(Ilustrasi: Canva)
Sering kali, sesuatu
terlewat bukan karena kita tidak diberi kesempatan, melainkan karena kita
merasa waktu masih panjang.
Banyak hal datang di saat
yang sebenarnya cukup, namun kerap dianggap belum mendesak. Kita memilih
menunda, berpikir masih ada waktu lain, masih bisa dilakukan nanti. Hingga
tanpa disadari, waktu yang semula terasa luas justru menjadi terbatas.
Menariknya, kesempatan
tidak selalu hadir dengan tanda yang mencolok atau terasa istimewa sejak awal. Karena tampak biasa, kita justru cenderung
mengabaikannya. Padahal, bisa jadi itulah momen yang sebenarnya berarti.
Menunda juga sering
terasa wajar. Kita menunggu suasana hati, menunggu kesiapan, atau menunggu
kondisi yang dirasa lebih sempurna. Padahal, dalam banyak situasi, yang
dibutuhkan bukanlah waktu yang sempurna, melainkan kemauan untuk memulai.
Ketika waktu mulai
menipis, rasa panik pun muncul. Hal yang sebelumnya bisa dilakukan dengan
tenang berubah menjadi terburu-buru. Di situlah sering kali kita sadar bahwa
kesempatan tidak selalu datang dua kali.
Pada akhirnya, hampir
semua orang pernah berada di posisi ini. Bukan soal siapa yang paling siap,
tetapi siapa yang mau melangkah lebih dulu sebelum semuanya terlambat.
Penulis : Jesika D.N
penyunting : nazuwa basalwa