Bijak Uang Saku Sejak Sekolah, Mahasiswa KKN UNISRI Beri Edukasi Efisiensi Keuangan bagi Siswa SMKN 1 Miri - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Bijak Uang Saku Sejak Sekolah, Mahasiswa KKN UNISRI Beri Edukasi Efisiensi Keuangan bagi Siswa SMKN 1 Miri

SOSIALISASI EFISIENSI KEUANGAN : PENGELOLAAN UANG SAKU PADA SISWA MENENGAH ATAS/KEJURUAN

      Sumber foto : Ginolla Dwika Wijayadi 

MIRI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Kelompok 34 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Ginolla Dwika Wijayadi, menggelar sosialisasi literasi keuangan bertajuk "Efisiensi Keuangan: Pengelolaan Uang Saku Pada Siswa Menengah Atas/Kejuruan" di SMK Negeri 1 Miri, Kabupaten Sragen, Kamis (24/7/2026). Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran para siswa dalam mengelola keuangan secara bijak guna mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, perkuliahan, maupun wirausaha pasca-kelulusan.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–10.00 WIB ini diisi oleh mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISRI. Dalam pemaparannya, Ginolla menekankan bahwa efisiensi keuangan bukan berarti bersikap hemat secara berlebihan atau pelit, melainkan kemampuan memanfaatkan dana secara tepat sasaran sesuai skala prioritas tanpa perilaku konsumtif. Para siswa diajak membedakan secara cermat antara kebutuhan pokok dan keinginan yang bersifat pemenuhan gaya hidup.

Guna memberikan gambaran konkret, tim KKN menyajikan simulasi studi kasus pengalokasian uang saku harian sebesar Rp20.000. Dalam skenario tersebut, dicontohkan seorang siswa yang membelanjakan uangnya untuk membeli es kopi seharga Rp15.000 dan makanan ringan Rp10.000, sehingga mengalami defisit Rp5.000. Simulasi ini memberikan pemahaman faktual bahwa permasalahan finansial sering kali bukan disebabkan oleh minimnya pendapatan atau uang saku, melainkan akibat pengeluaran yang tidak terkontrol.

Dokumentasi mahasiswa KKN PPM UNISRI melakukan pemaparan materi di SMK Negeri 1 Miri ( Ginolla Dwika Wijayadi)


Sebagai langkah praktis, Ginolla membagikan lima strategi utama pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari:
1. Membedakan Kebutuhan dan Keinginan: Memprioritaskan alokasi dana untuk konsumsi, transportasi, dan alat tulis sebelum menuruti keinginan seperti membeli kosmetik, top-up gim, nongkrong, atau membeli minuman kekinian.
2. Menabung Secara Konsisten: Membiasakan alokasi tabungan harian; misalnya menyisihkan Rp5.000 per hari yang berpotensi terkumpul menjadi Rp150.000 dalam sebulan atau Rp1,8 juta dalam setahun.
3. Mencatat Pengeluaran: Memanfaatkan buku saku atau aplikasi smartphone untuk merekam alokasi uang saku, biaya makan, dan pulsa agar dapat dievaluasi secara berkala.
4. Menghindari Perilaku Konsumtif (FOMO): Menahan diri dari dorongan membeli barang hanya karena mengikuti tren atau ajakan teman demi menjaga stabilitas finansial.
5. Membangun Dana Darurat: Menyisihkan dana cadangan untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga, seperti perbaikan kendaraan atau kebutuhan mendadak sekolah, tanpa bergantung pada pinjaman.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa diajak merefleksikan manfaat pencatatan keuangan harian serta dampak kebiasaan menabung terhadap pencapaian target masa depan. Sebagai bentuk apresiasi, tim KKN memberikan bingkisan (gift) kepada para siswa yang berani tampil dan berpartisipasi aktif.

Rangkaian sosialisasi ditutup dengan penyerahan apresiasi kepada pihak sekolah dan komitmen bersama siswa untuk menerapkan pola hidup hemat serta terencana. Melalui edukasi ini, para siswa SMKN 1 Miri diharapkan mampu membangun kemandirian dan tanggung jawab finansial sejak dini demi menyongsong masa depan yang lebih sejahtera.

Penulis: Ginolla Dwika Wijayadi

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done