Tanggan, 4
agustus 2026 — Mahasiswa KKN Kelompok 17 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI)
melaksanakan program kerja bertajuk “Edukasi Literasi Keuangan: Membedakan
Kebutuhan dan Keinginan dalam Pengelolaan Keuangan Sehari-hari” di Desa
Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini ditujukan untuk
memberikan pemahaman dasar mengenai literasi keuangan, khususnya kemampuan
membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum melakukan pengeluaran.
Kegiatan dipandu oleh Jatmika setya pangestu,
mahasiswa program studi manajemen , bersama mahasiswa KKN Kelompok 17 lainnya.
Kegiatan berlangsung dengan melibatkan murid murid sdn tanggan 02 dan dikemas secara interaktif agar materi
mudah dipahami serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenalkan
Pentingnya Literasi Keuangan
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan
perkenalan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai literasi
keuangan. Mahasiswa menjelaskan pengertian literasi keuangan serta pentingnya
memiliki kemampuan mengatur uang secara bijak, mulai dari mengenali pemasukan
dan pengeluaran hingga menentukan prioritas penggunaan uang.
Literasi keuangan penting dikenalkan sejak
dini karena kebiasaan dalam mengelola uang dapat memengaruhi cara seseorang
menentukan prioritas dan mengambil keputusan keuangan. Melalui kegiatan ini,
peserta diajak untuk lebih sadar terhadap penggunaan uang dan tidak mudah
melakukan pengeluaran tanpa mempertimbangkan manfaat serta prioritasnya.
Membedakan
Kebutuhan dan Keinginan
Materi kemudian diarahkan pada perbedaan
antara kebutuhan dan keinginan. Mahasiswa menjelaskan bahwa kebutuhan merupakan
sesuatu yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan sehari-hari, sedangkan
keinginan merupakan sesuatu yang ingin dimiliki atau dilakukan tetapi tidak
selalu harus dipenuhi.
Peserta diberikan contoh sederhana yang dekat
dengan kehidupan sehari-hari. Makanan pokok, air minum, perlengkapan sekolah,
dan kebutuhan kesehatan dapat menjadi contoh kebutuhan. Sementara itu, membeli
barang karena sedang tren, mengganti barang yang masih layak pakai, atau
membeli sesuatu hanya karena tertarik dapat menjadi contoh keinginan.
Dengan memahami perbedaan tersebut, peserta
diharapkan mampu menentukan mana pengeluaran yang harus diprioritaskan dan mana
yang dapat ditunda. Pemahaman ini menjadi salah satu langkah sederhana untuk
membangun kebiasaan mengelola keuangan secara lebih bertanggung jawab.
Belajar
Menentukan Skala Prioritas
Mahasiswa mengajak peserta untuk membuat
skala prioritas sebelum menggunakan uang. Peserta diarahkan untuk terlebih
dahulu memenuhi kebutuhan yang penting dan mendesak, kemudian mempertimbangkan
kebutuhan lain, serta menunda keinginan apabila kondisi keuangan belum
memungkinkan.
Dalam kegiatan ini, peserta juga dikenalkan
pada pertanyaan sederhana sebelum membeli sesuatu, seperti “Apakah barang ini
benar-benar dibutuhkan?”, “Apakah saya sudah memiliki barang yang sama?”, dan
“Apakah uang saya cukup setelah membeli barang ini?”. Pertanyaan tersebut
diharapkan dapat membantu peserta berpikir sebelum melakukan pembelian.
Praktik
Melalui Permainan dan Studi Kasus
Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa
memberikan permainan atau studi kasus sederhana mengenai kebutuhan dan
keinginan. Peserta diminta mengelompokkan beberapa contoh barang atau aktivitas
ke dalam kategori kebutuhan dan keinginan, kemudian menjelaskan alasan dari
pilihan tersebut.
Kegiatan berlangsung secara interaktif karena
peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan berdiskusi.
Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara teori,
tetapi juga belajar menerapkan konsep kebutuhan dan keinginan dalam situasi
yang dekat dengan kehidupan mereka.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta
dapat mengikuti materi dengan antusias dan mulai memahami pentingnya menentukan
prioritas sebelum menggunakan uang. Peserta juga dapat memberikan contoh
kebutuhan dan keinginan berdasarkan pengalaman sehari-hari.
Mendorong
Kebiasaan Mengelola Keuangan secara Bijak
Kegiatan edukasi ini tidak hanya berfokus
pada pemahaman istilah kebutuhan dan keinginan, tetapi juga mendorong peserta
untuk membangun kebiasaan keuangan yang lebih bijak. Peserta diharapkan mampu
mengurangi pengeluaran yang kurang penting, membedakan prioritas, serta
menyisihkan uang apabila memiliki kesempatan untuk menabung.
Kemampuan sederhana dalam membedakan
kebutuhan dan keinginan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan keuangan
sehari-hari. Dengan kebiasaan tersebut, peserta diharapkan dapat lebih
berhati-hati dalam menggunakan uang dan mampu membuat keputusan keuangan berdasarkan
kebutuhan serta kemampuan.
Kegiatan
Berlangsung Interaktif
Sebagai penutup, mahasiswa KKN Kelompok 17
UNISRI memberikan apresiasi kepada peserta atas partisipasi dan antusiasme
selama kegiatan melalui [doorprize/kegiatan penutup, sesuaikan]. Seluruh
rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana yang menyenangkan, interaktif, dan
aktif.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN
Kelompok 17 UNISRI berharap peserta di Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Kabupaten
Sragen dapat semakin memahami pentingnya literasi keuangan, khususnya dalam
membedakan kebutuhan dan keinginan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga peserta mampu menentukan
prioritas dan menggunakan uang secara lebih bijak.
Penulis : Jatmika Setya Pangestu