Menyusuri Jejak Leluhur di Tanah Kelahiran: Mahasiswa KKN Unisri Ajak Anak-Anak Desa Krikilan Berpetualang di Museum Sangiran
![]() |
| Sumber foto:Ikhsan Arya Mahendra |
SRAGEN — Langkah kaki riang anak-anak usia sekolah dasar bergeming di antara lorong-lorong megah Museum Manusia Purba Sangiran Kluster Krikilan, Jumat (7/8/2026) siang. Di bawah terik matahari Sragen, mereka tidak sedang berdarmawisata biasa, melainkan tengah menyelami lorong waktu peradaban purba yang terkubur di bumi tanah kelahiran mereka sendiri.
Program bertajuk “Tur Edukatif Peradaban Purba Bagi Generasi Muda Desa Krikilan” ini diinisiasi oleh Ikhsan Arya Mahendra, mahasiswa Program Studi Administrasi Negara yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Digelar mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, kegiatan ini menyasar anak-anak di sekitar lingkungan posko KKN guna menanamkan kesadaran pelestarian cagar budaya (heritage awareness) sejak dini tepat di jantung wilayah inti (core zone) Situs Sangiran.
Ikhsan mengungkapkan, kegiatan ini lahir dari sebuah keprihatinan atas adanya kesenjangan pemahaman (educational gap) di kalangan anak-anak lokal terhadap nilai penting Situs Warisan Dunia UNESCO yang berada persis di pekarangan rumah mereka.
“Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual dan eksplorasi langsung, kami ingin memicu keterlibatan aktif serta menumbuhkan rasa bangga (sense of belonging) pada diri anak-anak. Harapannya, mereka kelak dapat menjadi agen pelestari warisan budaya masa depan,” ujar Ikhsan di sela-sela kegiatan.
Pelaksanaan tur edukatif ini berjalan mulus berkat kerja sama strategis antara mahasiswa KKN dan pihak pengelola Museum Sangiran. Pengelola memberikan fasilitas berupa pembebasan tiket masuk serta akses lingkungan museum sebagai ruang belajar terbuka.
![]() |
| Dokumentasi manusia purba Sangiran, Sumber foto: Ikhsan Arya Mahendra |
Selama kurang lebih dua jam, peserta diajak mengeksplorasi diorama dan fosil purbakala sambil menerima pemaparan materi sejarah yang dikemas secara interaktif, komunikatif, dan menyenangkan. Suasana cair dan penuh rasa ingin tahu terlihat jelas dari raut wajah para peserta cilik yang takjub menyaksikan bukti sejarah jutaan tahun lalu.
Rangkaian kegiatan edukatif penutup petualangan sore itu kemudian diabadikan melalui sesi foto bersama di beberapa sudut ikonik Museum Sangiran. Lewat langkah kecil ini, mahasiswa KKN membuktikan bahwa pengenalan sejarah lokal dapat dikemas menjadi sebuah pengalaman hidup yang membekas dan menyenangkan bagi generasi muda.
Penulis: Ikhsan Arya Mahendra (Mahasiswa Administrasi Negara )

