Dok.Risma Dwi Hapsari
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dan respons positif dari pihak sekolah.
"Kami sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini. Materi public speaking seperti ini belum pernah diberikan secara khusus kepada siswa. Kami berharap anak-anak, khususnya kelas VI, bisa lebih berani dan percaya diri ketika berbicara di depan orang lain," ungkap Rida, salah satu guru SD Negeri Jambangan 02.
Kegiatan sosialisasi dikemas secara interaktif agar siswa dapat langsung mempraktikkan materi yang diterima. Acara diawali dengan kuis ringan berhadiah untuk mencairkan suasana. Selanjutnya, Risma memaparkan materi seputar pengertian public speaking, manfaat kemampuan berkomunikasi, faktor penyebab rasa gugup, hingga kiat membangun rasa percaya diri dan teknik berbicara yang baik.
Antusiasme siswa memuncak saat memasuki sesi praktik langsung. Setiap siswa menerima lembar "Mari Berkenalan" yang berisi informasi diri dan cita-cita. Setelah diisi, siswa diminta maju satu per satu ke depan kelas untuk memperkenalkan diri secara lisan. Dok. Risma Dwi Hapsari
Guna melatih kontak mata, ingatan, dan keberanian berbicara secara spontan, siswa tidak diperbolehkan membaca lembarisizian tersebut saat tampil di depan teman-temannya. Melalui metode ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan pengalaman langsung berbicara di depan audiens.
Melalui program kerja individu ini, Risma berharap kegiatan edukasi public speaking dapat menjadi langkah awal bagi siswa kelas VI SD Negeri Jambangan 02 untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan siap menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Penulis: Risma Dwi Hapsari
|