LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis: Kabar
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Kabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar. Tampilkan semua postingan
Pengenalan Aneka Biji-bijian melalui Kegiatan Seni Kolase sebagai Upaya Meningkatkan Pengentahuan, Kreativitas, dan Ketrampilan Motorik Halus Siswa Kelas III SD Negeri Tempelrejo 1

Pengenalan Aneka Biji-bijian melalui Kegiatan Seni Kolase sebagai Upaya Meningkatkan Pengentahuan, Kreativitas, dan Ketrampilan Motorik Halus Siswa Kelas III SD Negeri Tempelrejo 1

 


Tempelrejo, Mondokan, Sragen – Juli 2026

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di Bidang Pendidikan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) melaksanakan program Kerja Individu berupa Pengenalan Aneka Biji-bijian melalui Kegiatan Seni Kolase bagi siswa kelas III SD Negeri Tempelrejo 1. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dengan menggabungkan materi pembelajaran dan aktivitas prakter secara langsung. Kegiatan ini dilaksanakan di SD Negeri Tempelrejo 1 pada hari Kamis, 23 Juli 2026. 

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai berbagai jenis biji-bijian seperti kacang hijau, kedelai hitam, kacang tolo, dan beras merah. Mahasiswa menjelaskan ciri-ciri, manfaat, serta pemanfaatan masing-masing biji-bijian dalam kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa yang sederhana sehingga sudah dipahami oleh mahasiswa. Selama proses pembelajaran, siswa juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi sehingga suasana kelas menjadi lebih interaktif.  Setelah mendapatkan materi, siswa mengikuti praktik pembuatan karya seni kolase dengan memanfaatkan berbagai jenis biji-bijian sebagai bahan utama. Setiap siswa menyusun dan menempelkan biji-bijian pada pola gambar yang telah disediakan sesuai dengan kreativitas masing-masing. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar mengenal jenis-jenis biji-bijian, tetapi juga mengembangkan kemampuan motorik halus, melatih keteletian, meningkatkan konsentrasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam menghasilkan sebuah karya.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan pelajaran dan mampu bekerja secara mandiri maupun dengan arahan dari mahasiswa KKN. Hasil kolase yang dibuat memiliki bentuk dan variasi yang beragam, menunjukkan bahwa setiap siswa mampu menuangkan ide kreatifnya melalui media yang sederhana.

Program kerja ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa, sekolah, maupun mahasiswa KKN. Bagi siswa, kegiatan ini dapat menambah pengetahuan tentang aneka biji-bijian sekaligus mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik halus. Manfaat untuk sekolah, program ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Sementara itu, bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi pengalaman dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran yang kreatif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di sekolah dasar.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna melalui praktik langsung. Dengan demikian, siswa dapat lebih mudah memahami materi, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan keterampilan yang bermanfaat dalam proses belajar di sekolah.

Penulis : OKYSALMA PUTRIALIFIA



 LPM Apresiasi Unisri Gelar PENGEMAS, diskusi publik dan Bedah Buku Tan Malaka

LPM Apresiasi Unisri Gelar PENGEMAS, diskusi publik dan Bedah Buku Tan Malaka

 

LPM Apresiasi Unisri Gelar Pengabdian Masyarakat, diskusi publik dan Bedah Buku Tan Malaka

( Sumber foto : Adyuta Rafi W)


Surakarta 31 Maret 2026- Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Apresiasi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) sukses melaksanakan rangkaian program kerja wajib berupa pengabdian masyarakat dan diskusi publik selama dua hari, 30-31 Maret 2026.
Pada hari pertama, Senin (30/3), LPM Apresiasi mengunjungi Yayasan Rumah Kasih Rossetti di Danukusuman, Serengan. Dalam kegiatan tersebut, para anggota melaksanakan edukasi melalui lomba mewarnai kata, pembuatan puisi, serta belajar bersama anak-anak panti. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas, mengenal huruf, dan meningkatkan kemampuan berbahasa anak-anak sejak dini. 
Selain edukasi, LPM Apresiasi juga menyalurkan donasi berupa uang tunai senilai Rp880.000 dan pakaian layak pakai. Dana tersebut terkumpul dari sumbangan Informasi Seputar KIP Kuliah Samarinda (Rp250.000) dan internal anggota LPM Apresiasi (Rp630.000). Seluruh donasi kemudian diwujudkan dalam bentuk sembako, alat tulis, dan makanan ringan untuk penghuni panti asuhan.

Berlanjut pada Selasa (31/3/26), acara bergeser ke ranah intelektual dengan digelarnya Diskusi Publik dan Bedah Buku di Ruang Seminar Lantai 3 Kampus Unisri. Bekerja sama dengan penerbit Diomedia, acara ini membedah karya-karya pemikiran pahlawan nasional Tan Malaka, seperti Madilog, Dari Penjara ke Penjara, aksi massa, semangat muda, dan menuju Republik Indonesia 

Diskusi ini menghadirkan empat narasumber lintas generasi: Daryono (Pimpinan Umum LPM Apresiasi 2011), Dimas Suro Aji (Mantan Anggota LPM UNS), Nawal Najla Azula (Pimpinan Umum LPM Apresiasi 2020), dan Wiri Tanaya Hayu (Redaktur LPM Apresiasi 2025/2026). Acara ini dihadiri oleh perwakilan LPM se-Solo Raya, delegasi UKM/Ormawa Unisri, serta masyarakat umum.

"Melalui diskusi ini, kami berharap masyarakat dapat lebih mendalami perjuangan Tan Malaka dalam memajukan pemikiran dan pendidikan di Indonesia serta bagaimana pers mahasiswa memiliki pemikiran kritis," ujar perwakilan penyelenggara.

Sebagai penutup, LPM Apresiasi memberikan apresiasi khusus kepada lima LPM di Solo Raya yang dinilai konsisten memberikan dampak nyata dalam penyebaran literasi dan informasi, yaitu:
1. LPM Pabelan ( UMS )
2. LPM Kentingan ( UNS )
3. LPM Justisicia ( FH UMS )
4. LPM  NOVUM ( FH UNS )
5. LPM LOCUS ( UIN SURAKARTA)

Penulis: Adyuta rafi warabrata

Penyunting: Ghulamy Tathmainul Qalby
Forum Perempuan Unisri Dukung Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan

Forum Perempuan Unisri Dukung Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan


Kegiatan diskusi publik dalam hari anti kekerasan (8/12/2023)

Surakarta – BEM KM UNISRI Kabinet Garis Juang Kementrian Pemberdayaan Perempuan Forum Perempuan menyelenggarakan diskusi publik dalam rangka Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan pada Jumat, 8 Desember 2023 di Ruang Sidang Lama Lt. 3. Jum'at (08/12/2023)

Pada diskusi publik ini, BEM KM menghadirkan 3 pemateri antara lain Tiasri Wiandani, Komisioner Komnas Perempuan, Yokhebed Arumdika Prabosambodo salah satu Dosen Fakultas Hukum Unisri, dan mahasiswi Fakultas Hukum yaitu Angel Esuko Putri. Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama mengucapkan terima kasih kepada BEM KM UNISRI atas kesensitifannya yang sudah turut serta mengkampanyekan anti kekerasan. Pihak kampus akan terus berupaya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman bagi mahasiswa, terutama agar tidak terjadi kekerasan seksual. Upaya tersebut ditandai dengan dirintisnya satgas untuk menangani isu dan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. 

Angel beserta dosen senior UNISRI telah merintis satgas kekerasan seksual yang akan menangani isu-isu mengenai kekerasan seksual. Satgas memiliki prespektif berpihak pada korban yakni tidak menghakimi korban dan mendukung segala keputusan yang dibuat oleh korban.   

“Dalam kurun waktu 5 tahun, tercatat ada 41 kasus kekerasan seksual, dimana 14 kasus terjadi di lingkungan kampus. Atas kejadian tersebut maka terbitlah Permenbudristek No. 30 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi,” jelas Yokhe.

Tias memaparkan bahwa kekerasan seksual dapat terjadi pada perempuan maupun laki-laki. Namun, menurut data perempuan dan anak menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban kekerasan seksual. Tujuan dari undang-undang tindak pidana kekerasan seksual yakni mencegah segala bentuk tindakan kekerasan seksual agar angka kasus tidak meningkat. Pencegahan ini juga bertujuan untuk menciptakan ruang yang aman bagi korban dengan cara menangani, melindungi, dan memulihkan korban. Sayangnya, di dalam undang-undang lain pemenuhan hak-hak korban itu tidak ada. 

Kekerasan seksual bukan persoalan pencemaran nama baik, bukan persoalan menjaga nama baik kampus, organisasi, maupun pribadi. Namun, kekerasan seksual merupakan tindak kejahatan kemanusiaan.  Tias mewanti-wanti masyarakat untuk jangan sekali-sekali mendukung dan membela pelaku kekerasan seksual. Terdapat kasus dimana korban mengalami pelecahan seksuaal secara elektronik oleh atasannya, namun justru korban dilaporkan balik oleh pelaku dengan Undang-Undang ITE pencemaran nama baik. Maka untuk memberikan perlindungan kepada korban diperlukan pendamping ketika korban menjalani proses pidana. Jika korban sendiri dalam menjalani proses tersebut akan ada upaya penyelesaian masalah secara kekeluargaan atau damai maupun upaya ancaman yang bertujuan untuk membebaskan pelaku.


Penulis         : Bekti Rahmawati 

Penyunting : Dhinda Ratnasari 


Resah Politik Dinasti, Aliansi Solo Raya Gelar Aksi Evaluasi Kepemimpinan Jokowi

Resah Politik Dinasti, Aliansi Solo Raya Gelar Aksi Evaluasi Kepemimpinan Jokowi

Wapres BEM IIM melakukan orasi dalam aksi 9 th evaluasi Jokowi (3/11/2023)


Surakarta – Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Solo Raya Gelar aksi 9 tahun refleksi kepemimpinan Jokowi, aksi ini digelar di Bundaran Gladak yang merupakan titik tengah dari Kota Solo dan diikuti oleh mahasiswa, BEM Se-Solo Raya, serta beberapa elemen masyarakat lainnya. (3/11/2023)

Aksi tersebut digelar untuk menolak politik dinasti, putusan MK yang tidak seharusnya, serta mengevaluasi kinerja kepemimpinan Jokowi dalam menjalankan peran sebagai kepala negara.

“Jokowi berhasil sebagai kepala keluarga yang baik, ia berhasil menghantarkan anaknya menjadi Walikota Solo dan ketua umum partai, lalu menghantarkan menantu nya menjadi Walikota Medan, dan sekarang berhasil menghantarkan anaknya menjadi calon wakil presiden Indonesia, akan tetapi kami menilai Bapak Jokowi sebagai kepala negara yang buruk, bapak perlu mengetahui bahwa Indonesia merupakan negara hukum jadi jangan menggunakan hukum untuk memperawet kekuasaan dan jangan gunakan kekuasaan untuk mengutak-atik hukum itu sendiri.” Ujar Presiden BEM UNS.

Massa aksi mulai berdatangan sejak pukul 15:00 WIB dengan berjalan kaki dari Benteng Vastenburg menuju ke Bundaran Gladak, aksi ini diharapkan menjadi pemantik gerakan berikutnya.

“Hari ini kota kelahiran kita aktivasi secara gerakan, negara bukan untuk main-main keluarga, jangan sampai politik dinasti dan jangan sampai aturan negara dipermainkan oleh satu keluarga,” imbuh Presiden BEM UNISRI

Ada 13 poin tuntutan dalam aksi ini yang dianggap menjadi PR bagi kepemimpinan Jokowi, salah satunya adalah Proyek Strategis Nasional karena berdasar data yang ada PSN justru menjadi problematika karena berdasarkan data banyak kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di area PSN itu sendiri.

“Terkait putusan MK, dari pandangan kami ini merupakan suatu kecacatan dan ini menunjukkan bahwa apa yang menjadi praduga kita ini benar, pertama ketika kita melihat dari titik isu satu ke lainnya kita melihat itu ada skema yang itu Jokowi setting untuk melanggengkan kekuasaannya melalui anaknya yaitu Mas Gibran, pertama ada isu 3 periode kemudian ada batas usia capres cawapres yang diajukan ke MK dan kemudian dikabulkan kemudian Mas Gibran maju sebagai cawapres itu menunjukkan bahwa ada upaya pelanggengan kekuasaan." Ujar Presiden BEM UNS

Aksi yang dilakukan Aliansi Solo Raya berjalan lancar tanpa ada provokasi atau perusakan dari pihak manapun, sekitar pukul 17:20 WIB massa aksi membubarkan diri dengan tertib.


Reporter:
1. Rafi Majid
2. Hidahlia Shayla
3. Zahra Audi
4. Pinkan Marisca
5. Aisyah Juniar

Penyunting:
Hesti Prihartini 

Bakti Sosial PMM3 Inbound UNISRI

Bakti Sosial PMM3 Inbound UNISRI

 
Dokumentasi kegiatan bakti sosial berbagi bersama PMM3 Unisri (20/10/2023)
(Foto: M. Rafi Majid)


SURAKARTA - PMM3 Unisri pernah melaksanakan kegiatan peringatan Maulid Nabi, serta mendapatkan respon yang positif dari WR 1 Unisri. Kini PMM3 Unisri kembali melaksanakan kegiatan lanjutan yaitu program bakti sosial berbagi bersama, yang dilaksanakan sekitar area kampus, Jum'at (20/10).


Kegiatan ini dilaksanakan untuk merealisasikan proker dari divisi keagamaan dan advokasi, ”kegiatan bakti sosial ini dilakukan untuk merealisasikan program kerja dari divisi keagamaan dan advokasi untuk berbagi hal- hal  yang kita punya, yang mungkin sangat bermanfaat untuk orang-orang yang membutuhkan”, jelas Arif kepala suku PMM3 Unisri, Jum'at (20/10/2023).


Target dari penerima kegiatan bakti sosial ini adalah tukang parkir, satpam, petugas kebersihan dan orang-orang yang membutuhkan di sekitar sini, jenis barang yang dibagikan ada nasi box yang berjumlah 35 box, dan es teh sejumlah 35 cup, dengan anggaran dana dari uang mereka sendiri. 


“Anggaran untuk kegiatan ini berasal dari uang kami sendiri”, ungkap Arif. 


Pelaksanaan PMM3 unisri berjalan selama satu semester, dan akan berakhir setelah UAS nanti dibulan Januari. Anggota PMM3 Unisri berasal dari berbagai daerah di Indonesia, ada dari Aceh, Medan, Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Papua.


“Harapan kami dengan diadakannya kegiatan bakti sosial ini, semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut, lalu bisa menginspirasi temen-temen yang ada disini, tetap peduli terhadap sesama manusia, dan juga lingkungan sekitar”, pungkas Arif, Jum'at (20/10/2023).


Reporter :
Hidahlia Shayla
Oliviana Angelicha
Zahra Audi
Maheraja Erlanda
M. Rafi Majid

Penyunting :
Dindha Ratnasari 


Sosok Hesti Prihartini, Duta Pepelingasih Terbaik 1 Jawa Tengah Tahun 2023

Sosok Hesti Prihartini, Duta Pepelingasih Terbaik 1 Jawa Tengah Tahun 2023

Hesti Prihartini, Mahasiswi Prodi Ilmu Administrasi Negara Universitas Slamet Riyadi Surakarta  (Unisri) terpilih menjadi Duta Pepelingasih Terbaik 1 Jawa Tengah


Surakarta – Hesti Prihartini, Mahasiswi Administrasi Negara  (AN), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Slamet Riyadi Surakarta  (Unisri) terpilih menjadi Duta Pepelingasih Terbaik 1 Provinsi Jawa Tengah tahun 2023.

Duta Pepelingasih ini lebih akrab disebut Duta Pemuda Lingkungan Asri dan Bersih. Tugasnya mengajak pemuda menciptakan lingkungan bersih,asri, dan berkelanjutan.

Untuk mendapatkan predikat terbaik I Duta Pepelingasih, Hesti harus menjalani proses yang tak singkat. Berawal dari proses mengikuti Duta Genre Kabupaten Karanganyar tahun 2022 dan mengabdi di kabupaten, dia ingin meneruskan proses pengabdian di tingkat yang lebih luas lagi yaitu di tingkat provinsi.

“Sebelum mengikuti Duta Pepelingasih Jateng tahun 2023 saya juga pernah mengikuti Duta Genre Kabupaten Karanganyar tahun 2022. Berawal dari proses pengabdian di kabupaten inilah, saya ingin meneruskan proses pengabdian di tingkat yang luas lagi yaitu di Jawa Tengah. Lalu, akhirnya saya mendaftarkan diri dan mengikuti Duta Pepelingasih Provinsi Jawa Tengah,” tuturnya saat diwawancarai pada Minggu (24/9).

Mahasiswi semester 5 AN UNISRI itu menyampaikan selain kepercayaan diri, salah satu hal yang penting yakni mengoptimalkan aksi-aksi nyata dalam proses pengabdian.

“Saat mengikuti Duta Pepelingasih ini, saya menyiapkan kepercayaan diri, rasa tanggungjawab, dan juga tentunya mengoptimalkan aksi-aksi nyata dalam proses pengabdian,” jelasnya. 

Terkait proses seleksi, sambungnya melalui dua tahap, yakni secara online dan offline. Tahap online meliputi tahap administrasi, wawancara, dan pengumuman finalis. Sedangkan tahap offline meliputi tahap Training of Trainers yang dilaksanakan di Pati pada 28-30 Agustus 2023.

“Kegiatan ini diikuti oleh 40 an peserta dari berbagai kabupaten yang ada di Jawa Tengah dan kegiatan Training of Trainers Duta Pepelingasih ini dihadiri oleh perwakilan Disporapar Jawa Tengah dan dibuka secara online oleh Asdep Wawasan Pemuda Kemenpora RI, Mulyani Sri Suhartuti, SH, MH,” jelasnya.

Pada acara puncak Training of Trainers, lanjutnya, para finalis diberikan pelatihan dan ilmu-ilmu tentang kepemudaan dan lingkungan. Lalu terdapat grand final sebagai bentuk apresiasi untuk peserta. 

“Dalam grand final ini dari 40 finalis diumumkan 10 terbaik, lalu 10 terbaik ini diberikan waktu 1 menit untuk speech dengan tema yang disediakan oleh panitia secara acak. Dari 10 terbaik tersebu diumumkan lagi 5 terbaik yang akan diberi kesempatan untuk maju ke tingkat nasional. Selain 5 terbaik juga ada beberapa juara atribut,” paparnya.

Hesti berharap dengan adanya kegiatan ini mampu mewujudkan generasi muda yang memiliki kualitas tinggi serta mampu berkontribusi nyata untuk negara Indonesia yang lebih maju dan jaya. 

“Harapan saya yaitu semoga dengan adanya kegiatan ini mampu mewujudkan generasi muda yang memiliki kualitas tinggi dan mampu berkontribusi nyata untuk membantu terwujudnya Indonesia yang lebih maju dan berjaya. Serta berharap juga agar kami seluruh Duta Pepelingasih Provinsi Jawa Tengah bisa mnejadi influencer yang mampu membawa perubahan besar terhadap lingkungan,” pungkasnya.


Penulis         : Kufifah Windari 

Penyunting : Diyah Ayu Putri Wulandari 


Penolakan UU Cipta Kerja, Solidaritas Rakyat Surakarta (ALIANSI SODARA) Gelar aksi ke Gedung DPRD Kota Surakarta

Penolakan UU Cipta Kerja, Solidaritas Rakyat Surakarta (ALIANSI SODARA) Gelar aksi ke Gedung DPRD Kota Surakarta

(Massa aksi saat unjuk rasa, Surakarta, Kamis (30/03/2023)
(Foto: Muhammad Rafi Majid)

Surakarta–Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Surakarta (ALIANSI SODARA) menggelar aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan oleh pemerintah, aksi yang dilakukan long march dari kampus 4 UMS menuju ke Gedung DPRD Kota Surakarta ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat termasuk buruh, mahasiswa, dan lainnya.

Aksi massa dimulai pada pukul 13:00 WIB dimana massa aksi melakukan orasi di depan kampus 4 UMS kemudian dilanjutkan dengan long march menuju ke Gedung DPRD Kota Surakarta pada pukul 15:00 WIB, setelah tiba di lokasi aksi kemudian menyusul beberapa elemen yang tergabung dalam Aliansi Sodara dan melakukan orasi di depan Gedung DPRD Kota Surakarta. 

Ada 4 poin tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi, salah satunya yaitu, Memaksa Presiden RI untuk segera mencabut Undang- Undang tentang penetapan Perpu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang yang telah disetujui DPR RI karena merupakan tindakan inkonstitusional yang telah menghilangkan objek dalam putusan MK No 91/PUU-XVII/2020 karena tidak memenuhi syarat objektif ikhwal kegentingan yang memaksakan serta menghilangkan partisipasi publik yang bermakna. 

“Harus dengan secepatnya dikaji karena banyak penolakan dari banyak elemen masyarakat dan mahasiswa terkait adanya pengesahan UU Cipta Kerja ini dan tentunya kami ingin dengan segera ini dicabut dari Undang-Undang.” Ujar Ramadhan selaku massa aksi dari Kampus UNS, Kamis (30/03/2023).

Massa aksi pun turut meminta agar ketua DPRD Kota Surakarta keluar untuk menemui massa aksi dan menandatangani surat penolakan terhadap UU Cipta Kerja, “Kalau memang hari ini ketua DPRD tidak mau keluar, kita akan melakukan aksi lagi besok hari.” Jelas Hanif sebagai koordinator BEM Solo raya.

Setelah dilakukan negosiasi, akhirnya ketua DPRD Kota Surakarta naik ke mobil komando dan menemui massa aksi juga menandatangani surat tersebut, “Semua aspirasi dari seluruh elemen mahasiswa yang pada kesempatan sore hari ini telah hadir di depan kantor DPRD Kota Surakarta, kami selaku pimpinan lengkap dan perwakilan seluruh fraksi yang ada di DPRD Kota Surakarta kami akan menerima seluruh aspirasi yang telah disampaikan.” Ujar ketua DPRD Surakarta.

Aksi pun berjalan dengan aman tanpa adanya provokasi ataupun rusuh yang menyebabkan kerusakan fasilitas umum, kemudian seluruh massa aksi membubarkan diri kembali ke tempat kumpul di Kampus 4 UMS.


Reporter: Muhammad Rafi Majid

Penyunting: Arina Khifata A'yun





Tingkatkan Kualitas Petani Milenial Era Petani 4.0 DEM Fakultas Pertanian Gelar Seminar Nasional

Tingkatkan Kualitas Petani Milenial Era Petani 4.0 DEM Fakultas Pertanian Gelar Seminar Nasional

 

DEM Fakultas Pertanian Unisri menggelar seminar nasional di Ruang Seminar Baru Lantai 3 Unisri (6/3/2023) 
(Foto: Wulan Ayu Azhari)

Surakarta–Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi Surakarta menyelenggarakan seminar nasional dengan tajuk “Regenerasi Petani Milenial di Era Petani 4.0” di Ruang Seminar Baru Lantai 3 Unisri pada Senin (6/3/2023).

Seminar nasional ini merupakan program kerja wajib Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian untuk mengenalkan pertanian modern bahwa pertanian juga dapat dikembangkan secara modern.

"Event seminar nasional ini sebagai program kerja wajib, alasan membuat event sebagai upaya untuk mengenalkan bahwasanya pertanian juga dapat dikembangkan secara modern dengan berjalannya waktu dan kondisi daerah setempat.” Ungkap Saputro selaku panitia yang ditemui pada Senin (6/3/2023).

Seminar nasional ini diisi oleh 4 pembicara yaitu pertama, Rayndra Syahdan Mahmudin, S.ST, M.MA seorang CEO Cipta Visi Group, Konsultan Milenial Bupati Magelang, Young Ambasador YESS Programe, Duta Petani milenial kementrian pertanian. Kedua, Tunjung Suhargo, S.P seorang owner SUHARGO FARM. Ketiga, Avisema Sigit Saputro, S.P, M.P seorang Dosen FAPERTA UNISRI, Owner Tresno Argotrchnology. Keempat, Zuniar Amanza Pratama seorang Mahasiswa FAPERTA UNISRI, owner Boyotani Hidroponik Farm. Dan Seminar ini dipandu oleh moderator Christy Olivia Purwanti seorang Mahasiswa FISIP UNISRI, Duta Genre Kab. Sukoharjo, Part of Pikremaja tangguh.

Seminar nasional ini menghadirkan pembicara yang luar biasa untuk membahas regenerasi petani usia muda yang dapat bersaing dengan keadaan Pertanian yang ada didunia dengan peserta yang hadir.

“Event seminar nasional ini sebagai program kerja wajib, alasan membuat event sebagai upaya untuk mengenalkan bahwasanya pertanian juga dapat dikembangkan secara modern dengan berjalannya waktu dan kondisi daerah setempat.” Ungkap Saputro selaku panitia yang ditemui pada Senin (6/3/2023).

Saputro juga menambahkan, harapan dengan adanya seminar nasional ini yaitu agar peserta dan panitia memiliki keinginan dan dapat menjadi motivasi untuk menjadi petani milenial, serta sebagai modal untuk mendapatkan peluang usaha.

“Saya berharap seminar yang diadakan oleh panitia membuat peserta memiliki keinginan dan termotivasi untuk menjadi petani milenial dan juga sebagai modal untuk mendapatkan peluang usaha.” Tambah Saputro selaku panitia yang ditemui pada Senin (6/3/2023).

Febriana, salah satu peserta seminar nasional mengungkapkan manfaat yang didapat setelah mengikuti seminar ini, yaitu mengetahui bagaimana caranya menjadi seorang petani yang modern yang tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan yang rendah atau dianggap sebagai pekerjaan yang hanya bekerja di bawah sinar matahari langsung, melainkan dengan memanfaatkan teknologi pertanian 4.0 petani milenial saat ini bisa menjadikan petani dipandang lebih modern.

“Seminarnya sangat bermanfaat dimana diseminar ini banyak ilmu yang sangat bermanfaat untuk kedepannya, dimana kita seorang milenial dan diajari tentang petani modern dizaman sekarang ini.” Ungakap Febriana Mahasiswa Fakultas Pertanian semester 2 yang ditemui Senin (6/3/2023).


Reporter: Wulan Ayu Azhari

Penulis: Rahmatika Putri Supuasari

Editor: Anisa Nur Fitriani


Ideas

[Ideas][recentbylabel2]

Opini

[Opini][recentbylabel1]

Sastra

[Sastra][recentbylabel2]

Agenda

[Rilis][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done