Menyalakan Asa di Jalanan Krikilan: Sentuhan Sederhana Mahasiswa Unisri Redam Gelap Malam
![]() |
| Aksi lembur mahasiswa KKN UNISRI memasang patok pembatas jalan di Desa Dawung, Jenar, Sragen, demi meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan |
SRAGEN — Ketika tirai malam mulai turun dan menyelimuti Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, suasana berubah senyap. Di balik ketenangan desa yang berada di jantung kawasan situs purbakala Sangiran ini, tersimpan sebuah tantangan harian bagi para pengendara: minimnya penerangan di sejumlah ruas jalan.
Batas antara badan jalan dan bahu jalan seringkali tak terlihat jelas begitu sang surya tenggelam. Kondisi inilah yang kemudian mengetuk kepedulian para mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) 28 Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.
Alih-alih melangkah jauh mencari program kerja yang muluk-muluk, mereka memilih menajamkan mata pada persoalan-persoalan kasat mata di sekeliling posko mereka. Dari hasil pengamatan di lapangan, beberapa ruas jalan desa terpantau gelap gulita tanpa lampu penerangan yang memadai.
Bagi warga lokal yang sudah hafal liku jalan, barangkali gelap bukan halangan besar. Namun, situasi itu bisa menjadi ancaman tersendiri bagi pengendara luar daerah atau warga yang melintas larut malam. Berangkat dari keresahan kecil itulah, sebuah ide solutif lahir: menghadirkan tiang reflektor pemantul cahaya.
Pada Selasa, 25 Agustus 2026, kesibukan terlihat di beberapa titik rawan jalan desa. Sejumlah mahasiswa tampak bahu-membahu menanam tiang-tiang besi berbalut warna putih bersih di sisi jalan. Tiang-tiang tersebut bukan sekadar penanda biasa, melainkan dilengkapi dengan stiker reflektor berwarna kuning menyala yang dirancang khusus untuk memantulkan cahaya lampu kendaraan.
Ketua Kelompok KKN PPM 28 Unisri, Eva Mustika , menjelaskan bahwa inisiatif ini murni lahir dari kepekaan mahasiswa terhadap kondisi riil di lapangan selama mereka tinggal bersama warga Krikilan, Kalijambe.
"Kami melihat beberapa bagian jalan di Desa Krikilan masih cukup gelap pada malam hari. Karena itu, kami mencoba memberikan penanda melalui pemasangan tiang reflektor agar sisi jalan lebih mudah terlihat oleh masyarakat yang melintas," ujar Eva di sela-sela kegiatan.
Cara kerjanya terbilang sederhana namun efektif. Ketika sorotan lampu utama sepeda motor atau mobil mengenai reflektor tersebut, cahaya akan memantul kembali ke arah pengemudi. Pantulan terang ini berfungsi sebagai rambu darurat alami yang memandu pengendara mengenali batas aman jalan, sekaligus menghindari potensi kecelakaan akibat terperosok ke bahu jalan yang lebih rendah atau berlubang.
![]() |
| Sumber foto: KKN PPM 28 Desa Krikilan |
Sebelum pemasangan dilakukan, anggota kelompok KKN terlebih dahulu melakukan survei kelayakan titik. Mereka memetakan tikungan atau ruas jalan lurus di wilayah Kalijambe ini yang paling minim penerangan jalan umum (PJU). Setelah titik-titik krusial ditentukan, proses pengecatan, perakitan, hingga penanaman tiang dilakukan secara gotong royong oleh seluruh anggota tim.
Bagi para mahasiswa, pengalaman mengabdi di Sragen ini memberikan pelajaran berharga di luar ruang kelas kampus. Pengabdian masyarakat, terbukti tidak selalu harus diwujudkan lewat proyek megah berbiaya tinggi. Terkadang, empati yang jeli menangkap detail-detail kecil justru mampu menghadirkan dampak besar bagi keselamatan sesama.
"Kami berharap tiang reflektor ini dapat membantu masyarakat mengenali batas jalan ketika malam hari dan membuat pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas," tambahnya.
Kehadiran tiang reflektor di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, kini menjadi saksi bisu bagaimana kolaborasi kaum muda akademisi dengan realitas pedesaan mampu melahirkan solusi tepat guna. Saat lampu-lampu kendaraan warga berpapasan dengan pantulan cahaya kuning di sepanjang jalan desa, ada secercah rasa aman yang ikut menyala menandakan bahwa kepedulian sekecil apa pun akan selalu menemukan jalannya untuk menerangi sesama.
Penulis: Alifah dan Anggota KKN PPM 28 Desa Krikilan

