Mahasiswa KKN UNISRI Beri Pelatihan Public Speaking Berbasis Model Laswell di SD N 1 Pantirejo - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Mahasiswa KKN UNISRI Beri Pelatihan Public Speaking Berbasis Model Laswell di SD N 1 Pantirejo

 Mahasiswa KKN UNISRI Beri Pelatihan Public Speaking Berbasis Model Laswell di SD N 1 Pantirejo

Sumber foto:Ramadhani Trinov

SRAGEN – Guna membentuk karakter siswa yang komunikatif dan berani tampil di depan publik, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) melaksanakan pelatihan public speaking atau seni berbicara di depan umum. Kegiatan edukatif ini menyasar siswa kelas 5 SDN 1 Pantirejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Selasa (4/8/2026).

Program kerja yang disusun oleh Ramadhani Trinov, mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNISRI, ini dikemas secara interaktif. Pelatihan memadukan media presentasi visual, latihan artikulasi suara, hingga praktik langsung bercerita di depan kelas.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Mulai dari izin kepala sekolah, waktu yang diberikan oleh dewan guru, hingga kerja sama tim KKN UNISRI turut memastikan kelancaran seluruh rangkaian acara.

Sumber foto: Ramadhani Trinov


Memperkenalkan Elemen Komunikasi (Model Laswell)

Materi inti diawali dengan pengenalan konsep dasar komunikasi agar mudah dicerna oleh anak-anak. Mahasiswa mengenalkan istilah public speaking sebagai seni berbicara di depan umum, sekaligus memperkaya kosakata siswa dengan istilah-istilah baru.

Dalam penyampaiannya, mahasiswa mengaplikasikan Model Komunikasi Laswell yang disederhanakan ke dalam empat elemen penting:

  •  Komunikator: Pihak atau orang yang menyampaikan pesan.
  • Pesan: Isi cerita atau informasi yang disampaikan.
  • Media: Alat pendukung penyampaian pesan, seperti suara dan layar proyektor.
  • Komunikan: Penerima pesan atau audiens yang mendengarkan.

Selain itu, materi diperkaya dengan edukasi mengenai komunikasi nonverbal untuk memperkuat makna pesan verbal. Siswa diajak memahami pentingnya kontak mata (eye contact) yang terarah, ekspresi wajah yang selaras dengan isi cerita (seperti senang atau sedih), serta penggunaan gestur atau gerak tubuh yang mendukung penjelasan.

Sesi materi ditutup dengan teknik vokal, di mana siswa diperkenalkan pada pentingnya kejelasan artikulasi agar pesan mudah dipahami, serta pengaturan intonasi (tinggi rendahnya nada suara) yang disesuaikan dengan emosi cerita.

Praktik Langsung dan Antusiasme Siswa

Sebelum sesi praktik dimulai, mahasiswa menyisipkan ice breaking berupa kuis interaktif mengenai cerita rakyat Malin Kundang untuk menguji konsentrasi dan fokus siswa setelah mendengarkan pemaparan materi.

Selanjutnya, siswa diminta menuliskan identitas diri meliputi nama, alamat rumah, hobi, serta kebiasaan sehari-hari sebagai bahan cerita. Sesi praktik berjalan dinamis; siswa yang sudah percaya diri dipersilakan maju sukarela, sementara siswa lainnya ditunjuk secara bergiliran oleh temannya. Sebagian besar siswa terpantau mulai mampu menerapkan teknik berbicara yang diajarkan, meski sebagian lainnya masih memerlukan latihan tambahan untuk mengatasi rasa gugup.

Sumber foto: Ramadhani Trinov

Pelaksanaan program ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan para siswa kelas 5. Meski di awal kegiatan sempat dibutuhkan waktu adaptasi karena keterbatasan frekuensi pertemuan, suasana kelas perlahan mencair berkat pendekatan interaktif yang diterapkan mahasiswa.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para siswa SD N 1 Pantirejo dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih ekspresif, percaya diri, dan memiliki fondasi komunikasi yang matang. Mahasiswa KKN juga berharap sekolah-sekolah dapat mulai mengintegrasikan dasar-dasar public speaking ke dalam kegiatan belajar sebagai investasi karakter jangka panjang bagi anak-anak.


Penulis: Ramadhani Trinov

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done