Ketika “Kuliah Itu Scam” Menjadi Narasi Viral - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Ketika “Kuliah Itu Scam” Menjadi Narasi Viral

(Ilustrasi by Lusia)

 

Pernyataan “kuliah itu scam” ramai diperbincangkan setelah muncul dalam video viral pasangan nikah muda—perempuan 19 tahun dan laki-laki 29 tahun. Dalam video tersebut, sang laki-laki menyampaikan pandangannya mengenai relevansi pendidikan tinggi di tengah realitas sosial saat ini.

Kuliah itu ini ya, kalau bisa dibilang scam, scam untuk yang kalau itu bukan emang spesialisasi gitu. Tapi, kalau misalnya kita emang pingin spesialisasi entah itu dokter yang hubungannya sama nyawa, ya emang itu benar-benar harus didalami ilmunya kan menurut saya itu masih butuh untuk kuliah,” kata pemuda dalam video tersebut.

Narasi tersebut dengan cepat menyebar karena menawarkan gambaran kesuksesan tanpa melalui jalur pendidikan tinggi. Di tengah mahalnya biaya kuliah dan sulitnya memperoleh pekerjaan setelah lulus, pandangan semacam ini mudah diterima oleh sebagian generasi muda yang merasa pendidikan tidak lagi menjamin masa depan.

Meski pendidikan tinggi memang mutlak diperlukan untuk profesi spesialis tertentu, menyebut kuliah sebagai scam bagi bidang lain merupakan penyederhanaan yang berlebihan. Kuliah tidak hanya berfungsi sebagai jalan menuju pekerjaan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan cara berpikir kritis, etika, dan kemampuan analisis yang dibutuhkan di berbagai sektor kehidupan.

Narasi viral ini berpotensi memengaruhi cara pandang generasi muda dalam mengambil keputusan besar. Ketika pengalaman personal dikemas sebagai kebenaran umum, publik dapat terdorong mengabaikan konteks, risiko, dan perbedaan kondisi sosial. Media sosial, dengan logika viralitasnya, sering kali menampilkan ilusi kesuksesan instan tanpa menghadirkan sisi kegagalan yang menyertainya.

Kuliah bukan kewajiban mutlak bagi setiap orang, tetapi juga bukan penipuan massal. Perdebatan ini seharusnya menjadi refleksi bersama untuk menilai kembali kualitas dan relevansi pendidikan, bukan sekadar mengukuhkan slogan viral yang menyederhanakan persoalan kompleks.

 

 

Penulis: Lusia

Penyunting: Lathifah An Najla

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done