Mahasiswa KKN Unisri Pasang Papan Informasi UMKM di Terminal Sangiran Sragen
![]() |
| Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 28 bergotong royong menggali lubang dan mendirikan tiang papan informasi UMKM di kawasan Terminal Sangiran, Desa Krikilan. |
SRAGEN — Sebuah papan informasi berdiri tegak di kawasan Terminal Sangiran, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Sabtu (29/8/2026). Di balik deretan informasi yang terpampang, papan sederhana ini menyimpan sebuah misi besar: merangkul potensi ekonomi lokal agar lebih kasat mata dan mudah diakses oleh warga maupun pelancong yang melintas di pusat situs purbakala dunia tersebut.
Upaya nyata ini diwujudkan oleh Kelompok 28 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta. Di bawah terik matahari, para mahasiswa tampak turun tangan langsung merampungkan pemasangan mulai dari menyiapkan titik lokasi, mencangkul tanah untuk menanam tiang fondasi, hingga memastikan struktur papan berdiri dengan kokoh.
Memberi Ruang bagi UMKM Lokal
Bagi masyarakat desa, denyut nadi perekonomian banyak bertumpu pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai produk tumbuh dari kreativitas warga, meski seringkali ruang edarnya hanya terbatas di lingkup internal perkampungan. Keterbatasan jangkauan promosi inilah yang kemudian mengetuk kepedulian Kelompok 28 untuk menghadirkan solusi fungsional.
Ketua Kelompok 28 KKN UNISRI, Eva Mustika, mengungkapkan bahwa pemilihan kawasan Terminal Sangiran didasarkan pada pertimbangan strategis tingginya mobilitas pengunjung luar daerah.
“Kami ingin UMKM yang ada di Desa Krikilan lebih dikenal, bukan hanya oleh masyarakat sekitar, tetapi juga oleh orang-orang yang datang ke kawasan Sangiran. Karena itu, kami membuat media informasi yang sederhana, tetapi diharapkan bisa memberikan manfaat,” ujar Eva.
Melalui etalase luar ruang ini, papan informasi tidak sekadar berfungsi sebagai penunjuk, melainkan menjadi jembatan penghubung antara produk lokal Krikilan dengan khalayak yang lebih luas.
![]() |
| Sumber foto: KKN PPM UNISRI 28 Krikilan |
Dari Gagasan Menjadi Nyata
Proses merintis fasilitas publik ini dilalui dengan kerja gotong royong penuh kebersamaan. Bagi para mahasiswa, hasil pengabdian tidak harus selalu berwujud proyek megah berbiaya tinggi. Sederhana, namun tepat sasaran dan berumur panjang, kerap kali menjadi bentuk kontribusi yang paling dirindukan warga.
Eva berharap, buah tangan dari program kerja ini tidak lantas sirna begitu masa pengabdian mereka di Krikilan usai. Ia menitipkan asa agar fasilitas tersebut dapat dirawat bersama sebagai penopang promosi jangka panjang.
“Kami memang berada di Desa Krikilan dalam waktu yang terbatas. Karena itu, kami ingin meninggalkan sesuatu yang bisa tetap digunakan setelah KKN selesai. Harapannya, papan ini bisa dirawat dan informasinya terus dimanfaatkan untuk mengenalkan UMKM yang ada di desa,” tutur Eva.
Jejak Sederhana yang Diharapkan Bertahan
Kini, deretan profil usaha warga Krikilan telah menghiasi sudut strategis Terminal Sangiran. Tanpa panggung megah ataupun perayaan khusus, sekelompok mahasiswa ini berhasil meninggalkan rekam jejak pengabdian yang membumi.
Sebab pada akhirnya, KKN bukan sekadar tentang datang, menjalankan program, lalu pergi meninggalkan kenangan. Lebih dari itu, ia adalah tentang bagaimana sebuah gagasan kecil mampu menyalakan asa dan terus memberi manfaat jauh setelah para mahasiswanya kembali ke kampus tercinta.
Penulis: KKN PPM 28 Unisri desa Krikilan

