Resensi buku Sang Eksekutor - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Resensi buku Sang Eksekutor

 

 

A person holding a book

AI-generated content may be incorrect.

 

Identitas Buku

Judul: Sang Eksekutor

Penulis: Tere Liye

Penerbit: Sabak Grip

Genre: Thriller politik, aksi, drama psikologis

Penulis resensi: Oliviana Angelicha Effendy

 

Sinopsis

  Sang Eksekutor mengisahkan tentang Anwar Van Rijn, sosok misterius yang dikenal sebagai eksekutor. Ia menjadi pusat perhatian setelah serangkaian pembunuhan terhadap pejabat-pejabat korup terjadi secara berantai—mulai dari menteri, aparat penegak hukum, hingga figur-figur berpengaruh dalam sistem kekuasaan.

 

  Latar cerita menggambarkan sebuah negeri dengan sistem hukum yang timpang: tajam ke bawah, tumpul ke atas. Dalam situasi tersebut, tindakan Anwar Van Rijn memicu kekacauan sekaligus gelombang kesadaran publik. Aksinya tidak hanya menciptakan ketakutan, tetapi juga memantik gerakan massa yang menuntut keadilan.

 

Novel ini tidak sekadar menyajikan misteri identitas sang eksekutor, tetapi juga mempertanyakan batas antara keadilan dan balas dendam.

 

Ulasan

  Melalui Sang Eksekutor, Tere Liye menghadirkan cerita yang intens sekaligus sarat refleksi sosial. Tokoh Anwar Van Rijn dibangun sebagai karakter yang kompleks, ia bukan sekadar “pembunuh”, melainkan representasi dari individu yang lahir dari sistem yang rusak.

 

  Kekuatan utama novel ini terletak pada kemampuannya menggabungkan alur cepat dan menegangkan dengan muatan kritik sosial. Pembaca tidak hanya disuguhkan rangkaian peristiwa penuh aksi, tetapi juga diajak merenungkan realitas yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

  Dalam konteks kekinian, novel ini relevan dengan berbagai persoalan seperti:

1. Maraknya praktik korupsi di kalangan elite

2. Kesenjangan sosial yang semakin melebar

3. Ketimpangan dalam penegakan hukum

 

  Realitas “hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas” yang tergambar dalam novel menjadi cermin kritik terhadap kondisi sosial saat ini. Tokoh Anwar Van Rijn dapat dibaca sebagai simbol resistensi meskipun caranya kontroversial terhadap sistem yang gagal memberikan keadilan.

 

  Namun demikian, perlu dicatat bahwa novel ini tidak secara eksplisit membenarkan tindakan kekerasan. Sebaliknya, Tere Liye justru menghadirkan dilema moral: Apakah tindakan ekstrem dapat dibenarkan ketika sistem tidak lagi berpihak pada keadilan?

 

  Dari segi penulisan, gaya bahasa yang digunakan cenderung lugas dan mudah diikuti. Hal ini membuat novel dapat diakses oleh berbagai kalangan, meskipun pada beberapa bagian konflik terasa cukup dramatis.

 

Kelebihan:

A. Alur cerita cepat dan penuh ketegangan

B. Karakter utama kuat dan kompleks

C. Mengangkat isu sosial yang relevan dengan kondisi saat ini

D. Mengandung kritik terhadap korupsi dan ketimpangan hukum

 

Kekurangan:

A. Beberapa konflik terasa berlebihan

B. Pendalaman karakter pendukung masih terbatas

 

Kesimpulan

  Sang Eksekutor merupakan novel yang tidak hanya menawarkan hiburan melalui cerita thriller, tetapi juga menyuguhkan refleksi kritis terhadap realitas sosial. Melalui sosok Anwar Van Rijn, Tere Liye mengajak pembaca mempertanyakan makna keadilan di tengah sistem yang timpang.

 

  Relevansinya dengan isu-isu seperti korupsi, kesenjangan sosial, dan lemahnya supremasi hukum menjadikan novel ini terasa kontekstual dan penting untuk dibaca. Sang Eksekutor bukan sekadar cerita tentang seorang pembunuh, melainkan tentang kegelisahan masyarakat terhadap keadilan yang belum sepenuhnya hadir.

 

 

Penulis Resensi: Oliviana Angelicha Effendy

Penyunting: Adista Putri Revalina

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done