Sragen — Sejumlah pemuda Desa Tempelrejo,
Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, mengikuti kegiatan workshop "Membangun Potensi Digital: Mudah, Cerdas, dan Berkelanjutan
" yang digelar pada Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan ini diselenggarakan
oleh anggota Kelompok KKN 43 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) sebagai salah
satu program kerja pengabdian masyarakat, dengan tujuan membekali generasi muda
materi yang disampaikan adalah Digital Marketing &
Affiliate untuk memanfaatkan peluang
menghasilkan uang dari media sosial, pemanfaatan tool editing dan
fotografi produk untuk membuat konten promosi yang menarik, hingga tips
membangun personal brandaing agar berani tampil dan berkarya di media
sosial.
Bertempat di rumah Bapak Aprianto, Ketua RT 07B Tempelrejo,
kegiatan ini menyasar pemuda desa yang aktif menggunakan media sosial seperti
Instagram, TikTok, dan Facebook. Pemilihan pemuda sebagai peserta bukan tanpa
alasan — kelompok usia ini dinilai lebih adaptif terhadap perkembangan
teknologi digital, sehingga diharapkan mampu menjadi jembatan bagi pelaku UMKM
setempat dalam meningkatkan kualitas promosi produk mereka secara visual.
Dalam
pelatihan ini, mahasiswa KKN 43 UNISRI tidak hanya memberikan paparan teori,
tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang sangat relevan
dengan kebutuhan industri masa kini. Beberapa materi utama yang dikupas tuntas
meliputi dasar-dasar Digital Marketing & Affiliate guna membuka wawasan pemuda tentang besarnya
peluang menghasilkan pendapatan (cuan) tambahan hanya
dari genggaman media sosial. Selain itu, para peserta juga diajak langsung
mempraktikkan pemanfaatan tool editing dan
fotografi produk (product photography). Dengan
memanfaatkan smartphone yang mereka miliki, para pemuda diajarkan
cara mengatur pencahayaan, menentukan angle, hingga
menyunting foto agar menghasilkan konten promosi produk yang visualnya menarik,
rapi, dan bernilai jual tinggi. Tak berhenti di aspek teknis pemasaran, mahasiswa
\KKN juga memberikan tips jitu dalam membangun personal branding.
Materi ini bertujuan untuk mendorong kepercayaan diri para pemuda agar lebih
berani tampil, berkarya, dan membangun citra positif di ruang digital.
Perwakilan
Kelompok KKN 43 UNISRI menjelaskan, pemilihan pemuda sebagai target utama
peserta pelatihan ini bukanlah tanpa alasan. Kelompok usia muda (Milenial dan
Gen Z) dinilai jauh lebih adaptif, cepat belajar, dan melek terhadap pesatnya
perkembangan teknologi digital. Ke depannya, para pemuda yang telah dibekali
ilmu digital ini diharapkan tidak hanya mahir untuk diri mereka sendiri, tetapi
mampu menjadi jembatan strategis bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) di Desa Tempelrejo. Melalui kolaborasi antara kreativitas anak
muda dan potensi produk lokal, kualitas promosi visual UMKM Desa Tempelrejo
diharapkan bisa semakin meningkat, mampu bersaing di pasar digital yang lebih
luas, dan pada akhirnya membawa dampak positif bagi kemandirian ekonomi
masyarakat Sragen.
Penulis
: Ulil Ardani, Pangestu Wahyu Wibowo, Sarwendah Rosiana Maharani