Dari Barang Bekas Jadi Bernilai, Mahasiswa KKN
UNISRI Kenalkan Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan kepada Santri TPA Banaran
SRAGEN – Barang bekas tidak selalu berakhir
sebagai sampah. Dengan kreativitas, barang yang sudah tidak terpakai masih
dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna dan memiliki nilai. Hal
tersebut dikenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet
Riyadi (UNISRI) kepada santri dan santriwati TPA Desa Banaran, Kecamatan
Kalijambe, Kabupaten Sragen.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari
program kerja individu “Edukasi Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini
melalui Pemanfaatan Barang Bekas bagi Santri TPA Desa Banaran.” Kegiatan
dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, mulai pukul 16.00 WIB hingga menjelang
Magrib dan diikuti oleh 47 anak dari jenjang TK hingga SD.
Program ini dikemas melalui edukasi dan
penyuluhan interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia 5–10
tahun. Anak-anak dikenalkan pada pentingnya kreativitas, pemanfaatan barang
bekas, serta konsep sederhana mengenai kewirausahaan. Mereka diajak memahami
bahwa sebuah barang yang masih layak digunakan dapat diolah kembali menjadi
sesuatu yang lebih bermanfaat.
Mahasiswa KKN UNISRI bersama santri dan santriwati TPA Desa Banaran dalam kegiatan edukasi kreativitas dan kewirausahaan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan contoh pemanfaatan barang bekas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui penggunaan botol plastik bekas yang dapat dihias dan dikembangkan menjadi sebuah karya. Anak-anak dapat melihat secara langsung bahwa benda yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang menarik dan memiliki fungsi.
Tidak berhenti pada pemanfaatan barang,
anak-anak juga diajak mengenal nilai yang dapat muncul dari sebuah karya.
Konsep kewirausahaan diperkenalkan secara sederhana melalui pemahaman bahwa
kreativitas dapat menciptakan nilai tambah. Dengan demikian, anak mulai
dikenalkan pada cara berpikir untuk melihat peluang dari sesuatu yang ada di
sekitarnya.
Santri menunjukkan hasil karya berbahan
botol bekas yang telah dihias sebagai contoh pemanfaatan kembali barang yang
sudah tidak terpakai.
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang
interaktif. Anak-anak diberikan kesempatan untuk mengamati, menyampaikan
pendapat, serta menunjukkan ketertarikan terhadap hasil karya yang ada.
Pendekatan tersebut membuat materi mengenai kreativitas dan kewirausahaan lebih
dekat dengan dunia anak dan tidak terasa seperti pembelajaran yang terlalu
formal.
Pemanfaatan barang bekas juga menjadi sarana
untuk mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan. Anak-anak diajak memahami
bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, salah satunya dengan
memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan
tidak hanya mengenal cara memanfaatkan barang bekas, tetapi juga mulai memiliki
keberanian untuk menyampaikan ide dan menghargai hasil kreativitas sendiri.
Program ini juga menjadi bekal pengetahuan sebelum peserta mengikuti praktik
pembuatan kerajinan pada kegiatan lanjutan.
Bagi TPA Desa Banaran, kegiatan ini diharapkan
dapat menambah variasi pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif sekaligus
mendukung pembentukan karakter santri yang kreatif, mandiri, dan produktif.
Melalui hal sederhana seperti botol bekas,
anak-anak diajak belajar bahwa kreativitas dapat muncul dari benda yang ada di
sekitar. Dari sebuah barang yang dianggap tidak terpakai, mereka dapat belajar
melihat kemungkinan baru, menciptakan sesuatu yang bermanfaat, sekaligus
mengenal nilai kewirausahaan sejak dini.
Penulis: Monicha Ceires Mounteila
NPM: 23200198
Program Studi: Manajemen
Universitas: Universitas Slamet Riyadi
Surakarta


