Mahasiswa KKN Unisri Edukasi siswa SDN 2 Banaran tentang Literasi digital
![]() |
| Sumber foto : Nala Mugni Ibrahim |
SRAGEN (27/7/26) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI), Nala Mugni Ibrahim, dari Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum, melaksanakan program kerja individu berupa edukasi Literasi digital di SD Negeri 2 Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Literasi Digital”
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya menciptakan lingkungan bermedia sosial yang bijak, aman, beretika. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai media sosial, mulai dari pengertian, bentuk, dampak, hingga cara mencegahnya. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai etika serta pentingnya saling menghargai, peduli, bertanggung jawab dan menghormati sesama pengguna media sosial.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai apa itu literasi digital dan keamanan digital yang disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa. Dalam sesi tersebut, siswa diajak mengenali berbagai bentuk hal baik dan buruk di internet yang dapat terjadi di lingkungan media sosial serta memahami dampak yang dapat ditimbulkan bagi korban maupun pelaku.
Materi juga dilengkapi dengan pembahasan mengenai cara mengenali dan menghindari berita bohong (hoax) yang banyak beredar di media sosial. Siswa diajarkan ciri-ciri umum berita hoax, seperti judul yang berlebihan atau memancing emosi, sumber yang tidak jelas, serta isi berita yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Siswa juga diberikan tips sederhana untuk menyaring informasi, di antaranya membaca berita secara menyeluruh sebelum menyimpulkan, memeriksa kembali sumber dan fakta melalui situs tepercaya, serta tidak mudah membagikan (share) informasi sebelum memastikan kebenarannya. Melalui pemaparan ini, siswa diharapkan mampu bersikap lebih kritis dan berhati-hati dalam menerima serta menyebarkan informasi di dunia digital.
Program kerja individu ini sekaligus menjadi salah satu upaya mendukung Wellness Economy, yang tengah menjadi perhatian global. Salah satu sektor dalam wellness economy adalah kesejahteraan mental (mental wellness), yang di era digital saat ini berkaitan erat dengan digital wellbeing. yaitu kesejahteraan seseorang dalam menggunakan teknologi dan media sosial secara sehat. Paparan berita bohong (hoax), konten negatif, maupun interaksi yang tidak beretika di media sosial dapat berdampak pada kondisi mental penggunanya, terutama bagi anak-anak yang masih dalam tahap pembentukan pemahaman digital. Oleh karena itu, edukasi literasi digital sejak usia dini merupakan bentuk upaya pencegahan yang sejalan dengan prinsip wellness economy, bukan sekadar menangani dampak negatif setelah terjadi. Melalui kegiatan ini, siswa SD Negeri 2 Banaran diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi digital yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga sehat secara mental dan bijak dalam bermedia sosial.
Meskipun terdapat beberapa kendala seperti perbedaan tingkat pemahaman siswa, kondisi kelas yang terkadang kurang kondusif, serta keterbatasan waktu, kegiatan tetap dapat terlaksana dengan baik. Antusiasme siswa dan dukungan dari pihak sekolah turut membantu kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Selanjutnya, siswa mengikuti kuis sederhana yang berkaitan dengan materi yang telah diberikan. termasuk materi mengenai cara menghindari jebakan berita hoax. Kuis dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa sekaligus membuat suasana pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan baik juga mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan mereka.
![]() |
| Sumber foto: Nala Mugni Ibrahim |
Sebagai penutup, seluruh siswa diingatkan kembali tentang mengenai etika serta pentingnya saling menghargai, peduli, dan menghormati sesama pengguna media sosial. serta pentingnya selalu bersikap hati-hati dan waspada terhadap berita bohong (hoax) agar tidak mudah terjebak informasi yang menyesatkan.
Pelaksanaan program kerja individu ini mendapat dukungan dari pihak SD Negeri 2 Banaran. Pihak sekolah membantu memberikan izin, menyediakan tempat, serta mendampingi jalannya kegiatan. Dukungan tersebut membantu kegiatan edukasi dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
Melalui kegiatan ini, Nala berharap siswa dapat lebih memahami dampak media sosial dan mampu menerapkan mengenai etika serta pentingnya saling menghargai, peduli, bertanggung jawab dan menghormati sesama pengguna media sosial.dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tersebut juga diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan di sekolah maupun diluar sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Penulis : Nala Mugni Ibrahim

