Berani Bicara, Raih Cita-Cita: Pelatihan Public Speaking Sejak Dini Bangkitkan Kepercayaan Diri Siswa SD Negeri Jambangan 02 - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Berani Bicara, Raih Cita-Cita: Pelatihan Public Speaking Sejak Dini Bangkitkan Kepercayaan Diri Siswa SD Negeri Jambangan 02

 Berani Bicara, Raih Cita-Cita: Pelatihan Public Speaking Sejak Dini Bangkitkan Kepercayaan Diri Siswa SD Negeri Jambangan 02

Keceriaan siswa kelas VI SD N Jambangan 02 saat berfoto bersama mahasiswi Ilmu Komunikasi Unisri dalam kegiatan pelatihan keberanian berbicara di depan umum, Sragen, Rabu (19/8/2026).


SRAGEN — Keberanian untuk berbicara di depan orang lain menjadi salah satu bekal penting bagi anak dalam menempuh pendidikan maupun menggapai cita-cita. Hal tersebut mendorong Risma Dwi Hapsari, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang tergabung dalam KKN Kelompok 37 Desa Jambangan, untuk mengenalkan dasar-dasar public speaking kepada siswa kelas VI SD Negeri Jambangan 02, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Rabu (19/8/2026). 

Mengusung tema "Berani Bicara, Raih Cita-Cita: Belajar Public Speaking Sejak Dini", kegiatan ini menyasar siswa kelas VI yang sebentar lagi akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Peralihan dari jenjang SD ke SMP menuntut siswa beradaptasi dengan lingkungan belajar yang lebih luas, sehingga kemampuan berkomunikasi menjadi bekal penting yang perlu dibangun sejak awal.
Menurut Risma, public speaking bukan sekadar berbicara di depan umum, melainkan bentuk keberanian menyampaikan gagasan pemikiran seseorang.

"Kadang anak-anak sebenarnya punya banyak hal yang ingin disampaikan, tetapi masih malu atau takut salah ketika harus berbicara di depan orang lain. Lewat kegiatan ini, saya ingin mereka mencoba terlebih dahulu tanpa takut salah. Sebab untuk menggapai cita-cita, mereka juga perlu berani menyampaikan apa yang ada di pikiran mereka," ujar Risma.
Dok.Risma Dwi Hapsari


Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dan respons positif dari pihak sekolah.

"Kami sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini. Materi public speaking seperti ini belum pernah diberikan secara khusus kepada siswa. Kami berharap anak-anak, khususnya kelas VI, bisa lebih berani dan percaya diri ketika berbicara di depan orang lain," ungkap Rida, salah satu guru SD Negeri Jambangan 02.

Kegiatan sosialisasi dikemas secara interaktif agar siswa dapat langsung mempraktikkan materi yang diterima. Acara diawali dengan kuis ringan berhadiah untuk mencairkan suasana. Selanjutnya, Risma memaparkan materi seputar pengertian public speaking, manfaat kemampuan berkomunikasi, faktor penyebab rasa gugup, hingga kiat membangun rasa percaya diri dan teknik berbicara yang baik.

Antusiasme siswa memuncak saat memasuki sesi praktik langsung. Setiap siswa menerima lembar "Mari Berkenalan" yang berisi informasi diri dan cita-cita. Setelah diisi, siswa diminta maju satu per satu ke depan kelas untuk memperkenalkan diri secara lisan.
Dok. Risma Dwi Hapsari

Guna melatih kontak mata, ingatan, dan keberanian berbicara secara spontan, siswa tidak diperbolehkan membaca lembarisizian tersebut saat tampil di depan teman-temannya. Melalui metode ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga merasakan pengalaman langsung berbicara di depan audiens.

Melalui program kerja individu ini, Risma berharap kegiatan edukasi public speaking dapat menjadi langkah awal bagi siswa kelas VI SD Negeri Jambangan 02 untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan siap menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Penulis: Risma Dwi Hapsari 




Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done