Sumber foto: Tim KKN UNISRI 69
Sragen, 14 Agustus 2026 – Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 69 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik pemanfaatan sekam padi menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif di Balai Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang disusun dengan melihat potensi pertanian yang dimiliki Desa Pantirejo. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sekam padi yang selama ini belum digunakan secara optimal menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai guna.
Pemanfaatan sekam padi dipilih karena sektor pertanian menjadi salah satu potensi utama di Desa Pantirejo. Desa Pantirejo memiliki lahan sawah seluas 81,4260 hektare serta masyarakat yang bekerja sebagai petani dan buruh tani/ternak, sehingga aktivitas pertanian juga menghasilkan limbah berupa sekam padi. Jika tidak dimanfaatkan dengan baik, sekam padi dapat hanya ditumpuk, dibakar, atau dibuang, sehingga mahasiswa KKN memperkenalkan pengolahannya menjadi briket sebagai salah satu alternatif pemanfaatan limbah pertanian.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai sekam padi, pengertian briket, manfaat briket sebagai bahan bakar alternatif, serta proses pembuatannya. Setelah itu, mahasiswa melakukan demonstrasi yang dilanjutkan dengan praktik secara langsung bersama masyarakat, mulai dari karbonisasi sekam padi hingga menjadi arang sekam, penghalusan arang, pencampuran bahan perekat, pencetakan menggunakan cetakan pralon, hingga pengeringan. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat terlihat aktif mengikuti praktik dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai bahan serta tahapan pembuatan briket.
Sumber foto:Tim KKN UNISRI 69
|