NGEPRINGAN – 24 Juli 2026
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, melaksanakan sosialisasi mengenai
Manajemen Kebutuhan Rumah Tangga kepada ibu-ibu PKK dan kader Desa Ngepringan,
Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026 bertempat di Balai Desa Ngepringan. Program ini menjadi salah satu
bentuk pengabdian mahasiswa dalam memberikan pemahaman praktis kepada
masyarakat mengenai pentingnya mengatur kebutuhan dan keuangan keluarga secara
terencana.
Kegiatan dilatarbelakangi oleh
pentingnya peran ibu-ibu PKK dan kader dalam mengelola keuangan keluarga.
Selain menjalankan aktivitas rumah tangga, sebagian masyarakat juga turut
membantu perekonomian keluarga melalui kegiatan berdagang maupun mengelola hasil
pertanian. Kondisi tersebut membuat kemampuan dalam mengatur pemasukan dan
pengeluaran menjadi hal yang penting agar kebutuhan keluarga dapat terpenuhi
secara tepat dan berkelanjutan.
Dalam sosialisasi ini, dijelaskan bahwa
manajemen kebutuhan rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan bagaimana
membelanjakan uang, tetapi juga bagaimana menentukan prioritas penggunaan
pendapatan keluarga. Peserta diajak memahami perbedaan antara kebutuhan yang
harus didahulukan dan keinginan yang masih dapat ditunda. Kebutuhan seperti
pangan, listrik, air, pendidikan, dan kebutuhan kesehatan perlu ditempatkan
sebagai prioritas sebelum mengalokasikan pendapatan untuk keperluan lainnya.
Materi sosialisasi juga membahas
empat aspek penting dalam pengelolaan keuangan keluarga, yaitu pendapatan,
pengeluaran, tabungan, dan investasi. Pendapatan perlu diketahui secara jelas
agar keluarga dapat menentukan kemampuan belanjanya, sedangkan pengeluaran
perlu dicatat dan dikendalikan agar tidak melebihi pemasukan. Setelah kebutuhan
utama terpenuhi, sebagian pendapatan dapat disisihkan sebagai tabungan maupun
dana darurat untuk menghadapi kebutuhan yang tidak direncanakan.
Untuk membantu peserta membuat
perencanaan keuangan yang lebih sederhana, mahasiswa memperkenalkan prinsip
pembagian anggaran 50/30/20. Pola tersebut digunakan sebagai gambaran dalam
membagi pendapatan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing keluarga.
Peserta juga diberikan pemahaman bahwa pembagian anggaran tidak harus
diterapkan secara kaku, tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi pendapatan dan
kebutuhan setiap rumah tangga.
Selain
pengaturan pengeluaran, sosialisasi turut membahas pentingnya mengelola utang
dengan bijak. Peserta diarahkan untuk mempertimbangkan kemampuan membayar
sebelum mengambil utang dan menghindari penggunaan utang untuk memenuhi
keinginan yang tidak mendesak. Kewajiban yang sudah ada juga perlu
diprioritaskan agar tidak berkembang menjadi beban keuangan keluarga.
Mahasiswa
kemudian memberikan pemahaman mengenai dana darurat sebagai salah satu bagian
penting dalam perencanaan keuangan rumah tangga. Dana tersebut dapat digunakan
ketika keluarga menghadapi kebutuhan yang muncul secara tiba-tiba. Dengan
adanya dana darurat, keluarga diharapkan tidak selalu bergantung pada pinjaman
ketika menghadapi kondisi yang tidak terduga. Hal ini sejalan dengan materi
kegiatan yang menekankan pentingnya tabungan dan dana darurat untuk menjaga
stabilitas keuangan keluarga.
Sebagai
tambahan wawasan, peserta juga diperkenalkan dengan beberapa pilihan investasi
sederhana, antara lain menabung emas, reksa dana, dan arisan keluarga yang
dikelola secara disiplin. Pengenalan tersebut diberikan agar masyarakat
memiliki gambaran bahwa pengelolaan keuangan tidak berhenti pada pemenuhan
kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat diarahkan untuk mempersiapkan
kebutuhan keluarga pada masa mendatang.
Kegiatan berlangsung secara
interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi bersama peserta. Ibu-ibu PKK
dan kader mendapatkan kesempatan untuk memahami materi berdasarkan kondisi
keuangan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan
tersebut, sosialisasi diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi
juga mendorong peserta untuk mulai menerapkan pencatatan, menentukan prioritas
belanja, serta menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin.
Melalui kegiatan tersebut,
mahasiswa KKN Unisri berharap ibu-ibu PKK dan kader Desa Ngepringan dapat
menerapkan pengelolaan kebutuhan rumah tangga secara sederhana dan konsisten.
Kemampuan menentukan skala prioritas, mengatur pengeluaran, mempersiapkan dana
darurat, serta merencanakan tabungan diharapkan dapat membantu keluarga
menghindari utang yang berlebihan dan menciptakan kondisi keuangan yang lebih
stabil.
Kegiatan sosialisasi ini sekaligus
menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pemberdayaan
masyarakat. Melalui pengetahuan yang diberikan, masyarakat diharapkan dapat
mengembangkan kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih terencana sehingga
manfaat kegiatan dapat terus diterapkan dalam kehidupan rumah tangga setelah
program KKN selesai.
Penulis : Felixza Faimica
Arsetyafna