SOSIALISASI SELF DISCLOUSER YANG SEHAT DALAM PERTEMANAN REMAJA PADA SISWA SMK NEGERI 1 MIRI
MIRI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Kelompok 34 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Rangga Yusup Pamungkas, menggelar sosialisasi bertajuk "Self-Disclosure yang Sehat dalam Pertemanan Remaja" di SMK Negeri 1 Miri, Kabupaten Sragen, Kamis (24/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai cara berbagi informasi pribadi yang aman guna mencegah konflik dalam relasi pertemanan.
Sosialisasi yang berlangsung pada pukul 09.00–10.00 WIB ini menyasar siswa-siswi kelas XII Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNISRI ini merancang program sebagai bentuk pengabdian masyarakat untuk membekali para siswa dalam menghadapi dinamika pertemanan, baik di dunia perkuliahan maupun dunia kerja mendatang.
Dokumentasi mahasiswa KKN PPM UNISRI melaksanakan pemaparan materi (Rangga Yusup Pamungkas)
Kegiatan diawali dengan sesi ice breaking untuk mencairkan suasana, dilanjutkan dengan penyampaian materi utama mengenai konsep keterbukaan diri (self-disclosure). Pemateri memaparkan tiga jenis informasi yang sering dibagikan remaja, yaitu informasi deskriptif (seperti hobi), evaluatif (pendapat atau pandangan), dan emosional (perasaan atau kesedihan).
Rangga menekankan pentingnya mengungkapkan informasi secara bertahap serta memilih sosio-emosional yang tepat.
Dalam pemaparannya, fenomena oversharing turut menjadi sorotan.
Oversharing didefinisikan sebagai kebiasaan mengungkapkan informasi yang terlalu pribadi secara berlebihan—baik secara langsung maupun melalui media sosial—tanpa mempertimbangkan situasi, keamanan, dan tingkat kenyamanan interaksi. Risikonya meliputi potensi kebocoran rahasia, pemicu konflik pertemanan, hingga dampak negatif pada citra diri. Untuk meminimalisasi risiko tersebut, siswa dibekali langkah praktis seperti membatasi jenis informasi pribadi, memilih lingkaran pertemanan yang tepercaya, dan mencari bantuan profesional bila merasa tertekan.
Sesi interaktif dan tanya jawab berlangsung dinamis dengan tingginya partisipasi siswa yang membagikan pengalaman serta mengajukan pertanyaan seputar komunikasi interpersonal. Sebagai bentuk apresiasi, tim KKN memberikan kenang-kenangan bagi siswa yang aktif berpartisipasi.
Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan komitmen bersama untuk menerapkan prinsip keterbukaan diri yang sehat dan bertanggung jawab. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para siswa SMKN 1 Miri mampu membangun hubungan pertemanan yang lebih aman, suportif, dan saling menghormati secara emosional.
Penulis : Rangga Yusup Pamungkas ( Ilmu Komunikasi)

