaksanaannya, tantangan utama yang dihadapi para siswa adalah terbatasnya perbendaharaan kata (vocabulary) serta kekakuan dalam melafalkan ejaan bahasa asing. Banyak siswa canggung dan takut salah saat menyebutkan jenis profesi (occupations) maupun lokasi tempat kerja (workplaces).

Guna mengatasi hambatan tersebut, pembelajaran diawali dengan pengenalan kosakata dasar menggunakan media kartu edukatif (flashcard). Metode dilanjutkan melalui pendekatan game-based learning berupa The Hot Potato Game. Diiringi musik ceria, bola kecil dioper dari tangan ke tangan. Saat musik dimatikan secara mendadak, siswa yang memegang bola terakhir wajib menyebutkan nama profesi yang ditunjukkan pada flashcard, seperti astronaut, firefighter, pilot, atau doctor.

Melalui permainan spontan ini, siswa diajak melatih kemampuan merespons pertanyaan lisan “What do you want to be?” dan “Where will you work?” menggunakan pola kalimat sederhana “I want to be a/an...” serta “I will work in a/an…” tanpa merasa dihakimi.


Visualisasikan Cita-Cita Lewat The Future Leader's Passport

Puncak dari kegiatan pengajaran ini terletak pada pembuatan proyek karya fisik berupa The Future Leader's Passport atau Paspor Masa Depan. Menggunakan media kertas yang dilipat menyerupai paspor sungguhan, siswa diajak mengisi biodata karier dalam Bahasa Inggris mencakup Name, Age, Future Job, dan Workplace, lalu menghiasnya menggunakan pensil warna.

Untuk melatih keberanian berbicara di depan umum, para siswa diminta maju ke depan kelas untuk membacakan hasil paspor milik mereka di hadapan teman-temannya.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan ketuntasan proyek, Farah memberikan stempel khusus berupa stiker good job (Visa Stamp) pada lembar belakang paspor. Penempelan stiker ini menjadi simbol bahwa "paspor masa depan" milik mereka telah resmi aktif untuk membawa mereka meraih cita-cita.

Mahasiswa KKN-PPM UNISRI, Farah Alya Salsabila, mendampingi siswa SDN Srawung 1 Sragen membacakan cita-citanya menggunakan media interaktif The Future Leader's Passport, Kamis (30/7/2026).



Apresiasi dan Harapan

​Kepala Sekolah beserta Guru Kelas 4 SDN Srawung 1 menyambut hangat inisiatif pengajaran interaktif ini. Kehadiran media flashcards, lagu interaktif, permainan bola berantai, hingga pembuatan paspor mini terbukti mampu menciptakan suasana kelas yang hidup, aktif, dan ceria.


Siswa kelas 4 SDN Srawung 1, Sragen, menunjukkan karya The Future Leader's Passport berisi biodata cita-cita dalam Bahasa Inggris usai mengikuti pembelajaran interaktif bersama KKN-PPM UNISRI

​"Melalui integrasi permainan dan karya paspor mini ini, saya berharap anak-anak di Desa Srawung tidak lagi merasa takut atau malu dalam belajar Bahasa Inggris. Lebih dari itu, saya ingin memupuk motivasi dan kepercayaan diri mereka sejak dini bahwa setiap anak dari desa pun berhak memiliki cita-cita yang besar dan berwawasan global," ujar Farah.

Rangkaian kegiatan edukatif ini diakhiri dengan sesi pemotretan mandiri, di mana para siswa memamerkan buku paspor masa depan karya mereka ke depan kamera, dilanjutkan dengan foto bersama seluruh elemen kelas.

Penulis: Farah Alya Salsabila- Pendidikan Guru Bahasa inggris 


Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Mahasiswa KKN UNISRI Pemberdayaan Ibu PKK Desa Pagak

Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Mahasiswa KKN UNISRI Pemberdayaan Ibu PKK Desa Pagak

 Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Mahasiswa KKN UNISRI Pemberdayaan Ibu PKK Desa Pagak

Dok.Tisna Meilani Rahayu




SRAGEN — (12/8/2026) Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar limbah minyak jelantah bersama Ibu-Ibu PKK Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Kegiatan ini diusung sebagai solusi kreatif dalam mengelola limbah rumah tangga. Selain menekan risiko pencemaran lingkungan, pemanfaatan minyak goreng bekas ini juga diproyeksikan membuka peluang usaha ekonomi kreatif bagi warga setempat

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai bahaya limbah jelantah jika dibuang sembarangan, dilanjutkan dengan pengenalan alat, bahan, serta demonstrasi pembuatan lilin.
Para peserta diajak mempraktikkan langsung setiap tahapan produksi dengan pendampingan tim KKN. Prosesnya meliputi pemurnian minyak jelantah, pencampuran bahan pengeras lilin, penambahan minyak esensial (essential oil) sebagai pewangi, pemasangan sumbu, hingga tahap pencetakan ke dalam wadah.



Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) sedang mempraktikkan proses pembuatan lilin aromaterapi di hadapan Ibu-ibu PKK di Desa Pagak, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. 



Tak sekadar bernilai guna, produk lilin aromaterapi ini dirancang agar memiliki daya jual. Dengan variasi bentuk, warna, serta kemasan yang dilengkapi branding menarik, produk olahan limbah ini berpotensi dipasarkan sebagai suvenir, dekorasi, maupun produk komersial melalui media sosial.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang jalannya praktik. Melalui inovasi sederhana ini, minyak jelantah yang semula dianggap sampah dapur berhasil "naik kelas" menjadi produk bernilai ekonomi. Program KKN UNISRI ini diharapkan tidak berhenti pada sesi pelatihan saja, tetapi berkelanjutan menjadi usaha rintisan rumahan bagi kelompok PKK Desa Pagak.


Penulis: Tisna Meilani Rahayu


Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Manajemen Distribusi Produk UMKM untuk Ibu-Ibu PKK Desa Krikilan

Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Manajemen Distribusi Produk UMKM untuk Ibu-Ibu PKK Desa Krikilan

 Mahasiswa KKN UNISRI Gelar Pelatihan Manajemen Distribusi Produk UMKM untuk Ibu-Ibu PKK Desa Krikilan

Sumber foto: Dheny Arianto

SRAGEN — Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Tahun 2026, mahasiswa KKN turut aktif mengabdi di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. Bambang Ali Kusumo, S.H., M.Hum.

Sebagai bagian dari pengabdian tersebut, Dheny Arianto, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mengusung program kerja individu bertajuk "Pelatihan Manajemen Distribusi Produk UMKM untuk Meningkatkan Efektivitas Penyaluran Produk". Program ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pengelolaan rantai pasok yang efisien, teknik penataan stok, pemilihan saluran distribusi yang tepat, serta perluasan jangkauan pasar bagi produk UMKM lokal yang dikelola oleh ibu-ibu PKK

    
Foto: Dheny 
Suasana pelatihan manajemen distribusi produk UMKM oleh mahasiswa KKN UNISRI untuk Ibu-Ibu PKK desa Krikilan,Sragen.

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juli 2026, pukul 18.30–20.00 WIB, bertempat di rumah salah satu warga RT 11 Desa Krikilan, bertepatan dengan agenda rutin pertemuan PKK. Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias dan ramah, sehingga acara berlangsung lancar.

Pelaksanaan program terbagi dalam beberapa tahapan utama:
1. Pemaparan Materi: Penyampaian konsep dasar manajemen distribusi dan pentingnya efisiensi penyaluran produk.
2. Praktik & Simulasi: Simulasi alur penyaluran produk, teknik penataan stok, pengemasan (packing) yang aman untuk pengiriman, serta diskusi interaktif 
3. Pendampingan & Penutup: Sesi tanya jawab dan pendampingan lanjutan untuk memotivasi para peserta.

Melalui program kerja ini, ibu-ibu PKK Desa Krikilan diharapkan mendapat manfaat nyata berupa peningkatan wawasan serta keterampilan operasional dalam mengembangkan skala usaha mereka.

Penulis: Dheny Arianto
Peningkatan Penjualan UMKM: Mahasiswa KKN Gencarkan Rebranding Logo dan Konten Digital di Desa Kedungringin, Jenar, Sragen

Peningkatan Penjualan UMKM: Mahasiswa KKN Gencarkan Rebranding Logo dan Konten Digital di Desa Kedungringin, Jenar, Sragen

 Peningkatan Penjualan UMKM: Mahasiswa KKN Gencarkan Rebranding Logo dan Konten Digital di Desa Kedungringin, Jenar, Sragen

Sumber foto: Erlangga dan Intan

Ngepringan – (23/07/26) Di tengah persaingan usaha yang ketat, penampilan visual produk dan keaktifan di media sosial menjadi sangat penting bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 24 secara resmi melaksanakan program kerja individu berupa pendampingan pembuatan konten promosi digital serta pembaruan identitas visual (rebranding logo) guna membantu pelaku usaha lokal meningkatkan daya pikat produk mereka, salah satunya melalui pendampingan pada UMKM Yani’s Snack.

Langkah ini diambil mengingat banyaknya produk UMKM yang memiliki kualitas unggulan, namun belum terkemas secara maksimal di ruang digital. Melalui program ini, pemilik usaha diajak untuk merancang logo baru yang lebih segar, modern, dan mudah diingat oleh calon konsumen.

Selain memperbarui identitas visual, program ini juga membekali pemilik usaha dengan keterampilan praktis dalam membuat konten pemasaran. Pendampingan tersebut diwujudkan melalui pembuatan video promosi yang memuat penjelasan produk secara detail serta visual produk yang menarik. Mulai dari teknik mengambil foto produk yang estetik menggunakan ponsel pintar, menyusun ide cerita promosi, hingga memanfaatkan platform media sosial secara optimal.

"Logo dan konten media sosial adalah 'etalase' pertama yang dilihat oleh pembeli saat ini. Jika tampilannya menarik dan profesional, rasa percaya calon pembeli tentu akan meningkat pesat."

Dengan adanya strategi visual yang tepat dan konten yang relevan, produk UMKM diharapkan tidak hanya sekadar dikenal, tetapi juga mampu membangun keterikatan emosional dengan pelanggan. Hasil akhirnya, angka penjualan dan minat beli masyarakat terhadap produk lokal dapat terus melonjak di era serba digital ini.
Intervensi rebranding logo dan pembuatan konten digital ini mengacu pada kerangka Ekuitas Merek (Brand Equity) dan Model Respons Konsumen. 

Pembaruan identitas visual bertindak sebagai stimulus eksternal yang merestrukturisasi Brand Awareness (kesadaran merek) dan Brand Image (citra merek) di benak calon pembeli. Ketika identitas visual sebuah UMKM dikemas secara konsisten dan estetik, hal tersebut mampu mereduksi Perceived Risk (persepsi risiko) yang sering kali timbul dalam transaksi digital, sehingga mempercepat transisi calon konsumen dari tahap Cognitive (pengenalan) menuju tahap Affective (ketertarikan emosional).
 
Sumber foto: Erlangga dan Intan 
Di samping itu, penguatan kapasitas dalam produksi konten digital menekankan pada penerapan konsep Content Marketing dan Digital Storytelling. Melalui pemanfaatan platform berbasis audio-visual, komunikasi pemasaran tidak lagi bersifat satu arah seperti tiktok dan instagram (one-way communication) , melainkan bergeser menjadi bentuk interaksi yang dinamis. Elemen naratif dan estetika video produk terbukti secara signifikan meningkatkan tingkat Customer Engagement (keterikatan pelanggan). Keterikatan ini menjadi prediktor utama dalam membentuk Purchase Intention (minat beli) yang pada akhirnya berorientasi pada keputusan pembelian berulang (repeat purchase).

Melalui pendekatan pendampingan yang berbasis pada integrasi teori komunikasi pemasaran dan praktik teknologi informasi ini, keberlanjutan UMKM seperti Yani’s Snack diharapkan tidak hanya ditopang oleh keberadaan produk yang berkualitas, tetapi juga oleh keunggulan kompetitif yang terukur di ekosistem digital. Untuk melihat secara langsung penjelasan produk yang dijual beserta tampilan visualnya, Anda dapat menyaksikan video dokumentasi kegiatan melalui tautan berikut: https://youtube.com/shorts/OpsVF-8SEfc?si=Kko4RW41U8C977v2


Penulis: Intan Mayang Jati & Erlangga Surya Daryatama

Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done