Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Unisri Ajak Siswa SDN Galeh 1 Buat "Pohon Impian"
![]() |
| Antusiasme siswa SDN Galeh 1, Sragen, saat mengikuti program literasi keuangan "Satu Daun, Satu Mimpi" yang digelar oleh mahasiswa KKN Unisri. |
SRAGEN, – Mengedukasi pengelolaan uang sejak usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar program literasi keuangan bertajuk “Satu Daun, Satu Mimpi” bagi siswa kelas 3 SD Negeri Galeh 1, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai cara menggunakan uang saku secara bijak, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta menumbuhkan kebiasaan menabung yang konsisten.
Agar materi lebih mudah dicerna dan tidak membosankan bagi anak-anak, edukasi dikemas secara kreatif menggunakan media "Pohon Impian Menabung". Setiap siswa diberikan selembar kertas berbentuk daun untuk menuliskan impian atau barang yang ingin mereka beli dari hasil menabung.
Daun-daun impian tersebut kemudian ditempelkan bersama-sama pada sebuah gambar pohon besar.
Melalui simbolisasi ini, mahasiswa KKN memberikan pemahaman bahwa mewujudkan impian membutuhkan proses dan perencanaan. Siswa diajarkan bahwa menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar, melainkan dari uang saku kecil yang disisihkan secara rutin.
Pelaksanaan program berlangsung sangat interaktif. Siswa kelas 3 terlihat antusias saat menentukan dan menuliskan impian mereka masing-masing. Meskipun sempat menghadapi tantangan dalam mengondisikan keaktifan kelas, pendekatan secara bertahap dan pendampingan personal dari mahasiswa membuat kegiatan ini berjalan lancar.
![]() |
| Mahasiswa KKN Unisri mendampingi siswa kelas 3 SDN Galeh 1 menuliskan cita-citanya pada kertas berbentuk daun untuk program edukasi literasi keuangan "Pohon Impian Menabung |
Melalui program “Satu Daun, Satu Mimpi” ini, mahasiswa KKN Unisri berharap kesadaran siswa untuk menyisihkan uang saku semakin meningkat. Keberlanjutan kebiasaan positif ini juga diharapkan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah maupun orang tua di rumah, sehingga literasi keuangan anak dapat terbangun kuat di masa depan.
Penulis : Mutia Fadhilatul Ikhsani

