![]() |
| Sumber foto: PDD KKN 72 PPM UNISRI |
Sragen(7/8/26) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta Kelompok 72 melaksanakan program kerja bertema “Tabung Air, Kelola Sampah: Biopori Rumah Tangga untuk Kemandirian Lingkungan” di Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan secara sederhana, mandiri, dan berkelanjutan. Program kerja pembuatan biopori dilaksanakan di Dukuh Ploso dan Dukuh Brontok, Desa Jati.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada masing-masing dua titik di setiap dukuh, sehingga terdapat total empat titik lokasi pembuatan biopori. Pada setiap titik, mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 72 membuat dua lubang biopori, sehingga keseluruhan program menghasilkan delapan lubang biopori yang tersebar di Dukuh Ploso dan Dukuh Brontok.
Pembuatan lubang biopori tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan daya resap air ke dalam tanah sekaligus membantu pengelolaan sampah organik rumah tangga. Biopori menjadi solusi sederhana dan ramah lingkungan yang dapat diterapkan oleh masyarakat secara mandiri di lingkungan sekitar rumah.
Selain melakukan pembuatan lubang biopori, mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 72 juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat dan cara pemanfaatan biopori. Lubang biopori dapat membantu air hujan meresap lebih cepat ke dalam tanah sehingga berpotensi mengurangi terjadinya genangan air serta membantu menjaga ketersediaan air tanah.
Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan sampah organik, seperti daun kering, rumput, dan sisa bahan organik rumah tangga, yang dapat dimasukkan ke dalam lubang biopori. Sampah organik tersebut akan mengalami proses penguraian secara alami dan memberikan manfaat bagi kesuburan tanah.
Melalui program “Tabung Air, Kelola Sampah: Biopori Rumah Tangga untuk Kemandirian Lingkungan”, mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 72 berharap masyarakat Desa Jati, khususnya warga Dukuh Ploso dan Dukuh Brontok, dapat memahami serta menerapkan pembuatan biopori secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.
Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana seperti biopori, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah organik, meningkatkan resapan air, serta mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Melalui kerja sama antara mahasiswa KKN PPM UNISRI Kelompok 72 dan masyarakat Desa Jati, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang serta mendorong terwujudnya kemandirian lingkungan yang dimulai dari rumah tangga.
Penulis: KKN PPM UNISRI Kelompok 72
