![]() |
| Sumber foto:Kavita Risang Putri Santoso |
Pelatihan Kewirausahaan Melalui Kreasi Kerajinan Tangan dari Kawat Bulu untuk Meningkatkan Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan Siswa Sekolah Dasar dilaksanakan pada 27 Juli 2026 di SD N Dawung 2. Kegiatan ini ditujukan kepada siswa sekolah dasar sebagai bentuk pengenalan kewirausahaan sejak dini melalui kegiatan yang dekat dengan kreativitas dan keterampilan membuat kerajinan.
Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai apa itu kewirausahaan kepada siswa. Pada tahap ini siswa diberikan pemahaman sederhana bahwa kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan berjualan, tetapi juga tentang kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan memiliki nilai manfaat. Siswa kemudian diajak memahami beberapa hal yang dapat dilatih melalui kegiatan kewirausahaan, seperti kreativitas, keberanian mencoba hal baru, kemandirian, rasa percaya diri, serta belajar menghargai uang.
Setelah pengenalan dasar mengenai kewirausahaan, kegiatan dilanjutkan dengan memperkenalkan kawat bulu atau pipe cleaner sebagai bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan. Siswa dijelaskan bahwa kawat bulu merupakan bahan yang lentur dan mudah dibentuk karena memiliki lapisan serat halus. Dari satu jenis bahan tersebut, siswa dapat membuat berbagai macam bentuk dan produk, seperti bunga, hewan, cincin, gantungan kunci, maupun hiasan meja.
![]() |
| Sumber foto:Kavita Risang Putri Santoso |
Siswa mulai diajak untuk berkreasi menggunakan kawat bulu. Siswa mengikuti arahan yang diberikan dan mencoba membentuk bahan tersebut menjadi sebuah kerajinan sesuai dengan kreativitas mereka. Dalam prosesnya, siswa dapat mencoba berbagai bentuk dan tidak hanya terpaku pada satu hasil, sehingga kegiatan berlangsung secara lebih aktif dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menuangkan ide mereka sendiri.
Selain praktik membuat kerajinan, siswa juga dikenalkan dengan konsep sederhana mengenai nilai jual suatu produk. Siswa diberikan gambaran bahwa dalam membuat dan menjual sebuah produk terdapat modal, harga jual, dan keuntungan. Contoh yang diberikan yaitu apabila modal yang digunakan sebesar Rp2.000 dan produk dijual dengan harga Rp5.000, maka keuntungan yang diperoleh adalah Rp3.000. Materi tersebut diberikan dengan perhitungan sederhana agar siswa lebih mudah memahami bagaimana sebuah produk hasil kreativitas dapat memiliki nilai ekonomi.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar membuat kerajinan dari kawat bulu, tetapi juga mendapatkan pengenalan awal mengenai cara berpikir kreatif dan konsep kewirausahaan. Kegiatan ini diharapkan dapat membuat siswa lebih berani mencoba, percaya dengan hasil karyanya, serta memahami bahwa sesuatu yang dibuat dari bahan sederhana dapat dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual.
Kegiatan kemudian ditutup dengan memberikan dorongan kepada siswa untuk terus menjadi anak yang kreatif dan berani berkarya. Pesan tersebut menjadi bagian akhir dari kegiatan sebagai bentuk motivasi agar siswa tidak takut mencoba hal-hal baru dan terus mengembangkan kreativitas yang mereka miliki.
Penulis: Kavita Risang Putri Santoso - Mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

