Keanehan Dia akibat Tidur Lagi - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Keanehan Dia akibat Tidur Lagi

 


   Hari Minggu adalah hari yang seharusnya paling menyenangkan dan seru bagi setiap orang, namun tidak untuk dia. Hari itu, dia terbangun jam 5 subuh untuk mandi dan melaksanakan salat. Bukannya melanjutkan beraktivitas yang lebih bermanfaat akan tetapi dia gunakan untuk tidur kembali. Malangnya, dia mendapatkan kejadian yang sangat tidak diduganya.

   Kejadian itu dimulai tepat dari rumah yang sepertinya kuno sekaligus keadaannya gelap gulita. Dia berada di depan pintu dengan posisi duduk di tanah dengan kedua kakinya menekuk ke samping kanan dan kiri. Dia berada di tengah di mana bagian kanannya yang merupakan musala, sedangkan bagian kirinya adalah rumah yang terhalang oleh tembok. Penglihatan dia mengarahkan ke depan, yaitu lapangan sekolah yang kebetulan juga terhalang oleh tembok, biasanya digunakan anak-anak untuk memanjatnya menuju lapangan tersebut. Samar-samar, dia mendengarkan maupun merasakan teriakan yang tidak begitu jelas oleh banyak orang atau kerumunan dari arah musala menuju ke arah lain sembari membawa obor. Sayangnya, rombongan tersebut tidak melihatnya dia sama sekali. Tiba-tiba, ada sosok nenek tua yang muncul dengan tubuh yang sangat kurus, penampilan yang sangat lusuh, serta keberadaannya secara perlahan mendatangi dia. Sosok itu membawa cermin di atas dan bawah dengan tangannya dan di tengah cermin tersebut terdapat kepala yang berputar-putar. Paniknya bukan kepalang, dia kebingungan untuk beranjak dari tempat tersebut untuk meminta bantuan kepada siapa pun. Di sisi lain, tubuh dia kaku, mulutnya tidak bisa berbicara, serta seluruh anggota tubuh tidak bisa digerakkan, dia hanya bisa membaca do’a-do’a sebisa yang dia lakukan dalam hatinya. Nenek itu tidak menghilang, justru semakin mendekat menuju ke arah dia. Kemudian, dia memalingkan wajahnya untuk melihat ke bawah saja sembari merasakan bahwa kaki nenek tersebut telah berada di depannya. Dia dengan pendiriannya untuk berusaha tidak melihat nenek tersebut. Alangkah terkejutnya, setelah dia selesai membacakan banyak do’a di dalam hati, nenek tersebut secara perlahan-lahan mundur untuk pergi yang keadaan tubuhnya tetap berada pada pandangan dia. Nenek tersebut memberikan wajah yang kecewa dan ketakutan ke arah dia, tanpa berkutik. Alhasil, keadaan tersebutlah yang membuat dia memberanikan diri melihat wajah dan bagaimana ekspresi nenek tersebut saat menjauh dari dia.

   Tanpa aba-aba, dia membuka matanya untuk segera beranjak dari kasur. Lalu, dia berlari secara pontang-panting kepada nenek dan kakak perempuannya untuk bercerita tentang hal yang dia dapatkan tadi. Dia juga melihat jam yang menunjukkan pukul 7 dengan keadaan yang mendung. Sontak saja, ternyata pengalaman kelam yang dia rasakan itu lambat-laun masih membekas hingga dia menduduki bangku kuliah. Dia tidak dengan begitu mudah melupakan kejadian ini dan menjadikannya pembelajaran agar tidak mengulanginya sampai kapan pun. Sebenarnya, memang sedari dulu dia takut dengan hal-hal mistis sampai dia dewasa, ketakutan itu tidak sebesar dengan apa yang sekarang dia jalani.

 

 

 

 

Penulis: Yusril Rahendra Nur Kuncoro

Penyunting: Adista Putri Revalina

 

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done