Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi UMKM Desa Pare Susun
Pembukuan Sederhana
Program ini dinilai membantu pelaku UMKM mulai
memisahkan uang usaha dari kebutuhan sehari-hari
SRAGEN — Sejumlah pelaku
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pare, Kecamatan Mondokan,
Kabupaten Sragen, kini mulai mencatat arus keuangan usahanya secara rutin
setelah mendapat pendampingan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta. Pendampingan bertajuk “Penyusunan
Pembukuan Sederhana bagi UMKM Desa Pare” ini menjadi program kerja individu
Ernawati, mahasiswa Program Studi Akuntansi UNISRI, yang tergabung dalam
Kelompok 40 KKN-PPM UNISRI di Desa Pare.
Program yang berlangsung sejak
pertengahan Juli hingga akhir Agustus 2026 ini menyasar tiga pelaku UMKM, yaitu
usaha minuman Sticky Milk milik Ibu Dewi, Kedai Es milik Mba Finta, dan usaha
kerajinan Anyaman Tas milik Ibu Nur. Ketiganya dipilih berdasarkan hasil
observasi awal yang menunjukkan bahwa mayoritas UMKM di Desa Pare belum
melakukan pencatatan keuangan usaha secara tertib, bahkan cenderung mencampur uang
hasil usaha dengan kebutuhan sehari-hari.
![]() |
| Sumber foto:Ernawati |
/
“Dari observasi di lapangan, banyak pelaku UMKM di sini yang sebenarnya usahanya berjalan lancar, tetapi tidak tahu persis untung atau ruginya karena uang usaha dan uang rumah tangga tercampur. Karena saya dari jurusan Akuntansi, saya ingin membantu mereka mulai membiasakan mencatat pemasukan dan pengeluaran, meski hanya dengan buku tulis sederhana,” ujar Ernawati.
![]() |
| Sumber foto: Ernawati |
Pendampingan dilakukan bertahap, mulai dari wawancara untuk menggali kendala yang dihadapi pelaku usaha, penjelasan pentingnya pembukuan, hingga praktik langsung mengisi buku kas harian. Pelaku UMKM sasaran sempat mengalami kebingungan dalam menentukan kategori pemasukan dan pengeluaran, sehingga memerlukan pendampingan berulang sebelum akhirnya terbiasa mencatat secara mandiri.
Hasil pendampingan menunjukkan
capaian yang berbeda pada masing-masing UMKM. Kedai Es milik Mba Finta yang
sebelumnya belum pernah membukukan keuangan usahanya kini sudah mampu mencatat
pemasukan dan pengeluaran secara mandiri. Anyaman Tas milik Ibu Nur, yang
sempat berhenti mencatat karena penjualan tidak menentu, kembali melanjutkan
pembukuannya berkat pendampingan tersebut. Sementara itu, Sticky Milk milik Ibu
Dewi belum dapat menerapkan pencatatan secara rutin lantaran kesibukan mengurus
kebutuhan rumah tangga, meski tetap diberikan buku kas harian untuk digunakan
sewaktu-waktu.
“Tidak semua bisa langsung
konsisten, dan itu wajar. Yang terpenting mereka sudah paham manfaat pencatatan
dan punya buku kas yang bisa dipakai kapan saja saat mereka siap,” kata
Ernawati.
Selama pelaksanaan, Ernawati
mengaku sempat menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keraguan awal pelaku
UMKM, keterbatasan transportasi yang membuat pendampingan hanya menjangkau UMKM
di sekitar posko, hingga jadwal yang kerap berbenturan dengan agenda KKN
kelompok lainnya.
Melalui program ini, Ernawati berharap pelaku UMKM di Desa Pare dapat semakin terbiasa memisahkan keuangan usaha dari kebutuhan pribadi, sehingga dapat memantau perkembangan usahanya dengan lebih jelas. Ia juga berpesan agar mahasiswa KKN selanjutnya dapat melanjutkan pendampingan serupa dengan jangka waktu yang lebih panjang.
![]() |
| Sumber foto: Ernawati |
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN-PPM UNISRI Tahun Akademik 2025/2026 bertema “Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Desa untuk Mendukung Kemandirian Ekonomi, Ketahanan Pangan, dan Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sragen”, yang di Desa Pare turut menjalankan program kerja utama kelompok berupa pemetaan potensi desa.
Penulis: Ernawati (Program
Studi Akuntansi, Universitas Slamet Riyadi Surakarta)


