Dukung Ketahanan Keluarga, Mahasiswa Fakultas Hukum KKN UNISRI Gaungkan "Wellness Economy" dengan Kampanye Kesehatan Mental Ibu Balita di Desa Banaran. - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Dukung Ketahanan Keluarga, Mahasiswa Fakultas Hukum KKN UNISRI Gaungkan "Wellness Economy" dengan Kampanye Kesehatan Mental Ibu Balita di Desa Banaran.


Sumber foto: Sofiatun Maemunatun

 SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menginisiasi program inovatif bertajuk "Wellness Economy" dengan kampanye kesehatan mental bagi ibu balita di Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini digelar untuk mendukung ketahanan keluarga dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

Program kerja individu yang dihelat pada Selasa (11/8/2026) di Gedung Posyandu Wargo Lestari XI, Dukuh Kranggan RW XV, ini digagas oleh Sofiatun Maemunatun (NPM: 23100225), mahasiswa Fakultas Hukum UNISRI. Melalui disiplin ilmu hukum yang ditekuninya, program ini dihadirkan sebagai bentuk pengawalan hak atas jaminan pelayanan kesehatan mental (maternal mental health) guna mendukung tumbuh kembang anak serta kesejahteraan ekonomi rumah tangga.

Dalam pemaparannya, Sofiatun menegaskan bahwa layanan kesehatan jiwa memiliki landasan hukum yang kuat dan tegas di Indonesia, mulai dari Pasal 28H ayat (1) UUD NRI 1945, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, hingga Peraturan Menteri Kesehatan No. 4 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

Sumber foto: Sofiatun Maemunatun

"Mendapatkan layanan kesehatan jiwa bukan sekadar opsi, melainkan hak hukum (legal right) setiap warga negara, termasuk para ibu. Pemenuhan hak kesehatan mental ibu adalah bentuk perlindungan hukum bagi generasi penerus agar terhindar dari dampak buruk pengasuhan yang tertekan," tegas Sofiatun di hadapan para peserta.

Selain edukasi hukum, program ini mentransformasi fungsi Posyandu yang biasanya berfokus pada pemantauan fisik anak menjadi ruang aman (safe space) dan sistem pendukung (support system) yang inklusif bagi ibu balita. Melalui mekanisme co-regulation, kondisi emosional ibu ditekankan sangat memengaruhi masa keemasan (golden age) anak usia 0 hingga 5 tahun, di mana parental burnout atau depresi pascamelahirkan bukanlah sebuah aib.

Sumber foto: Sofiatun Maemunatun


Konsep Wellness Economy yang diusung turut menekankan paradigma preventif, di mana ibu yang sejahtera secara emosional dapat bekerja lebih produktif, menjaga keharmonisan rumah tangga, serta menekan risiko penyakit psikosomatis akibat stres. Kegiatan ini juga dikemas dengan efisiensi anggaran yang tinggi, di mana alokasi dana konsumsi penyuluhan dialihkan untuk mendukung kesiapan Lomba Posyandu Lestari XI, sementara konsumsi peserta dioptimalkan melalui menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) rutin Posyandu.

Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas 32 ibu balita, 8 kader posyandu, bidan desa, petugas puskesmas, serta pengunjung posyandu tampak antusias mengikuti pelatihan keterampilan manajemen stres mandiri (self-help skills). Beberapa teknik yang diajarkan meliputi pernapasan dalam (deep breathing atau box breathing), teknik membumi (grounding technique 5-4-3-2-1), pembingkaian ulang kognitif (cognitive reframing), hingga pembongkaran mental (mental unloading).

Inisiatif kolaboratif ini mendapat sambutan hangat serta apresiasi penuh dari Bidan Desa, jajaran kader posyandu, serta Kepala Desa Banaran, Joko Rahayu, S.E., M.M. Kehadiran program ini dinilai sejalan dengan visi penguatan potensi lokal dan pembangunan desa mandiri yang berkelanjutan di Kabupaten Sragen, sekaligus membuktikan komitmen UNISRI dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi di tingkat akar rumput (grassroots).


Penulis: Sofiatun Maemunatun

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done