Bantu Ibu Rumah Tangga Atur Arus Kas, Mahasiswa KKN Unisri Kenalkan Kalender Keuangan Keluarga Pintar di Desa Kedawung
SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta, Nadea Harya Saputri, melaksanakan program kerja individu berupa edukasi pengelolaan keuangan keluarga melalui media "Kalender Keuangan Keluarga Pintar".
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (6/8/2026) dalam forum pertemuan rutin ibu-ibu PKK Dusun Depok, Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, yang bertempat di rumah salah satu warga setempat.
Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada ibu-ibu PKK mengenai pentingnya mengelola keuangan keluarga secara sederhana dan teratur. Materi yang diberikan mencakup cara mencatat pemasukan dan pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak berdiskusi mengenai berbagai permasalahan yang sering ditemui dalam mengatur keuangan rumah tangga. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti pengeluaran untuk kebutuhan dapur, pendidikan anak, kesehatan, hingga pengeluaran untuk keinginan.
Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Peserta diberikan contoh bahwa kebutuhan seperti bahan makanan, biaya pendidikan, listrik, dan kesehatan perlu menjadi prioritas utama. Sementara itu, pengeluaran untuk keinginan seperti belanja tanpa rencana atau membeli barang yang belum diperlukan dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga.
![]() |
| dok. PDD KKN kelompok 39 |
Sebagai media edukasi, Kalender Keuangan Keluarga Pintar diperkenalkan sebagai alat pencatatan yang sederhana dan mudah digunakan. Kalender tersebut menyediakan kolom untuk mencatat pemasukan, pengeluaran yang dapat diberi kode 'K' untuk kebutuhan dan 'I' untuk keinginan, serta kolom khusus tabungan. Peserta juga diberikan contoh praktis cara mengisi kalender berdasarkan transaksi keuangan sehari-hari.
Penggunaan kalender ini diharapkan dapat membantu keluarga mengetahui aliran keuangan secara lebih jelas. Dengan melakukan pencatatan secara rutin, pengeluaran yang kurang diperlukan dapat diketahui dan dievaluasi pada akhir bulan. Selain itu, keluarga juga dapat menentukan target tabungan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Kegiatan yang dilaksanakan bersamaan dengan pertemuan rutin PKK tersebut berlangsung dalam suasana santai dan interaktif. Ibu-ibu PKK tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan praktik sederhana mengenai cara mencatat keuangan keluarga.
Melalui program kerja individu tersebut, edukasi pengelolaan keuangan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK Dusun Depok, mengenai pentingnya perencanaan dan pencatatan keuangan keluarga. Kebiasaan sederhana dalam mencatat pemasukan, pengeluaran, dan tabungan ini diharapkan membantu keluarga mengelola keuangan secara lebih tertib dan terencana.
Penulis: Nadea Harya Saputri

