Edukasi Smart Consumption dan Literasi Keuangan Digital, Mahasiswa KKN UNISRI Bekali Ibu-Ibu PKK Desa Pantirejo - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Edukasi Smart Consumption dan Literasi Keuangan Digital, Mahasiswa KKN UNISRI Bekali Ibu-Ibu PKK Desa Pantirejo

Edukasi Smart Consumption dan Literasi Keuangan Digital, Mahasiswa KKN UNISRI Bekali Ibu-Ibu PKK Desa Pantirejo

(Sumber: Rizal)

SRAGEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 69 menggelar sosialisasi bertajuk “Smart Consumption & Literasi Keuangan Digital” bagi ibu-ibu PKK dan pelaku usaha di Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi perubahan pola konsumsi akibat pesatnya perkembangan teknologi digital. Kehadiran e-commerce dan penggunaan ponsel pintar telah memberikan kemudahan dalam berbelanja, tetapi di sisi lain juga dapat mendorong perilaku konsumtif dan pembelian secara impulsif.

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai strategi _smart consumption_ atau konsumsi cerdas di era digital. Peserta dibekali sejumlah tips dalam melakukan belanja daring, mulai dari menggunakan kata kunci pencarian yang spesifik, memilih lokasi toko terdekat untuk menghemat biaya pengiriman, hingga memanfaatkan voucher promosi secara bijak sesuai kebutuhan.

Selain itu, peserta diberikan panduan dalam menilai kredibilitas toko daring. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain memilih official store, memperhatikan rating toko, persentase respons terhadap pelanggan, serta memeriksa ulasan pembeli, khususnya ulasan yang dilengkapi foto atau video.

Mengelola Anggaran dan Mengendalikan Keinginan

Materi sosialisasi juga membahas pentingnya pengendalian diri dan pengelolaan anggaran rumah tangga. Ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam mengatur keuangan keluarga, sehingga kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Peserta diajak mengklasifikasikan pengeluaran berdasarkan skala prioritas. Kebutuhan wajib, seperti bahan pokok dan pembayaran listrik, perlu dibedakan dari keinginan yang bersifat opsional atau sekadar mengikuti tren.

Mahasiswa KKN juga memperkenalkan aturan jeda 24 jam (cooldown rule) sebagai salah satu cara menghindari keputusan belanja secara impulsif. Peserta dianjurkan memasukkan barang yang ingin dibeli ke dalam keranjang belanja, kemudian menutup aplikasi selama 24 jam. Jeda tersebut diharapkan dapat membantu konsumen mempertimbangkan kembali apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya muncul akibat dorongan emosional sesaat.

Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Risiko Digital

Tidak hanya membahas perilaku konsumsi, sosialisasi juga memberikan edukasi mengenai keamanan digital dan risiko utang konsumtif. Peserta diingatkan untuk mewaspadai berbagai modus penipuan digital, seperti paket COD fiktif, serta menjaga kerahasiaan kode OTP dan PIN mobile banking.

Mahasiswa KKN juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengunduh file berformat .APK yang dikirim melalui WhatsApp karena berpotensi membahayakan keamanan data pribadi. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai risiko penggunaan layanan PayLater dan pinjaman online ilegal yang dapat membebani kondisi keuangan keluarga, terutama apabila digunakan secara tidak bijak.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 69 berharap ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Pantirejo dapat menerapkan tiga prinsip utama konsumen cerdas, yaitu cerdas memilih, cerdas mengelola, dan cerdas mengamankan. Penerapan ketiga prinsip tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi konsumen yang lebih rasional dalam berbelanja sekaligus bijak dalam mengelola keuangan keluarga.

Penulis: Aditia Fajar Pratama & Rania Azri Sobari

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done