Mahasiswi KKN UNISRI Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Anak di Sragen Lewat Daur Ulang Barang Bekas
Dokumentasi foto mahasiswa KKN PPM UNISRI bersama santri Lembaga Pendidikan Qur'an (LPQ) Al-Kautsar (Tarisa Irawati)
SRAGEN — Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta tahun 2026, Tarisa Irawati Putri, menggelar program edukasi kewirausahaan dan kreativitas bagi anak-anak di Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Sabtu (1/8/2026). Melalui program ini, puluhan santri Lembaga Pendidikan Qur'an (LPQ) Al-Kautsar diajak menyulap barang bekas menjadi produk bernilai ekonomi.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ustazah Wiwin tersebut diikuti oleh 38 santri tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas 1 hingga 6. Mahasiswi dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini mengusung program kerja bertajuk "Pengembangan Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan Anak melalui Pembuatan Produk Bernilai Ekonomi dari Barang Bekas".
Program ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan. Anak-anak diberikan pemahaman bahwa barang bekas yang sering dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk yang menarik serta memiliki nilai guna jual.
Sumber foto: Tarisa Irawati
Dalam pelaksanaannya, kegiatan berdurasi sekitar 1 jam 45 menit ini diawali dengan edukasi mengenai pentingnya kreativitas dan pengenalan konsep dasar nilai ekonomi suatu barang. Materi dikemas dengan bahasa yang sederhana agar anak-anak memahami bagaimana inovasi dapat memberikan nilai tambah pada sebuah produk.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung membuat tempat pensil dari botol plastik bekas. Sebanyak 38 santri dibagi ke dalam lima kelompok kerja. Di bawah arahan dan pendampingan tim mahasiswa KKN, setiap kelompok diajak berkolaborasi memproduksi dan menghias dua tempat pensil sesuai dengan kreativitas masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat jelas saat mereka menentukan desain dan menghias botol bekas menjadi 10 produk tempat pensil yang menarik. Proses praktik ini tidak hanya mengasah keterampilan motorik dan daya cipta, tetapi juga melatih nilai kerja sama tim, ketelitian, tanggung jawab, serta keberanian mengeksekusi ide kreatif.
Dokumentasi hasil daur ulang botol bekas
Sebagai bentuk apresiasi, pelaksana program memberikan penghargaan (reward) kepada kelompok dengan hasil karya paling rapi dan inovatif. Pemberian apresiasi ini diharapkan dapat memacu motivasi anak-anak untuk terus berani berkreasi dan menghasilkan karya yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, para santri LPQ Al-Kautsar diharapkan semakin peka terhadap potensi lingkungan sekitarnya. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di mana mahasiswa mengaplikasikan ilmu manajemen bisnis dasar ke tengah masyarakat dengan cara yang edukatif dan menyenangkan.
Penulis : Tarisa Irawati


