Siswa SD Kalimacan Sulap Dedaunan Jadi Karya Ecoprint Totebag Bernilai Jual Tinggi - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Siswa SD Kalimacan Sulap Dedaunan Jadi Karya Ecoprint Totebag Bernilai Jual Tinggi

Sumber foto: Cornellyo Andrea Pratama

SRAGEN — Suara irama pemukulan palu kayu terdengar riuh dan bersahut-sahutan di halaman SD Kalimacan pada Sabtu pagi (8/8/2026). Puluhan siswa kelas 5 terlihat sangat antusias memegang palu kayu sambil memukul-mukul dedaunan yang telah ditata rapi di atas kain totebag polos.

Kegiatan praktek ini merupakan bagian dari program pengenalan Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan Sejak Dini. Melalui pelatihan teknik ecoprint metode ketok (pounding), sekolah mengajak para siswa untuk mengolah potensi lingkungan sekitar menjadi barang kerajinan yang indah sekaligus memiliki nilai jual ekonomi.

Sebelum dihias, totebag dari kain blacu polos bernilai ekonomi cukup standar. Namun, setelah diberikan sentuhan seni ecoprint alam berupa jejak serat dan pigmen warna dari daun jati muda, daun jarak, kenikir, hingga pakis penampilan tas kain tersebut berubah menjadi sangat eksklusif dan bernilai estetika tinggi.

Wali kelas 5 SD Kalimacan menjelaskan bahwa pemilihan teknik ecoprint sangat cocok untuk jenjang sekolah dasar karena ramah lingkungan, aman, serta memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah didapatkan di sekitar halaman sekolah.

Sumber foto: Cornellyo Andrea Pratama

"Kami ingin anak-anak memahami bahwa kreasi seni tidak harus mahal. Dedaunan di sekitar kita yang biasanya hanya dianggap sampah atau peneduh, jika diolah dengan kreativitas, mampu menjadi produk bernilai jual. Ini adalah fondasi penting untuk melatih jiwa entrepreneurship anak sejak usia dini," terangnya.

Proses pembuatan diawali dengan perendaman totebag pada air tawas untuk mengunci serat kain. Selanjutnya, para siswa memasukkan lapisan plastik ke dalam bagian dalam tas agar cetakan tidak menembus ke sisi belakang. Daun-daun alami kemudian disusun sesuai imajinasi masing-masing siswa, dilapisi plastik transparan, dan dipukul secara merata menggunakan palu kayu hingga pigmen daun menempel sempurna.

Sumber foto: Cornellyo Andrea Pratama

Salah satu siswa kelas 5, mengaku sangat bangga melihat hasil karya tas buatannya sendiri. "Senang sekali, ternyata daun jati muda dan kenikir bisa mengeluarkan warna dan bentuk yang sangat bagus di tas. Nanti tas ini mau saya pakai untuk membawa buku les," ungkapnya gembira.

Hasil karya totebag ecoprint milik siswa kelas 5 ini rencananya akan dipamerkan pada acara Gelar Karya & Pameran Edupreneurship Sekolah mendatang, serta akan dipasarkan secara terbatas kepada orang tua murid dan warga sekolah sebagai wujud apresiasi karya ekonomi kreatif siswa.


Penulis : Cornellyo Andrea Pratama

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done