![]() |
| Sumber foto: Oppie Elisia Agustin |
SRAGEN — TK Aisyiyah Birrul Walidain yang terletak di Pagerjo, Desa Krikilan, belum lama ini sukses menggelar kegiatan “Pengembangan Kreativitas Mewarnai yang Menyenangkan bagi Anak” pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar yang kreatif, menarik, dan menstimulasi imajinasi anak usia dini.
Berbeda dari kebiasaan umum yang menggunakan krayon atau pensil warna, kegiatan ini menghadirkan inovasi segar dengan memanfaatkan cotton bud dan pewarna makanan sebagai media utama. Pemilihan bahan tersebut didasari oleh sifatnya yang sederhana, mudah diperoleh, aman, serta mampu memberikan pengalaman sensorik yang baru bagi anak-anak.
Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Agustus 2026 di TK Aisyiyah Birrul Walidain, Pagerjo, Desa Krikilan. Saat pelaksanaannya, kami menghadirkan inovasi dalam kegiatan mewarnai. Jika biasanya anak menggunakan krayon atau pensil warna, pada kegiatan ini anak diperkenalkan dengan cotton bud dan pewarna makanan sebagai media mewarnai. Penggunaan media tersebut dipilih karena sederhana, mudah digunakan, mudah diperoleh, dan dapat memberikan pengalaman baru kepada anak.
Pelaksanaan kegiatan dipusatkan pada tema gambar Dinosaurus. Sebelum praktik dimulai, anak-anak terlebih dahulu diperkenalkan dengan alat, bahan, serta berbagai pilihan warna pewarna makanan yang tersedia. Selanjutnya, pendamping memberikan contoh teknik dot to dot, yakni mencelupkan ujung cotton bud ke dalam pewarna makanan lalu menempelkannya secara perlahan pada bidang gambar hingga membentuk titik-titik warna yang indah.
![]() |
| Sumber foto: Oppie Elisia Agustin |
Suasana ceria dan antusias tampak jelas di wajah para siswa. Mereka terlihat sangat tertarik mencoba teknik melukis yang tidak biasa ini. Melalui penggunaan cotton bud, anak-anak secara tidak langsung dilatih untuk mengontrol gerakan tangan secara teliti sekaligus memahami bahwa aktivitas seni dapat dieksplorasi melalui beragam media sederhana.
Inovasi pembelajaran ini terbukti efektif menstimulasi berbagai aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini:
- Fisik-Motorik: Melatih kekuatan motorik halus serta koordinasi mata dan tangan saat anak menggenggam dan menggerakkan cotton bud.
- Kognitif: Mengajak anak mengenal, membedakan, memilih, serta mengombinasikan ragam warna.
- Sosial-Emosional: Memupuk rasa percaya diri, kesabaran, serta sikap saling menghargai karya seni milik sendiri maupun teman.
- Seni: Memberikan ruang bagi anak untuk menuangkan ide dan imajinasi kreatif mereka ke dalam bentuk visual.
Pada aspek sosial-emosional, anak belajar percaya diri, sabar, dan menghargai hasil karya sendiri maupun teman. Sementara itu, pada aspek seni, anak dapat menuangkan ide dan imajinasinya melalui kombinasi warna dan hasil karya yang dibuat.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap dapat memberikan inspirasi dalam merancang metode pembelajaran yang kreatif, murah, namun tetap menyenangkan bagi anak usia dini. Penggunaan media non-konvensional seperti cotton bud dan pewarna makanan membuktikan bahwa kreativitas tanpa batas dapat dihadirkan melalui hal-hal sederhana di sekitar kita.
Penulis : Oppie Elisia Agustin

