Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi UMKM Desa Karanganom Bangun Branding melalui Program "Karanganom Creative Branding" - LPM Apresiasi | Kritis, Realistis, Demokratis
News Update
Loading...

Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi UMKM Desa Karanganom Bangun Branding melalui Program "Karanganom Creative Branding"

Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi UMKM Desa Karanganom Bangun Branding melalui Program Karanganom Creative Branding

Foto Bersama dengan Ibu-Ibu PKK (Sumber: Sie PDD)

Sukodono — Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, mendapat pendampingan untuk meningkatkan identitas usaha, pemanfaatan media digital, dan profesionalisme melalui program kerja individu bertajuk Karanganom Creative Branding.

Program Karanganom Creative Branding merupakan program kerja individu yang berfokus pada penguatan identitas usaha, pemanfaatan media digital, serta peningkatan profesionalisme pelaku UMKM di Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono. Program yang digagas oleh Afif Vian Prasetya tersebut berangkat dari kondisi sejumlah UMKM di Karanganom yang memiliki produk dengan kualitas baik, tetapi belum didukung tampilan produk dan strategi pemasaran digital yang optimal. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi daya tarik produk di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang semakin mengarah ke platform digital.

“Banyak produk UMKM di sini sebenarnya enak dan berkualitas, tapi belum tampil menarik dan belum masuk ke ranah digital. Padahal itu dua hal yang sangat menentukan apakah konsumen mau melirik atau tidak,” ujar Afif.

Pemaparan Materi mengenai Karanganom Creative Branding (Sumber: Sie PDD)

Tiga Fokus Pendampingan

Program Karanganom Creative Branding mencakup tiga fokus utama, yakni identitas usaha, pemanfaatan media digital, dan profesionalisme usaha.

Pada aspek identitas usaha, pendampingan diarahkan pada pengembangan kemasan dan penggunaan warna yang konsisten agar produk lebih mudah dikenali. Produk seperti keripik, misalnya, didorong menggunakan kemasan standing pouch yang dilengkapi logo dan identitas visual. Sementara itu, produk olahan seperti sambal diarahkan menggunakan label dengan warna yang konsisten.

Selanjutnya, pada aspek digital, pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan berbagai platform penjualan daring, seperti TikTok Shop dan Shopee, serta layanan pesan-antar seperti GoFood dan GrabFood. Pemanfaatan platform tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi produk UMKM untuk menjangkau konsumen di luar wilayah Karanganom.

Selain tampilan dan pemasaran, program ini juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk. Prinsip “ada harga, ada kualitas” menjadi salah satu gagasan yang ditekankan dalam pendampingan. Pelaku usaha diharapkan mampu menjaga konsistensi mutu sekaligus membangun citra produk secara profesional.

Memperluas Jangkauan Pasar

Pendampingan tersebut diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat bagi pelaku UMKM, mulai dari meningkatkan daya tarik produk, mempermudah proses jual beli secara daring, hingga memperluas jangkauan pemasaran.

Pemanfaatan media digital juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha melakukan promosi melalui konten sederhana tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pemasaran secara konvensional. Dengan demikian, UMKM tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan keberlanjutan usaha.

Afif berharap program tersebut dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM di Karanganom dan Sukodono. Karanganom Creative Branding ini bukan sekadar mempercantik tampilan produk, tapi lebih ke membangun fondasi agar UMKM di sini berkualitas, melek digital, dan bisa dikenal lebih luas. Harapannya, semangat ‘ada harga, ada kualitas’ ini terus dipegang meskipun program pendampingan sudah selesai,” pungkasnya.


Penulis: Afif Vian Prasetya

Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

Share with your friends

Give us your opinion
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done