Mahasiswa KKN UNISRI Dampingi UMKM Desa Karanganom Bangun Branding melalui Program Karanganom Creative Branding
Tiga Fokus Pendampingan
Program Karanganom Creative Branding mencakup tiga fokus utama, yakni identitas usaha, pemanfaatan media digital, dan profesionalisme usaha.
Pada aspek identitas usaha, pendampingan diarahkan pada pengembangan kemasan dan penggunaan warna yang konsisten agar produk lebih mudah dikenali. Produk seperti keripik, misalnya, didorong menggunakan kemasan standing pouch yang dilengkapi logo dan identitas visual. Sementara itu, produk olahan seperti sambal diarahkan menggunakan label dengan warna yang konsisten.
Selanjutnya, pada aspek digital, pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan berbagai platform penjualan daring, seperti TikTok Shop dan Shopee, serta layanan pesan-antar seperti GoFood dan GrabFood. Pemanfaatan platform tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi produk UMKM untuk menjangkau konsumen di luar wilayah Karanganom.
Selain tampilan dan pemasaran, program ini juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk. Prinsip “ada harga, ada kualitas” menjadi salah satu gagasan yang ditekankan dalam pendampingan. Pelaku usaha diharapkan mampu menjaga konsistensi mutu sekaligus membangun citra produk secara profesional.
Memperluas Jangkauan Pasar
Pendampingan tersebut diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat bagi pelaku UMKM, mulai dari meningkatkan daya tarik produk, mempermudah proses jual beli secara daring, hingga memperluas jangkauan pemasaran.
Pemanfaatan media digital juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha melakukan promosi melalui konten sederhana tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pemasaran secara konvensional. Dengan demikian, UMKM tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan keberlanjutan usaha.
Afif berharap program tersebut dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM di Karanganom dan Sukodono. Karanganom Creative Branding ini bukan sekadar mempercantik tampilan produk, tapi lebih ke membangun fondasi agar UMKM di sini berkualitas, melek digital, dan bisa dikenal lebih luas. Harapannya, semangat ‘ada harga, ada kualitas’ ini terus dipegang meskipun program pendampingan sudah selesai,” pungkasnya.
Penulis: Afif Vian Prasetya
Penyunting: Wiri Tanaya Hayu M

.jpeg)